Mengimplementasikan Gluten Free Management System

Dalam penerapan persyaratan keamanan pangan, baik dengan skema sertifikasi FSSC ataupun BRCGS, salah satu hal penting yang perlu menjadi perhatian adalah status deklarasi yang harus dikelola dengan tepat agar tidak menjadi permasalahan yang berhubungan dengan Food Fraud. Perusahaan yang mendeklarasikan dalam bentuk informasi/label yang terkait dengan Gluten Free Management System, wajib untuk mengimplementasikan sistem yang dimaksud. Berikut ini adalah detail yang terkait dengan implementasi dari Gluten Free Management System.

Perusahaan dapat menjalankan setiap tahapan yang sudah terjelaskan tersebut. Lakukan proses identifikasi dan pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengimplementasikan Gluten Free Management System di dalam organisasi/perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mempersiapkan Transisi ISO 14001:2026

Saat ini, telah diterbitkan Standar Sistem Manajemen Lingkungan terbaru ISO 14001:2026. Perusahaan yang telah mengimplementasikan ataupun memiliki sertifikat ISO 14001:2026, apabila akan menjalankan proses sertifikasi untuk ISO 14001:2026 diminta untuk menjalankan standar persyaratan ISO 14001:2026.

Perusahaan ada baiknya mempelajari standar persyaratan yang ditetapkan terkait dengan ISO 14001:2026. Dimana penerapan yang terkait dengan standar persyaratan baru tersebut harus dijalankan sesuai dengan standar persyaratan terbaru. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang terkait dengan pengembangan atas Sistem Manajemen Lingkungan di dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Peranan Konsultan dalam Proses Sertifikasi ISO 37001:2025

Komitmen anti korupsi menjadi suatu nilai penting dalam pengelolaan bisnis. Komitmen ini menunjukkan bahwa perusahaan menjalankan prinsip bisnis berkeadilan dan memiliki integritas dalam memastikan usaha tetap berjalan. Salah satu bentuk komitmen yang dibentuk atas persyaratan ini adalah dengan menjalankan proses sertifikasi ISO 37001:2025.

Dalam kegiatan sertifikasi tersebut, perusahaan dapat mempergunakan konsultan sebagai pendamping dalam menjalankan proses sertifikasi ISO 37001:2025. Apa saja yang dimaksud sebagai peranan konsultan tersebut.

Melihat peranan tersebut, perusahaan dapat mempertimbangkan proses sertifikasi sebagai bentuk komitmen positif perusahaan untuk mendukung program anti korupsi. Selain itu salah satu manfaat yang dapat dijalankan oleh perusahaan adalah masuk ke dalam rantai pasok yang terkait dengan persyaratan manajemen anti korupsi dalam bisnis internasional. Lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat untuk melakukan proses sertifikasi ISO 37001:2025. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Menjalankan Proses Kalibrasi Internal Auditor ISO

Saat ini telah terbit standar yang menjadi panduan dari kegiatan audit Sistem Manajemen baik itu yang berbasiskan ISO 19011:2026, dimana salah satu perubahan tersebut adalah terkait dengan penetapan kompetensi dari personel yang menjalankan kegiatan internal audit. Proses implementasi yang dijalankan salah satunya adalah melakukan evaluasi kompetensi termasuk di dalamnya adalah menjalankan proses kalibrasi dari auditor.

Proses kalibrasi internal auditor sendiri memberikan banyak manfaat bagi perusahaan, salah satunya adalah memberikan kualitas internal audit yang tepat dan fokus sesuai dengan kebutuhan persyaratan sistem. Hal ini tentu menjadi bagian penting dalam menjalankan proses perbaikan berkesinambungan dalam Sistem Manajemen ISO. Berikut ini adalah proses kalibrasi internal audit yang dapat dilakukan.

Proses kalibrasi ini sebaiknya didesain dengan tepat dengan menjalanka validasi dengan referensi yang telah berpengalaman. Dengan kalibrasi, diharapkan kegiatan internal audit dapat memberikan kontribusi yang positif dalam sistem manajemen yang dijalankan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Temuan yang Seringkali Muncul pada Eksternal Audit ISO 45001

Pada proses sertifikasi ISO 45001, perusahaan meelakukan kegiatan persiapan dan pelaksanaan eksternal audit yang berhubungan dengan ISO 45001. Dalam kegiatan eksternal audit, perusahaan seringkali mendapatkan temuan, yang dimana temuan ini harus segera ditindaklanjuti dengan tindakan koreksi dan perbaikan agar tidak muncul kembali.

Berikut ini adalah gambaran temuan yang seringkali muncul pada audit eksternal ISO 45001.

Untuk dapat lulus dan mendapatkan sertifikasi ISO 45001, perusahaan harus memastikan bahwa kegiatan perencanaan dan implementasi yang terkait dengan Sistem ISO 45001. Lakukan proses penggunaan konsultan yang tepat agar perusahaan dapat menjalankan serta memastikan bahwa implementasi atas ISO 45001 berjalan dengan tepat dan efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pemahaman Biaya Kualitas dan Pengendaliannya Pada Sektor Manufacturing

Dalam penerapan kualitas pada sektor manufacturing, perusahaan dihadapkan pada biaya-biaya yang harus dikeluarkan untuk menjaga produk berkualitas dan mampu untuk memenuhi kepuasan pelanggan. Adapun kategori yang ditetapkan terkait dengan biaya kualitas adalah penjelasan sebagai berikut.

Adapun proses pengendalian yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut.

(1) Prevention Cost

Biaya ini dikeluarkan terkait dengan investasi sistem yang dibuat oleh perusahaan, baik itu dalam bentuk ketersediaan Sistem Manajemen Mutu, Internal Audit, serta proses sertifkasi. Biaya ini tidaklah murah, sehingga amat penting bagi perusahaan untuk secara konsisten menjalankan sistem manajemen yang tepat agar mendapatkan hasil maksimal dari sistem yang dimaksud.

(2) Appraisal Cost

Variabel biaya yang terkait dengan appraisal cost adalah biaya pengujian baik itu pemeriksaan laboratorium serta pengujian produk lainnya. Biaya ini terkait dengan biaya dari pengujian yang dilakukan baik secara internal maupun eksternal. Dimana biaya itu juga meliputi biaya penyediaan dan pemeliharaan peralatan, biaya personel yang melakukan pengujian serta biaya operasional pengujian itu sendiri. Penetapan atas metode pengujian menjadi penentu dari nilai biaya pengujian. Diharapkan nilai pengujian yang dijalankan adalah akurat dan sesuai dengan metode yang telah menjadi acuan.

(3) Cost of Internal Failure

Variabel biaya yang dikeluarkan untuk melakukan penanganan apabila ditemukan adanya produk/ barang yang selama proses produksi. Penanganan ini dapat diminimalkan apabila penanganan proses produksi dapat dikendalikan dengan tepat sehingga tidak memunculkan adanya biaya tambahan yang terkait dengan penyimpangan produk. Biaya ini juga mencakup pada kehilangan atas material dan produk yang tidak terealisasi menjadi produk jadi.

(4) Cost of External Failure

Variabel biaya yang dikeluarkan untuk penanganan apabila ditemukan adanya penyimpangan produk jadi yang telah sampai kepada pelanggan. Biaya ini muncul terkait dengan keluhan pelanggan atas produk, termasuk pergantian, penarikan produk, biaya investigasi, proses penanganan dan antisipasi atas klaim legal ataupun tuntutan lainnya dari pelanggan.

(5) Cost of Supplier Selection

Biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk melakukan pencarian pemasok, pembinaan serta penanganan sebelum memilih pemasok tersebut. Biaya ini dikeluarkan untuk mencegah adanya barang yang tidak sesuai dipasok ke dalam proses yang dapat menyebabkan permasalahan.

Perusahaan mempergunakan quality cost sebagai bentuk indikator kuantitatif terhadap penjaminan mutu atas produk. Biaya ini diperhitungkan sebagai bangian dari penanganan atas produk dan sistem agar memastikan pengelolaan pengembangan terkait dengan kualitas atas produk dari manufacturing. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat terkait dengan proses pengendalian atas quality cost. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Memahami Perubahan Persyaratan ISO 14001:2026

Setelah dilakukan penerbitan ISO 14001:2026, perusahaan yang akan melakukan proses sertifikasi ataupun yang telah memiliki sertifikasi ISO 14001 sudah dapat memulai untuk melakukan penyesuaian dengan persyaratan terkait dengan ISO 14001:2026. Dimana perubahan ini sudah mulai harus disesuaikan dengan aplikasi yang dijalankan.

Lalu perubahan apa saja yang muncul dalam persyaratan ISO 14001 yang terbaru tersebut, berikut ini adaah beberapa informasi yang terkait dengan perubahan persyaratan yang dimaksud.

Perusahaan sudah dapat menjalankan tahapan untuk dapat mengadopsi perubahan yang muncul tersebut. Untuk dapat mengembangkan implementasi yang tepat, perusahaan dapat mempergunakan referensi eksternal yang berpengalaman dalam pengeloaan sistem perusahaan dan penerapan budaya yang efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengembangkan Vendor Sesuai dengan ISO 37001:2025

Dalam pelaksanaan Sistem Manajemen Anti Korupsi ISO 37001:2025, vendor/pemasok menjadi salah satu stakeholder yang kritikal yang membutuhkan adanya pengendalian yang tepat. Adapun proses pengendalian yang dijalankan bertujuan untuk memastikan bahwa vendor mematuhi kebijakan serta persyaratan anti korupsi yang dijalankan dalam perusahaan. Lakukan proses pengembangan vendor dengan tepat sesuai dengan diagram sebagai berikut.

Lakukan proses penyusunan dan pengembangan sistem pengendalian pemasok yang tepat agar implementasi dari ISO 37001:2025 dapat berjalan dengan efektif di dalam organisasi. Mempergunakan referensi eksternal yang tepat serta memiliki pengalaman dalam implementasi ISO 37001:2025, tentu akan memberikan nlai lebih dari proses implementasi yang dijalankan, (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

6 Jenis Temuan Internal Audit ISO 9001 pada Sektor Manufacturing

Dalam menjalankan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001, kegiatan internal audit merupakan kegiatan yang wajib untuk dijalankan. Pelaksanaan internal audit itu sendiri bertujuan untuk melakukan evaluasi terkait dengan implementasi dari Sistem Manajemen Mutu. Dari kegiatan internal audit, temuan akan teridentifikasi terkait dengan penyimpangan yang seringkali muncul pada saat kegiatan internal audit ISO 9001.

Dari temuan yang dimaksud, perusahaan/organisasi wajib ntuk menjalankan analisis penyebab serta tindakan perbaikan. Dimana tindakan perbaikan tersebut dapat memberikan sistem yang konsisten yang berhubungan dengan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

5 Langkah Penyusunan Dokumen ISO Integrasi

Pelaksanaan Sistem Manajemen Integrasi (ISO 9001, ISO 14001, serta ISO 45001) membutuhkan adanya pengembangan atas dokumentasi yang mendukung business process dari organisasi. Penyusunan dokumen itu sendiri menjadi salah satu langkah yang memberikan panduan pada organisasi terkait dengan bagaimana proses implementasi dapat dijalankan dengan tepat.

Untuk dapat memenuhi standar penyusunan dokumen yang ada, berikut ini adalah 5 langkah yang dapat dijalankan oleh perusahaan untuk melakukan penyusunan dokumen ISO integrasi.

Perusahaan/organisasi untuk dapat mengaplikasikan sistem dengan tepat, dapat mengikuti setiap tahapan langkah yang tepat agar dapat memenuhi standar persyaratan yang ada dan mampu memberikan nilai tambah bagi proses dan produk yang dihasilkan. Penyusunan dokumen memang terlihat sederhana tapi menjadi bagian penting dalam proses implementasi. Apabila sistem tidak terbangun dengan tepat, maka sistem tidak dapat berjalan dengan efektif. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat, agar dapat mengembangkan sistem secara maksimal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)