Penerapan SMETA dalam Perusahaan

Pengelolaan perusahaan tidak hanya dijalankan dengan mempertimbangkan pada aspek komersil saja, pengelolaan terkait dengan aspek sosial, lingkungan dan keselamatan kerja juga menjadi tanggung jawab yang perlu dijalankan oleh perusahaan. SMETA (Sedex Member Ethical Audit) adalah bentuk audit yang dijalankan untuk memastikan bahwa aspek kompetitif terkait dengan tanggung jawab sosial dijalankan oleh perusahaan.

Lalu bagiamana penerapan yang harus dijalankan oleh perusahaan terkait dengan persyaratan SMETA tersebut? Berikut adalah beberapa tahapan yang harus dijalankan oleh perusahaan terkait dengan penerapan SMETA.

(1) Pemenuhan yang terkait dengan persyaratan ketengakerjaan

Kepatuhan yang terkait dengan persyaratan ketenagakerjaan adalah menjadi persyaratan wajib yang harus dijalankan oleh perusahaan. Seluruh aspek yang terkait dengan persyaratan ketenagakerjaan menjadi kewajiban yang harus dijalankan dan diimplementasikan. Selain terkait dengan persyaratan dengan ketenagakerjaan tersebut, penetapan hal yang terkait dengan persyaratan ketenagakerjaan lainnya, seperti penghargaan atas HAM, penanganan atas anti diskriminasi dan pencegahan yang terkait dengan persyaratan SMETA yang dimaksud.

(2) Pengelolaan Atas Lingkungan

Pelaksanaan atas pengelolaan lingkungan dijalankan untuk memastikan bahwa pemenuhan yang terkait dengan persyaratan lingkungan yang ada dalam organisasi. Bagaimana perusahaan memastikan konsep pengendalian dan kepatuhan dijalankan. Proses pemantauan terkait dengan aspek lingkungan juga menjadi hal yang penting. Adalah lebih baik, apabila perusahaan menjalankan proses sertifikasi ISO 14001.

(3) Pengelolaan dan Pengendalian Aspek K-3

Memastikan bahwa penerapan terkait dengan K-3 dijalankan. Seluruh peraturan dan regulasi yang berhubungan untuk memastikan bahwa seluruh proses perlindungan atas kesehatan dan keselamatan kerja dijalankan dengan tepat oleh perusahaan. Sama seperti pengelolaan atas lingkungan, kepatuhan yang terkait dengan sertifikasi ISO 45001 harus dijalankan dalam perusahaan.

Lakukan proses pencarian terkait dengan referensi eksternal untuk kemudian menjalankan proses penanganan dan pengendalian yang terkait dnegan SMETA. Pastikan bahwa proses implementasi terkait dengan SMETA yang dijalankan dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Penerapan Issue Perubahan Iklim dalam Penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan

Perubahan iklim menjadi salah satu issu penting yang menjadi perhatian banyak pihak. Pelaku industri pangan, sebagai salah satu dari industri yang mengalami dampak dari perubahan iklim memastikan bahwa issue atas perubahan iklim terhadap bisnis industri pangan.

(1) Identifikasi Issue Internal

Budaya atas pengelolaan proses dipastikan memperhatikan issue-issue lingkungan yang terjadi secara internal di dalam perusahaan yang berdampak pada lingkungan. Seperti pengelolaan atas limbah penggunaan energi serta pengendalian efisiensi perusahaan. Penanganan atas energi yang tepat menjadi bagian penanganan dan pengendalian atas perlindungan lingkungan. Pengelolaan efisiensi juga dapat memastikan bagaimana proses dijalankan dengan tepat, seperti penggunaan by process yang tepat, meminimalkan limbah serta bagaimana reproses dijalankan dengan tepat sehingga meminimakan efisiensi yang dijalankan dalam proses pengolahan.

(2) Identifikasi Issue Eksternal

Issue eksternal yang muncul terkait dengan perubahan iklim dimana terdapat pengaruh yang berhubungan dengan supply chain management. Dimana rantai pasokan seringkali terganggu dengan adanya perubahan iklim. Industri pangan yang berhubungan dengan pertanian, peternakan maupun perikanan akan sangat berdampak langsung terhadap perubahan lingkungan. Pengelolaan atas issue eksternal dijalankan untuk memastikan bahwa aspek perubahan lingkungan dapat diantisipasi oleh perusahaan. Begitu juga terkait dengan peraturan dan perundangan yang berhubungan dengan status issue eksternal termasuk untuk memastikan bahwa seluruh persyaratan peraturan dan perundangan atas lingkungan.

(3) Penetapan Strategi

Industri pangan menetapkan strategi yang terkait dengan penanganan atas lingkungan yang berhubungan dengan pemenuhan atas peraturan dan perundangan. Serta pengendalian atas operasional dipastikan untuk memastikan atas pemenuhan persyaratan lingkungan. Selain itu kebijakan untuk pencarian pemasok yang ramah lingkungan juga menjadi bagian tepat untuk penetapan strategi berhubungan dengan pengendalian lingkungan.

Bagaimana perusahaan menjalankan perusahaan/industri pangan menjalankan proses pengendalian issue internal dan eksternal yang berkaitan dengan perubahan iklim? Lakukan proses identifikasi issue internal dan eksternal yang tepat sebagai bentuk konteks organisasi. Mempertimbangkan persyaratan yang diwajibkan dalam amandemen persyaratan ISO 22000:2018. (Amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Memahami Prinsip FAMI QS serta penerapannya

FAMI QS atau Feed Additive and preMIxture System (FAMI-QS) adalah skema sertifikasi yang diperlukan untuk memastikan rantai supply atas industri pakan terjamin dan sesuai dengan standar atas mutu dan keamanan pakan. Proses sertifikasi ini dapat dilakukan untuk pemasok atas bahan tambahan, bahan baku (non kompleks) serta ingreident yang terkait dengan komposisi pakan.

Penerapan atas prinsip yang terkait dengan FAMI QS meliputi atas Code of Conduct, Persyaratan Atas Proses (HACCP) serta penerapan atas Feed Security Management System. Penjelasan atas penerapan yang dimaksud adalah sebagai berikut.

(1) Code of Conduct

Code of Conduct yang dijalankan untuk memastikan bahwa perusahaan menjalankan Sistem Manajemen Mutu dan Sistem Manajemen Keamanan Pangan. Dimana penerapan dijalankan sesuai dengan persyaratan mutu dan keamanan pakan. Penerapan atas prinsip untuk pelaksanaan merupakan kombinasi dari persyaratan mutu (mempergunakan pendekatan dan prinsip pelaksanaan yang sama dengan ISO 9001) serta persyaratan keamanan pakan. Untuk persyaratan keamanan pakan, pendekatan dijalankan sesuai dengan prinsip HACCP termasuk di dalamnya adalah persyaratan atas pre requisite program.

(2) Penerapan HACCP

Prinsip dan pendekatan atas HACCP dijalankan dengan mengikuti kaidah yang dipersyaratkan sesuai dengan Codex versi 2020. Penerapan atas keamanan pakan, dijalankan dengan menjalankan proses analisis bahaya serta pengendalian atas setiap bahaya yang muncul. Prinsip dan langkah dijalankan sesuai dengan kaidah yang telah ditetapkan.

(3) Sistem Keamanan Pakan/ Feed Security Management System

Implementasi sistem keamanan dari bahaya yang bersifat kesengajaan, seperti Fraud dan Threat, dimana kedua jenis ancaman ini dapat menimbulkan resiko atas produk. Identifikasi resiko dianalisis untuk kemudian ditetapkan tindakan pengendalian yang tepat atas setiap kondisi keamanan yang muncul.

Penerapan atas FAMI QS menjadi bagian penting bagi perusahaan yang akan memasok bahan ingredient atau tambahan serta bahan baku ke industri pakan. Lakukan evaluasi atas sistem yang dimiliki dan lengkapi dengan tepat sistem yang dibutuhkan dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Bagaimana Menjalankan Internal Audit yang Efektif

Pada setiap perusahaan, kebutuhan untuk menjalankan internal audit menjadi suatu kebutuhan penting dalam perusahaan untuk memastikan bahwa sistem yang dijalankan dalam perusahaan sudah berjalan sesuai dengan standar persyaratan yang ada. Yang dimaksud dengan standar sistem persyaratan, adalah seperti PSAK, Sistem Manajemen ISO atapun persyaratan lainnya. Kegiatan internal audit sendiri dapat dilakukan sesuai dengan perencanaan yang terjadwal maupun yang tidak terjadwal.

Lalu bagaimana menjalankan kegiatan internal audit yang efektif dapat dilakukan dalam perusahaan?

(1) Mempersiapkan Tim Internal Audit yang Kompeten

Di beberapa organisasi, fungsi internal audit dipersiapkan secara khusus bahkan disediakan posisinya di dalam struktur organisasi. Namun ada beberapa perusahaan/ organisasi yang menunjuk tim fungsional untuk melakukan kegiatan audit. Terdapat hal yang positif dan negatif terkait dengan pembentukan tim internal audit yang bersifat fungsional maupun struktural. Pembentukan secara fungsional ini dapat mengembangkan kompetensi dalam organisasi untuk pelaksanaan internal audit. Mempertimbangkan bahwa tidak ada salahnya bahwa semua karyawan dapat menjalankan fungsi internal audit, dimana akan membangun kesadaran internal dalam organisasi. Namun ada sisi lemah dalam proses pengembangan fungsional ini, kelemahannya adalah fokus dari pelaksanaan internal audit akan menjadi tidak maksimal di dalam organisasi.

(2) Persiapan Kegiatan Internal Audit

Kegiatan internal audit yang efektif kontribusi terbesarnya terbentuk pada perencanaan yang tepat. Dimana perencanaan tersebut dijalankan dari menyusun checklist internal audit, pembekalan auditor serta penetapan atas metode kegiatan internal audit itu sendiri. Proses penetapan atas metode sangat terkait dengan berapa jumlah sampling yang akan diambil untuk dilakukan proses verifikasi. Semakin kritis dari area tersebut, maka semakin banyak jumlah sampel yang akan diambil. Namun tetap harus dipastikan keakuratan dan ketelitian dari kegiatan internal audit tersebut.

(3) Pelaksanaan Kegiatan Audit

Pelaksanaan dari kegiatan audit harus dijalankan secara detail dan menyeluruh, menyesuaikan dengan checklist audit yang telah dipersiapkan. Dari kegiatan audit tersebut, lakukan evaluasi dan investigasi atas penyimpangan yang muncul. Salah satu fungsi dari kegiatan audit adalah untuk melihat kekurangan dari sistem dan pelaksanaan operasional yang dijalankan dalam perusahaan.

(4) Evaluasi Kegiatan Audit

Melakukan evaluasi atas kegiatan audit, dimana kegiatan ini bertujuan untuk melihat efektifitas dari proses audit yang dijalankan. Apakah audit yang dimaksud memang secara obyektif berjalan, dimana proses evaluasi dijalankan untuk memastikan bahwa proses audit memang telah ditetapkan dengan memastikan bahwa kegiatan audit dijalankan dengan tepat oleh tim auditor. Proses bisa dilakukan dengan survey atau kuesioner untuk melihat bahwa audit bisa berjalan dengan tepat.

(5) Melakukan proses tindak lanjut atas hasil kegiatan audit internal

Melakukan proses pencatatan atas hasil kegiatan audit internal yang ada dalam perusahaan, untuk memastikan bahwa proses audit internal memberikan dampak positif dalam perusahaan. Penetapan atas pelaksanaan dari tindak lanjut harus diverifikasi untuk memastikan tindakan perbaikan dan koreksi atas setiap ketidaksesuaian yang ada.

Komitmen yang dibutuhkan oleh organisasi adalah penting untuk memastikan bahwa kegiatan internal audit dapat berjalan dengan tepat. Ada baiknya perusahaan berbenah diri agar dapat menjalankan kegiatan internal audit dengan tepat dan efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pengembangan Budaya Kualitas dan Keamanan Pangan yang Efektif dalam Perusahaan

Penerapan atas Sistem Manajemen Mutu dan Keamanan Pangan harus dibarengi dengan adanya penerapan budaya kualitas dan keamanan pangan yang optimal. Namun tidak sedikit perusahaan yang gagal dalam mengembangkan dan mengimplementasikan budaya kualitas dan keamanan pangan dalam perusahaan. Lalu bagaimana proses pengembangan budaya kualitas dan keamanan pangan bisa dijalankan dengan tepat dalam perusahaan.

(1) Melakukan Program Kampanye dengan Tepat

Sosialisasikan nilai-nilai perusahaan yang berhubungan dengan budaya kualitas dan keamanan pangan. Teknik dalam melakukan sosialisasi menjadi salah satu tantangan tersendiri. Dalam organisasi, beberapa level dalam perusahaan sangat membutuhkan penjelasan yang praktis dan mudah untuk memastikan bahwa personel di dalam organisasi memahami nilai-nilai budaya yang dimaksud. Selain kepraktisan dalam pemahaman, penggunaan alat peraga yang tepat juga amat sangat membantu proses kampanye yang dimaksud. Pelaksanaan program kampanye perlu untuk memperhatikan jangka waktu dan efektifitasnya sehingga apabila dalam waktu yang dimaksud tidak mencapai sasaran, maka dilakukan proses kampanye ulang.

(2) Evaluasi Implementasi Atas Budaya Kualitas dan Keamanan Pangan

Perusahaan perlu melihat sampai sejauhmana budaya tersebut diimplementasikan. Dalam menjalankan proses evaluasi ini perlu untuk menyusun panduan atas parameter yang akan dilakukan evaluasi. Parameter yang dimaksud meliputi atas target dari setiap aktifitas yang diharapkan untuk dijalankan pada masing-masing unit kerja. Proses evaluasi ini dapat dilakukan dengan melalui audit dari budaya kualitas dan keamanan pangan ataupun penilaian dari setiap permasalahan yang muncul dalam organisasi.

(3) Input Organisasi

Perusahaan menjalankan proses survey untuk melakukan evaluasi bagaimana respon atas pelaksanaan program budaya dijalankan. Disini, hal yang perlu dicermati apakah seluruh nilai-nilai dari budaya sudah terserap dengan baik oleh organisasi. Atau ada pendekatan yang salah dalam menjalankan proses sosialisasi atas organisasi tersebut. Mempertimbangkan dari hasil input, maka perusahaan dapat melakukan proses perbaikan terkait dengan pengembangan program yang akan datang. Proses untuk mendapatkan input selain dengan mempergunakan survey dapat dilakukan dengan menjalankan proses interview terhadap karyawan sampai dengan manajemen atas.

Bagaimana penerapan budaya kualitas dan keamanan pangan dijalankan oleh organisasi Anda? Pastikan bahwa proses penerapan atas budaya kualitas dan keamanan pangan dijalankan dengan tepat dan maksimal. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat menerapkan budaya kualitas dan keamanan pangan yang dimaksud agar mendapatkan manfaat bagi perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengelola Sistem Pembelian Bebas Fraud

Dalam perusahaan, setiap potensi fraud dapat muncul meskipun adanya sistem yang membentengi perusahaan. Banyak yang melihat bahwa audit dan proses inspeksi dapat dijalankan untuk memastikan bahwa fraud bisa terkendali. Namun dalam penerapan yang dijalankan, penanganan atas pengendalian Fraud lebih kepada tindakan koreksi dan bukan kepada tindakan pencegahan.

Idelanya, proses pengendalian terkait dengan proses pembelian sulit untuk dipastikan adanya kondisi yang bebas dari Fraud. Meskipun demikian proses pengendalian wajib untuk dijalankan dan pengendalian yang tepat dapat memastikan adanya sistem pengendalian bebas fradu yang efektif.

Berkut tahapan pengendalian yang dapat dilakukan.

(1) Melakukan Analisis Resiko

Sistem pengendalian dijalankan dengan mempertimbangkan pengendalian resiko terlebih dahulu. Proses identifikasi resiko dijalankan pada pemasok dan proses internal pembelian yang dijalankan oleh perusahaan. Dari setiap tahapan pembelian, mulai dari penentuan spesifikasi/ruang lingkup pembelian sampai dengan proses pembelian harus dinilai atas aspek resikonya. Dari proses penilaian tersebut, maka kemudian muncul tingkatan resiko. Tingkatan resiko yang signifikan kemudian ditetapkan untuk meakukan evaluasi terkait dengan prioritas pengendalian yang dijalankan.

(2) Melakukan Pengendalian Pemasok

Sistem pengendalian pemasok dijalankan sesuai dengan tingkatan resiko. Perusahaan menetapkan kriteria atas tingkatan resiko dari supplier. Supplier dengan resiko tinggi akan dipastikan membutuhkan sistem pengendalian yang lebih ketat, seperti dilakukan proses audit supplier ataupun masa percobaan yang sangat selektif dalam pemilihan suppliernya. Tentu saja ini akan berbeda dengan supplier yang memiliki resiko lebih rendah.

(3) Menetapkan Kriteria Spesifikasi Atas Panduan Pembelian

Untuk proses pembelian rutin yang seringkali dijalankan dalam perusahaan, penetapan spesifikasi baku dapat dijalankan. Proses penetapan atas spesifikasi dijalankan berdasarkan analisis atas output proses dan kinerja yang sudah dijalankan. Hal ini akan membantu untuk menjalankan proses validasi spesifikasi. Spesifikasi teknis yang tepat tentu akan meminimalkan resiko dari kesalahan pembelian yang berdampak signfikan dalam perusahaan.

(4) Pemantauan Kinerja Pemasok

Pemantauan atas kinerja pemasok dilakukan dengan periode yang ditetapkan berbasiskan resiko. Pemasok dipastikan memahami bahwa pemantauan ini diperlukan untuk menjaga perusahaan. Penilaian dijalankan secara obyektif dan bertujuan untuk membina pemasok. Ketidaksesuaian dari hasil penilaian dapat berakibat dihentikannya pemasok yang dimaksud ataupun dilakukan proses pembinaan lebih lanjut atas pemasok.

Bagaimana proses pengendalian pemasok yang dijalankan oleh perusahaan Anda? Lakukan proses pengelolaan sistem manajemen anti korupsi/ fraud yang tepat dalam perusahaan dengan mempergunakan referensi eksternal yang berpengalaman. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Desain Organisasi yang Efektif Dalam Perusahaan Keluarga

Penetapan atas desain organisasi yang berhubungan dengan perusahaan keluarga sebenarnya tidak berbeda dengan perusahaan lainnya. Namun hal yang perlu dipertimbangkan adalah bagaimana menegosiasikan posisi yang tepat dalam perusahaan agara pengelolaan tetap menjadi profesional. Lalu bagaimana mendesain organisasi yang tepat pada perusahaan keluarga?

(1) Menjabarkan Fungsi Dalam Organisasi

Idealnya seluruh fungsi yang ada di dalam organisasi diberikan kepada personel yang kompeten, namun dalam perusahaan keluarga berbeda. Terdapat aspek kepercayaan dan loyalitas yang menjadi pertimbangan dalam posisi tertentu. Mempertimbangkan bagaimana fungsi dalam organisasi dapat menjadi profesional dan tidak menjadi sia-sia karena berada dalam perusahaan keluarga. Hal ini untuk melihat bagaimana organisasi dapat menjadi profesional meskipun di dalam perusahaan masih bersifat keluarga. Pengembangan authorisasi juga menjadi bagian yang juga penting untuk ditekankan dan dijalankan dengan konsisten.

(2) Menetapkan Service Level Agreement

Setiap fungsi yang ada mendapatkan target yang ditetapkan untuk memastikan bahwa tujuan dari fungsi berjalan dengan tepat. Penetapan atas target tersebut menjadi bagian penting untuk dipastikan dijalankan dalam pelaksanaan pekerjaan dari setiap fungsi. Penilaian dilakukan untuk mengukur prestasi dari setiap fungsi yang dimaksud. Sehingga unsur kedekatan menjadi lebih minimal dan lebih mengutaman kepada profesionalisma

(3) Fokus kepada Proses

Pendekatan proses dalam penyelesaian adalah lebih penting dibandingkan dengan pendekatan target. Setiap fungsi dan penanggung jawab menjalankan proses yang termuat secara sistematis di dalam SOP (Standard Operating Procedure) untuk kemudian dilakukan proses pemastian bahwa proses dijalankan. Hal ini juga termasuk dengan proses penyelesaian masalah yang dijalankan di dalam perusahaan. Setiap permasalahan harus dilakukan berdasarkan pada penyebab terkait dengan ketidaksesuaian dalam organisasi.

Pengelolaan organisasi yang terkait dengan pelaksanaan sistem dalam perusahaan keluarga adalah penting untuk menjadi pertimbangan utama dalam organisasi. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa perusahaan menuju ke arah yang lebih profesional. Apabila perusahaan memerlukan konsultan untuk perbaikan manajemen, lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dan pengalaman. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mendesain Ulang Struktur Organisasi Perusahaan

Apa perlunya perusahaan menjalankan proses desain ulang struktur organisasinya? Beberapa perusahaan berpendapat bahwa struktur organisasi dipertahankan mengingat bahwa kondisi yang dimaksud sudah berjalan bertahun-tahun. Namun, tidak sedikit juga yang berpendapat berbeda. Berbagai macam alasan menjadi penyebab adanya perubahan atas struktur organisasi dalam perusahaan. Seperti pertumbuhan bisnis, efisiensi proses dan bahkan dikarenkan adanya kondisi eksternal.

Apabila perusahaan ingin melakukan proses pendesainan ulang atas struktur organisasi, berikut beberapa tahapan yang dapat dicermati atas perubahan yang dimaksud.

(1) Fokus dari Perusahaan

Struktur organisasi secara prinsip menggambarkan fokus dari perusahaan. Dimana area dengan tingkat fokus yang lebih tinggi akan dipastikan terlengkapi dengan jabatan dan fungsi khusus yang dimana spesialisasi terbentuk dan sistem pengawasan bertingkat dioptimalkan. Bisanya area ini disebut dengan core process (proses utama). Secara prinsip, area ini tidak berarti harus memiliki jumlah karyawan berjumlah banyak, namun mempertimbangkan bahwa area ini adalah strategis sebagai penggerak bisnis maka dipastikan bahwa fungsi ini ditempati oleh personel yang kompeten.

(2) Kemampuan Operasional Perusahaan

Identifikasi atas operasional perusahaan dianalisis tidak hanya pada kondisi saat ini namun juga melihat pada periode ke depannya. Kemampuan operasional diukur berdasarkan pada target produksi ataupun pelayanan yang dilakukan oleh perusahaan kepada pelanggan. Analisis ini menentukan bagaimana struktur akan dikembangkan. Pada usaha dimana satuan atas fungsi berperan langsung kepada output, maka perhitungan atas jumlah output dan personel harus dijabarkan dengan perhitungan yang pasti. Kesulitan akan muncul ketika perusahaan menemukan adanya potensi kontinyuitas yang terbatas untuk dikelola oleh perusahaan, ada baiknya pengembangan dilakukan dengan fungsi organsasi terpisah yang secara khusus untuk terfokus di bidang yang dimaksud.

(3) Menghindari Fungsi dan Jabatan dengan Peran Terbatas

Organisasi melihat bahwa setiap fungsi dan jabatan dalam organisasi dapat berkembang seluasnya dan diberikan porsi yang tidak terbatas. Ketika ditemukan adanya peran yang terbatas dalam fungsi dan jabatan tersebut, sehingga sangat penting dalam perencanaan struktur organisasi untuk dapat memikirkan cara yang tepat dalam memaksimalkan fungsi dan jabatan yang dimaksud. Fungsi dan peranan sederhana dapat dikembangkan menjadi peran dengan fungsi yang lebih kompleks dan nilai output yang maksimal.

Pendesainan ulang struktur organisasi harus mempertimbangkan bagaimana perusahaan berjalan dan dapat mengantisipasi bisnis yang dijalankan. Ada baiknya penetapan ulang struktur organisasi disertai dengan rencana dan program jangka panjang yang tepat untuk mengembangkan struktur yang dimaksud. Penggunaan referensi eksternal yang tepat dapat membantu perusahaan dalam proses desain ulang struktur organisasi dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Membentuk Manajemen yang Profesional dalam Perusahaan Keluarga

Perusahaan keluarga selalu identik dengan perusahaan yang masih berpegang teguh dengan prinsip dasar tradisional dimana menjunjung tinggi kekerabatan dalam pengelolaannya. Dimana pemilik perusahaan masih dimiliki oleh pribadi yang terafiliasi dengan kelompok keluarga dan dalam pengelolaannya dibantu oleh keluarga. Pembatasan posisi-posisi tertentu dalam organisasi yang hanya diperuntukan pada keluarga.

Sekilas, persepsi yang terbentuk adalah kecilnya peluang untuk perusahaan keluarga menjadi profesional. Namun hal ini tidak mustahil ini terjadi. Terdapat beberapa tahapan yang harus dipertimbangkan dengan efektif dalam pengelolaan manajemen pada perusahaan keluarga.

(1) Penanganan Manajemen SDM/ Sumber Daya Manusia

Pengelolaan atas manajemen SDM dalam perusahaan keluarga harus dilakukan dengan tingkat penanganan khusus. Mempertimagkan pembatasn atas posisi dalam organisasi, ada baiknya pengelolaan mempertimbangkan masukan profesional dalam penyusunan organisasi. Obyektifitas harus dipastikan untuk dilakukan agar posisi-posisi tersebut dapat terbuka untuk profesional yang kompeten. Penilaian juga sebaiknya dilakukan secara profesional dalam performa pekerjaannya. Apabila memang kekerabatan tidak dapat mengisi posisi tersebut, ada baiknya pengambilan personel yang lebih profesional dilakukan.

(2) Proses Pengambilan Keputusan

Salah satu hal yang seringkali menjadi kendala dalam manajemen keluarga adalah proses pengambilan keputusan yang dijalankan dalam organisasi. Pengambilan keputusan bukan dilakukan dengan pendekatan analisis akar penyebab masalah, namun berdasarkan pada penilaian pribadi orang yang paling berpengaruh dalam perusahaan. Hal ini menjadi suatu hambatan dalam proses pengembangan perusahaan, karena setiap perbaikan yang akan dilakukan adalah berdasarkan pada perspektif dari pemilik atau kerabat dari perusahaan yang dimaksud. Ketergantungan akan terbentuk sangat besar pada personal namun bukan kepada sistem.

(3) Proses Pengelolaan Konflik

Dalam organisasi yang berbasiskan pada manajemen keluarga, seringkali konflik muncul akibat tidak obyektif nya proses penyelesaian masalah. Aspek kedekatan menjadi lebih penting dibandingkan profesionalisme. Kesulitan ini dapat menyebabkan tingginya resiko manajemen konflik dalam organisasi. Personel dalam perusahaan tidak terdidik untuk mengembangkan kompetensi profesionalnya namun lebih kepada pendekatan kedekatannya.

Bagaimana perusahaan Anda mengembangkan aspek profesionalisme dengan tepat selalu menjadi tantangan dalam pengelolaan organisasi. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengembangkan organisasi Anda dengan efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

5 Hal Penting Dalam Pengendalian Resiko Sesuai dengan Prinsip ISO 9001:2015

Dalam penerapan/implementasi ISO 9001:2015, perusahaan diminta untuk menjalankan proses penilaian resiko sebagai salah satu dari tahapan perencanaan. Konsep terkait dengan pengelolaan resiko ini dilakukan untuk mengidentifikasi bahwa sistem yang dijalankan dapat meminimalkan resiko yang muncul dalam perusahaan. Namun sebelum menetapkan sistem pengendalian resiko, terdapat 5 (lima) hal penting yang harus dipertimbangkan oleh perusahaan dalam proses pengendalian resiko.

(1) Penetapan Kategori Atas Resiko

Proses penentuan kategori resiko dilakukan berdasarkan pada karakteristik bisnis dan prilaku organisasi itu sendiri. Terdapat kategori umum yang dapat dijadikan perusahaan sebagai acuan, seperti dampak yang muncul dari resiko tersebut. Semakin tinggi dampak negatif yang muncul maka akan menimbulkan tingginya resiko yang muncul.

(2) Menetapkan Prioritas Atas Pengendalian Resiko

Secara ringkas, proses pengendalian atas resiko dijalankan secara detail dan menyesuaikan dengan proses yang ada dalam perusahaan. Pengendalian atas resiko secara efektif dilakukan untuk dapat memberikan tindakan penanganan yang tepat pada resiko yang memberikan dampak sangat besar kepada perusahaan. Dalam beberapa kondisi seringkali ditemukan bahwa resiko yang dimaksudkan sulit untuk dihilangkan maka dampak dapat dikurangai menjadi resiko yang tidak tinggi.

(3) Menyusun Rencana Mitigasi

Perencanaan mitigasi ditetapkan untuk menetapkan program kerja yang bersifat jangka panjang untuk menghilangkan resiko atas proses yang dijalankan. Mengendalikan atas bagaimana penanganan dijalankan. Penetapan atas rencana mitigasi sebaiknya dilakukan berdasarkan pada analisis faktor-faktor potensi penyebab dari resiko itu sendiri. Hal ini untuk memaksimalkan bagaimana penetapan atas tindakan mitigasi tersebut dijalankan.

(4) Melakukan Pelaksanaan Atas Tindakan Mitigasi

Perusahaan harus memiliki kekuatan yang baik dalam memastikan bahwa fokus atas pengendalian tersebut. Pelaksanaan yang konsisten dapat menjadi hal penting untuk dapat memastikan bahwa potensi dapat tercegah dengan baik. Pengembangan budaya dari yang sebelumnya bersifat korektif, dimana menunggu permasalahan baru menjalankan menjadi preventif dimana menjalankan tindak improvement dijalankan tanpa melalui adanya insiden terlebih dahulu.

(5) Evaluasi Atas Efektifitas

Proses evaluasi atas tindakan mitigasi ini menjadi hal yang penting. Bisa saja resiko tidak muncul karena memang faktor-faktor yang memicu terjadi resiko yang muncul. Untuk lebih mendalami atas dampak resiko ini, proses evaluasi harus dijalankan dengan melihat bagaimana pelaksanaan atas mitigasi dijalankan. Apabila tidak dijalankan dengan maksimal, berarti korelasi atas dampak menjadi tidak berhubungan.

Bagaimana dengan pelaksanaan pengendalian resiko yang dijalankan di dalam perusahaan Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat terkait dengan pengendalian resiko yang dijalankan dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)