Membangun Kepercayaan Konsumen pada Bisnis Franchise

Saat sekarang ini, banyak perusahaan mengembangkan strategi franchise untuk mengoptimalkan penyerapan pasar. Banyak perusahaan yang melupakan bahwa salah satu kunci utama dari pengembangan strategi franchise adalah membangun kepercayaan konsumen.

Franchise bukan hanya menambah berapa banyak outlet ataupun berapa banyak penambahan konsumen. Banyak perusahaan yang mengembangkan strategi franchise namun akhirnya justru membunuh merk franchise tersebut. Dalam beberapa hal perusahaan yang akan membuka kesempatan franchise kepada mitra lain harus memastikan kepercayaan konsumen dapat terjaga. Berikut adalah strategi yang terkait dengan status kepercayaan konsumen pada bisnis Franchise.

(1) Penetapan Standar Kualitas Produk

Pihak franchisor harus memastikan adanya standar kualitas yang disahkan.  Standar kualitas ini menjadi komitmen yang ditetapkan atas mitra penerus merk tersebut. Harus dipastikan standar kualitas ini termuat dalam kesepakatan, tertuang dalam SOP dan termuat dalam bentuk pelatihan terstruktur.

(2) Menciptakan Loyalitas Pelanggan

Salah satu kunci sukses dari bisnis Franchise adalah loyalitas pelanggan. Penyusunan program-program promosi atas pengembangan loyalitas menjadi kunci penting. Sehingga konsistensi dari prilaku konsumen akan terjaga sesuai dengan pola konsumsi dari Franchisor dan Franchise.

(3) Pengawasan Terintegrasi

Pastikan sistem dan pengelolaan SDM dijalankan dengan konsistensi yang tepat.  Adanya program audit, pelatihan dan validasi atas rekruitmen menjadi nilai penting dalam proses pengawasan yang dijalankan dalam perusahaan.

Bagaimana perusahaan Anda menjalankan sistem Franchise. Lakukan proses pengembangan sistem franchise yang tepat dan terstruktur. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pengembangan Fungsi Penjaminan Mutu dalam Bidang Pendidikan dan Pelatihan

Dalam bidang pendidikan, aspek penjaminan mutu merupakan suatu fungsi penting dalam memastikan bahwa Sistem Pendidikan yang dikembangkan sesuai dengan konstruk sistem operasional dan standar kualitas yang dipersyaratkan.

Penetapan fungsi penjaminan mutu, secara prinsip jarang untuk dimunculkan dalam bidang pendidikan dan pelatihan. Namun melihat peranannya, ada baiknya dunia pendidikan dan pelatihan mempertimbangkan fungsi Penjaminan Mutu ini.

Berikut adalah beberapa fungsi dan manfaat dari penjaminan mutu yang ada dalam Bidang Pendidikan dan Pelatihan.

(1) Melakukan Proses Pemeriksaan Kesesuaian Standar

Penjaminan Mutu melakukan proses evaluasi terhadap status kesesuaian standar akan operasional dari pelaksanaan kualitas yang ditetapkan tersebut.  Pemeriksaan tersebut meliputi kegiatan audit akan proses pelaksanaan, kegiatan penanganan atas keluhan terhadap pelaksanaan, maupun dari hasil kajian akan sistem.

(2) Melakukan Verifikasi atas Program Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan

Adapun pemastian bahwa Program Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan memiliki kesesuaian atas output yang diharapkan.  Memastikan bahwa status atas program dapat teraplikasi dan didesain secara sistematis dalam membentuk satuan pengembangan yang dimaksudkan tersebut.

(3)Melakukan Proses Koreksi dan Korektif akan Sistem

Melakukan tindakan perbaikan atas ketidaksesuaian yang teridentifikasi sebagai penyimpangan dengan standar. Dalam beberapa kondisi penanganan atas tindakan korektif juga dijalankan untuk memastikan bahwa sistem operasional yang dijalankan adalah sesuai dengan Standar.

(4) Mengendalikan dan Mengembangakan Sistem

Atas seluruh kajian yang dilakukan, fungsi penjamin mutu dapat dipastikan dapat menjalankan status kesesuaian terhadap pelaksanaan.  Melakukan sistem pemantauan yang tepat agar proses perbaikan berkesinambungan berjalan berdasarkan persyaratan sistem yang ada.

Apakah Anda tertarik untuk mengembangkan fungsi penjaminan mutu dalam divisi pendidikan dan pelatihan Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengembangkan sistem operasional yang Anda miliki. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Menyusun Rencana Strategis dalam Perusahaan

Banyak perusahaan terbentuk dengan latar belakang ” kebetulan” atau terbantu karena keadaan. Success story yang terjelaskan dalam seluruh majalah bisnis umumnya menjelaskan bagaimana perusahaan dapat berkembang karena kejelian dari pemilik perusahaan.

Namun tidak sedikit perusahaan yang telah berkembang dan maju kemudian mengalami kesulitan untuk dapat mengoptimalkan usahanya atau maju menjadi perusahaan yang profesional.  Salah satu penyebab mengapai kesulitan atas pengembangan perusahaan tidak dapat tertangani adalah perusahaan tersebut gagal dalam menyusun perencanaan strategis.

Perencanaan Strategis dalam perusahaan adalah perencanaan yang bersifat kontinyu dan terdapat dasar analisis dalam proses penyusunan perencanaan strategis tersebut.

Rencana strategis disusun oleh perusahaan sebagai bentuk suatu proses perencanaan jangka yang panjang yang mana perusahaan itu sendiri telah mengkalkulasikan seluruh resiko jangka panjang tersebut.  Pada perusahaan dengan kepemilikan pribadi dan sektor swasta lainnya, adalah lebih mudah untuk menetapkan Rencana Strategis tersebut dibandingkan dengan  perusahaan BUMN ataupun organisasi pemerikntah. Dimana pada BUMN dan pemerintahan, strategi untuk dapat memastikan adanya kontinyuitas dalam perusahaan adalah persoalan yang sulit dilakukan mengingat kepemimpinan dapat berganti dalam waktu 3-5 tahun.

Perencanaan dilakukan untuk menghitung berapa besaran kapasitas organisasi yang dibutuhkan dalam jangka waktu panjang sesuai dengan kebutuhan persyaratan yang telah ditetapkan.  Proses kalkulasi terhadap agenda kerja juga ditetapkan untuk dapat menghitung bahwa setiap tindakan pasti memiliki resiko yang dapat dikendalikan.

Berikut adalah tahapan yang dapat dilakukan oleh perusahaan dalam melakukan Rencana Strategis.

(1) Menganalisis Permasalahan dan Pengembangan Perusahaan

Melakukan proses analisis terkait permasalahan perusahaan baik itu yang akan datang dalam waktu dekat maupun dalam jangka waktu menengah dan jangka waktu panjang.  Pendekatan atas permasalahan ini sangat erat kaitannya dengan proses pengelolaan dari tujuan dan sasaran organisasi.

(2) Menyusun Program Kerja dan Anggaran

Dari tujuan atas organisasi/ perusahaan tersebut, perusahaan menetapkan program kerja serta anggaran yang menjadi pertimbangan dalam perencanaan strategis yang dimaksudkan tersebut.  Program kerja tersebut kemudian dilakukan proses penetapan untuk memastikan bahwa status anggaran tersedia untuk proses berjalannya program kerja yang dimaksud. Beberapa organisasi dan perusahaan menjalankan kegiatan analisis atas kelayakan terlebih dahulu sebelum memastikan program kerja tersebut dijalankan.

(3) Realisasi Program

Pengembangan dan realisasi program dijalankan berdasarkan skema agenda jadwal kerja yang dipersyaratkan oleh perusahaan. Terdapat pertimbangan bagi organisasi untuk dapat memastikan bahwa anggaran tersebut terealisasi dan tepat sasaran dalam pelaksanaan program kerjanya.

Bagaimana dengan penyusunan rencana kerja strategis dalam perusahaan Anda.

Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam mengembangkan sistem dalam perusahaan Anda.  (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Meningkatkan Penjualan di Kala Krisis

Pada saat proses krisis ekonomi mendera, tentu menjadi suatu tantangan tersendiri bagi perusahaan untuk dapat mengoptimalkan nilai penjualannya.  Tentu saja hal ini bukanlan menjadi hal yang mudah bagi perusahaan.

Lalu bagaimana perusahaan mengembangkan strategi untuk dapat meningkatkan penjualan perusahaan. Berikut adalah strategi yang dapat membantu perusahaan untuk dapat mengoptimalkan nilai peningkatan penjualan di kala krisis.

(1) Perubahan Posisi Market

Dimana letak brand produk Anda saat ini.  Proses peningkatan penjualan dapat dilakukan dengan mengembangkan produk yang sama namun pada posisi market yang berbeda.  Ada baiknya perusahaan mempelajarai terlebih dahulu karakter market Anda, perubahan posisi market dapat membantu meningkatkan pemberdayaan seluruh total market kepada produk Anda.

(2) Peningkatan Nilai Produk

Preferensi pelanggan tidak hanya didasarkan pada harga produk. Pemahaman atas nilai tambahan yang ada dalam produk dapat menjadi suatu peningkatan preferensi pelanggan Anda. Nilai tambah tersebut dapat dengan membetikan manfaat jangka panjang, seperti produk yang dapat memiliki nilai lebih berupa adanya jaminan asuransi ataupun jaminan kesesuaian kualitas dari produk itu sendiri.  Beberapa perusahaan menjalankan program Sertifikasi ISO 9001, ISO 14001 atau HACCP sebagai bentuk komitmen atas adanya nilai lebih tersebut.

(3) Perbaikan Pelayanan dan Kualitas

Perbaikan dari sisi pelayanan dan Kualitas menjadi nilai penting bagi pengembangan pasar Anda.  Ada baiknya dalam masa krisis ini, perusahaan memperbaiki komitmen dan rasa percaya pelanggan terhadap merk produk Anda.  Memperbaiki pelayanan dan kualitas bukan hanya memperbaiki produk saja, namun hal yang terpenting, adalah komitmen dari perusahaan atas perbaikan tersebut.

Lalu bagaimana Anda menjalankan proses peningkatan penjualan Produk Anda saat ini. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam upaya peningkatan kinerja penjualan perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Integrasi Sistem Manajemen Keamanan pangan dan SNI

Salah satu tantangan dalam industri retail saat ini adalah bagaimana proses melindungi produk dapat dilakukan untuk menjaga daya saing produk kita dibandingkan produk impor.  Pemerintah sudah menjalankan suatu tahapan proses yang tepat dengan memproteksi kualitas melalui pemberian label dan standar kualitas SNI.

Dalam industri pangan, adalah penting untuk dapat mengintegrasikan SNI dengan Sistem Manajemen Keamanan Pangan.  SNI secara prinsip pada produk non pangan lebih mengetengahkan kepada prinsip Sistem Manajemen Mutu namun untuk produk pangan juga menetapkan prasyarat dengan Sistem Manajemen Keamanan Pangan.  Sebab dalam prasyarat yang ditetapkan oleh SNI, terdapat parameter keamanan pangan.

Strategi penting bagi perusahaan pangan dalam menerapkan SNI adalah selain dengan menerapkan Sistem Manajemen Mutu ada pentingnya untuk juga mengaplikasikan Sistem Manajemen Keamanan Pangan (HACCP) dalam perusahaan.  Membangun dasar Sistem Manajemen Keamanan Pangan yang efektif adalah penting untuk dapat mengoptimalkan aplikasi SNI pada produk.

Lakukan proses pencarian referensi eksternal untuk melakukan proses pengembangan kualitas dan keamanan pangan perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Langkah Menyusun Analisis Jabatan

Proses analisis jabatan, adalah tahapan untuk melakukan suatu proses penelaahan terkait dengan karakteristik pekerjaan, baik dari sisi resiko, tingkat kesulitan, ataupun kompetensi yang dipersyaratkan.  Terdapat beberapa tahapan yang harus dilakukan dalam kegiatan analisis, yang di dalamnya sendiri adalah tahapan langkah sebagai berikut:

(1) Mengkaji Uraian Jabatan

Adalah penting bagi suatu perusahaan untuk dapat menjalankan proses analisis jabatan dengan melakukan proses kajian dari uraian jabatan untuk dapat memastikan kondisi aktual pekerjaan yang terkandung dari jabatan tersebut.  Proses kajian dapat dilakukan dengan analisis dokumen serta proses interview.  Kedua pekerjaan tersebut harus dijalankan bersamaan untuk dapat memastikan bahwa jabatan yang dianalisis adalah benar valid.

(2) Menganalisis Kebutuhan Kualifikasi Jabatan

Proses selanjutnya adalah dengan melakukan proses identifikasi yang terkait dengan kualifikasi jabatan yang dimaksudkan tersebut. Bagaimana kualifikasi menjadi menjadi suatu aspek penting untuk melihat bagaimana tingkatan jabatan tersebut ditetapkan.

(3) Analisis Beban Kerja

Salah satu tahapan yang terpenting dari proses analisis jabatan adalah proses perhitungan beban kerja. Proses ini menuntut adanya analisis dari proses perhitungan waktu dan tingkatan resiko dari pekerjaan tersebut.

Demikian tahapan yang dilakukan dalam menjalankan proses analisis jabatan. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengembangkan perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

3 Kesalahan Perusahaan Gagal Mengembangkan Pemasaran

Perusahaan membutuhkan pelanggan sebagai bagian penting dari bisnis.  Tidak sedikit perusahaan menempatkan pelanggan sebagai shareholder penting dan utama dalam perusahaan.  Namun pada kondisi aktual, perusahaan menemukan banyak hal yang tidak mudah dalam mengembangkan pemasaran dalam perusahaan.

Berikut adalah kesalahan yang terkait dengan proses pengembangan perusahaan.

Kesalahan Pertama, kegagalan dalam memahami dan membentuk kebutuhan

Salah satu hal yang sangat penting bagi perusahaan adalah memastikan bahwa perusahaan harus dapat memahami kebutuhan pelanggan.  Bahkan apabila perusahaan dapat lebih mengoptimalkan pendekatan dari sisi strategi pemasaran, maka perusahaan itu sendiri dapat membentuk kebutuhan pelanggan.

Kesalahan Kedua, kegagalan untuk mengutamakan kepentingan pelanggan

Selain ingin merasa dibutuhkan, pelanggan ingin selalu diprioritaskan dan ditetapkan warga negara kelas satu. Pengembangan Customer Relation Program adalah hal penting dan strategis yang ditetapkan oleh perusahaan dalam mengembangkan pemasaran.

Kesalahan Ketiga, kegagalan untuk mengkomunikasikan diri kepada pelanggan

Tidak ada perusahaan yang akan selalu menjadi benar, bahkan benar dengan nilai 100%. Ada kalanya perusahaan mengalami masa sulit dan kesalahan, pada saat itu adalah sangat penting bagi perusahaan untuk dapat mengembangkan program komunikasi yang tepat kepada pelanggan.

Bagaimana dengan pengembangan perusahaan Anda terhadap program marketing. Lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengembangkan perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)