Set Up Sistem Pergudangan Berdasarkan Sistem Manajemen Keamanan Pangan

Dalam sistem manajemen keamanan pangan, adalah menjadi keharusan untuk dapat mensinergikan antara sistem yang telah ditetapkan dengan Sistem Manajemen Keamanan Pangan yang telah dipersyaratkan. Adapun desain sistem pergudangan yang dipersyaratkan dalam Sistem Manajemen Keamanan Pangan adalah sebagai berikut:

(1) Penempatan barang dan lay out gudang

Perusahaan harus memastikan bahwa penempatan barang dijalankan dengan konsep FEFO (First Expired First Out), dimana di dalamnya perusahaan diminta untuk menempatkan barang berdasarkan status expired date.

Penetapan lay out barang di dalam gudang juga memegang peranan penting. Pemisahan antara barang harus dijalankan berdasarkan standar penyimpanan yang telah ditetapkan, status resiko keamanan pangan juga menjadi dasar dari proses pemisahan barang yang ada dalam gudang.  Perusahaan sebaiknya menetapkan standar internal penyimpanan internal yang dijadikan panduan dalam proses penyimpanan yang dijalankan di dalam gudang.

(2) Desain Sistem Sanitasi

Gudang harus dipastikan terkelola dengan baik.  Penempatan barang sebaiknya dijalankan sesuai dengan standar GMP (Good Manufacturing Practice), dimana sistem sanitasi juga sebaiknya ditetapkan berdasarkan standar sanitasi yang telah terverifikasi tepat dan efektif dalam mencegah peningkatan resiko selama penyimpanan.

Beberapa pertimbangan juga harus menjadi perhatian dalam menyusun desain sanitasi adalah dengan mempertimbangkan aspek jumlah item barang di dalam gudang, karakteristik penyimpanannya serta tahapan proses penanganan di area tersebut.  Idealnya gudang adalah hanya tempat penyimpanan barang, namun di beberapa industri juga dipastikan bahwa gudang adalah area persiapan barang sehingga proses sanitasi sangat dibutuhkan untuk lebih intensif.

(3) Food Security Program

Gudang adalah area dengan resiko yang cukup tinggi terhadap resiko akan sabotase, ataupun resiko kehilangan dari produk/ material.  Perusahaan sebaiknya menetapkan standar tata cara yang tepat untuk melakukan proses pengendalian terhadap keamanan produk sehingga bisa dipastikan bahwa gudang tersebut dapat terjaga dan terhindar dari resiko penyimpangan yang bisa muncul.

Bagaimana Anda melakukan proses pengelolaan terhadap standar Sistem Manajemen Keamanan Pangan di perusahaan Anda. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam mengembangkan Sistem Manajemen Keamanan Pangan dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Bagaimana Menyusun Sistem Traceability yang Efektif

Dalam industri pangan/ perikanan, salah satu tantangan terbesar dalam menerapkan Sistem Manajemen Keamanan Pangan adalah bagaimana melakukan proses pengendalian terhadap sistem traceability. Sistem Traceability adalah suatu hal yang wajib dan sangat penting untuk dilakukan proses pengujian.

Lalu bagaimana internal perusahaan menyusun Sistem Traceability yang tepat dan efektif?

Langkah pertama, melakukan proses identifikasi alir proses
Adalah sangat penting untuk melakukan proses pembelajaran terhadap alir proses produksi yang ada untuk melakukan pengaturan sistem traceability yang ada.

Langkah kedua, melakukan proses penyusunan terkait dengan Sistem Traceability yang ada dalam perusahaan. Mulai dari pengaturan sistem di pemasok, proses penyimpanan, sistem pencatatan traceability produksi serta proses penyimpanan di gudang barang jadi. Sistem juga sebaiknya dapat mencakup adanya pengembangan terkait sistem return, sistem stock in place/ work in progress serta adanya reject.

Langkah ketiga, menjalankan konsep mass balanced untuk dapat lebih memastikan bahwa sistem traceability tersebut dapat dievaluasi secara tepat dan efektifif. Sistem traceability yang tepat dapat memastikan adanya kesesuaian antara data administrasi dengan data aktual.

Lakukan proses penyusunan sistem traceability yang tepat dalam industri anda, dan lakukan proses evaluasi untuk mendapatkan informasi status keefektifannya. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Aplikasi Pest Control dalam Industri Pangan

Banyak perusahaan dan industri makanan melihat bahwa pest control adalah suatu bentuk pelengkap untuk memastikan bahwa industri pangan tersebut memenuhi persyaratan Sistem ISO 22000 ataupun HACCP atau bahkan hanya untuk menembus audit eksternal saja.  Padahal banyak ditemukan dampak negatif yang terkait dengan ketidaksesuaian aplikasi pest control yang apabila tidak dilakukan secara cermat dapat beresiko terhadap keamanan pangan.

Dampak negatif dari proses aplikasi pest control yang tidak tepat tersebut adalah:

1) Resistensi dari hama

Proses pemusnahan pest ataupun hama dengan proses dan metodologi yang tidak tepat dapat menyebabkan hama menjadi resisten dan lebih sulit untuk dimusnahkan.  Dalam beberapa hal, perusahaan mengalami kerugian karena akan melakukan proses investasi yang cukup tinggi terkait dengan proses penanganan aplikasi pest control yang dijalankan dalam perusahaan.

2) Pemusnahan hama yang tidak tepat

Proses aplikasi pest control memiliki tingkatan dalam proses penanganannya.  Banyak perusahaan pest control lebih mengutamakan bahan kimia yang sebenarnya menjadi suatu bentuk solusi sapu jagad yang dapat memnyebabkan status dan kondisi pemusnahan hama yang ada dalam perusahaan menjadi suatu bentuk penanganan jalan pintas yang tidak tepat bagi proses aplikasi pengembangan industri pangan.  Dalam industri pangan sebaiknya dilakukan proses evaluasi terhadap aplikasi pest control yang sangat tepat dan sesuai dengan kondisi yang ada di lapanan sehingga akan sangat membantuk perusahaan dalam proses aplikasi pest control itu nantinya.

Ketidaktepatan pemusnahan hama juga dapat menjadi suatu nilai negatif karena bisa saja pemusnahan hama yang dilakukan justru memunculkan adanya hama lainnya yang dapat menyebabkan perusahaan mengalami permasalahan dalam proses operasional yang dijalankan.

Lalu bagaimana cara melakukan proses aplikasi pest control yang tepat.

1) Seleksi Perusahaan Pest Control

Lakukan proses dan evaluasi dari pemasok yang menjalankan kegiatan pest control tersebut.  Salah satu nilai penting yang harus dijalankan dalam proses seleksi adalah lakukan proses pencarian perusahaan pest control yang penetapan aplikasinya dilakukan dengan melalukan proses survey dan penanganan yang tepat sesuai dengan industri dan kondisi operasional proses perusahaan Anda.  Pastikan perusahaan tersebut memiliki tim teknisi yang kuat dan R&D yang tepat untuk melakukan proses assessment di dalam perusahaan Anda sebelum menjalankan aplikasi pest control. Sehingga dengan proses pengembangan dan riset yang tepat inilah optimalisasi dari program pest control di perusahaan Anda dapat berkembang secara optimal.

2) Proses pengembangan dan operasional sanitasi

Bagaimana cara melakukan proses penetapan dan proses operasional sanitasi yang tepat, itu adalah kunci utama dalam proses pengembangan operasional dari program pest control.  Sanitasi yang kurang memadai dapat meningkatkan potensi perkembangan hama dan memunculkan daya tarik kedatangan hama. Lakukan proses integrasi yang tepat antara aplikasi sanitasi dengan proses operasional pest control yang dijalankan.

3) Program Pelatihan

Lakukan proses pengembangan kompetensi sumber daya manusia dalam perusahaan Anda dengan aplikasi dan pengembangan kompetensi terhadap pengendalian hama.  Meskipun proses pengendalian hama di perusahaan Anda dilakukan oleh perusahaan lain, bukan berarti bahwa karyawan dalam perusahaan tidak memahami secara tepat proses penanganan dan aplikasi dari kegiatan dan program pest control.  Tujuan dari program pelatihan ini adalah meningkatkan nilai keterlibatan karyawan dalam program pest control serta untuk memiliki kapasitas yang tepat dalam proses penanganan dan verifikasi terhadap program pengendalian hama dalam perusahaan.

Segeralah perusahaan Anda mulai memperbaiki konsep pengembangan program pengendalian hama yang tepat.  Dalam industri pangan, kontaminasi dari serangga dan hama lainnya masih menjadi momok yang dapat menjatuhkan kredibilitas bisnis Anda.  Lakukan proses konsultasi dan pencarian referensi yang tepat terkait dengan pest control yang ada dalam perusahaan Anda. (tri_hartono2002@yahoo.com, 081335632084)