Manfaat Pra Audit BRCGS Versi 7 pada Industri Kemasan

Penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan BRCGS Versi 7 untuk industri kemasan, adalah salah jenis sertifikasi yang berbasiskan GFSI (Global Food Safety Initiative). Proses sertifikasi ini sedikit berbeda dengan skema sertifikasi FSSC ataupun ISO 22000, yang dimana terdapat dua tahapan kegiatan audit, yaitu initial audit dan final audit untuk mendapatkan sertifikat. Pada skema BRCGS, proses audit dijalankan dalam kegiatan satu tahapan audit saja sehingga perusahaan diminta untuk mempersiapkan sertifikasi BRCGS,

Untuk melakukan pemeriksaan terkait dengan kesiapan yang dimaksud, perusahaan dapat menjalankan kegiatan pra audit sebagai bentuk proses evaluasi yang dapat dilakukan.

Hasil dari kegiatan pra audit kemudian diperiksa untuk melihat bahwa setiap temuan harus ditindaklanjuti sebagai upaya terkait dengan pemenuhan persyaratan yang ada. Untuk dapat memenuhi persyaratan yang dimaksud, perusahaan dapat melakukan proses lanjutan untuk melakukan proses sertifikasi BRCGS pada sektor industri kemasan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Merancang Desain Cleaning & Sanitasi Pada Jasa Katering

Pengelolaan usaha jasa katering harus mempertimbangkan pemenuhan yang berhubungan dengan cleaning dan sanitasi sesuai dengan persyaratan atas PRP (baik yang dipersyaratkan pada penetapan HACCP 1-1969 revisi 2022, ISO 22002:100:2025, serta persyaratan tambahan yang terkait dengan persyaratan ISO 22002-2:2025). Penetapan atas desain yang terkait dengan cleaning dan sanitasi yang terkait pada jasa katering.

Pelaku usaha jasa katering dalam pelaksanaannya, memastikan bahwa persyaratan yang terkait dengan cleaning & sanitasi tersebut berjalan dengan tepat. Berikut ini adalah tahapan yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk dapat merancang desain cleaning & sanitasi pada jasa katering.

(1) Resiko

Desain cleaning dan sanitasi ditetapkan berbasiskan pada pendekatan resiko. Salah satu resiko yang menjadi perhatian utama adalah resiko terkait dengan bakteri baik yang pathogen maupun non pathogen. Mempertimbangkan pada faktor resiko ini, desain dan perencanaan cleaning dan sanitasi ditetapkan. Hal ini mempertimbangkan terkait dengan variabel biaya yang terkait dengan resiko yang ada.

(2) Rencana

Menyusun perencanaan dalam bentuk program cleaning dan sanitasi. Perencanaan ini terkait dengan dengan jumlah frekuensi dari proses cleaning dan sanitasi akan dilakukan. Penetapan atas rencana ini disesuaikan dengan resiko yang teranalisis. Dalam menyusun rencana dilakukan proses validasi yang berkaitan dengan referensi terkait dengan penanganan atas resiko yang dimaksud.

(3) Metode

Menetapkan jenis metode yang akan dijalankan untuk memastikan bahwa penetapan atas proses pembersihan dan sanitasi dijalankan sesuai dengan metode yang telah ditetapkan. Penggunaan metode dengan penggunaan bahan kimia dapat dipertimbangkan untuk menghilangkan potensi bakteri pathogen. Termasuk penggunaan terkait dengan pendekatan cleaning & sanitasi yang mempergunakan steaming.

(4) Pelatihan

Personel yang bertanggung jawab dalam menjalankan kegiatan cleaning & sanitasi dipastikan mendapatkan pelatihan yang tepat. Pelatihan ini bertujuan untuk memastikan bahwa personel terkait memiliki pemahaman atas cleaning dan sanitasi yang dimaksud. Pendekatan dijalankan secara teoritis dan praktek atas pelatihan yang dimaksud.

(5) Verifikasi

Melakukan pemeriksaan terkait dengan cleaning & sanitasi adalah untuk memastikan bahwa program kebersihan yang dilakukan adalah efektif. Menjalankan kegiatan verifikasi yang tepat dapat dilakukan dengan mempergunakan uji swab test yang bertujuan untuk mengidentifikasi potensi keberadaan dari bakteri pathogen. Verifikasi ini dapat dilakukan setahun sekali sebagai bentuk pemeriksaan, sedangkan pemeriksaan rutin dapat dilakukan dengan mempergunakan pemeriksaan visual.

(6) Limbah

Dalam pengolahan dan proses produksi produk katering, terdapat limbah yang harus dipastikan untuk dikelola dengan tepat untuk mencegah adanya potensi pencemaran. Pelaku jasa harus mempergunakan teknik pengolahan yang tepat sesuai dengan regulasi yang telah ditetapkan.

Mendesain cleaning dan sanitasi yang tepat dapat membantu pemastian jaminan keamanan pangan dijalankan dengan tepat. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat terkait dengan pelaksanaan Sistem Manajemen Keamanan Pangan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Tantangan Menjalankan Efisiensi

Saat ini, efisiensi adalah salah satu strategi bisnis yang dapat dijalankan oleh pelaku usaha untuk dapat menjalankan perusahaan secara berkesinambungan. Efisiensi sendiri adalah strategi yang dapat pelaksanaannya memiliki banyak tantangan. Tantangan yang seringkali muncul tersebut harus dapat diantisipasi terkait dengan program efisiensi yang dimaksud.

Tantangan yang dimaksud adalah menjadi bagian penting untuk dikendalikan agar target efisiensi yang dimaksud. Untuk dapat memastikan program efisiensi yang dimaksud,

(1) Produktifitas

Pengelolaan produktifitas tidak dapat dijadikan menjadi masalah ketika menjalankan efisiensi. Perusahaan harus memastikan bahwa pengurangan nilai biaya tidak mempengaruhi variabel yang berpengaruh terhadap produktifitas. Dimana produktifitas tersebut harus dijaga dan dipastikan tidak menjadi “korban” dari efisiensi.

(2) Menghilangkan Biaya Resiko

Biaya atas setiap resiko yang dapat muncul dalam perusahaan harus tetap dianggarkan meskipun tidak dipergunakan. Pengalihan atas resiko ini dapat berimplikasi terhadap perusahaan apabila terdapat suatu permasalahan. Pengurangan yang terkait dengan biaya resiko dapat dijalankan apabila perusahaan mampu untuk mengendalikan setiap tahapan proses yang ada.

(3) Kapasitas Sumber Daya

Perusahaan harus memperhitungkan berapa nilai dasar dari kapasitas sumber daya untuk menghasilkan output paling minimal untuk mensejajarkan kondisi dari output proses perusahaan. Harus dapat dipastikan nilai yang muncul ini tidak mengakibatkan kapasitas menjadi tidak dapat mengejar nilai minimal yang dimaksud ataupun nilai yang menimbulkan pemborisa terkait dengan kapasitas sumber daya yag dimaksud.

(4) Inovasi

Perusahaan sebaiknya tidak pernah berpikir untuk menjalankan proses yang sama dengan tahapan proses sebelumnya. Hal ini mempertimbangkan bahwa penetapan yang terkait proses yang ada harus dianalisis ulang dan dijalankan perubahan. Inovasi yang diharapkan ini dijalankan melalui perencanaan yang sistematis termasuk analisis atas potensi resiko yang dapat muncul.

(5) Struktur Proses

Tahapan proses harus dipastikan sudah diformalkan dan organisasi jelas sebelum kegiatan efisiensi dilakukan. Tahapan yang terstruktur dapat membantu pemetaan terhadap kebutuhan efisiensi dari proses yang ada. Ada baiknya perusahaan melakukan proses perbaikan atas struktur proses sebelum dijalankan kegiatan efisiensi.

Lakukan proses pengelolaan efisiensi yang tepat di dalam perusahaan. Pastikan proses ini dijalankan dengan kehati-hatian agar tetap memberikan dampak positif dan produktifitas yang optimal. Perusahaan dapat mempergunakan referensi dan konsultan yang tepat dan berpengalaman dalam mengembangkan program efisiensi. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mempersiapkan Pengurusan SNI untuk Produk Pangan

Persyaratan SNI (Standar Nasional Indonesia) untuk produk pangan ditetapkan menjadi suatu kewajiban terkait dengan produk pangan. Untuk dapat memiliki SNI, industri penghasil produk pangan tersebut dipastikan untuk melakukan proses persiapan terkait dengan proses audit SNI.

Lalu bagaimana proses pengurusan SNI dapat dijalankan? Berikut ini adalah tahapan-tahapan yang dapat dilakukan oleh pengurusan untuk melakukan pengurusan SNI.

Proses persiapan terkait dengan audit SNI didahului untuk melakukan proses sertifikasi ISO 9001 terlebih dahulu. Ada baiknya pembuatan sistem ISO 9001 yang dijalankan oleh perusahaan dengan mempergunakan referensi eksternal yang tepat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mempersiapkan Audit HACCP untuk Sektor Katering

Penyedia jasa katering (food service) saat ini memiliki tantangan untuk dapat memenuhi standar keamanan pangan yang terkait dengan sektor katering. Untuk dapat memenuhi persyaratan terkait dengan keamanan pangan, salah satu hal yang dapat dijalankan adalah dengan menjalankan sertifikasi HACCP. Untuk dapat menjalankan proses sertifikasi HACCP, ada baiknya jasa katering yang dimaksud dapat menjalankan tahapan yang terkait dengan audit HACCP yang dimaksud.

Berkut ini adalah tahapan yang terkait dengan proses sertifikasi HACCP yang dapat dijalanka oleh pelaku dari sektor katering.

Untuk dapat memastikan bahwa persiapan telah sesuai dan memenuhi kesiapan dari pelaku katering dapat memnjalankan setiap tahapan yang disebutkan dalam diagram. Agar dapat memastikan bahwa seluruh persyaratan tersebut terpenuhi, lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat terkait dengan proses audit dan sertifikasi HACCP yang dimaksud. Penggunaan konsultan yang berpengalaman dalam memastikan bahwa standar persyaratan yang dimaksud terpenuhi. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Menjalankan TACCP yang Tepat

Dalam pelaksanaan Sistem Manajemen Keamanan Pangan yang berbasiskan GFSI (Global Food Saety Initiative), persyaratan yang terkait dengan TACCP (Threat Analysis Critical Control Point) adalah wajib untuk dijalankan, baik dalam bentuk dokumen maupun persyaratan yang berhubungan dengan implementasinya. Untuk dapat menjalankan TACCP yang tepat, berikut ini adalah beberapa tahapan yang dapat dijalankan oleh perusahaan.

Penerapan atas TACCP harus dipastikan mengikuti langkah-langkah yang dimaksud di atas. Penyusunan dapat dilakukan dengan mempertimbangkan penggunaan referensi eksternal yang tepat. Dimana referensi yang dimaksud, menjadi bagian penting untuk dijalankan di dalam organisasi. Penggunaan konsultan yang tepat dan memahami alir proses penyusunan TACCP dapat membantu perusahaan dalam menyusun TACCP. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Membentuk Tim Keamanan Pangan yang Efektif

Dalam penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan, membentuk tim keamanan pangan adalah salah satu persyaratan yang harus dimiliki dalam penerapan sistem. Untuk memastikan bahwa tim keamanan pangan tersebut memiliki fungsi yang efektif dalam melakukan proses pelaksanaan Sistem Manajemen Keamanan Pangan. Hal ini menjadi penting, mempertimbangkan bahwa implementasi dapat berjalan dengan tepat apabila tim keamanan pangan bekerja secara maksimal.

Untuk dapat membentuk tim keamanan pangan yang efektif, berikut ini adalah tahapan-tahapan yang dapat dijalankan oleh perusahaan.

Dengan melakukan tahapan yang dimaksud, perusahaan dapat memastikan bahwa kinerja atas keamanan pangan adalah kinerja tim dan bukan kinerja individu. Tim keamanan pangan adalah agen penggerak untuk dapat memastikan bahwa organisasi yang dimaksud mampu menjalankan Sistem Manajemen Keamanan Pangan yang tepat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Tahapan Menjalankan Sertifikasi Non GMO di Industri Pangan

Pemberian label Non GMO (Genetic Modified Organism) pada produk pangan menjadi suatu nilai tambah pada produk khususnya apabila akan dilakukan penjualan pada area Internasional dan pelanggan yang memiliki kepedulian atas produk Non GMO. Dalam memastikan bahwa produk yang dimaksud adalah Non GMO, perusahaan dapat melakukan verifikasi eksternal untuk kemudian mendapatkan label yang terkait dengan produk Non GMO.

Untuk dapat menjalankan tahapan yang terkait dengan sertifikasi Non GMO, berikut ini adalah tahapan yang dapat dijalankan untuk menjalankan proses sertifikasi Non GMO.

Untuk dapat melakukan proses persiapan verifikasi ini, perusahaan dapat mempergunakan referensi eksternal yang tepat untuk dapat memenuhi standar persyaratan yang terkait dengan Non GMO. Dengan melakukan sertifikasi verifikasi Non GMO, produk dapat lebih memiliki tingkatan kepercayaan oleh pelanggan yang tinggi. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Peranan Konsultan dalam Proses Up Grade FSSC Versi 7

Sejak 1 Mei 2026, terdapat informasi yang berhubungan dengan up grade standar dari FSSC Versi 6 menjadi FSS Veri 7. Proses ini sudah mulai efektif dijalankan, baik untuk perusahaan yang telah memiliki sertifikat FSSC Versi 6 ataupun perusahaan yang belum memiliki sertifikat FSSC. Adapun untuk perusahaan yang telah memiliki sertifikat FSSC versi 6, perubahan ini dijalankan dengan melakukan proses up grade pada sistem yang ada. Proses up grade ini dapat dijalankan sengan skema proses sebagai berikut.

Untuk dapat melakukan proses up grade atas sertifikasi ini, perusahaan dapat mempergunakan konsultan yang berpengalaman dalam sistem dengan pendekatan interpersonal yang kuat. Hal ini bertujuan untuk dapat memastikan bahwa proses implementasi yang dijalankan dalam sistem bisa berjalan dengan efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

6 Cara Pengelolaan Pest Control yang Tepat dalam Industri Pangan

Dalam penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan, implementasi terkait dengan pest control menjadi salah satu dasar dari penerapan keamanan pangan. Pengelolaan atas pest control ini sendiri menjadi salah satu hal penting yang dapat dijalankan untuk memastikan produk pangan aman. Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat diakukan untuk melakukan pengeloaan pest control tersebut.

Penerapan yang terkait dengan pest control tersebut, bukan menjadi tanggung jawab dari vendor semata namun juga menjadi tanggung jawab dari perusahaan untuk dapat menjalankan. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk menjalankan pengendalian dan penanganan pest control di dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)