Memahami Pest Control Berdasarkan Pada ISO 22002-100:2025

Melakukan penanganan pest control menjadi salah satu bagian penting dalam penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan. Berdasarkan pada penerapan ISO 22002-100:2025 sesuai dengan PRP (Pre Requisite Program), berikut ini adalah pengendalian Pest Control yang diterapkan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Dalam menjalankan penerapan pest control yang dimaksud, perusahaan dapat mempergunakan referensi eksternal yang tepat. Agar lebih efektif, perusahaan harus dapat memastikan personel yang menjalankan penanganan pest control adalah personel yang kompeten. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Penerapan ASC COC pada Industri Perikanan

Industri perikanan saat ini memiliki nilai kompetitif yang tinggi. Dimana selain memastikan adanya penerapan yang terkait dengan manajemen mutu dan keamanan pangan, industri perikanan juga diharapkan untuk mempertimbangkan keberlanjutannya. Salah satu dari program sertifikasi yang dapat dilakukan oleh perusahaan yang terkait dengan keberlanjutan adalah dengan menerapkan ASC COC (Aquaculture Stewardship Council Chain of Custody). Penerapan itu sendiri dapat dilakukan dengan mengaplikasikan proses sebagai berikut.

Industri perikanan dapat mempertimbangkan penerapan yang terkait dengan sistem berkelanjutan ini. Memastikan bahwa penerapan dapat mempertimbangkan konsep yang kuat terkait dengan perlindungan lingkungan, karyawan dan etika sosial pada rantai pasokan yang dijalankan di dalam perusahaan. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat memastikan bahwa sistem yang dijalankan dapat terimplmentasi dengan efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Membedakan Validasi dan Verifikasi Sistem Manajemen Keamanan Pangan

Dalam penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan, seringkali ditemukan adanya istilah yang terkait dengan validasi dan verifikasi. Istilah ini tentu saja berbeda, namun banyak yang mempergunakan istilah kedua hal tersebut dalam definisi yang saling tertukar. Untuk dapat membedakan, ilustrasi berikut dapat dipergunakan untuk dapat membedakan validasi dan verifikasi.

Baik validasi dan verifikasi, keduanya sangat penting dan wajib dijalankan dalam industri yang menerapkan manajemen keamanan pangan. Ada baiknya perusahaan memastikan kedua pelaksanaan dijalankan dengan tepat. Mempergunakan referensi eksternal yang berpengalaman akan sangat membantu perusahaan dalam menerapkan Sistem Manajemen Keamanan Pangan yang tepat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

5 Kesalahan Dalam Melakukan Implementasi Keamanan Pangan

Banyak industri perikanan belum dapat menjalankan implementasi terkait dengan persyaratan keamanan pangan dengan tepat. Berikut ini adalah beberapa kesalahan yang terkait dengan menjalankan implementasi keamanan pangan.

Setelah mengetahui, kesalahan yang dilakukan dapat dilakukan proses perbaikan sebagai bentuk tindak lanjut. Industri perikanan dapat menjalankan kegiatan implementasi yang tepat. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk melakukan proses penanganan atas sistem yang dijalankan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

7 Kesalahan dalam Mengimplementasi Keamanan Pangan pada Industri Kemasan

Penerapan atas keamanan pangan pada industri kemasan pangan adalah hal yang sangat penting dijalankan untuk memastikan agar rantai pangan dapat berjalan dengan baik. Dalam proses implementasinya, seringkali banyak industri kemanan pangan mengalami kesulitan dalam proses penerapan keamanan pangannya. Untuk dapat menghindari adanya penyimpangan yang terkait dengan implemetasi keamanan pangan, berikut ini adalah 7 kesalahan yang sebaiknya dihindari dalam proses implementasi keaman pangan itu sendiri.

Lalu bagaimana dengan pelaksanaan yang tepat terkait dengan penerapan keamanan pangan pada kemasan? Pastikan perusahaan kemasan tidak melakukan kesalahan dalam penerapan keamanan pangannya agar dapat memberikan output kualitas dan keamanan pangan yang tepat dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Membedakan CCP dan OPRP

Dalam penanganan standar keamanan pangan, istilah CCP (Critical Control Point) dan OPRP (Operational Pre Requisite Program) adalah istilah yang seringkali ditemukan. Khususnya untuk perusahaan yang menjalankan implementasi Sistem Manajemen Keamanan Pangan, yaitu ISO 22000 dan FSSC. Pengendalian atas bahaya pada kedua jenis pengendalian ini dijalankan pada tahapan bahaya kritis, namun secara penerapan terdapat perbedaan yang terkait dengan pengendalian yang dimaksud. Lalu bagaimana proses pengendaliannya dijalankan.

Penerapan terkait dengan Sistem Manajemen Keamanan Pangan, pelaksanaan terkait dengan pengendalian prioritas yang terkait dengan penerapan ORPP dan CCP. Hal ini bertujuan untuk dapat memastikan bahwa Sistem Manajemen Keamanan Pangan dapat terkendali secara efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Penyebab Cemaran Mikrobiologi Pada Katering

Produk katering merupakan produk pangan olahan siap saji yang terkategori langsung dikonsumsi oleh pengguna. Dalam beberapa hal penanganan yang tidak tepat pada produk katering dapat memberikan adanya kontaminasi cemaran mikrobiologi pada katering. Berikut ini adalah beberapa sumber yang menyebabkan adanya cemaran mikrobiologi pada katering.

Mempertimbangkan faktor penyebab yang dimaksud, sebaiknya perusahaan melakukan pengendalian yang tepat atas sumber cemaran mikrobiologi sehingga dapat meminimalkan adanya potensi cemaran yang dimaksud. Lakukan proses pencarian referensi yang tepat terkait dengan pengendalian dan pencegahan kontaminasi mikrobiologi pada produk. Proses sertifikasi keamanan pangan dapat membantu perusahaan untuk memastikan sistem berjalan dengan tepat dan mampu untuk mencegah kemunculan kontaminasi mikribiologi ke dalam produk katering.(amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Memahami Revisi Perubahan yang Terkait dengan BRCGS Versi 9

Proses sertifikasi keamanan pangan, BRCGS (British Retail Consortium) terdapat perubahan yang terkait dengan status persyaratan yang dimaksud dari versi 8 menjadi versi 9 pada tahun 2023. Untuk dapat lebih memahami perubahan tersebut, berikut ini adalah persyaratan yang dimaksudkan tersebut.

Mempertimbangkan perubahan yang dimaksud, ada baiknya perusahaan meningkatkan kualitas pelaksanaan sistem dengan melakukan proses evaluasi kondisi yang ada saat ini dengan standar yang dipersyaratkan dalam perusahaan. Dari hasil evaluasi tersebut, kemudian dilakukan proses penetapan tindak lanjut atas kebutuhan untuk proses perbaikan. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat terkait dengan pengembangan dan peningkatan dari implementasi keamanan pangan dan kualitas. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Aplikasi Product Safety pada Produk Kosmetik dan Personal Care

Proses pengelolaan produk kosmetik dan personal cara selain harus menghasilkan produk yang aman terkait dengan kosmetik dan personal care. Dalam kegiatan produksi, hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana perusahaan menyusun perencanaan atas keamanan produk yang dimaksud.

Lalu bagaimana proses perencanaan yang terkait dengan product safety pada produk kosmetik dan personal care? Berikut ini adalah tahapan yang terkait dengan perencanana atas product safety yang akan dijalankan.

Pengelolaan terkait dengan keamanan produk menjadi bagian penting untuk memberikan jaminan keamanan atas produk. Lakukan proses pengembangan dan perencanaan yang terkait dengan product safety yang tepat dalam pengelolaan yang terkait dengan keamanan produk. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Manfaat Sertifikasi BRCGS pada Industri Perikanan

Penerapan atas keamanan pangan pada industri perikanan adalah hal umum yang menjadi kewajiban bagi perusahaan untuk memenuhi. Sertifikasi HACCP adalah sertifikasi wajib untuk pengelola produk perikanan sesuai dengan regulasi dan peruntukan penjualan atas produk. Peningkatan sertifikasi dapat dilakukan terkait dengan melakukan proses sertifikasi BRCGS (British Retail Consortium Global Certification) yang dapat meningkatkan luasan penjaminan keamanan pangan dari industri itu sendiri.

Lalu apa saja manfaat yang dapat dimiliki oleh industri perikanan terkait dengan pelaksanaan sertifikasi BRCGS itu sendiri.

Lakukan proses pengembangan dan implementasi yang terkait dengan persyaratan BRCGS, sebelum menjalankan audit sertifikasi. Tidak ada salahnya perusahaan mempergunakan referensi eksternal yang tepat untuk melakukan penyusunan dan sertifikasi BRCGS. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)