Desain Organisasi yang Efektif Dalam Perusahaan Keluarga

Penetapan atas desain organisasi yang berhubungan dengan perusahaan keluarga sebenarnya tidak berbeda dengan perusahaan lainnya. Namun hal yang perlu dipertimbangkan adalah bagaimana menegosiasikan posisi yang tepat dalam perusahaan agara pengelolaan tetap menjadi profesional. Lalu bagaimana mendesain organisasi yang tepat pada perusahaan keluarga?

(1) Menjabarkan Fungsi Dalam Organisasi

Idealnya seluruh fungsi yang ada di dalam organisasi diberikan kepada personel yang kompeten, namun dalam perusahaan keluarga berbeda. Terdapat aspek kepercayaan dan loyalitas yang menjadi pertimbangan dalam posisi tertentu. Mempertimbangkan bagaimana fungsi dalam organisasi dapat menjadi profesional dan tidak menjadi sia-sia karena berada dalam perusahaan keluarga. Hal ini untuk melihat bagaimana organisasi dapat menjadi profesional meskipun di dalam perusahaan masih bersifat keluarga. Pengembangan authorisasi juga menjadi bagian yang juga penting untuk ditekankan dan dijalankan dengan konsisten.

(2) Menetapkan Service Level Agreement

Setiap fungsi yang ada mendapatkan target yang ditetapkan untuk memastikan bahwa tujuan dari fungsi berjalan dengan tepat. Penetapan atas target tersebut menjadi bagian penting untuk dipastikan dijalankan dalam pelaksanaan pekerjaan dari setiap fungsi. Penilaian dilakukan untuk mengukur prestasi dari setiap fungsi yang dimaksud. Sehingga unsur kedekatan menjadi lebih minimal dan lebih mengutaman kepada profesionalisma

(3) Fokus kepada Proses

Pendekatan proses dalam penyelesaian adalah lebih penting dibandingkan dengan pendekatan target. Setiap fungsi dan penanggung jawab menjalankan proses yang termuat secara sistematis di dalam SOP (Standard Operating Procedure) untuk kemudian dilakukan proses pemastian bahwa proses dijalankan. Hal ini juga termasuk dengan proses penyelesaian masalah yang dijalankan di dalam perusahaan. Setiap permasalahan harus dilakukan berdasarkan pada penyebab terkait dengan ketidaksesuaian dalam organisasi.

Pengelolaan organisasi yang terkait dengan pelaksanaan sistem dalam perusahaan keluarga adalah penting untuk menjadi pertimbangan utama dalam organisasi. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa perusahaan menuju ke arah yang lebih profesional. Apabila perusahaan memerlukan konsultan untuk perbaikan manajemen, lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dan pengalaman. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mendesain Ulang Struktur Organisasi Perusahaan

Apa perlunya perusahaan menjalankan proses desain ulang struktur organisasinya? Beberapa perusahaan berpendapat bahwa struktur organisasi dipertahankan mengingat bahwa kondisi yang dimaksud sudah berjalan bertahun-tahun. Namun, tidak sedikit juga yang berpendapat berbeda. Berbagai macam alasan menjadi penyebab adanya perubahan atas struktur organisasi dalam perusahaan. Seperti pertumbuhan bisnis, efisiensi proses dan bahkan dikarenkan adanya kondisi eksternal.

Apabila perusahaan ingin melakukan proses pendesainan ulang atas struktur organisasi, berikut beberapa tahapan yang dapat dicermati atas perubahan yang dimaksud.

(1) Fokus dari Perusahaan

Struktur organisasi secara prinsip menggambarkan fokus dari perusahaan. Dimana area dengan tingkat fokus yang lebih tinggi akan dipastikan terlengkapi dengan jabatan dan fungsi khusus yang dimana spesialisasi terbentuk dan sistem pengawasan bertingkat dioptimalkan. Bisanya area ini disebut dengan core process (proses utama). Secara prinsip, area ini tidak berarti harus memiliki jumlah karyawan berjumlah banyak, namun mempertimbangkan bahwa area ini adalah strategis sebagai penggerak bisnis maka dipastikan bahwa fungsi ini ditempati oleh personel yang kompeten.

(2) Kemampuan Operasional Perusahaan

Identifikasi atas operasional perusahaan dianalisis tidak hanya pada kondisi saat ini namun juga melihat pada periode ke depannya. Kemampuan operasional diukur berdasarkan pada target produksi ataupun pelayanan yang dilakukan oleh perusahaan kepada pelanggan. Analisis ini menentukan bagaimana struktur akan dikembangkan. Pada usaha dimana satuan atas fungsi berperan langsung kepada output, maka perhitungan atas jumlah output dan personel harus dijabarkan dengan perhitungan yang pasti. Kesulitan akan muncul ketika perusahaan menemukan adanya potensi kontinyuitas yang terbatas untuk dikelola oleh perusahaan, ada baiknya pengembangan dilakukan dengan fungsi organsasi terpisah yang secara khusus untuk terfokus di bidang yang dimaksud.

(3) Menghindari Fungsi dan Jabatan dengan Peran Terbatas

Organisasi melihat bahwa setiap fungsi dan jabatan dalam organisasi dapat berkembang seluasnya dan diberikan porsi yang tidak terbatas. Ketika ditemukan adanya peran yang terbatas dalam fungsi dan jabatan tersebut, sehingga sangat penting dalam perencanaan struktur organisasi untuk dapat memikirkan cara yang tepat dalam memaksimalkan fungsi dan jabatan yang dimaksud. Fungsi dan peranan sederhana dapat dikembangkan menjadi peran dengan fungsi yang lebih kompleks dan nilai output yang maksimal.

Pendesainan ulang struktur organisasi harus mempertimbangkan bagaimana perusahaan berjalan dan dapat mengantisipasi bisnis yang dijalankan. Ada baiknya penetapan ulang struktur organisasi disertai dengan rencana dan program jangka panjang yang tepat untuk mengembangkan struktur yang dimaksud. Penggunaan referensi eksternal yang tepat dapat membantu perusahaan dalam proses desain ulang struktur organisasi dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Membentuk Manajemen yang Profesional dalam Perusahaan Keluarga

Perusahaan keluarga selalu identik dengan perusahaan yang masih berpegang teguh dengan prinsip dasar tradisional dimana menjunjung tinggi kekerabatan dalam pengelolaannya. Dimana pemilik perusahaan masih dimiliki oleh pribadi yang terafiliasi dengan kelompok keluarga dan dalam pengelolaannya dibantu oleh keluarga. Pembatasan posisi-posisi tertentu dalam organisasi yang hanya diperuntukan pada keluarga.

Sekilas, persepsi yang terbentuk adalah kecilnya peluang untuk perusahaan keluarga menjadi profesional. Namun hal ini tidak mustahil ini terjadi. Terdapat beberapa tahapan yang harus dipertimbangkan dengan efektif dalam pengelolaan manajemen pada perusahaan keluarga.

(1) Penanganan Manajemen SDM/ Sumber Daya Manusia

Pengelolaan atas manajemen SDM dalam perusahaan keluarga harus dilakukan dengan tingkat penanganan khusus. Mempertimagkan pembatasn atas posisi dalam organisasi, ada baiknya pengelolaan mempertimbangkan masukan profesional dalam penyusunan organisasi. Obyektifitas harus dipastikan untuk dilakukan agar posisi-posisi tersebut dapat terbuka untuk profesional yang kompeten. Penilaian juga sebaiknya dilakukan secara profesional dalam performa pekerjaannya. Apabila memang kekerabatan tidak dapat mengisi posisi tersebut, ada baiknya pengambilan personel yang lebih profesional dilakukan.

(2) Proses Pengambilan Keputusan

Salah satu hal yang seringkali menjadi kendala dalam manajemen keluarga adalah proses pengambilan keputusan yang dijalankan dalam organisasi. Pengambilan keputusan bukan dilakukan dengan pendekatan analisis akar penyebab masalah, namun berdasarkan pada penilaian pribadi orang yang paling berpengaruh dalam perusahaan. Hal ini menjadi suatu hambatan dalam proses pengembangan perusahaan, karena setiap perbaikan yang akan dilakukan adalah berdasarkan pada perspektif dari pemilik atau kerabat dari perusahaan yang dimaksud. Ketergantungan akan terbentuk sangat besar pada personal namun bukan kepada sistem.

(3) Proses Pengelolaan Konflik

Dalam organisasi yang berbasiskan pada manajemen keluarga, seringkali konflik muncul akibat tidak obyektif nya proses penyelesaian masalah. Aspek kedekatan menjadi lebih penting dibandingkan profesionalisme. Kesulitan ini dapat menyebabkan tingginya resiko manajemen konflik dalam organisasi. Personel dalam perusahaan tidak terdidik untuk mengembangkan kompetensi profesionalnya namun lebih kepada pendekatan kedekatannya.

Bagaimana perusahaan Anda mengembangkan aspek profesionalisme dengan tepat selalu menjadi tantangan dalam pengelolaan organisasi. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengembangkan organisasi Anda dengan efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengembangkan Budaya Anti Korupsi Sesuai dengan ISO 37001

Penerapan Sistem Manajemen Anti Korupsi ISO 37001 adadalah hal penting yang perlu dilakukan oleh seluruh perusahaan untuk mendapatkan persaingan yang positif di dalam organisasi. Salah satu dasar yang paling tepat dijalankan adalah dengan mengembangkan budaya anti korupsi di dalam perusahaan. Penerapan penting ini harus dimulai terkait dengan pengembangan budaya anti korupsi. Lalu bagaimana proses pengembangan budaya anti korupsi yang tepat sesuai dengan mekanisme ISO 37001.

(1) Memberikan Penjelasan Budaya Anti Korupsi

Hal ini menjadi bagian terpenting dalam organisasi, dimana budaya anti korupsi yang terbentuk di dalam perusahaan bukanlah hanya jargon semata tetapi juga menjadi bagian penting dari penetapan sistem di dalam perusahaan. Memberikan penjelasan dengan informasi dan penjelasan sederhana dimana implementasi akan menjadi lebih mudah dijalankan.

(2) Proses Sosialisasi yang Tepat

Bagaimana perusahaan menjalankan kegiatan sosialisasi terkait dengan anti korupsi? Beberapa perusahaan memberikan pelatihan dan menjalankan sosialisasi, beberapa memastikan proses sosialisasi dijalankan melalui flyer dan informasi tertulis. Proses sosialisasi yang tepat dilakukan dengan mengembangkan metode komunikasi yang efektif. Komunikasi ini dapat berjalan secara internal dan eksternal. Pengaturan atas sanksi dan informasi terkait dengan penanganan atas pelaporan yang berhubungan dengan korupsi juga wajib untuk dilakukan.

(3) Penyusunan Kompetensi terkait dengan Anti Korupsi

Bahaimana menjalankan kompetensi atas anti korupsi dapat dijalankan dalam perusahaan? Penetapan deskripsi serta informasi atas detail kompetensi ditetapkan dalam satuan kompetensi yang ditetapan sesuai dengan persyaratan anti korupsi yang dijalankan untuk memastikan bahwa kompetensi dilakukan secara maksimal

Bagaimana penyusunan standar kompetensi dijalankan dalam perusahaan? Lakukan pengembangan yang tepat terkait dengan pelaksanaan Sistem Manajemen Anti Penyuapan dalam Organisasi Anda. Penggunaan referensi eksternal yang tepat dapat dilakukan oleh perusahaan dalam mengembangkan budaya anti korupsi di dalam organisasi. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mendesain Activity Based Cost Pada Sektor Jasa

Struktur activity based cost adalah solusi yang tepat dalam perusahaan untuk dapat mengalihkan biaya ke dalam aspek yang produktif. Perhitungan dilakukan dengan melihat seberapa besarnya alokasi atas biaya dijalankan untuk menghasilkan suatu produk atas jasa yang dihasilkan. Adapun perhitungan yang dilakukan dalam activity based cost terlihat lebih efisien apabila dibandingkan dengan komposisi sistem pembiayaan konvensional, khususnya pada sektor jasa, proses penyusunan activity based cost menjadi langkah yang paling tepat dalam menghasilkan solusi bagi perusahaan.

Untuk mendesain acitivity based cost pada sektor jasa, ada baiknya perusahaan menjalankan langkah-langkah sebagai berikut:

(1) Mendesain Business Process

Perusahaan memetakan business process yang dijalankan dalam perusahaan, baik hal itu menyangkut pada proses yang terkait dengan kegiatan utama (core process) maupun kegiatan pendukung (support process). Lakukan proses analisis atas setiap tahapan proses yang ada serta memastikan tidak terdapat tahapan yang terlewatkan.

(2) Menghitung Komponen Biaya Dalam Proses

Lakukan proses perhitungan komponen biaya yang ada dalam proses yang dimaksud. Perhitungan ini meliputi atas waktu yang dipergunakan, sumber daya, kapasitas dari suatu proses serta memetakan biaya yang harus diperhitungkan apabila terdapat kegagalan pada proses yang dimaksud.

(3) Mengukur Output Proses

Output proses menentukan perhitungan nilai yang akan dipertimbangkan dalam penetapan biaya yang dimaksud. Sedikit berbeda dengan manufacturing, output proses yang teridentifikasi pada sektor jasa dikalkulasikan dalam bentuk tangible factor (nilai transaksi pelanggan) dan intangible factor (salah satunya loyalitas pelanggan). Perusahaan sebaiknya mengukur dan mengidentifikasi kedua output process tersebut sebagai suatu proses dalam pencapaian target serta standar pembiayaan yang dilakukan.

Dalam pengelolaan bisnis dalam perusahaan, ada baiknya perusahaan mencari dan mengembangkan inovasi yang tepat. Perubahan pengelolaan pembiayaan dengan pendekatan proses dapat menjadi salah satu pertimbangan yang dapat perusahaan lakukan untuk memperbaiki dan mengembangkan perusahaan secara tepat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

5 Langkah Dalam Mengembangkan Continual Improvement di Dalam Perusahaan

Kunci kekuatan pada perusahaan untuk mencapai sustainability adalah kemampuan perusahaan untuk dapat menangkap seluruh perubah dan melakukan proses transformasi untuk dapat meningkatkan nilai dan kemampuan perusahaan untuk dapat bertahan terhadap faktor eksternal dan internal perusahaan. Saat ini, perubahan terasa sangat cepat, sehingga mau tidak mau perusahaan harus dapat menjaga sustainability dan perubahan untuk menjadi peningkatan yang signifikan dalam kinerjanya.

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk dapat menjalankan proses continual improvement dimana dalam kegiatan perbaikan berkesinambungan di dalam perusahaan harus memberikan solusi dalam pengelolaan perusahaan secara tepat. Untuk dapat meningkatkan nilai efektifitas dari proses perbaikan yang berkesinambungan tersebut, berikut ini terdapat beberapa langkah atas continual improvement yang dapat dilakukan.

(1) Membentuk Tim Dalam Organisasi

Mendesain tim dalam organisasi adalah faktor penting dalam penerapan continual improvement. Banyak perusahaan yang tidak melibatkan tim internal yang kuat dalam proses perbaikan berkesinambungan. Hal ini dapat menyebabkan proses continual improvement tidak berjalan dengan maksimal. Unsur partisipasi menjadi bagian yang penting dalam organisasi untuk dapat menjalankan seluruh tahapan yang diperlukan dalam continual improvement. Memilih personel yang menjadi tim dalam continual improvement harus memperhatikan aspek komptensi, baik itu soft skill maupun kompetensi teknis. Karena bagaimana pun juga, proses dari continual improvement harus berjalan dan diarahkan oleh tim yang didukung oleh personel kompeten.

(2) Mendesain Tools Dalam Sistem

Banyak perusahaan yang melupakan mekanisme pembentukan tools dalam sistem adalah langkah penting dalam proses continual improvement. Tools sendiri adalah suatu bentuk metode yang dilakukan untuk menjalankan pengukuran atas proses yang dijalankan dalam perusahaan. Alat ukur yang didesain harus dapat mengukur output setiap tahapan proses secara kuantitatif. Tools bukanlah target, tapi metode/mekanisme yang dilakukan untuk melakukan proses pengukuran tersebut.

(3) Melakukan Proses Pemantauan Atas Output Proses

Setelah mendesain tools sesuai dengan output yang ditargetkan. Maka tim harus melakukan pemantauan atas kinerja output terukur tersebut. Apabila dalam output tersebut diidentifikasi ketidaktercapaian/ketidaksesuaian terkait dengan hasil yang diharapkan, maka dilakukan proses analisis terkait dengan ketidaksesuaian yang dimaksud. Analisis kemudian dilakukan untuk menetapkan akar permasalahan dari penyimpangan yang dimaksud.

(4) Menetapkan Inovasi Perbaikan

Menjalankan mekanisme inovasi perbaikan yang tepat dalam proses tersebut, dimana inovasi ini kemudian ditetapkan dalam bentuk improvement dalam proses. Dalam melakukan seleksi atas inovasi, perusahaan sebaiknya memiliki kehati-hatian dan secara tepat melakukan proses benchmark terhadap benchmark dari penetapan strategi tersebut.

(5) Mengukur Tingkat Keberhasilan dari Improvement

Setelah suatu strategi dibentuk dan dijalankan sebagai proses improvement, maka dilakukan proses evaluasi terkait dengan efektifitas dari improvement yang dimaksud. Mengidentifikasi seluruh kriteria inovasi dengan tepat dan maksimal untuk memastikan bahwa suatu tingkat improvement tersebut dapat dijalankan secara efektif.

Melihat kondisi bisnis saat ini, penerapan continual improvement menjadi salah satu siklus penting yang harus dijalankan oleh perusahaan. Bagaimana perusahaan menerapkan aplikasinya dalam continual improvement, perusahaan dapat mempergunakan tools dan sistem yang tepat melalui referensi eksternal dalam menjalankannya. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengubah Sistem Remunerasi yang Produktif

Dalam konsep dasar dari sistem kompensasi dan benefit, aplikasi remunerasi dijalankan selain terkait dengan proses pembayaran upah juga dijalankan untuk dapat memastikan adanya peningkatan motivasi dari karyawan dalam memberikan kontribusi ke perusahaan. Upah yang terlalu menekan dapat menunjukkan bahwa apresiasi perusahaan atas individu karyawan di dalam perusahaan tidak berjalan dengan baik. Tidak sedikit perusahaan yang menyadari bahwa sistem remunerasi yang tepat dapat meningkatkan produktifitas dari individu karyawan.

Lalu bagaimana perusahaan menetapkan sistem remunerasi yang dapat berjalan produktif dan dapat meningkatkan motivasi dari individu karyawan secara tepat. Berikut ini adalah beberapa langkah yang perusahaan dapat jalankan dalam pengembangan sistem remunerasi yang dimaksud.

(1) Mengidentifikasi Aspek Prestasi Karyawan

Melihat pada kebutuhan produktifitas, perusahaan sangat perlu untuk menetapkan kriteria-kriteria keberhasilan/ prestasi dari karyawan yang dapat diapresiasi dalam bentuk remunerasi. Terdapat dua alternatif pilihan yang dapat dilakukan oleh perusahaan, yang pertama adalah dengan mengembangkan sistem insentif/ komisi berdasarkan pada prestasi tersebut dan kedua adalah dengan memberikan sistem point yang kemudian diakselerasikan dengan jenjang karir karyawan. Kedua alternatif tersebut dapat dipergunakan secara bersamaan atau dapat dipergunakan secara terpisah.

(2) Menetapkan Variabel Tunjangan

Banyak perusahaan yang cenderung memberikan kompensasi dalam bentuk upah secara utuh tanpa tunjangan. Hal ini sebenarnya tidak menjadi masalah. Namun dalam penerapan aspek produktifitas akan menyulitkan karena setiap jabatan dan unit kerja yang ada dalam perusahaan memiliki karakteristik yang berbeda. Penetapan tunjangan itu sendiri dapat dijalankan terkait dengan aspek prestasi atau output kerja dan juga dapat terkait dengan potensi atas individu yang dimaksud. Potensi produktifitas dapat diukur melalui keahlian khusus yang dipergunakan perusahaan sebagai penunjang produktifitas.

(3) Menghindari Fixed Salary

Dalam sistem kompensasi konvensional, penggunaan fixed salary dapat dipergunakan untuk perusahaan-perusahaan yang nyaman dalam zona bisnisnya. Namun untuk perusahaan yang berada dalam zona kompetitif, penetapan fixed salary dapat beresiko atas bisnis. Ada baikna fixed salary dipergunakan untuk posisi jabatan yang bersifat administratif, itu pun juga sebaiknya dihindari. Karyawan dalam perusahaan harus dipastikan memiliki awareness yang kuat bahwa prestasi dan produktifitas adalah nilai penting untuk dicapai. Beberapa perusahaan yang sangat berorientasi kepada produktifitas tidak jarang memberikan apresiasi prestasi melebihi gaji pokok sampai dengan dua kali lipat.

Hal yang pasti untuk dipertimbangkan oleh perusahaan adalah bagaimana sistem yang dijalankan dalam perusahaan tidak melanggar persyaratan compliance dari peraturan pemerintah dan memastikan tingkat kesejahteraan karyawan terpenuhi. Penting untuk dapat memastikan bahwa karyawan tidak merasa terancam dan justru termotivasi dengan sistem remunerasi yang tepat. Ada baiknya perusahaan mencari referensi eksternal yang tepat untuk dapat mendesain sistem remunerasi yang dijalankan dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mendesain Sistem Pengupahan Dalam Manufacturing

Konsep mendesain sistem pengupahan dalam industri manufacturing tergolong memiliki tantangan tersendiri. Dibandingkan dengan sektor lainnya, penetapan atas desain sistem pengupahan dalam manufacturing memiliki “ikatan”atas produktifitas dan desain pengupahan yang berkaitan dengan aspek preventif dalam business process. Beberapa ruang lingkup area yang ada dalam perusahan, merupakan ruang lingkup yang sangat langsung terkait dengan hasil secara kuantitas dan beberapa aspek berhubungan dengan hasil secara kualitas.

Sehingga ada baiknya penetapan terkait dengan sistem pengupahan dalam manufacturing dilakukan melalui proses penetapan tahapan yang tepat. Berikut ini adalah beberapa langkah yang harus ditetapkan oleh perusahaan untuk menetapkan desain sistem remunerasi yang tepat dan efektif dalam perusahaan.

(1) Menetapkan Job Grade

Dalam proses penetapan remunerasi, perusahaan harus dipastikan mendesain job grade dengan tepat. Menetapkan proses analisis untuk memastikan bagaimana konsep atas pembobotan pekerjaan dievaluasi. Terdapat beberapa jabatan / ruang lingkup pekerjaan yang sangat terkait erat dengan penetapan output dari manufacturing dan terdapat beberapa jabatan/ ruang lingkup pekerjaan yang terkait dengan sistem penyangga (supporting unit) dalam perusahaan. Diamana proses pembobotan yang dijalankan adalah berbeda antara satu dengan lainnya.

(2) Mengidentifikasi Kompetensi

Alih-alih melakukan evaluasi atas lamanya kerja sebagai salah satu variabel perhitungan, penetapan kompetensi sebagai bagian dari penetapan sistem remunerasi adalah sangat tepat. Bukan menyingkirkan loyalitas. Dimana dalam manufacturing, penetapan loyalitas juga memiliki porsi penting dalam proses perhitungan remunerasi, namun aspek kompetensi juga menjadi parameter utama. Perusahaan harus dapat menyeimbangkan dan menggiring SDM (Sumber Daya Manusia) untuk secara linier memiliki tingkat loyalitas dan kompetensi yang berimbang.

(3) Meningkatkan Nilai Output Dari Kinerja Jabatan

Penetapan sistem remunerasi yang didesain bukan hanya bersifat sebagai pemenuhan kewajiban perusahaan kepada karyawan. Perusahaan harus memastikan bahwa remunerasi bisa menjadi bagian dari proses motivasi dari karyawan. Bagaimana pemilik jabatan secara simultan memiliki nilai motivasi yang kuat melalui penetapan kompensasi yang tepat dalam perusahaan. Pola peningkatan nilai pendapatan karyawan sebaiknya tidak dinilai hanya dari masa lama bekerja, namun juga pencapaian atas hasil/ output produktifitas.

Bagaimana proses desain sistem remunerasi dalam perusahaan Anda? Ada baiknya desain dari sistem remunerasi dilakukan secara tepat dan optimal untuk dapat meningkatkan produkfitas perusahaan dan motivasi karyawan. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam mendesain sistem remunerasi dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Strategi Efisiensi yang Tepat Dalam Perusahaan

Dalam kondisi dimana perusahaan mengalami banyak tantangan secara bisnis, salah satu konsep bertahan yang paling efektif adalah menjalankan efisiensi. Namun tidak sedikit perusahaan mengalami permasalahan dari pelaksanaan strategi efisiensi yang tidak tepat. Untuk dapat memnimalkan dampak negatif dari efisiensi, berikut ini adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh perusahaan.

(1) Memilah Budget Biaya dengan Tepat

Biaya yang harus benar-benar diminimalkan adalah biaya yang tidak bersifat produktif. Namun bukan berarti menghilangkan biaya pengendalian perusahaan. Pengalihan dalam bentuk teknologi mungkin terlihat memberikan investasi tinggi, namun apabila dapat meningkatkan produktifitas dan meminimalkan resiko bisnis mungkin menjadi tepat untuk dapat dipertimbangkan.

(2) Mengembangkan Program Peningkatan Produktifitas

Memastikan bahwa program peningkatan atas produktifitas pada setiap lini operasional dijalankan. Dalam bidang manufacturing, adalah tidak bijaksana melakukan efisiensi atas budget maintenance ataupun pengembangan SDM yang terkait dengan peningkatan produktifitas.

(3) Melakukan Efisiensi Perusahaan Secara Total

Apabila perusahaan terpaksa menutup operasionalnya dan tidak terdapat alternatif dalam pengembangan usaha lainnya. Maka langkah efisiensi perusahaan secara total dapat dilakukan. Namun ada baiknya sebelumnya menjalankan hal tersebut, perusahaan membangun Business Continuity Plan untuk mempertimbangkan recovery business setelah efisiensi total dijalankan.

Bagaimana perusahaan Anda melakukan proses penyusunan program efisiensi? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat meningkatkan efisiensi perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Meningkatkan Motivasi Karyawan Selama Bekerja Work From Home (WFH)

Bekerja dengan mekanisme Work From Home sangat sulit untuk dikondisikan sama antara bekerja di kantor. Namun apa pun kondisinya, saat ini, setiap perusahaan harus melakukan proses perubahan terkait dengan pola kerja Work From Home.

Salah satu hal penting yang seringkali didengarkan dari tim yang bekerja dalam kegiatan Work From Home adalah sulitnya untuk menyamakan irama kerja dalam tim. Menjadi hal yang penting bagi tim untuk dapat mempertahankan motivasi kerja yang tepat agar target perusahaan dapat tercapai. Lalu bagaimana perusahaan dapat meningkatkan motivasi karyawan dalam program WFH, berikut ini adalah beberapa pendekatan yang dapat dilakukan perusahaan.

(1) Menjalankan Sistem Komunikasi On Line yang Tepat

Secara lingkungan, adanya pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan memiliki tingkat koneksi yang rendah apabila dilakukan di dalam persahaan. Pola komunikasi ini harus dapat dipastikan berjalan dengan tepat dan efektif.  Setiap pesan dan instruksi harus dipastikan jelas  dan terukur target output yang dihasilkan.  Keunikan komunikasi on line adalah lebih menekankan kepada tanggung jawab individu sebagai karyawan dalam perusahaan.

(2) Mengembangkan Sistem Administrasi SDM Secara On Line

Memastikan fungsi dan tanggung jawab dijalankan secara on line bukanlah perkara mudah. Begitu juga dalam penyusunan sistem administrasi SDM (Sumber Daya Manusia),khususnya yang terkait dengan kepersonaliaan.  Administrasi secara on line ini harus dapat dipastikan diimplementasikan dan dilakukan proses tindak lanjut yang tepat. Sehingga setiap orang bisa menjalankan secara maksimal.

(3) Melakukan Proses Pengembangan Kompetensi Secara Kontinyu

Jangan menjadikan alasan WFH sebagai hambatan dalam proses pengembangan kompetensi karyawan. Melakukan proses evaluasi untuk kemudian menjalankan program pengembangan terkait dengan kompetensi yang dimiliki oleh individu karyawan.  Proses pengembangan dalam bentuk pelatihan dan konseling dapat dilakukan secara terus-menerus tanpa hambatan WFH.

Kondisi WFH jangan menjadi masalah dalam proses pengembangan dan implementasi Sistem Manajemen SDM dalam perusahaan. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang positif untuk dapat meningkatkan nilai kompetensi SDM dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 0812936926)