Manfaat Perusahaan Menerapkan Sistem Manajemen Integrasi

Proses sertifikasi yang terkait dengan Sistem Manajemen Integrasi adalah proses penggabungan yang terkait dengan Sistem ISO 9001, ISO 14001 serta ISO 45001. Penerapan ini walaupun terlihat cukup kompleks namun pelaksanaannya dapat memberikan manfaat yang cukup baik bagi perusahaan. Dengan mempertimbangkan proses sertifikasi ini, perusahaan dapat menjalankan secara sekaligus persyaratan yang terkait dengan Sistem Manajemen Mutu, Sistem Manajemen Lingkungan dan K-3. Berikut ini adalah ilustrasi yang terkait dengan penerapan dari manajemen integrasi.

Pengembangan dari penerapan ini apabila melihat pada manfaatnya dapat membantu peningkatan dan pertumbuhan dari perusahaan/organisasi. Ada baiknya perusahaan melakukan proses implementasi yang tepat terkait dengan penerapan ISO 9001, ISO 14001 serta ISO 45001 pada perusahaan. Lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat terkait dengan penerapan atas sistem yang dimaksud. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Implementasi ISO 9001 pada Departemen Produksi

Pada sektor manufacturing, peranan produksi menjadi bagian utama yang membutuhkan penerapan sistem dari implementasi ISO 9001. Dengan tingkat ketergantungan yang besar dengan departemen lainnya, penerapan sistem menjadi bagian dengan tingkat kesulitan yang beragam. Untuk dapat mengimplementasikan dengan tepat, berikut ini adalah ilustrasi yang terkait dengan tahapan proses implementasi ISO 9001 yang dapat dijalankan pada departemen Produksi.

Untuk dapat memaksimalkan implementasi dari sistem di perusahaan sektor manufacturing, penerapan ISO 9001 dapat dipergunakan sebagai salah satu langkah yang strategis. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengembangkan penerapan ISO 9001 di dalam perusahaan/organisasi. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Tahapan yang Harus Diperhatikan dalam Menyusun SOP Produksi

Penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) untuk divisi produksi, ditetapkan untuk memastikan bahwa pengendalian dari proses pembuatan produk dijalankan dengan konsisten. Selain memastikan bahwa proses dijalankan sesuai dengan ketetapan alir yang tepat, penetapan SOP juga harus memastikan adanya kegiatan yang terkait dengan verifikasi dan validasi dari proses produksi itu sendiri. Kelengkapan atas setiap tahapan proses ini sebaiknya ditetapkan di dalam proses sebagai bagian dari pengendalian proses yang tepat.

Berikut ini adalah ilustrasi yang terkait dengan tahapan pengembangan SOP di divisi produksi.

Untuk dapat mengembangkan SOP yang tepat di dalam perusahaan, khususnya untuk divisi produksi, perusahaan dapat mengkaji dan menyusun ulang SOP yang saat ini dimiliki. Lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengembangkan dan mengimplementasikan SOP di perusahaan, khususnya terkait dengan kegiatan produksi. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mendalami Peranan QC dalam Sistem Manajemen Keamanan Pangan

QC di dalam organisasi memegang peranan yang cukup penting dalam pengelolaan manajemen keamanan pangan. Untuk dapat memaksimalkan implementasi Sistem Manajemen Keamaan Pangan, perusahaan dapat mengembangkan fungsi QC dengan tepat dan maksimal. Berikut ini adalah ilustrasi yang terkait dengan peranan QC dalam Sistem Manajemen Keamanan pangan.

Tingkatkan kompetensi QC di perusahaan dengan tata kelola dan pelatihan yang tepat. Maksimalkan peranan QC dengan melakukan penggunaan referensi eksternal yang mampu mendesain sistem QC di perusahaan Anda secara maksimal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengapa Standard Operating Procedure (SOP) Tidak Berjalan di Perusahaan

Setelah perusahaan memiliki Standard Operating Procedure (SOP), hal yang paling berat untuk dijalankan adalah memastikan bahwa SOP tersebut terimplementasi dengan tepat. Hal ini mempertimbangkan tidak sedikitnya perusahaan yang tidak dapat menjalankan SOP dan akhirnya SOP hanya menjadi dokumen pajangan saja. Untuk dapat memastikan implementasi berjalan, ada baiknya perusahaan melihat gambaran faktor apa saja yang menjadi penyebab tidak berjalannya SOP.

Untuk dapat mengetahui bahwa SOP berjalan dengan baik, perusahaan harus memastikan bahwa parameter yang disebutkan di atas telah dilakukan proses penanganan yang tepat. Lakukan proses perbaikan dan pengembangan sistem dengan mempergunakan referensi eksternal yang tepat dan berpengalaman agar sistem perusahaan dapat berjalan dengan efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengembangkan Customer Service pada Perusahaan

Pelaksanaan atas pelayanan pelanggan merupakan salah satu unit strategis perusahaan dalam meningkatkan penjualan dan loyalitas pelanggan. Meskipun sangat strategis, banyak perusahaan tidak memiliki customer service yang mumpuni terkait dengan aspek customer service yang dimaksud. Untuk dapat mengembangkan customer service perusahaan, berikut ini adalah ilustrasi yang dapat dijalankan oleh perusahaan.

Melalui tahapan yang disebutkan tersebut, diharapkan perusahaan dapat mengembangkan divisi Customer Service secara optimal. Lakukan proses pengembangan dan perbaikan organisasi dan tata kelola yang terkait dengan customer service dengan tepat, apabila diperlukan referensi eksternal dapat membantu perusahaan dalam meningkatkan fungsi yang terkait dengan customer service. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Memahami Perbedaan Perusahaan dengan Manajemen Tradisional dan Manajemen Profesional

Dalam pengelolaan perusahaan, manajemen selalu berusaha untuk meningkatkan kemampuan perusahaan dalam berkompetisi dengan perusahaan lainnya. Salah satu strategi yang dapat perusahaan jalankan adalah dengan melihat perbedaan antara manajemen tradisional dan manajemen profesional. Dengan melihat perbedaan yang ada, perusahaan dapat melakukan pendekatan yang lebih baik untuk mengelola perusahaan secara lebih profesional.

Dalam proses pengelolaan manajemen, perusahaan dapat memastikan bahwa perbaikan yang terkait dengan manajemen dapat dilakukan dengan lebih efektif apabila terkelola dengan tepat. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan mempergunakan referensi eksternal yang tepat untuk dapat menjalankan proses pengelolaan perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Penerapan PRP pada Food Retail

Implementasi Sistem Manajemen Keamanan Pangan, bukan hanya berlaku pada industri pangan atau food service saja, namun juga berlaku pada food retail. Dalam menjalankan sistem, diperlukan adanya pemenuhan terkait dengan persyaratan PRP (Pre Requisite Program) yang terkait dengan pelaksanaan pemenuhan fundamental proses dari pelaksanaan keamanan pangan.

Berikut ini adalah informasi yang terkait dengan PRP pada Food Retail.

Lakukan proses pencarian eksternal yang tepat terkait dengan penerapan PRP untuk dapat memastikan bahwa pelaksanaan Sistem Manajemen Keamanan Pangan mendukung perkembangan usaha Food Retail. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengenali Jenis-jenis Sertifikasi Produk Kosmetik dan Personal Care

Perusahaan produksi kosmetik dan personal care memiliki tanggung jawab untuk memastikan keamanan produk yang dihasilkan. Proses sertifikasi dapat membantu dalam memberikan validasi keamanan atas produk kepada pelanggan. Lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat untuk meningkatkan kepercayaan pelanggan kepada perusahaan dan produk. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Penerapan ISO 37001 yang Efektif dalam Pengelolaan Vendor

Pada proses pengelolaan vendor, pengendalian anti siap adalah bagian tersulit untuk diterapkan. Pada beberapa perusahaan, hal ini termasuk tantangan yang perlu dijalankan dengan komitmen, sistem serta kesadaran sumber daya manusia. Lalu bagaimana proses penerapan ISO 37001 dapat dijalankan dalam perusahaan terkait dengan pengelolaan vendor?

(1) Komitmen

Vendor, baik merupakan vendor pribadi maupun vendor perusahaan, harus dipastikan memiliki komitmen tertulis yang menjelaskan bahwa sebagai pemasok vendor yang dimaksud tidak menerima suap, praktek gratifikasi ataupun praktek dari korupsi baik yang menguntungkan pemasok maupun menguntungkan oknum yang ada dalam perusahaan.

(2) Proses Seleksi

Proses seleksi di dalam ISO 37001 juga harus melibatkan proses due dilligence, yaitu melihat pada kelayakan pemasok dalam hal integritas anti korupsi dalam proses operasional perusahaannya. Due dilligence ini dijalankan untuk dapat melihat sampai sejauh mana secara internal dan eksternal pemasok dapat mengendalikan bisnisnya dari potensi korupsi, gratifikasi dan pencucian uang. Proses pelaksanaan atas ini tentu menjadi bagian penting yang kemudian dipertimbangkan menjadi resiko dari pemasok. Apabila pemasok tersebut memiliki resiko yang tinggi, maka sebaiknya tidak dipilih menjadi pemasok di dalam perusahaan.

(3) Kesadaran Sumber Daya Manusia

Secara internal perusahaan sendiri harus dipastikan aspek sumber daya manusia dapat terpenuhi dengan baik. Dimana dari sisi kesadaran sangat diperlukan untuk memiliki integritas yang tinggi agar terhindar dari praktek korupsi dan segala bentuk praktek yang beresiko terhadap penyuapan. Pembinaan serta audit yang intensif dapat memberikan fokus kepada personal agar memiliki kemampuan yang baik terkait dengan kesadarannya terhadap prakek anti korupsi, gratifikasi, serta pencucian uang. Proses review kinerja terkait dengan anti penyuapan serta audit perlu untuk dipastikan agar personel yang ditempatkan benar-benar menjalankan prinsip persyaratan anti penyuapan dengan tepat.

Bagaimana perusahaan memastikan pelaksanaan dari ISO 37001 berjalan dengan tepat dan efektif? Perusahaan ada baiknya memulai proses penyusunan sistem ISO 37001 serta memastikan bahwa pelaksanaan sistem yang terkait dengan ISO 37001 berjalan dengan tepat dan efektif. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk memastikan bahwa pelaksanaan Sistem ISO 37001 dapat berjalan dengan tepat dan efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926).