5 Kesalahan Dalam Mengelola Bisnis Kuliner

Saat ini, banyak perusahaan bergerak di bidang kuliner. Namun, tidak sedikit perusahaan tersebut mengalami kegagalan dalam mengelola bisnisnya. Untuk dapat lebih mengoptimalkan bisnis kuliner, adalah penting bagi perusahaan untuk dapat mempelajari kesalahan-kesalahan yang muncul dalam bisnis kuliner. Berikut ini adalah 5 (lima) kesalahan yang seringkali muncul dalam bisnis kuliner tersebut.

(1) Sistem Budgeting yang Tidak Efektif

Bisnis kuliner, membutuhkan perhitungan budget yang akurat. Pengelolaan cash flow harus didukung dengan pemantauan terhadap budget. Strategi dan penanganan secara cepat terhadap setiap kondisi perubahan cash flow menjadi hal yang sangat penting untuk dipastikan terkelola dalam organisasi. Pengendalian dilakukan per hari untuk memastikan bahwa sistem budget dapat dijalankan dengan tepat.

(2) Tidak Terdapat Mekanisme Inovasi

Bisnis kuliner adalah bisnis yang secara produk sangat mudah untuk dilakukan peniruan. Dalam beberapa kondisi inovasi dijalankan untuk lebih meningkatkan nilai kompetisi dan mengurangi resiko bisnis atas kehilangan pelanggan dan biaya. Inovasi dapat membangun ketertarikan dan mejadi media promosi dalam meningkatkan kinerja bisnis dalam organisasi.

(3) Tidak Berfokus Kepada Pelanggan

Dalam pengelolaan bisnis, orientasi atas kebutuhan pelanggan harus teridentifikasi dengan tepat. Bagaimana pelanggan terkenali dan melihat ekspektasi ke depan dari pelanggan. Beberapa kasus menunjukkan, bahwa kemampuan untuk memahami pelanggan menjadi bagian penting dalam bisnis kuliner untuk memenangkan kompetisi. Bagaimana pun juga, pelangganlah penentu utama bisnis kuliner.

(4) Salah Dalam Berpromosi

Tidak selalu promosi diidentikan dengan harga dan menu saja. Promosi yang tepat mampu untuk memberikan gambaran bahwa bisnis kulier yang dimiliki memiliki keterikatan emosional dengan pelanggan. Tidak seluruh pelanggan mendatangi outlet karena harga. Experiencing dan keterikatan atas outlet Anda kepada pelanggan menjadi kunci utama.

(5) Tidak Memperhatikan Kebersihan

Kebersihan adalah salah satu faktor penting dalam membangun kepercayaan konsumen. Kebersihan sendiri mampu melindungi bisnis kuliner dari resiko faktor keamanan pangan yang dapat merugikan bisnis sendiri. Kebersihan memberikan kenyaman dan cara pandang yang positif dari pelanggan terhadap suatu bisnis kuliner.

Bagaimana dengan pengelolaan bisnis kuliner Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengembangkan bisnis kuliner yang Anda miliki. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mendesain Fraud Prevention Management Dalam Sistem Manajemen Keamanan Pangan

Dalam penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan berbasis GFSI (Global Food Safety Initiative),  penerapan Sistem Food Security adalah mandatory dalam perusahaan. Dalam konsep Food Security Program,  pengendalian atas threat dan vulnerability dakam pengendalian sistem Food Security.  Fraud adalah kemunculan terjait dengan aspek vulnerability  yang bersumber dari anca.Poppi

Lalu bagaimana perusahaan menjalankan sistem Food Security Management Program sebagai bagian dari Sistem Food Security Program?

(1) Menjalankan Risk Assessment Pemasok

Proses identifikasi atas risk assessment terkait dengan sistem pencegahan anti fraud pada setiap setiap supplier. Memastikan bahwa setiap pemasok teridentifikasi status terkait dengan resiko anti fraud. Identifikasi atas potensi dan tingkat resiko terkait dengan kemunculan resiko-resiko tinggi yang terkait dengan resiko pada produk. Melakukan proses analisis berdasarkan pada referensi, issue, ataupun informasi terkait lainnya dalam mengidentifikasi resiko.

(2) Mengembangkan Budaya Anti Fraud Dalam Perusahaan

Self awareness menjadi kunci yang tepat dalam melakukan proses pencegahan atas fraud yang timbul. Membangun komunikasi yang transparan dalam manajemen serta memastikan bahwa setiap proses yang dilakukan seperti pemilihan pemasok dilakukan berdasarkan pada persyaratan objective yang muncul dalam perusahaan. Pelatihan serta proses rekruitmen juga dipastikan mengedepankan konsep atas budaya anti fraud.

(3) Menjalankan Audit

Proses audit, baik internal dan eksternal, terbukti dapat meminimalkan kemunculan fraud dalam perusahaan. Pemastian bahwa sistem baik desain sistem maupun implementasinya berjalan dengan tepat dan efektif menjadi bagian penting dalam proses pencegahan yang diharapkan. Selain memastikan pencegahan, audit juga dapat dilakukan apabila terdapat kemunculan permasalahan fraud yang beresiko dalam perusahaan.

Bagaimana perusahaan Anda menjalankan sistem anti fraud terkait dengan Sistem Manajemen Keamanan Pangan? Pastikan bahwa konsep anti fraud dapat berjalan secara efektif tidak hanya dalam implementasi Sistem Manajemen Keamanan Pangan saja, namun juga terkait dengan pelaksanaan Sistem Operasional perusahaan lainnya. Untuk dapat mengembangkan sistem anti fraud yang efektif, pastikan perusahaan mempergunakan referensi eksternal yang tepat dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

5 Langkah Efektif Dalam Memulai Bisnis Kuliner

Bisnis kuliner adalah bisnis yang memiliki nilai potensi pertumbuhan yang sangat baik. Meskipun dalam kondisi ekonomi yang sulit sekalipun, bisnis kuliner adalah jenis binis yang tetap terus berkembang. Namun tidak sedikit, pengelola bisnis kuliner mengalami kesulitan dalam memulai bisnisnya, untuk dapat meminimalkan resiko dalam memulai bisnis kuliner, berikut ini adalah strategi penting yang dapat diaplikasikan ketika memulai bisnis kuliner.

(1) Menyusun perencanaan bisnis

Tidak hanya di bisnis kuliner, di bidang bisnis lainnya, proses perencanaan bisnis memegang peranan penting dalam memulai usaha. Perencanaan bisnis yang tepat dapat memiminalkan adanya trial & error yang beresiko besar pada bisnis. Hal yang perlu diperhatikan dalam perencanaan bisnis adalah pengetahan konsep bisnis yang kuat dalam pengembangan bisnis, jenis produk, sasaran penjualan serta budget yang ditetapkan dalam proses perencanaan bisnis yang dimaksud.

(2) Melakukan Pilot Plan Business

Pilot plan dilakukan sebagai uji pasar atas bisnis kuliner yang akan dikembangkan. Meskipun memiliki modal yang besar, tidak ada salahnya untuk memulai dari pengelolaan skala kecil dan fokus terlebih dahulu. Alih-alih mengembangkan banyak menu, mencoba fokus pada menu yang spesifik dan target omset yang rasional adalah lebih baik dibandingkan dengan membuang budget di depan untuk langsung mengembangkan skala besar.

(3) Menyusun Rencana Inovasi Berkesinambungan

Inovasi dijalankan sebagai antisipasi resiko dalam bisnis kuliner. Resiko yang dapat muncul seperti kejenuhan dari selera pasar, keterbatasan bahan baku ataupun justru peningkatan kebutuhan yang tidak terkendali. Rencana inovasi harus dipertimbangkan sebagai alternatif ataupun tahapan yang akan dijalankan dalam perusahaan.

(4) Mengembangkan Program Pelayanan Terbaik

Bisnis kuliner tidak hanya terikat pada rasa saja, keterikatan relasi menjadi sangat penting. Dibandingkan bisnis lainnya, kuliner membutuhkan pelanggan sebagai bagian dari marketing. Sehingga tidak ada salahnya perusahaan mengembangkan program pelayanan terbaik sehingga memperkuat pengembangan bisnis.

(5) Mendesain Sistem Operational yang Tepat

Standard Operating Procedure (SOP) adalah salah satu langkah yang tepat bagi bisnis kuliner untuk dapat mengoptimalkan bisnis. Dalam bisnis kuliner, konsistensi atas proses produksi, pelayanan dan keamanan pangan harus dijalankan dengan efektif. Hal ini dijalankan untuk meningkatkan kepercayaan konsumen pada bisnis yang dimiliki.

Untuk memastikan bisnis kuliner sukses, harus dipastikan dijalankan sejak awal bahkan sebelum memulainya. Tidak ada salahnya, mempergunakan referensi eksternal untuk memulai bisnis kuliner dengan tepat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mendesain Sistem Pengupahan Dalam Manufacturing

Konsep mendesain sistem pengupahan dalam industri manufacturing tergolong memiliki tantangan tersendiri. Dibandingkan dengan sektor lainnya, penetapan atas desain sistem pengupahan dalam manufacturing memiliki “ikatan”atas produktifitas dan desain pengupahan yang berkaitan dengan aspek preventif dalam business process. Beberapa ruang lingkup area yang ada dalam perusahan, merupakan ruang lingkup yang sangat langsung terkait dengan hasil secara kuantitas dan beberapa aspek berhubungan dengan hasil secara kualitas.

Sehingga ada baiknya penetapan terkait dengan sistem pengupahan dalam manufacturing dilakukan melalui proses penetapan tahapan yang tepat. Berikut ini adalah beberapa langkah yang harus ditetapkan oleh perusahaan untuk menetapkan desain sistem remunerasi yang tepat dan efektif dalam perusahaan.

(1) Menetapkan Job Grade

Dalam proses penetapan remunerasi, perusahaan harus dipastikan mendesain job grade dengan tepat. Menetapkan proses analisis untuk memastikan bagaimana konsep atas pembobotan pekerjaan dievaluasi. Terdapat beberapa jabatan / ruang lingkup pekerjaan yang sangat terkait erat dengan penetapan output dari manufacturing dan terdapat beberapa jabatan/ ruang lingkup pekerjaan yang terkait dengan sistem penyangga (supporting unit) dalam perusahaan. Diamana proses pembobotan yang dijalankan adalah berbeda antara satu dengan lainnya.

(2) Mengidentifikasi Kompetensi

Alih-alih melakukan evaluasi atas lamanya kerja sebagai salah satu variabel perhitungan, penetapan kompetensi sebagai bagian dari penetapan sistem remunerasi adalah sangat tepat. Bukan menyingkirkan loyalitas. Dimana dalam manufacturing, penetapan loyalitas juga memiliki porsi penting dalam proses perhitungan remunerasi, namun aspek kompetensi juga menjadi parameter utama. Perusahaan harus dapat menyeimbangkan dan menggiring SDM (Sumber Daya Manusia) untuk secara linier memiliki tingkat loyalitas dan kompetensi yang berimbang.

(3) Meningkatkan Nilai Output Dari Kinerja Jabatan

Penetapan sistem remunerasi yang didesain bukan hanya bersifat sebagai pemenuhan kewajiban perusahaan kepada karyawan. Perusahaan harus memastikan bahwa remunerasi bisa menjadi bagian dari proses motivasi dari karyawan. Bagaimana pemilik jabatan secara simultan memiliki nilai motivasi yang kuat melalui penetapan kompensasi yang tepat dalam perusahaan. Pola peningkatan nilai pendapatan karyawan sebaiknya tidak dinilai hanya dari masa lama bekerja, namun juga pencapaian atas hasil/ output produktifitas.

Bagaimana proses desain sistem remunerasi dalam perusahaan Anda? Ada baiknya desain dari sistem remunerasi dilakukan secara tepat dan optimal untuk dapat meningkatkan produkfitas perusahaan dan motivasi karyawan. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam mendesain sistem remunerasi dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Menjalankan Recovery Business dengan Tepat

Setiap perusahaan yang telah melewati masa krisis ataupun ketika mengalami kondisi yang tidak menguntungkan. Dalam menghadapi proses perbaikan usaha, adalah suatu langkah baik untuk perusahaan menjalani sistem recovery business yang efektif.

Bagaimana tahapan perusahaan dapat menjalankan proses recovery bisnis yang tepat dan efektif dalam perusahaan?

(1) Menjalankan Program Efisiensi yang Tepat dalam Perusahaan

Memastikan bahwa program efisiensi dijalankan. Dalam kondisi yang strategis, penurunan atas target pendapatan perlu disiasati dengan efisiensi yang tepat dalam organisasi.  Program efisiensi dijalankan dalam desain inovatif akan meningkatkan kemampuan pembelajaran dalam organisasi. Perusahaan harus mampu memastikan bahwa efisiensi tersebut ditujukan untuk memastikan perusahaan masih dapat berjalan secara efektif sesuai dengan target pendapatan yang ada.

(2) Fokus Pada Pembelajaran Organisasi

Bagaimana memastikan bahwa program pembelajaran dijalankan dengan tepat dalam perusahaan.  Personel dalam perusahaan harus dipastikan memiliki kemampuan dan kapasitas dengan tingkatan yang lebih dari target yang dipersyaratkan.  Mendesain teknik pembelajaran yang tepat perlu untuk dijalankan untuk memastikan bahwa proses pembelajaran lebih intensif dan terukur untuk menghasilkan output yang sesuai dengan target yang diharapkan.  Karena semakin pencapaian target tidak mudah dibandingkan dengan periode sebelumnya.

(3) Menyusun Program Strategis Terukur

Perusahaan dapat melakukan berbagai macam program strategis yang tepat.  Termasuk di dalamnya adalah bagaimana target yang ditetapkan tersebut telah sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan.  Pemilihan atas program strategis harus diselaraskan dengan kontinyuitas bisnis serta transformasi bisnis yang dijalankan dalam organisasi tersebut.

Bagaimana perusahaan Anda melakukan penanganan recovery bisnis? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengoptimalkan program recovery bisnis tersebut. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Peranan Konsultan dalam Menjalankan Program Efisiensi Perusahaan

Dalam pengelolaan program efisiensi dalam perusahaan, adalah penting untuk memastikan bahwa program efisiensi dapat dijalankan dengan tepat dan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Tidak sedikit perusahaan gagal menjalankan program efisiensi dengan tepat. Lalu bagaimana cara perusahaan menjalankan program efisiensi itu sendiri apabila dibantu dengan konsultan?

Berikut ini adalah peranan konsultan yang dapat dilakukan untuk menjalankan program efisiensi perusahaan.

(1) Menganalisis Nilai Efisiensi

Konsultan dapat berperan untuk melakukan kalkulasi yang terkait dengan potensi-potensi efisiensi yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk menjalankan program efisiensi. Konsultan dapat melakukan identifikasi terkait dengan kebutuhan efisiensi yang akan dijalankan oleh perusahaan.

(2) Menyusun Target Efisiensi

Dari identifikasi nilai efisiensi yang ditetapkan, konsultan menetapkan target efisiensi yang ditetapkan pada perusahaan serta unit-unit departemen yang ada dalam perusahaan. Target yang ditetapkan tersebut ditetapkan dalam bentuk nilai dan angka yang terukur.

(3) Menyusun Program Efisiensi

Konsultan menjalankan proses penyusunan yang terkait dengan program efisiensi yang ditetapkan dalam perusahaan. Menetapkan tindak lanjut serta langkah-langkah yang penting untuk memastikan efisiensi dijalankan dalam perusahaan dengan tepat.

(4) Melakukan Evaluasi Terkait dengan Program Efisiensi

Melakukan analisis terkait dengan pelaksanaan program yang dijalankan dalam perusahaan serta ketepatan sesuai dengan target yang telah ditetapkan dalam proses pelaksanaan program efisiensi.

Bagaimana perusahaan Anda menjalankan program efisiensi? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk melaksanakan program efisiensi. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Membentuk Budaya Efisiensi Dalam Organisasi

Banyak perusahaan mengembangkan konsep efisiensi terbatas hanya dijalankan oleh manajamen atas saja, sehingga secara sistem dan program hanya terdapat dalam bentuk naratif saja dan tidak terimplementasi dengan tepat.  Mengingat tidak sedikitnya perusahaan yang gagal dalam mengimplementasikan budaya efisiensi.

Lalu bagaimana cara perusahaan dapat mengembangkan budaya efisiensi yang tepat dalam organisasi? Berikut ini adalah tahapan yang dapat perusahaan pertimbangkan dalam membentuk budaya efisiensi perusahaan.

(1) Menetapkan Target Terukur

Program efisiensi ditetapkan dalam bentuk sasaran/ target terukur. Dimana dalam penetapan target tersebut, perusahaan menetapkan suatu tindakan / langkah nyata dalam kegiatan implementasi sehingga mencapai tujuan yang ditetapkan. Tentu saja tujuan yang ditetapkan tersebut adalah tujuan yang terkait dengan program efisiensi.

(2) Mendesain Peran dan Fungsi dalam Pelaksanaan Program Efisiensi

Bagaimana peran dan fungsi yang terkait dengan program efisiensi dijalankan dalam perusahaan? Setiap level dalam organisasi didesain untuk memahami peranan efisiensi secara efektif. Bagaimana peranan fungsi tersebut dalam menjalankan program.  Melatihan setiap fungsi untuk dapat melakukan pengukuran, evaluasi dan penilaian individu yang tepat sehingga pelaksanaan atas efisiensi dapat berjalan dengan tepat.

(3) Menjalankan Program Evaluasi Program

Melakukan proses evaluasi atas program efisiensi dijalankan dengan tepat. Memastikan penanggungjawab program dapat melakukan analisis dengan tepat dan efektif untuk memastikan bagaimana target bisa dijalankan.  Kinerja tim termasuk di dalam perhitungan dari program evaluasi yang dijalankan.

(4) Mendesain Ulang Kompetensi Organisasi

Menetapkan aspek prilaku efisiensi dalam kompetensi organisasi secara tepat.  Memuat aspek kemampuan dalam pengelolaan biaya secara inovasi di bidang pengelolaan keuangan menjadi nilai lebih dalam mendesain kompetensi dalam organisasi.

Bagaimana perusahaan Anda menjalankan program budaya efisiensi perusahaan secara tepat? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengimplementasikan budaya efisiensi dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

 

Mengembangkan Program Perusahaan yang Tepat

Saat ini, hampir keseluruhan bisnis mengalami penurunan, hanya beberapa bisnis menunjukkan angka yang menggembirakan. Namun, hal ini bukan berarti bahwa perusahaan harus berhenti untuk bekerja dan berupaya lebih.

Justru ketika berada dalam kondisi seperti ini, adalah saat yang tepat bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kinerja dengan cara menyusun program perusahaan. Namun di lain pihak perusahaan juga harus memperteimbangkan improvement yang dijalankan.  Saat ini adalah saatnya perusahaan untuk mengalokasikan 80% dari seluruh kegiatan yang dilakukan untuk menjalankan perbaikan sedangkan 20% adalah untuk kegiatan operasional rutin.

Lalu apa saja yang dapat dijalankan untuk mengembangkan program perbaikan dalam perusahaan.

(1) Menyusun Program Efisiensi

Menjalankan program efisiensi secara tepat dan efektif. Memastikan bahwa kondisi yang efisien dijalankan dengan meningkatkan produktifitas dan menurunkan nilai biaya operasional dari perusahaan.

(2) Meningkatkan Nilai Strategis Kinerja

Meningkatkan target yang bersifat strategis dan perbaikan. Ciptakan tim yang dapat bekerja secara kreatif untuk dapat memastikan pencapaian perusahaan sesuai dengan target yang diharapakan perusahaan.

(3) Meningkatkan Program Pembelajaran

Saat dimana kompetisi saat ini menurun, maka ada baiknya perusahaan menjalankan pembelajaran baru. Seperti pada dunia retail, kondisi saat ini adalah saat yang tepat untuk menjalankan proses transformasi bisnis dengan optimal seperti pengembangan digitial.

(4) Menciptakan Inovasi

Menggunakan seluruh sumber daya yang ada dalam perusahaan untuk menciptakan inovasi. Saat ini adalah kondisi yang tepat bagi perusahaan untuk mengembangkan produk baru ataupun transformasi bisnis baru untuk dapat meningkatakan pendapatan perusahaan.

Bagaimana dengan program yang telah disusun perusahaan Anda saat ini? Ada baiknya, perusahaan mempergunakan referensi eksternal yang tepat dalam mengembangkan program perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

5 Cara Efektif Dalam Mengimplementasikan SOP

Salah satu kesulitan bagi perusahaan ketika telah memiliki SOP (Standard Operating Procedure) adalah melakukan proses implementasinya. Banyak perusahaan yang ketika telah memiliki SOP malah memiliki permasalahan ketika melakukan proses implementasi SOP.  Banyak perusahaan yang belum memiliki metode yang efektif untuk melakukan proses implementasi SOP.

(1) Mengembangkan Agen Perubahan

Agen Perubahan menjalankan fungsi koordinasi yang terkait dengan proses implementasi SOP (Standar Operating Procedure) untuk memastikan bahwa status pelaksanaan dari SOP dapat dijalankan sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan.

(2) Memastikan adanya Sistem Audit yang Sistematis

Membentuk tim internal audit yang dapat menjalankan kegiatan audit secara sistematis adalah salah hal yang penting untuk memastikan bahwa sistem dapat dijalankan dan terverifikasi dengan tepat.

(3) Menyusun KPI (Key Performance Indicator)

Menetapkan identifikasi output yang tepat dan sesuai untuk memastikan bahwa pengukuran dari hasil dari pelaksanaan sistem yang dijalankan sesuai dengan output yang telah ditetapkan.

(4) Melakukan Proses Pengukuran Resiko

Membuat evaluasi dan pengukuran dalam bentuk analisis resiko secara periodik. Apabila resiko yang muncul tidak signifikan, maka dilakukan proses penilaian resiko dalam sistem output.

(5) Melakukan Proses Sertifikasi ISO

Menjalankan program sertifikasi ISO dapat dipergunakan sebagai pemastian bahwa sertifikasi telah dijalankan secara efektif.

Bagaimana perusahaan Anda menjalankan program implementasi SOP? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat menjalankan dan mengimplementasikan SOP. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

5 Hal yang Salah Dilakukan dalam Program Perampingan Perusahaan

Salah satu cara beberapa perusahaan untuk bertahan dalam bisnis adalah dengan melakukan proses perampingan perusahaan.  Namun tidak sedikit perusahaan yang salah dalam melakukan program perampingan perusahaan. Berikut ini terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait dengan kesalahan tersebut.

(1) Perampingan Bukan PHK

Banyak perusahaan yang melihat perampingan adalah PHK. Keberhasilan diukur dengan berapa banyak karyawan yang sudah tidak menjadi beban perusahaan. Banyak yang melupakan bahwa perampingan adalah transformasi untuk lebih menjalankan fokus bisnis.

(2) Ketidaktersediaan Sistem Perencanaan yang Tepat

Bagi perusahaan pengurangan yang dilakukan adalah dengan mengurangi jumlah karyawan saja.  Sistem perencanaan harus dianalisis seperti perubahan business process atau adanya pengalihan pihak ketiga dalam proses yang dijalankan.

(3) Tidak Mempertimbangkan Aspek Investasi SDM yang Tepat

Banyak perusahaan melihat karyawan adalah beban perusahaan yang ketika perusahaan sedang dalam kondisi sulit menjadi resiko bisnis.  Banyak perusahaan yang ketika melakukan proses perampingan tidak memastikan bahwa SDM adalah investasi ilmu pengetahuan yang juga harus dikelola dengan tepat dalam organisasi.

(4) Kesalahan dalam Mengidentifikasi Resiko

Sekecil apapun program perampingan, dipastikan adanya resiko yang muncul dalam perusahaan. Selain permasalahan finansial, perusahaan juga harus memperhatikan dampak budaya dalam perusahaan.

(5) Tidak Mengukur Produktifitas yang Harus Dicapai

Perampingan tanpa disertai dengan strategi bisnis yang kuat dalam menghasilkan banyaknya kehilangan peluang-peluang bisnis dalam perusahaan. Ada baiknya proses pengukuran produktifitas tersebut dinilai dengan tepat.

Bagaimana perusahaan Anda menjalankan program perampingan? Pastikan prinsip kehati-hatian dan perencanaan yang matang dilakukan oleh perusahaan. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam mengelola perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)