Strategi Manajemen Performa melalui Malcom Baldrige

Sistem kinerja pada setiap perusahaan dibentuk untuk dapat mencapai taget kinerja perusahaan. Hal yang seringkali ditemukan bahwa penyusunan Sistem Manajemen Unjuk Kerja tidak sesuai dengan teknik penyusunan yang tepat.

Salah satu metode yang harus dipergunakan adalah Malcolm Baldrige. Lalu bagaimana metode tersebut harus dijalankan?

(1) Penentuan atas Kinerja yang Akan Dicapai dalam Perusahaan

Pendekatan Malcolm Baldrige dijalankan dengan terlebih dahulu menetapkan target yang akan ditetapkan oleh perusahaan. Setelah target ditetapkan, perusahaan akan menyusun konsep yang terkait dengan bagaimana target itu dijalankan dalam bentuk program.

(2) Menyusun Strategi

Pelaksanaan program membutuhkan panduan teknis yang ditetapkan dalam bentuk strategi atau kebijakan. Penerapan strategi ini terkait dengan prioritas dari tindakan yang akan dijalankan dalam perusahaan. Salah satu strategi yang dijalankan adalah dengan program pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia) yang biasanya ditetapkan dalam bentuk strategi jangka panjang dan jangka pendek.

(3) Mengukur Dampak Korelasi Program dan Strategi dengan Output

Dengan mempergunakan teknik analisis statistik, aspek kausalitas diidentifikasi. Apabila penelitian ini belum ada, maka perusahaan dapat mempergunakan referensi-referensi yang ditetapkan terkait dengan pencapaian output yang dipersyaratkan tersebut.

Banyak perusahaan mempergunakan kombinasi Balanced Score Card dan Malcolm Baldrige sebagai bentuk evaluasi terkait dengan target dan pencapaian yang dipersyaratkan. Bagaimana perusahaan Anda menjalankan target dengan tepat dan efektif? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat terkait dengan penerapan Sistem Manajemen Unjuk Kerja dalam Perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com)

Mengembangkan Pelatihan Pengembangan Budaya Perusahaan

Proses implementasi dari budaya perusahaan sangat membutuhkan peran sumber daya manusia. Seringkali kesalahan dalam pengelolaan terkait dengan budaya perusahaan timbul karena ketidaktepatan dalam proses pengelolaan SDM.

Melihat faktor tersebut, adalah penting bagi perusahaan untuk menjalankan program pelatihan yang tepat dalam pengembangan budaya perusahaan

Lalu jenis pelatihan apa saja yang dapat dijalankan untuk pengembangan budaya perusahaan.

(1) Pelatihan Agen Perubahan

Pelatihan yang ditetapkan untuk melatih agen perubahan serta membentuk agen perubahan yang tepat dan efektif.

(2) Pelatihan Kompetensi Budaya

Mengidentifikasi kompetensi-kompetensi pembentuk budaya perusahaan yang ditetapkan pada perusahaan.

Bagaimana dengan perusahaan Anda dalam mengembangkan budaya perusahaan? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengimplementasikan budaya perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengapa Strategi Perusahaan Gagal Terwujud?

Dalam mengelola perusahaan, adalah menjadi keharusan untuk menetapkan strategi baik itu strategi jangka panjang dan jangka pendek.  Strategi tersebut disusun untuk dapat memastikan tujuan dari perusahaan untuk dapat memastikan bahwa program strategis yang dijalankan tersebut adalah sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan.

Namun, di dalam realisasi aktualnya, seringkali pencapai strategi tersebut adalah tidak sesuai dengan standar aktual yang ditetapkan dalam perusahaan.

(1) Strategi yang Tidak Terkelola

Strategi secara prinsip adalah program kerja yang harus dijalankan dalam perusahaan. Program harus dapat terdetailkan dalam bentuk struktur yang sistematis untuk memastikan bahwa seluruh unit mampu untuk menginterpretasikan strategi yang ada secara tepat dalam operasional praktis yang dilakukan.

(2) Evaluasi yang Tidak Efektif

Strategi itu sendiri membutuhkan evaluasi, dimana tujuan dari evaluasi tersebut adalah untuk memastikan bahwa seluruh parameter yang ditetapkan dalam kajian tersebut adalah sesuai dengan arahan strategi tersebut. Periode terkait dengan evaluasi tersebut menjadi suatu bentuk nilai penting yang harus dijalankan perusahaan untuk memastikan bahwa penerapan program dijalankan secara tepat.

(3)Ketidaksinergian dari Strategi Jangka Panjang dan Jangka Pendek

Penerapan strategi harus dilakukan bertahap, termasuk di dalamnya adalah memastikan bagaimana proses yang dijalankan dalam selang waktu jangka panjang dapat diinterpretasikan dalam strategi jangka pendek.  Setiap elemen perusahaan harus melihat bahwa penerapan strategi tersebut dijalankan dengan komitmen yang kuat sehingga dapat tercapai.

Hal yang terpenting dalam penerapan strategi perusahaan adalah bagaimana  melakukan penjabaran secara terperinci strategi perusahaan yang ada ke dalam pelaksanaan setiap unit kerja dan individu yang ada dalam perusahaan. Pastikan bagaimana konsep dan strategi tersebut dapat dijalankan secara tepat dan efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengelola Program Preventive Maintenance yang Efektif

Dalam menjalankan sektor manufacturing, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi perusahaan adalah bagaimana memastikan program preventive maintenance dapat dikembangkan dan dikelola secara maksimal.  Mengelola program maintenance dapat dijalankan secara internal perusahaan atau dapat dikelola dengan program eksternal.

Untuk beberapa hal, perusahaan dapat mempergunakan jasa maintenance eksternal untuk melakukan pengelolaan preventive maintenance yang tepat dalam perusahaan. Dalam melakukan pemilihan preventive maintenance, khususnya dalam industri, berikut adalah beberapa faktor yang dapat menjadi pertimbangan.

(1) Kualifikasi Personel

Dalam proses pengelolaan maintenance, perusahaan harus dapat memastikan bahwa kualifikasi personel yang bertanggung jawab dalam kegiatan preventive maintenance tersebut adalah individu yang kompeten dan memahami program preventive maintenance dengan tepat.

(2) Program Maintenance

Bagaimana jasa preventive maintenance dapat menyediakan program maintenance yang dimana kegiatan maintenance tersebut adalah bagian penting yang dapat dipastikan bagaimana catatan/laporan terkait dengan program maintenance tersebut dijalankan. Lakukan pemeriksaan untuk memastikan laporan maintenance berjalan dengan tepat.

(3) Reliabilitas Maintenance

Bagaimana perusahaan memastikan program pemeliharaan tersebut dapat meningkatkan kualitas dari mesin yang dimiliki. Peningkatan dari output produktifitas dan meminimalkan kerusakan yang muncul. Program pemeliharaan yang bersinergi dengan konsep strategi administrasi pencatatan dan pemantauan adalah solusi dari program pemeliharaan yang tepat.

Penggunaan jasa maintenance eksternal dalam beberapa kondisi adalah bagian penting yang dapat dijalankan secara efektif oleh perusahaan. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk melakukan program pemeliharaan eksternal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

5 Faktor Utama yang Perlu Diperhatikan dalam Membuat Bisnis Start Up

Saat ini, banyak perusahaan start up bermunculan. Mengikuti jejak pendahulunya untuk mencapai kejayaan yang sama. Namun tidak sedikit perusahaan start up mengalami “mati suri” yang disebabkan karena perusahaan tidak memiliki modal strategi yang tepat untuk menjadi start up unggulan.

Berikut ini adalah 5 (lima) hal penting yang perlu untuk dipertimbangkan dalam mengembangkan start up business.

(1) Analisis Kebutuhan Pasar

Alih-alih dengan mencontoh bisnis sebelumnya, ada baiknya pemilik bisnis melakukan brainstorming ide dengan tepat dan efektif. Konsep yang dikembangkan adalah bagaimana bisnis yang dikembangkan tersebut dapat menyentuh kebutuhan dari sasaran target konsumen Anda.  Langkah yang tepat adalah bukan dengan tergiur pada jejak start up sebelumnya, namun yang terpenting adalah bagaimana pasar/ pelanggan Anda bisa terkelola dengan tepat.

(2) Keunikan Aplikasi

Tidak selamanya konsep harga murah adalah solusi terbaik pada bisnis start up. Banyak perusahaan start up terjebak pada konsep dan strategi harga murah.  Dimana strategi ini memberikan dampak masa depan yang tidak baik. Memperhatikan keunikan dan kemudahan akses adalah suatu langkah penting.  Memastikan bahwa aspek strategi harga benar-benar disesuaikan dengan kualitas produk.

(3) Program Promosi

Mengelola promosi harus dipastikan efektif. Hindarkan program promosi yang memastikan biaya terkeluarkan dengan tidak efektif.  Menyusun program dalam bentuk rantai promosi berlapis adalah bagian penting untuk mengembangkan persepsi merk atas produk.

(4) Nilai Produk

Dibandingkan dengan konsep “membanting harga”, perusahaan sebaiknya lebih memprioritaskan pada nilai produk yang akan dikembangkan oleh perusahaan. Mengulik lebih dalam konsep pemenuhan kebutuhan yang dijalankan oleh perusahaan dengan tepat dan efektif.

(5) Fleksibilitas Organisasi

Memastikan bagaimana organisasi dapat secara fleksible terkelola. Mengingat konsep dan strategi perusahaan selalu berubah. Membentuk organisasi yang terfokus kepada pelanggan bagaimana memastikan organisasi dapat membentuk dirinya untuk selalu beradaptasi dengan kebutuhan pelanggan.

Bagaimana konsep dan strategi perusahaan dapat berkembang untuk selalu tumbuh dan meningkatkan diri? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat memastikan perusahaan Anda berkembang dengan optimal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

 

Peranan Konsultan dalam Pengelolaan Manajemen Strategis dalam Perusahaan

Dalam melakukan proses pengelolaan manajemen, perusahaan seringkali menemukan kesulitan/ permasalahan.  Masalah yang  muncul secara runut dapat menyebabkan hilangnya arah strategis perusahaan dalam melakukan proses pencapaian target.  Untuk dapat menjalankan arah yang tepat dalam melakukan proses pengelolaan bisnis yang tepat.

Lalu bagaimana peranan konsultan dalam menjalankan perbaikan strategis dalam perusahaan?

(1) Desain Sistem

Tidak terdapat perusahaan yang menjalankan konsep ideal sesuai dengan buku manajemen. Konsultan harus mampu mengupayakan terbentuknya sistem yang efektif bagi perusahaan dengan seluruh sumber daya yang dimiliki. Melakukan analisis dan menjalankan program mix and match yang tepat dalam memastikan desain sistem terbentuk sesuai dengan arahan strategis.

(2) Mengukur Kemampuan Perusahaan

Ada baiknya konsultan dan perusahaan melakukan proses komunikasi dengan perusahaan dan melakukan analisis kemampuan perusahaan untuk mencapai target yang telah ditetapkan terkait dengan kajian strategis. Salah satu kajian strategi yang penting bagi perusahaan adalah melakukan proses pengendalian resiko. Memastikan bahwa arah dan tujuan perusahaan tercapai sesuai dengan target rasional.

(3) Program Pendampingan

Pendampingan yang dilakukan oleh konsultan bisa dilakukan dengan beberapa teknik, seperti coaching ataupun intervensi proses.  Bagaimana proses dalam perusahaan bisa menyerap dan bersinergi dengan sistem untuk memastikan bahwa sistem yang diterapkan adalah tepat dan efektif.

(4) Proses Evaluasi dan Kajian Bisnis

Konsultan dapat menjalankan fungsi untuk melakukan check up kondisi bisnis Anda. Melakukan seluruh analisis apakah perusahaan memiliki potensi yang memadai untuk terus berkembang ataupun perubahan strategi bila mengingat tingkat resiko bisnis yang semakin tinggi. Melakukan proses rekomendasi agar perusahaan menjalani proses “naik kelas” menjadi lebih baik.

Memahami peranan konsultan dan mengerti apa yang menjadi kebutuhan perusahaan adalah hal yang perlu dianalisis sebelum menjalankan proyek perbaikan.  Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk menjawab seluruh masalah yang ada dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Business Coach: Pendekatan HR Bonding dalam Perusahaan

Menjalankan suatu pengembangan perusahaan, terkadang pimpinan manajemen membutuhkan masukan dan input serta pendampingan tentang perbaikan dan pendekatan perbaikan perusahaan. Salah satu metode yang dapat dijalankan oleh perusahaan dalam menjalankan business coach adalah pendekatan dengan aplikasi HR Bonding.

Lalu bagaimana HR Bonding tersebut dapat dijalankan dalam perusahaan? HR Bonding menjalankan konsep bisnis dengan melakukan proses pengikatan hubungan emosional antar SDM dengan perusahaan.  Dalam peranannya, Business Coach harus secara aktif memperat ikatan antara SDM (Sumber Daya Manusia) dengan perekat-perekat yang ada dalam perusahaan.

HR Bonding tidak hanya mengedepankan sistem pengupahan, adanya pengakuan serta bagaimana nilai terbentuk dalam perusahaan adalah hal penting untuk dikedepankan perusahaan.  Konsultan sebagai business coach dapat dijalankan dengan melakukan proses pengelolaan dengan tahapan sebagai berikut.

(1) Menyusun dan Mengembangkan Nilai

Business coach melakukan proses penggalian atas nilai-nilai apa saja yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk dapat menyatukan ikatan SDM yang dimiliki. Penggalian nilai ini diarahkan pada titik dan tujuan yang diharapkan untuk dapat dicapai oleh perusahaan.

(2) Mengembangkan Budaya Perusahaan

Business coach bertugas untuk melakukan proses coaching tentang bagaimana budaya perusahaan melekat kepada karyawan. Perubahan mindset dijalankan untuk dapat memastikan bahwa budaya perusahaan yang terkelola tersebut harus secara aktif melekat dan dijalankan dalam perusahaan. Pemberian program pelatihan, personal coaching serta counseling dapat dijadikan sarana yang tepat untuk menajalankan proses pengelolaan budaya perusahaan.

(3) Pengendalian Proses

HR Bonding tidak akan terjadi dengan baik apabila tidak dijalankan dengan sistem menyebabkan adanya konstruktis tidak terorganisir secara profesional. Penetapan atas alokasi yang berkaitan dengan penetapan tugas dan tanggung jawab dapat menjadi ikatan yang kuat apabila sistem terbentuk dengan efektif.

Pastikan bahwa SDM yang Anda miliki saat ini adalah benar menjadi sesuatu “kekayaan” yang efektif dalam perusahaan. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dan efektif untuk dapat menjalankan sistem SDM secara tepat dan maksimal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)