Mengelola SDM Sales yang Tepat dalam Perusahaan

Secara strategi perusahaan memiliki tumpuan yang kuat kepada personel sales, namun sedikit perusahaan yang menginvestasikan program HR yang tepat untuk mengoptimalkan sales yang dimiliki.  Bagaimana pun juga komponen utama dalam sales adalah individu dari perusahaan.

Lalu bagaimana mengembangkan sumber daya manusia sales yang tepat dalam perusahaan seiring dengan konsep sales.

(1) Personal Enterpreuner

Individu sales adalah seorang influencer yang diharapkan dapat secara kuat mempengaruhi pasar atas kebutuhannya terpenuhi dalam diri pelanggan.  Lakukan pengembangan self concept untuk membangun motivasi dan identitas yang kuat atas ciri khas sales yang ada dalam diri individu. Bagaimana setiap individu sales yang ada tersebut mampu menguasai dasar-dasar menjadi sales yang kuat.

(2) Selling Skill

Kemampuan untuk menegosiasikan atas suatu konsep adalah penting.  Bagaimana konsep terbentuk secara sistematis sehingga proses penjualan dapat mengikuti alur yang tepat untuk melakukan proses penjualan.  Pastikan perusahaan memberikan pemahaman bahwa hal yang utama untuk dipastikan dipahami oleh pelanggan adalah konsep bukan produk.

(3) Integritas

Dalam proses operasional lapangan yang dijalankan dalam perusahaan. Aspek integritas adalah hal penting yang menjadi suatu bentuk nilai yang harus dipegang oleh pelanggan. Beberapa perusahaan menjalankan suatu pendekatan dengan melalui Fraud Prevention yang dijalankan untuk memastikan integritas dijalankan. Memastikan bahwa komitmen perusahaan tidak hanya berorientasi pada keuntungan namun juga kepada output kuantitas.

Bagaimana perusahaan mengembangkan sales yang dimilikinya? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengembangkan dan memiliki sales yang tepat dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

5 Strategi Efektif dalam Menyusun Sistem Renumerasi Perusahaan

Dalam era dunia digital saat ini, banyak perubahan yang menjadi bagian penting untuk ditelaah dalam menyusun sistem renumerasi yang ada dalam perusahaan. Salah satu hal yang terpenting yang berubah adalah sistem renumerasi.

Dengan banyaknya alternatif lowongan posisi pekerjaan baru, tentu saja menjadi hal yang tidak mudah bagi praktisi HR (Human Resources) untuk menyaingi persaingan pengisian lowongan kerja dengan Start Up Business. Salah satu cara untuk dapat mengalahkan “persaingan” dalam pencarian tenaga kerja adalah dengan memastikan komponen renumerasi yang dimiliki oleh perusahaan dapat “menarik” tenaga kerja baru ataupun mempertahankan tenaga kerja yang berada di dalam perusahaan.

Lalu bagaiman strategi yang efektif bagi perusahaan untuk memastikan bahwa sistem renumerasi yang dimiliki adalah menarik bagi perusahaan untuk dapat bekerja ataupun bertahan dalam perusahaan.

Berikut 3 strategi yang perlu untuk dijalankan oleh perusahaan untuk dapat menarik tenaga kerja bekerja di perusahaan Anda.

(1) Pemberian Benefit

Ada baiknya perusahaan menetapkan sistem benefit yang tepat dan efektif. Dimana dalam program pemberian benefit tersebut, perusahaan dapat memberikan pemahaman adanya sistem lain selain renumerasi seperti investasi di bidang pelatihan ataupun pendidikan.

(2) Jenjang Karir

Perusahaan memastikan bahwa jenjang karir dalam perusahaan dapat mengakomodasi prestasi dari karyawan. Tersedianya jenjang karir yang diiringi dengan sistem manajemen unjuk kerja dapat membantu perusahaan dalam menarik calon karyawan.

(3) Komponen Renumerasi

Perusahaan sebaiknya memberikan komponen renumerasi yang dapat menarik karyawan untuk berprestasi. Peluang untuk mengembangkan diri termasuk mencapai output/target yang diharapkan menjadi salah satu bagian penting dalam manajemen operasional perusahaan.

(4) Program Pensiun

Salah satu hal terpenting bagi karyawan adalah program pensiun. Konsep ini tidak tersedia untuk pekerja paruh waktu/ part time. Adalah menjadi hal penting bagi perusahaan untuk dapat menjaga loyalitas karyawan yang bekerja dalam perusahaan.

(5) Program Investasi

Tidak sedikit perusahaan memberikan “hadiah” kepada karyawannya berupa pembagian saham atau keluasan berinvestasi dalam pengembangan usaha. Perusahaan harus memastikan bahwa program investasi ini diberikan kepada karyawan yang berprestasi dan terbukti memiliki loyalitas. Dengan program ini, harapan terbesar bagi perusahaan adalah menjaga loyalitas karyawan dalam perusahaan.

Tidak ada salahnya bagi perusahaan untuk memastikan bahwa program renumerasi dapat dijalankan sesuai dengan memastikan standar persyaratan yang ditetapkan tersebut. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk memastikan Sistem Manajemen SDM (Sumber Daya Manusia) sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

 

 

Desain Pengembangan Sales dalam Perusahaan

Tantangan terbesar dalam kondisi ekonomi bebas saat ini adalah bagaimana membentuk desain pengembangan sales yang tepat dan efektif dalam perusahaan.  Perusahaan harus mampu mengembangkan desain organisasi dan strategi sales yang tepat agar memastikan

(1) Mensinergikan Sales & Service

Banyak perusahaan, khususnya yang bergerak dalam bidang customer good, lebih mengutamakan kekuatan pada aspek sales.  Padahal tidak sedikit peranan atas aspek layanan yang menjadi pengikat hubungan antara penyediaan penjualan dan pelayanan.

(2) It’s All About The Price

Banyak kegagalan perusahaan dalam menjual “produk” nya adalah masalah harga..  Bagaimana konsumen memiliki hak untuk dapat “memilih” berdasarkan pada harga dan kualitas. Ketidaktepatan dalam penetapan atas proporsi harga dan program menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa produk adalah sesuai dengan standar persyaratan.

(3) Inovasi Program Sales

Sales pada saat ini bukan hanya menjual “produk” namun yang terpenting adalah menjual “solusi”. Suatu tantangan bagi sales untuk mengedepankan solusi atas produk yang dapat dilakukan dalam produk yang dimiliki oleh perusahaan. Penggunaan teknologi dapat dipergunakan untuk secara terus menerus memberikan informasi yang kuat atas teknologi yang ada dalam perusahaan.

Bagaimana perusahaan memastikan bahwa sales didesain secara tepat? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengembangkan sistem operasional dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

 

Memilih Konsultan Business Process Reengineerng yang Tepat

Banyak perusahaan yang telah melakukan proses pengembangan sistem dengan menggunakan konsultan, namun dalam kenyataannya proses penyusunan atas perubahan business process yang dijalankan dalam perusahaan.

Konsultan yang tepat dalam proses penanganan perubahan business process dalam perusahaan adalah perusahaan yang telah mampu untuk mengimplementasikan SOP dan pendekatan SDM secara maksimal. Mengapa hal tersebut perlu dilakukan?

(1) Melihat efektifitas sistem

Dalam proses business process re-enggineering, perusahaan harus mampu secara maksimal mengembangkan konsep strategis secara tepat. Hal ini ditujukan untuk dapat melihat bahwa perubahan yang dilakukan dalam perusahaan adalah maksimal dan tepat sasaran. Konsultan dengan pengalaman tinggi di bidang manajerial dan sistem mampu menangkap kepentingan atas perubahan serta memperhitungkan resiko dari perubahan sistem yang dijalankan dalam perusahaan.

(2) Proses implementasi

Dalam proses implementasi perubahan sistem, harus dipastikan organisasi mengembangkan program leadership sehingga penerapan sistem dapat dijalankan dalam organisasi.  Konsultan harus mampu melakukan proses pendekatan coaching sehingga mampu mengembangkan budaya leadership dalam perusahaan secara tepat.  Leadership yang kuat mampu membawa awareness dalam penerapan sistem.

(3) Pemahaman Sistem Sumber Daya Manusia

Business Process Re-engineering dapat menyebabkan transformasi kompetensi dan karakteristik budaya perusahaan.  Konsultan harus mampu untuk menyusun perubahan terkait dengan sistem manajemen SDM sebagai salah satu penopang utama atas perubahan tersebut. Memastikan ulang, bahwa pengembangan sistem dapat dijalankan paralel dengan pengembangan kompetensi sumber daya manusia.

Menarik untuk dicermati, karena pada saat ini perusahaan seringkali salah mengambil keputusan dalam memilih konsultan SOP , Busines Process maupun Business Process Re-engineering.  Lakukan proses referensi eksternal secara tepat untuk dapat memastikan bahwa pelaksanaan sistem dalam perusahaan Anda dapat bekerja secara maksimal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

 

5 Kesalahan Manajemen SDM yang Sulit untuk Diperbaiki oleh Perusahaan

Dalam pengelolaan perusahaan, terkadang manajemen mengalami kesulitan untuk menjalankan kegiatan operasional sesuai dengan konteks pekerjaan yang ideal. Permasalahan terkait dengan status finansial, kondisi kemampuan pasar dan kekuatan perusahaan secara keseluruhan menjadi bagian penting yang perlu untuk dipertimbangkan.

Dari hasil beberapa kajian, ditemukan adanya 5 (lima) kesalahan yang menjadi bagian dari kesalahan manajemen SDM.  Adapun lima kesalahan tersebut adalah:

(1) Terlalu melibatkan kedekatan personel dalam penanganan karyawan

Mengembangkan pendekatan dengan karyawan secara kekeluargaan adalah baik. Namun apabila peran emosional menjadi terlalu dekat dalam proses penanganan karyawan maka kondisi yang muncul adalah konflik dan ketidakprofesionalan.  Perbaikan atas penanganan seperti ini membutuhkan waktu dan budaya perusahaan yang baru sehingga menyulitkan perusahaan dalam melakukan perbaikan atas bisnis yang dimilikinya.

(2) Terlambat dalam Mengembangkan Kompetensi Karyawan

Seluruh perusahaan saat ini harus mengembangkan effort untuk dapat mengembangkan karyawan.  Karena tidak seluruh karyawan berada dalam bentuk “jadi” dan siap pakai. Sehingga mau tidak mau proses untuk pengembangan karyawan harus dijalankan. Banyak perusahaan mengesampingkan program pengembangan kompetensi yang sistematis dalam proses pengembangan usahanya.

(3) Bekerja bukan berdasarkan Sistem

Beberapa pemilik perusahaan lebih mengutamakan loyalitas karyawan kepada atasan dari perusahaan tersebut. Banyak yang perusahaan lupakan, yaitu bagaimana menjalankan perusahaan dengan menggunakan konsep sistematis.  Memastikan bahwa karyawan loyal terhadap sistem adalah penting untuk memastikan bahwa proses berjalan dengan tepat dan efektif.

(4) Melupakan Jenjang Karir Karyawan

Perusahaan banyak terbenam kepada pola kerja yang konsisten serta tidak terdapat pengembangan atas karir karyawan tersebut. Hal ini menyebabkan karir dan pengembangan karyawan menjadi stagnan dan tidak dapat berkembang secara maksimal.

(5) Lupa Memperbaiki Sistem Kompensasi

Melihat bahwa setiap karyawan perlu menjalankan suatu tantangan baru dan pekerjaan yang bertambah tentu saja membutuhkan adanya suatu simultan ataupun daya tarik.  Mengembangkan sistem kompensasi yang tepat dan efektif adalah suatu program yang harus dijalankan sejak awal.

Lakukan program pengembangan manajemen SDM dalam perusahaan Anda secara tepat dan efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengembangkan Usaha Berbasiskan Kemitraan

Dalam pengembangan usaha,pengelolaan usaha berbasiskan kemitraan dianggap dapat mempercepat strategi pertumbuhan bisnis dengan resiko minimal. Namun, terkadang perusahaan melupakan tahapan-tahapan penting dalam proses pengembangan kemitraan tersebut. Hal ini menyebabkan kemunculan resiko yang dapat merugikan perusahaan itu sendiri.

Berikut adalah beberapa hal penting yang perlu untuk dijalankan sebelum mengembangkan konsep kemitraa.

(1) Business Plan yang Strategis

Ada baiknya perusahaan menyusun business plan yang tepat sebelum mengembangkan kemitraan. Menuangkan strategi-strategi yang dapat dikembangkan oleh perusahaan dan mitra sehingga dapat mencapai target atau sasaran yang diharapkan. Setiap prospek/ peluang maupun resiko harus dapat dianalisis secara tepat dan efektif agar bisa terantisipasi dalam sistem yang kuat.

(2) Pengendalian Aspek Legal

Dalam proses pengelolaan atas kemitraan, kepastian hukum adalah prasyarat mutlak yang wajib untuk menjamin hubungan antara perusahaan dengan mitra kerja perusahaan. Mengatur dan mengendalikan apa saja yang menjadi hak dan kewajiban dari persyaratan legal yang ditetapkan oleh perusahaan tersebut. Kajian legal juga dibutuhkan untuk meminimalkan resiko terkait dengan hubungan kemitraan, produk maupun hubungan dengan pelanggan.

(3) Pengendalian yang Efektif

Perusahaan harus membangun sistem baik dalam bentuk SOP maupun pengendalian yang efektif untuk dapat memastikan hubungan antara perusahaan dengan mitra usaha tersebut terjalin secara integratif dan konsisten.

Perusahaan harus memahami segala variabel resiko yang menyertai hubungan kemitraan, mengembangkan sistem berbasiskan resiko adalah nilai penting dan strategis yang harus dijalankan untuk memastikan program pengembangan usaha dikembangkan secara tepat. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam mengembangkan usaha kemitraan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

 

Mengembangkan Program Pelatihan yang Efektif

Beberapa persahaan memiliki pendapat bahwa pelatihan adalah suatu kegiatan yang menghabiskan tenaga dan waktu. Mengingat nilai efektifitas dari program pelatihan yang dilaksanakan perusahaan adalah rendah bahkan dalam beberapa kasus tidak terdapat hasil sama sekali.

Bagaimana perusahaan dapat mengembangkan program pelatihan yang efektif?

Tahap Pertama: Mengintegrasikan dengan Program Perusahaan

Pengembangan program pelatihan harus dilakukan dengan menganalisis dan mendiagnosa kebutuhan dari perusahaan, termasuk di dalamnya adalah kompetensi yang dipersyaratkan oleh perusahaan.

Tahap Kedua: Mengembangkan Program Pelatihan Berbasiskan Kompetensi

Menyusun program pelatihan berbasiskan kompetensi bukan hanya jenis pelatihan yang melibatkan unit kerja HR/ SDM saja, namun dalam kondisi aktualnya proses pengembangan atas program pelatihan tersebut juga melibatkan seluruh bagian terkait.  Aspek kepentingan dan kewajiban terkait dengan penerapan program dijalankan oleh seluruh organisasi.

Tahap Ketiga: Mengintegrasikan Seluruh Bagian dari Program Pelatihan

Ada baiknya perusahaan tidak memisahkan setiap program pelatihan menjadi bagian-bagian yang terpisah.  Memastikan bahwa pengembangan program adalah penting dan menjadi suatu bagian utuh yang saling terkait.

Bagaimana proses penyusunan program pelatihan di perusahaan Anda? Lakukan proses pengembangan sistem manajemen SDM dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)