Manajemen Pengelolaan SDM (Sumber Daya Manusia) dalam Bidang Usaha Jasa

Berbeda dibandingkan dengan dunia usaha yang bergerak di bidang manufacturing.  Pengembangan sektor jasa memiliki tingkat ketergantungan yang tinggi dengan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia).  Dalam beberapa hal, proses pengelolaan manajemen SDM (Sumber Daya Manusia) yang dilakukan berbeda dengan proses pengelolaan manajemen SDM (Sumber Daya Manusia) dalam bidang Manufacturing.

Adapun proses pengelolaan manajemen SDM (Sumber Daya Manusia) tersebut dijalankan dengan melalui beberapa program/ tahapan.

(1) Penetapan Nilai-nilai Perusahaan

Berbeda dibandingkan dengan manufacturing, dalam sektor jasa, karyawan adalah asset penting.  Karyawan adalah perwakilan perusahaan ketika berhadapan dengan pelanggan. Pemastian terkait dengan nilai-nilai tersebut harus tertanam dengan kuat pada diri karyawan.  Nilai selain menjadi dasar dari seluruh prilaku SDM ketika berada di perusahaan, nilai juga dapat menjadi pemersatu perusahaan ketika mengembangkan sistem operasional yang dijalankan.

(2) Pengelolaan kompetensi

Seluruh tantangan dalam perusahaan harus dipetakan untuk kemudian ditetapkan jenis karakteristik yang berhubungan dengan sistem pengelolaan kompetensi tersebut.  Dalam beberapa hal, proses pengelolaan kompetensi dilakukan dengan melakukan proses identifikasi kompetensi, pelatihan/ pengembangan kompetensi serta program pengujian kompetensi.  Aspek kompetensi ada baiknya untuk divalidasi untuk memastikan bahwa proses penetapan kompetensi sesuai dengan manajemen pengelolaan atas resiko usaha.

(3) Pengelolaan Sistem Renumerasi

Dalam industri jasa, penetapan sistem renumerasi adalah menjadi penting.  Pertimbangan yang ditetapkan tidak hanya berdasarkan kepada nilai pasar, aspek produktifitas, resiko maupun komitmen atas loyalitas menjadi nilai yang penting dalam melakukan proses pengelolaan sistem renumerasi dalam perusahaan.

Bagaimana dengan proses pengelolaan manajemen SDM dalam perusahaan Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengembangkan sistem manajemen SDM dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengembangkan Prestasi dan Kompetensi dalam Perusahaan

Dalam setiap perusahaan, proses pengelolaan atas prestasi dan kompetensi adalah menjadi hal yang penting dan strategis untuk selalu dikembangkan.  dalam perusahaan.  Memastikan terealisasinya dari prestasi dan kompetensi adalah hal yang harus dikelola secara strategis.  Bagaimana cara yang tepat dalam mengelola prestasi dan kompetensi tersebut.

Strategi Pertama: Menyusun Rapor Prestasi Secara Akurat

Ada baiknya perusahaan mulai melakukan proses inventory atas pencapaian-pencapaian apa saja yang sudah dilakukan oleh karyawan.  Melibatkan karyawan secara aktif dalam kegiatan proyek atau suatu tantangan untuk kemudian dikenali atas prestasinya.  Bisa menjadi nilai penting apabila perusahaan itu sendiri dapat membagi prestasi tersebut menjadi prestasi group ataupun prestasi individu.

Strategi Kedua: Mengembangkan Kompetisi Positif

Ada baiknya perusahaan melakukan proses pelaksanaan Action Plan yang dijabarkan oleh setiap departemen.  Kemudian Action Plan tersebut terpastikan realisasinya secara utuh dan melakukan kajian atas prestasi tersebut dengan prestasi yang dicapai dalam organisasi.

Strategi Ketiga: Pengelolaan Penghargaan Atas Kompetensi

Memastikan bagaiaman kompetensi terkelola dengan baik adalah hal yang penting.  Proses penghargaan dapat dilakukan dengan memberikan tantangan terhadap SDM yang bersangkutan terkait dengan pencapaian yang diperoleh serta bagaimana kompetensi dalam diri individu tersebut akan selalu terpelihara. Mengalokasikan pengembangan atas proyek-proyek khusus serta pengembangan pekerjaan fungsional dapat membantu proses pengembangan terkait dengan kompetensi yang dimaksudkan tersebut.

Memastikan kembali bagaiama perusahaan Anda mampu mengoptimalkan prestasi dan kompetensi SDM adalah hal yang penting dan strategis dan penting. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk memastikan bahwa prestasi dan kompetensi SDM dapat teroptimalkan dengan tepat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengukur Tingkatan Profesionalisme Manajemen Perusahaan

Banyak perusahaan kesulitan dalam mengidentifikasi tingkatan profesionalisme manajemen.  Dalam kondisi perspektif perusahaan yang berorientasi kepada jasa layanan dan produk, tingkatan profesionalisme terkadang diukur dengan melihat parameter kualitas atas jasa layanan, produk ataupun kepuasan dari pelanggan itu sendiri.  Namun bagaimanakah manajemen pengelolaan perusahaan di balik jasa layanan ataupun produk itu sendiri.  Berikut adalah 4 (empat) kriteria parameter yang dapat dipertimbangkan oleh perusahaan sebagai indikator dari profesionalisme manajemen perusahaan itu sendiri.

(1) Sistem Manajemen Perusahaan

Bagaimana sistem manajemen perusahaan dijalankan? Apakah perusahaan menggunakan prinsip kekuatan sistem ataupun lebih pada orientasi authorisasi yang kuat?  Pertimbangan atas proporsional besaran usaha dengan sistem yang dikembangkan adalah menjadi bagian penting bagaimana perusahaan dapat mengelola operasional perusahaan secara tepat dan efektif.

(2) Sistem Manajemen Kompetensi Sumber Daya Manusia

Apakah perusahaan menjalankan prinsip matriks dalam organisasinya ataupun menggunakan sistem yang lebih berbasiskan pada konsep spesialistik fungsional dan struktural? Seberapa besar proporsi kompetensi menjadi bagian penting dalam penempatan dan pembinaan karyawan? Seberapa perlunya perusahaan untuk memiliki tanggung jawab yang kuat dalam mengembangkan kompetensi SDM?

(3) Nilai dan Budaya Perusahaan

Seberapa strategisnya kebijakan perusahaan dapat dipastikan terimplementasikan di dalam seluruh komponen organisasi? Seberapa kuatnya budaya perusahaan dapat menstimulus komponen positif dan menekan komponen negatif dalam mengembangkan pola kerja perusahaan?

(4) Pengukuran Kinerja Karyawan

Perusahaan harus dapat memastikan bahwa kinerja karyawan dapat teroptimalkan sesuai proporsinya dan juga memastikan bahwa proporsi dari kinerja karyawan tersebut dapat menstimulus peningkatan kinerja organisasi.

Pertanyaan penting bagi perusahaan saat ini adalah bagaimana membangun pola manajemen profesional.  Langkah baik bagi perusahaan untuk dapat menjalankan proses pembentukan manajemen profesional dengan menggunakan referensi eksternal yang tepat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

 

Efektifitas Strategi Penerapan Resiko dalam SOP

Salah satu tujuan perusahaan untuk menjalankan resiko adalah memastikan bahwa resiko yang dimiliki perusahaan dapat terkelola secara cermat dan efektif.  Dalam proses pembuatan SOP, perusahaan mengharapkan SOP tersebut dapat dipergunakan untuk membantu mengurangi resiko dalam business process perusahaan.

Lalu bagaimana, perusahaan memastikan bahwa SOP yang disusun tersebut dapat memberikan manfaat maksimal dalam proses pengelolaan resiko.

Langkah Pertama: Melakukan Evaluasi Pencapaian Tujuan dari SOP

Penyusunan SOP itu sendiri harus dipastikan tepat waktu dan tepat sasaran.  Proses evaluasi terkait dengan pencapaian tujuan dijalankan dengan melakukan proses pengukuran atas penerapan dan implementasi dari SOP.  Memastikan bahwa tujuan SOP tersebut tercapai dengan melakukan proses pengukuran atas dampak yang terkuantifikasi.

Langkah Kedua: Melakukan Proses Pengukuran Dampak

Perusahaan dapat melakukan proses pengukuran atas dampak resiko yang muncul akibat SOP tidak dijalankan ataupun dijalankannya SOP tersebut. Dampak negatif menunjukkan bahwa SOP tersebut harus melalui proses kajian lebih lanjut untuk melihat dampaknya terhadap pengendalian resiko.

Langkah Ketiga: Mempelajari Resiko yang Muncul

Adalah penting bagi perusahaan, untuk dapat mempelajari setiap resiko yang muncul.  Adalah penting bagi organisasi untuk dapat menyusun sistem efektif untuk melakukan proses pengurangan atas resiko yang muncul.

Bagaimana kekuatan SOP dalam perusahaan Anda. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam proses pengelolaan resiko perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Desain Pengupahan yang Bersinergi dengan Produktifitas

Teori atas pengupahan menyampaikan bahwa upah adalah konsep dari adanya pembayaran atas jasa yang diberikan oleh tenaga kerja. Berapa besarnya, secara teori adalah bentuk negosiasi antara pihak pemberi kerja dan pekerja.  Dalam kondisi saat ini adanya intervensi pemerintah dalam bentuk kebijakan juga menjadi bagian penting dan strategis terkait dengan sistem pengupahan, maka secara otomatis perusahaan juga harus mentaati atas sistem pengupahan tersebut.

Dalam kondisi saat ini, perusahaan harus memilih alternatif yang tepat agar memastikan strategi dalam peningkatan produktifitas dari tenaga kerja itu sendiri menjadi lebih optimal.

Beberapa strategi ini dapat dipertimbangkan perusahaan dalam melakukan proses desain atas upah.

(1) Memastikan adanya penetapan formula pengupahan yang tepat

Perusahaan harus memastikan adanya komponen pengupahan yang terkait dengan variabel produktifitas dan kedisiplinan.  Pemastian adanya formula pengupahan yang tepat tersebut diharapkan dapat mensinergikan atas aspek pengupahan dengan sinergi produktifitas.

(2) Memastikan formula pengupahan sesuai dengan persyaratan kompetensi

Dalam proses penetapan formula gaji, perusahaan harus menyusun pemetaan atas golongan yang dipersyaratkan dalam sistem pengupahan.  Sehingga perusahaan mengembangkan suatu iklim kepedulian atas kompetensi.

Proses mendesain pengupahan yang tepat, tentu akan sangat membantu pengembangan sistem pengupahan dalam perusahaan Anda. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat terkait dengan proses desain sistem pengupahan di perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Memahami Isi Kontrak Kerja Karyawan

Dalam beberapa kesempatan, banyak perusahaan mengalami permasalahan terkait dengan proses penyusunan kontrak kerja dengan karyawan.  Secara prinsip, kontrak kerja merupakan bagian penting dari perusahaan untuk memastikan proses pengikatan dengan karyawan dilakukan secara legal, dimana hak dan kewajiban dari karyawan maupun perusahaan terlindungi. Kontrak kerja yang bermasalah dan tidak tepat memiliki kecenderungan memberikan resiko terhadap kemunculan

Memepertimbangkan permasalahan tersebut, ada baiknya perusahaan memperhatikan beberapa hal penting untuk diperhatikan perusahaan dalam menyusun kontrak kerja adalah sebagai berikut:

(1) Status Kepegawaian Karyawan

Adalah penting bagi perusahaan untuk menginformasikan di dalam kontrak kerja tersebut mengenai status karyawan tersebut. Ada baiknya karyawan tersebut disampaikan sebagai karyawan kerja dengan waktu tertentu dan waktu tidak tertentu. Khusus untuk pekerja dengan waktu tertentu, perusahaan sebaiknya menginformasikan dengan jelas detail dari waktu bekerja karyawan tersebut.

(2) Upah Karyawan

Beberapa perusahaan ada yang menempatkan informasi upah dalam kesepakatan kerja terpisah, dan ada pula yang termuat di dalam kontrak kerja.  Apa pun pilihan dari perusahaan itu sendiri, sebaiknya dipastikan bahwa perusahaan menyebutkan secara tertulis atas nilai upah karyawan.

(3) Penjelasan Mengenai Hak dan Kewajiban

Perusahaan sebaiknya menjelaskan mengenai hak dan kewajiban dari karyawan. Memastikan bahwa karyawan memahami secara jelas mengenai hak dan kewajibannya.

Bagaimana perusahaan Anda saat ini menjalankan proses pembuatan kontrak kerja? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk memastikan bahwa Sistem Manajemen SDM dalam perusahaan Anda bekerja secara efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengembangkan Strategi Rekruitmen yang Efektif

Banyak perusahaan mengalami permasalahan terkait dengan kinerja karyawan, namun perusahaan seringkali melupakan bahwa permasalah tersebut dapat juga disebabkan oleh kesalahan dalam menjalankan kegiatan rekruitmen.  Perusahaan memiliki kesalahan persepsi bahwa kegiatan rekruitmen adalah proses seleksi yang berupa interview, psikotest maupun assessment.  Banyak perusahaan melihat bahwa program rekruitmen hanya terbatas pada kegiatan beberapa hari tersebut.

Namun ada pentingnya perusahaan mulai mengembangkan sistem rekruitmen yang terintegrasi.

(1) Mengembangkan Sistem Orientasi

Dalam proses rekruitment yang dilakukan kepada pihak profesional atau yang berpengalama, ada baiknya perusahaan mengembangkan program rekruitmen yang terintegrasi dengan program orientasi.  Perusahaan harus dapat memastikan bahwa program orientasi ini melalui serangkaian evaluasi yang sistematis, sehingga personel yang bersangkutan dapat melewati seluruh masa program orientasi secara tepat dan efektif.

(2) Mengembangkan Program Magang/ Pelatihan

Ada baiknya, perusahaan menjalankan program magang, khususnya pada personel yang berpengalaman di bidangnya.  Kegiatan magang/ pelatihan ini bertujuan untuk mengembangkan skill dan kompetensi personel di bidangnya dalam periode tertentu, dan setelah periode terlewati pastikan karyawan yang bersangkutan mendapatkan evaluasi yang sistematis.

Lalu bagaimana proses rekruitmen di perusahaan Anda. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang terkait dengan program rekruitmen di dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Menyusun Standard Operating Procedure dengan Pendekatan RCA

Banyak perusahaan mengalami kesulitan ketika harus menetapkan sistem operasional di dalam perusahaannya. Salah satu permasalah yang seringkali muncul adalah proses mengidentifikasi tahapan proses yang akan disusunkan SOP (Standard Operating Procedure). Dikarenakan kesalahan terhadap proses penyusunan SOP.

Lalu bagaimana proses penyusunan SOP yang tepat dan efektif dalam perusahaan. Salah satu pendekatan yang dampak memberikan efek signifikan terhadap dampak SOP adalah proses pemastian bahwa SOP tersebut dapat memberikan manfaat signifikan terhadap sistem menajamen operasional perusahaan.

Pendekatan RCA (Root Cause Analysis) dapat dilakukan dengan menjalankan tahapan sebagai berikut:

(1) Pendekatan Atas Proses

Root Cause Analysis melakukan analisis terhadap aspek paling penting dalam proses operasional. Inti penggerak atas keutuhan proses tergambar dalam pola pendekatan awal penyusunan sistem.

(2) Pendekatan Atas Organisasi

Salah satu penetapan penyusunan sistm adalah melakukan analisis kapabilitas serta kapasitas dari organisasi itu sendiri. Organisasi ditargetkan untuk dapat mengembangkan secara maksimal sesuai dengan formulasi ideal proses dalam organisasi secara utuh.

(3) Pendekatan Atas Target/ Hasil

Organisasi melakukan proses identifikasi terkait atas target/ hasil kerja yang dipersyaratkan. Melakukan proses penetapan dan rekayasa proses yang efektif agar target tercapai.

Dengan pendekatan RCA, diharapka organisasi/ prusahaan dapat menyusun SOP secara tepat dan efektif. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam proses penyusunan SOP di perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Penanganan Bisnis Food Service

Adalah menjadi tantangan dalam suatu perusahaan untuk dapat mengembangkan strategi bisnis menjadi optimal, salah satu dari proses pengembangan strategi yang dapat dioptimalkan saat ini adalah untuk mengembangkan manajemen retail dan penjualan yaitu program franchise.

Lalu bagaimana proses pengembangan Business Food Service dapat untuk dapat mengembangkan bisnis menjadi lebih maju?

Strategi 1: Mengembangkan Keunikan Produk

Bisnis food service unggulan, dapat memastikan bahwa aspek kompetitif dari bisnis berjalan mengoptimalkan keunikan dan kelebihan produk.  Konsep produk harus dipastikan strategis memiliki daya tarik yang kuat terhadap konsumen. Cita rasa dan kualitas adalah faktor penting dalam penentu keunggulan atas produk.

Strategi 2: Penetapan Positioning Produk

Penetapan aspek positioning menjadi hal yang penting dan utama dalam  melakukan proses penetapan produk.  Penetapan positioning atas produk memiliki konsep strategis kuat untuk menarik konsumen baik melalui harga maupun konsep strategis produk yang ditetapkan.

Strategi 3: Penetapan Sistem Pelayanan

Bagaimana proses pelayanan dijalankan dalam bisnis food service, dimana program pelayanan dijalankan dengan standarisasi yang jelas. Pengembangan atas outlet dapat diharapkan dapat memastikan standarisasi pelayanan yang tepat. Pola komunikasi dijalankan untuk menjamin sistem pelayanan.

Strategi 4: Pengawasan Atas Kualitas dan Pelayanan

Harus dapat dipastikan bahwa kegiatan terkait dengan pengawasan atas kualitas dan pelayanan dijalankan sesuai dengan standar persyaratan. Proses inspeksi dan evaluasi terkait dengan pelaksanaan atas sistem dijalankan.

Strategi 5: Pengelolaan Supply Chain

Salah satu hal penting terkait dengan pengelolaan terkait dengan manajemen penyedia pasokan terhadap bahan baku.  Penetapan sistem just in time adalah konsep strategi penting untuk dapat memberikan kontribusi terhadap kesuksesan Manajemen Pemasok.

Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengoptimalkan bisnis food service dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Implementasi Program Pengembangan Pelatihan Kepemimpinan

Dalam perusahaan, adalah menjadi hal yang penting untuk memastikan organisasi memiliki karakteristik kepemimpinan dalam organisasi. Pengembangan atas dasar-dasar organisasi dilakukan dengan memastikan bahwa perusahaan memiliki kapasitas untuk dapat mengelolaan fungsi kepemimpinan dalam seluruh level perusahaan.

Lalu bagaimana proses pengembangan atas dasar-dasar kepemimpinan dijalankan dalam organisasi/ perusahaan. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh organisasi untuk dapat mengembangkan program dasar-dasar kepemimpinan dalam organisasi.

(1) Pengembangan Program Pelatihan

Kegiatan atas program pelatihan dilakukan berdasarkan pada strata klasifikasi terkait dengan program pelatihan tersebut. Penetapan klasifikasi dilakukan berdasarkan pada tingkatan/ level kekuatan atas kapasitas kepimpinan tersebut.

(2) Pengembangan Program Coaching

Kelompok dari kelas kepemimpinan tersebut kemudian dievaluasi dalam periode tertentu serta dijalankan proses pendampingan dalam pemastian percepatan atas pengembangan pelatihan dijalankan. Program coaching itu dijalankan dengan mengembangkan contoh-contoh kasus yang dapat dikembangkan terkait dengan program coaching tersebut.

(3) Proses Evaluasi Rapor Kinerja

Untuk memastikan bahwa kepemimpinan dapat dijalankan sesuai dengan standar persyaratan. Harus dapat dipastikan bahwa program coaching tersebut termonitor untuk kemudian dipastikan bahwa program kompetensi kepemimpinan tersebut dijalankan sesuai dengan standar persyaratan dari perusahaan.

Bagaimana pengembangan dasar-dasar kepemimpinan dijalankan di dalam Perusahaan Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengembangkan program atas dasar-dasar kepemimpinan dalam organisasi/ perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)