Mengenali Strategi Efisiensi yang Tepat dalam Perusahaan

Dalam upaya untuk meningkatkan nilai kompetitif perusahaan, perusahaan menjalankan berbagai macam strategi efisiensi.  Namun tidak sedikit perusahaan yang gagal dalam mengedepankan konsep strategi efisiensi, sehingga mengakibatkan adanya penurunan produktifitas bahkan kehilangan keuntungan perusahaan.

Ada baiknya, sebelum menjalankan program efisiensi, perusahaan mengenail jenis-jenis efisiensi yang dapat dilakukan oleh perusahaan.

(1) Strategi Peningkatan Produktifitas

Strategi ini didasarkan pada pertimbangan dengan nilai biaya yang tetap namun status nilai pengembalian meningkat. Proses peningkatan produktifitas ini sebaiknya dijalankan dengan pengenalan potensi pasar yang tepat. Sehingga tidak menyebabkan adanya overstock/ supply berlebihan.

(2) Strategi Efisiensi Biaya

Bagaimana proses dipastikan dengan menurunkan jumlah biaya proses sesuai dengan persyaratan yang telah dijalankan. Program efisiensi dijalankan sesuai dengan standar yang tepat. Hal ini justru dapat mengkibatkan penurunan dari produktifitas bahwa kerugian dari standarisasi proses yang ditetapkan oleh perusahaan.

(3) Strategi Kemitraan

Perusahaan seringkali melupakan bahwa pihak ketiga dapat berfungsi untuk meningkatkan efisiensi perusahaan. Maksimalkan perananan dari mitra dan kurangi resiko perusahaan dengan cara mengalihkan kepada mitra usaha.

Bagaimana perusahaan Anda menjalankan program efisiensi perusahaan? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengembangkan program efisiensi perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Manfaat Memiliki Etika Perusahaan

Dalam mengelola usahanya, perusahaan harus memiliki prinsip bisnis yang dijaga secara baik oleh perusahaan dan tim yang ada dalam perusahaan.  Prinsip-prinsip ini tertuang di dalam etika perusahaan yang menjadi panduan dalam prilaku organisasi dijalankan.

Lalu manfaat apa yang didapatkan pada penggunaan etika perusahaan? Berikut ini beberapa manfaat yang didapatkan perusahaan dalam memiliki dan menjalankan etika perusahaan.

(1)  Mendetailkan Prinsip Perusahaan ke dalam Panduan Prilaku

Dengan memiliki etika perusahaan, karyawan dan manajemen memiliki panduan yang jelas mengenai bagaimana prilaku organisasi dijalankan sesuai dengan prinsip yang telah ditetapkan.

(2) Memudahkan Pelaksanaan Budaya Perusahaan

Bagaimana proses pelaksanaan budaya perusahaan dijalankan? Dengan tersedianya etika perusahaan maka pelaksanaan budaya perusahaan dapat dijalankan dalam kegiatan hariannya.

(3) Menjaga Brand Perusahaan

Dengan adanya etika perusahaan, nilai-nilai positif akan terintegrasi ke dalam prilaku organisasi dan individu. Merk yang dimiliki oleh perusahaan akan dapat terjaga dengan etika perusahaan tersebut.

(4) Menjaga Kepatuhan

Adanua etika menyebabkan bahwa kepatuhan dapat terkelola dengan tepat. Adanya konsistensi pelaksanaan kepatuhan akan menjadi bagian penting dalam organisasi ketika menerapkan transparansi dan GCG (Good Corporate Governance).

Apakah perusahan Anda saat ini telah memiliki etika perusahaan? Lakukan proses pencarian referensi eksternal dalam menetapkan dan menyusun etika perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

5 Hal yang Salah Dilakukan dalam Program Perampingan Perusahaan

Salah satu cara beberapa perusahaan untuk bertahan dalam bisnis adalah dengan melakukan proses perampingan perusahaan.  Namun tidak sedikit perusahaan yang salah dalam melakukan program perampingan perusahaan. Berikut ini terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait dengan kesalahan tersebut.

(1) Perampingan Bukan PHK

Banyak perusahaan yang melihat perampingan adalah PHK. Keberhasilan diukur dengan berapa banyak karyawan yang sudah tidak menjadi beban perusahaan. Banyak yang melupakan bahwa perampingan adalah transformasi untuk lebih menjalankan fokus bisnis.

(2) Ketidaktersediaan Sistem Perencanaan yang Tepat

Bagi perusahaan pengurangan yang dilakukan adalah dengan mengurangi jumlah karyawan saja.  Sistem perencanaan harus dianalisis seperti perubahan business process atau adanya pengalihan pihak ketiga dalam proses yang dijalankan.

(3) Tidak Mempertimbangkan Aspek Investasi SDM yang Tepat

Banyak perusahaan melihat karyawan adalah beban perusahaan yang ketika perusahaan sedang dalam kondisi sulit menjadi resiko bisnis.  Banyak perusahaan yang ketika melakukan proses perampingan tidak memastikan bahwa SDM adalah investasi ilmu pengetahuan yang juga harus dikelola dengan tepat dalam organisasi.

(4) Kesalahan dalam Mengidentifikasi Resiko

Sekecil apapun program perampingan, dipastikan adanya resiko yang muncul dalam perusahaan. Selain permasalahan finansial, perusahaan juga harus memperhatikan dampak budaya dalam perusahaan.

(5) Tidak Mengukur Produktifitas yang Harus Dicapai

Perampingan tanpa disertai dengan strategi bisnis yang kuat dalam menghasilkan banyaknya kehilangan peluang-peluang bisnis dalam perusahaan. Ada baiknya proses pengukuran produktifitas tersebut dinilai dengan tepat.

Bagaimana perusahaan Anda menjalankan program perampingan? Pastikan prinsip kehati-hatian dan perencanaan yang matang dilakukan oleh perusahaan. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam mengelola perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengembangkan Desain Sistem Manajemen SDM yang Efisien Bagi Perusahaan

Saat ini, perusahaan banyak mengalami kondisi yang tidak mendukung dalam pertumbuhan bisnis. Beberapa pertimbangan seperti peningkatan biaya, faktor respon pelanggan ataupun faktor lainnya yang dapat menyebabkan meningkatnya resiko bisnis pada perusahaan. Pada kondisi seperti saat ini, salah satu hal penting adalah bagaimana mendesain sistem manajemen SDM (Sumber Daya Manusia) yang tepat dan efektif untuk memastikan bagaimana sumber daya manusia bisa menjadi elemen efisiensi yang efektif dalam perusahaan.

Lalu bagaimana mekanisme yang tepat dalam pengelolaan manajemen SDM (Sumber Daya Manusia) untuk dapat meningkatkan nilai efisiensi perusahaan?

(1)  Mendesain Produktifitas SDM (Sumber Daya Manusia)

Bagaimana sumber daya manusia yang ada dalam perusahaan memiliki nilai optimalisme yang tepat dari setiap karyawan yang ada dalam perusahaan?  Mendesain produktifitas itu sendiri dapat dijalankan dengan beragam cara, salah satunya adalah dengan memastikan output dari sumber daya manusia terukur secara tepat dan efektif. Terdapat beberapa cara dalam merencanakan pengukuran produktifitas:

(a) Hasil dalam hitungan satuan waktu

(b) Tingkat resiko yang terkelola

(c) Potensi keuntungan yang didapat

(2) Menyusun Sistem Pengukuran

Output produktifitas yang ada dilakukan sistem pengukuran dan melakukan penilaian untuk memastikan bahwa setiap produktifitas yang ada dapat terukur.  Untuk beberapa jenis pekerjaan yang mengalami kesulitan untuk melakukan proses pengukuran, maka proses pengukuran dapat dinilai dari tingkat resiko yang dapat dicegah.

(3) Mengendalikan dan Mengevaluasi

Melakukan proses penilaian atas pencapaian terkait dengan produktifitas adalah sangat penting. Indikator atas keberhasilan bagaimana hasil pencapaian tersebut dapat dijalankan dengan melakukan proses evaluasi terhadap kinerja dari SDM tersebut.

Bagaimana desain program efisiensi dijalankan dalam perusahaan Anda? Lakukan penggunaan referensi eksternal yang tepat untuk mengelola SDM dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

 

Menyusun Model Bisnis yang Efektif dalam Perusahaan

Salah satu permasalahan yang seringkali muncul dalam perusahaan adalah mendesain model bisnis. Model bisnis disusun untuk dapat mendesain sistem operasional yang tepat. Lalu bagaimana proses penyusunan model bisnis tersebut dilakukan?

Berikut ini terdapat 3 (tiga) langkah yang dapat dilakukan oleh perusahaan dalam menyusun model bisnis.

(1) Mengkaji Produk Secara Tepat

Melakukan analisis produk yang dihasilkan oleh organisasi, jangan lupa bahwa pada setiap produk juga terdapat produk antara yang dapat di kembangkan. Melihat referensi bagaimana perusahaan lain menghasilkan produk yang dimaksudksn tersebut. Lalu kemudian memeriksa bagaimana organisasi internal dapat menjalankan SOP yang dimaksudkan tersebut dengan tepat.

(2) Kemampuan Perusahaan

Ada baiknya, dalam menyusun model bisnis, halnyang perlu diperhatikan adalah konteks perusahaan. Sangat tidak diharapkan, apabila model bisnis yang dikembangkan tidak dapat dijalankan oleh perusahaan.

(3) Mempelajari Pelanggan

Lakukan proses penelitian terkait dengan preferensi pelanggan Anda secara tepat. Lakukan proses evaluasi, prlayanan serta tahapan proses organisasi mana yang kritikal bagi pelanggan.

Bagaimana perusahaan Anda mengembangkan model bisnis? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengembangkan bisnis perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Peranan Konsultan HR dalam Efisiensi Perusahaan

Pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia) dalam perusahaan memberikan peranan yang penting tentang bagaimana sistem manajemen SDM akan diterapkan dalam perusahaan. Pembuatan serta penerapan dari sistem manajemen SDM merupakan suatu bagian yang kritikal dan menuntut adanya kehati-hatian dalam bertindak. Beberapa pertimbangan yang menjadi bagian penting dan merupakan area sensitif untuk dievaluasi adalah sebagai berikut:

(1) Menyusun Program dan Strategi HR

Pemetaan atas konsep-konsep efisiensi yang dapat dijalankan untuk memaksimalkan produktifitas perusahaan. Perubahan remunerasi yang dapat dipergunakan untuk memaksimalkan produktifitas.

(2) Mengembangkan Program Pelatihan Motivasi

Meningkatkan produktifitas yang maksimal melalui program motivasi. Penerapan atas program motivasi dapat dijalankan secara maksimal untuk mendapatkan nilai output yang maksimal.

(3) Memperbaiki Sistem Manajemen Unjuk Kerja

Potensi tidak efektifnya manajemen unjuk kerja dapat dipetbaiki dan menghasilkan konsep penilaian yang sejalan dengan output perusahaan. Bagaimana sistem terbentuk dan menghasilkan nilai optimal.

Bagaimana perusahaan Anda mengembangkan Sistem HR? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengembangkan SDM perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Strategi Manajemen Performa melalui Malcom Baldrige

Sistem kinerja pada setiap perusahaan dibentuk untuk dapat mencapai taget kinerja perusahaan. Hal yang seringkali ditemukan bahwa penyusunan Sistem Manajemen Unjuk Kerja tidak sesuai dengan teknik penyusunan yang tepat.

Salah satu metode yang harus dipergunakan adalah Malcolm Baldrige. Lalu bagaimana metode tersebut harus dijalankan?

(1) Penentuan atas Kinerja yang Akan Dicapai dalam Perusahaan

Pendekatan Malcolm Baldrige dijalankan dengan terlebih dahulu menetapkan target yang akan ditetapkan oleh perusahaan. Setelah target ditetapkan, perusahaan akan menyusun konsep yang terkait dengan bagaimana target itu dijalankan dalam bentuk program.

(2) Menyusun Strategi

Pelaksanaan program membutuhkan panduan teknis yang ditetapkan dalam bentuk strategi atau kebijakan. Penerapan strategi ini terkait dengan prioritas dari tindakan yang akan dijalankan dalam perusahaan. Salah satu strategi yang dijalankan adalah dengan program pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia) yang biasanya ditetapkan dalam bentuk strategi jangka panjang dan jangka pendek.

(3) Mengukur Dampak Korelasi Program dan Strategi dengan Output

Dengan mempergunakan teknik analisis statistik, aspek kausalitas diidentifikasi. Apabila penelitian ini belum ada, maka perusahaan dapat mempergunakan referensi-referensi yang ditetapkan terkait dengan pencapaian output yang dipersyaratkan tersebut.

Banyak perusahaan mempergunakan kombinasi Balanced Score Card dan Malcolm Baldrige sebagai bentuk evaluasi terkait dengan target dan pencapaian yang dipersyaratkan. Bagaimana perusahaan Anda menjalankan target dengan tepat dan efektif? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat terkait dengan penerapan Sistem Manajemen Unjuk Kerja dalam Perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com)

Membuat Kebijakan Remunerasi yang Efektif

Sistem remunerasi adalah sistem yang sangat kritikal dan sensitif dalam perusahaan.  Sehingga tidak sedikit perusahaan yang mengalami kesulitan akibat remunerasi yang muncul tidak secara tepat dapat dijalankan.  Sebelum menjalankan program remunerasi, ada baiknya perusahaan menyusun kebijakan remunerasi sebagai pedoman dari proses remunerasi tersebut.

Jenis kebijakan apa yang diperlukan oleh perusahaan terkait dengan program remunerasi?

(1) Kebijakan Terkait dengan Jabatan Organisasi

Menyusun kebijakan terkait dengan status jabatan organisasi adalah menjadi bagian penting dalam penetapan remunerasi. Penetapan tentang bagaimana penetapan dari grade jabatan termasuk di dalamnya adalah menentukan skala remunerasi yang tepat dalam jabatan tersebut.

(2) Kebijakan Terkait dengan Tunjangan dan Fasilitas

Penetapan atas sistem pemberian tunjangan dan fasilitas menjadi nilai penting dalam program penyusunan remunerasi.  Tunjangan dan fasilitas seperti tunjangan kinerja, tunjangan perumahan, pendidikan dan lain sebagainya menjadi hal penting yang terkait dengan penetapan remunerasi dalam perusahaan.

(3) Kebijakan Terkait dengan Reward and Punishment

Penetapan atas kebijakan menjadi nilai penting yang dapat dipahami oleh karyawan terkait dengan proses peningkatan pendapatan dan karir. Memberikan informasi yang tepat kepada karyawan terkait dengan proses dan mekanisme kenaikan gaji menjadi hal penting bagi perusahaan.

(4) Kebijakan Terkait dengan Skala Pengupahan

Menetapkan sistem dan skala pengupahan yang terstruktur dan disahkan dalam suatu kebijakan adalah hal yang penting untuk memastikan mekanisme remunerasi dapat dijalankan secara transparan.

Bagaimana skala pengupahan dapat berjalan dalam Perusahaan Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal untuk dapat mengembangkan skala pengupahan dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Menyusun Job Description yang Tepat dan Efektif

Dalam penerapan sistem operasional, tersedianya Job Description adalah hal yang utama yang menjadi panduan dalam pelaksanaan sistem.  Namun dalam kondisi aktualnya, banyak perusahaan memiliki hambatan terbesar terkait dengan Job Description. Lalu bagaimana menyusun Job Description yang tepat dalam perusahaan?

Berikut ini adalah langkah-langkah yang tepat dan efektif dalam menyusun Job Description.

(1) Menganalisis Business Process

Memetakan proses yang dijalankan perusahaan, serta mempelajari alokasi penempatan jabatan dalam business process tersebut.

(2) Mengidentfikasi Struktur Organisasi

Melakukan kajian atas penempatan jabatan dalam struktur. Proses analisis atas target serta tujuan dari jabatan tersebut dalam struktur organisasi adalah hal penting untuk menjadi pertimbangan.

(3) Melakukan Evaluasi Jabatan

Lakukan proses evaluasi atas detail pekerjaan yang dijalankan dalam perusahaan. Konsekuensi dan tanggung jawab penting yang dijalankan dalam jabatan tersebut. Melakukan evaluasi atas authorisasi yang dijalankan dalam jabatan tersebut.

(4) Menyusun Uraian Jabatan

Memastikan bahwa dalam penulisan atas uraian jabatan ini adalah sesuai dengan aktual dan strata jabatan yang dijalankan. Memastikan tidak terjadi tumpang tindih pekerjaan antar jabatan. Ada baiknya proses menyusun uraian jabatan dilakukan dengan bahasa yang mudah dimengerti.

(5) Melakukan Evaluasi Target Kinerja

Penetapan uraian terkait dengan target kinerja menjadi bagian penting dalam menyusun uraian jabatan. Lakukan evaluasi untuk memastikan bahwa informasi yang terdapat dalam uraian kerja tersebut mampu untuk mencapai target kinerja yang ditetapkan.

Bagaimana perusahaan Anda menyusun uraian jabatan (Job Description)? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk menyusun uraian jabatan dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

5 Hal yang Terlupakan dalam Penyusunan Struktur Organisasi

Struktur organisasi adalah salah satu faktor yang esensial dalam pengelolaan dan pengembangan perusahaan. Namun tidak sedikit perusahaan yang melupakan hal ini dalam menjalankan sistem.  Terkadang walaupun sudah memiliki sistem, terdapat beberapa perusahaan mengalami kesulitan dalam menyusun struktur organisasi.

Ada baiknya sebelum menyusun struktur organisasi perusahaan, perusahaan harus mempertimbangkan beberapa hal berikut.

(1) Budget Perusahaan

Alokasi atas budget menjadi hal yang penting untuk dipertimbangkan.  Perusahaan yang menginginkan struktur sederhana seringkali berhadapan dengan kondisi budget yang terbatas. Sedangkan perusahaan dengan budget yang memadai mampu untuk mengakomodasi struktur yang lebih kompleks.

(2) Arahan dan Strategi Perusahaan

Ada baiknya mendefinisikan ulang atas strategi perusahaan, melihat arahan perusahaan adalah penting untuk menentukan formasi strategi. Perusahaan yang sedang dalam pertumbuhan dan ekspansi memiliki struktur yang berbeda dengan perusahaan yang telah mapan.

(3) Ukuran dan Konteks Perusahaan

Perusahaan yang memiliki ruang lingkup luas tentu saja akan memiliki struktur organisasi yang berbeda dengan perusahaan yang memiliki ruang lingkup bisnis yang kecil. Bagaimana pengelolaan atas konteks bisa dilakukan dengan tepat dalam perusahaan adalah hal penting yang harus dapat dipertimbangkan.

(4) Business Process Perusahaan

Sebelum menyusun struktur organisasi adalah penting bagi perusahaan untuk mendesain business process terlebih dahulu. Memastikan bahwa penetapan tanggung jawab pada setiap alir proses dijalankan dengan tepat dan efektif harus dapat dipastikan terlingkupi dalam struktur organisasi.

(5) Persyaratan Kepatuhan

Persyaratan kepatuhan adalah salah satu hal penting yang perlu untuk dipertimbangkan untuk menyusun struktur. Beberapa perusahaan harus memastikan tersedianya jabatan sesuai dengan persyaratan dan regulasi yang terkait dengan perusahaan.

Bagaimana Anda mendesain struktur organisasi perusahaan? Pastikan perusahaan memilih referensi eksternal yang tepat untuk mendesain struktur organisasi. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)