Membentuk Budaya Efisiensi Dalam Organisasi

Banyak perusahaan mengembangkan konsep efisiensi terbatas hanya dijalankan oleh manajamen atas saja, sehingga secara sistem dan program hanya terdapat dalam bentuk naratif saja dan tidak terimplementasi dengan tepat.  Mengingat tidak sedikitnya perusahaan yang gagal dalam mengimplementasikan budaya efisiensi.

Lalu bagaimana cara perusahaan dapat mengembangkan budaya efisiensi yang tepat dalam organisasi? Berikut ini adalah tahapan yang dapat perusahaan pertimbangkan dalam membentuk budaya efisiensi perusahaan.

(1) Menetapkan Target Terukur

Program efisiensi ditetapkan dalam bentuk sasaran/ target terukur. Dimana dalam penetapan target tersebut, perusahaan menetapkan suatu tindakan / langkah nyata dalam kegiatan implementasi sehingga mencapai tujuan yang ditetapkan. Tentu saja tujuan yang ditetapkan tersebut adalah tujuan yang terkait dengan program efisiensi.

(2) Mendesain Peran dan Fungsi dalam Pelaksanaan Program Efisiensi

Bagaimana peran dan fungsi yang terkait dengan program efisiensi dijalankan dalam perusahaan? Setiap level dalam organisasi didesain untuk memahami peranan efisiensi secara efektif. Bagaimana peranan fungsi tersebut dalam menjalankan program.  Melatihan setiap fungsi untuk dapat melakukan pengukuran, evaluasi dan penilaian individu yang tepat sehingga pelaksanaan atas efisiensi dapat berjalan dengan tepat.

(3) Menjalankan Program Evaluasi Program

Melakukan proses evaluasi atas program efisiensi dijalankan dengan tepat. Memastikan penanggungjawab program dapat melakukan analisis dengan tepat dan efektif untuk memastikan bagaimana target bisa dijalankan.  Kinerja tim termasuk di dalam perhitungan dari program evaluasi yang dijalankan.

(4) Mendesain Ulang Kompetensi Organisasi

Menetapkan aspek prilaku efisiensi dalam kompetensi organisasi secara tepat.  Memuat aspek kemampuan dalam pengelolaan biaya secara inovasi di bidang pengelolaan keuangan menjadi nilai lebih dalam mendesain kompetensi dalam organisasi.

Bagaimana perusahaan Anda menjalankan program budaya efisiensi perusahaan secara tepat? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengimplementasikan budaya efisiensi dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

 

Strategi HR dalam Industri 4.0

Saat ini, sedang didengung-dengungkan perubahan dan transformasi industri 4.0. Dimana hal ini sangat menarik dengan pro dan kontra terkait dengan kesiapan seluruh industri dan tenaga kerjanya dalam menghadapi dampak positif dan negatif terkait dengan songsongan dalam era industri 4.0.

Beberapa dampak negatif adalah menjadi hal yang penting dan strategis adalah melakukan perombakan konsep strategis dalam pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM). Lalu bagaimana strategi HR yang dapat secara efektif dijalankan dalam perusahaan.

(a) Merombak Fungsi SDM dalam perusahaan

Fungsi atas SDM semakin lama akan semakin meninggalkan konsep eksekusi sederhana. Praktek pekerjaan adalah memperkuat aspek perencanaan dan pemecahan masalah, Fleksibilitas menjadi tingkat kebutuhan yang kuat sehingga strategi untuk mengembangkan SDM yang kreatif akan menjadi lebih kuat.

(b) Merombak struktur kepegawaian

Konsep industri 4.0 akan menghilangkan prinsip lama kepegawaian yang bertumpu pada perencanaan karir struktural. Konsep kepegawaian lebih mengedepankan bagaimana peranan dari SDM dapat berkontribusi langsung kepada output. Mekanisme kinerja berdasarkan pada basis proyek adalah bagian penting yang dapat dijalankan oleh perusahaan dan SDM.

(c) Merombak Administrasi Ketenagakerjaan

Sublimasi manusia oleh teknologi akan meningkatkan peranan manusia dimana output yang dihasilkan oleh setiap manusia adalah berkali-kali lipta.  Konsep atas jam kerja beserta aspek lainnya seperti cuti menjadi nilai penting untuk dipertimbangkan. Semakin menjejalnya dari output yang berkali-kali lipat tersebut dapat menyebabkan SDM mudah untuk jenuh dan stress dalam bekerja.

Bagaimana HRD di perusahaan Anda menjalankan strategi dalam menghadapi era industri 4.0? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengembangkan aspek ketenagakerjaan dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Peranan Konsultan dalam Penyusunan Program Cost Reduction

Apakah perusahaan Anda saat ini sedang berusaha untuk menjalankan perbaikan atas program cost reduction? Dalam melakukan proses penyusunan sistem cost reduction, perusahaan dapat menjalankan sistem cost reduction dengan menggunakan konsultan sebagai alternatif dalam program penyusunan sistem yang dijalankan dalam perusahaan. Lalu bagaimana konsultan mendesain tahapan dalam menjalankan analisis cost reduction dalam perusahaan.

Tahap Pertama: Proses Pendahuluan

Ada baiknya dalam melakukan proses pembuatan program cost reduction, perusahaan melakukan proses pencarian data awal untuk mengevaluasi jenis program yang akan disusun. Proses pendahuluan ini melalui kegiatan job analysis (analisis pekerjaan) serta proses evaluasi atas sistem pekerjaan. Dari hasil proses pencarian data pendahuluan tersebut kemudian perusahaan menetapkan strategi yang dapat ditetapkan oleh perusahaan untuk dapat menurunkan biaya.

Tahap Kedua: Proses Desain Program

Dalam melakukan proses desain atas program, adalah hal yang penting bagi perusahaan untuk melakukan analisis resiko yang muncul terkait dengan program cost reduction yang disusun. Prediksi atas nilai manfaat yang ditetapkan terkait dengan desain program adalah penting untuk dievaluasi.

Tahap Ketiga: Proses Evaluasi Program

Perusahaan harus memastikan program yang disusun terevaluasi secara tepat dan efektif. Dimana perusahaan memastikan bahwa program benar-benar menjalankan proses perbaikan atas pengurangan biaya, termasuk yang penting adalah program cost saving (penghematan biaya).

Bagaimana dengan proses pengelolaan cost reduction dijalankan di perusahaan Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam perbaikan serta pengembangan manajemen perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)