Saat ini banyak produk pangan yang memiliki kewajiban untuk melakukan pendaftaran sebagai produk SNI. Hal ini menjadi kewajiban yang tidak dapat ditawar terkait dengan proteksi kualitas yang ada pada produk tersebut. Namun selain kewajiban untuk melakukan proses sertifikasi SNI, ada baiknya perusahaan juga memahami bahwa proses implementasi Sistem Manajemen Keamanan Pangan dapat digabungkan ke dalam standar SNI. Faktor utamanya adalah beberapa kategori produk pangan mempersyaratkan adanya proses sertifikasi yang terkait dengan persyaratan keamanan pangan dan SNI.
Untuk perusahaan yang memiliki persyaratan keduanya, berikut ini dalah beberapa tahapan yang dapat dilakukan untuk mengkombinasi Sistem Manajemen Keamanan Pangan dan SNI.
(1) Menggabungkan HACCP dan SNI
Penerapan atas SNI berbasiskan pada Sistem ISO 9001 atau Sistem Manajemen Mutu. Penerapan atas HACCP dapat dijalankan terkait dengan klausul yang termuat dalam persyaratan yang terkait dengan klausul 8 yaitu pengendalian operasional. Penerapan atas HACCP yang digabungkan dengan penerapan yang terkait dengan realisasi produk dijalankan dengan mewujudkan realisasi produk sesuai dengan persyaratan kualitas dan persyaratan keamanan pangan.
(2) Menggabungkan ISO 22000 /FSSC dan SNI
Secara proses penggabungan ini sangat efisien apabila dijalankan bersama-sama. Dimana keduanya adalah sistem yang berbasiskan pada struktur persyaratan ISO. Namun SNI lebih terfokus dengan Sistem Manajemen Mutu dan ISO 22000 kepada Keamanan Pangan. Dengan menggabungkan kedua sistem ini maka proses penerapan dapat dilakukan dengan menggabungkan kedua sistem dalam struktur sistem yang sama. Untuk perusahaan yang menerapkan FSSC, pada persyaratan FSSC versi 6, penerapan atas keamanan pangan dan mutu telah digabungkan ke dalam sistem ini sehingga dengan menerapkan FSSC versi 6 berarti perusahaan telah siap untuk menjalankan proses sertifikasi SNI.
(3) Menggabungan dengan BRCGS dan SNI
BRCGS adalah sistem yang terfokus kepada keamanan pangan, kualitas dan authentifikasi. Sehingga secara otomatis, proses ini dapat memastikan bagaimana produk juga dapat memenuhi standar kualitas. Namun mempertimbangkan format sistem yang sedikit berbeda dengan Sistem ISO maka proses penyusunan dokumen harus dilengkapi dengan struktur format dokumen ISO.
Mempertimbangkan hal tersebut, sepertinya perusahaan dapat memberanikan diri untuk memperbaiki dan mengembangkan sistem yang lebih tepat agar dapat mencapai tujuan pemenuhan persyaratan dan perbaikan internal. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengkombinasikan sistem yang ada pada perusahaan, persyaratan dari pemerintah ataupun persyaratan dari pelanggan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)