Menjalankan Recovery Business dengan Tepat

Setiap perusahaan yang telah melewati masa krisis ataupun ketika mengalami kondisi yang tidak menguntungkan. Dalam menghadapi proses perbaikan usaha, adalah suatu langkah baik untuk perusahaan menjalani sistem recovery business yang efektif.

Bagaimana tahapan perusahaan dapat menjalankan proses recovery bisnis yang tepat dan efektif dalam perusahaan?

(1) Menjalankan Program Efisiensi yang Tepat dalam Perusahaan

Memastikan bahwa program efisiensi dijalankan. Dalam kondisi yang strategis, penurunan atas target pendapatan perlu disiasati dengan efisiensi yang tepat dalam organisasi.  Program efisiensi dijalankan dalam desain inovatif akan meningkatkan kemampuan pembelajaran dalam organisasi. Perusahaan harus mampu memastikan bahwa efisiensi tersebut ditujukan untuk memastikan perusahaan masih dapat berjalan secara efektif sesuai dengan target pendapatan yang ada.

(2) Fokus Pada Pembelajaran Organisasi

Bagaimana memastikan bahwa program pembelajaran dijalankan dengan tepat dalam perusahaan.  Personel dalam perusahaan harus dipastikan memiliki kemampuan dan kapasitas dengan tingkatan yang lebih dari target yang dipersyaratkan.  Mendesain teknik pembelajaran yang tepat perlu untuk dijalankan untuk memastikan bahwa proses pembelajaran lebih intensif dan terukur untuk menghasilkan output yang sesuai dengan target yang diharapkan.  Karena semakin pencapaian target tidak mudah dibandingkan dengan periode sebelumnya.

(3) Menyusun Program Strategis Terukur

Perusahaan dapat melakukan berbagai macam program strategis yang tepat.  Termasuk di dalamnya adalah bagaimana target yang ditetapkan tersebut telah sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan.  Pemilihan atas program strategis harus diselaraskan dengan kontinyuitas bisnis serta transformasi bisnis yang dijalankan dalam organisasi tersebut.

Bagaimana perusahaan Anda melakukan penanganan recovery bisnis? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengoptimalkan program recovery bisnis tersebut. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Bagaimana Mengukur Kontinyuitas Bisnis Perusahaan Secara Tepat?

Perusahaan secara umum memiliki perencanaan atas keberlangsungan bisnisnya. Perencanaan ini berlangsung dalam aspek jangka panjang dan jangka pendek. Memastikan bisnis dapat berlangsung secara kontinyu adalah tujuan dari setiap perusahaan, sehingga tidak salah apabila setiap perusahaan memiliki perencanaan tersendiri terkait dengan kontinyuitas bisnis dalam perusahaan. Lalu bagaimana cara yang tepat bagi setiap perusahaan untuk mengukur kontinyuitas bisnis dengan efektif?

(1) Proporsi Target Perusahaan

Kontiyuitas bisnis yang tepat mampu membagi target perusahaan tidak hanya dalam ukuran jangka pendek saja, namun jangka panjang. Perusahaan harus mampu menyusun skema-skema yang tepat dan efektif apabila target yang diharapkan tidak tercapai. Contigency plan ditetapkan sebagai alternatif dari setiap target yang tidak diinginkan tidak dapat tercapai dengan efektif.

(2) Pengelolaan Jaringan Pendukung Bisnis

Banyak perusahaan harus melihat bahwa jaringan pendukung bisnis memiliki kekuatan untuk menjaga bisnis perusahaan dengan tepat. Penilaian atas efektifitas dari kekuatan jaringan pendukung bisnis harus dapat dipastikan memberikan kontribusi dalam perusahaan. Tidak ada salahnya perusahaan menjalankan investasi dalam pengembangan jaringan pendukung bisnis.

(3) Pembentukan Karakteristik Pelanggan

Pelanggan yang dimiliki oleh perusahaan merupakan kunci utama dalam menjaga keberlangsungan bisnis. Banyak perusahaan yang melupakan berapa jumlah pelanggan yang dibentuk dan dicipatkan oleh perusahaan. Perusahaan yang hanya berpikir untuk menjalankan order dari pelanggan adalah salah satu ciri perusahaan yang secara keberlangsungannya terbatas, karena ada saat pelanggan tidak membutuhkan perusahaan tersebut lagi. Menciptakan pelanggan adalah proses yang wajib dan perlu untuk dilakukan perusahaan. Nilai kebergantungan pelanggan kepada perusahaan menjadi nilai penting yang harus didesain oleh perusahaan.

Bagaimana strategi perusahaan Anda dalam menjalankan keberlangsungan bisnis? Lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat memastikan bisnis Anda dapat berjalan kontinyu. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Peranan Konsultan dalam Menjalankan Program Efisiensi Perusahaan

Dalam pengelolaan program efisiensi dalam perusahaan, adalah penting untuk memastikan bahwa program efisiensi dapat dijalankan dengan tepat dan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Tidak sedikit perusahaan gagal menjalankan program efisiensi dengan tepat. Lalu bagaimana cara perusahaan menjalankan program efisiensi itu sendiri apabila dibantu dengan konsultan?

Berikut ini adalah peranan konsultan yang dapat dilakukan untuk menjalankan program efisiensi perusahaan.

(1) Menganalisis Nilai Efisiensi

Konsultan dapat berperan untuk melakukan kalkulasi yang terkait dengan potensi-potensi efisiensi yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk menjalankan program efisiensi. Konsultan dapat melakukan identifikasi terkait dengan kebutuhan efisiensi yang akan dijalankan oleh perusahaan.

(2) Menyusun Target Efisiensi

Dari identifikasi nilai efisiensi yang ditetapkan, konsultan menetapkan target efisiensi yang ditetapkan pada perusahaan serta unit-unit departemen yang ada dalam perusahaan. Target yang ditetapkan tersebut ditetapkan dalam bentuk nilai dan angka yang terukur.

(3) Menyusun Program Efisiensi

Konsultan menjalankan proses penyusunan yang terkait dengan program efisiensi yang ditetapkan dalam perusahaan. Menetapkan tindak lanjut serta langkah-langkah yang penting untuk memastikan efisiensi dijalankan dalam perusahaan dengan tepat.

(4) Melakukan Evaluasi Terkait dengan Program Efisiensi

Melakukan analisis terkait dengan pelaksanaan program yang dijalankan dalam perusahaan serta ketepatan sesuai dengan target yang telah ditetapkan dalam proses pelaksanaan program efisiensi.

Bagaimana perusahaan Anda menjalankan program efisiensi? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk melaksanakan program efisiensi. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Penyusunan Sistem Manajeman SDM Perusahaan yang Tepat dalam Sistem New Normal

Konsep dalam pengelolaan perusahaan terkait dengan sistem new normal adalah sangat berbeda dengan pengelolaan perusahaan dalam kondisi sebelumnya. Hal ini terjadi dalam pengelolaan manajemen sumber daya manusia, dimana pengelolaan manajemen sumber daya manusia yang muncul dipastikan berbeda dengan pengelolaan sebelumnya.

Berikut ini adalah beberapa perubahan manajemen sumber daya manusia yang dapat dilakukan oleh perusahaan dalam menjalankan pengelolaan manajemen SDM (Sumber Daya Manusia).

(1) Pengaturan Pola Kerja

Memastikan program pola kerja dijalankan sesuai dengan protokol kesehatan yang tepat. Hal ini akan mempengaruhi komunikasi, koordinasi dan pengendalian dalam perusahaan. Perubahan ini harus terkaji dengan tepat dan efektif untuk memastikan pengelolaan manajemen SDM dalam perusahaan. Menyusun Standard Operating Procedure yang tepat untuk memastikan bahwa pola kerja terlaksana dengan tepat.

(2) Penggunaan Teknologi

Ada baiknya perusahaan memiliki sistem HR Dashboard untuk melakukan proses pemantauan atas kinerja manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada dalam perusahaan. Penggunaan HR Dashboard dipastikan dapat diakses juga oleh departemen/ divisi lain untuk memantau KPI serta kinerja lainnya dalam perusahaan.

(3) Pengubahan Pola Pembelajaran

Mekanisme pembelajaran dijalankan dalam bentuk tutorial dan manual lengkap yang dapat diakses oleh personel. Pemastian atas evaluasi yang terkait dengan penetapan atas kompetensi yang masuk ke dalam aspek pembelajaran adalah hal penting.

(4) Pengendalian Kehadiran dan Kompensasi dalam Perusahaan

Perusahaan harus menjalankan program kehadiran dalam perusahaan yang efektif, bagaimana sistem kompensasi dijalankan dalam perusahaan dengan menyesuaikan pada produktifitas. Pengukuran produktifitas dijalankan sesuai dengan persyaratan dan dapat terukur secara obyektif.

Bagaimana perusahaan Anda menjalankan konsep New Normal? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang efektif dalam manajemen SDM (Sumber Daya Manusia) untuk memastikan kesesuaian dengan persyaratan dan pengelolaan yang tepat untuk meningkatkan produktifitas. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Membentuk Budaya Efisiensi Dalam Organisasi

Banyak perusahaan mengembangkan konsep efisiensi terbatas hanya dijalankan oleh manajamen atas saja, sehingga secara sistem dan program hanya terdapat dalam bentuk naratif saja dan tidak terimplementasi dengan tepat.  Mengingat tidak sedikitnya perusahaan yang gagal dalam mengimplementasikan budaya efisiensi.

Lalu bagaimana cara perusahaan dapat mengembangkan budaya efisiensi yang tepat dalam organisasi? Berikut ini adalah tahapan yang dapat perusahaan pertimbangkan dalam membentuk budaya efisiensi perusahaan.

(1) Menetapkan Target Terukur

Program efisiensi ditetapkan dalam bentuk sasaran/ target terukur. Dimana dalam penetapan target tersebut, perusahaan menetapkan suatu tindakan / langkah nyata dalam kegiatan implementasi sehingga mencapai tujuan yang ditetapkan. Tentu saja tujuan yang ditetapkan tersebut adalah tujuan yang terkait dengan program efisiensi.

(2) Mendesain Peran dan Fungsi dalam Pelaksanaan Program Efisiensi

Bagaimana peran dan fungsi yang terkait dengan program efisiensi dijalankan dalam perusahaan? Setiap level dalam organisasi didesain untuk memahami peranan efisiensi secara efektif. Bagaimana peranan fungsi tersebut dalam menjalankan program.  Melatihan setiap fungsi untuk dapat melakukan pengukuran, evaluasi dan penilaian individu yang tepat sehingga pelaksanaan atas efisiensi dapat berjalan dengan tepat.

(3) Menjalankan Program Evaluasi Program

Melakukan proses evaluasi atas program efisiensi dijalankan dengan tepat. Memastikan penanggungjawab program dapat melakukan analisis dengan tepat dan efektif untuk memastikan bagaimana target bisa dijalankan.  Kinerja tim termasuk di dalam perhitungan dari program evaluasi yang dijalankan.

(4) Mendesain Ulang Kompetensi Organisasi

Menetapkan aspek prilaku efisiensi dalam kompetensi organisasi secara tepat.  Memuat aspek kemampuan dalam pengelolaan biaya secara inovasi di bidang pengelolaan keuangan menjadi nilai lebih dalam mendesain kompetensi dalam organisasi.

Bagaimana perusahaan Anda menjalankan program budaya efisiensi perusahaan secara tepat? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengimplementasikan budaya efisiensi dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

 

Mendesain Remunerasi Perusahaan dalam Masa Krisis

Dalam kondisi kritikal, perusahaan mengalami kesulitan secara finansial untuk membiayai anggaran operasional.  Untuk memecahkan permasalahan ini, ada baiknya perusahaan mendesain ulang sistem remunerasi yang dimiliki oleh perusahaan. Lalu bagaimana proses remunerasi perusahaan itu sendiri dijalankan.

Berikut ini adalah tahapan desain remunerasi yang dapat dijalankan untuk mengatasi krisis dalam perusahaan.

(1) Melakukan Kajian Struktur Organisasi

Ada baiknya perusahaan melakukan evaluasi terkait dengan desain organisasi perusahaan.  Bagaimana business process dijalankan dalam kondisi terbaru.  Memastikan adanya reformasi struktur dengan tepat dan efektif. Mengubah konsep struktural menjadi fungsional, dimana setiap jabatan yang ada mampu untuk memberikan hasil nyata yang signifikan dalam perusahaan.

(2) Perubahan Konsep Fungsi dan Tugas Jabatan

Orientasi hal yang bersifat non strategis dikurangi dalam organisasi, memaksimalkan fungsi strategis yang dijalankan setiap tugas pokok dan fungsi yang ada dalam jabatan tersebut.

(3) Restrukturitasi Remunerasi

Upah pokok tetap dijalankan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan berdasarkan aturan pemerintah. Hal yang penting untuk dipertimbangkan adalah pemberian tunjang yang bersifat produktif dan strategis tersebut. Hal ini sangat penting untuk meningkatkan nilai produktifitas perusahaan.

Proses mendesain ulang remunerasi sangat diperlukan untuk memastikan keberlangsungan perusahaan secara tepat. Bagaimana perusahaan Anda mendesain ulang remunerasi perusahaan? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk melakukan proses pendesainan ulang remunerasi tersebut. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengembangkan Program Perusahaan yang Tepat

Saat ini, hampir keseluruhan bisnis mengalami penurunan, hanya beberapa bisnis menunjukkan angka yang menggembirakan. Namun, hal ini bukan berarti bahwa perusahaan harus berhenti untuk bekerja dan berupaya lebih.

Justru ketika berada dalam kondisi seperti ini, adalah saat yang tepat bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kinerja dengan cara menyusun program perusahaan. Namun di lain pihak perusahaan juga harus memperteimbangkan improvement yang dijalankan.  Saat ini adalah saatnya perusahaan untuk mengalokasikan 80% dari seluruh kegiatan yang dilakukan untuk menjalankan perbaikan sedangkan 20% adalah untuk kegiatan operasional rutin.

Lalu apa saja yang dapat dijalankan untuk mengembangkan program perbaikan dalam perusahaan.

(1) Menyusun Program Efisiensi

Menjalankan program efisiensi secara tepat dan efektif. Memastikan bahwa kondisi yang efisien dijalankan dengan meningkatkan produktifitas dan menurunkan nilai biaya operasional dari perusahaan.

(2) Meningkatkan Nilai Strategis Kinerja

Meningkatkan target yang bersifat strategis dan perbaikan. Ciptakan tim yang dapat bekerja secara kreatif untuk dapat memastikan pencapaian perusahaan sesuai dengan target yang diharapakan perusahaan.

(3) Meningkatkan Program Pembelajaran

Saat dimana kompetisi saat ini menurun, maka ada baiknya perusahaan menjalankan pembelajaran baru. Seperti pada dunia retail, kondisi saat ini adalah saat yang tepat untuk menjalankan proses transformasi bisnis dengan optimal seperti pengembangan digitial.

(4) Menciptakan Inovasi

Menggunakan seluruh sumber daya yang ada dalam perusahaan untuk menciptakan inovasi. Saat ini adalah kondisi yang tepat bagi perusahaan untuk mengembangkan produk baru ataupun transformasi bisnis baru untuk dapat meningkatakan pendapatan perusahaan.

Bagaimana dengan program yang telah disusun perusahaan Anda saat ini? Ada baiknya, perusahaan mempergunakan referensi eksternal yang tepat dalam mengembangkan program perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengenali Strategi Efisiensi yang Tepat dalam Perusahaan

Dalam upaya untuk meningkatkan nilai kompetitif perusahaan, perusahaan menjalankan berbagai macam strategi efisiensi.  Namun tidak sedikit perusahaan yang gagal dalam mengedepankan konsep strategi efisiensi, sehingga mengakibatkan adanya penurunan produktifitas bahkan kehilangan keuntungan perusahaan.

Ada baiknya, sebelum menjalankan program efisiensi, perusahaan mengenail jenis-jenis efisiensi yang dapat dilakukan oleh perusahaan.

(1) Strategi Peningkatan Produktifitas

Strategi ini didasarkan pada pertimbangan dengan nilai biaya yang tetap namun status nilai pengembalian meningkat. Proses peningkatan produktifitas ini sebaiknya dijalankan dengan pengenalan potensi pasar yang tepat. Sehingga tidak menyebabkan adanya overstock/ supply berlebihan.

(2) Strategi Efisiensi Biaya

Bagaimana proses dipastikan dengan menurunkan jumlah biaya proses sesuai dengan persyaratan yang telah dijalankan. Program efisiensi dijalankan sesuai dengan standar yang tepat. Hal ini justru dapat mengkibatkan penurunan dari produktifitas bahwa kerugian dari standarisasi proses yang ditetapkan oleh perusahaan.

(3) Strategi Kemitraan

Perusahaan seringkali melupakan bahwa pihak ketiga dapat berfungsi untuk meningkatkan efisiensi perusahaan. Maksimalkan perananan dari mitra dan kurangi resiko perusahaan dengan cara mengalihkan kepada mitra usaha.

Bagaimana perusahaan Anda menjalankan program efisiensi perusahaan? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengembangkan program efisiensi perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Bagaimana Cara Mendeteksi Kesalahan Sistem Remunerasi dalam Perusahaan

Dalam menyusun remunerasi, banyak perusahaan yang menjalankan tidak melalui sistem remunerasi yang tepat.  Beberapa perusahaan bahkan mempergunakan mekanisme negosiasi dalam penetapan gaji karyawan.  Ada beberapa resiko yang muncul terkait dengan tidak adanya sistem remunerasi yang tepat, salah satunya adalah tingginya budget remunerasi atau kesulitan perusahaan untuk melakukan retensi karyawan.

Lalu bagaimana cara melakukan proses pendeteksian terkait dengan adanya kesalahan dalam sistem remunerasi perusahaan? Berikut ini adalah cara efektif untuk melakukan pendeteksian sistem remunerasi yang dilakukan dalam perusahaan.

(1) Remunerasi yang Tidak Sebanding dengan Produktifitas

Sistem penggajian yang dimiliki oleh perusahaan tidak melihat sisi produktifitas yang termuat dalam gambaran job grade. Hal yang terkait dengan status atas produktifitas tersebut sesuai dengan rasio gaji.

(2) Budget yang Melebihi Sesuai dengan Standar Persyaratan

Melakukan penetapan terkait dengan budget yang sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan. Memastikan bahwa budget dari kompensasi sesuai dengan persyaratan referensi kelompok yang ada.

(3) Kesulitan Melakukan Retensi Karyawan

Melakukan proses pengelolaan retensi karyawan harus dipastikan sesuai dengan jalur karir karyawan untuk melakukan pengelolaan terkait dengan proses retensi karyawan.  Serta bagaimana dengan menjalankan dengan program retensi karyawan.

Begitu proses pendeteksian penyimpangan dari sistem remunerasi perusahaan. Untuk lebih mengoptimalkan dan mengembangkan sistem remunerasi dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

5 Cara Efektif Dalam Mengimplementasikan SOP

Salah satu kesulitan bagi perusahaan ketika telah memiliki SOP (Standard Operating Procedure) adalah melakukan proses implementasinya. Banyak perusahaan yang ketika telah memiliki SOP malah memiliki permasalahan ketika melakukan proses implementasi SOP.  Banyak perusahaan yang belum memiliki metode yang efektif untuk melakukan proses implementasi SOP.

(1) Mengembangkan Agen Perubahan

Agen Perubahan menjalankan fungsi koordinasi yang terkait dengan proses implementasi SOP (Standar Operating Procedure) untuk memastikan bahwa status pelaksanaan dari SOP dapat dijalankan sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan.

(2) Memastikan adanya Sistem Audit yang Sistematis

Membentuk tim internal audit yang dapat menjalankan kegiatan audit secara sistematis adalah salah hal yang penting untuk memastikan bahwa sistem dapat dijalankan dan terverifikasi dengan tepat.

(3) Menyusun KPI (Key Performance Indicator)

Menetapkan identifikasi output yang tepat dan sesuai untuk memastikan bahwa pengukuran dari hasil dari pelaksanaan sistem yang dijalankan sesuai dengan output yang telah ditetapkan.

(4) Melakukan Proses Pengukuran Resiko

Membuat evaluasi dan pengukuran dalam bentuk analisis resiko secara periodik. Apabila resiko yang muncul tidak signifikan, maka dilakukan proses penilaian resiko dalam sistem output.

(5) Melakukan Proses Sertifikasi ISO

Menjalankan program sertifikasi ISO dapat dipergunakan sebagai pemastian bahwa sertifikasi telah dijalankan secara efektif.

Bagaimana perusahaan Anda menjalankan program implementasi SOP? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat menjalankan dan mengimplementasikan SOP. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)