SISTEM MANAJEMEN KEBERSIHAN: PENDEKATAN TERHADAP ISO 14001

Banyak perusahaan, khususnya jasa pelayanan yang lupa bahwa penerapanan lingkungan bukan hanya terkait pada aspek limbah saja.  Proses penanganan dan pemeliharaan terhadap pengelolaan kebersihan yang dijalankan dalam perusahaan sebenarnya adalah salah satu bentuk terhadap pengembangan implementasi ISO 14001.  Bagaimana pun juga faktor lingkungan yang bersih dan sesuai dengan standar persyaratan adalah salah satu bagian dari ISO 14001 yang harus dipenuhi.

Tentu saja akan sangat mengurangi etika dan standar kesehatan apabila pelanggan yang datang ke area publik dimana usaha jasa tersebut dijalankan mengalami rasa tidak nyaman atau terganggu kesehatannya akibat perusahaan tersebut lalai dalam melakukan proses penanganan terhadap sistem manajemen kebersihan.  Lalu langkah-langkah apa yang perusahaan harus tetapkan untuk menetapkan standar manajemen kebersihan.

1.  Proses Asessment

Melakukan proses pemeriksaan terhadap luasan lokasi area kerja yang dimaksud, kemudian melakukan proses pengukuran terhadap jenis aktivitas maupun jenis limbah apa saja yang terdapat di area tersebut kemudian apa saja yang menjadi resiko dari limbah tersebut.

2.  Proses penetapan metode terhadap sistem kebersihan

Melakukan proses penanganan dan pengelolaan yang berkaitan dengan manajemen ini, seperti jenis peralatan apa saja yang akan digunakan untuk proses pengelolaan kebersihan sampai dengan bagaimana metode terhadap inspeksi kebersihan itu sendiri dijalankan.  Suatu aspek pengembangan yang perlu untuk diperhatikan terkait dengan tata cara pengelolaan ini sendiri.  Ada baiknya apabila perusahaan juga menetapkan alokasi activity plan (rencana kegiatan yang diperlukan) dalam proses pengembangan kebersihan itu sendiri.

3. Proses penyusunan  terhadap proses verifikasi dan validasi

Suatu sistem manajemen kebersihan yang tepat harus dipastikan adanya kegiatan verifikasi dan validasi.  Perbedaannya? Verifikasi adalah kegiatan yang dijalankan untuk melakukan proses pemeriksaan ulang terhadap kegiatan kebersihan yang dimaksud tersebut sudah dijalankan atau belum dijalankan.  Suatu bentuk langkah ideal apabila proses verifikasi dijalankan baik itu dalam bentuk dokumentasi (catatan kebersihan) maupun dalam bentuk aplikasi yang langsung dijalankan di lapangan.  Sedangkan validasi adalah kegiatan inspeksi yang memastikan bahwa manajemen kebersihan tersebut benar-benar dijalankan sehingga layak memenuhi standar persyaratan yang telah ditetapkan dalam perusahaan.

Berikut langkah-langkah awal yang dapat dilakukan oleh perusahaan dalam mengelola manajemen kebersihan dalam area publik.  Disarankan perusahaan untuk mencari referensi eksternal yang tepat, mengingat apabila manajemen kebersihan ini tidak dijalankan sesuai dengan standar persyaratan maka justru akan membuang biaya dan menghasilkan suatu output kebersihan yang tidak efektif.

(Amarylliap@yahoo.com, 08129369926)

KEUNTUNGAN MENERAPKAN SISTEM KEAMANAN PANGAN UNTUK FOOD SERVICE

Banyak usaha yang bergerak di bidang jasa penyediaan makanan, seperti restoran dan catering belum menjalanan Sistem Manajemen Keamanan Pangan.  Banyak pertimbangan yang berhubugan dengan realisasi dari proses pengembangan sistem tersebut, seperti masih sedikitnya informasi yang memadai mengenai manfaat implementasi dari Sistem Manajemen Keamanan Pangan, pertimbangan budget dan sumber daya yang mumpuni untuk proses penerapan Sistem Manajememen Keamanan Pangan (HACCP dan ISO 22000). Lalu apa keuntungan menjalankan sistem ini.

(1)  Adanya pengendalian yang sistematis terhadap keamanan produk

Hal yang menarik untuk diperhatikan bagaimana sistem manajemen keamanan produk akan membuat perusahaan tersebut mengimplementasikan suatu bentuk sistem yang dapat teraudit, adanya level pengendalian terpadu (yaitu pemeriksaan, verifikasi dan validasi).

(2)  Jaminan terhadap pelanggan

Secara otomatis dengan adanya suatu bentuk penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan yang kemudian dilengkapi dengan sertifikasi, dapat memberikan penambahan rasa percaya dari pelanggan yang terkait dengan jaminan kepada pelanggan.

(3)  Pengembangan kompetensi karyawan

Perubahan budaya ke arah yang lebih profesional akan sangat membantu perusahaan dan secara perlahan akan mengembangkan kompetensi karyawan untuk terus bekerja dan belajar.

Berikut adalah manfaat yang dapat diambil untuk usaha jasa food service dalam menerapkan keamanan pangan dalam perusahaannya.  Hal yang terpenting adalah penyediaan jasa pelatihan dan konsultasi yang tepat untuk mengoptimalkan aspek komitmen ini. (amarylliap@yahoo.com , 08129369926)

BAGAIMANA MENGHUBUNGI KAMI

Dengan suatu konsep pemahaman dan pengembangan yang optimal berkaitan dengan pendampingan terhadap sistem, kami sangat mengakomodasikan setiap kebutuhan yang datang melalui website kami.  Baik itu melalui proses korespodensi dengan e-mail atau dengan telepon.  Setiap permintaan dan pertanyaan yang berkaitan dengan bagaimana menerapkan sistem dalam perusahaan Anda akan menjadi prioritas kami untuk menjawab.  Pertanyaan dapat di alamatkan ke dalam e-mail kami: amarylliap@yahoo.com atau melalui nomor telepon 08129369926.

Pelatihan ISO: Pengembangan Kompetensi Karyawan?

Apakah benar kompetensi sumber daya manusia dapat dikembangkan melalui penerapan aplikasi ISO 9001:2008?  Bukankah ISO 9001:2008 hanyalah sebuah informasi sederhana belaka yang menjelaskan bagaimana sistem dibangun, pengembangan dari bagaimana banyaknya dokumen, lalu jenis kompetensi apa yang akan dikembangkan ke dalam diri individu yang dimaksud?

Dalam pelatihan ISO 9001:2008, tersedia pelatihan yang berkaitan dengan konsep manajemen untuk membuat suatu proses tersebut dapat diaudit.  Hal ini dapat mengubah mindset dari sumber daya manusia yang ada di lapangan, seperti bagaimana karyawan diajarkan untuk lebih sistematis dalam proses pengembangan dan pengelolaan pekerjaan.  Dipastikan semua proses penting tercatat, serta pekerjaan dipastikan dijalankan oleh personel yang bertanggung jawab dalam pekerjaan tersebut.

Proses pembelajaran tanggung jawab tersebut akan membangun konsep memiliki yang kuat pada diri individu itu sendiri untuk kemudian digunakan sebagai bentuk penerapan dalam pengelolaan pekerjaannya secara pribadi.  Sistem yang terbentuk akan memberikan alarm apabila proses kerja tidak dijalankan semestinya.  Mengapa?  Dalam pelatihan ISO 9001:2008, karyawan akan diberikan pemahaman mengenai bagaimana suatu tahapan proses akan didesain dengan konsep PDCA (Plan Do Check & Action), artinya seluruh sistem akan terencana (Planning) secara tepat untuk kemudian akan dikelola (Do) pelaksanaannya, diperiksa (Check) apakah proses tersebut sudah sesuai dengan persyaratan dan apabila tidak sesuai tentu diperlukan suatu tindakan untuk memperbaiki ketidaksesuaian tersebut (Action).

Berangkat dari sinilah, ada baiknya perusahaan untuk mempertimbangkan memberikan tambahan kebutuhan akan pelatihan ISO 9001:2008 pada karyawan khususnya untuk posisi Manajerial.  Meskipun perusahaan Anda belum menerapkan Standar ISO 9001:2008, namun diharapkan proses yang berjalan di lapangan juga memenuhi kebutuhan standar ISO sendiri, artinya mengadaptasi sistem ISO 9001:2008 dalam bisnis dan proses yang ada dalam perusahaan.

Mulailah mencari provider yang tepat untuk mengikutsertakan karyawan Anda dalam pelatihan ISO 9001:2008, investasi yang akan mengembangkan konsep jangka panjang perusahaan Anda.  (Amarylliap@yahoo.com, 08129369926)

Mengembangkan Konsep Baru dalam Implementasi ISO 9001:2008 dalam industri jasa

Sejauh mana, suatu organisasi penyedia jasa membutuhkan penerapan dan implementasi yang tepat dalam kegiatan ISO 9001:2008.  Apa hanya sebatas pada kebutuhan terhadap kebutuhan dan pengembangan dari order atau tendeer saja, atau lebih dari lainnya.  Banyak perusahaan melihat ISO hanya pada sebatas kebutuhan tersebut tanpa melihat pada konsep pengembangan dan pengelolaan organisasi sebagai bentuk dari implementasi sistem hanya sebatas pada persyaratan tender semata.

Salah satu prinsip menarik yang dulu diketahui oleh banyak kalangan profesional, bahwa ISO hanya sekedar pemahaman untuk kebutuhan industri manufacturing belakang bukan untuk kebutuhan suatu perusahaan general.  Padahal konsep ISO 9001:2008 itu sendiri sangat terkait dengan seluruh jenis organisasi baik itu untuk kebutuhan perusahaan jasa kecil yang hanya terdiri atas proses yang sangat sederhana.  Apakah perlu bagi perusahaan jasa untuk melakukan proses implementasi terhadap sistem ISO 9001:2008, atau hanya dibutuhkan pada perusahaan manufacturing saja?

Tersedia hal yang sangat unik dalam proses implementasi ISO 9001:2008 pada perusahaan jasa, mengingat bagaimana proses adaptasi klausul dijalankan untuk proses pengembangan sistem tersebut.  Langkah awal yang harus dilakukan oleh pihak perusahaan untuk melakukan proses implementasi ISO 9001:2008 pada perusahaan jasa yang dimilikinya adalah mencari referensi yang tepat mengenai penerapan standar ISO 9001:2008 pada industri jasa.  Caranya? Bisa dilakukan dengan melakukan proses melihat referensi yang ada seperti membeli buku, atau mengikuti pelatihan dan konsultasi.  Khusus dalam mengikuti pelatihan, apabila usaha di perusahaan Anda adalah suatu jasa unik yang tidak dimiliki oleh setiap perusahaan maka langkah yang tepat adalah menginformasikan terlebih dahulu kepada penyedia jasa mengenai keunikan bisnis Anda agar konsulan/ provider pelatihan tersebut bisa secara tepat memberikan contoh-contoh pada saat pelatihan.  Kalaupun perusahaan Anda membutuhkan suatu pengembangan dalam teknik konsultasi tertentu, cara yang paling tepat untuk mengoptimalkan adalah dengan melakukan proses evaluasi terhadap konsultan yang menjadi kandidat.  Cara pemilihan dilihat pada latar belakang pendidikan konsultan, periksa CV dari konsultan yang dimaksud, melakukan proses pemeriksaan terhadap daftar klien dari konsultan yang tersebut.

IMPLEMENTASI ISO 9001:2008 DALAM USAHA JASA

Salah satu alasan mengapa, proses dari impelementasi dalam bidang jasa itu menjadi suatu bentuk yang unik adalah produk yang dihasilkan dalam suatu usaha jasa adalah produk yang bersifat tangible (artinya tidak kasat mata), lalu langkah apa yang harus dilakukan oleh suatu perusahaan ketika melakukan implementasi.

1) Membuat definisi terhadap produk yang dimaksud

Jelaskan secara tepat terhadap definisi produk yang dimaksud tersebut.

Contoh yang sederhana sebuah jasa laundry (pencucian baju) maka jasa yang dilakukan adalah melakukan proses pencucian produk pakaian milik pelanggan.

2) Membuat aspek kualitas dari produk tersebut

Pada usaha jasa laundry, maka aspek kualitas yang ditetapkan adalah keramahan dari karyawan pada saat menerima pakaian, ketelitian karyawan dalam menghitung pakaian, kemampuan karyawan dalam mengklasifikasikan proses lanjut dari kegiatan laundry, ketepatan dalam pencatatan bon/ kuitansi dari order laundry yang dimaksud dan sebagainya.

3)  Mengembangkan sistem pada aspek kualitas yang dimaksud

Perusahaan kemudian menyusun sistem yang akan digunakan untuk mengelola aspek kualitas yang ada dalam proses laundry yang dimaksud.  Misalnya ketelitian karyawan dalam menghitung pakaian, tetapkan Instruksi Kerja yang dibutuhkan untuk menjalankan proses pemeriksaan perhitungan pakaian, siapkan form dan catatan yang ditandatangani bersama antara pelanggan dan karyawan agar tidak terdapat terjadi kesalahan pencatatan.

Bisa Anda bayangkan bagaimana menarik dan menantangnya proses penerapan ISO 9001:2008 pada industri jasa ini, tahapan ini adalah sebagaian kecil dari informasi yang termaktub dalam kegiatan penerapan dan implementasi ISO 9001:2008 pada sektor jasa.  Untuk lebih jelasnya, perusahaan dapa mencari informasi pada jasa konsultan yang terpercaya dalam bidang tersebut. (Amarylliap@yahoo.com/ 08129369926)

Apa Perbedaan antara Job Description dan Instruksi dalam Sistem ISO 9001:2008

Sebagai konsultan yang telah menangani banyak perusahaan dalam kegiatan implementasi ISO 9001:2008 baik itu di sektor jasa dan barang, salah satu masalah yang seringkali yang ditemukan adalah kesalahpahaman antara Working Instruction (Instruksi Kerja) dan Job Description (Uraian Kerja).  Hal yang pertama harus dibahas terlebih dahulu adalah proses membedakan antara Instruksi dan Job Decription itu sendiri.

Working Instruction adalah suatu bentuk sistem dokumentasi yang ditetapkan dalam Standar ISO 9001:2008.  Adapun Standar Sistem ISO 9001:2008 itu menetapkan tiga jenis level dokumen penerapan.  Biasa ini disebut sebagai hierarki dari penerapan sistem.

Level 1:  Dokumen Kebijakan Mutu

Apa isi dari dokumen kebijakan mutu ini?  Dokumen kebijakan mutu berisi informasi yang terkait dengan visi dan misi dari perusahaan yang dibutuhkan untuk menjadi panduan dasar dari pengembangan sistem Organisasi.  Sangat salah apabila dari proses implementasi sistem, perumusan ini dijalankan sebagai proses yang paling belakang.  Seharusnya penetapan perumusan dari visi dan misi sudah menjadi PR terpenting dari suatu penentu kebijakan sebelum menjalankan konsep Sistem Manajemen ISO 9001:2008 itu sendiri. Selain visi dan misi, kebijakan mutu juga berisikan komitmen dari manajemen untuk memastikan tujuan dari kepuasan pelanggan, penjaminan mutu produk maupun perbaikan berkesinambungan dijalankan secara terus-menerus.

Level 2: Prosedur Mutu

Prosedur Mutu dalam Penerapan Sistem ISO 9001:2008 untuk dirancang sebagai bentuk keharusan untuk menyediakan dokumentasi tertulis sesuai dengan Standar ISO 9001:2008 namun lain daripada itu, Prosedur Mutu juga dapat dibangun oleh suatu perusahaan untuk membangun dan menetapkan sistem terhadap penerapan Sistem ISO 9001:2008 yang tepat dalam organisasi yang dimaksud.  Misalnya, di dalam organisasi tersebut membutuhkan suatu prosedur yang menjelaskan penanganan terhadap seleksi suatu material baru sebelum digunakan, proses ini dapat dibangun untuk mengoptimalkan prosedur mutu yang ada.

Level 3: Dokumen Implementasi

Apa yang dimaksud dengan Dokumen Implementasi. Dibandingkan dengan level 1 dan level 2, dokumen level 3 adalah jenis dokumen yang digunakan untuk melakukan proses implementasi terhadap Sistem Manajemen ISO 9001:2008 secara spesifik pada unit kerja yang ada.  Adapun Job Description dan Instruksi Kerja masuk ke dalam dokumen level 3.

Perbedaan terbesar yang ada pada Instruksi Kerja dan Uraian Kerja adalah pada tujuan terhadap proses pembentukan kedua dokumen itu sendiri.  Instruksi Kerja adalah pemotongan tahapan unik pada suatu proses umum yang kemudian dikembangkan untuk menjadi proses yang spesifik, misalnya Instruksi Kerja untuk proses pengoperasian alat.  Penjelasan yang diketengahkan dalam Instruksi Kerja lebih kepada informasi detail terhadap obyek proses, sedikit berbeda pada uraian pekerjaan.  Informasi detail pada uraian pekerjaan lebih menjelaskan pada posisi/ jabatan dari suatu fungsi tertentu dalam organisasi, artinya spesifik pada jabatan namun akan lebih bervariasi pada isi tugas dan tanggung jawab.

Untuk lebih memahami terhadap proses penulisan dan pengembangan Working Instruction dan Job Description, sebaiknya perusahaan melakukan proses konsultasi dan mencari referensi yang tepat.  Perancangan yang baik seharusnya dijalankan sebelum sistem diimplementasikan agar tidak menjadi suatu kesalahan dalam proses aplikasi lebih lanjut. (Amarylliap@yahoo.com, 08129369926)