5 Cara Meningkatkan Kesadaran Keamanan Pangan dalam Perusahaan

Pelaksanaan Sistem Manajemen Keamanan Pangan membutuhkan keterlibatan seluruh lini dari perusahaan agar berjalan dengan efektif. Keterlibatan ini terkait dengan komitmen dan tanggung jawab, hal yang dimana menjadi tantangan tersendiri dalam membangunnya di dalam organisasi. Perusahaan harus dapat memastikan bahwa pelaksanaan atas Sistem Manajemen Keamanan Pangan yang tidak dapat berdampak terhadap resiko keamanan produk.

Untuk dapat meningkatkan kontribusi dari SDM perusahaan, tidak ada salahnya perusahaan melakukan proses pengembangan atas kesadaran keamanan pangan di dalam perusahaan. Berikut adalah ilustrasi terkait dengan cara pendekatan yang dapat dilakukan.

Menjalankan proses peningkatan ini sebaiknya dilakukan secara konsisten dan dapat mempergunakan pendampingan referensi eksternal yang tepat. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang berpengalaman untuk dapat meningkatkan kesadaran dalam proses implementasi keamanan pangan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Memahami Manfaat Refreshment Training

Pastikan perusahaan melakukan pencarian referensi eksternal yang tepat terkait dengan pelatihan dalam organisasi (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Memahami Perubahan Persyaratan Keamanan Pangan dalam Codex Versi 2022

Persyaratan keamanan pangan HACCP termuat di dalam persyaratatan keamanan pangan, yaitu persyaratan Codex Alimentarius. Saat ini persyaratan atas Codex Versi 2022 telah mengalami proses beberapa kali revisi, revisi di tahun 2022 adalah revisi terakhir yang terbaru saat ini. Lalu apa saja perubahan yang muncul.

(1) Adanya pemisahan antara Good Hygiene Practice dan HACCP

Di dalam persyaratan keamanan pangan yang termuat dalam Codex Versi 2022 terdapat pemisahan yang berkaitan dengan Good Hygiene Practice dan HACCP. Di dalam Good Hygiene Practice, tersedia beberapa persyaratan yang terkait dengan komitmen manajemen serta persyaratan sistem yang dimana mendekati prinsip ISO 22000.

(2) Pengendalian Lingkungan dan Infrastruktur

Penjelasan dan kewajiban yang terkait dengan persyaratan hygiene practice juga ditetapkan dalam bentuk penanganan Environmental Monitoring Program, pengendalian pencahayaan serta sanitasi dan higienitas.

(3) HACCP

Pendekatan bahaya yang dijalankan saat ini tidak hanya bahaya kimia, fisik dan biologi saja. Namun juga bahaya yang terkait dengan radiasi dan allergen.

(4) Pelatihan

Adanya fokus untuk menjalankan proses penyegaran yang terkait dengan pelatihan. Penyegaran ini wajib dijalankan dalam periode 1 (satu) tahun dan wajib untuk dipastikan setiap pelatihan yang dijalankan dilengkapi dengan evaluasi pelatihan.

Bagaimana pelaksanaan program keamanan pangan dijalankan di perusahaan Anda? Lakukan proses peningkatan sistem dengan mempergunakan HACCP versi 2022. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Memahami Jenis-Jenis Pelatihan yang Diwajibkan pada Sistem Manajemen Keamanan Pangan

Pelaksanaan terkait dengan Sistem Manajemen Keamanan Pangan, menunjukkan bahwa perusahaan memiliki komitmen untuk menjalankan sistem dan melanjutkan sampai dengan proses sertifikasi dapat dimiliki oleh perusahaan. Untuk mendapatkan sistem yang terimplementasi dengan baik, perusahaan diharapkan menjalankan pelatihan-pelatihan yang menjadi persyaratan wajib dalam Sistem Manajemen Keamanan Pangan.

Berikut ini adalah beberapa jenis pelatihan yang menjadi pelatihan wajib yang dijalankan dalam pelaksanaan Sistem Manajemen Keamanan Pangan.

(1) Pelatihan PRP (Pre Requisite Program)

Jenis pelatihan ini adalah pelatihan yang menjadi dasar dari pelaksanaan yang terkait dengan persyaratan keamanan pangan. Adapun pelatihanPRP yang dijalankan dalam perusahaan adalah pelatihan yang terkait dengan kegiatan kebersihan dan sanitasi (cleaning & santizing), pengendalian hama (pest control), pengendalian atas penanganan bahan kimia, serta proses pengendalian yang terkait dengan kebersihan personal (personal hygiene) serta proses penanganan dan pengendalian yang terkait degan penanganan kontaminasi pada produk, termasuk di dalamnya adalah pengendalian atas benda asing serta pengelolaan allergen.

(2) Pelatihan HACCP

Pelatihan yang terkait dengan sistem persyaratan kemanan pangan, termasuk di dalamnya adalah proses pengendalian terkait dengan keamanan pangan pada alir proses yang dijalankan dalam melakukan penanganan atas produk. Pengendalian atas setiap potensi bahaya yang terdapat setiap tahapan proses. Dimana tahapan proses ini secara detail dianalisis untuk kemudian dievaluasi terkait dengan setiap potensi bahaya yang muncul. Penetapan pengendalian kemudian ditetapkan dalam setiap tahapan yang dimaksud. Pelatihan ini dijalankan sesuai dengan persyaratan Codex, yang terbaru adalah revisi CXC 1969- revisi 2022.

(3) Pelatihan Sistem Manajemen Keamanan Pangan

Pelatihan yang dijalankan oleh perusahaan yang akan menjalankan proses sertifikasi keamanan pangan. Adapun jenis pelatihan yang dijalankan adalah pelatihan ISO 22000, BRCGS, IFS ataupun FSSC. Pemilihan terhadap jenis pelatihan ditetapkan sesuai dengan jenis sertifikasi yang dipilih oleh perusahaan.

(4) Pengendalian CCP dan OPRP

Jenis pelatihan teknis pada personel yang bertanggung jawab terhadap tahapan proses yang dimana terdapat titik CCP atau OPRP. Pelatihan ini bersifat teknis operasional yang dimana dijalankan di lapangan. Personel yang mendapatkan pelatihan ini bertanggung jawab secara langsung dalam pengelolaan CCP/OPRP di lapangan.

(5) Pemahaman Spesifikasi

Persyaratan spesifikasi selain terkait dengan kualitas juga sangat terkait dengan keamanan pangan. Keamanan pangan menjadi salah satu parameter spesifikasi yang harus termuat selain kualitas. Informasi sebagai kandungan mikrobiologi, kandungan logam berat, allergen serta aspek kontaminasi lainnya. Setiap personel yang melakukan penanganan produk serta proses dipastikan harus memahami spesifikasi yang ditetapkan oleh perusahaan. Pelatihan atas spesifikasi ini sangat penting untuk menjaga konsistensi yang terkait dengan deskripsi dari spesifikasi yang dimaksud.

Demikian pelatihan-pelatihan yang sangat diperlukan oleh perusahan untuk memastikan bahwa persyaratan keamanan pangan dijalankan dengan tepat dalam organisasi. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat meningkatkan tahapan implementasi keamanan pangan dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Menjalankan Proses Penerapan FSSC Pakan

Pengelolaan atas keamanan produk, tidak hanya dijalankan dengan menjalankan proses yang aman juga namun juga melihat faktor pendukung yang penting lainnya, seperti Pre Requisite Program, serta penetapan atas siklus improvement (perbaikan dalam organisasi). Untuk dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan, ada baiknya perusahaan melakukan proses sertifikasi FSSC Pakan.

Lalu apa manfaat dari penerapan yang terkait dengan sertifikasi FSSC Pakan? Berikut ini adalah beberapa manfaat yang dapat dipertimbangkan oleh perusahaan untuk menjalankan proses sertifikasi.

(1) Fungsi Internal

Penerapan FSSC dapat sangat membatu pabrik pakan dalam memastikan produk aman dan kualitas terjaga. Sistem penerapan ISO 22000 sebagai salah satu bagian dari persyaratan FSSC, membantu perusahaan untuk menjalankan prinsip keamanan pakan yang dijalankan dengan siklus kontinyuitas. Memastikan bahwa fungsi internal dalam perusahaan berjalan sesuai dengan prinsip PDCA yang tepat. Sehingga pencapaian atas perbaikan dan target dapat dijalankan dengan optimal secara berkesinambungan sehingga ada keinginan perusahaan untuk mencapai hasil yang lebih baik.

Fungsi lain yang dapat perusahaan jalankan adalah pengembangan sumber daya manusia yang terkait dengan kualitas dan keamanan pakan. Selain itu secara internal perusahaan dapat memastikan bahwa proses pengelolaan yang terkait dengan perusahaan dijalankan oleh personel SDM (Sumber Daya Manusia) yang berkompetensi baik. Dengan adanya kompetensi yang baik secara pengelolaan perusahaan akan menjadi lebih baik dan menguntungkan.

Penetapan atas pengelolaan yang terkait dengan PRP (Pre Requisite Program) dijalankan untuk memastikan bahwa produk dikelola dalam kondisi yang tercegah dari kontaminasi, baik itu kontaminasi biologi, fisik, kimia, radiasi serta allergen. Pengelolaan ini harus dipastikan sesuai dengan ISO TS 220002:6: 2016.

(2) Fungsi Eksternal

Dengan memiliki sertifikasi FSSC, perusahaan memiliki peluang yang besar untuk dapat masuk ke jaringan pemasok pada banyak perusahaan. FSSC dapat membantu perusahaan untuk mendapatkan persetujuan dengan jalur cepat sebagai pemasok yang disetujui.

Selain itu, dengan memastikan adanya sertifikasi maka perusahaan juga memiliki akses untuk dimasukan ke dalam portal FSSC sebagai perusahaan yang telah tersertifikasi. Hal ini memberikan keuntungan perusahaan agar dapat dilihat oleh pembeli maupun calon pembeli.

Kepercayaan pembeli juga semakin meningkat kepada perusahaan, karena perusahaan memiliki komitmen untuk menjaga kuaitas dan keamanan pangan dari produk yang dimaksud.

Tidak ada salahnya bagi perusahaan untuk memahami ataupun menjalankan program sertifikasi FSSC. Khususnya untuk produsen pakan, hal ini akan sangat memberikan nilai tambah pada bisnis Anda. Percayakan proses penyusunan dan penerapan dengan bantuan referensi eksternal yang tepat, sehingga perusahaan Anda dapat menjalankan sistem secara maksimal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)