5 Pertanyaan Terbesar dalam Mengembangkan Sistem Manajemen Retail

Apakah saat ini, perusahaan Anda bergerak dalam bidang usaha retail? Atau mungkin saat ini Anda tertarik untuk mengembangkan usaha retail. Ada baiknya perusahaan mengkaji tingkat kelayakan dari jenis usaha retail yang akan dikembangkan tersebut.

(1) Pertanyaan Pertama: Produk
Pada saat ini, sangat banyak ditemukan alternatif dan pilihan dalam mengembangkan manajemen retail. Dimana konsep produk yang dimunculkan adalah bernilai strategis dan unik dalam penjualannya. Strategis dimana produk yang akan dikembangkan adalah produk yang memiliki tingkat kebutuhan yang tinggi bukan hanya meniru dari konsep-konsep produk retail lainnya.

(2) Pertanyaan Kedua: Pasar

Bagaimana usaha Anda membidik pasar.  Penetapan atas segementasi pasar menjadi bagian yang penting tentang metode yang paling strategis terkait dengan program pemasaran yang dilakukan.  Perusahaan harus dapat memastikan bahwa pemastian proses pemasaran dijalankan secara efektif sehingga proses pemasangan produk ke dalam pasar dapat berjalan secara tepat dan efektif.

(3) Pertanyaan Ketiga: Harga

Penetapan atas harga yang dijalankan oleh perusahaan harus dapat menjangkau kebutuhan dari pasar.  Selain atas urgensi kebutuhan terhadap produk, harga juga menjadi stimulus yang kuat untuk memastikan harga produk sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan.

(4) Pertanyaan Keempat: Sistem Manajemen Retail

Pemastian atas sistem manajemen retail dijalankan sesuai dengan standar persyaratan.  Dimana perusahaan harus dapat memastikan bahwa sistem yang dipergunakan adalah tepat dan dapat mendukung pengelolaan Sistem Manajemen Retail secara tepat dan efektif. Penggunaan sistem IT ataupun sistem manajemen retailnya dapat dipertimbangkan untuk memastikan bahwa manajemen retail dapat dijalankan secara tepat. Salah satu sistem yang tepat dalam manajemen retail adalah sistem pergudangan dan supply chain.  Perusahaan harus dapat memastikan pengelolaan atas item produk dan keberlangsungan atas stock dijalankan sesuai dengan kebutuhan pasar.

(5) Pertanyaan Kelima: Program Pemasaran

Produk retail adalah produk yang umum tersedia. Perusahaan tidak dapat memastikan bahwa produk dapat menjual dirinya sendiri secara mudah.  Produk membutuhkan intervensi-intervensi pemasaran untuk memastikan bahwa program pemasaran dijalankan dengan optimal sehingga sasaran penjualan tercapai. Peramalan penjualan serta program peningkatan penjualan adalah bagian penting yang terkait dengan program pemasaran.

Manajemen retail adalah manajemen operasional yang membutuhkan suatu dukungan sistem yang tepat.  Desain manajemen retail Anda secara tepat, sehingga tidak terjadi penyimpangan dalam kegiatan operasional yang dilakukan oleh perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

 

Tahapan Pengembangan Manajemen Retail Sektor Jasa

Dalam konsep retail, secara sederhana dapat dipergunakan untuk proses bisnis barang maupun jasa. Namun pada sektor jasa, terdapat beberapa hal yang perlu dicermati terkait dengan keunikan bisnis jasa itu sendiri.

Agar lebih mengefektifkan konsep retail yang secara operasional dapat dikembangkan, perusahaan perlu mempertimbangkan hal-hal berikut:

(1) Ketersediaan SOP

Standard Operating Procedure dijadikan sebagai acuan/ manual yang dipergunakan untuk memastikan realisasi jasa dijalankan sesuai dengan standar yang telah dipersyaratkan. Detail terhadap pelaksanaan dari suatu proses realisasi jasa itu sendiri harus dapat dijelaskan secara bertahap terkait dengan pemastian keseragaman dari standar pekerjaan yang harus dijalankan.

(2) Program Pelatihan

Pada usaha yang berkaitan dengan manajemen retail, adalah penting untuk perusahaan dapat mengembangkan pusat pelatihan yang kemudian dijadikan saran pengembangan sumber daya manusia. Adalah penting bagi jasa retail untuk memastikan bahwa sumber daya manusia dapat menjalankan sistem program pelatihan sesuai dengan standar peersyaratan yang telah ditetapkan.

(3) Investasi QC

Untuk mengendalikan proses dijalankan sesuai dengan kualitas yang diharapkan. Manajemen perusahaan harus dipastikan juga menyediakan sistem inspeksi dan akomodasi penyediaan QC yang berguna untuk memastikan bahwa kualitas sistem operasional terpantau/termonitor sesuai dengan standar persyaratan yang ada.

Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengoptimalkan pengembangan usaha Anda. Keefektifan dari penyusunan sistem akan membantu perusahaan dalam mengembangkan usaha yang ada. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Hambatan dalam Mengembangkan Sistem Manajemen Unjuk Kerja (KPI/BSC)

Banyak perusahaan telah mengembangkan Sistem Manajemen Unjuk Kerja (KPI/BSC) di dalam perusahaannya. Namun tidak sedikit, sistem manajemen unjuk kerja ini tidak memiliki dampak yang signifikan bagi pengembangan perusahaan. Terdapat banyak permasalahan yang menyebabkan Sistem Manajemen Unjuk Kerja (KPI/BSC) tidak dapat berjalan secara efektif.

(1) Kesalahan dalam Menetapkan Indikator Performa
Ketika menetapkan indikator performa, ada baiknya perusahaan mengembangkan konsep sistematis yang menghubungkan antara target perusahaan dengan target divisi/departemen serta sasaran terget individu karyawan yang berada di departemen tersebut.

(2) Kesalahan dalam Menetapkan Nilai Target
Nilai target harus dipastikan tidak terlalu mudah untuk dicapai, sehingga kesan perbaikan dari proses sulit untuk muncul. Sedangkan nilai target yang sulit untuk dicapai juga dapat menimbulkan efek psikologis sulit untuk dicapai dan menyebabkan motivasi terhadap target untuk pencapaian nilai yang dimaksud.

(3) Kesalahan dalam Menetapkan Bobot Penilaian
Tujuan adanya bobot penilaian adalah untuk menetapkan status prioritas terkait dengan kepentingan dari penilaian tersebut. Kesalahan dalam penetapan bobot akan mengakibatkan kesulitan dalam mengembangkan target utama pencapaian perusahaan yang lebih strategis.

(4) Kesalahan dalam Melakukan Proses Evaluasi
Secara rutin, atasan dan pejabat yang terkait harus melakukan proses evaluasi terhadap Sistem Manajemen Unjuk Kerja. Tidak adanya proses evaluasi dapat menyebabkan tidak danya perbaikan serta kebutuhan untuk meningkatkan pencapaian target kinerja.

(5) Tidak adanya audit KPI/BSC
Personel yang tidak memiliki pemahaman yang tepat terkait dengan fungsi KPI/BSC menyebabkan perusahaan tidak mendapatkan dukungan yang tepat dari personel. Apabila hasil pengukuran data ini tidak didukung dengan program audit, maka ada potensi penyimpangan data yang tidak terdeteksi selama kegiatan audit.

Dalam meningkatkan kinerja perusahaan secara strategis, maka perusahaan ada baiknya menggunakan langkah-langkah yang tepat dan efektif dalam menjalankan Sistem Manajemen Unjuk Kerja (KPI/BSC). Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat terkait dengan proses implementasi Sistem Manajemen Unjuk Kerja. (amarylliap@gmail.com, 08129269926)

Set Up SOP Marketing

Dalam mengembangkan sistem dalam satu organisasi, salah satu tantangan terbesar dalam perusahaan adalah bagaimana mendesain SOP untuk Marketing. Banyak permasalahan yang menjadi bagian sulit ketika set up SOP pada divisi marketing dijalankan, dimana permasalahan yang muncul adalah adanya tingkat fleksibilitas yang tinggi yang menyebabkan framework dari sistem tidak bisa menjadi konsisten.

Lalu bagaimana proses yang tepat bagi perusahaan untuk menetapkan Standard Operating Procedure yang tepat bagi perusahaan dalam menyusun set up SOP untuk marketing. Berikut adalah langkah yang tepat bagi perusahaan untuk menyusun SOP untuk marketing.

(a) Mendefinisikan konsep marketing
Konsep marketing adalah nilai terpenting yang menjadi awal dari suatu proses desain operasional yang dijalankan dalam program marketing yang dimaksud. Penetapan sistem ini masuk ke dalam strategi yang akan dijalankan, dimana aspek budget juga berperan dalam penetapan konsep marketing yang ditetapkan tersebut.

(b) Desain Struktur Organisasi Marketing
Proses penetapan struktur organisasi marketing menjadi bagian penting dan utama dalam memastikan fungsi dan tanggung jawab yang ada pada komponen marketing tersebut. Setelah desain struktur ditetapkan, maka perusahaan dapat melakukan penetapan business process yang menjadi “rumah besar” dimana tahapan-tahapan operasional dalam organisasi marketing tersebut dijalankan.

(c) Penetapan SOP
Setelah menetapkan desain struktur organisasi, maka dilakukan proses penetapan yang terkait dengan penjelasan dari business process yang sudah ditetapkan dalam detail proses operasional yang dijabarkan dalam SOP. Detail SOP yang dapat dikembangkan dalam unit kerja marketing, seperti SOP Penjualan, SOP Promosi, SOP Pengembangan Usaha serta SOP yang terkait dengan penanganan order.

Pastikan SOP yang dikembangkan dalam perusahaan Anda dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan perusahaan Anda. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat terkait dengan pengembangan SOP dalam perusahaqn Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Aplikasi ISO 9001 pada Institusi Pendidikan

Dalam kondisi saat ini, proses pengembangan terhadap sistem layanan dan kualitas output produk menjadi tantangan yang muncul pada seluruh perusahaan, organisasi maupun kelompok kerja baik itu yang terdapat pada sektor jasa maupun sektor manufacturing. Adalah menjadi suatu nilai penting dari institusi pendidikan, untuk dapat memastikan bahwa output jasa layanan pendidikannya memenuhi standar persyaratan, khususnya ISO 9001.

Perlukan institusi pendidikan untuk memiliki sertifikasi ISO 9001? Mengingat kebutuhannya tersebut, maka akan menjadi suatu strategi penting bagi organisasi untuk dapat mengoptimalkan sistem layanan output organisasi dalam bentuk Sistem ISO 9001. Lalu bagaimana langkah-langkah kerja yang harus dilakukan oleh organisasi.

Langkah Pertama: Kajian Organisasi
Adalah penting ketika suatu organisasi akan melakukan program sertifikasi untuk dapat memastikan bahwa sistem yang terbentuk adalah sistem yang sesuai dalam memenuhi kebutuhan organisasi.

Langkah Kedua: Mendefinisikan Produk
Dalam konsep mutu, adalah sangat penting bagi organisasi untuk dapat mendefinisikan karakteristik produk-produk yang dihasilkan. Produk yang terbentuk dapat berupa produk internal yang terbentuk antar unit dalam organisasi dan produk output dari organisasi itu sendiri. Produk yang terdefinisi kemudian dilakukan proses pengendalian dengan memastikan sistem yang mengakomodasi aspek kualitas dari produk yang dimaksudkan tersebut.

Langkah Ketiga: Membentuk Tim ISO
Adalah sangat penting bagi perusahaan untuk dapat memastikan adanya tim ISO yang bertanggung jawab dalam melakukan proses set up Sistem ISO 9001 yang bertanggung jawab dalam memastikan Sistem ISO termonitor sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan.

Langkah Keempat: Menyusun Sistem Dokumentasi
Dalam ISO 9001, dokumen adalah unsur yang penting meskipun hal yang dimaksud adalah bukan yang menjadi poin utama untuk dapat memastikan bahwa Sistem Dokumentasi yang dimaksud dapat dipastikan untuk dapat memastikan bahwa sistem dokumentasi tersebut dapat diaplikasikan dalam organisasi.

Langkah Kelima: Proses implementasi
Organisasi harus memastikan bahwa kegiatan implementasi harus dijalankan, terdapat suatu konsep yang memastikan bahwa sistem yang dibuat akan menjadi sistem terukur yang dapat dianalisis dalam program manajemen.

Lakukan proses penyusunan Sistem ISO 9001 yang tepat dalam perusahaan, pastikan bahwa sistem yang dibuat sesuai dengan organisasi Anda dan yang terpenting dapat dijalankan secara efektif. Lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat dalam melakukan proses set up sistem dalam organisasi Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mendesain Sistem KPI dan Insentif untuk Usaha Manufacturing

Bagi perusahaan manufacturing, adalah menjadi tantangan tersendiri untuk dapat menyeimbangkan antara produktifitas dan sumber daya manusia. Pertanyaan terbesar adalah apakah sumber daya manusia yang dimiliki oleh perusahaan dapat secara signifikan membantu pengembangan produktifitas perusahaan?

Salah satu solusi yang dapat dilakukan oleh perusahaan adalah menyusun sistem insentif untuk memancing produktifitas dari SDM. Proses untuk menformulasikan insentif ini dapat dilakukan dengan melakukan proses desain terhadap pengukuran kinerja. Proses untuk menggunakan sistem KPI (Key Performance Indicator) yang mana dapat memberikan suatu desain pengukuran kinerja yang obyektif.

Penetapan formulasi KPI itu sendiri dapat dilakukan dalam bentuk perhitungan untuk group (kelompok) maupun untuk individu per jabatan, untuk kemudian dilakukan proses pembobotan terhadap formulasi yang telah ditetapkan tersebut. Sistem insentif dibentuk dari nilai normatif yang terukur dari KPI yang dimaksud untuk kemudian dilakukan perhitungan pada rasio budget operasional perusahaan.

Apakah perusahaan Anda sudah memiliki sistem pengukuran kinerja yang efektif dan dapat dioptimalkan? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengoptimalkan produktifitas dari sumber daya manusia Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

5 Pertanyaan Terbesar dalam Mengembangkan Sistem Manajemen Retail

Apakah saat ini, perusahaan Anda bergerak dalam bidang usaha retail? Atau mungkin saat ini Anda tertarik untuk menggelutui bidang retail? Sebelum Anda memulai semuanya, adalah sangat penting untuk memahami dulu jawaban 5 pertanyaan terbesar dalam Mengembangkan Manajemen Retail dalam perusahaan.

Pertanyaan Pertama, Konsep Produk
Saat ini, bisnis usaha retail adalah sangat menggiurkan. Banyak sekali pemain yang melihat bahwa bisnis retail adalah bisnis yang menggiurkan. Namun banyak yang melupakan bahwa salah satu permasalahan terbesar yang sering dilupakan oleh pengelola retail adalah konsep produk yang akan dikembangkan. Keunikan dari produk yang akan dikembangkan dari retail akan menjadi nilai jual usaha Anda. Produk juga harus dianalisis selling cycle untuk melakukan analisis terhadap stock yang dimiliki.

Pertanyaan Kedua, Budget usaha
Berapa modal yang Anda miliki saat akan memulai dan bagaimana Anda mengelola budget tersebut. Adalah sangat penting bagi perusahaan untuk melakukan perhitungan secara seksama mengingat bahwa pemahaman terhadap budget ini sangat penting untuk melihat kekuakuatn kompetitif dari usaha retail yang akan dijalani.

Pertanyaan Ketiga, Sistem Operational
Hal yang terpenting dari suatu usaha retail adalah menetapkan sistem. Sistem harus dipastikan dimiliki untuk mengendalikan operasional retail sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan. Personel yang terkait dengan operational retail harus dipastikan mendapatkan program pelatihan yang sesuai dengan standar yang telah dipersyaratkan.

Pertanyaan keempat, Sumber Daya Manusia yang dimiliki
Pelayanan yang optimal adalah nilai penting yang dipahami oleh perusahaan untuk dapat memastikan usaha kita lebih unggul dibandingkan dengan usaha kompetitor lainnya. Kekuatan SDM untuk menginterpretasikan keinginan dari konsumen adalah nilai yang sangat penting. SDM yang dimiliki oleh usaha retail juga harus memposisikan dirinya adalah produk layanan terhadap produk itu sendiri.

Pertanyaan kelima, Promosi dan Branding
Hal yang sangat penting untuk menarik minat radius dari konsumen Anda. Promosi dan branding yang tepat dapat memaksimalkan jasa retail Anda. Pengembangan promosi dapat menjadi strategi penting untuk meningkatkan faktor loyalitas konsumen kepada usaha retail Anda. Siklus pembentukan loyalitas membutuhkan kerja keras dan modal yang cukup besar, adalah sangat penting apabila Anda mengoptimalkan kegiatan ini secara maksimal.

Program pelatihan manajemen retail dapat menjadi solusi dari pemahaman retail yang insentif , lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengembangkan usaha retail Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)