Penyusunan Business Plan Perusahaan

Tanpa terasa proses perhitungan tahun ini akan segera berganti dan kita pun akan merasakan adanya tantangan baru untuk lebih berkembang dan mengoptimalkan dari kinerja bisnis.  Dalam suatu bentuk kerangka strategis, suatu konsep perencanaan adalah langkah yang sangat penting untuk memastikan konsep ke depan dari perusahaan itu sendiri.

Lalu bagaimana suatu perusahaan akan membuat business plan dalam perusahaannya?

Langkah pertama adalah merumuskan produk
Melakukan proses perumusan terhadap produk yang akan diproduksi oleh perusahaan untuk diproduksi. Dari produk yang akan dihasilkan tersebut, kemudian ditetapkan komponen penyusunan produk yang dimaksud.

Langkah kedua adalah menetapkan kerangka kerja perusahaan
Proses penetapan kerangka kerja perusahaan dijalankan dengan menyelaraskan antara visi dan misi perusahaan serta manajemen operasional yang akan dijalankan dalam perusahaan tersebut. Kerangka kerja perusahaan ditetapkan dalam bentuk jangka pendek dan jangka panjang.

Langkah ketiga adalah memastikan adanya suatu feasibility terhadap analisis pemasaran.
Dimana dalam kegiatan ini, harus dipastikan bahwa produk yang akan dijalankan oleh perusahaan memiliki aspek feasibilitas yang kuat bagi organisasi. Perusahaan dapat menjalankan proses dengan melakukan survey pasar dalam melihat bahwa rasio kewajaran dapat dijalankan bagi usaha yang dimaksudkan tersebut.

Langkah keempat adalah dengan melakukan proses kajian keuangan
Proses kajian keuangan dijalankan dengan melakukan evaluasi terhadap status nilai asset yang ada untuk kemudian dilakukan perumusan terhadap nilai jual produk yang akan ditawarkan.

Langkah kelima adalah dengan memastikan adanya status pengendalian operasional, yaitu Standard Operating Procedure.
Dimana SOP ini menjadi bagian yang penting dalam memastikan bahwa proses operasional dapat dijalankan sesuai kebutuhan dan standar persyaratan yang telah ditetapkan.

Lakukan proses penyusunan business plan sebagai proses pengembangan strategis dari optimalisasi usaha Anda. Pencarian referensi eksternal yang tepat dapat dijalankan untuk mengoptimalkan strategi business plan yang akan dikembangkan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Optimalisasikan Manajemen Retail dari Usaha Anda

Banyak pengusaha tertarik untuk memasuki dunia manajemen retail. Di Indonesia? Kesempatan yang tidak terbatas serta adanya pengembangan populasi dan luasan daerah memberikan banyak peluang bagi investor untuk mengembangkan bisnis manajemen retail. Apakah Anda juga berminat untuk mencoba usaha manajemen retail ini?

Dalam dunia retail, terdapat 5 (lima) faktor yang dapat dijalankan untuk dapat mengedepankan suatu strategi penting dan menguntungkan.

Pertama, lokasi. Penempatan lokasi adalah hal terpenting yang seharusnya menjadi nilai jual pertama dalam memastikan usaha Anda dapat berkembang. Lokasi yang tepat, komunitas di area tersebut serta prilaku dari masyarakat sekitar adalah parameter penting yang harus dilakukan proses riset terlebih dahulu sebelum investasi retail dijalankan di area tersebut.

Kedua, produk dan desain display. Kebutuhan strategis ini terkait dengan merchandiser dan visual merchandiser. Penetapan jenis produk yang akan dibeli harus disesuaikan dengan kebutuhan dari konsumen dan proses penetapan display terkait dengan penetapan lay out produk yang dijalankan dalam konsep retail yang dimaksud.

Ketiga, penetapan strategi promosi. Bagaimana promosi dapat menstimulus proses pembelian. Pengaktifan faktor emosi dari pelanggan menjadi suatu bentuk strategi penting dalam proses peningkatan penjualan. Termasuk memastikan tidak adanya dead stock ataupun slow moving dari program penjualan yang dimaksudkan tersebut.

Keempat, sistem manajemen. Fungsi retail memaksa Anda untuk mengoptimalkan nilai transaksi dan jumlah outlet yang ditetapkan display untuk menetapkan proses opetimalisasi terkait dengan penetapan sistem yang dimaksud. Dimana fungsi operasional tersebut dijalankan berdasarkan konsep strategis yang kuat dengan teknologi informasi. Dalam manajemen retail faktor teknologi informasi adalah suatu persyaratan yang penting untuk manajemen operasional strategis terkait dengan sistem manajemen yang dimaksudkan tersebut.

Kelima, proses pengembangan sumber daya manusia. Dimana dalam proses operasional retail, pelayanan adalah hal yang penting. Keramahan, tata bahasa dan gesture tubuh menjadi nilai utama yang membuat pelanggan dapat kembali ke outlet Anda.

Bagaimana? Apakah Anda berkeinginan untuk mengembangkan manajemen retail dari usaha Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengoptimalkan bisnis Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Bagaimana Menyusun Job Description yang Tepat

Banyak perusahaan yang melihat bahwa job description adalah proses sederhana dimana penyusun job description tersebut hanya melihat sebagai suatu proses kegiatan administrasi dimana dilakukan pencatatan terhadap pekerjaan dari suatu jabatan tertentu. Perusahaan harus melihat proses penyusunan job description adalah suatu tahapan atau proses strategis yang ditetapkan untuk dapat membantu pengembangan organisasi. Lalu bagaimana langkah yang tepat untuk dapat melakukan proses penyusunan job description itu sendiri?

(1) Memahami proses operasional pekerjaan dalam ruang lingkup perusahaan
Adalah menjadi hal yang penting dalam tahapan proses ini adalah mengembangkan konsep strategis dari manajemen operasional yang dijalankan dalam perusahaan. Dimana alokasi individu dipastikan untuk berperan secara strategis dapat mengembangkan dan mengoptimalkan konsep pengembangan sumber daya manusia dalam perusahaan.

(2) Melakukan perumusan rancangan alokasi beban kerja berdasarkan struktur organisasi
Penetapan dan perumusan terhadap struktur organiasi yang kemudian nantinya akan dialokasikan menjadi pertanggung jawaban yang terkait dengan fungsi dan kewenangan yang ada dalam struktur organisasi yang dimaksudkan tersebut termasuk di dalamnya adalah aplikasi dari penetapan sistem yang dijalankan dalam perusahaan. Bagaimana suatu beban kerja dialokasikan untuk mencapai ketepatan berdasarkan status aplikasi pengembangan operasional dari suatu sistem tersebut dijalankan.

(3) Melakukan proses pemetaan suatu jabatan atau posisi tertentu dalam menetapkan struktur organisasi
Jabatan yang ditetapkan tersebut menjadi bagian yang sangat penting dalam menggerakkan suatu proses atau pengembangan operasional. Penetapan pemetaan dalam proses itu kemudian yang ditetapkan dalam aplikasi penyusunan kemudian dijelaskan ke dalam format uraian jabatan yang ada.

Penetapan strategis yang terkait dalam pengembangan job description menjadi suatu tahapan ataupun proses uraian jabatan yang ditetapkan dalam aplikasi pengembangan fungsi, tugas dan tanggung jawab dari suatu jabatan. Lakukan penyusunan uraian jabatan yang tepat beserta proses sosialisasinya, kembangkan referensi eksternal yang tepat untuk mengoptimalkan pengembangan organisasi. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Program Perencanaan Karir Karyawan

Setiap karyawan mengembangkan keterikatan yang berbeda-beda antara dirinya dengan perusahaan.  Beberapa karyawan memposisikan fungsinya hanya sebagai pekerja, yaitu dengan menjalankan fungsi dan tanggung jawab seperti yang termuat dalam uraian pekerjaan dan kompetensi yang terkait dengan manajemen sumber daya manusia yang diterapkan dalam perusahaan.

Lalu bagaimana cara menyusuna perencanaan karir karyawan yang ada dalam perusahaan.  Berikut adalah langkah-langkah yang bisa dilakukan oleh sebuah perusahaan dalam menjalankan perencanaan karir karyawan.

(1) Proses pengelompokan cluster pekerjaan

Perusahaan dapat menjalankan pemetaan kompetensi yang mana data yang diambil dalam kelompok pekerjaan yang merupakan hasil pengukuran perumusan yang terkait dengan status evaluasi analisis jabatan.  Setelah dilakukan analisis jabatan, dapat dibuatkan klasifikasi keluarga pekerjaan (working family) yang mencakup kelompok pekerjan dan jabatan (job family) yang dapat menjadi suatu pengembangan karakteristik serta kelompok dari pekerjaan yang ada.

(2) Proses penyusunan job grade

Lakukan proses analisis jabatan dari pekerjaan yang ada, kemudian lakukan proses formulasi untuk menetapkan perumusan yang terkait dengan status job grade yang ada pada setiap jabatan.  Proses perumusan job grade ini dapat dijalankan dengan melakukan proses pengembangan dengan menggunakan berbagai metode yang kemudian dapat dilakukan sebagai panduan apabila akan menjalankan proses pengembangan job grade yang ada dalam perusahaan.

(3) Proses pemetaan jalur karir

Dari kelompok jabatan dan kemudian digabungkan dengan job grade yang sudah dirumuskan tersebut.  Untuk kemudian ditetapkan jalur karir per kelas jabatan.  Penyusunan prosedur yang tepat dan mengakomodasi kebutuhan peningkatan status kompetensi yang terkait dengan pengembangan karir dalam perusahaan juga sangat penting.

Proses penyusunan aspek fungsional dan struktural yang terbentuk dalam proses pengembangan jabatan juga menjadi suatu bahan pertimbangan yang penting dan optimal dalam proses pengembangan karir dalam suatu perusahaan.

Lakukan proses pengembangan terhadap status perencanaan karir yang akan dijalankan dalam perusahaan Anda.  Carilah referensi eksternal yang tepat terkait dengan proses pengembangan karir yang dijalankan dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Fase Toilet Training pada Konsumen

Banyak perusahaan yang sedang berkembang mengalami kesulitan dalam mengembangkan konsumen yang ada.  Kadangkala inovasi yang dilalui dengan riset yang panjang dan memakan biaya tinggi ujung-ujungnya justru mengalami permasalahan yang terkait dengan daya serap dari produk itu sendiri.  Melihat dari permasalahan yang ada, justru dapat dilakukan suatu program evaluasi sampai dimana fase dari produk itu sendiri berada dalam masyarakat.

Produk diharapkan dikembangkan dalam suatu bentuk siklus yang nanti harapan ke depannya akan membentuk suatu loyalitas dan kebutuhan tetap. Dimana produk Anda akan menjadi suatu bentuk kebutuhan sehari-hari yang dibutuhkan oleh konsumen.

Termasuk di dalamnya adalah bagaimana suatu proses aplikasi dari pengenalan produk terhadap konsumen tersebut dijalankan untuk memastikan bagaimana suatu proses siklus terhadap program pelatihan tersebut dijalankan dalam manajemen operasional penjualan produk yang ada. Dalam siklus pengenalan produk terdapat istilah fase toilet trainining.  Pada fase ini, masyarakat diperkenalkan terhadap konsep produk serta diedukasi mengenai cara penggunaan maupun cara pemanfaatannya.

Pada program ini, seperti seorang orang tua yang mengajarkan kepada anaknya tata cara untuk penggunaan toilet.  Justru menjadi suatu pertimbangan yang sangat esensial bahwa tahapanan ini justru dapat menjadi transfer budaya yang tepat.  Penggunaan toilet adalah suatu prilaku yang ditetapkan menjadi suatu kebiasaan yang digunakan dalam suatu proses prilaku harian.

Contoh sukses yang menjalankan fase ini adalah produk mi instan, dimana akhirnya mengkonsumsi mi instan menjadi prilaku harian yang akhirnya menjadi budaya.  Dimana rasanya kurang afdol apabila tidak mengkonsumsi mi instan jenis tertentu dalam kegiatan dan aktifitas harian.  Sangat menarik bagi suatu perusahaan untuk mengembangkan dan mengelola produk dengan melalui kegiatan toilet trainining ini. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam kegiatan pengembangan produk dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pelatihan Audit Sumber Daya Manusia

Apakah penting untuk melakukan audit divisi sumber daya manusia (sdm)?  Apa manfaat yang dapat diambil dari kegiatan pelatihan audit sumber daya manusia tersebut?

Kegiatan audit sumber daya manusia memiliki banyak tujuan, seperti untuk memastikan bagaimana kegiatan yang dijalankan di departemen sumber daya manusia, sudah dijalankan sesuai dengan Standard Operating Procedure yang ada dalam perusahaan, kesesuaian antara data informasi sistem penggajian dan status proses aktual dari proses implementasi yang dijalankan dalam unit kerja sumber daya manusia serta kegiatan lainnya untuk memastikan bahwa tahapan proses dijalankan sesuai dengan kebijakan dan peraturan perusahaan yang dijalankan untuk memastikan kesesuaiannya dengan standar persyaratan yang ada, serta sebagai proses evaluasi untuk memastikan apakah sistem manajemen sumber daya manusia yang ditetapkan sudah sesuai dengan standar persyaratan yang ada.

Berikut adalah silabus dari kegiatan pelatihan pengembangan audit sumber daya manusia yang dilakukan dalam waktu satu hari.

(1) Pemahaman Standard Operating Procedur Unit Kerja HRD

Melihat jenis SOP yang ideal digunakan oleh unit kerja sumber daya manusia yang ada dalam perusahaan untuk kemudian dilakukan proses pengelolaan dan alokasi implementasi yang tepat dalam aktual SOP tersebut.

(2) Pemahaman mengenai peraturan perusahaan

Dalam kegiatan ini dilakukan proses pemahaman yang terkait dengan konsep essensial dari pemahaman peraturan perusahaan itu sendiri yang kemudian akan digabungkan dalam implementasi dalam operasional yang ada dalam perusahaan.

(3) Penyusunan checklist dan metode audit

Dimana dalam kegiatan ini, peserta pelatihan mendapatkan masukan tentang teknik dan proses yang dijalankan dalam kegiatan audit tersebut.

(4) Teknik pelaporan dan proses tindak lanjut kegiatan audit

Dimana dalam tahapan proses ini diberikan penjelasan tentang bagaimana program audit tersebut dijalankan untuk memastikan bagaimana status evaluasi dari program audit ini memberikan nilai positif bagi perusahaan.

Melihat dari manfaatnya, tentu akan lebih dapat memberikan kemajuan kepada perusahaan apabila pengembangan sumber daya manusia dapat dialokasikan menjadi suatu bentuk pengembangan bersinergis dalam kegiatan perbaikan di perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pelatihan dan Pengembangan Soft Competency dalam Perusahaan

Apakah perusahaan Anda adalah perusahaan yang sudah melakukan proses penerapan dari Sistem Manajemen berbasiskan kompetensi?  Ketika perusahaan Anda sudah melakukan proses pemetaan soft competency yang dimiliki di dalam setiap jabatan yang ada.  Melakukan proses pengembangan soft competency adalah suatu hal yang sangat penting untuk dilakukan terkait dengan program pengembangan dari manajemen sumber daya manusia yang ada dalam perusahaan.  Lalu bagaimana tahapan dan proses yang harus dilakukan oleh suatu perusahaan untuk mengembangkan soft competency dari karyawannya.

(1) Lakukan proses pengukuran soft competency

Inilah pentingnya dilakukan proses assessment sebagai bagian penting dalam upaya melakukan proses identifikasi yang terkait dengan kapasitas kompetensi yang dimiliki oleh karyawan tersebut.  Dimana proses ini menjadi gambaran awal dari karakteristik kompetensi yang dimiliki oleh karyawan.  Sedikit berbeda dengan trait, kompetensi pada individu itu sendiri dapat mengalami perubahan apabila dilakukan proses pengelolaan secara tepat.

(2) Pengembangan Program Pelatihan yang tepat

Meskipun tidak bisa memberikan jaminan 100% bahwa dengan proses pelatihan, pengembangan soft competency akan berlaku namun adanya pengembangan program kerja yang kemudian dibarengi dengan status aplikasi fungsi kinerja yang tepat dapat memberikan pengaruh yang kuat dalam pengembangan soft competency.  Jenis-jenis pelatihan yang dapat digunakan dalam merubah karakteristik kompetensi adalah program pelatihan leadership, teknik komunikasi maupun pelatihan yang mengasah perkembangkan hubungan intrapersonal dan pengembangan diri.

(3) Alokasi beban kerja yang tepat

Proses pengembangan soft competency juga sangat dipengaruhi dengan proses penempatan alokasi beban kerja yang tepat, dimana fungsi dan tanggung jawab dari individu tersebut dikembangkan untuk memastikan bahwa status pengembangan konsep soft competency dijalankan dalam proses yang tepat dan akurat.  Proses penempatan tanggung jawab baru serta penempatan individu dalam fungsi koordinasi yang terevaluasi secara tepat akan dapat meningkatkan kapasitas individu yang bersangkutan dalam memastikan konsep pengembangan soft competency berjalan secara tepat dan akurat sehingga mencapai target yang diharapkan.

Lalu bagaimana dengan proses pengembangan soft competency di dalam perusahaan Anda.  Lakukan proses pengembangan dan penggunaan referensi eksternal yang tepat dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengoptimalkan Nilai Integritas Karyawan

Bahasa integritas sudah menjadi hal yang umum ketika proses seleksi karyawan dijalankan dalam suatu perusahaan, pemahaman bahwa integritas adalah hal yang sangat penting sebagai parameter dan nilai untuk menempatkan soft competency sebagai nilai dengan prioritas yang tinggi dalam perusahaan.  Beberapa pemikiran kemudian muncul bagaimana cara mengukur integritas itu sendiri, dan apakah integritas dari individu tersebut bisa bertahan dalam proses dan periode yang cukup panjang.

Suatu persepsi menarik dalam melihat konsep integritas adalah sebagai bagian dari satuan dari unit kompetensi penting yang terkait dengan dengan pengembangan konsep integritas karyawan.  Dari beberapa hal yang bisa dipahami bahwa aspek konsep pengembangan nilai integritas adalah core value dari konsep perusahaan.

Lalu bagaimana tata cara meningkatkan nilai integritas karyawan itu sendiri?  Banyak hal yang dapat dilakukan kepada karyawan dalam upaya meningkatkan nilai dan konsep integritas yang dimiliki.

(1) Mengembangkan aspek peraturan perusahaan sebagai bentuk konsep pendisiplinan dari pemahaman konsep integritas

Memastikan adanya pendisiplinan terhadap pelaksanaan dari peraturan perusahaan yang ditetapkan sebagai bentuk pendisiplinan dari diri karyawan itu sendiri.  Proses pendisiplinan menjadi ujung tombak yang penting dalam meningkatkan pengembangan dan optimalisasi konsep status integritas yang dijalankan dan menjadi proses cultural transformation dalam perusahaan itu sendiri.

(2) Mengimplementasikan kompetensi leadership

Memastikan adanya pengembangan kompetensi leadership yang ditetapkan dalam organisasi untuk memastikan status pengembangan nilai dan konsep budaya dari perusahaan berkembang sejalan dengan integritas harmoni yang ditetapkan dalam perusahaan untuk memastikan aspek kesesuaian dalam manajemen operasional telah dijalankan sesuai dengan aspek kebutuhan yang dipersyaratkan dalam perusahaan.

(3) Menetapkan status pengelolaan dan pengembangan konsep sistem dalam manajemen perusahaan

Memastikan status yang ditetapkan untuk melihat bahwa konsep implementasi dalam manajemen yang terkait dengan sistem implementasi praktis dari konsep perusahaan. Memastikan sistem pengendalian yang terkait dengan manajemen operasional dijalankan untuk memastikan bahwa organisasi dalam perusahaan menjalankan suatu konsep pengembangan program perusahaan yang tepat.

Lalu bagaimana tata cara untuk memastikan bahwa konsep pengembangan sistem itu sendiri dijalankan? Adalah menjadi hal yang sangat menarik untuk dapat melihat bahwa nilai integritas tersebut menjadi suatu nilai lebih dari diri karyawan yang dibutuhkan untuk memastikan bahwa larinya perusahaan dapat menjadi cepat dan memberikan aspek stimulus dari bisnis perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengembangkan Jenjang Karir Berbasiskan Kompetensi

Apakah perusahaan Anda tertarik untuk menyusun dan merumuskan jenjang karir?  Dalam suatu konsep manajemen yang dinamis, penting dalam suatu perusahaan untuk menetapkan terminologi karir yang tepat dalam internal perusahaan.  Konsep pengembangan karir diharapkan dapat mengoptimalkan kinerja dengan meningkatkan motivasi karyawan.

Terdapat persepsi yang salah dalam perusahaan, ketika melihat aspek loyalitas sebagai satu-satunya alasan untuk mengembangkan karir seseorang.  Dimana ketika akan menempatkan seorang individu dalam posisi puncak, perusahaan cenderung untuk menempatkan karyawan yang memiliki waktu kerja yang panjang dan mengesampingkan nilai kompetensi.  Hal ini diakibatkan perusahaan terlambat dalam memetakan basis kompetensi dalam manajemen perusahaannya.

Lalu bagaimana mengembangkan konsep kompetensi yang tepat dalam organisasi.

(a) Penetapan aspek jabatan dengan peta kompetensi

Melakukan proses perumusan untuk dapat mengadaptasikan dan mengembangkan peta kompetensi yang ada dalam perusahaan untuk kemudian dilakukan proses perumusan level kompetensi yang ada.  Tahapan proses inilah yang kemudian ditetapkan sebagai peta kompetensi yang ada dalam perusahaan.  Pengembangan dan pengelompokan ini kemudian harus disesuaikan dengan karakteristik dari pekerjaan yang ada dalam jabatan tersebut.

(b) Penyusunan jalur karir

Lakukan proses analisis jarur karir dengan mengikuti pola kompetensi per jabatan.  Dari tahapan ini, dapat dilakukan proses pemetaan konsep seleksi dan metode evaluasi yang tepat dan dilaksanakan secara obyektif sebagai bentuk gambaran dari pengembangan jalur karir yang ditetapkan dalam perusahaan.

Demikian proses pengembangan dari proses operasional pemetaan jalur karir berbasiskan kompetensi.  Banyak manfaat untuk bisnis dalam perusahaan Anda apabila mengembangkan pola jenjang karir yang dimaksudkan tersebut.  (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Strategi Mengendalikan Beban Kerja pada Karyawan

Banyak perusahaan yang mengalami permasalahan dalam mengelola beban kerja pada karyawan yang ada dalam perusahaannya.  Mengembangkan status program operasional yang tepat menjadi langkah dan strategi yang tepat untuk memastikan beban kerja pada karyawan agar memberikan nilai lebih kepada perusahaan.

(1) Pelajari karakteristik dan besarnya beban kerja

Perusahaan harus dapat memastikan dan melakukan proses identifikasi dari beban kerja yang dimiliki oleh karyawan.  Lalu bagaimana melakukan proses pengukuran beban kerja yang tepat bagi perusahaan itu sendiri.  Kegiatan dan program pengukuran beban kerja dapat dijalankan melalui berbagai macam tahapan yaitu dengan program observasi, interview dan pengembangan optimalisasi beban kerja yang ada pada uraian pekerjaan dan detail dalam ruang lingkup pekerjaan yang ada.

(2) Hitung perumusan dan status evaluasi kompetensi dari karyawan

Melakukan proses evaluasi kompetensi dapat dijalankan sebagai proses perhitungan ketepatan dari fungsi individu yang bekerja dalam perusahaan tersebut apakah sudah sesuai atau tidak dengan standar persyaratan yang ada.  Apabila terkait dengan standar kompetensi yang ada maka  dilakukan proses penetapan fungsi dan optimalisasi dari program pengembangan karakteristik pekerjaan yang dijalankan.  Adanya karyawan yang memiliki perumusan standar kompetensi yang tepat maka dapat mengoptimalkan fungsi dan penyelesaian status pekerjaan yang ada.

(3) Pengembangan strategi pembelajaran dari perusahaan

Mengembangkan kompetensi dari karyawan akan meningkatkan nilai kapasitas SDM yang ada dalam perusahaan itu sendiri, dimana dapat dipastikan bahwa program yang ada dalam perusahaan dapat teraplikasikan sejalan dengan nilai kompetensi karyawan itu sendiri.

Lalu bagaimana proses penetapan dan strategi pengembangan yang terkait dengan pengendalian beban kerja pada pengelolaan kompetensi karyawan.  Kesimpulan penting yang didapat, proses pengembangan beban kerja yang diaplikasikan dalam manajemen kompetensi. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)