Strategi Pengembangan Fungsi PPIC

Dalam proses pengembangan sistem manufacturing, adalah sangat penting bagi perusahaan untuk menyusun perencanaan terkait dengan produksi. Dibandingkan dengan penyusunan SOP dalam bidang usaha lainnya, dalam industri manufactuing peranan PPIC adalah denyut utama dari penyusunan sistem yang ada dalam manufacturing. Ada beberapa perusahaan bahkan ketika melakukan proses pendesainan terhadap organisasi, menetapkan fungsi PPIC adalah proses penetapan yang sangat kritikal.

Lalu bagaiman mengembangkan fungsi PPIC yang tepat. Salah satu persyaratan utama yang penting ketika melakukan proses penetapan fungsi PPIC adalah memastikan bahwa fungsi PPIC telah terintegrasi dengan fungsi pengadaan (procurement) , penyimpanan barang (inventory) , produksi dan distribusi.

Lalu bagaimana proses perencanaan yang tepat dalam pengembangan fungsi PPIC dalam perusahaan.

(1) Memastikan kesesuaian kapasitas

PPIC harus dapat menjawab tantangan pelaggan dalam memastikan kesesuaian antara level pengiriman (delivery service level), keuangan perusahaan serta kapasitas.  Memastikan kapasitas harus dipastikan terukur dengan tepat. Tantangan terbesar adalah melakukan proses kalkulasi yang akurat dalam memastikan bahwa output proses adalah kondisi real dan terukur dengan tepat baik dalam data maupun kondisi aktual.

(2) Pengendalian Biaya Produksi

PPIC berperan penting dalam menganalisis janji marketing terhadap pelanggan. Memastikan bahwa order yang dijalankan adalah layak dan tidak merugikan perusahaan. Memastikan bahwa dengan status minimal kuantitas produksi, terpastikan bahwa biaya produksi terpenuhi dengan tepat.

(3) Menjaga Supply Chain Management

Peranan dalam menjaga baris antrian proses dan menjalankan seluruh perencanaan yang tepat menjadi bagian penting dalam program pengendalian rantai pasokan tersebut. Melakukan fungsi koordinasi dan mengevaluasi seluruh titik proses mulai dari pengadaan sampai dengan pengiriman adalah penting untuk dijalankan dalam kegiatan proses tersebut.

Bagaimana dengan perusahaan Anda ketika menjalankan proses pengelolaan rantai pasokan produksi tersebut? Lakukan proses pencarian  yang tepat untuk memastikan bahwa sistem operasional perusahaan berjalan dengan baik. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Meningkatkan Rasio Efisiensi Manufacturing

Dalam dunia manufacturing, adalah sangat penting bagi perusahaan untuk dapat meningkatkan nilai atas rasio efisiensi yang dimiliki oleh bidang usaha Manufacturing. Menjadi suatu tantangan tersendiri bagi industri manufacturing untuk dapat meningkatkan nilai efisiensi dari perusahaan. Lalu bagaimana program efisiensi dijalankan dalam industri manufacturing?

Pola Pertama, Menjalankan Proses yang Efisien

Dalam program penyusunan suatu proses efisien, perusahaan dapat mengadopsi konsep lean management seperti yang dijelaskan dalam penerapan implementasi Six Sigma. Adapun model proses dengan kapasitas yang terbatas dan cenderung tetap adalah nilai terukur sebagai proses “normal”. Kemudian dipastikan proses sebelum dan setelahnya dapat terukur sebagai proses yang terkendali dalam batasan normal tersebut untuk kemudian dapat menjadi standar operasional baku.

Pola Kedua, Menghitung Produktifitas SDM

Ada baiknya perusahaan mulai melakukan pendekatan analisis jabatan dan beban kerja yang akurat.  Melakukan proses pengukuran atas besaran nilai output dan kompetensi sumber daya manusia menjadi nilai yang penting dan signifikan untuk dapat dikelola.

Pola Ketiga, Mengurangi Kesalahan Operasional

Ada baiknya perusahaan mulai menjalanakan budaya mutu dan pola kerja yang strategis dan efisien. Bagaimana perusahaan dapat memastikan bahwa kesalahan operasional tersebut dapat diminimalkan dengan menjalankan sistem manajemen operasional yang tepat. Perhitungan seperti Masaa Balanced System yang digabungkan dengan konsep strategi seperti ISO 9001 dapat dipakai sebagai bentuk alat penunjang atas pelaksanaan sistem manajemen operasional perusahaan.

Memastikan kembali bahwa perusahaan dapat mengembangkan dan  menyusun suatu sistem yang tepat adalah salah satu bentuk strategis efisiensi yang dapat dijalankan oleh perusahaan. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat terkait dengan sistem manajemen operasional adalah bentuk penting yang terkait dalam proses pengendalian operasional perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

In House Training Dasar-Dasar Supply Chain Management

Secara teoritis, setiap perusahaan menjalankan konsep operasional supply chain management.  Pemikiran dasar dari suatu bisnis secara sederhana adalah dapat mengembangkan alir  proses dalam perusahaan secara efektif dan maksimal. Memastikan bahwa setiap tahapan dapat mengalirkan stock operasional secara efektif sesuai dengan aturan dari service level yang dijalankan.

Lalu bagaimana proses implementasi dari konsep dasar Supply Chain Management tersebut. Melalui kegiatan pelatihan in house training dasar-dasar Supply Chain Management selama 2 (dua) hari perusahaan akan mendapatkan pengalaman strategis dan tepat sasaran mengenai proses pelaksanaan Supply Chain Management dijalankan.

(1) Teori Dasar Supply Chain Management

Dalam pelatihan ini, perusahaan memahami konsep teori suplly chain management berbasiskan service excellence. Melalui pendekatan costing, perusahaan memahami konsep dasar esensial perencanaan dari program Supply Chain Management.

(2) Teknik Implementasi Supply Chain Management

Perusahaan secara strategis menyusun peta proses suply chain management secara lengkap, menghitung service level serta melakukan proses pemetaan dengan menggunakan pendekatan FMEA atas konsep operasional yang dijalankan.

(3) Kegiatan workshop

Setiap peserta melakukan proses penyusunan perencanaan atas pengadaan, balancing stock, serta cashflow management dalam proses penetapan Supply Chain Management.

Bagaimana dengan penerapan Supply Chain Management dalam perusahaan Anda, lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat terkait dengan pengembangan sistem manajemen perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com)