Penyebab Kegagalan Sertifikasi Keamanan Pangan

Program sertifikasi keamanan pangan (HACCP, BRCGS, FSSC serta sertifikasi lainnya), bagi perusahaan adalah strategi untuk meningkatkan pengembangan perusahaan yang terkait dengan industri pangan/kemasan. Namun proses sertifikasi ini perlu untuk dijalankan dengan baik dan terimplementasi secara efektif sebagai upaya untuk pencegahan adanya proses sertifikasi keamanan pangan.

Untuk dapat menghindari kegagalan yang akan terjadi dalam proses sertifikasi, berikut ini adalah beberapa hal yang berpotensi menyebabkan kegagalan yang terkait dengan sertifikasi keamanan pangan.

Sebagai upaya untuk dapat membantu agar terealisasinya proses sertifikasi keamanan pangan, ada baiknya potensi penyebab kegagalan. Dengan mempelajari hal tersebut, maka perusahaan dapat mengantisipasi dengan mencegah faktor kegagalan tersebut terjadi. Lakukan proses pencarian referensi eksternal untuk dapat mengembangkan penyusunan dan implementasi Sistem Manajemen Keamanan Pangan pada industri pangan/kemasan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengenali Persyaratan Pengelolaan Kemasan Pangan yang Tepat

Pengembangan atas kemasan produk pangan saat ini memiliki persyaratan yang beraneka ragam. Walaupun menunjukan keberagaman persyaratan, hal yang sangat perlu dijalankan adalah bagaimana memastikan produk kemasan tersebut adalah aman untuk konsumen.  Berikut ini adalah persyaratan yang dimaksud

(1) Komposisi Bahan Kemas

Komposisi bahan kemas adalah bahan yang aman untuk dipergunakan untuk produk pangan. Selain keamanan pada bahan yang terkandung juga terkait dengan keamanan setelah menjadi produk.

(2) Label

Bahan kemas selain berfungsi untuk memastikan bahwa produk secara aman terkemas juga harus memastikan informasi yang ada pada label allergen, legalitas, maupun persyaratan terkait lainnya yang berhubungan dengan informasi atas produk pangan yang terkemas.

(3) Stabilitas

Kemasan pangan menjadi barrier penting untuk menjaga produk. Pastikan bahwa uji stabilitas dilakukan untuk melihat bagaimana kemasan tersebut tetap aman walaupun disimpan pada kondisi eksternal yang ekstrem. Kondisi penanganan yang terkait dengan status masa simpan produk.

(4) Halal

Produk pangan memastikan kehalalannya secara integritas dengan produk kemasan panga. Persyaratan atas kehalalan harus dipastikan dijalankan mulai dari bahan baku, proses sampai dengan produk jadi.

Demikian informasi adalah persyaratan yang terkait dengan pengendalian kemasan pangan. Lakukan proses pemastian bahwa proses produksi serta penanganan atas produk kemasan dijalankan dengan tepat sesuai regulasi. Penggunaan referensi eksternal yang tepat dapat dipergunakan oleh perusahaan untuk mengembangkan produk kemasan perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pelatihan Keamanan Pangan untuk Karyawan Produksi

Penerapan persyaratan keamanan pangan pada industri mempersyaratkan adanya implementasi secara total pada seluruh bagian di organisasi. Hal ini juga tidak mengurangi peranan karyawan yang berada pada bagian produksi. Tim produksi memiliki tanggung jawab yang sangat besar untuk memastkan bahwa persyaratan keamanan pangan terimplementasi dengan tepat dan segala upaya dijalankan untuk mencegah adanya kontaminasi pada produk.

Untuk dapat meningkatkan kesadaran serta kemampuan tim produksi dalam pelaksanaan sistem manajemen keamanan pangan, berikut ini adalah ilustrasi yang terkait dengan jenis-jenis pelatihan yang dapat dijalankan perusahaan untuk mengimplementasikan Sistem Manajemen Keamanan Pangan.

Pelatihan yang dimaksud adapat dijalankan melalui pelatihan internal dan melalui pelatihan eksternal. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat terkait dengan proses pengembangan pelatihan Sistem Manajemen Keamanan Pangan dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Evaluasi Program Sanitasi

Dalam implementasi Sistem Manajemen Keamanan Pangan, sangat penting bagi perusahaan untuk menjalankan PRP (Pre Requisite Program) , termasuk di dalamnya adalah sanitasi. Tidak jarang perusahaan mengalami persamalahan terkait dengan program sanitasi yang dijalankan. Kegiatan sanitasi yang tidak efektif dapat memberikan dampak terhadap keamanan pangan dan berakibat pada tingginya resiko pada produk.

Untuk dapat memastikan bahwa sanitasi yang dijalankan adalah efektif. Berikut ini adalah ilustrasi yang terkait dengan evaluasi program sanitasi.

Lakukan proses evaluasi terhadap seluruh PRP yang ada di industri pangan secara tepat. Lakukan validasi dengan referensi eksternal untuk memastikan Sistem Manajemen Keamanan Pangan berjalan dengan tepat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Jenis Kegiatan Verifikasi Sistem Manajemen Keamanan Pangan

Penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan, HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) membutuhkan adanya proses evaluasi keefektifan. Kajian ini disebut dengan verifikasi. Proses verifikasi dilakukan secara periodik sebagai saah satu bentuk penilaian apakah sistem yang didesain telah sesuai dengan persyaratan keamanan pangan. Berikut ini adalah ilustrasi yang terkait dengan kegiatan verifikasi.

Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat terkait dengan kegiatan verifikasi Sistem Manajemen Keamanan Pangan. Kaji apakah sistem yang dijalankan sudah sesuai dengan persyaratan yang ada. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Memahami Perubahan BRCGS Packaging Versi 7

Penerapan BRCGS kemasan mengalami proses peningkatan versi dari yang sebelumnya adalah versi 6 dan saat ini penerapan terkait dengan versi 7. Proses perubahan ini mengacu kepada standar yang telah diterbitkan terkait dengan proses revisi yang telah diterbitkan. Berikut ini terdapat beberapa hal yang perlu dicermati terkait dengan status perubahan yang dimaksud.

(1) Pengelolaan Budaya Mutu dan Keamanan Pangan

Budaya mutu dan keamanan pangan dikelola untuk pengembangan secara terus-menerus. Proses pengembangan secara terus-menerus dijalankan dengan melakukan proses evaluasi pelaksanaan paling tidak satu tahun sekali terkait dengan memastikan bahwa budaya mutu dan keamanan pangan dapat terimplementasi dengan tepat dan efektif.

(2) Pengelolaan Resiko Bahaya Keamanan pangan

Proses penetapan dan identifikasi yang terkait dengan bahay, selain mempertimbangkan resiko biologi, kimia dan fisik juga mempertimbangkan beberapa faktor lainnya, seperti allergen, fraud, bahaya yang berdampak kepada aspek fungsional dan integritas atas produk, serta parameter terkait lainnya.

(3) Pengendalian Peralatan

Proses penetapan atas validasi dari peralatan proses yang dipergunakan, termasuk di dalamnya adalah memastikan bahwa proses pengaturan dari peralatan tersebut dapat menghasilkan kualitas output produk yang sesuai.

(4) Pelaksanaan Internal Audit

Kegiatan internal audit yang dijalankan harus mempertimbangkan aspek resiko yang teridentifikasi pada kegiatan audit sebelumnya sebagai penentu dari frekuensi internal audit yang akan dijalankan di tahun berikutnya. Proses penetapan atas resiko ini mempertimbangan ruang lingkup serta klausul yang ditetapkan terkait dengan kegiatan internal audit.

(5) Pengendalian pemasok

Proses penetapan atas analisis resiko pemasok wajib dijalankan dengan mempertimbangkan aspek kualitas, keamanan pangan, threat dan vulnerability dari bahan baku dan produk pemasok. Proses evaluasi ini juga mempertimbangkan apakah pemasok memiliki sertifikat GFSI (Global Food Safety Initiative) atau tidak. Proses pengendalian resiko melihat pada faktor dan aspek klaim atas produk yang akan dijalankan perusahaan, memastikan bahwa proses pengendalian dan pengelolaan dijalankan dengan tepat dan efektif. Kegiatan audit pemasok dilakukan untuk produk dengan tingkat resiko yang tinggi dilakukan dengan menjalankan audit pemasok oleh personel yang kompeten.

(6) Pest Control

Proses pengendalian atas hama serta pemantauan atas pengendaliannya dapat dilakukan melalui proses analisis resiko yang terkait dengan hama yang muncul. Dimana status pengendaliannya dijalankan untuk memastikan bahwa proses pengendalian resiko djalankan oleh vendor pest control untuk menjadi dasar terkait dengan frekuensi pemantauan yang akan dijalankan.

(7) Pelatihan dan Pengembangan SDM

Memastikan bahwa pelatihan dijalankan untuk personel dan proses administrasi terkait dengan pengembangan dan pelatihan dijalankan dengan tepat. Proses pengembangan selain dengan menjalankan pelatihan, bisa dijalankan dengan coaching ataupun on the job training. Evaluasi atas kompetensi dipastikan berjalan setiap tahunnya di dalam organisasi.

Bagaimana perusahaa menjalankan proses pengelolaan Sistem Keamanan Pangan yang tepat? Lakukan proses evaluasi pelaksanaan yang dijalankan saat ini, apabila memang dibutuhkan sertifikasi dapat mempertimbangkan sistem yang paling dibutuhkan oleh buyer atau negara tujuan penjualan produk. Untuk dapat meningkatkan kualitas sistem, tidak ada salahnya perusahaan melakukan evaluasi referensi eksternal yang terkait dengan pelaksanaan sistem keamanan pangan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)