5 Hal yang Harus Diperhatikan Dalam Menyusun Budaya Perusahaan di Perusahaan Keluarga

Transformasi bisnis adalah salah satu strategi untuk membentuk profesionalisne perusahaan. Tidak sedikit perusahaan mengalami kesulitan dalam mengimplementasikan budaya perusahaan, salah satunya adalah melakukan implementasi budaya perusahaan dalam perusahaan keluarga. Namun, hal tersebut bukanlah sesuatu yang mustahil untuk dijalankan.

Untuk dapat mengembangkan budaya perusahaan, berikut ini adalah beberapa pertimbangan yang perlu untuk diperhatikan dalam mengimplementasikan budaya perusahaan.

(1) Konsistensi Komitmen

Sebelum menjalankan proses transformasi ini, memastikan terlebih dahulu pentingnya kimitmen untuk dapat dijalankan. Bagaimana konsep dan strategi harus dijalankan sesuai dengan nilai – nilai buday perusahaan.

(2)Pengukuran Obyektif

Dalam proses pengukuran atas implementasi budaya tersebut, harus dipastikan dibarengi dengan suatu proses pengukuran yang onyektif. Hal ini dapat menjadi proses evaluasi yang tepat.

(3) Pembentukan Fungsi Agen Perubahan

Jabatan yang berfungsi sebagai agen perubahan adalah penting dalam perusahaan. Pemberian tanggung jawab dan kewenangan terkait dengan perubahan yang dimaksudkan tersebut. Dalam perusahaan keluarga, adalah tepat apabila pemilik usaha juga menjadi agen perubahan.

(4) Penanganan Program Sosialisasi

Komunikasi atas perubahan budaya ini tidak boleh dihentikan. Menyusun komunikasi aktif dan partisipatuf menjadi bagian penting dalam budaya perusahaan.

(5) Pembentukan Leadership

Sakahbsatu tanggejawab dari agen perubahan adalah melakukan transformasi dari leadership sentralustik menjadi leadership pada masing-masing departemen.

Bagaimana perusahaan Anda menerapkan Budaya Perusahaan? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengimplementasikan budaya perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Membuat Kebijakan Remunerasi yang Efektif

Sistem remunerasi adalah sistem yang sangat kritikal dan sensitif dalam perusahaan.  Sehingga tidak sedikit perusahaan yang mengalami kesulitan akibat remunerasi yang muncul tidak secara tepat dapat dijalankan.  Sebelum menjalankan program remunerasi, ada baiknya perusahaan menyusun kebijakan remunerasi sebagai pedoman dari proses remunerasi tersebut.

Jenis kebijakan apa yang diperlukan oleh perusahaan terkait dengan program remunerasi?

(1) Kebijakan Terkait dengan Jabatan Organisasi

Menyusun kebijakan terkait dengan status jabatan organisasi adalah menjadi bagian penting dalam penetapan remunerasi. Penetapan tentang bagaimana penetapan dari grade jabatan termasuk di dalamnya adalah menentukan skala remunerasi yang tepat dalam jabatan tersebut.

(2) Kebijakan Terkait dengan Tunjangan dan Fasilitas

Penetapan atas sistem pemberian tunjangan dan fasilitas menjadi nilai penting dalam program penyusunan remunerasi.  Tunjangan dan fasilitas seperti tunjangan kinerja, tunjangan perumahan, pendidikan dan lain sebagainya menjadi hal penting yang terkait dengan penetapan remunerasi dalam perusahaan.

(3) Kebijakan Terkait dengan Reward and Punishment

Penetapan atas kebijakan menjadi nilai penting yang dapat dipahami oleh karyawan terkait dengan proses peningkatan pendapatan dan karir. Memberikan informasi yang tepat kepada karyawan terkait dengan proses dan mekanisme kenaikan gaji menjadi hal penting bagi perusahaan.

(4) Kebijakan Terkait dengan Skala Pengupahan

Menetapkan sistem dan skala pengupahan yang terstruktur dan disahkan dalam suatu kebijakan adalah hal yang penting untuk memastikan mekanisme remunerasi dapat dijalankan secara transparan.

Bagaimana skala pengupahan dapat berjalan dalam Perusahaan Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal untuk dapat mengembangkan skala pengupahan dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Menyusun Job Description yang Tepat dan Efektif

Dalam penerapan sistem operasional, tersedianya Job Description adalah hal yang utama yang menjadi panduan dalam pelaksanaan sistem.  Namun dalam kondisi aktualnya, banyak perusahaan memiliki hambatan terbesar terkait dengan Job Description. Lalu bagaimana menyusun Job Description yang tepat dalam perusahaan?

Berikut ini adalah langkah-langkah yang tepat dan efektif dalam menyusun Job Description.

(1) Menganalisis Business Process

Memetakan proses yang dijalankan perusahaan, serta mempelajari alokasi penempatan jabatan dalam business process tersebut.

(2) Mengidentfikasi Struktur Organisasi

Melakukan kajian atas penempatan jabatan dalam struktur. Proses analisis atas target serta tujuan dari jabatan tersebut dalam struktur organisasi adalah hal penting untuk menjadi pertimbangan.

(3) Melakukan Evaluasi Jabatan

Lakukan proses evaluasi atas detail pekerjaan yang dijalankan dalam perusahaan. Konsekuensi dan tanggung jawab penting yang dijalankan dalam jabatan tersebut. Melakukan evaluasi atas authorisasi yang dijalankan dalam jabatan tersebut.

(4) Menyusun Uraian Jabatan

Memastikan bahwa dalam penulisan atas uraian jabatan ini adalah sesuai dengan aktual dan strata jabatan yang dijalankan. Memastikan tidak terjadi tumpang tindih pekerjaan antar jabatan. Ada baiknya proses menyusun uraian jabatan dilakukan dengan bahasa yang mudah dimengerti.

(5) Melakukan Evaluasi Target Kinerja

Penetapan uraian terkait dengan target kinerja menjadi bagian penting dalam menyusun uraian jabatan. Lakukan evaluasi untuk memastikan bahwa informasi yang terdapat dalam uraian kerja tersebut mampu untuk mencapai target kinerja yang ditetapkan.

Bagaimana perusahaan Anda menyusun uraian jabatan (Job Description)? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk menyusun uraian jabatan dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mendesain Transisi Industri 4.0

Konsep digitalisasi industri adalah hal yang menarik yang sebelumnya sudah menjadi prediksi.  Dalam transformasi ini, konsep penetapan atas bisnis dijalankan secara cepat dan diusahakan dalam proses learning yang singkat. Bagaimana pun juga dunia terasa lebih fleksible dan cepat.  Industri yang gagal untuk fleksibel dianggap adalah gagal.

Adalah menjadi suatu kontradiktif dan menimbulkan tanda tanya mengenai gambaran seperti apa yang akan dijalankan dalam era industri 4.0 dan bagaimana menjalankannya.  Bagaimana perusahaan harus menjalankan program desain yang tepat untuk melakukan transformasi dalam mengembangkan desain bisnis yang tepat dalam perusahaan.

Lalu bagaimana mendesain industri yang tepat terkait dengan pengelolaan yang efektif terkait dengan persyaratan desain industri 4.0?

(a) Efisiensi Business Proccess

Banyak perusahaan yang gagal untuk melihat bahwa sebenarnya desain industri 4.0 telah sebelumnya diperkenalkan dalam konsep pemahaman Lean Manufacturing.  Inti dari transformasi adalah bagaimana business process tersebut dijalankan untuk memastikan efisiensi tercapai.  Dimana setiap tahapan proses yang dimaksudkan tersebut dilakukan untuk evaluasi terkait dengan efisiensi.

(b) Mengefektifkan Peranan SDM

Dalam pengelolaan industri 4.0, SDM ditransformasikan sebagai asset perusahaan yang harus secara efektif terukur kontribusinya.  Konsep mekanisasi dan digitalisasi dapat dijalankan untuk meminimalkan resiko atas ketidaksesuaian dari mekanisme repetisi. Namun konsep inovasi dan fleksibilitas kapasitas adalah hal yang diperlukan oleh perusahaan dilakukan oleh SDM.

(c) Menyederhanakan Supply Chain Management

Secara bisnis, pengelolaan atas resiko pengadaan yang harus dipastikan bahwa efisiensi tercapai dalam penerapan Just In Time yang tepat.  Penggunaan digitalisasi dalam Supply Chain akan sangat mengefisienkan aspek bisnis.  Dimana penjualan dan distribusi retail  dijalankan sesuai dengan tepat dan efektif. Tentu saja dengan lebih efisien.

(d) Pengendalian Sistem Operasional

Sistem operasional disederhanakan, dimana SOP lebih diperkuat kepada sistem pengukuran, evaluasi serta tindak lanjut yang dipersyaratkan oleh perusahaan.  Konsep sistem lebih diperkuat untuk melakukan analisis data serta melakukan evaluasi terkait dengan data yang ada dalam proses.

(e) Orientasi Pelanggan

Konsep orientasi pelanggan adalah konsep umum yang telah ada sebelumnya. Namun dalam industri 4.0, pelanggan memiliki pemahaman yang lebih kuat atas produk sehingga penggerak industri adalah pelanggan. Perancangan mekanisme untuk memahami pelanggan adalah menjadi bagian penting untuk dapat memaksimalkan nilai perusahaan.

Siapkah perusahaan Anda dengan perubahan tersebut? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengoptimalkan konsep dan strategi pengembangan perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

5 Hal yang Terlupakan dalam Penyusunan Struktur Organisasi

Struktur organisasi adalah salah satu faktor yang esensial dalam pengelolaan dan pengembangan perusahaan. Namun tidak sedikit perusahaan yang melupakan hal ini dalam menjalankan sistem.  Terkadang walaupun sudah memiliki sistem, terdapat beberapa perusahaan mengalami kesulitan dalam menyusun struktur organisasi.

Ada baiknya sebelum menyusun struktur organisasi perusahaan, perusahaan harus mempertimbangkan beberapa hal berikut.

(1) Budget Perusahaan

Alokasi atas budget menjadi hal yang penting untuk dipertimbangkan.  Perusahaan yang menginginkan struktur sederhana seringkali berhadapan dengan kondisi budget yang terbatas. Sedangkan perusahaan dengan budget yang memadai mampu untuk mengakomodasi struktur yang lebih kompleks.

(2) Arahan dan Strategi Perusahaan

Ada baiknya mendefinisikan ulang atas strategi perusahaan, melihat arahan perusahaan adalah penting untuk menentukan formasi strategi. Perusahaan yang sedang dalam pertumbuhan dan ekspansi memiliki struktur yang berbeda dengan perusahaan yang telah mapan.

(3) Ukuran dan Konteks Perusahaan

Perusahaan yang memiliki ruang lingkup luas tentu saja akan memiliki struktur organisasi yang berbeda dengan perusahaan yang memiliki ruang lingkup bisnis yang kecil. Bagaimana pengelolaan atas konteks bisa dilakukan dengan tepat dalam perusahaan adalah hal penting yang harus dapat dipertimbangkan.

(4) Business Process Perusahaan

Sebelum menyusun struktur organisasi adalah penting bagi perusahaan untuk mendesain business process terlebih dahulu. Memastikan bahwa penetapan tanggung jawab pada setiap alir proses dijalankan dengan tepat dan efektif harus dapat dipastikan terlingkupi dalam struktur organisasi.

(5) Persyaratan Kepatuhan

Persyaratan kepatuhan adalah salah satu hal penting yang perlu untuk dipertimbangkan untuk menyusun struktur. Beberapa perusahaan harus memastikan tersedianya jabatan sesuai dengan persyaratan dan regulasi yang terkait dengan perusahaan.

Bagaimana Anda mendesain struktur organisasi perusahaan? Pastikan perusahaan memilih referensi eksternal yang tepat untuk mendesain struktur organisasi. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengapa Strategi Perusahaan Gagal Terwujud?

Dalam mengelola perusahaan, adalah menjadi keharusan untuk menetapkan strategi baik itu strategi jangka panjang dan jangka pendek.  Strategi tersebut disusun untuk dapat memastikan tujuan dari perusahaan untuk dapat memastikan bahwa program strategis yang dijalankan tersebut adalah sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan.

Namun, di dalam realisasi aktualnya, seringkali pencapai strategi tersebut adalah tidak sesuai dengan standar aktual yang ditetapkan dalam perusahaan.

(1) Strategi yang Tidak Terkelola

Strategi secara prinsip adalah program kerja yang harus dijalankan dalam perusahaan. Program harus dapat terdetailkan dalam bentuk struktur yang sistematis untuk memastikan bahwa seluruh unit mampu untuk menginterpretasikan strategi yang ada secara tepat dalam operasional praktis yang dilakukan.

(2) Evaluasi yang Tidak Efektif

Strategi itu sendiri membutuhkan evaluasi, dimana tujuan dari evaluasi tersebut adalah untuk memastikan bahwa seluruh parameter yang ditetapkan dalam kajian tersebut adalah sesuai dengan arahan strategi tersebut. Periode terkait dengan evaluasi tersebut menjadi suatu bentuk nilai penting yang harus dijalankan perusahaan untuk memastikan bahwa penerapan program dijalankan secara tepat.

(3)Ketidaksinergian dari Strategi Jangka Panjang dan Jangka Pendek

Penerapan strategi harus dilakukan bertahap, termasuk di dalamnya adalah memastikan bagaimana proses yang dijalankan dalam selang waktu jangka panjang dapat diinterpretasikan dalam strategi jangka pendek.  Setiap elemen perusahaan harus melihat bahwa penerapan strategi tersebut dijalankan dengan komitmen yang kuat sehingga dapat tercapai.

Hal yang terpenting dalam penerapan strategi perusahaan adalah bagaimana  melakukan penjabaran secara terperinci strategi perusahaan yang ada ke dalam pelaksanaan setiap unit kerja dan individu yang ada dalam perusahaan. Pastikan bagaimana konsep dan strategi tersebut dapat dijalankan secara tepat dan efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Menjalankan Fungsi Financial Planner yang Tepat dalam Perusahaan

Banyak perusahaan saat ini belum melakukan proses perencanaan yang efektif terkait dengan perencanaan atas status keuangan perusahaan.  Proses pengelolaan perusahaan lebih diarahkan kepada pencatatan yang belum secara jangka panjang mampu mengelola sistem manajemen keuangan secara tepat dan efektif. Ada baiknya untuk lebih meningkatkan kinerja dari perusahaan dan efisiensi yang terbentuk.

Lalu bagaimana cara yang tepat dan efektif dalam melakukan proses pembuatan perencanaan keuangan perusahaan? Berikut adalah beberapa strategi yang dapat dijalankan dengan tepat oleh Financial Planner perusahaan Anda.

(1) Sistem Investasi

Finance planner melakukan proses penyusunan program investasi yang dijalankan dalam perusahaan. Bagaimana perusahaan melakukan program investasi. Skema yang dijalankan dalam proses investasi harus dijalankan sesuai kaedah resiko dan kemanfaatan yang maksimal. Financial planner harus mampu untuk memastikan adanya program pengendalian resiko yang tepat yang dapat dilakukan untuk memastikan sistem investasi dijalankan.

(2) Sistem Re-financing

Mengembangkan dan mengelola asset yang tepat harus dijalankan oleh perusahaan. Melakukan proses pengelolaan atas asset-asset yang dimiliki adalah nilai penting bagaimana investasi atas pengembangan asset tersebut dijalankan.

(3) Sistem Pengembangan Strategis Perusahaan

Ukuran atas arahan pengembangan usaha dilakukan sesuai dengan kekuatan modah dan kekuatan perusahaan. Pengambilan atas langkah-langkah strategis itulah yag menjadi bagian penting bagi perusahaan agar mampu semakin mengembangkan pengelolaan peranan divisi keuangan.

Bagaimana perusahaan Anda mengembangkan proses pengelolaan investasi perusahaan? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk memastikan bahwa proses pengelolaan perencanaan keuangan dijalankan secara tepat dan maksimal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926(