Mengenali Persyaratan Pengelolaan Kemasan Pangan yang Tepat

Pengembangan atas kemasan produk pangan saat ini memiliki persyaratan yang beraneka ragam. Walaupun menunjukan keberagaman persyaratan, hal yang sangat perlu dijalankan adalah bagaimana memastikan produk kemasan tersebut adalah aman untuk konsumen.  Berikut ini adalah persyaratan yang dimaksud

(1) Komposisi Bahan Kemas

Komposisi bahan kemas adalah bahan yang aman untuk dipergunakan untuk produk pangan. Selain keamanan pada bahan yang terkandung juga terkait dengan keamanan setelah menjadi produk.

(2) Label

Bahan kemas selain berfungsi untuk memastikan bahwa produk secara aman terkemas juga harus memastikan informasi yang ada pada label allergen, legalitas, maupun persyaratan terkait lainnya yang berhubungan dengan informasi atas produk pangan yang terkemas.

(3) Stabilitas

Kemasan pangan menjadi barrier penting untuk menjaga produk. Pastikan bahwa uji stabilitas dilakukan untuk melihat bagaimana kemasan tersebut tetap aman walaupun disimpan pada kondisi eksternal yang ekstrem. Kondisi penanganan yang terkait dengan status masa simpan produk.

(4) Halal

Produk pangan memastikan kehalalannya secara integritas dengan produk kemasan panga. Persyaratan atas kehalalan harus dipastikan dijalankan mulai dari bahan baku, proses sampai dengan produk jadi.

Demikian informasi adalah persyaratan yang terkait dengan pengendalian kemasan pangan. Lakukan proses pemastian bahwa proses produksi serta penanganan atas produk kemasan dijalankan dengan tepat sesuai regulasi. Penggunaan referensi eksternal yang tepat dapat dipergunakan oleh perusahaan untuk mengembangkan produk kemasan perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Memahami Perubahan Persyaratan Keamanan Pangan dalam Codex Versi 2022

Persyaratan keamanan pangan HACCP termuat di dalam persyaratatan keamanan pangan, yaitu persyaratan Codex Alimentarius. Saat ini persyaratan atas Codex Versi 2022 telah mengalami proses beberapa kali revisi, revisi di tahun 2022 adalah revisi terakhir yang terbaru saat ini. Lalu apa saja perubahan yang muncul.

(1) Adanya pemisahan antara Good Hygiene Practice dan HACCP

Di dalam persyaratan keamanan pangan yang termuat dalam Codex Versi 2022 terdapat pemisahan yang berkaitan dengan Good Hygiene Practice dan HACCP. Di dalam Good Hygiene Practice, tersedia beberapa persyaratan yang terkait dengan komitmen manajemen serta persyaratan sistem yang dimana mendekati prinsip ISO 22000.

(2) Pengendalian Lingkungan dan Infrastruktur

Penjelasan dan kewajiban yang terkait dengan persyaratan hygiene practice juga ditetapkan dalam bentuk penanganan Environmental Monitoring Program, pengendalian pencahayaan serta sanitasi dan higienitas.

(3) HACCP

Pendekatan bahaya yang dijalankan saat ini tidak hanya bahaya kimia, fisik dan biologi saja. Namun juga bahaya yang terkait dengan radiasi dan allergen.

(4) Pelatihan

Adanya fokus untuk menjalankan proses penyegaran yang terkait dengan pelatihan. Penyegaran ini wajib dijalankan dalam periode 1 (satu) tahun dan wajib untuk dipastikan setiap pelatihan yang dijalankan dilengkapi dengan evaluasi pelatihan.

Bagaimana pelaksanaan program keamanan pangan dijalankan di perusahaan Anda? Lakukan proses peningkatan sistem dengan mempergunakan HACCP versi 2022. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengembangkan Budaya Keamanan Pangan yang Tepat dalam Industri Pangan/Kemasan Pangan

Budaya keamanan pangan telah menjadi klausul yang diwajibkan ada baik dalam persyaratan FSSC (Food Safety System Certification) Versi 5.1 maupun dalam sistem BRC (British Retail Consortium). Namun tidak sedikit perusahaan yang mengalami kesulitan dalam mendesain budaya keamanan pangan dalam organisasinya. Penyusunan dan penetapan budaya keamanan pangan itu sendiri menjadi bagian penting untuk memastikan budaya keamanan dijalankan dengan konsisten dan sesuai dengan standar persyaratan.

Tidak sedikit perusahaan yang mengembangkan budaya keamanan pangan yang tidak tepat dan efektif dalam perusahaan. Lalu bagaimana proses pengembangan budaya keamanan pangan yang tepat dalam industri pangan/kemasan pangan.

(1) Mengidentifikasi Nilai-nilai budaya Keamanan Pangan

Melakukan analisis terkait dengan budaya keamanan pangan. Nilai-nilai ini terkait dengan panduan prilaku yang ditetapkan oleh perusahaan untuk memastikan bahwa karyawan dan seluruh elemen perusahaan, baik pihak eksternal memahami bagaimana nilai-nilai perusahaan tersebut dapat terimplementasikan baik dalam internal perusahaan maupun eksternal perusahaan

(2) Mendefinsikan Nilai-Nilai Budaya Keamanan Pangan

Perusahaan harus menginformasikan maksud dari nilai-bilai budaya keamanan pangan. Maksud yang termuat dalam nilai-nilai budaya ini. Definisi yang disebutkan tersebut harus ditetapkan dalam bentuk data dan informasi yang sederhana dimana personel dapat secara mudah menyerap nilai-nilai budaya keamanan pangan tersebut sehingga tidak terjadi kesalahan dalam penerimaan.

(3) Mengintegrasikan Dalam Kompetensi Perusahaan

Konsep atas nilai-nilai budaya ini harus ditetapkan sesuai dengan tatanan yang terukur. Dimana kamus kompetensi yang ditetapkan tersebut adalah penjabaran bagaimana nilai-nilai itu dapat dijalankan dalam perusahaan. Evaluasi serta penguraian atas kompetensi dijalankan secara akurat dan tepat untuk dapat memastikan aspek kompetensi sesuai dengan maksud yang termuat dalam nilai. Penjabaran atas kompetensi ini juga menjadi panduan terukur kepada organisasi dan karyawan terkait dengan sampai sejauhmana karyawan harus mengaplikasikannya. Begitupula dalam pelaksanaan dalam program pelatihan yang dijalankan.

(4) Menjalankan Sosialisasi Budaya Keamanan Pangan

Memastikan adanya proses sosialisasi kepada karyawan atas budaya perusahaan. Dimana dalam sosialisasi ini menginformasikan nilai-nilai, definisi serta kompetensi terkait dengan budaya perusahaan. Proses sosialisasi ini dapat dilakukan melalu pelatihan, standing banner maupun ilustrasi grafis lainnya.

(5) Melakukan Evaluasi Budaya Keamanan Pangan

Melakukan evaluasi terkait dengan penerapan budaya keamanan pangan yang ada dalam perusahaan. Memastikan bagaimana budaya keamanan pangan telah terjalankan dalam perusahaan. Evaluasi penerapannya serta input dari karyawan terkait dengan penerapan budaya keamanan pangan.

Mengingat bahwa budaya keamanan pangan sudah menjadi persyaratan dalam Sistem Manajemen Keamanan GFSI, ada baiknya perusahaan menyusun dengan cermat agar bisa memberikan hasil yang maksimal. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk meningkatkan fungsi budaya perusahaan dalam pelaksanaan food safety management system dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

PELATIHAN HACCP

Banyak perusahaan makanan dalam proses penerapan aplikasi dan implementasinya mengalami kesulitan akibat tidak  memahami konsep HACCP secara tepat.  Kami mengadakan kegiatan pelatihan HACCP dengan konsep private training dengan melakukan modifikasi antara pelatihan dan konsultasi.  Dimana proses pelatihan yang dikembangkan menggunakan konsep konsultasi secara tepat, sehingga nilai lebihnya tidak hanya menyebabkan adanya peningkatan status kompetensi dari karyawan peserta pelatihan namun juga perusahaan mendapatkan output berupa dokumentasi yang terkait dengan nilai dari kegiatan program konsultasi yang dijalankan oleh perusahaan tersebut.

Hubungi kami untuk penjelasan lebih lanjut, dipastikan pelatihan akan memberikan nilai efektif dan efisien untuk perusahaan Anda. Kami juga menyediakan program pelatihan HACCP khusus untuk bidang perikanan. (08129369926, amarylliap@gmail.com)