Mempelajari Dokumen Wajib pada Sistem Manajemen Keamanan Pangan

Penerapan atas Sistem Manajemen Keamanan Pangan dijalankan dengan menyusun sistem yang terstruktur dan sistematis. Dimana di dalamnya terdapat kebutuhan untuk melengkapi dengan dokumentasi yang menjadi persyaratan wajib sesuai dengan jenis sertifikasi yang dipilih oleh perusahaan/organisasi. Lalu jenis dokumen apa saja yang wajib dimiliki pada Sistem Manajemen Keamanan Pangan.

Penyusunan dokumen sebaiknya dijalankan oleh perusahaan dengan tepat dan sesuai dengan persyaratan serta kondisi dalam perusahaan serta produk yang dikembangkan. Lakukan pemastian bahwa sistem yang perusahaan susun adalah sesuai dengan persyaratan standar yang telah ditetapkan, pastikan perusahaan mempergunakan referensi eksternal yang tepat dalam perusahaan agar sistem dapat melindungi produk dan perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Peranan Departemen HRD dalam Implementasi ISO 9001

Penerapan atas ISO 9001 adalah komitmen yang harus dipenuhi oleh seluruh organisasi/perusahaan. Tidak terkecuali pada departemen Human Resources (HR) , dimana departemen ini memiliki kontribusi yang cukup signifikan dalam proses implementasi ISO 9001.

Berikut ini adalah ilustrasi yang terkait dengan peranan departemen HRD dalam proses implementasi ISO 9001.

Mempertimbangkan fungsi yang dimaksud, perusahaan dapat melakukan pengembangan fungsi HR ke areah peningkatan kualitas sistem. Ada baiknya perusahaan melakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat menyusun dan mengimplementasikan ISO 9001 di perusahaan/organisasi. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Perananan Marketing dalam Penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan

Marketing sebagai bagian penting dalam perusahaan, selain memiliki tanggung jawab terhadap implementasi Sistem Manajemen Keamanan Pangan. Di beberapa perusahaan, ruang lingkup yang ditetapkan pada divisi Marketing lebih mengarah kepada proses penjualan dan komunikasi pelanggan. Untuk dapat mengetahui bagaimana peranan marketing terkait dengan penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan,

Mempertimbangkan peranan marketing tersebut, ada baiknya organisasi dikembangkan dengan tepat untuk memenuhi persyaratan keamanan pangan. Dalam meningkatkan kinerja keamanan pangan, penggunaan referensi eksternal yang tepat untuk mendapatkan hasil yang optimal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengembangkan Standard Operating Procedure pada Yayasan

Pengelolaan yayasan secara prinsip menyerupai organisasi lainnya, dimana pelaksanaannya bertujuan untuk menghasilkan output yang tepat bagi setiap pemangku kepentingan. Penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) dijalankan dengan memastikan pada kaidah organisasi yang tepat. Namun, ada perbedaan dengan perusahaan, pada yayasan penyusunan SOP sebaiknya memperhatikan hal sebagai berikut.

Untuk mendapatkan manfaat yang maksimal dari SOP yang telah dibuat, ada baiknya perusahaan melakukan penyusunan terstruktur dan sistematis. Lakukan proses pencarian referensi yang berpengalaman dalam menyusun SOP yang dimaksud. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Audit Manajemen Retail

Kegiatan audit, baik internal maupun eksternal, dijalankan untuk memastikan bahwa sistem yang ada dalam organisasi masih sesuai dengan standar yang dipersyaratkan. Termasuk dalam organisasi yang terkait dengan bidang retail. Retail memiliki cukup banyak parameter yang menjadi fokus untuk dilakukan pemeriksaan. Ada baiknya sebelum menjalankan, berikut ini adalah parameter yang menjadi bagian acuan dari proses audit.

Lakukan proses pemastian yang tepat dan efektif terkait dengan kegiatan audit. Sektor retail sebagai salah satu sektor yang memiliki banyak variabel untuk dikendalikan, perlu untuk mendapatkan perhatian yang lebih besar mempertimbangkan aspek margin bisnis yang cukup kecil dan sangat sensitif terhadap preferensi pelanggan. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengelola manajemen retail. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Penyebab Kegagalan Sertifikasi Keamanan Pangan

Program sertifikasi keamanan pangan (HACCP, BRCGS, FSSC serta sertifikasi lainnya), bagi perusahaan adalah strategi untuk meningkatkan pengembangan perusahaan yang terkait dengan industri pangan/kemasan. Namun proses sertifikasi ini perlu untuk dijalankan dengan baik dan terimplementasi secara efektif sebagai upaya untuk pencegahan adanya proses sertifikasi keamanan pangan.

Untuk dapat menghindari kegagalan yang akan terjadi dalam proses sertifikasi, berikut ini adalah beberapa hal yang berpotensi menyebabkan kegagalan yang terkait dengan sertifikasi keamanan pangan.

Sebagai upaya untuk dapat membantu agar terealisasinya proses sertifikasi keamanan pangan, ada baiknya potensi penyebab kegagalan. Dengan mempelajari hal tersebut, maka perusahaan dapat mengantisipasi dengan mencegah faktor kegagalan tersebut terjadi. Lakukan proses pencarian referensi eksternal untuk dapat mengembangkan penyusunan dan implementasi Sistem Manajemen Keamanan Pangan pada industri pangan/kemasan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Manfaat Gap Analysis oleh Konsultan Bisnis

Pemeriksaan atas kondisi bisnis sangat diperlukan oleh perusahaan/organisasi untuk mengidentifikasi kebutuhan perbaikan dan pengembangan. Proses ini terbilang tepat apabila dilakukan oleh pihak ketiga, seperti konsultan, yang merupakan pihak independen untuk melakukan proses evaluasi. Sebagai pihak independen, hasil yang diharapkan akan menjadi lebih obyektif dalam menilai kebutuhan atas pengembangan bisnis.

Kegiatan Gap Analysis ini sendiri meliputi berbagai kegiatan yang dapat digambarkan dalam ilustrasi sebagai berikut.

Dengan menjalankan Gap Analysis, perusahaan dapat memahami kekurangan serta kelebihan dari organisasinya. Hal ini bermanfaat untuk mengambil tindakan selanjutnya. Organisasi dapat melakukan analisis penyebab masalah dengan konsultan dan secara aktif menerima masukan apabila terdapat kekurangan yang teridentifikasi. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengembangkan sistem manajemen di dalam perusahaan/organisasi dengan menjalankan gap analysis. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pelatihan Penyusunan SOP (Standard Operating Procedure)

Proses penyusunan SOP (Standard Operating Procedure) di dalam perusahaan dapat dibuat oleh tim internal perusahaan, selain dengan mempergunakan konsultan. Proses pengembangan oleh tim internal ini dapat memperbaiki sistem dengan tepat secara cepat. Selain itu, perusahaan dapat melakukan proses identifikasi terkait dengan kekurangan yang terdapat pada SOP yang dimaksud. Lalu bagaimana proses pengembangan dan penyusunan SOP (Standard Operating Procedure) tersebut dijalankan.

Berikut ini adalah program pelatihan yang dapat diikuti oleh perusahaan agar dapat mengembangkan sistem di dalam internal perusahaan.

Pengembangan pelatihan ini dapat membantu perusahaan agar memiliki SOP yang merupakan adopsi terbaik serta melakukan proses yang terkait pembuatan SOP secara internal. Lakukan proses pembuatan SOP yang tepat di dalam perusahaan, serta mengembangkan kompetensi SDM internal untuk penyusunan SOP sesuai dengan referensi eksternal yang terkualifikasi. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Aplikasi ISO 50001 dalam Sektor Manufacturing

Penerapan atas ISO 50001 (Sistem Manajemen Energi) memberikan dampak yang baik terkait dengan efisiensi maupun dampak terhadap persepsi publik atas perusahaan. Pengelolaan energi ini sendiri sebaiknya diaplikasikan dengan tepat pada sektor manufacturing,

Berikut ini adalah mekanisme yang dapat dilakukan oleh manufacturing dalam mengaplikasikan ISO 50001.

Dengan menjalankan ISO 50001, perusahaan dapat memastikan bahwa perusahaan telah memiliki kesadaran yang tepat terkait dengan Sistem Manajemen Energi serta bagaimana prilaku efisiensi energi tersebut dapat tumbuh dan menjadi kesadaran karyawan. Proses dalam pengembangan teknologi, pembelian barang dan jasa serta proses terkait lainnya harus dipastikan memenuhi persyaratan yang dimaksud terkait dengan status efisiensi energi. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pengelolaan GMP (Good Manufacturing Practice) Pada Industri Sarang Burung Walet

Pada pengolahan sarang burung walet, persyaratan keamanan pangan dijalankan mempertimbangkan pada banyak faktor resiko kontaminasi kepada produk tersebut. Penetapan persyaratan dasar dari keamanan pangan adalah penerapan GMP (Good Manufacturing Practice). Mekanisme penerapan yang tepat dijalankan dengan tujuan untuk mencegah adanya kontaminasi kepada produk.

Berikut ini adalah ilustrasi yang terkait dengan persyaratan GMP yang diaplikasikan pada industri sarang burung walet.

Penerapan yang terkait dengan persyaratan keamanan pangan dikembangkan sesuai dengan faktor resiko produk. Validasi diperlukan untuk memastikan bahwa aplikasi GMP yang dilakukan adalah sesuai dan mencukupi untuk memastikan bahwa produk aman. Untuk lebih meningkatkan pengembangan manajemen keamanan pangan, lakukan proses penggunaan referensi eksternal yang tepat untuk dapat meningkatkan jaminan keamanan atas produk. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)