Pemahaman Biaya Kualitas dan Pengendaliannya Pada Sektor Manufacturing

Dalam penerapan kualitas pada sektor manufacturing, perusahaan dihadapkan pada biaya-biaya yang harus dikeluarkan untuk menjaga produk berkualitas dan mampu untuk memenuhi kepuasan pelanggan. Adapun kategori yang ditetapkan terkait dengan biaya kualitas adalah penjelasan sebagai berikut.

Adapun proses pengendalian yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut.

(1) Prevention Cost

Biaya ini dikeluarkan terkait dengan investasi sistem yang dibuat oleh perusahaan, baik itu dalam bentuk ketersediaan Sistem Manajemen Mutu, Internal Audit, serta proses sertifkasi. Biaya ini tidaklah murah, sehingga amat penting bagi perusahaan untuk secara konsisten menjalankan sistem manajemen yang tepat agar mendapatkan hasil maksimal dari sistem yang dimaksud.

(2) Appraisal Cost

Variabel biaya yang terkait dengan appraisal cost adalah biaya pengujian baik itu pemeriksaan laboratorium serta pengujian produk lainnya. Biaya ini terkait dengan biaya dari pengujian yang dilakukan baik secara internal maupun eksternal. Dimana biaya itu juga meliputi biaya penyediaan dan pemeliharaan peralatan, biaya personel yang melakukan pengujian serta biaya operasional pengujian itu sendiri. Penetapan atas metode pengujian menjadi penentu dari nilai biaya pengujian. Diharapkan nilai pengujian yang dijalankan adalah akurat dan sesuai dengan metode yang telah menjadi acuan.

(3) Cost of Internal Failure

Variabel biaya yang dikeluarkan untuk melakukan penanganan apabila ditemukan adanya produk/ barang yang selama proses produksi. Penanganan ini dapat diminimalkan apabila penanganan proses produksi dapat dikendalikan dengan tepat sehingga tidak memunculkan adanya biaya tambahan yang terkait dengan penyimpangan produk. Biaya ini juga mencakup pada kehilangan atas material dan produk yang tidak terealisasi menjadi produk jadi.

(4) Cost of External Failure

Variabel biaya yang dikeluarkan untuk penanganan apabila ditemukan adanya penyimpangan produk jadi yang telah sampai kepada pelanggan. Biaya ini muncul terkait dengan keluhan pelanggan atas produk, termasuk pergantian, penarikan produk, biaya investigasi, proses penanganan dan antisipasi atas klaim legal ataupun tuntutan lainnya dari pelanggan.

(5) Cost of Supplier Selection

Biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk melakukan pencarian pemasok, pembinaan serta penanganan sebelum memilih pemasok tersebut. Biaya ini dikeluarkan untuk mencegah adanya barang yang tidak sesuai dipasok ke dalam proses yang dapat menyebabkan permasalahan.

Perusahaan mempergunakan quality cost sebagai bentuk indikator kuantitatif terhadap penjaminan mutu atas produk. Biaya ini diperhitungkan sebagai bangian dari penanganan atas produk dan sistem agar memastikan pengelolaan pengembangan terkait dengan kualitas atas produk dari manufacturing. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat terkait dengan proses pengendalian atas quality cost. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mendesain Struktur Organisasi yang Tepat dalam Organisasi Manufacturing

Penetapan atas organisasi di dalam sektor manufacturing membutuhkan proses desain yang dijalankan dengan tepat. Kesalahan dalam proses penyusunan dapat menyebabkan kemunculan tidak efisiennya organisasi dan bahkan tidak dapat menjalankan apa yang menjadi harapan dari perusahaan.

Bagaimana langkah yang tepat bagi organisasi untuk dapat mendesain struktur organisasi yang tepat dalam organisasi Manufacturing? Berikut ini adalah ilustrasi yang tepat yang dapat diikuti oleh industri manufacturing untuk membentuk struktur organsiasi.

Tahapan dalam proses penyusunan struktur organisasi ini dapat dijalankan pada perusahaan baru (sedang dilakukan set up) serta perusahaan yang telah lama berjalan. Penyusunan dapat dilakukan dengan mempergunakan referensi eksternal yang tepat dan berpengalaman agar organisasi yang terbentuk adalah tepat. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk memastikan desain organisasi adalah efektif dan memberikan manfaat yang maksimal bagi organisasi.(Amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pengembangan KPI dalam Perusahaan

Dalam pengelolaan organisasi/perusahaan, penyusunan target kerja dikembangkan untuk dapat mencapai tujuan yang diharapkan dalam perusahaan. Penetapan atas Key Performance Indicator (KPI) menjadi bagian penting untuk dapat memastikan pergerakan bisnis perusahaan dapat berkembanga dengan tepat sesuai dengan keinginan perusahaan. Penetapan atas KPI tersebut dapat dilihat pada diagram di bawah ini.

Melakukan proses penyusunan KPI yang tepat dan terstruktur menjadi bagian dari manajemen pengelolaan SDM (Sumber Daya Manusia) di dalam organisasi/perusahaan. Lakukan pengembangan organisasi sesuai dengan target dari perusahaan dan organisasi mampu beradaptasi dengan seluruh tantangan dan target yang diharapkan. Penggunaan referensi eksternal yang tepat dapat memaksimalkan proses yang dimaksud. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengembangkan Karir Karyawan

Dalam pengelolaan organisasi, peranan karyawan sangat penting untuk memastikan bahwa pelaksanaan operasional berjalan dengan tepat. Salah satu bentuk penghargaan perusahaan kepada karyawan, selain kompensasi, adalah pengembangan karir karyawan yang bersangkutan. Pengembangan karir ini selalu menjadi upaya bagi karyawan maupun perusahaan untuk dapat memastikan berjalan seiringan dengan kompetensi yang akan dikembangkan di dalam organisasi tersebut.

Untuk dapat mengelola karir karyawan, perusahaan dapat mengembangkan sistem yang tepat agar karir karyawan dapat berjalan seimbang dengan perkembangan organisasinya serta apa yang paling dibutuhkan dalam organisasi itu sendiri. Berikut ini adalah gambaran bagaimana perusahaan dapat mengembangkan karir karyawan.

Karir yang terkelola dengan tepat dapat meningkatkan rasa memiliki dalam perusahaan. Dimana karyawan merasa adanya perlakuan yang tepat dalam menjalankan aspirasi dari mereka dan bagaimana mereka dapat berkembang sesuai dengan kebutuhan organisasinya. Pengembangan talent internal bukanlah hal yang mudah namun patut untuk diperjuangkan sebagai bentuk penghargaan perusahaan kepada karyawannya. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Manajemen Efisiensi dalam Sektor Manufacturing

Saat ini tantangan sektor manufacturing adalah sangat kompleks. Dengan biaya tinggi serta kompetisi yang tidak rasional dari produk impor, sektor manufacturing harus mengambil langkah strategi yang tepat untuk dapat mengambil solusi. Salah satu strategi yang dapat dijalankan oleh perusahaan adalah dengan menjalankan program efisiensi. Berikut adalah beberapa strategi efisiensi yang dapat perusahaan jalankan.

Dengan menjalankan strategi yang dimaksud, diharapkan pelaku usaha yang bergerak di bidang manufacturing dapat mengupayakan langkah tepat dalam menghadapi problema persaingan usaha. Secara tepat, penggunaan referensi eksternal akan sangat membantu perusahaan dalam menghasilkan solusi dan percepatan startegi yang optimal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Peningkatan Produktifitas Melalui Sistem Remunerasi

Banyak perusahaan/organisasi dalam menyusun sistem remunerasi tidak menjalankan secara tepat dan berhubungan langsung dengan produktifitas. Perusahaan dapat mengembangkan sistem remunerasi yang efektif agar produktifitas dapat berjalan di dalam organisasi/perusahaan.

Bagaimana perusahaan mengembangkan sistem remunerasi adalah langkah strategis yang dilakukan oleh perusahaan untuk dapat memastikan kinerja perusahaan terjaga. Mengembangkan sistem itu sendiri dapat dijalankan dengan mempergunakan referensi eksternal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mempelajari Kesalahan dalam Menyusun Remunerasi

Proses menyusun remunerasi di dalam suatu organisasi seringkali menjadi tantangan tersendiri. Kesalahan dalam proses penyusunan dapat mengakibatkan ketidakpuasan dari karyawan, ataupun permasalahan budget di dalam organisasi. Remunerasi secara prinsip adalah kompleks meskipun bagi beberapa perusahaan penyusunannya diupayakan sesederhana mungkin.

Sebelum melakukan penyusunan remunerasi, ada baiknya perusahaan memahami jenis-jenis kesalahan yang dapat terjadi dalam menyusun remunerasi. Berikut ini adalah kesalahan yang seringkali muncul.

Menyusun remunerasi yang tepat, sebaiknya dapat mengjindarkan dari pemasalahan yang disebutkan di atas. Ada baiknya perusahaan menetapkan langkah pintar dan strategis dalam menyusun remunerasi, hal ini bertujuan untuk dapat mengembangkan sistem remunerasi yang efektif dan produktif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mempergunakan KPI Sebagai Langkah Strategis Dalam Perusahaan

Perusahaan seringkali terjebak di dalam kegiatan/aktifitas rutin, sehingga seringkali terjebak dalam proses pengembangan strategisnya. Untuk dapat meningkatkan kinerja, perusahaan dapat mempergunakan Sistem Manajemen Unjuk Kerja, sebagai salah satu tahapan pengembangan strategis perusahaan. Lalu bagaimana tahapan proses yang harus dijalankan oleh perusahaan terkait dengan pengembangan langkah strategis yang dimaksud.

Lalu apa manfaat perusahaan dengan menjalankan penetapan KPI di dalam organisasi secara strategis.

(1) Memastikan tingkat profesionalisme proses

Dimana setiap departemen dan personel dituntut untuk bertanggung jawab dalam pekerjaannya agar target yang dijalankan oleh perusahaan dapat berjalan dengan baik. Di sini, setiap personel di dalam organisasi diminta berupaya untuk mencapai target dan dilakukan tindakan untuk perbaikan apabila target yang dimaksud tidak tercapai.

(2) Melakukan proses sinergi antara di dalam internal perusahaan

Tujuan dari KPI salah satunya adalah memberikan keberlanjutan antara target perusahaa dan terget per depatemen/personel. Dimana pencapaian perusahaan dipastikan terdapat kontribusi yang nyata pada karyawan/personel dalam perusahaan.

(3) Sarana evaluasi kinerja dari SDM (Sumber Daya Manusia)

KPI dapat menjadi bagian untuk melakukan evaluasi atas kinerja SDM untuk kemudian dilakukan proses pembinaan/pelatihan terkait dengan titik bagaimana melakukan proses pengembangan atas personel yang ada di dalam organisasi.

Penggunaan KPI (Key Performance Indicator) menjadi bagian penting pada organisasi untuk dapat memaksimalkan kinerja organisasi/perusahaan. Pengembangan serta pelaksanaan yang dapat dijalankan tersebut dapat menjadi titik evaluasi perusahaan untuk mengidentifikasi kebutuhan pengembangan. Lakukan proses pengembangan dan penyusunan KPI perusahaan yang tepat agar mendapatkan hasil yang optimal dan efektif dalam organisasi. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

PPIC yang efektif

Fungsi Production Planning & Inventory Control (PPIC) di dalam sektor manufacturing adalah sangat penting dan strategis. Namun, tidak sedikit perusahaan yang tidak memiliki fungsi PPIC yang efektif. Mempertimbangkan hal tersebut, adalah sangat tepat bagi perusahaan untuk melakukan analisis terkait dengan bagaimana mengembangan PPIC yang efektif. Berikut ini adalah ilustrasi yang terkait dengan sistem PPIC yang efektif.

Untuk dapat meningkatkan peran PPIC di dalam perusahaan, ada baiknya perusahaan mempergunakan referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengembangkan sistem PPIC tersebut. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat terkait dengan pengembangan fungsi PPIC dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Manfaat Gap Analysis oleh Konsultan Bisnis

Pemeriksaan atas kondisi bisnis sangat diperlukan oleh perusahaan/organisasi untuk mengidentifikasi kebutuhan perbaikan dan pengembangan. Proses ini terbilang tepat apabila dilakukan oleh pihak ketiga, seperti konsultan, yang merupakan pihak independen untuk melakukan proses evaluasi. Sebagai pihak independen, hasil yang diharapkan akan menjadi lebih obyektif dalam menilai kebutuhan atas pengembangan bisnis.

Kegiatan Gap Analysis ini sendiri meliputi berbagai kegiatan yang dapat digambarkan dalam ilustrasi sebagai berikut.

Dengan menjalankan Gap Analysis, perusahaan dapat memahami kekurangan serta kelebihan dari organisasinya. Hal ini bermanfaat untuk mengambil tindakan selanjutnya. Organisasi dapat melakukan analisis penyebab masalah dengan konsultan dan secara aktif menerima masukan apabila terdapat kekurangan yang teridentifikasi. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengembangkan sistem manajemen di dalam perusahaan/organisasi dengan menjalankan gap analysis. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)