Menghitung Nilai Produktifitas Perusahaan

Banyak perusahaan yang mengukur target berdasarkan pada persyaratan untuk mengembalikan nilai investasi perusahaan. Namun, secara aktual, proses perhitungan produktifitas itu sendiri menjadi tantangan perusahaan. Lalu bagaimana melakukan proses pengukuran produktifitas.

(1)Penilaian Produktifitas Berdasarkan Rasio Kemampuan Maksimal Kapasitas Produksi

Melakukan proses identifikasi terkait dengan kapasitas terpasang yang ditetapkan dalam kegiatan produksi. Bagaimana status produksi tersebut dijalankan.

(2) Mengukur Waiting Time

Penurunan nilai produktifitas dapat dijalankan dengan melakukan pengukuran waiting time. Adanya proses penundaan dan trandit dapat mrnurunkan nilai produktifitas.

(3) Mengukur Rasio Pasar

Realisasi produktifitas dapat dilakukan pengukuran berdasarkan pada rasio pasar. Status produktifitas dapat di identifikasi dari bagaimana potensi pasar dijalankan.

Bagaimana perusahaan Anda memaksimalkan produktifitas? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam pengelolaan produktifitas perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Strategi Manajemen Performa melalui Malcom Baldrige

Sistem kinerja pada setiap perusahaan dibentuk untuk dapat mencapai taget kinerja perusahaan. Hal yang seringkali ditemukan bahwa penyusunan Sistem Manajemen Unjuk Kerja tidak sesuai dengan teknik penyusunan yang tepat.

Salah satu metode yang harus dipergunakan adalah Malcolm Baldrige. Lalu bagaimana metode tersebut harus dijalankan?

(1) Penentuan atas Kinerja yang Akan Dicapai dalam Perusahaan

Pendekatan Malcolm Baldrige dijalankan dengan terlebih dahulu menetapkan target yang akan ditetapkan oleh perusahaan. Setelah target ditetapkan, perusahaan akan menyusun konsep yang terkait dengan bagaimana target itu dijalankan dalam bentuk program.

(2) Menyusun Strategi

Pelaksanaan program membutuhkan panduan teknis yang ditetapkan dalam bentuk strategi atau kebijakan. Penerapan strategi ini terkait dengan prioritas dari tindakan yang akan dijalankan dalam perusahaan. Salah satu strategi yang dijalankan adalah dengan program pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia) yang biasanya ditetapkan dalam bentuk strategi jangka panjang dan jangka pendek.

(3) Mengukur Dampak Korelasi Program dan Strategi dengan Output

Dengan mempergunakan teknik analisis statistik, aspek kausalitas diidentifikasi. Apabila penelitian ini belum ada, maka perusahaan dapat mempergunakan referensi-referensi yang ditetapkan terkait dengan pencapaian output yang dipersyaratkan tersebut.

Banyak perusahaan mempergunakan kombinasi Balanced Score Card dan Malcolm Baldrige sebagai bentuk evaluasi terkait dengan target dan pencapaian yang dipersyaratkan. Bagaimana perusahaan Anda menjalankan target dengan tepat dan efektif? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat terkait dengan penerapan Sistem Manajemen Unjuk Kerja dalam Perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com)

Mengembangkan Pelatihan Pengembangan Budaya Perusahaan

Proses implementasi dari budaya perusahaan sangat membutuhkan peran sumber daya manusia. Seringkali kesalahan dalam pengelolaan terkait dengan budaya perusahaan timbul karena ketidaktepatan dalam proses pengelolaan SDM.

Melihat faktor tersebut, adalah penting bagi perusahaan untuk menjalankan program pelatihan yang tepat dalam pengembangan budaya perusahaan

Lalu jenis pelatihan apa saja yang dapat dijalankan untuk pengembangan budaya perusahaan.

(1) Pelatihan Agen Perubahan

Pelatihan yang ditetapkan untuk melatih agen perubahan serta membentuk agen perubahan yang tepat dan efektif.

(2) Pelatihan Kompetensi Budaya

Mengidentifikasi kompetensi-kompetensi pembentuk budaya perusahaan yang ditetapkan pada perusahaan.

Bagaimana dengan perusahaan Anda dalam mengembangkan budaya perusahaan? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengimplementasikan budaya perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Membuat Kebijakan Remunerasi yang Efektif

Sistem remunerasi adalah sistem yang sangat kritikal dan sensitif dalam perusahaan.  Sehingga tidak sedikit perusahaan yang mengalami kesulitan akibat remunerasi yang muncul tidak secara tepat dapat dijalankan.  Sebelum menjalankan program remunerasi, ada baiknya perusahaan menyusun kebijakan remunerasi sebagai pedoman dari proses remunerasi tersebut.

Jenis kebijakan apa yang diperlukan oleh perusahaan terkait dengan program remunerasi?

(1) Kebijakan Terkait dengan Jabatan Organisasi

Menyusun kebijakan terkait dengan status jabatan organisasi adalah menjadi bagian penting dalam penetapan remunerasi. Penetapan tentang bagaimana penetapan dari grade jabatan termasuk di dalamnya adalah menentukan skala remunerasi yang tepat dalam jabatan tersebut.

(2) Kebijakan Terkait dengan Tunjangan dan Fasilitas

Penetapan atas sistem pemberian tunjangan dan fasilitas menjadi nilai penting dalam program penyusunan remunerasi.  Tunjangan dan fasilitas seperti tunjangan kinerja, tunjangan perumahan, pendidikan dan lain sebagainya menjadi hal penting yang terkait dengan penetapan remunerasi dalam perusahaan.

(3) Kebijakan Terkait dengan Reward and Punishment

Penetapan atas kebijakan menjadi nilai penting yang dapat dipahami oleh karyawan terkait dengan proses peningkatan pendapatan dan karir. Memberikan informasi yang tepat kepada karyawan terkait dengan proses dan mekanisme kenaikan gaji menjadi hal penting bagi perusahaan.

(4) Kebijakan Terkait dengan Skala Pengupahan

Menetapkan sistem dan skala pengupahan yang terstruktur dan disahkan dalam suatu kebijakan adalah hal yang penting untuk memastikan mekanisme remunerasi dapat dijalankan secara transparan.

Bagaimana skala pengupahan dapat berjalan dalam Perusahaan Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal untuk dapat mengembangkan skala pengupahan dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

5 Faktor Utama yang Perlu Diperhatikan dalam Membuat Bisnis Start Up

Saat ini, banyak perusahaan start up bermunculan. Mengikuti jejak pendahulunya untuk mencapai kejayaan yang sama. Namun tidak sedikit perusahaan start up mengalami “mati suri” yang disebabkan karena perusahaan tidak memiliki modal strategi yang tepat untuk menjadi start up unggulan.

Berikut ini adalah 5 (lima) hal penting yang perlu untuk dipertimbangkan dalam mengembangkan start up business.

(1) Analisis Kebutuhan Pasar

Alih-alih dengan mencontoh bisnis sebelumnya, ada baiknya pemilik bisnis melakukan brainstorming ide dengan tepat dan efektif. Konsep yang dikembangkan adalah bagaimana bisnis yang dikembangkan tersebut dapat menyentuh kebutuhan dari sasaran target konsumen Anda.  Langkah yang tepat adalah bukan dengan tergiur pada jejak start up sebelumnya, namun yang terpenting adalah bagaimana pasar/ pelanggan Anda bisa terkelola dengan tepat.

(2) Keunikan Aplikasi

Tidak selamanya konsep harga murah adalah solusi terbaik pada bisnis start up. Banyak perusahaan start up terjebak pada konsep dan strategi harga murah.  Dimana strategi ini memberikan dampak masa depan yang tidak baik. Memperhatikan keunikan dan kemudahan akses adalah suatu langkah penting.  Memastikan bahwa aspek strategi harga benar-benar disesuaikan dengan kualitas produk.

(3) Program Promosi

Mengelola promosi harus dipastikan efektif. Hindarkan program promosi yang memastikan biaya terkeluarkan dengan tidak efektif.  Menyusun program dalam bentuk rantai promosi berlapis adalah bagian penting untuk mengembangkan persepsi merk atas produk.

(4) Nilai Produk

Dibandingkan dengan konsep “membanting harga”, perusahaan sebaiknya lebih memprioritaskan pada nilai produk yang akan dikembangkan oleh perusahaan. Mengulik lebih dalam konsep pemenuhan kebutuhan yang dijalankan oleh perusahaan dengan tepat dan efektif.

(5) Fleksibilitas Organisasi

Memastikan bagaimana organisasi dapat secara fleksible terkelola. Mengingat konsep dan strategi perusahaan selalu berubah. Membentuk organisasi yang terfokus kepada pelanggan bagaimana memastikan organisasi dapat membentuk dirinya untuk selalu beradaptasi dengan kebutuhan pelanggan.

Bagaimana konsep dan strategi perusahaan dapat berkembang untuk selalu tumbuh dan meningkatkan diri? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat memastikan perusahaan Anda berkembang dengan optimal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

 

Peranan Konsultan dalam Penyusunan Program Cost Reduction

Apakah perusahaan Anda saat ini sedang berusaha untuk menjalankan perbaikan atas program cost reduction? Dalam melakukan proses penyusunan sistem cost reduction, perusahaan dapat menjalankan sistem cost reduction dengan menggunakan konsultan sebagai alternatif dalam program penyusunan sistem yang dijalankan dalam perusahaan. Lalu bagaimana konsultan mendesain tahapan dalam menjalankan analisis cost reduction dalam perusahaan.

Tahap Pertama: Proses Pendahuluan

Ada baiknya dalam melakukan proses pembuatan program cost reduction, perusahaan melakukan proses pencarian data awal untuk mengevaluasi jenis program yang akan disusun. Proses pendahuluan ini melalui kegiatan job analysis (analisis pekerjaan) serta proses evaluasi atas sistem pekerjaan. Dari hasil proses pencarian data pendahuluan tersebut kemudian perusahaan menetapkan strategi yang dapat ditetapkan oleh perusahaan untuk dapat menurunkan biaya.

Tahap Kedua: Proses Desain Program

Dalam melakukan proses desain atas program, adalah hal yang penting bagi perusahaan untuk melakukan analisis resiko yang muncul terkait dengan program cost reduction yang disusun. Prediksi atas nilai manfaat yang ditetapkan terkait dengan desain program adalah penting untuk dievaluasi.

Tahap Ketiga: Proses Evaluasi Program

Perusahaan harus memastikan program yang disusun terevaluasi secara tepat dan efektif. Dimana perusahaan memastikan bahwa program benar-benar menjalankan proses perbaikan atas pengurangan biaya, termasuk yang penting adalah program cost saving (penghematan biaya).

Bagaimana dengan proses pengelolaan cost reduction dijalankan di perusahaan Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam perbaikan serta pengembangan manajemen perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

 

Strategic Vendor Management

Dalam pengelolaan supply chain management, penerapan terkait dengan strategi pemasok adalah penting dan perlu dikendalikan secara tepat dan efektif. Perusahaan harus dapat memastikan bahwa pemasok bukan hanya pendukung proses saja dalam perusahaan namun juga sebagai mitra pengelolaan proses yang dijalankan dalam perusahaan.

Berikut adalah tahapan yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk menjalankan konsep pengendalian pemasok yang tepat.

(1) Mengukur Tingkat Kebutuhan dan Kepentingan Perusahaan

Semakin kuat atas tingkat kebutuhan dan kepentingan perusahaan terhadap pemasok maka semakin tinggi tingkat kritikal dari pemasok tersebut. Pemasok membutuhkan ikatan kuat dengan perusahaan tidak hanya melalui kontrak kerja saja, penetapan spesifikasi maupun program pengembangan bisnis pemasok menjadi bagian penting dari hubungan antara pemasok dengan perusahaan.

(2) Melihat Periode Penggunaan

Semakin panjang kerjasama akan dijalankan, perusahaan harus melihat posisi pemasok bukanlah sebagai bentuk pendukung perusahaan saja tetapi juga meliputi pengendalian peranannya sebagai mitra. Dan sebagai mitra, pemasok memiliki posisi yang sejajar untuk memastikan bahwa proses bisnis dari perusahaan berjalan secara efektif. Mitra berarti investasi, perusahaan harus mengendalikan mitra sebagai bagian penting dari program investasi yang dijalankan.

Bagaimana dengan penerapan pengendalian pemasok yang dijalankan dalam perusahaan Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat memastikan program Strategic Vendor Management  berjalan secara tepat dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)