Penerapan BRCGS pada Sektor Broker dan Agen

Sertifikasi BRCGS (British Retail Consortium Global Standard) tidak hanya berjalan untuk sektor manufacturing saja, untuk jasa penjualan yang berfungsi sebagai agen atau cabang penjualan. Apabila perusahaan Anda adalah perusahaan yang memiliki ruang lingkup sebagai importir, cabang penjualan ataupun sebagai distributor, dapat melakukan proses sertifikasi BRCGS.

Lalu bagaimana proses persiapan untuk persiapan BRCGS dijalankan dalam perusahaan? Berikut ini adalah bagaimana perusahaan dapat menjalankan proses sertifikasi yang dimaksud.

(1) Menetapkan Tim dalam Perusahan

Pelaksanaan sistem harus dipastikan berjalan dengan tepat dan efektif. Tim ini merupakan perwakilan dari beberapa departemen yang ada dalam organisasi. Tim ini terkait dengan berbagai fungsi penerapan yang ada dalam organisasi, seperti proses koordinasi pelaksanaan HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point), VACCP (Vulnerability Analysis Critical Control Point), TACCP (Threat Analysis Critical Control Point), tim internal audit serta tim yang terkait dengan tanggap darurat.

(2) Melakukan proses penyusunan dokumen

Dalam proses ini, perusahaan harus memastikan mempergunakan referensi yang tepat. Salah satu referensi yang bisa dipergunakan adalah referensi yang terkait dengan standar itu sendiri. Untuk penerapan BRCGS pada broker dan agent bisa mempergunakan standar BRCGS Issue 3 Global Standard for Agent & Brokers. Melalui standar ini, organisasi dapat mempelajari kebutuhan-kebutuhan atas prosedur yang diperlukan. Namun ada hal teknis yang peru untuk dipelajari khususnya terkait dengan penerapan HACCP, VACCP, serta TACCP. Organisasi diminta untuk melakukan kajian terkait dengan referensi.

(3) Proses implementasi sistem

Di sini organisasi harus menjalankan terhadap sistem yang sudah terbentuk. Bagaimana proses pelaksanaan atas sistem dijalankan dengan tepat dalam organisasi? Pelatihan dapat dilakukan dengan mempergunakan vendor yang tepat terkait dengan pelaksanaan yang dimaksud. Kegiatan implementasi dijalankan dengan mempertimbangkan aspek leadership yang ada dalam organisasi. Penerapan yang tepat dapat membantu organisasi terkait dengan pelaksanaan sistem yang dimaksud.

Penerapan sistem sendiri tidak hanya berjalan untuk internal organisasi, namun juga melibatkan pihak eksternal organisasi. Perusahaan harus melakukan proses penilaian resiko atas pemasok untuk kemudian menetapkan proses pengendalian atas resiko tersebut.

Lakukan proses pengelolaan atas organisasi Anda apabila akan menjalankan proses seritifkasi BRCGS untuk Broker dan Agen. Pencarian referensi yang tepat akan sangat membantu organisasi dalam mengembangkan sistem yang ada. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Memahami Jenis-Jenis Pelatihan yang Diwajibkan pada Sistem Manajemen Keamanan Pangan

Pelaksanaan terkait dengan Sistem Manajemen Keamanan Pangan, menunjukkan bahwa perusahaan memiliki komitmen untuk menjalankan sistem dan melanjutkan sampai dengan proses sertifikasi dapat dimiliki oleh perusahaan. Untuk mendapatkan sistem yang terimplementasi dengan baik, perusahaan diharapkan menjalankan pelatihan-pelatihan yang menjadi persyaratan wajib dalam Sistem Manajemen Keamanan Pangan.

Berikut ini adalah beberapa jenis pelatihan yang menjadi pelatihan wajib yang dijalankan dalam pelaksanaan Sistem Manajemen Keamanan Pangan.

(1) Pelatihan PRP (Pre Requisite Program)

Jenis pelatihan ini adalah pelatihan yang menjadi dasar dari pelaksanaan yang terkait dengan persyaratan keamanan pangan. Adapun pelatihanPRP yang dijalankan dalam perusahaan adalah pelatihan yang terkait dengan kegiatan kebersihan dan sanitasi (cleaning & santizing), pengendalian hama (pest control), pengendalian atas penanganan bahan kimia, serta proses pengendalian yang terkait dengan kebersihan personal (personal hygiene) serta proses penanganan dan pengendalian yang terkait degan penanganan kontaminasi pada produk, termasuk di dalamnya adalah pengendalian atas benda asing serta pengelolaan allergen.

(2) Pelatihan HACCP

Pelatihan yang terkait dengan sistem persyaratan kemanan pangan, termasuk di dalamnya adalah proses pengendalian terkait dengan keamanan pangan pada alir proses yang dijalankan dalam melakukan penanganan atas produk. Pengendalian atas setiap potensi bahaya yang terdapat setiap tahapan proses. Dimana tahapan proses ini secara detail dianalisis untuk kemudian dievaluasi terkait dengan setiap potensi bahaya yang muncul. Penetapan pengendalian kemudian ditetapkan dalam setiap tahapan yang dimaksud. Pelatihan ini dijalankan sesuai dengan persyaratan Codex, yang terbaru adalah revisi CXC 1969- revisi 2022.

(3) Pelatihan Sistem Manajemen Keamanan Pangan

Pelatihan yang dijalankan oleh perusahaan yang akan menjalankan proses sertifikasi keamanan pangan. Adapun jenis pelatihan yang dijalankan adalah pelatihan ISO 22000, BRCGS, IFS ataupun FSSC. Pemilihan terhadap jenis pelatihan ditetapkan sesuai dengan jenis sertifikasi yang dipilih oleh perusahaan.

(4) Pengendalian CCP dan OPRP

Jenis pelatihan teknis pada personel yang bertanggung jawab terhadap tahapan proses yang dimana terdapat titik CCP atau OPRP. Pelatihan ini bersifat teknis operasional yang dimana dijalankan di lapangan. Personel yang mendapatkan pelatihan ini bertanggung jawab secara langsung dalam pengelolaan CCP/OPRP di lapangan.

(5) Pemahaman Spesifikasi

Persyaratan spesifikasi selain terkait dengan kualitas juga sangat terkait dengan keamanan pangan. Keamanan pangan menjadi salah satu parameter spesifikasi yang harus termuat selain kualitas. Informasi sebagai kandungan mikrobiologi, kandungan logam berat, allergen serta aspek kontaminasi lainnya. Setiap personel yang melakukan penanganan produk serta proses dipastikan harus memahami spesifikasi yang ditetapkan oleh perusahaan. Pelatihan atas spesifikasi ini sangat penting untuk menjaga konsistensi yang terkait dengan deskripsi dari spesifikasi yang dimaksud.

Demikian pelatihan-pelatihan yang sangat diperlukan oleh perusahan untuk memastikan bahwa persyaratan keamanan pangan dijalankan dengan tepat dalam organisasi. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat meningkatkan tahapan implementasi keamanan pangan dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Memahami Peranan Konsultan dalam Pengembangan Sistem Manajemen Keamanan Pangan

Dalam proses penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan, baik itu pada industri makanan, pakan ataupun industri kemasan, terkadang perusahaan mempergunakan jasa konsultan untuk proses pengembangan dan bahkan sertifikasinya. Walaupun tidak menutup kemungkinan bahwa perusahaan menjalankan proses pelaksanaan Sistem Manajemen Keamanan Pangan, namun penggunaan terkait dengan proses sertifikasi dan pelaksanaan Sistem Manajemen Keamanan Pangan.

Lalu bagaimana peranan konsultan bisa menjalankan proses pengembangan Sistem Manajemen Keamanan pangan?

(1) Pemberian Pelatihan

Konsultan diharapkan dapat memberikan wawasan dan bantuan pembelajaran perusahaan dalam menerapkan Sistem Manajemen Keamanan Pangan. Sebenarnya diperbolehkan perusahaan untuk menjalankan proses pembelajaran secara mandiri (self learning), namun dapat juga dijalankan dengan melakukan program pelatihan. Konsultan sebagai narasumber dari pelatihan dapat membantu untuk proses pemastian atas referensi ilmiah serta wawasan yang terkait dengan informasi yang disampaikan, seperti bagaimana melakukan implementasi yang tepat terkait dengan Sistem Manajemen Keamanan Pangan.

(2) Proses Validasi Sistem Manajemen Keamanan Pangan

Dengan latar belakang pengetahuan yang dimiliki oleh konsultan, konsultan dapat membantu perusahaan dengan memberikan informasi/ saran/ referensi terkait dengan penyusunan Sistem Manajemen Keamanan Pangan. Rekomendasi dari konsultan yang bersumber dari pengetahuan dan pengalaman bekerja dapat memberikan masukan atas Sistem Manajemen Keamanan Pangan, seperti validasi atas PRP, HACCP Plan serta proses implementasi.

(3) Mendampingi Proses Implementasi

Konsultan dapat membantu perusahaan dalam memonitor bagaimana implementasi atas Sistem Manajemen Keamanan Pangan. Dengan bantuan konsultan, proses implementasi dapat dijalankan dengan tepat dan efektif. Hal yang terpenting terkait dengan proses implementasi adalah sosialisasi dan pemantauan yang berhubungan dengan awareness yang terkait dengan pelaksanaan Sistem Manajemen Keamanan Pangan.

Bagaimana perusahaan pangan/pakan/kemasan menjalankan Sistem Manajemen Keamanan Pangan? Hal ini menjadi bagian penting bagi perusahaan agar mendapatkan manfaat yang terbaik dalam penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan, ada baiknya perusahaan dapat mempertimbangkan pada saat proses pelaksanaan yang terkait dengan Sistem FSSC, HACCP, ISO 22000, BRCGS maupun sistem yang lain. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Penerapan HACCP yang Efektif Pada Industri Sarang Burung Walet

Industri pengolahan sarang burung walet adalah industri yang saat ini adalah salah satu usaha strategis yang berpotensi memberikan devisa untuk negara. Fokus pengolahan sarang burung walet tidak hanya pada kualitas saja namun juga meliputi keamanan pangan. Keamanan pangan yang terimplementasi dalam bentuk HACCP, lalu bagaimana proses penerapan HACCP tersebut dijalankan dalam Industri Sarang Burung Walet. Berikut ini adalah bentuk penerapan yang dapat dijalankan oleh industri pengolahan sarang burung walet.

(1) Desain Pabrik

Mendesain pabrik pengolahan sarang burung walet harus dilakukan dengan mempertimbangkan alir proses, kesesuaian atas resiko kontaminasi serta persyaratan keamanan pangan. Penetapan sekat proses harus mempertimbangkan pada aspek potensi resiko terhadap produk. Penetapan atas material dari bangunan serta kondisi ruangan juga menjadi pertimbangan penting.

(2) Utilitas dan Peralatan

Penetapan atas utilitas seperti perlengkapan air minum sebagai standar air yang dipergunakan dalam proses, sirkulasi udara serta penanganan limbah harus secara hati-hati ditetapkan. Peralatan yang dipergunakan adalah peralatan yang terbuat dari material yang tidak menimbulkan kontaminasi. Ada baiknya meminimalkan penggunaan perlengkapan yang terbuat dari kayu atau logam dengan kualitas non stainless.

(3) Sanitasi dan Kebersihan

Poin kebersihan menjadi hal penting untuk dikelola dalam proses. Kebersihan dan sanitasi disusun berdasarkan pada resiko yang dapat muncul di area kerja, peralatan, personel maupun pada kondisi dimana peralatan dan perlengkapan dari proses harus dipastikan tersanitasi dengan efektif. Dimana seluruh potensi mikrobiologi yang beresiko memberikan kontaminasi kepada produk. Pengelolaan sanitasi selain juga dapat dipergunakan untuk menghilangkan potensi pathogen juga dapat menghilangkan potensi allergen.

(4) Pembentukan Tim HACCP

Hal yang perlu menjadi perhatian pada organisasi, bahwa penerapan yang terkait dengan sistem keamanan pangan, bahwa pelaksanaan atas persyaratan keamanan pangan bukan hanya dijalankan oleh satu orang namun digerakan oleh seluruh karyawan. Tim HACCP itu sendiri memiliki tanggung jawab yang penuh dalam proses penyusunan atas perencanaan dari HACCP termasuk di dalamnya implementasi. Tim HACCP harus dapat memastikan bahwa pelaksanaan atas keamanan pangan berjalan dengan tepat dan konsisten.

(5) Pelaksanaan Sistem Keamanan Pangan

HACCP sebagai persyaratan yang terkait dengan sistem manajemen keamanan pangan memiliki pendekatan validasi dan verifikasi yang tepat dan efektif. Bagaimana persyaratan terkait dengan status keamanan pangan berjalan dengan tepat? Proses validasi adalah hal penting yang harus dijalankan sebelum melakukan proses penyusunan rencana HACCP. Validasi mencakup pada proses kajian atas seluruh dasar/latar belakang ilmuah untuk melihat bagaimana sistem yang dimaksud dijalankan. Proses verifikasi adalah proses pemeriksaan untuk memastikan bahwa batasan yang menjadi persyaratan keamanan pangan. Proses verifikasi meliputi proses pemantauan serta proses pemeriksaan atas efektifitas implementasi sistem, termasuk di dalamnya adalah kegiatan audit internal, pengujian produk, kajian atas status evaluasi dari pemenuhan persyaratan keamanan pangan.

Penerapan HAACP pada industri pengolahan sarang burung walet sebenarnya tidak berbeda dengan industri pangan lainnya. Namun ada spesifikasi yang khusus terkait dengan pengolahan sarang burung walet, khususnya terkait dengan tahapan proses dan karakterisasasi pada produk itu sendiri. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Menjalankan Proses Penerapan FSSC Pakan

Pengelolaan atas keamanan produk, tidak hanya dijalankan dengan menjalankan proses yang aman juga namun juga melihat faktor pendukung yang penting lainnya, seperti Pre Requisite Program, serta penetapan atas siklus improvement (perbaikan dalam organisasi). Untuk dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan, ada baiknya perusahaan melakukan proses sertifikasi FSSC Pakan.

Lalu apa manfaat dari penerapan yang terkait dengan sertifikasi FSSC Pakan? Berikut ini adalah beberapa manfaat yang dapat dipertimbangkan oleh perusahaan untuk menjalankan proses sertifikasi.

(1) Fungsi Internal

Penerapan FSSC dapat sangat membatu pabrik pakan dalam memastikan produk aman dan kualitas terjaga. Sistem penerapan ISO 22000 sebagai salah satu bagian dari persyaratan FSSC, membantu perusahaan untuk menjalankan prinsip keamanan pakan yang dijalankan dengan siklus kontinyuitas. Memastikan bahwa fungsi internal dalam perusahaan berjalan sesuai dengan prinsip PDCA yang tepat. Sehingga pencapaian atas perbaikan dan target dapat dijalankan dengan optimal secara berkesinambungan sehingga ada keinginan perusahaan untuk mencapai hasil yang lebih baik.

Fungsi lain yang dapat perusahaan jalankan adalah pengembangan sumber daya manusia yang terkait dengan kualitas dan keamanan pakan. Selain itu secara internal perusahaan dapat memastikan bahwa proses pengelolaan yang terkait dengan perusahaan dijalankan oleh personel SDM (Sumber Daya Manusia) yang berkompetensi baik. Dengan adanya kompetensi yang baik secara pengelolaan perusahaan akan menjadi lebih baik dan menguntungkan.

Penetapan atas pengelolaan yang terkait dengan PRP (Pre Requisite Program) dijalankan untuk memastikan bahwa produk dikelola dalam kondisi yang tercegah dari kontaminasi, baik itu kontaminasi biologi, fisik, kimia, radiasi serta allergen. Pengelolaan ini harus dipastikan sesuai dengan ISO TS 220002:6: 2016.

(2) Fungsi Eksternal

Dengan memiliki sertifikasi FSSC, perusahaan memiliki peluang yang besar untuk dapat masuk ke jaringan pemasok pada banyak perusahaan. FSSC dapat membantu perusahaan untuk mendapatkan persetujuan dengan jalur cepat sebagai pemasok yang disetujui.

Selain itu, dengan memastikan adanya sertifikasi maka perusahaan juga memiliki akses untuk dimasukan ke dalam portal FSSC sebagai perusahaan yang telah tersertifikasi. Hal ini memberikan keuntungan perusahaan agar dapat dilihat oleh pembeli maupun calon pembeli.

Kepercayaan pembeli juga semakin meningkat kepada perusahaan, karena perusahaan memiliki komitmen untuk menjaga kuaitas dan keamanan pangan dari produk yang dimaksud.

Tidak ada salahnya bagi perusahaan untuk memahami ataupun menjalankan program sertifikasi FSSC. Khususnya untuk produsen pakan, hal ini akan sangat memberikan nilai tambah pada bisnis Anda. Percayakan proses penyusunan dan penerapan dengan bantuan referensi eksternal yang tepat, sehingga perusahaan Anda dapat menjalankan sistem secara maksimal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengembangkan Desain Pabrik Pangan yang Tepat

Proses pengelolaan produk pangan dipastikan harus dapat dijalankan dengan kondisi yang higienis dan aman untuk produk. Lalu bagaimana penetapan atas persyaratan desain pabrik pangan yang tepat? Berikut adalah beberapa hal yang sangat perlu dipertimbangkan terkait dengan penetapan atas desain pabrik yang dimaksud.

(a) Lingkungan Eksternal

Penempatan atas lokasi pabrik menjadi salah satu langkah utama sebelum mendirikan bangunan pabrik pangan dimana lokasi sebaiknya tidak mendekati area yang dapat memberikan resiko tinggi kepada pengelolaan pabrik, seperti penimbunan limbah, sawah ataupun area dimana telah terkontaminasi polusi. Lingkungan eksternal yang salah akan memberikan usaha yang cukup keras bagi perusahaan dalam menjalankan pengendalian keamanan pangan. Ada baiknya perusahaan sebelum mendirikan pabrik melakukan

(b) Alir Proses

Pertimbangan alir proses menjadi salah satu faktor utama dalam menetapkan lay out. Selain dengan tujuan efisiensi, alir proses sebaiknya mempertimbangkan pencegahan atas resiko kontaminasi terhadap produk. Kontaminasi yang perlu dipertimbangkan adalah adanya potensi dari limbah, personel maupun dari peralatan yang dipergunakan. Memperhatikan area bersih dan area kotor menjadi bagian penting dalam penetapan lay out. Area bersih adalah area dimana produk telah dilakukan proses dari potensi kontaminasi dari proses sebelumnya, biasanya area ini adalah area pengemasan akhir atau area setelah proses yang melalui heat treatment.

(c) Material atas Bangunan

Memastikan bahwa bangunan berasal dari material yang aman dan tidak memberikan resiko kontaminasi. Kemudahan untuk proses pembersihan juga menjadi pertimbangan dalam menentukan material yang akan digunakan. Pemilihan atas material juga harus mempertimbangkan type dan karakter produk, sehingga tidak bisa disamakan ketika menyusun daftar material bangunan yang dipergunakan dalam membangun.

(d) Sarana dan Prasarana Pendukung

Desain dari pabrik pengolahan pangan tidak hanya terkait dengan proses produksi saja. Namun juga mendesain instalasi pengolahan limbah, penyediaan sarana untuk karyawan, serta penyediaan sarana supporting process seperti kegiatan workshop dan stock atas material.

Ada baiknya apabila ingin membangun pabrik pengolahan pangan atau kemasan, perusahaan melakukan pencarian referensi eksternal yang tepat dan sesuai dengan persyaratan teknis yang dipersyaratkan. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk memastikan desain pabrik pangan Anda telah sesuai dengan standar persyaratan yang ditetapkan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pengembangan Budaya Kualitas dan Keamanan Pangan yang Efektif dalam Perusahaan

Penerapan atas Sistem Manajemen Mutu dan Keamanan Pangan harus dibarengi dengan adanya penerapan budaya kualitas dan keamanan pangan yang optimal. Namun tidak sedikit perusahaan yang gagal dalam mengembangkan dan mengimplementasikan budaya kualitas dan keamanan pangan dalam perusahaan. Lalu bagaimana proses pengembangan budaya kualitas dan keamanan pangan bisa dijalankan dengan tepat dalam perusahaan.

(1) Melakukan Program Kampanye dengan Tepat

Sosialisasikan nilai-nilai perusahaan yang berhubungan dengan budaya kualitas dan keamanan pangan. Teknik dalam melakukan sosialisasi menjadi salah satu tantangan tersendiri. Dalam organisasi, beberapa level dalam perusahaan sangat membutuhkan penjelasan yang praktis dan mudah untuk memastikan bahwa personel di dalam organisasi memahami nilai-nilai budaya yang dimaksud. Selain kepraktisan dalam pemahaman, penggunaan alat peraga yang tepat juga amat sangat membantu proses kampanye yang dimaksud. Pelaksanaan program kampanye perlu untuk memperhatikan jangka waktu dan efektifitasnya sehingga apabila dalam waktu yang dimaksud tidak mencapai sasaran, maka dilakukan proses kampanye ulang.

(2) Evaluasi Implementasi Atas Budaya Kualitas dan Keamanan Pangan

Perusahaan perlu melihat sampai sejauhmana budaya tersebut diimplementasikan. Dalam menjalankan proses evaluasi ini perlu untuk menyusun panduan atas parameter yang akan dilakukan evaluasi. Parameter yang dimaksud meliputi atas target dari setiap aktifitas yang diharapkan untuk dijalankan pada masing-masing unit kerja. Proses evaluasi ini dapat dilakukan dengan melalui audit dari budaya kualitas dan keamanan pangan ataupun penilaian dari setiap permasalahan yang muncul dalam organisasi.

(3) Input Organisasi

Perusahaan menjalankan proses survey untuk melakukan evaluasi bagaimana respon atas pelaksanaan program budaya dijalankan. Disini, hal yang perlu dicermati apakah seluruh nilai-nilai dari budaya sudah terserap dengan baik oleh organisasi. Atau ada pendekatan yang salah dalam menjalankan proses sosialisasi atas organisasi tersebut. Mempertimbangkan dari hasil input, maka perusahaan dapat melakukan proses perbaikan terkait dengan pengembangan program yang akan datang. Proses untuk mendapatkan input selain dengan mempergunakan survey dapat dilakukan dengan menjalankan proses interview terhadap karyawan sampai dengan manajemen atas.

Bagaimana penerapan budaya kualitas dan keamanan pangan dijalankan oleh organisasi Anda? Pastikan bahwa proses penerapan atas budaya kualitas dan keamanan pangan dijalankan dengan tepat dan maksimal. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat menerapkan budaya kualitas dan keamanan pangan yang dimaksud agar mendapatkan manfaat bagi perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengelola Sistem Pembelian Bebas Fraud

Dalam perusahaan, setiap potensi fraud dapat muncul meskipun adanya sistem yang membentengi perusahaan. Banyak yang melihat bahwa audit dan proses inspeksi dapat dijalankan untuk memastikan bahwa fraud bisa terkendali. Namun dalam penerapan yang dijalankan, penanganan atas pengendalian Fraud lebih kepada tindakan koreksi dan bukan kepada tindakan pencegahan.

Idelanya, proses pengendalian terkait dengan proses pembelian sulit untuk dipastikan adanya kondisi yang bebas dari Fraud. Meskipun demikian proses pengendalian wajib untuk dijalankan dan pengendalian yang tepat dapat memastikan adanya sistem pengendalian bebas fradu yang efektif.

Berkut tahapan pengendalian yang dapat dilakukan.

(1) Melakukan Analisis Resiko

Sistem pengendalian dijalankan dengan mempertimbangkan pengendalian resiko terlebih dahulu. Proses identifikasi resiko dijalankan pada pemasok dan proses internal pembelian yang dijalankan oleh perusahaan. Dari setiap tahapan pembelian, mulai dari penentuan spesifikasi/ruang lingkup pembelian sampai dengan proses pembelian harus dinilai atas aspek resikonya. Dari proses penilaian tersebut, maka kemudian muncul tingkatan resiko. Tingkatan resiko yang signifikan kemudian ditetapkan untuk meakukan evaluasi terkait dengan prioritas pengendalian yang dijalankan.

(2) Melakukan Pengendalian Pemasok

Sistem pengendalian pemasok dijalankan sesuai dengan tingkatan resiko. Perusahaan menetapkan kriteria atas tingkatan resiko dari supplier. Supplier dengan resiko tinggi akan dipastikan membutuhkan sistem pengendalian yang lebih ketat, seperti dilakukan proses audit supplier ataupun masa percobaan yang sangat selektif dalam pemilihan suppliernya. Tentu saja ini akan berbeda dengan supplier yang memiliki resiko lebih rendah.

(3) Menetapkan Kriteria Spesifikasi Atas Panduan Pembelian

Untuk proses pembelian rutin yang seringkali dijalankan dalam perusahaan, penetapan spesifikasi baku dapat dijalankan. Proses penetapan atas spesifikasi dijalankan berdasarkan analisis atas output proses dan kinerja yang sudah dijalankan. Hal ini akan membantu untuk menjalankan proses validasi spesifikasi. Spesifikasi teknis yang tepat tentu akan meminimalkan resiko dari kesalahan pembelian yang berdampak signfikan dalam perusahaan.

(4) Pemantauan Kinerja Pemasok

Pemantauan atas kinerja pemasok dilakukan dengan periode yang ditetapkan berbasiskan resiko. Pemasok dipastikan memahami bahwa pemantauan ini diperlukan untuk menjaga perusahaan. Penilaian dijalankan secara obyektif dan bertujuan untuk membina pemasok. Ketidaksesuaian dari hasil penilaian dapat berakibat dihentikannya pemasok yang dimaksud ataupun dilakukan proses pembinaan lebih lanjut atas pemasok.

Bagaimana proses pengendalian pemasok yang dijalankan oleh perusahaan Anda? Lakukan proses pengelolaan sistem manajemen anti korupsi/ fraud yang tepat dalam perusahaan dengan mempergunakan referensi eksternal yang berpengalaman. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Merubah Bisnis Model Organisasi dengan Tepat dan Efektif

Ketika menghadapi tantangan, perusahaan diharapkan untuk menghadapinya dengan berbagai macam strategi. Salah satu penanganan strategi. Terkadang strategi yang terbentuk adalah strategi yang dimana perubahan yang dilakukan adalah sederhana namun tidak jarang menghasilkan dampak yang kompleks.

Setiap perusahaan yang muncul harus dipastikan dilengkapi dengan perencanaan yang tepat dan efektif. Perencanaan tersebut didesain dengan melihat tujuan dan kondisi perusahaan. Secara prinsip perubahan harus diatur secara struktural.

Penerapan atas perubahan dan bisnis model harus mempertimbangkan beberapa hal berikut.

(1) Mengidentifikasi Keterkaitan Proses dengan Pihak Eksternal

Perusahaan harus melihat keterkaitan dengan pihak lain di luar organisasi. Hal ini sangat penting untuk dipertimbangkan, mengingat terkait dengan karakteristik dan kebutuhan yang ditetapkan pada pihak eksternal. Business Model yang terbentuk harus mengakomodasi seluruh kebutuhan dari pihak eksternal tersebut. Mengingat bahwa keberlangsungan atas bisnis

(2) Kemampuan SDM (Sumber Daya Manusia)

Dalam perusahaan dimana SDM yang dimiliki mempunyai kemampuan beradaptasi yang baik maka proses perubahan bisnis model adalah suatu perkara mudah. Namun hal ini akan menjadi lain, apabila proses perubahan ini dilakukan pada perusahaan dimana kemampuan SDM yang ada terbatas. Berbagai pertimbangan akan menjadi suatu hal yang mendasari penanganan atas perubahan yang dimaksud. Apabila perubahan tersebut tidak menyebabkan perubahan signifikan yang berhubungan dengan kompetensi maka perbaikan kompetensi tidak terlalu menjadi fokus.

(3) Pengkajian Sistem Perubahan

Proses perubahan sistem dijalankan untuk memastikan bahwa sistem perubahan terkait dengan penerapan dalam bisnis model yang ada sesuai dengan perencanaan perubahan. Perencanaan perubahan harus dijalankan secara terstruktur untuk dapat memastikan bagaimana proses perubahan model yang dijalankan bisa dilakukan evaluasi dengan tepat. Transisi yang terkait dengan perubahan harus dipastikan berjalan dengan tepat dan terstruktur.

Bagaimana perusahaan menjalankan perubahan model yang dijalankan? Lakukan proses untuk memastikan perencanaan terkait dengan perubahan business process yang dijalankan di perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mendesain Laboratorium Pada Industri Pangan yang Tepat dan Efektif

Dalam menerapkan Sistem Manajemen Keamanan Pangan pada industri pangan maupun pada industri pakan, memiliki laboratorium adalah salah satu cara untuk dapat secara akurat memastikan bahwa persyaratan keamanan pangan dapat terpenuhi dan terverifikasi secara rutin. Untuk dapat lebih memaksimalkan industri pangan yang dimaksud, mendesain laboratorium adalah langkah yang penting untuk dapat dimaksimalkan.

Lalu bagaimana proses mendesain laboratorium yang tepat?

(a) Memastikan Lay Out Laboratorium yang Sesuai

Dalam penerapan mendesain laboratorium, hal yang terpenting untuk diperhatikan adalah masalah potensi kontaminasi. Apabila perusahaan memiliki laboratorium untuk pengujian mikrobiologi, pastikan bahwa laboratorium tidak menimbulkan kontaminasi yang menyebabkan hasil pemeriksaan tidak akurat. Pengendalian atas kebersihan udara adalah penting untuk lebih memastikan laboratorium bekerja dengan efektif.

(b) Pemakaian Alat Kerja dan Metodologi

Pemilihan metodologi adalah penting dimana aspek presisi dari metode yang dipilih adalah bagian penting untuk dapat dievaluasi. Penetapan atas status presisi adalah penting untuk sesuai dengan tujuan agar hasil uji sesuai dengan regulasi. Perusahaan melakukan pendataan terkait dengan status regulasi/ persyaratan dengan hasil uji yang dimaksud. Beberapa hal yang perlu dicermati dari alat kerja ataupun metodologi adalah terkait dengan akurasi sesuai dengan persyaratan produk.

(c) Verifikasi Uji Laboratorium

Melakukan proses pengujian harus dapat dipastikan terverifikasi dengan laboratorium yang telah terakreditasi. Proses verifikasi ini dapat dilakukan dengan program profisiensi atau pengujian terkait dengan pengujian produk sebagai pembanding.

Bagaimana dengan proses pengembangan sistem manajemen laboratorium di perusahaan Anda? Lakukan proses pencarian referensi yang tepat untuk mendesain dan melakukan instalasi laboratorium perusahaan yang sesuai dengan persyaratan keamanan pangan. (amaryllliap@gmail.com, 08129369926)