Sudahkah Pabrik Sarang Walet Anda Sesuai Dengan Persyaratan GMP?

Bagi perusahaan yang bergerak di bidang pemrosesan sarang walet, adalah sangat penting untuk dapat memenuhi persyaratan GMP (Good Manufacturing Practice). Mengingat bahwa industri pengolahan sarang walet ini selain harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia dan Pemerintah RRT (Republik Rakyat Tiongkok), juga harus dapat memenuhi persyaratan yang terkait dengan persyaratan HACCP.

Lalu bagaimana mendesain pabrik sarang walet yang ditetapkan sesuai dengan persyaratan keamanan pangan?

(1) Mengendalikan Resiko

Apakah desain/lay out tersebut telah menjalankan pengendalian resiko untuk meminimalkan kontaminasi silang muncul di dalsm produk. Ada baiknya lay out memperhatikan alir proses dan produk yang tepat dan efektif, untuk dapat menjaga keamanan dari produk.

(2) Menyesuaikan dengan Peraturan dan Karakteristik Produk

Beberapa persyaratan pemerintah ataupun regulasi keamanan pangan mempersyaratkan mekanisme lay out khusus. Menyusun desain berdasarkan peraturan dan karakteristik produk adalah bagian penting yang harus dipertimbangkan. Parameter khusus seperti pengaturan alir udara, pencahayaan, serta temperatur adalah sangat penting untuk dijalankan.

(3) Mempertimbangkan Kapasitas dan kondisi Budget Perusahaan

Adalah penting untuk dapat mempertimbangkan kapaitas dan budget perusahaan. Penyusunan lay out juga harus melihat pada kapasitas produksi serta budget yan ditetapkan.

Lalu bagaimana desain lay out proses Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengembangkan desain lay out. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Cost Reduction dalam Sistem Manajemen Operasional

Banyak perusahaan menggunakan Sistem baik SOP maupun sertifikasi ISO 9001 hanya dipergunakan untuk memastikan status compliance (kepatuhan), padahal dalam sistem perbaikannya, SOP dan ISO 9001 dapat dipergunakan sebagai alat untuk program efisiensi perusahaan.

Salah satu program efisiensi yang sangat penting menjadi perhatian perusahaan adalah penerapan Cost Reduction melalui Sistem Manajemen Mutu. Lalu bagaimana proses penerapan program cost reduction bisa dijalankan melalui sistem manajemen mutu.

(1) Penetapan Sasaran Mutu yang Terukur dari Cost

Dalam menetapkan sasaran mutu, perusahaan tidak hanya melihat pada dampak pelanggan saja, penyusunan sasaran-sasaran yang terkait dengan indikator biaya juga menjadi bagian dan nilai yang penting dalam menetapkan sasaran mutu tersebut. Pengembangan arti Quality Cost sebagai bagian dari program prevention loss dalam proses pelaksanaan sistem menjadi strategi dan bagian penting.

(2) Penetapan Strategi Manajemen Resiko

Penetapan dan pengelolaan manajemen resiko adalah penting untuk menjadi perhatia penting dalam penerapan strategi cost reduction. Dimana program atas orientasi cost dimunculkan sebagai suatu tindakan yang dijalankan untuk meminimalkan resiko yang muncul dan menyebabkan dampak kemunculan resiko dalam perusahaan.

(3) Pengembangan Sistem yang Terukur dari Issue Perusahaan

Dalam ISO 9001:2015, penyusunan sistem dijalankan melalui issue yang ada dalam perusahaan. Issue-issue tersebut bernilai biaya yang kemudian dilakukan proses antisipasi melalui proses penyusunan sistem.

Alangkah baiknya bagi perusahaan untuk dapat mengembangkan sistem dengan mempertimbangkan faktor efisiensi perusahaan.  Sehingga strategi bisnis dan perbaikan dapat secara optimal terukur. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk melakukan proses pengembangan sistem perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)