Menyusun Job Description yang Tepat dan Efektif

Dalam penerapan sistem operasional, tersedianya Job Description adalah hal yang utama yang menjadi panduan dalam pelaksanaan sistem.  Namun dalam kondisi aktualnya, banyak perusahaan memiliki hambatan terbesar terkait dengan Job Description. Lalu bagaimana menyusun Job Description yang tepat dalam perusahaan?

Berikut ini adalah langkah-langkah yang tepat dan efektif dalam menyusun Job Description.

(1) Menganalisis Business Process

Memetakan proses yang dijalankan perusahaan, serta mempelajari alokasi penempatan jabatan dalam business process tersebut.

(2) Mengidentfikasi Struktur Organisasi

Melakukan kajian atas penempatan jabatan dalam struktur. Proses analisis atas target serta tujuan dari jabatan tersebut dalam struktur organisasi adalah hal penting untuk menjadi pertimbangan.

(3) Melakukan Evaluasi Jabatan

Lakukan proses evaluasi atas detail pekerjaan yang dijalankan dalam perusahaan. Konsekuensi dan tanggung jawab penting yang dijalankan dalam jabatan tersebut. Melakukan evaluasi atas authorisasi yang dijalankan dalam jabatan tersebut.

(4) Menyusun Uraian Jabatan

Memastikan bahwa dalam penulisan atas uraian jabatan ini adalah sesuai dengan aktual dan strata jabatan yang dijalankan. Memastikan tidak terjadi tumpang tindih pekerjaan antar jabatan. Ada baiknya proses menyusun uraian jabatan dilakukan dengan bahasa yang mudah dimengerti.

(5) Melakukan Evaluasi Target Kinerja

Penetapan uraian terkait dengan target kinerja menjadi bagian penting dalam menyusun uraian jabatan. Lakukan evaluasi untuk memastikan bahwa informasi yang terdapat dalam uraian kerja tersebut mampu untuk mencapai target kinerja yang ditetapkan.

Bagaimana perusahaan Anda menyusun uraian jabatan (Job Description)? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk menyusun uraian jabatan dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Strategi HR dalam Industri 4.0

Saat ini, sedang didengung-dengungkan perubahan dan transformasi industri 4.0. Dimana hal ini sangat menarik dengan pro dan kontra terkait dengan kesiapan seluruh industri dan tenaga kerjanya dalam menghadapi dampak positif dan negatif terkait dengan songsongan dalam era industri 4.0.

Beberapa dampak negatif adalah menjadi hal yang penting dan strategis adalah melakukan perombakan konsep strategis dalam pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM). Lalu bagaimana strategi HR yang dapat secara efektif dijalankan dalam perusahaan.

(a) Merombak Fungsi SDM dalam perusahaan

Fungsi atas SDM semakin lama akan semakin meninggalkan konsep eksekusi sederhana. Praktek pekerjaan adalah memperkuat aspek perencanaan dan pemecahan masalah, Fleksibilitas menjadi tingkat kebutuhan yang kuat sehingga strategi untuk mengembangkan SDM yang kreatif akan menjadi lebih kuat.

(b) Merombak struktur kepegawaian

Konsep industri 4.0 akan menghilangkan prinsip lama kepegawaian yang bertumpu pada perencanaan karir struktural. Konsep kepegawaian lebih mengedepankan bagaimana peranan dari SDM dapat berkontribusi langsung kepada output. Mekanisme kinerja berdasarkan pada basis proyek adalah bagian penting yang dapat dijalankan oleh perusahaan dan SDM.

(c) Merombak Administrasi Ketenagakerjaan

Sublimasi manusia oleh teknologi akan meningkatkan peranan manusia dimana output yang dihasilkan oleh setiap manusia adalah berkali-kali lipta.  Konsep atas jam kerja beserta aspek lainnya seperti cuti menjadi nilai penting untuk dipertimbangkan. Semakin menjejalnya dari output yang berkali-kali lipat tersebut dapat menyebabkan SDM mudah untuk jenuh dan stress dalam bekerja.

Bagaimana HRD di perusahaan Anda menjalankan strategi dalam menghadapi era industri 4.0? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengembangkan aspek ketenagakerjaan dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mendesain Transisi Industri 4.0

Konsep digitalisasi industri adalah hal yang menarik yang sebelumnya sudah menjadi prediksi.  Dalam transformasi ini, konsep penetapan atas bisnis dijalankan secara cepat dan diusahakan dalam proses learning yang singkat. Bagaimana pun juga dunia terasa lebih fleksible dan cepat.  Industri yang gagal untuk fleksibel dianggap adalah gagal.

Adalah menjadi suatu kontradiktif dan menimbulkan tanda tanya mengenai gambaran seperti apa yang akan dijalankan dalam era industri 4.0 dan bagaimana menjalankannya.  Bagaimana perusahaan harus menjalankan program desain yang tepat untuk melakukan transformasi dalam mengembangkan desain bisnis yang tepat dalam perusahaan.

Lalu bagaimana mendesain industri yang tepat terkait dengan pengelolaan yang efektif terkait dengan persyaratan desain industri 4.0?

(a) Efisiensi Business Proccess

Banyak perusahaan yang gagal untuk melihat bahwa sebenarnya desain industri 4.0 telah sebelumnya diperkenalkan dalam konsep pemahaman Lean Manufacturing.  Inti dari transformasi adalah bagaimana business process tersebut dijalankan untuk memastikan efisiensi tercapai.  Dimana setiap tahapan proses yang dimaksudkan tersebut dilakukan untuk evaluasi terkait dengan efisiensi.

(b) Mengefektifkan Peranan SDM

Dalam pengelolaan industri 4.0, SDM ditransformasikan sebagai asset perusahaan yang harus secara efektif terukur kontribusinya.  Konsep mekanisasi dan digitalisasi dapat dijalankan untuk meminimalkan resiko atas ketidaksesuaian dari mekanisme repetisi. Namun konsep inovasi dan fleksibilitas kapasitas adalah hal yang diperlukan oleh perusahaan dilakukan oleh SDM.

(c) Menyederhanakan Supply Chain Management

Secara bisnis, pengelolaan atas resiko pengadaan yang harus dipastikan bahwa efisiensi tercapai dalam penerapan Just In Time yang tepat.  Penggunaan digitalisasi dalam Supply Chain akan sangat mengefisienkan aspek bisnis.  Dimana penjualan dan distribusi retail  dijalankan sesuai dengan tepat dan efektif. Tentu saja dengan lebih efisien.

(d) Pengendalian Sistem Operasional

Sistem operasional disederhanakan, dimana SOP lebih diperkuat kepada sistem pengukuran, evaluasi serta tindak lanjut yang dipersyaratkan oleh perusahaan.  Konsep sistem lebih diperkuat untuk melakukan analisis data serta melakukan evaluasi terkait dengan data yang ada dalam proses.

(e) Orientasi Pelanggan

Konsep orientasi pelanggan adalah konsep umum yang telah ada sebelumnya. Namun dalam industri 4.0, pelanggan memiliki pemahaman yang lebih kuat atas produk sehingga penggerak industri adalah pelanggan. Perancangan mekanisme untuk memahami pelanggan adalah menjadi bagian penting untuk dapat memaksimalkan nilai perusahaan.

Siapkah perusahaan Anda dengan perubahan tersebut? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengoptimalkan konsep dan strategi pengembangan perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

5 Hal yang Terlupakan dalam Penyusunan Struktur Organisasi

Struktur organisasi adalah salah satu faktor yang esensial dalam pengelolaan dan pengembangan perusahaan. Namun tidak sedikit perusahaan yang melupakan hal ini dalam menjalankan sistem.  Terkadang walaupun sudah memiliki sistem, terdapat beberapa perusahaan mengalami kesulitan dalam menyusun struktur organisasi.

Ada baiknya sebelum menyusun struktur organisasi perusahaan, perusahaan harus mempertimbangkan beberapa hal berikut.

(1) Budget Perusahaan

Alokasi atas budget menjadi hal yang penting untuk dipertimbangkan.  Perusahaan yang menginginkan struktur sederhana seringkali berhadapan dengan kondisi budget yang terbatas. Sedangkan perusahaan dengan budget yang memadai mampu untuk mengakomodasi struktur yang lebih kompleks.

(2) Arahan dan Strategi Perusahaan

Ada baiknya mendefinisikan ulang atas strategi perusahaan, melihat arahan perusahaan adalah penting untuk menentukan formasi strategi. Perusahaan yang sedang dalam pertumbuhan dan ekspansi memiliki struktur yang berbeda dengan perusahaan yang telah mapan.

(3) Ukuran dan Konteks Perusahaan

Perusahaan yang memiliki ruang lingkup luas tentu saja akan memiliki struktur organisasi yang berbeda dengan perusahaan yang memiliki ruang lingkup bisnis yang kecil. Bagaimana pengelolaan atas konteks bisa dilakukan dengan tepat dalam perusahaan adalah hal penting yang harus dapat dipertimbangkan.

(4) Business Process Perusahaan

Sebelum menyusun struktur organisasi adalah penting bagi perusahaan untuk mendesain business process terlebih dahulu. Memastikan bahwa penetapan tanggung jawab pada setiap alir proses dijalankan dengan tepat dan efektif harus dapat dipastikan terlingkupi dalam struktur organisasi.

(5) Persyaratan Kepatuhan

Persyaratan kepatuhan adalah salah satu hal penting yang perlu untuk dipertimbangkan untuk menyusun struktur. Beberapa perusahaan harus memastikan tersedianya jabatan sesuai dengan persyaratan dan regulasi yang terkait dengan perusahaan.

Bagaimana Anda mendesain struktur organisasi perusahaan? Pastikan perusahaan memilih referensi eksternal yang tepat untuk mendesain struktur organisasi. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Strategi Efektif Untuk Bertahan dalam Krisis

Adalah menjadi bagian penting bagi organisasi untuk mempertahankan bisnis secara efektif. Banyak perusahaan telah terbukti untuk bertahan krisis, dan terdapat beberapa strategi jitu yang dapat dipergunakan perusahaan untuk melewati krisis.

(1) Meminimalkan Seluruh Resiko Bisnis

Dalam kondisi krisis, hal terpenting yang harus perusahaan perhatikan adalah tahapan proses untuk meminimalkan seluruh resiko yang muncul. Pastikan perusahaan melakukan proses perhitungan atas seluruh faktor resiko yang muncul dalam bisnis.

(2) Mengendalikan Strategi Pendekatan Pelanggan

Salah satu penyebab krisis yang muncul dalam perusahaan adalah persaingan usaha, perubahan dari prilaku pelanggan maupun adanya perubahan konsep produk yang muncul pada kebutuhan pelanggan. Lakukan penetapan porsi pendekatan pelanggan yang tepat. Memastikan bahwa sistem perusahaan dapat secara sensitif mendapatkan informasi terkait dengan perubahan pelanggan maupun persepsi pelanggan.

(3) Efisiensi Bisnis

Meminimalkan seluruh keputusan yang beresiko menyebabkan adanya pemborosan. Lebih melihat seluruh keputusan bisnis pada pendekatan jangka panjang. Seluruh investasi dan pembelian dikalkulasikan pada pendekatan manfaat yang terbaik. Konsep perubahan business process harus dipastikan teranalisis sesuai dengan nilai optimalisasi manfaat terbesar. Aspek pendekatan manfaat dapat meminimalkan nilai investasi dari perusahaan.

Bagaimana dengan strategi yang dijalankan dalam perusahaan Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal untuk memastikan perusahaan Anda dapat bertahan secara tepat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Strategi Cost Recovery dalam Bisnis

Kekuatan perusahaan terkadang tidak hanya terukur dari seberapa besar omset yang tercapai ataupun seberapa besar nilai keuntungan yang diterima. Bentuk business agility yang menantang bagi perusahaan saat ini adalah bagaimana mengembalikan biaya yang dialokasikan dalam proses operasional perusahaan untuk kemudian dilakukan pengembalian. Lalu bagaimana program cost recovery dapat dijalankan dalam perusahaan.

(1) Pengembalian Biaya dalam Bentuk Keuntungan

Proses pengembalian biaya dijalankan dalam bentuk keuntungan yang dijalankan dalam bentuk nilai yang dimasukkan ke dalam komponen harga produk. Namun, hal yang perlu diingat bahwa tidak seluruh komponen biaya dapat dialokasikan dalam bentuk nilai komponen harga produk. Biaya yang dimasukkan ke dalam komponen harga adalah biaya yang langsung terkait dengan pembuatan produk.

(2) Pengembalian Biaya dalam Bentuk Investasi Merk Produk

Strategi ini dapat dijalankan perusahaan untuk nilai pengembalian jangka panjang. Investasi dalam bentuk merk ataupun loyalitas pelanggan adalah biaya pengembalian biaya yang penting dijalankan. Dengan adanya nilai investasi merk yang tepat maka proses siklus produk akan terjaga.

(3) Pengembalian Biaya dalam Bentuk Pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia)

Pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia) adalah biaya dapat menjalankan program recovery. Pengembalian biaya dapat berbentuk produktifitas karyawan, selain itu faktor keterikatan karyawan dalam bentuk rasa memiliki menjadi bagian penting.

Pastikan perusahaan selalu mempertimbangkan pengembalian biaya yang tepat dalam pengelolaan bisnisnya. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk menjalankan program cost recovery yang tepat dalam organisasi/ perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Business Coach: Pendekatan HR Bonding dalam Perusahaan

Menjalankan suatu pengembangan perusahaan, terkadang pimpinan manajemen membutuhkan masukan dan input serta pendampingan tentang perbaikan dan pendekatan perbaikan perusahaan. Salah satu metode yang dapat dijalankan oleh perusahaan dalam menjalankan business coach adalah pendekatan dengan aplikasi HR Bonding.

Lalu bagaimana HR Bonding tersebut dapat dijalankan dalam perusahaan? HR Bonding menjalankan konsep bisnis dengan melakukan proses pengikatan hubungan emosional antar SDM dengan perusahaan.  Dalam peranannya, Business Coach harus secara aktif memperat ikatan antara SDM (Sumber Daya Manusia) dengan perekat-perekat yang ada dalam perusahaan.

HR Bonding tidak hanya mengedepankan sistem pengupahan, adanya pengakuan serta bagaimana nilai terbentuk dalam perusahaan adalah hal penting untuk dikedepankan perusahaan.  Konsultan sebagai business coach dapat dijalankan dengan melakukan proses pengelolaan dengan tahapan sebagai berikut.

(1) Menyusun dan Mengembangkan Nilai

Business coach melakukan proses penggalian atas nilai-nilai apa saja yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk dapat menyatukan ikatan SDM yang dimiliki. Penggalian nilai ini diarahkan pada titik dan tujuan yang diharapkan untuk dapat dicapai oleh perusahaan.

(2) Mengembangkan Budaya Perusahaan

Business coach bertugas untuk melakukan proses coaching tentang bagaimana budaya perusahaan melekat kepada karyawan. Perubahan mindset dijalankan untuk dapat memastikan bahwa budaya perusahaan yang terkelola tersebut harus secara aktif melekat dan dijalankan dalam perusahaan. Pemberian program pelatihan, personal coaching serta counseling dapat dijadikan sarana yang tepat untuk menajalankan proses pengelolaan budaya perusahaan.

(3) Pengendalian Proses

HR Bonding tidak akan terjadi dengan baik apabila tidak dijalankan dengan sistem menyebabkan adanya konstruktis tidak terorganisir secara profesional. Penetapan atas alokasi yang berkaitan dengan penetapan tugas dan tanggung jawab dapat menjadi ikatan yang kuat apabila sistem terbentuk dengan efektif.

Pastikan bahwa SDM yang Anda miliki saat ini adalah benar menjadi sesuatu “kekayaan” yang efektif dalam perusahaan. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dan efektif untuk dapat menjalankan sistem SDM secara tepat dan maksimal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)