Bagaimana Cara Mendeteksi Kesalahan Sistem Remunerasi dalam Perusahaan

Dalam menyusun remunerasi, banyak perusahaan yang menjalankan tidak melalui sistem remunerasi yang tepat.  Beberapa perusahaan bahkan mempergunakan mekanisme negosiasi dalam penetapan gaji karyawan.  Ada beberapa resiko yang muncul terkait dengan tidak adanya sistem remunerasi yang tepat, salah satunya adalah tingginya budget remunerasi atau kesulitan perusahaan untuk melakukan retensi karyawan.

Lalu bagaimana cara melakukan proses pendeteksian terkait dengan adanya kesalahan dalam sistem remunerasi perusahaan? Berikut ini adalah cara efektif untuk melakukan pendeteksian sistem remunerasi yang dilakukan dalam perusahaan.

(1) Remunerasi yang Tidak Sebanding dengan Produktifitas

Sistem penggajian yang dimiliki oleh perusahaan tidak melihat sisi produktifitas yang termuat dalam gambaran job grade. Hal yang terkait dengan status atas produktifitas tersebut sesuai dengan rasio gaji.

(2) Budget yang Melebihi Sesuai dengan Standar Persyaratan

Melakukan penetapan terkait dengan budget yang sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan. Memastikan bahwa budget dari kompensasi sesuai dengan persyaratan referensi kelompok yang ada.

(3) Kesulitan Melakukan Retensi Karyawan

Melakukan proses pengelolaan retensi karyawan harus dipastikan sesuai dengan jalur karir karyawan untuk melakukan pengelolaan terkait dengan proses retensi karyawan.  Serta bagaimana dengan menjalankan dengan program retensi karyawan.

Begitu proses pendeteksian penyimpangan dari sistem remunerasi perusahaan. Untuk lebih mengoptimalkan dan mengembangkan sistem remunerasi dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Manfaat Memiliki Etika Perusahaan

Dalam mengelola usahanya, perusahaan harus memiliki prinsip bisnis yang dijaga secara baik oleh perusahaan dan tim yang ada dalam perusahaan.  Prinsip-prinsip ini tertuang di dalam etika perusahaan yang menjadi panduan dalam prilaku organisasi dijalankan.

Lalu manfaat apa yang didapatkan pada penggunaan etika perusahaan? Berikut ini beberapa manfaat yang didapatkan perusahaan dalam memiliki dan menjalankan etika perusahaan.

(1)  Mendetailkan Prinsip Perusahaan ke dalam Panduan Prilaku

Dengan memiliki etika perusahaan, karyawan dan manajemen memiliki panduan yang jelas mengenai bagaimana prilaku organisasi dijalankan sesuai dengan prinsip yang telah ditetapkan.

(2) Memudahkan Pelaksanaan Budaya Perusahaan

Bagaimana proses pelaksanaan budaya perusahaan dijalankan? Dengan tersedianya etika perusahaan maka pelaksanaan budaya perusahaan dapat dijalankan dalam kegiatan hariannya.

(3) Menjaga Brand Perusahaan

Dengan adanya etika perusahaan, nilai-nilai positif akan terintegrasi ke dalam prilaku organisasi dan individu. Merk yang dimiliki oleh perusahaan akan dapat terjaga dengan etika perusahaan tersebut.

(4) Menjaga Kepatuhan

Adanua etika menyebabkan bahwa kepatuhan dapat terkelola dengan tepat. Adanya konsistensi pelaksanaan kepatuhan akan menjadi bagian penting dalam organisasi ketika menerapkan transparansi dan GCG (Good Corporate Governance).

Apakah perusahan Anda saat ini telah memiliki etika perusahaan? Lakukan proses pencarian referensi eksternal dalam menetapkan dan menyusun etika perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

5 Hal yang Salah Dilakukan dalam Program Perampingan Perusahaan

Salah satu cara beberapa perusahaan untuk bertahan dalam bisnis adalah dengan melakukan proses perampingan perusahaan.  Namun tidak sedikit perusahaan yang salah dalam melakukan program perampingan perusahaan. Berikut ini terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait dengan kesalahan tersebut.

(1) Perampingan Bukan PHK

Banyak perusahaan yang melihat perampingan adalah PHK. Keberhasilan diukur dengan berapa banyak karyawan yang sudah tidak menjadi beban perusahaan. Banyak yang melupakan bahwa perampingan adalah transformasi untuk lebih menjalankan fokus bisnis.

(2) Ketidaktersediaan Sistem Perencanaan yang Tepat

Bagi perusahaan pengurangan yang dilakukan adalah dengan mengurangi jumlah karyawan saja.  Sistem perencanaan harus dianalisis seperti perubahan business process atau adanya pengalihan pihak ketiga dalam proses yang dijalankan.

(3) Tidak Mempertimbangkan Aspek Investasi SDM yang Tepat

Banyak perusahaan melihat karyawan adalah beban perusahaan yang ketika perusahaan sedang dalam kondisi sulit menjadi resiko bisnis.  Banyak perusahaan yang ketika melakukan proses perampingan tidak memastikan bahwa SDM adalah investasi ilmu pengetahuan yang juga harus dikelola dengan tepat dalam organisasi.

(4) Kesalahan dalam Mengidentifikasi Resiko

Sekecil apapun program perampingan, dipastikan adanya resiko yang muncul dalam perusahaan. Selain permasalahan finansial, perusahaan juga harus memperhatikan dampak budaya dalam perusahaan.

(5) Tidak Mengukur Produktifitas yang Harus Dicapai

Perampingan tanpa disertai dengan strategi bisnis yang kuat dalam menghasilkan banyaknya kehilangan peluang-peluang bisnis dalam perusahaan. Ada baiknya proses pengukuran produktifitas tersebut dinilai dengan tepat.

Bagaimana perusahaan Anda menjalankan program perampingan? Pastikan prinsip kehati-hatian dan perencanaan yang matang dilakukan oleh perusahaan. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam mengelola perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengembangkan Desain Sistem Manajemen SDM yang Efisien Bagi Perusahaan

Saat ini, perusahaan banyak mengalami kondisi yang tidak mendukung dalam pertumbuhan bisnis. Beberapa pertimbangan seperti peningkatan biaya, faktor respon pelanggan ataupun faktor lainnya yang dapat menyebabkan meningkatnya resiko bisnis pada perusahaan. Pada kondisi seperti saat ini, salah satu hal penting adalah bagaimana mendesain sistem manajemen SDM (Sumber Daya Manusia) yang tepat dan efektif untuk memastikan bagaimana sumber daya manusia bisa menjadi elemen efisiensi yang efektif dalam perusahaan.

Lalu bagaimana mekanisme yang tepat dalam pengelolaan manajemen SDM (Sumber Daya Manusia) untuk dapat meningkatkan nilai efisiensi perusahaan?

(1)  Mendesain Produktifitas SDM (Sumber Daya Manusia)

Bagaimana sumber daya manusia yang ada dalam perusahaan memiliki nilai optimalisme yang tepat dari setiap karyawan yang ada dalam perusahaan?  Mendesain produktifitas itu sendiri dapat dijalankan dengan beragam cara, salah satunya adalah dengan memastikan output dari sumber daya manusia terukur secara tepat dan efektif. Terdapat beberapa cara dalam merencanakan pengukuran produktifitas:

(a) Hasil dalam hitungan satuan waktu

(b) Tingkat resiko yang terkelola

(c) Potensi keuntungan yang didapat

(2) Menyusun Sistem Pengukuran

Output produktifitas yang ada dilakukan sistem pengukuran dan melakukan penilaian untuk memastikan bahwa setiap produktifitas yang ada dapat terukur.  Untuk beberapa jenis pekerjaan yang mengalami kesulitan untuk melakukan proses pengukuran, maka proses pengukuran dapat dinilai dari tingkat resiko yang dapat dicegah.

(3) Mengendalikan dan Mengevaluasi

Melakukan proses penilaian atas pencapaian terkait dengan produktifitas adalah sangat penting. Indikator atas keberhasilan bagaimana hasil pencapaian tersebut dapat dijalankan dengan melakukan proses evaluasi terhadap kinerja dari SDM tersebut.

Bagaimana desain program efisiensi dijalankan dalam perusahaan Anda? Lakukan penggunaan referensi eksternal yang tepat untuk mengelola SDM dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

 

5 Penyebab Kegagalan Bisnis Kuliner

Popularitas atas bisnis kuliner saat ini sedang mencapai trend yang paling baik dan maksimal. Namun, tidak sedikit bisnis kuliner mengalami kegagalan dan kesulitan untuk berkembang.

Berikut ini adalah 5 (lima) penyebab kegagalan dari bisnis kuliner, yaitu sebagai berikut:

(1) Tidak Memiliki Keunikan Khusus

Pilihan menu dan konsep atas bisnis kuliner harus dipastikan memiliki keunikan khusus yang dapat memberikan pengalaman khusus kepada pelanggan.  Ketidakunikan menjadi salah satu penyebab mengapa pelanggan tidak memiliki alasan khusus untuk dapat memilih sektor kuliner yang dimaksud.

(2) Tidak Memahami Pasar

Pelanggan adalah bagian penting yang perlu untuk diidentifikasi kebutuhannya. Bagaimana perusahaan harus dapat mengidentifikasi jenis produk, prilaku pelanggan serta profil ekonomi dari pelanggan yang akan dituju.

(3) Harga Produk

Faktor ini bersifat sensitif, tapi memberikan pengaruh besar kepada pelanggan.  Ada baiknya dalam mengembangkan bisnis kuliner, faktor harga harus dapat dipertimbangkan.

(4) Konsistensi Kualitas

Banyak bisnis kuliner yang tidak mampu secara konsisten dalam menjaga kualitas. Kadangkala beberapa perusahaan mengalami kesulitan dalam menjaga kualitas secara konsisten dalam waktu panjang. Banyak yang melupakan bahwa menjaga kualitas adalah suatu strategi penting yang harus dijalankan dalam perusahaan.

(5) Pelayanan

Hal terlupakan yang seringkali tidak konsisten dijalankan adalah pelayanan. Bagaimana restoran mengelola SDM (Sumber Daya Manusia) dengan tepat dan efektif untuk dapat memberikan pelayanan yang maksimal.

Bagaimana perusahaan Anda menjalankan bisnis restoran yang ada? Lakukan proses pencarian referensi ekstrnal untuk dapat mengembangkan dan mengelola bisnis restoran yang ada. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Bisakah Perusahaan Menjalankan Manajemen Autopilot?

Saat ini konsep autopilot adalah suatu konsep menarik yang banyak dijalankan dalam perusahaan. Sevelum menjalankan konsep autopilot, ada baiknya perusahaan memastikan ha-hal betikut ini telah dipersiapkan dengan baik.

(1) Budaya Perusahaan yang Efektif

Bagaimana budaya perusahaan di implementasi kan. Budaya perusahaan adalah pengikat karyawan dengan perusahaan, tanpa adanya budaya yang efektif, ikatan positif antara karyawan dan perusahaan tidak berjalan dengan baik.

(2) Sistem dan Struktur Organisasi

Konsep pengendalian perusahaan harus terkoneksi secara kuat dalam struktur organisasi. Bagaimana unsur penjabaran atas fungsi dan tanggung jawab dapt dijalankan dengan tepat.

(3) Aturan Kerja yang Jelas

Ketersediaan SOP serta kebijakan perusahaan menjadi dasar bagaimana mekanisme proses dijalankan, adalah menjadi bagian utama dalam mengelola manajemen autopilot.

Desain konsep manajemen yang teoat dalam perusahaan Anda. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengimplementasikan sistem operasional perusahaan yang efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Desain Sistem Efisiensi Perusahaan

Saat ini, perusahaan memiliki tabtangan untuk dapat mendesain sistem efisiensi. Adanya persaingan yang ketat serta kompetisi serta nilai jual yang terbatas menjadi tantangan berat bagi perusahaan.

Salah satu strategi yang efektif yang dapat dijalankan. Lalu bagaimana program efisiensi dijalankan?

(1) Menganalisis Biaya

Ada baiknya perusahaan mengidentifikasi seluruh biaya yang muncul dalam perusahaan. Lakukan proses klasifikasi atas biaya yang ada tersebut. Tetapkan biaya yang baik dan biaya yang tidak tepat. Bagaimana biaya yang tidak tepat dipisahkan untuk kemudian dialokasikan ke dalam sektor bisnis lainnya.

(2) Mengembangkan Investasi Produktif

Lakukan investasi atas inovasi-inovasi yang dapat mengurangi bahaya namun meningkatkan produktifitas. Bagaimana perusahaan mengoptimalkan nilai investasi yang dijalankan tersebut dapat mengurangi biaya produkyit.

(3) Menyusun Alternatif Skema Efisiensi

Buatlah skema investasi dalam skala yang terukur, baik itu jangka panjang maupun jangka pendek. Indikator pencapaian harus dipastikan terukur agar dapat terevaluasi secara maksimal.

Lakukan program efisiensi yang tepat dalam perusahaan Anda. Gunakan referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengimplementasikan program yang dimaksud. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Strategi Manajemen Performa melalui Malcom Baldrige

Sistem kinerja pada setiap perusahaan dibentuk untuk dapat mencapai taget kinerja perusahaan. Hal yang seringkali ditemukan bahwa penyusunan Sistem Manajemen Unjuk Kerja tidak sesuai dengan teknik penyusunan yang tepat.

Salah satu metode yang harus dipergunakan adalah Malcolm Baldrige. Lalu bagaimana metode tersebut harus dijalankan?

(1) Penentuan atas Kinerja yang Akan Dicapai dalam Perusahaan

Pendekatan Malcolm Baldrige dijalankan dengan terlebih dahulu menetapkan target yang akan ditetapkan oleh perusahaan. Setelah target ditetapkan, perusahaan akan menyusun konsep yang terkait dengan bagaimana target itu dijalankan dalam bentuk program.

(2) Menyusun Strategi

Pelaksanaan program membutuhkan panduan teknis yang ditetapkan dalam bentuk strategi atau kebijakan. Penerapan strategi ini terkait dengan prioritas dari tindakan yang akan dijalankan dalam perusahaan. Salah satu strategi yang dijalankan adalah dengan program pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia) yang biasanya ditetapkan dalam bentuk strategi jangka panjang dan jangka pendek.

(3) Mengukur Dampak Korelasi Program dan Strategi dengan Output

Dengan mempergunakan teknik analisis statistik, aspek kausalitas diidentifikasi. Apabila penelitian ini belum ada, maka perusahaan dapat mempergunakan referensi-referensi yang ditetapkan terkait dengan pencapaian output yang dipersyaratkan tersebut.

Banyak perusahaan mempergunakan kombinasi Balanced Score Card dan Malcolm Baldrige sebagai bentuk evaluasi terkait dengan target dan pencapaian yang dipersyaratkan. Bagaimana perusahaan Anda menjalankan target dengan tepat dan efektif? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat terkait dengan penerapan Sistem Manajemen Unjuk Kerja dalam Perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com)

Mengembangkan Pelatihan Pengembangan Budaya Perusahaan

Proses implementasi dari budaya perusahaan sangat membutuhkan peran sumber daya manusia. Seringkali kesalahan dalam pengelolaan terkait dengan budaya perusahaan timbul karena ketidaktepatan dalam proses pengelolaan SDM.

Melihat faktor tersebut, adalah penting bagi perusahaan untuk menjalankan program pelatihan yang tepat dalam pengembangan budaya perusahaan

Lalu jenis pelatihan apa saja yang dapat dijalankan untuk pengembangan budaya perusahaan.

(1) Pelatihan Agen Perubahan

Pelatihan yang ditetapkan untuk melatih agen perubahan serta membentuk agen perubahan yang tepat dan efektif.

(2) Pelatihan Kompetensi Budaya

Mengidentifikasi kompetensi-kompetensi pembentuk budaya perusahaan yang ditetapkan pada perusahaan.

Bagaimana dengan perusahaan Anda dalam mengembangkan budaya perusahaan? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengimplementasikan budaya perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

5 Hal yang Harus Diperhatikan Dalam Menyusun Budaya Perusahaan di Perusahaan Keluarga

Transformasi bisnis adalah salah satu strategi untuk membentuk profesionalisne perusahaan. Tidak sedikit perusahaan mengalami kesulitan dalam mengimplementasikan budaya perusahaan, salah satunya adalah melakukan implementasi budaya perusahaan dalam perusahaan keluarga. Namun, hal tersebut bukanlah sesuatu yang mustahil untuk dijalankan.

Untuk dapat mengembangkan budaya perusahaan, berikut ini adalah beberapa pertimbangan yang perlu untuk diperhatikan dalam mengimplementasikan budaya perusahaan.

(1) Konsistensi Komitmen

Sebelum menjalankan proses transformasi ini, memastikan terlebih dahulu pentingnya kimitmen untuk dapat dijalankan. Bagaimana konsep dan strategi harus dijalankan sesuai dengan nilai – nilai buday perusahaan.

(2)Pengukuran Obyektif

Dalam proses pengukuran atas implementasi budaya tersebut, harus dipastikan dibarengi dengan suatu proses pengukuran yang onyektif. Hal ini dapat menjadi proses evaluasi yang tepat.

(3) Pembentukan Fungsi Agen Perubahan

Jabatan yang berfungsi sebagai agen perubahan adalah penting dalam perusahaan. Pemberian tanggung jawab dan kewenangan terkait dengan perubahan yang dimaksudkan tersebut. Dalam perusahaan keluarga, adalah tepat apabila pemilik usaha juga menjadi agen perubahan.

(4) Penanganan Program Sosialisasi

Komunikasi atas perubahan budaya ini tidak boleh dihentikan. Menyusun komunikasi aktif dan partisipatuf menjadi bagian penting dalam budaya perusahaan.

(5) Pembentukan Leadership

Sakahbsatu tanggejawab dari agen perubahan adalah melakukan transformasi dari leadership sentralustik menjadi leadership pada masing-masing departemen.

Bagaimana perusahaan Anda menerapkan Budaya Perusahaan? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengimplementasikan budaya perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)