4 Kesulitan dalam Mengimplementasikan Sistem Manajemen Kinerja

Dalam upaya untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis perusahaan, penerapan Sistem Manajemen Kinerja sangat perlu untuk diimplementasikan. Namun, tidak sedikit permasalah yang muncul sehingga penerapan yang terkait dengan Sistem Manajemen Kinerja tidak berjalan dengan efektif.

Berikut ini adaah ringkasan kesulitan-kesulitan terkait dengan proses implementasi Sistem Manajemen Kinerja.

Permasalah ini diuraikan sebagai berikut:

(1) Sistem Kerja yang Tidak Terstruktur

Sistem kerja yang ditetapkan di dalam perusahaan berlangsung random dan spontan ataupun pemberian fungsi yang bersifat multitask. Penetapan fungsi yang multitask sebenarnya tidak menjadi masalah sepanjang tidak tumpang tindih atas setiap jabatan/pekerjaan yang dijalankan dalam perusahaan. Hal ini bisa menyebabkan adanya target yang tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab personel secara tertulis, dan tidak mampu membedakan mana pekerjaan utama dan pekerjaan pendukung.

(2) Tidak adanya Pengendalian dan Pengawasan

Target kerja yang ditetapkan harus dipastikan adanya evaluasi. Evaluasi ini harus bersifat obyektif dan dihindarkan dari potensi self report, dimana pelaporan dilakukan berdasarkan pada laporan karyawan yang bersangkutan tanpa adanya pemeriksaan yang bersifat obyektif. Hal ini bisa menyebabkan perusahaan gagal dalam membedakan klasifikasi atas pencapaian target.

(3) Tidak Terdapat Dukungan Manajemen

Dalam upaya mencapai target, sangat diperlukan adanya program kerja. Pemilihan program kerja ini didasarkan pada evaluasi dan analisis data terkait dengan kebutuhan dan persyaratan yang terkait dengan pencapaian target kerja yang ditetapkan. Penetapan program ini membutuhkan dukungan manajemen terkait dengan keperluan yang berkaitan dengan sumber daya serta persyaratan lain yang diperlukan dalam upaya pencapaian target.

(4) Tidak Terdapat Rewad & Punishment

Dalam pencapaian atas target yang ditetapkan, rekoginisi atas pencapaian menjadi nilai penting bagi karyawan. Hal ini dapat membantu perusahaan untuk memberikan batasan informasi yang jelas antara target yang tercapai maupun yang tidak tercapai. Tidak adanya reward & punsihment akan menghilangkan motivasi karyawan dalam mencapai target yang diharapkan.

Dari pemasalahan yang dimaksud, perusahaan sebaiknya memiliki antisipasi dalam menanganai hambatan terkait dengan pencapaian Sistem Manajemen Kerja. Lakukan proses pencarian referensi eksternal untuk dapat memastikan bahwa penerapan Sistem Manajemen Kerja yang tepat dan efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Panduan Menyusun Standard Operating Procedure (SOP)

Melakukan penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) pada perusahaan, sebaiknya dilakukan melalui tahapan yang terstruktur dan sistematis. Terdapat beberapa pandangan yang salah terkait dengan penyusunan SOP itu sendiri, seperti menuliskan sesuai dengan tahapan proses yang berjalan atau lebih kepada penetapan kesepakatan atas sistem. Standard Operating Procedure yang dikembangkan idealnya dibentuk untuk melihat kepada potensi / prediksi dari sistem yang akan dikembangkan sesuai dengan perencanaan bisnis, menyesuaikan atas target dan pengelolaan resiko yang akan dijalankan.

Untuk dapat menyusun Standard Operating Procedure yang terpat, berikut ini adalah tahapan yang dapat dilakukan oleh perusahaan terkait dengan penyusunan SOP.

Dengan melakukan penyusunan SOP yang tepat, perusahaan dapat mencapai target yang diharapkan. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat melakukan penyusunan SOP di dalam perusahaan. Pengalaman yang tepat dapat menghasilkan output produktifikas sesuai dengan harapan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Penyusunan Skala Upah yang Tepat dan Produktif

Penentapan skala upah di dalam organisasi adalah suatu hal yang penting untuk dapat meningkatkan kinerja dari organisasi/perusahaan. Namun, tidak sedkit organisasi melakukan kesalahan dalam penyusunan skala upah yang menimbulkan adanya konflik dan kecemburuan pada karyawan yang kemudian dapat menyebabkan adanya penurunan produktifitas.

Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat dilakukan oleh organisasi untuk dapat menyusun skala upah yang tepat dan produktif.

Penyusunan skala upah sebaiknya dilakukan dengan mempertimbangkan konteks organisasi serta pendekatan produktif dari organisasi itu sendiri. Melakukan proses pengukuran analisis jabatan dapat dilakukan dengan mempergunakan referensi eksternal yang tepat. Lakukan proses penyusunan skala upah dengan mempergunakan konsultan yang telah berpengalaman dalam melakukan penyusunan sistem remunerasi. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Penyusunan Standard Operating Procedure Pada Organisasi Dana Pensiun

Penetapan atas SOP di dalam organisasi Dana Pensiun, dijalankan dengan memperhatikan kebijakan dan peraturan yang melekat pada peraturan dana pensiun. Untuk dapat memastikan proses penyusunan SOP pada organisasi Dana Pensiun, berikut ini adalah beberapa tahapan yang dapat dilakukan.

Berikut ini adalah diagram ilustrasi yang terkait dengan proses penyusunan Standard Operating Procedure.

Proses menyusun SOP (Standard Operating Procedure) ini menjadi bagian penting yang dapat dilakukan oleh organisasi pengelola dana pensiun sebagai bentuk kewajiban dari regulator. Lakukan kajian secara rutin untuk memastikan bahwa sistem yang dipergunakan adalah sesuai dengan regulasi dan fungsi proses yang ada di internal organisasi. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat terkait dengan penyusunan SOP dalam organisasi. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Apa yang Harus Dilakukan Apabila KPI Tidak Tercapai?

Penyusunan manajemen kinerja adalah langkah strategis yang dikembangkan oleh perusahaan/organisasi untuk dapat mencapai target yang diharapkan oleh perusahaan. Penetapan atas KPI itu sendiri wajib untuk dijalankan evaluasi dalam rangka memastikan bahwa KPI yang dijalankan benar-benar terpenuhi. Harapan terbesar dari organisasi/perusahaan adalah memastikan bahwa KPI ini dapat terpenuhi dan dijalankan sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam perusahaan/organisasi. Namun, tidak jarang, pencapaian atas KPI itu sendiri gagal untuk terlaksana.

Apabila tidak tercapai, langkah apa yang harus perusahaan/oranisasi lakukan. Berikut ini adalah gambaran hal apa saja yang harus dilakukan apabila KPI dari organisasi/perusahaan tidak tercapai.

Perusahaan melakukan kajian atas seluruh penyebab yang dimaksudkan tersebut untuk kemudian melakukan perbaikan atas pelaksanaan dari KPI. Perbaikan ini bertujuan agar sistem manajemen kinerja tetap berjalan dan mencapai apa yang menjadi target dengan baik dan efektif. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat agar perusahaan dapat menjalankan Sistem Manajemen Unjuk Kerja yang bersinergi dengan target organisasi. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Peranan Konsultan SOP dalam Penyusunan Kinerja Perusahaan

Dalam perusahaan, penyusunan Sistem Manajemen Kinerja menjadi salah satu kebutuhan untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis. Penyusunan Sistem Manajemen Kinerja dapat dilakukan secara internal perusahaan ataupun dengan mempergunakan jasa konsultan, salah satunya adalah konsultan SOP (Standard Operating Procedure). Lalu bagaimana peranan konsultan SOP dalam menyusun Sistem Manajemen Kinerja Perusahaan? Berikut ini adalah detail dari peran konsultan SOP yang dimaksud.

Mempertimbangkan peranan konsultan SOP tersebut, alangkah baiknya perusahaan/organisasi memiliki SOP sebagai proses sebelum menyusun Sistem Manajemen Kinerja. Untuk dapat mengoptimalkan Sistem Manajemen Kinerja di dalam perusahaan/organisasi, dimana penyusunan SOP menjadi agenda dalam pengembangan sistem di dalam organisasi. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam pengembangan Sistem Manajemen KInerja di dalam perusahaan melalui penyusunan SOP (Standard Operating Procedure). (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Tahapan yang Harus Diperhatikan dalam Menyusun SOP Produksi

Penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) untuk divisi produksi, ditetapkan untuk memastikan bahwa pengendalian dari proses pembuatan produk dijalankan dengan konsisten. Selain memastikan bahwa proses dijalankan sesuai dengan ketetapan alir yang tepat, penetapan SOP juga harus memastikan adanya kegiatan yang terkait dengan verifikasi dan validasi dari proses produksi itu sendiri. Kelengkapan atas setiap tahapan proses ini sebaiknya ditetapkan di dalam proses sebagai bagian dari pengendalian proses yang tepat.

Berikut ini adalah ilustrasi yang terkait dengan tahapan pengembangan SOP di divisi produksi.

Untuk dapat mengembangkan SOP yang tepat di dalam perusahaan, khususnya untuk divisi produksi, perusahaan dapat mengkaji dan menyusun ulang SOP yang saat ini dimiliki. Lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengembangkan dan mengimplementasikan SOP di perusahaan, khususnya terkait dengan kegiatan produksi. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengapa Standard Operating Procedure (SOP) Tidak Berjalan di Perusahaan

Setelah perusahaan memiliki Standard Operating Procedure (SOP), hal yang paling berat untuk dijalankan adalah memastikan bahwa SOP tersebut terimplementasi dengan tepat. Hal ini mempertimbangkan tidak sedikitnya perusahaan yang tidak dapat menjalankan SOP dan akhirnya SOP hanya menjadi dokumen pajangan saja. Untuk dapat memastikan implementasi berjalan, ada baiknya perusahaan melihat gambaran faktor apa saja yang menjadi penyebab tidak berjalannya SOP.

Untuk dapat mengetahui bahwa SOP berjalan dengan baik, perusahaan harus memastikan bahwa parameter yang disebutkan di atas telah dilakukan proses penanganan yang tepat. Lakukan proses perbaikan dan pengembangan sistem dengan mempergunakan referensi eksternal yang tepat dan berpengalaman agar sistem perusahaan dapat berjalan dengan efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Memahami Fungsi PPIC dalam Bidang Manufacturing

Dalam pengembangan perusahaan di bidang manufacturing, penetapan fungsi PPIC ditetapkan dalam organisasi sebagai salah satu fungsi strategis. Kehadiran fungsi PPIC di dalam sektor manufacturing adalah ibarat dirigen yang mengelola irama musik dengan tepat. Dalam beberapa kondisi, perusahaan dapat mengoptimalkan efisiensi dalam pengendalian dan pengelolaan proses produksi perusahaan. Namun, tidak sedikit ditemukan, perusahaan dalam proses pengelolaannya tidak memiliki fungsi PPIC yang terkait dengan pelaksanaan dari manajemen PPIC.

Lalu, apa saja yang menjadi fungsi PPIC itu sendiri? Untuk dapat membedah lebih dalam, berikut adalah analisis terkait dengan fungsi PPIC yang dapat dijalankan atas pengendalian fungsi PPIC yang dilakukan di dalam perusahaan.

(1) Melakukan penetapan standar lean manufacturing

PPIC melakukan analisis terkait dengan lean manufacturing yang terkait dengan pengendalian dan penanganan standar kapasitas yang dijalankan dalam proses produksi dari hulu dan hilir. Melakukan proses evaluasi atas setting kapasitas dan mengidentifikasi terkait dengan kapasitas terpasang serta kapasitas real yang dijalankan dalam proses pengelolaan perusahaan dijalankan dalam perusahaan. Sehingga dapat terukur dengan tepat untuk melakukan perencanaan atas optimalisasi kapasitas, kebutuhan order pelanggan serta kekuatan finansial perusahaan.

(2) Melakukan Perencanaan Proses Produksi

PPIC menyusun perencanaan proses produksi, dimana proses perencanaan disusun berdasarkan pada kebutuhan order dari marketing ataupun stock market. Dimana dalam proses yang telah ditetapkan tersebut dilakukan penetapan perencanaan proses produksi. Proses ini dirumuskan melalui perhitungan atas status stock barang jadi, kapasitas produksi (termasuk di dalamnya adalah perhitungan recovery), proses penetapan terkait dengan lead tim dari pengadaan barang.

(3) Melakukan Pengelolaan Perencanaan Pembelian

Menyusun sistem perencanaan pembelian yang disesuaikan dengan kebutuhan yag terkait dengan pengadaan barang serta bagaimana pengaturan waktu pembelian dilakukan untuk memastikan stock terkendali sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan. Termasuk di dalamnya adalah mengatur dari jadwal pengiriman yang dilakukan oleh pemasok untuk kebutuhan yang dimaksud.

Bagaimana dengan pengembangan fungsi PPIC dalam perusahaan dimana tempat Anda bekerja? Maksimalkan fungsi dari PPIC untuk kebutuhan strategis dan efisiensi dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

5 Kesalahan Perusahaan dalam Penerapan Sistem ISO 9001

Saat ini banyak perusahaan yang telah memiliki Sistem ISO 9001, namun dalam kondisi aktualnya penerapan atas Sistem ISO 9001 itu sendiri tidak berjalan dengan tepat dan efektif. Lalu dimana letak kesalahan dalam penerapan Sistem ISO 9001 yang dijalankan oleh perusahaan. Berikut ini adalah 5 (lima) kesalahan yang muncul dari ketidaktepatan penerapan Sistem ISO 9001.

(1) Pemahaman Atas Pentingnya Sistem ISO 9001

Beberapa perusahaan memiliki kesalahan dalam memahami penting dan manfaat dari Sistem ISO 9001. Sehingga memunculkan persepsi bahwa penerapan Sistem ISO 9001 hanya berkaitan dengan aspek dokumentasi dan pencatatan yang bersifat normatif. Ada baiknya perusahaan melihat bahwa ISO 9001 adalah alat improvement yang efektif dalam perusahaan. Dimana seluruh resiko yang muncul dapat terkendali serta adanya pengukuran dalam organisasi yang tepat.

(2) Minimnya Partisipasi dalam Perusahaan

Beberapa perusahaan menjalankan ISO 9001 terbatas hanya kepada beberapa kelompok karyawan. Sosialisasi tidam berjalan efektif, hal ini dapat berakibat dari proses implementasi yang berjalan sekedarnya. Ada baiknya perusahaan memaksimalkan setiap individu dalam perusahaan untuk mengimplementasikan sistem secara maksimal.

(3) Keterbatasan Metode Pengukuran

Orientaai sistem yang dijalankan dalam perusahaan sangat terbatas. Konsep pengukuran tidak berjalan secara maksimal dalam perusahaan. Perusahaan hanya menjalankan sistem operasional tanpa adanya pengukuran kinerja yang efektif.

(4) Siklus Pembelajaran yang Tidak Tuntas

Salah satu pelaksana dari sistem adalah individu. Dalam beberapa hal, individu tidak mendapatkan bekal pelatihan yang maksimal, sesuai dengan kebutuhan kompetensinya. Hal ini menyebabkan konsep kesadaran dan kepemimpinan tidak berjalan secara maksimal dalam perusahaan.

(5) Pengelolaan Stakeholder yang Tidak Optimal

Bagaimana proses pengelolaan atas stakeholder sebagai fungsi supppydalam sisitem berjalan? Ketiadaan sistem serta aturan yang jelas dalam perusahaan yang terjait atas stakeholder mampu menyebabkan sistem tidak berjalan secara maksimal.

Bagaimana perusahaan Anda menjalankan ISO 9001? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengimplementasikan dan mengembangkan sistem manajemen dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)