Pelatihan MR untuk Sistem ISO 22000:2005

Apakah posisi Anda saat ini adalah Food Safety Team Leader dalam perusahaan?  Adalah menjadi suatu hal yang sangat penting bagi individu yang ditunjuk untuk dapat memahami manfaat dari penerapan dan implementasi sistem manajemen keamanan pangan dalam konsep ISO 22000.  Pelatihan ini bertujuan untuk dapat mengembangkan dan mengoptimalkan fungsi dari individu itu sendiri sebagai koordinator dari pimpinan penerapan Sistem ISO 22000.

Peserta pelatihan selain dapat diikuti oleh individu yang berada dalam posisi MR (Management Representative) itu sendiri juga dapat diikuti oleh peserta yang berkeinginan untuk memiliki kompetensi sebagai Management Representative dalam perusahaan.

Adapun tujuan dari pelatihan ini adalah untuk menciptakan Management Representative yang profesional dan efektif berkaitan dengan implementasi Sistem Jaminan Keamanan Pangan.  Program pelatihan dijalankan dalam waktu dua hari dengan penjabaran detail pelatihan adalah sebagai berikut:

(1) Pemahaman mengenai HACCP dan GMP

(2) Pemahaman konsep dan standar persyaratan ISO 22000

(3) Pemahaman terhadap teknik internal audit ISO 22000

(4) Pemahaman terhadap penerapan dan implementasi fungsi Management Representative

Menjadi MR yang profesional selain akan membantu mengembangkan karir dari diri individu itu sendiri juga dapat mengembangkan fungsi strategis manajemen dalam perusahaan.  Khususnya dalam penerapan ISO 22000 dimana konsep strategis yang diterapkan bersifat sangat kritis. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pemberian Identifikasi pada Produk Pangan Jasa Restoran/ Katering

Salah satu hal yang terpenting dalam proses pengembangan implementasi HACCP dan Sistem Manajemen Keamanan Pangan adalah proses penetapan sistem traceability yang diterapkan sebagai kebutuhan dalam aplikasi proses produksi pangan untuk bisnis dan bidang jasa boga atau katering. Lalu bagaimana cara yang paling tepat yang apat dijalankan untuk memberikan identifikasi pada produk yang menjadi output jasa restoran dan katering.

Hal yang perlu diperhatikan untuk jasa restoran dan katering adalah konsep bahwa produk itu harus dijalankan dengan melakukan proses penyajian satu kali untuk kemudian dilakukan proses pembuangan produk yang disajikan tersebut.

(1) Identifikasi bahan baku

Lakukan proses identifikasi terhadap bahan baku secara tepat sehingga dalam proses penyimpanan dapat dipastikan sistem FIFO (First In First Out) dapat berjalan dengan baik dan secara tepat. Selain itu, sebaiknya pelajari karakteristik bahan dan tata cara penyimpanan.  Untuk bahan baku yang merupakan output dari suatu proses industri, harus dapat dipastikan bahwa bahan baku yang ditetapkan itu menjadi tersebut terkendalikan batasan masa berlakunya. Lakukan proses identifikasi dengan memberikan tanggal kedatangan barang serta kode / unit masuknya bahan baku tersebut.

(2) Tahapan Proses

Berikan identifikasi yang mengaitkan antara tahapan proses yang ditetapkan tersebut dengan tahapan proses yang dijalankan dalam kegiatan operasional proses yang telah ditetapkan.  Buat dan pastikan bahwa dalam tahapan tersebut tersedia identifikasi pelaku proses dan catatan tahapan proses yang termuat.

(3) Penyajian Produk

Buat catatan informasi terkait dengan penyajian khusus, apabila proses penyajian tersebut memang disajikan secara khusus kepada konsumen tertentu.  Apabila bersifat prasmanan maka lakukan proses pemberian identifikasi batasan waktu penyajian untuk menjaga kualitas dan keamanan produk terjaga.

Terapkan Sistem Manajemen Keamanan Pangan yang tepat dalam bisnis makanan Anda. Carilah referensi eksternal yang tepat untuk mendukung bisnis Anda berjalan sesuai degan standar persyaratan yang ada. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Membentuk Tim Audit HACCP

Selain untuk menerapkan dan mengimplementasi sistem HACCP, dalam pelaksanaan dan mekanisme sistem tersebut dapat dijalankan dan dievaluasi secara tepat dan akurat.  Salah satu langkah strategi yang harus dilakukan perusahaan adalah dengan menyusun dan membentuk tim audit HACCP yang tangguh agar penjelasan terhadap konsep pengembangan sistem dapat diimplementasikan secara tepat sesuai dengan standar persyaratan yang ditetapkan oleh perusahaan. Lalu bagaimana langkah yang tepat yang harus dilakukan untuk menyusun tim audit HACCP yang efektif.

(1) Program Pelatihan

Lakukan proses penyusunan program pelatihan internal audit HACCP yang tepat dan optimal untuk dapat mengembangkan kapasitas kompetensi yang memadai dari tim audit.  Hal yang terpenting terkait dengan kompetensi tim HACCP adalah pengetahuan terhadap konsep sistem HACCP itu sendiri, kemampuan dan kapasitas dalam mengembangkan serta mengelola dari manajemen proses operasional yang ada dalam perusahaan, teknik audit serta pemahaman terhadap keamanan pangan.

(2) Program Evaluasi performa

Harus dapat dipastikan bahwa tim audit internal dapat menjalankan konsep dan manajemen Sistem Keamanan yang tepat sehingga dapat terimplementasi secara total.  Kapasitas dan kemampuan dalam menjalankan audit adalah fungsi penting yang harus dijalankan. Program evaluasi dapat dilakukan dengan melakukan evaluasi terhadap pendekatan audit, kualitas laporan audit, maupun kepastian sistem untuk memenuhi standar eksternal yang telah ditetapkan sesuai dengan standar persyaratan.

Lakukan kedua tahapan dengan selang dan periode tertentu yang telah ditetapkan untuk memastikan bahwa tim audit HACCP menjadi tim tangguh yang dapat menjaga implementasi secara tepat.  Hal yang paling penting untuk diingat adalah bahwa kegiatan audit internal adalah bagian penting dari pelaksanaan evaluasi sistem karena tahapan proses ini memberikan nilai yang lebih kuat dibandingkan audit eksternal itu sendiri. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Menyusun Dokumentasi HACCP

Ketika akan melakukan proses implementasi terhadap Sistem ISO 22000 ataupun Sistem Manajemen Keamanan Pangan lainnya, lakukan proses penetapan sistem manajemen dokumentasi HACCP.  Penerapan HACCP itu sendiri bagi beberapa perusahaan adalah pekerjaan yang sulit dan membutuhkan waktu serta pengembangan yang tepat untuk proses penyusunannya.

Berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh perusahaan dalam melakukan proses penyusunan dokumen yang dibutuhkan dalam proses penyusunan sistem HACCP.

1.  Proses penyusunan dokumentasi SSOP (Standard Sanitation Operational Procedure)

Dokumen ini terdiri atas tata cara dan metode yang dikembangkan untuk melakukan proses pendesainan terhadap konsep sanitasi yang dijalankan.  Termasuk di dalamnya adalah prosedur yang mengatur kegiatan sanitasi secara umum yang kemudian dibarengi dengan detail instruksi kerja yang ditetapkan dalam program sanitasi serta pengembangan dokumen sanitasi yang dimaksud ke dalam bentuk format checklist.

2. Proses penyusunan dokumen manual HACCP

Dokumen manual adalah pedoman yang digunakan oleh pihak penyusun untuk melakukan proses identifikasi bahaya, mengkategorikan bahaya serta penetapan bahaya dalam pohon keputusan CCP.

3.  Dokumentasi pengendalian batas kritis

Dokumen berbentuk prosedur yang memuat tahapan yang dilakukan untuk mengendalikan batas kritis yang kemudian dilengkapi dengan form tata cara tahapan batas kritis tersebut terpantau.

4. Dokumentasi verifikasi HACCP

Dokumen ini merupakan bagian penting dalam pengembangan sistem HACCP, yang termasuk di dalam dokumen ini adalah dokumen audit (internal dan eksternal), laporan hasil pengujian produk, laporan keluhan pelanggan, serta laporan lainnya yang dibutuhkan untuk mendukung proses verifikasi HACCP.

Program penyusunan ini menjadi suatu bentuk nilai penting yang menjadi bagian dalam proses pengembangan dan implementasi HACCP dalam perusahaan. Lakukan proses referensi eksternal yang tepat dalam proses penyusunan dokumen HACCP . (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pengelolaan Komunikasi Internal (yang Tepat) dalam Penerapan ISO 22000

Dalam proses penerapan ISO 22000, terdapat klausul yang terkait dengan proses komunikasi internal.  Bagaimana tahapan dan tata cara yang digunakan untuk mengaplikasikan klausul komunikasi internal ini?

(1) Peranan Food Safety Team Leader

Pelaku industri harus menunjuk satu individu internal yang ada dalam perusahaan sebagai koordinator dalam pelaksanaan komunikasi internal.  Salah satu hal yang paling penting untuk dioptimalkan dan dikelola adalah pemastian adanya sistem dokumentasi yang tepat yang digunakan dalam aplikasi penerapan Sistem ISO 22000 yang dimaksudkan tersebut.

(2) Teknik dan metode sosialisasi

Kesadaran terhadap aspek penting dalam proses implementasi keamanan pangan harus dapat dipastikan tersampaikan secara tepat baik .  Dalam proses aplikasi internal, perusahaan dapat mendesain pelatihan, proses sosialisasi, brosur-brosur ataupaun diimplementasikan ke dalam fungsi dan jabatan yang ada dalam perusahaan.

(3) Memastikan keterbaharuan persyaratan dan peraturan perundang-undangan

Melakukan adanya pengembangan aspek keterbaharuan yang terkait dengan persyaratan peraturan dan perundang-undangan.  Lakukan proses pemastian keterbaharuan terhadap sistem yang ada secara periodik untuk memastikan bahwa aturan dan perundang-undangan yang ada adalah benar-benar yang terbaru.

Bagaimana lanjutan dari proses komunikasi ini akan Anda kembangkan, tentu saja proses ini tergantung dalam budaya dan karakter bisnis yang dijalani.  Lakukan proses komunikasi yang optimal sehingga penerapan Sistem ISO 22000 di dalam perusahaan Anda tidak hanya jargon semata namun benar-benar terimplementasi ke dalam bidaya perusahaan. (amarylliap@yahoo.com, 08129369926)

Aplikasi HACCP pada Produk Makanan Segar

Pada saat ini produk pangan segar memiliki segmentasi pemasaran yang bagus.  Beberapa konsumen mulai melihat status pembuatan produk pangan segar sebagai alternatif baru pada makanan sehat.  Lalu bagaimanakah teknik aplikasi HACCP pada Produk Manakan Segar itu sendiri.

(1)  Jenis Bahan Pangan

Pelaku industri/ proses harus melakukan proses analisis terlebih dahulu terhadap aspek resiko keamanan pangan yang terdapat pada bahan pangan segar itu sendiri.  Mengingat proses pengolahannya yang tidak mengalami proses pemasanan lanjutan maka proses perlakuan penerimaan bahan baku harus didesain secara tepat.  Adapun tahapan dan metode yang harus digunakan dalam kegiatan aplikasi tersebut meliputi:

(a) Seleksi pemasok (b) Pemeriksaan kualitas terhadap bahan baku, proses pemeriksaan ini meliputi seluruh parameter yang ditetapkan dalam Standard Nasional/ Internasional Produk itu sendiri (c) Audit dokumentasi terhadap produk yang dipasok untuk memastikan kesesuaian dengan standar persyaratan yang ditetapkan.

(2) GMP (Good Manufacturing Practice) pada Makanan Segar

Teknik aplikasi GMP pada produk makanan segar didesain dalam bentuk tingkat pengendalian yang sangat insentif sesuai dengan resiko yang muncul.  Bagaimana menetapkan sistem sanitasi yang tepat dan personal hygiene yang sesuai dengan tingkat resiko bahan pangan, faktor itulah yang merupakan faktor terpenting dalam aspek pengelolaan dan pengembangan sistem GMP yang muncul.

(3) Teknik Penyimpanan dan Distribusi

Teknik penyimpanan dan distribusi produk pangan segar adalah faktor kritikal yang harus dikendalikan agar makanan tersebut aman ketika dikonsumsi.  Pengendalian temperatur, proses penanganan dan rotasi dari penempatan produk serta proses dan sistem penyimpanan lainnya menjadi suatu bentuk tahapan proses yang dimasukkan ke dalam tahapan OPRP (Operational Pre Requisite Program).

Pastikan produk Anda terlindungi dan aman dikonsumsi oleh pelanggan. Kembangkan dan kelola sistem aplikasi HACCP di dalam proses operasional Anda secara tepat guna. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Sulitkah Industri Pangan Kecil Menerapkan ISO 22000?

Apakah Anda memiliki perusahaan dengan ukuran kelas kecil dan menengah serta pada saat ini sangat tertarik untuk melakukan program sertifikasi ISO 22000 ? Namun Anda tidak memiliki rasa percaya diri yang memadai untuk menerapkan sistem tersebut.  Jangan khawatir, proses aplikasi program sertifikasi ISO 22000 dapat dilakukan untuk semua jenis industri pangan, termasuk perikanan skala kecil.  Bagaimana langkah yang harus dilakukan oleh perusahaan kecil dalam menerapkan ISO 22000?

Langkah Pertama: Lakukan Proses Pengkajian terhadap Kesesuaian Infrastruktur

Bagi beberapa perusahaan kecil, untuk memenuhi persyaratan yang distandarkan dalam penerapan Standar GMP yang tepat memang terlihat mahal, namun harus diamati dengan melihat nilai yang dikeluarkan oleh perusahaan adalah suatu bentuk investasi jangka panjang yang sangat tepat untuk dioptimalkan dalam kaitan pengembangan dan strategi pasar perusahaan.

Langkah Kedua: Melakukan Pelatihan Karyawan

Lakukan proses pelatihan terhadap karyawan dan memastikan bahwa pelatihan yang dijalankan sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan oleh perusahaan itu sendiri.  Pastikan bahwa seluruh karyawan mendapatkan pelatihan yang tepat dan dijalankan oleh provider yang baik sehingga aspek kompetensi dari karyawan tersebut terpenuhi.

Langkah Ketiga: Melakukan Proses penyusunan dokumen

Sedikit berbeda dengan perusahaan besar, proses penyusunan dokumen pada perusahaan kecil harus memperhatikan tingkat kepraktisan dan kemudahan dalam menjalankan implementasinya.  Dalam perusahaan kecil, kadangkala proses pekerjaan dijalankan secara multitask, artinya satu indiidu orang menjalankan banyak pekerjaan.  Pastikan juga jangan menyebabkan perusahaan terjebak dalam kondisi banyaknya pekerjaan dokumentasi.

Langkah Keempat: Kegiatna Internal Audit

Harus dapat dipastikan bahwa kegiatan internal audit dapat dijalankan sesuai dengan persyaratan.  Mengingat kapasitas perusahaan yang masih sederhana, justru dapat memberikan nilai positif dalam melakukan kegiatan audit internal yang detail serta optimal.

Demikian empat langkah yang dapat dilakukan oleh perusahaan skala industri pangan kecil untuk mengaplikasikan ISO 22000, pilih provider badan sertifikasi yang tepat untuk dapat memastikan bahwa penerapan program ISO 22000 dapat dijalankan secara optimal. (amarylliap@yahoo.com, 08129369926)

Pelatihan HACCP pada Hotel dan Jasa Katering (2 Hari)

Apakah perusahaan Anda bergerak di bidang jasa katering atau food service lainnya?  Bagaimana status dari penanganan dan pengelolaan keamanan pangan untuk bidang hotel dan katering? Tertarik untuk mengenal HACCP lebih jauh lagi?

Program pelatihan HACCP dua hari dapat meningkatkan kompetensi dari perusahaan Anda di bidang keamanan pangan. Berikut detail penjelasan dari kegiatan pelatihan dua hari yang akan kami adakan tersebut.

Hari Pertama:

1. Pengenalan GMP dan SSOP

2.  Pengenalan bahaya-bahaya dalam proses pengolahan makanan

3. Pengenalan HACCP

4. Workshop HACCP

Hari Kedua

1. Workshop HACCP

2. Diskusi kelompok

3. Contoh kasus dalam implementasi HACCP

4. Simulasi

Dengan jumlah praktek yang lebih banyak dibandingkan dengan teori, diharapkan pelatihan ini dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan, dan yang terpenting perusahaan selalu mengedepankan keamanan pangan bagi konsumennya. (amarylliap@yahoo.com, 08129369926)

ISO 22000: 2005: Waktu yang Tepat untuk Perubahan Persepsi Konsumen

Pertumbuhan industri makanan di Indonesia berkembang sangat pesat, sayangnya prioritas utama yang dikejar oleh pihak perusahaan adalah keuntungan besar melalui kuantitas dan marjin harga yang rendah.                  Apakah Anda menyadari sistem keamanan pangan yang disediakan oleh industry.              Ketika issue terhadap keamanan pangan berkembang, seperti adanya issue terhadap status kehalalan produk, issue terhadap penggunaan zat kimia terlarang, barulah konsumen sadar produk yang secara fungsi sangat critical (penting) ini tidak diperketat dengan fungsi jaminan yang kuat. Sebagai konsumen sudah waktunya Anda melakukan proses seleksi terhadap jenis produk yang dikonsumsi.

Produk industry pangan yang dikonsumsi pastikan memiliki merk dagang yang sudah teregistrasi oleh BP-POM. Proses registrasi sendiri telah melalui proses evaluasi kelayakan terhadap sistem GMP (Good Manufacturing Practice) dan HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point).

GMP merupakan bagian dasar dari penetapan sistem keamanan pangan, terdiri dari GMP Personel (sistem operasional yang mengatur manusia pelaku proses), GMP Bangunan/ Infrastruktur (sistem operasional yang potensi kemunculan dari kontaminasi dari aspek bangunan), Pest Control (sistem pengendalian terhadap hama seperti serangga), Pengelolaan Limbah (Sistem pengelolaan limbah untuk mencegah kontaminasi terhadap produk), STANDAR SANITASI OPERATIONAL PROCEDURE (sistem operasional yang ditetapkan untuk menjamin kebersihan dari peralatan, bangunan, air maupun kesesuaian lingkungan selama proses operasional).

HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point) merupakan langkah yang berperan penting untuk mengendalikan sistem proses operasional yang ada di lapangan dengan tujuan untuk mengurangi resiko kontaminasi yang ada dalam perusahaan.  Setiap tahapan proses produksi dilakukan proses klasifikasi sebagai proses pengendaliannya.

Sistem ISO 22000 merupakan salah satu sistem yang mengkombinasikan antara aspek keamanan pangan dan aspek mutu dalam suatu bisnis industri pangan.  Keuntungan yang didapatkan dari perusahaan yang menerapkan sistem ini adalah sebagai berikut:

  1. Kepastian penerapan GMP & HACCP sebagai bagian penting dalam proses operasional

Sebagai konsumen, adanya penerapan kedua sistem ini memberikan jaminan terhadap keamanan pangan.  Bentuk piramida yang terbentuk dari Sistem Keamanan Pangan yang termuat dalam Sistem ISO 22000: 2005 termuat dalam diagram berikut.

ISO 22000

Ketiga point inilah  yang kemudian  disebut Pre Requisition Process (PRP) / persyaratan dasar yang menjadi landasan penerapan ISO 22000.

  1. Adanya proses perbaikan berkesinambungan untuk memastikan adanya perbaikan dalam proses yang berhubungan dengan mutu maupun keamanan pangan.
  2. Perusahaan yang menerapkan standar ISO 22000 secara otomatis memenuhi persyaratan dan perundang-undangan yang berlaku.

Sekarang Anda harus selektif dalam memilih produk pangan. Pastikan produk yang Anda konsumsi telah mendapatkan sertifikasi ISO 22000 atau paling tidak HACCP.  Selamat untuk menjadi smart shoper.

Keuntungan Penerapan Sistem ISO 22000

Banyak perusahaan di bidang industri makanan, masih melihat bahwa penerapan sertifikasi ISO 22000 dalam perusahaan adalah suatu investasi mahal yang tidak akan berpengaruh langsung terhadap sistem operasional yang ada dalam perusahaan.  Apakah pendapat itu benar?  Sebenarnya banyak hal yang dapat menjadi pertimbangan dalam penerapan Sistem ISO 22000 dan dapat memberi keuntungan terhadap perusahaan dibandingkan dengan hanya melakukan proses penerapan HACCP.

(1) Adanya Evaluasi terhadap aplikasi sistem HACCP dalam perusahaan

ISO 22000 seperti dalam penerapan Sistem ISO lainnya menggunakan konsep PDCA (Plan Do Check & Action)  sehingga dimana semua perencanaan yang ada dalam perencanaan HACCP termonitor dan ditangani dengan tepat.  Setiap ketidaksesuaian yang muncul dalam analisis bahaya tersebut akan ditetapkan tindakan perbaikan dan pencegahannya sehingga tidak akan menyulitkan perusahaan dalam proses implementasi sistem yang ada.

(2)  Pemenuhan undang-undang dan persyaratan ataupun regulasi

Salah satu hal yang penting adalah dalam penerapan Sistem ISO 22000 perusahaan berkomitmen terhadap kesesuaian peraturan dan regulasi yang ada.  Lalu apa keuntungannya? Secara investasi jangka pendek mungkin mengeluarkan biaya tinggi, namun dalam investasi jangka panjang akan sangat tepat karena akan menghilangkan resiko ancaman dari ketidakpuasan konsumen ataupun pemerintah terhadap kualitas dan keamanan pangan produk.

(3) Sertifikat sebagai komitmen bisnis

Sertifikasi ISO 22000 merupakan suatu bentuk perwujudan fisik dari komitmen industri pangan yang benar-benar sangat dibutuhkan oleh perusahaan.  Dimana komitmen ini memberikan nilai positif dalam konsep kompetisi dengan bisnis sejenis.

(4) Adanya komunikasi dan pengembangan kompetensi

Industri pangan tidak hanya didukung oleh sumber daya manusia yang berada dalam konsep internal perusahaan saja, namun juga melibatkan pemasok dan distributor.  Adanya program sertifikasi ISO 22000 memberikan bukti nyata terhadap konsep komunikasi dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia yang diaplikasikan dan dikembangkan di dalam perusahaan.

Melihat nilai keuntungan ini, ada baiknya dari pengusaha maupun pihak konsumen mengubah persepsi positif tidak hanya melihat dari aspek jangka pendeknya dari penerapan sistem. Strategi serta pengembangan bisnis yang tepat dapat mengoptimalkan arti dan konsep bisnis yang dimiliki dalam industri pangan, termasuk komponen pendukungnya. (amarylliap@yahoo.com, 08129369926)