Desain Lay Out Hygienis Dapur Restoran

Pengelolaan restoran,  tidak hanya dijalankan dengan melihat pada rasa atas makanan. Faktor hygienis juga menjadi hal yang penting untuk dikembangkan dalam mendesain lay out restoran.

Berikut ini adalah beberapa halnyang penting yang perlu diperhatikan untuk meenyusun lau out.

(1) Menilai tingkat resiko produk

Setiap produk harus dilakukan penilaian resiko. Perbedaan resiko akan menyebabkan lay out yang disusun nenjadi tidak sama antar restoran. Sehingga jangan menyamakan lay out pada setiap restoran.

(2) Mengidentifikasi Tahapan Proses

Penetapan area simpan, preparasi, pemasakan dan penyajian adalah hal yang penting untuk dapat dijalankan. Akses atas bahan, manusia dan proses adalah hal yang penting untuk dijalankan.

(3) Fasilitas Penunjang

Konsep ideal dari dapur restoran harus dipastikan tersedianya water treatment, drainase, ventilasi, serta pengelolaan sampah.

(4) Efisiensi Proses

Perusahaan harus menyeimbangkan jumlah SDM, tahapan proses serta pergerakan karyawan. Lay out yang tepat akan secara efektif membantu efisiensi perusahaan.

Bagaimana desain lay out yang tepat untuk bisnis makanan di perusahaan Anda. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengembangkan desain lay out perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

(3)

Sudahkah Pabrik Sarang Walet Anda Sesuai Dengan Persyaratan GMP?

Bagi perusahaan yang bergerak di bidang pemrosesan sarang walet, adalah sangat penting untuk dapat memenuhi persyaratan GMP (Good Manufacturing Practice). Mengingat bahwa industri pengolahan sarang walet ini selain harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia dan Pemerintah RRT (Republik Rakyat Tiongkok), juga harus dapat memenuhi persyaratan yang terkait dengan persyaratan HACCP.

Lalu bagaimana mendesain pabrik sarang walet yang ditetapkan sesuai dengan persyaratan keamanan pangan?

(1) Mengendalikan Resiko

Apakah desain/lay out tersebut telah menjalankan pengendalian resiko untuk meminimalkan kontaminasi silang muncul di dalsm produk. Ada baiknya lay out memperhatikan alir proses dan produk yang tepat dan efektif, untuk dapat menjaga keamanan dari produk.

(2) Menyesuaikan dengan Peraturan dan Karakteristik Produk

Beberapa persyaratan pemerintah ataupun regulasi keamanan pangan mempersyaratkan mekanisme lay out khusus. Menyusun desain berdasarkan peraturan dan karakteristik produk adalah bagian penting yang harus dipertimbangkan. Parameter khusus seperti pengaturan alir udara, pencahayaan, serta temperatur adalah sangat penting untuk dijalankan.

(3) Mempertimbangkan Kapasitas dan kondisi Budget Perusahaan

Adalah penting untuk dapat mempertimbangkan kapaitas dan budget perusahaan. Penyusunan lay out juga harus melihat pada kapasitas produksi serta budget yan ditetapkan.

Lalu bagaimana desain lay out proses Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengembangkan desain lay out. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Training FSSC dalam Industri Pangan

Sistem Manajemen Keamanan Pangan adalah suatu bentuk konsep yang penting dan utama dalam industri perikanan.  Selain memiliki sistem HACCP, disarankan juga dalam industri perikanan untuk melakukan proses set up FSSC (Food Safety System Certification).  Lalu apa yang menjadi nilai penting dari program pelatihan ini.

(1) Peserta training dapat melakukan proses pembuatan sistem manajemen ISO 22000

(2) Peserta training dapat memahami GMP, SSOP maupun penetapan sistem HACCP  dalam Industri Perikanan

(3) Peserta training dapat memahami ISO TS-22000-1

(4) Peserta training dapat melakukan proses penyusunan dokumen ISO 22000

Pelatihan yang dilakukan berdurasi dua (2) hari dengan detail program pelatihan yang dijalankan adalah sebagai berikut:

Hari Pertama

Pemahaman konsep keamanan pangan dalam industri perikanan

Pemahaman GMP, SSOP dan HACCP

Pemahaman tahapan penyusunan manual HACCP

Pemahaman tahapan penyusunan dokumen GMP dan SSOP

Proses evaluasi sistem

Hari Kedua

Pemahaman ISO 22000

Pemahaman ISO TS-22000-1

Pemahaman FSSC

Proses penyusunan dokumen ISO

Pengembangan sistem manajemen keamanan pangan adalah bentuk komitmen tentang bagaimana industri anda menjamin kualitas dan keamanan konsumen. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Panduan Manajemen Supply Chain pada Bisnis Retail

Dalam industri bisnis retail, pengembangan supply chain adalah bagian penting yang menjadi kunci keberhasilan pengembangan usaha. Aspek integrasi dalam pengelolaan usaha dari pemasok sampai dengan pelanggan membutuhkan sistem yang kuat dan sinergis. Keterpaduan antara pasokan material, proses distribusi dan pengembangan penjualan adalah proses penting yang dikelola oleh bisnis retail.

Dalam menyusun sistem, terdapat beberapa hal yang perlu untuk diperhatikan oleh bisnis retail.

(1) Pengelolaan Pemasok

Dalam bisnis retail, pemasok menentukan keberhasilan marketing.  Bagaimana perusahaan melakukan seleksi dan penetapan kerjasama merupakan dasar pembentukan sistem.  Dasar seleksi atas pemasok dibakukan menjadi tiga kelompok utama, yaitu produk dengan sifat best seller brand, produk umum serta produk unik.  Proses kerjasama antara produsen dengan pemasok dapat dilakukan melalui program kerjasama produksi (markloan), kerjasama penjualan (konsinyasi) serta sistem penjualan terputus.

(2) Pengelolaan Distribusi

Sistem pengelolaan distribusi dapat dilakukan perusahaan dengan cara melakukan program pengelolaan atas kegiatan distribusi tersebut. Perusahaan harus memastikan bagaimana program distribusi akan dijalankan, dengan menggunakan pihak ketiga atau dengan pengelolaan terpadu. Dalam kegiatan pengelolaan terpadu perusahaan memastikan sistem pergudangan dan distribusi dijalankan dengan baik dan tepat.

(3) Pengelolaan Atas Penjualan

Bagaimana perusahaan memastikan penjualan dijalankan secara tepat dan seimbang dengan rasio gudang.  Pengembangan program pemasaran dilakukan untuk memastikan likuiditas dan biaya inventory terpenuhi dengan tepat dan maksimal. Perhitungan atas biaya inventory sebaiknya diperhitungan ke dalam program pemasaran termasuk penurunan atas nilai asset inventory barang yang tersimpan itu sendiri.

Bagaimana dengan pengembangan supply chain management di perusahaan Anda? Pastikan perusahaan menjalankan program supply chain management yang tepat dan efektif dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pengembangan dan Strategi Sustainability Produk Pangan

Perusahaan yang bergerak di bidang pemasok bahan pangan, kadangkala melupakan aspek sustainability dalam strategi pengembangan usahanya. Kecenderung untuk mengeksploitasi dan menyimpan bahan baku dalam jumlah cadangan yang besar, memunculkan kebutuhan konsumen akan komitmen pemasok bahan pangan di dalam industrinya.

Beberapa negara konsumen yang sadar atas kebutuhan atas program sustainability tersebut menetapkan kebutuhan adanya program sertifikasi yang dipergunakan terkait dengan program sustainability produk tersebut. Beberapa sertifikat seperti RSPO atau BAP adalah program sertifikasi yang ditetapkan untuk memastikan adanya strategi Sustainability produk pangan.

Program sertifikasi ini memuat status kebutuhan persyaratan akan Sistem Manajemen Mutu, aspek pengelolaan dan pengendalian terkait lingkungan dan K3, serta ethical / ketenagakerjaan. Seluruh kajian atas sustainability ditetapkan dan menjadi persyaratan dalam program manajemen.

Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dan pastikan perusahaan Anda mengembangkan program Sustainability sesuai dengan kebutuhan standar persyaratan yang ditetapkan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Integrasi Sistem Manajemen Keamanan pangan dan SNI

Salah satu tantangan dalam industri retail saat ini adalah bagaimana proses melindungi produk dapat dilakukan untuk menjaga daya saing produk kita dibandingkan produk impor.  Pemerintah sudah menjalankan suatu tahapan proses yang tepat dengan memproteksi kualitas melalui pemberian label dan standar kualitas SNI.

Dalam industri pangan, adalah penting untuk dapat mengintegrasikan SNI dengan Sistem Manajemen Keamanan Pangan.  SNI secara prinsip pada produk non pangan lebih mengetengahkan kepada prinsip Sistem Manajemen Mutu namun untuk produk pangan juga menetapkan prasyarat dengan Sistem Manajemen Keamanan Pangan.  Sebab dalam prasyarat yang ditetapkan oleh SNI, terdapat parameter keamanan pangan.

Strategi penting bagi perusahaan pangan dalam menerapkan SNI adalah selain dengan menerapkan Sistem Manajemen Mutu ada pentingnya untuk juga mengaplikasikan Sistem Manajemen Keamanan Pangan (HACCP) dalam perusahaan.  Membangun dasar Sistem Manajemen Keamanan Pangan yang efektif adalah penting untuk dapat mengoptimalkan aplikasi SNI pada produk.

Lakukan proses pencarian referensi eksternal untuk melakukan proses pengembangan kualitas dan keamanan pangan perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)