Pemberian Identifikasi pada Produk Pangan Jasa Restoran/ Katering

Salah satu hal yang terpenting dalam proses pengembangan implementasi HACCP dan Sistem Manajemen Keamanan Pangan adalah proses penetapan sistem traceability yang diterapkan sebagai kebutuhan dalam aplikasi proses produksi pangan untuk bisnis dan bidang jasa boga atau katering. Lalu bagaimana cara yang paling tepat yang apat dijalankan untuk memberikan identifikasi pada produk yang menjadi output jasa restoran dan katering.

Hal yang perlu diperhatikan untuk jasa restoran dan katering adalah konsep bahwa produk itu harus dijalankan dengan melakukan proses penyajian satu kali untuk kemudian dilakukan proses pembuangan produk yang disajikan tersebut.

(1) Identifikasi bahan baku

Lakukan proses identifikasi terhadap bahan baku secara tepat sehingga dalam proses penyimpanan dapat dipastikan sistem FIFO (First In First Out) dapat berjalan dengan baik dan secara tepat. Selain itu, sebaiknya pelajari karakteristik bahan dan tata cara penyimpanan.  Untuk bahan baku yang merupakan output dari suatu proses industri, harus dapat dipastikan bahwa bahan baku yang ditetapkan itu menjadi tersebut terkendalikan batasan masa berlakunya. Lakukan proses identifikasi dengan memberikan tanggal kedatangan barang serta kode / unit masuknya bahan baku tersebut.

(2) Tahapan Proses

Berikan identifikasi yang mengaitkan antara tahapan proses yang ditetapkan tersebut dengan tahapan proses yang dijalankan dalam kegiatan operasional proses yang telah ditetapkan.  Buat dan pastikan bahwa dalam tahapan tersebut tersedia identifikasi pelaku proses dan catatan tahapan proses yang termuat.

(3) Penyajian Produk

Buat catatan informasi terkait dengan penyajian khusus, apabila proses penyajian tersebut memang disajikan secara khusus kepada konsumen tertentu.  Apabila bersifat prasmanan maka lakukan proses pemberian identifikasi batasan waktu penyajian untuk menjaga kualitas dan keamanan produk terjaga.

Terapkan Sistem Manajemen Keamanan Pangan yang tepat dalam bisnis makanan Anda. Carilah referensi eksternal yang tepat untuk mendukung bisnis Anda berjalan sesuai degan standar persyaratan yang ada. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Menyusun Desain Program Sanitasi dalam Bisnis Restoran

Untuk lebih mengoptimalkan konsep keamanan pangan dalam bidang usaha jasa boga (food service), adalah hal mutlak untuk melakukan proses pengembangan Standard Operating Procedure yang berkaitan dengan program sanitasi.  Langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan oleh suatu industri dalam bidang restoran untuk lebih mengoptimalkan kapasitas dalam program sanitasi.

Langkah Pertama: Penyusunan Metode Sanitasi

Lakukan proses penetapan Standard Operating Procedure yang berkaitan dengan aplikasi sanitasi yang akan dijalankan dalam bisnis restoran tersebut.  Metode yang dilakukan ini sebelum dijalankan harus melalui tahapan proses asessement.  Assessment yang dilakukan adalah untuk melakukan proses identifikasi terhadap jenis limbah atau kotoran yang ada dalam proses, jenis material peralatan dan bangunan serta resiko pangan yang ada.

Tetapkan tahapan proses sanitasi yang dijalankan, jangan lupa lakukan jenis pengenalan dan identifikasi terhadap material sanitizer yang tepat untuk proses aplikasi sanitasi yang dijalankan tersebut.

Langkah Kedua: Penyusunan Prosedur dan catatan terdokumentasi

Buatlah mekanisme panduan terhada kegiatan sanitasi yang dijalakan tersebut.  Selain menyusun prosedur lakukan proses pembuatan catatan-catatan yang terkait dengan tahapan proses pengembangan sanitasi yang dijalankan dalam perusahaan.  Lakukan proses pengembangan jadwal yang tepat terhadap kegiatan dan program sanitasi.

Langkah Ketiga: Pelatihan Personel

Lakukan proses pemberian program pelatihan yang tepat pada karyawan.  Pelatihan harus dijalankan seiring dengan praktek yang tepat agar kegiatan sanitasi dapat diaplikasikan untuk memberikan nilai maksimal dalam proses sanitasi yang tepat.

Langkah Keempat: proses validasi

Hal ini adalah langkah yang terpenting, lakukan proses validasi untuk memastikan bahwa program sanitasi yang ada telah dijalankan secara tepat.  Program validasi dapat dilakukan dengan menjalankan program audit, proses pemeriksaan terhadap uji swab hasil sanitasi serta kegiatan maupun aspek lainnya yang berkaitan dengan program validasi yang dikembangkan dalam manajemen bisnis restoran yang dimaksudkan tersebut.

Dalam menjalankan empat tahap proses aplikasi program sanitasi ini, sebaiknya manajemen memastikan adanya komitmen yang kuat untuk penyediaan sumber daya yang memadai.  Lakukan analisis referensi eksternal yang tepat dalam menyusun desain program sanitasi tersebut. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Membentuk Tim Audit HACCP

Selain untuk menerapkan dan mengimplementasi sistem HACCP, dalam pelaksanaan dan mekanisme sistem tersebut dapat dijalankan dan dievaluasi secara tepat dan akurat.  Salah satu langkah strategi yang harus dilakukan perusahaan adalah dengan menyusun dan membentuk tim audit HACCP yang tangguh agar penjelasan terhadap konsep pengembangan sistem dapat diimplementasikan secara tepat sesuai dengan standar persyaratan yang ditetapkan oleh perusahaan. Lalu bagaimana langkah yang tepat yang harus dilakukan untuk menyusun tim audit HACCP yang efektif.

(1) Program Pelatihan

Lakukan proses penyusunan program pelatihan internal audit HACCP yang tepat dan optimal untuk dapat mengembangkan kapasitas kompetensi yang memadai dari tim audit.  Hal yang terpenting terkait dengan kompetensi tim HACCP adalah pengetahuan terhadap konsep sistem HACCP itu sendiri, kemampuan dan kapasitas dalam mengembangkan serta mengelola dari manajemen proses operasional yang ada dalam perusahaan, teknik audit serta pemahaman terhadap keamanan pangan.

(2) Program Evaluasi performa

Harus dapat dipastikan bahwa tim audit internal dapat menjalankan konsep dan manajemen Sistem Keamanan yang tepat sehingga dapat terimplementasi secara total.  Kapasitas dan kemampuan dalam menjalankan audit adalah fungsi penting yang harus dijalankan. Program evaluasi dapat dilakukan dengan melakukan evaluasi terhadap pendekatan audit, kualitas laporan audit, maupun kepastian sistem untuk memenuhi standar eksternal yang telah ditetapkan sesuai dengan standar persyaratan.

Lakukan kedua tahapan dengan selang dan periode tertentu yang telah ditetapkan untuk memastikan bahwa tim audit HACCP menjadi tim tangguh yang dapat menjaga implementasi secara tepat.  Hal yang paling penting untuk diingat adalah bahwa kegiatan audit internal adalah bagian penting dari pelaksanaan evaluasi sistem karena tahapan proses ini memberikan nilai yang lebih kuat dibandingkan audit eksternal itu sendiri. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Desain Program Pelatihan HACCP

Proses pengembangan kompetensi yang terkait dengan aplikasi sistem HACCP sebaiknya dikembangkan dalam bentuk pelatihan yang tidak mengedepankan aspek teoritis belaka.  Bagaimana pelatihan merupakan hasil dari kombinasi antara teori dan praktek yang dijalankan untuk memastikan bagaimana aplikasi dalam penerapan tersebut benar-benar diketahui secara tepat oleh karyawan.

Lalu bagaimana melakukan proses desain yang tepat terhadap pengembangan program pelatihan HACCP itu sendiri.

(1) Pemahaman terhadap GMP

Lakukan proses pemberian informasi yang tepat terkait dengan aplikasi GMP.  Selain berikan pemahaman teoritis, pada saat pelatihan ini sudah sebaiknya pihak pelaku dalam perusahaan juga mendapatkan kegiatan pelatihan dan praktek penyusunan dokumen yang terkait dengan manual GMP maupun catatan pendukung lainnya.

(2)  Pengetahuan dasar bahan pangan

Berikan informasi yang mendalam mengenai faktor resiko yang muncul dalam bahan pangan yang ada dalam produk yang tetapkan ke dalam faktor resiko yang dimaksud.  Aspek pengenalan dan informasi yang terkait dengan bahan pangan tersebut harus terinformasikan dan disosialiasikan secara tepat dan akurat untuk memastikan tidak ada yang terlewatkan.  Dalam tahapan pelatihan ini, bagi peserta pelatihan ke dalam kelompok untuk kemudian dipastikan eksplorasi terhadap informasi resiko tersebut tersampaikan secara tepat.

(3) Langkah-langkah penyusunan Manual HACCP

Bagaimana di dalam tahapan ini, seluruh tahapan proses operasional yang terkait dengan penyusunan manual HACCP langsung diaplikasikan kepada peserta sehingga seluruh tahapan yang ada dapat secara optimal dijalankan. Lakukan proses presentasi dan tetapkan kelompok dengan proses penyusunan terbaik untuk mendapatkan reward.

Diharapkan dengan desain pelatihan yang tepat, prinsip dasar HACCP yang sulit untuk dipahami dapat dimengerti secara tepat oleh peserta pelatihan.  Sehingga peningkatan kesadaran akan keamanan pangan menjadi timbul dan berkembang di dalam perusahaan itu sendiri. (amarylliap@yahoo.com, 08129369926)

Pengelolaan Komunikasi Internal (yang Tepat) dalam Penerapan ISO 22000

Dalam proses penerapan ISO 22000, terdapat klausul yang terkait dengan proses komunikasi internal.  Bagaimana tahapan dan tata cara yang digunakan untuk mengaplikasikan klausul komunikasi internal ini?

(1) Peranan Food Safety Team Leader

Pelaku industri harus menunjuk satu individu internal yang ada dalam perusahaan sebagai koordinator dalam pelaksanaan komunikasi internal.  Salah satu hal yang paling penting untuk dioptimalkan dan dikelola adalah pemastian adanya sistem dokumentasi yang tepat yang digunakan dalam aplikasi penerapan Sistem ISO 22000 yang dimaksudkan tersebut.

(2) Teknik dan metode sosialisasi

Kesadaran terhadap aspek penting dalam proses implementasi keamanan pangan harus dapat dipastikan tersampaikan secara tepat baik .  Dalam proses aplikasi internal, perusahaan dapat mendesain pelatihan, proses sosialisasi, brosur-brosur ataupaun diimplementasikan ke dalam fungsi dan jabatan yang ada dalam perusahaan.

(3) Memastikan keterbaharuan persyaratan dan peraturan perundang-undangan

Melakukan adanya pengembangan aspek keterbaharuan yang terkait dengan persyaratan peraturan dan perundang-undangan.  Lakukan proses pemastian keterbaharuan terhadap sistem yang ada secara periodik untuk memastikan bahwa aturan dan perundang-undangan yang ada adalah benar-benar yang terbaru.

Bagaimana lanjutan dari proses komunikasi ini akan Anda kembangkan, tentu saja proses ini tergantung dalam budaya dan karakter bisnis yang dijalani.  Lakukan proses komunikasi yang optimal sehingga penerapan Sistem ISO 22000 di dalam perusahaan Anda tidak hanya jargon semata namun benar-benar terimplementasi ke dalam bidaya perusahaan. (amarylliap@yahoo.com, 08129369926)

Aplikasi HACCP pada Produk Makanan Segar

Pada saat ini produk pangan segar memiliki segmentasi pemasaran yang bagus.  Beberapa konsumen mulai melihat status pembuatan produk pangan segar sebagai alternatif baru pada makanan sehat.  Lalu bagaimanakah teknik aplikasi HACCP pada Produk Manakan Segar itu sendiri.

(1)  Jenis Bahan Pangan

Pelaku industri/ proses harus melakukan proses analisis terlebih dahulu terhadap aspek resiko keamanan pangan yang terdapat pada bahan pangan segar itu sendiri.  Mengingat proses pengolahannya yang tidak mengalami proses pemasanan lanjutan maka proses perlakuan penerimaan bahan baku harus didesain secara tepat.  Adapun tahapan dan metode yang harus digunakan dalam kegiatan aplikasi tersebut meliputi:

(a) Seleksi pemasok (b) Pemeriksaan kualitas terhadap bahan baku, proses pemeriksaan ini meliputi seluruh parameter yang ditetapkan dalam Standard Nasional/ Internasional Produk itu sendiri (c) Audit dokumentasi terhadap produk yang dipasok untuk memastikan kesesuaian dengan standar persyaratan yang ditetapkan.

(2) GMP (Good Manufacturing Practice) pada Makanan Segar

Teknik aplikasi GMP pada produk makanan segar didesain dalam bentuk tingkat pengendalian yang sangat insentif sesuai dengan resiko yang muncul.  Bagaimana menetapkan sistem sanitasi yang tepat dan personal hygiene yang sesuai dengan tingkat resiko bahan pangan, faktor itulah yang merupakan faktor terpenting dalam aspek pengelolaan dan pengembangan sistem GMP yang muncul.

(3) Teknik Penyimpanan dan Distribusi

Teknik penyimpanan dan distribusi produk pangan segar adalah faktor kritikal yang harus dikendalikan agar makanan tersebut aman ketika dikonsumsi.  Pengendalian temperatur, proses penanganan dan rotasi dari penempatan produk serta proses dan sistem penyimpanan lainnya menjadi suatu bentuk tahapan proses yang dimasukkan ke dalam tahapan OPRP (Operational Pre Requisite Program).

Pastikan produk Anda terlindungi dan aman dikonsumsi oleh pelanggan. Kembangkan dan kelola sistem aplikasi HACCP di dalam proses operasional Anda secara tepat guna. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)