Mendesain SOP Berbasiskan Pengendalian Resiko

Organisasi sudah sebaiknya memastikan bahwa sistem tata kelola yang dikembangkan tidak hanya dapat mengelola proses yang ada dalam perusahaan. Standar Operating Procedure (SOP) dapat menjadi bagian dari tata kelola dari pengelolaan resiko. Diharapkan dengan menjalankan tata kelola yang tepat, perusahaan dapat mengendalikan resiko dari potensi kemunculannya. Ada baiknya, organisasi mempertimbangkan penggunaan tata keloa yang tepat dengan bantuan referensi eksternal (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Memahami Manfaat Refreshment Training

Pastikan perusahaan melakukan pencarian referensi eksternal yang tepat terkait dengan pelatihan dalam organisasi (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengimplementasikan Budaya Anti Korupsi dan Fraud di dalam Perusahaan

Konsep dalam pengembangan ISO 37001: 2025 yang terbaru banyak terkait dengan bagaimana pengembangan budaya anti korupsi dijalankan dalam perusahaan. Konsep yang terkait dengan pelaksanaan yang terkait dengan budaya anti korupsi dan fraud tidak mudah untuk diimplementasikan di dalam perusahaan. Lalu bagaimana proses implementasi terkait dengan budaya anti korupsi dan fraud yang dijalankan di dalam perusahaan?

(1) Penjabaran Nilai-Nilai Budaya Anti Korupsi

Perusahaan harus melakukan penetapan atas nilai-nilai yang terkait dengan budaya anti korupsi. Nilai-nilai ini kemudian dijabatkan ke dalam definisi prilaku yang terkait dengan bagaimana prilaku anti korupsi berjalan di dalam organisasi. Penjabaran definisi ini kemudian dikembangkan menjadi kompetensi yang menjadi persyaratan bagaimana suatu konsep anti korupsi dijalankan dalam organisasi.

(2) Penyusunan Program Implementasi

Mengembangkan program dari level pengenalan sampai kepada pengikatan (engagement) antara karyawan dan nilai-nilai yang akan diimplementasikan. Program ini juga mencakup kegiatan pemantauan dan evaluasi terkait dengan bagaimana proses implementasi akan dijalankan. Pemberian contoh dalam berprilaku dapat dikembangka melalui peranan implementasi.

(3) Pembentukan change of management

Bagaimana change of management berjalan di dalam organisasi. Proses sistematik dan terstruktur harus dilakukan. Dimana perubahan harus dilakukan baik dalam bentuk sistem, prilaku, pembinaan bahkan aturan yang ada dalam organisasi. Lakukan proses kajian atas sistem yang saat ini berjalan untuk melihat apakah perubahan dapat dijalankan dengan maksimal dalam organisasi.

Bagaimana suatu perusahaan mengembangkan budaya anti korupsi yang tepat dalam organisasi? Identifikasi serta pengembangan terkait dengan nilai-nilai yang dijalankan dalam perusahaan harus selalu dipastikan berjalan dengan tepat dalam organisasi. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat terkait dengan pengembangan program implementasi budaya anti korupsi dalam organisasi. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Meningkatkan Produktivitas SDM dalam Perusahaan

Efisiensi bagi perusahaan bukan hanya terkait dengan menghemat saja, namun juga berhubungan dengan proses peningkatan produktifitas. Produktifitas wajib dipertimbangkan sebagai bentuk keberhasilan dari efisiensi. Salah satu faktor produktifitas yang perlu dipertimbangkan adalah produktifitas yang terkait dengan sumber daya manusia.

Lalu bagaimana proses peningkatan produktifitas SDM ini bisa dikelola dengan tepat dalam perusahaan? Berikut ini adalah langkah- langkah yang perlu untuk dilakukan oleh perusahaan.

(1) Menyusun Target Perusahaan

Menetapkan target perusahaan yang kemudian dijabarkan dalam unit kerja divisi dan personel. Perlu untuk memastikan bahwa target yang ditetapkan tersebut adalah target yang terukur. Status target pada departemen kemudian dipastikan dijabarkan secara personel. Harus terdapat ikatan yang kuat antara target personel ke target departemen dan perusahaan. Sehingga ketercapaian target dapat bersifat sinergis.

(2) Meningkatkan nilai SDM

Melakukan proses penetapan atas nilai personel. Dimana antara alokasi beban biaya dari suatu personel harus dipastikan sesuai dengan nilai kontribusi perusahaan ke dalam perusahaan. Nilai ini dapat terukur kepada hasil output, pengelolaan resiko atau pertumbuhan organisasi. Desain struktur organisasi dan penetapan atas nilai indikator yang ditetapkan sebagaimana nilai dalam perusahaan.

(3) Perhitungan Investasi Perusahaan pada SDM

Penerapan atas investasi SDM dijalankan dalam bentuk pelatihan serta pembinaan. Bagaimana suatu organisasi menginvestasikan SDM dapat dijalankan dengan melakukan perhitungan asset dari kualitas SDM. Dimana perhitungan atas investasi ini harus diseimbangkan dengan rencana perusahaan. Sehingga pengembangan atas perusahaan memberikan nilai penting bagi perhitungan kekayaan dalam perusahaan.

Bagaimana perusahaan menjalankan proses pengembangan sistem efisiensi? Pastikan bahwa hal ini tidak hanya menghemat namun juga peningkatan produktifitas. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pengelolaan Merk dalam Bisnis Waralaba

Dalam bisnis waralaba, penggunaan merk adalah salah satu kunci penting dalam memastikan sistem waralaba dijalankan. Namun tidak sedikit perusahaan yang bergerak di bidang waralaba abai dalam melakukan proses pengelolaan merk dengan baik. Merk adalah hal penting yang menjadi penjaga bisnis waralaba. Lalu bagaimana proses pengelolaan merk tersebut dijalankan dalam perusahaan waralaba.

(a) Menetapkan definisi lengkap yang terkait dengan merk perusahaan

Merk bukan hanya menjadi identitas antara perusahaan dengan pelanggan, namun juga menjadi identitas pada perusahaan. Definisikan merk secara internal dengan nilai-nilai yang dapat diimplementasikan dalam organisasi. Penetapan atas nilai-nilai ini kemudian dijabarkan menjadi suatu nilai yang terkait dengan prilaku serta kompetensi yang ditetapkan di dalam organisasi.

(b) Mengembangkan Prinsip atas Merk kepada Pelanggan

Proses ini dilakukan untuk memastikan bahwa pelanggan melihat perusahaan sebagai hal penting dan mengikat kepada emosional pelanggan. Khususnya apabila merk yang dikembangkan tersebut terkait langsung dengan hubungan dengan perusahaan dan individu pelanggan. Sehingga kedekatan antara merk perusahaan dan pelanggan dapat terbentuk.

(c) Melakukan program pembinaan dan pelatihan kepada seluruh elemen organisasi

Merk tidak hanya logo yang tersemat dalam seragam ataupun dokumen perusahaan namun juga identitas yang berisi nilai dan budaya perusahaan untuk proses implementasi. Bagaimana proses implementasi itu sendiri dilakukan pada organisasi? Proses implementasi itu dijalankan melalui kegiatan sosialisasi yang terkait dengan nilai-nilai yang ada pada merk tersebut. Selain pelatihan, program pendekatan yang terkait dengan keterikatan atas merk dijalankan di dalam perusahaan. Penjelasan atas batasan prilaku dan pola komunikasi menjadi bagian penting dalam proses peningkatan di organisasi. Hal ini juga termasuk kepada mitra yang turut menjalankan bisnis waralaba.

(d) Menjaga merk dari penyalahgunaan

Merk dari perusahaan harus selalu dilindungi. Diberikan proteksi secara hukum untuk memastikan bahwa merk menjadi properti dari perusahaan. Perlindungan hukum ini dilakukan untuk mencegah merk tersebut digunakan oleh pihak lain. Perusahaan memastikan perlindungan ini dilakukan sesuai dengan prosedur legalitas yang berlaku.

Merk menjadi bagian penting dan nilai jual pada pengelolaan bisnis perusahaan, khususnya pada bisnis waralaba. Perusahaan harus memastikan bagaimana merk terpelihara dengan baik sehingga memberikan nilai jual yang optimal bagi perusahaan dan mitra waralaba. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk menjalankan proses pengelolaan merk perusahaan yang tepat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Penerapan ISO 37001 yang Efektif dalam Pengelolaan Vendor

Pada proses pengelolaan vendor, pengendalian anti siap adalah bagian tersulit untuk diterapkan. Pada beberapa perusahaan, hal ini termasuk tantangan yang perlu dijalankan dengan komitmen, sistem serta kesadaran sumber daya manusia. Lalu bagaimana proses penerapan ISO 37001 dapat dijalankan dalam perusahaan terkait dengan pengelolaan vendor?

(1) Komitmen

Vendor, baik merupakan vendor pribadi maupun vendor perusahaan, harus dipastikan memiliki komitmen tertulis yang menjelaskan bahwa sebagai pemasok vendor yang dimaksud tidak menerima suap, praktek gratifikasi ataupun praktek dari korupsi baik yang menguntungkan pemasok maupun menguntungkan oknum yang ada dalam perusahaan.

(2) Proses Seleksi

Proses seleksi di dalam ISO 37001 juga harus melibatkan proses due dilligence, yaitu melihat pada kelayakan pemasok dalam hal integritas anti korupsi dalam proses operasional perusahaannya. Due dilligence ini dijalankan untuk dapat melihat sampai sejauh mana secara internal dan eksternal pemasok dapat mengendalikan bisnisnya dari potensi korupsi, gratifikasi dan pencucian uang. Proses pelaksanaan atas ini tentu menjadi bagian penting yang kemudian dipertimbangkan menjadi resiko dari pemasok. Apabila pemasok tersebut memiliki resiko yang tinggi, maka sebaiknya tidak dipilih menjadi pemasok di dalam perusahaan.

(3) Kesadaran Sumber Daya Manusia

Secara internal perusahaan sendiri harus dipastikan aspek sumber daya manusia dapat terpenuhi dengan baik. Dimana dari sisi kesadaran sangat diperlukan untuk memiliki integritas yang tinggi agar terhindar dari praktek korupsi dan segala bentuk praktek yang beresiko terhadap penyuapan. Pembinaan serta audit yang intensif dapat memberikan fokus kepada personal agar memiliki kemampuan yang baik terkait dengan kesadarannya terhadap prakek anti korupsi, gratifikasi, serta pencucian uang. Proses review kinerja terkait dengan anti penyuapan serta audit perlu untuk dipastikan agar personel yang ditempatkan benar-benar menjalankan prinsip persyaratan anti penyuapan dengan tepat.

Bagaimana perusahaan memastikan pelaksanaan dari ISO 37001 berjalan dengan tepat dan efektif? Perusahaan ada baiknya memulai proses penyusunan sistem ISO 37001 serta memastikan bahwa pelaksanaan sistem yang terkait dengan ISO 37001 berjalan dengan tepat dan efektif. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk memastikan bahwa pelaksanaan Sistem ISO 37001 dapat berjalan dengan tepat dan efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926).

Menjalankan Inovasi Efisiensi yang Tepat dalam Organisasi/ Perusahaan

Saat ini, organisasi/perusahaan dituntut untuk menjalankan proses inovasi agar dapat memenangkan kompetisi. Salah satu jenis inovasi yang dapat dilakukan oleh perusahaan adalah inovasi yang terkait dengan efisiensi. Apa yang dimaksud dengan inovasi efisiensi?

Inovasi efisiensi adalah suatu bentuk metode/ proses/ tata kelola yang terbaru dimana proses efisiensi dijalankan merupakan suatu terobosan untuk dapat mengoptimalkan produktifitas dengan nilai biaya rendah. Dalam menjalankan proses inovasi efisiensi itu sendiri, perusahaan memastikan bahwa adanya ide dan metode yang tepat dan efektif untuk memastikan bahwa perusahaan dapat menjalankan inovasi efisiensi itu sendiri. Lalu bagaiman menjalankan proses inovasi efisiensi itu dijalankan?

(1) Proses Pengumpulan Data

Kegiatan untuk mengumpulkan data dijalankan untuk dapat memastikan bahwa proses efisiensi dijalankan berdasarkan pada fakta/ data-data yang terkait dengan program inovasi tersebut. Pengelolaan dan penanganan dapat dilakukan untuk dapat memastikan bagaimana proses pengumpulan data dan fakta informasi yang diperlukan terkait dengan organisasi/ perusahaan.

(2) Pembentukan Tim

Penetapan atas inovasi efisiensi ini dijalankan oleh organisasi. Dimana kegiatan tersebut dijalankan oleh tim/leader yang terkait dengan proses penanganan dan pengelolaan yang terkait dengan efisiensi. Bagaimana tim dapat menjalankan proses pengelolaan atas inovasi atas efisiensi yang dimaksud. Pengelolaan atas efisiensi menjadi tanggung jawab terkait dengan tim yang menjalankan inovasi yang dimaksud.

(3) Pengembangan Program Atas Inovasi

Program inovasi yang dijalankan terdapat 2 (dua) jenis, yaitu cost reduction program dan cost saving program. Cost reduction program adalah kegiatan inovasi yang dijalankan untuk menurunkan biaya yang dipergunakan oleh perusahaan yang terkelola dalam perusahaan. Cost saving program adalah pencegahan untuk pengeluaran biaya yang tidak diharapkan atau memberikan dampak negatif.

Lalu bagaimana program inovasi dijalankan dalam organisasi terkait dengan efisiensi? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam mengembangkan inovasi efisiensi dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Penerapan HACCP yang Efektif Pada Industri Sarang Burung Walet

Industri pengolahan sarang burung walet adalah industri yang saat ini adalah salah satu usaha strategis yang berpotensi memberikan devisa untuk negara. Fokus pengolahan sarang burung walet tidak hanya pada kualitas saja namun juga meliputi keamanan pangan. Keamanan pangan yang terimplementasi dalam bentuk HACCP, lalu bagaimana proses penerapan HACCP tersebut dijalankan dalam Industri Sarang Burung Walet. Berikut ini adalah bentuk penerapan yang dapat dijalankan oleh industri pengolahan sarang burung walet.

(1) Desain Pabrik

Mendesain pabrik pengolahan sarang burung walet harus dilakukan dengan mempertimbangkan alir proses, kesesuaian atas resiko kontaminasi serta persyaratan keamanan pangan. Penetapan sekat proses harus mempertimbangkan pada aspek potensi resiko terhadap produk. Penetapan atas material dari bangunan serta kondisi ruangan juga menjadi pertimbangan penting.

(2) Utilitas dan Peralatan

Penetapan atas utilitas seperti perlengkapan air minum sebagai standar air yang dipergunakan dalam proses, sirkulasi udara serta penanganan limbah harus secara hati-hati ditetapkan. Peralatan yang dipergunakan adalah peralatan yang terbuat dari material yang tidak menimbulkan kontaminasi. Ada baiknya meminimalkan penggunaan perlengkapan yang terbuat dari kayu atau logam dengan kualitas non stainless.

(3) Sanitasi dan Kebersihan

Poin kebersihan menjadi hal penting untuk dikelola dalam proses. Kebersihan dan sanitasi disusun berdasarkan pada resiko yang dapat muncul di area kerja, peralatan, personel maupun pada kondisi dimana peralatan dan perlengkapan dari proses harus dipastikan tersanitasi dengan efektif. Dimana seluruh potensi mikrobiologi yang beresiko memberikan kontaminasi kepada produk. Pengelolaan sanitasi selain juga dapat dipergunakan untuk menghilangkan potensi pathogen juga dapat menghilangkan potensi allergen.

(4) Pembentukan Tim HACCP

Hal yang perlu menjadi perhatian pada organisasi, bahwa penerapan yang terkait dengan sistem keamanan pangan, bahwa pelaksanaan atas persyaratan keamanan pangan bukan hanya dijalankan oleh satu orang namun digerakan oleh seluruh karyawan. Tim HACCP itu sendiri memiliki tanggung jawab yang penuh dalam proses penyusunan atas perencanaan dari HACCP termasuk di dalamnya implementasi. Tim HACCP harus dapat memastikan bahwa pelaksanaan atas keamanan pangan berjalan dengan tepat dan konsisten.

(5) Pelaksanaan Sistem Keamanan Pangan

HACCP sebagai persyaratan yang terkait dengan sistem manajemen keamanan pangan memiliki pendekatan validasi dan verifikasi yang tepat dan efektif. Bagaimana persyaratan terkait dengan status keamanan pangan berjalan dengan tepat? Proses validasi adalah hal penting yang harus dijalankan sebelum melakukan proses penyusunan rencana HACCP. Validasi mencakup pada proses kajian atas seluruh dasar/latar belakang ilmuah untuk melihat bagaimana sistem yang dimaksud dijalankan. Proses verifikasi adalah proses pemeriksaan untuk memastikan bahwa batasan yang menjadi persyaratan keamanan pangan. Proses verifikasi meliputi proses pemantauan serta proses pemeriksaan atas efektifitas implementasi sistem, termasuk di dalamnya adalah kegiatan audit internal, pengujian produk, kajian atas status evaluasi dari pemenuhan persyaratan keamanan pangan.

Penerapan HAACP pada industri pengolahan sarang burung walet sebenarnya tidak berbeda dengan industri pangan lainnya. Namun ada spesifikasi yang khusus terkait dengan pengolahan sarang burung walet, khususnya terkait dengan tahapan proses dan karakterisasasi pada produk itu sendiri. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengembangkan Desain Pabrik Pangan yang Tepat

Proses pengelolaan produk pangan dipastikan harus dapat dijalankan dengan kondisi yang higienis dan aman untuk produk. Lalu bagaimana penetapan atas persyaratan desain pabrik pangan yang tepat? Berikut adalah beberapa hal yang sangat perlu dipertimbangkan terkait dengan penetapan atas desain pabrik yang dimaksud.

(a) Lingkungan Eksternal

Penempatan atas lokasi pabrik menjadi salah satu langkah utama sebelum mendirikan bangunan pabrik pangan dimana lokasi sebaiknya tidak mendekati area yang dapat memberikan resiko tinggi kepada pengelolaan pabrik, seperti penimbunan limbah, sawah ataupun area dimana telah terkontaminasi polusi. Lingkungan eksternal yang salah akan memberikan usaha yang cukup keras bagi perusahaan dalam menjalankan pengendalian keamanan pangan. Ada baiknya perusahaan sebelum mendirikan pabrik melakukan

(b) Alir Proses

Pertimbangan alir proses menjadi salah satu faktor utama dalam menetapkan lay out. Selain dengan tujuan efisiensi, alir proses sebaiknya mempertimbangkan pencegahan atas resiko kontaminasi terhadap produk. Kontaminasi yang perlu dipertimbangkan adalah adanya potensi dari limbah, personel maupun dari peralatan yang dipergunakan. Memperhatikan area bersih dan area kotor menjadi bagian penting dalam penetapan lay out. Area bersih adalah area dimana produk telah dilakukan proses dari potensi kontaminasi dari proses sebelumnya, biasanya area ini adalah area pengemasan akhir atau area setelah proses yang melalui heat treatment.

(c) Material atas Bangunan

Memastikan bahwa bangunan berasal dari material yang aman dan tidak memberikan resiko kontaminasi. Kemudahan untuk proses pembersihan juga menjadi pertimbangan dalam menentukan material yang akan digunakan. Pemilihan atas material juga harus mempertimbangkan type dan karakter produk, sehingga tidak bisa disamakan ketika menyusun daftar material bangunan yang dipergunakan dalam membangun.

(d) Sarana dan Prasarana Pendukung

Desain dari pabrik pengolahan pangan tidak hanya terkait dengan proses produksi saja. Namun juga mendesain instalasi pengolahan limbah, penyediaan sarana untuk karyawan, serta penyediaan sarana supporting process seperti kegiatan workshop dan stock atas material.

Ada baiknya apabila ingin membangun pabrik pengolahan pangan atau kemasan, perusahaan melakukan pencarian referensi eksternal yang tepat dan sesuai dengan persyaratan teknis yang dipersyaratkan. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk memastikan desain pabrik pangan Anda telah sesuai dengan standar persyaratan yang ditetapkan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Bagaimana Menjalankan Internal Audit yang Efektif

Pada setiap perusahaan, kebutuhan untuk menjalankan internal audit menjadi suatu kebutuhan penting dalam perusahaan untuk memastikan bahwa sistem yang dijalankan dalam perusahaan sudah berjalan sesuai dengan standar persyaratan yang ada. Yang dimaksud dengan standar sistem persyaratan, adalah seperti PSAK, Sistem Manajemen ISO atapun persyaratan lainnya. Kegiatan internal audit sendiri dapat dilakukan sesuai dengan perencanaan yang terjadwal maupun yang tidak terjadwal.

Lalu bagaimana menjalankan kegiatan internal audit yang efektif dapat dilakukan dalam perusahaan?

(1) Mempersiapkan Tim Internal Audit yang Kompeten

Di beberapa organisasi, fungsi internal audit dipersiapkan secara khusus bahkan disediakan posisinya di dalam struktur organisasi. Namun ada beberapa perusahaan/ organisasi yang menunjuk tim fungsional untuk melakukan kegiatan audit. Terdapat hal yang positif dan negatif terkait dengan pembentukan tim internal audit yang bersifat fungsional maupun struktural. Pembentukan secara fungsional ini dapat mengembangkan kompetensi dalam organisasi untuk pelaksanaan internal audit. Mempertimbangkan bahwa tidak ada salahnya bahwa semua karyawan dapat menjalankan fungsi internal audit, dimana akan membangun kesadaran internal dalam organisasi. Namun ada sisi lemah dalam proses pengembangan fungsional ini, kelemahannya adalah fokus dari pelaksanaan internal audit akan menjadi tidak maksimal di dalam organisasi.

(2) Persiapan Kegiatan Internal Audit

Kegiatan internal audit yang efektif kontribusi terbesarnya terbentuk pada perencanaan yang tepat. Dimana perencanaan tersebut dijalankan dari menyusun checklist internal audit, pembekalan auditor serta penetapan atas metode kegiatan internal audit itu sendiri. Proses penetapan atas metode sangat terkait dengan berapa jumlah sampling yang akan diambil untuk dilakukan proses verifikasi. Semakin kritis dari area tersebut, maka semakin banyak jumlah sampel yang akan diambil. Namun tetap harus dipastikan keakuratan dan ketelitian dari kegiatan internal audit tersebut.

(3) Pelaksanaan Kegiatan Audit

Pelaksanaan dari kegiatan audit harus dijalankan secara detail dan menyeluruh, menyesuaikan dengan checklist audit yang telah dipersiapkan. Dari kegiatan audit tersebut, lakukan evaluasi dan investigasi atas penyimpangan yang muncul. Salah satu fungsi dari kegiatan audit adalah untuk melihat kekurangan dari sistem dan pelaksanaan operasional yang dijalankan dalam perusahaan.

(4) Evaluasi Kegiatan Audit

Melakukan evaluasi atas kegiatan audit, dimana kegiatan ini bertujuan untuk melihat efektifitas dari proses audit yang dijalankan. Apakah audit yang dimaksud memang secara obyektif berjalan, dimana proses evaluasi dijalankan untuk memastikan bahwa proses audit memang telah ditetapkan dengan memastikan bahwa kegiatan audit dijalankan dengan tepat oleh tim auditor. Proses bisa dilakukan dengan survey atau kuesioner untuk melihat bahwa audit bisa berjalan dengan tepat.

(5) Melakukan proses tindak lanjut atas hasil kegiatan audit internal

Melakukan proses pencatatan atas hasil kegiatan audit internal yang ada dalam perusahaan, untuk memastikan bahwa proses audit internal memberikan dampak positif dalam perusahaan. Penetapan atas pelaksanaan dari tindak lanjut harus diverifikasi untuk memastikan tindakan perbaikan dan koreksi atas setiap ketidaksesuaian yang ada.

Komitmen yang dibutuhkan oleh organisasi adalah penting untuk memastikan bahwa kegiatan internal audit dapat berjalan dengan tepat. Ada baiknya perusahaan berbenah diri agar dapat menjalankan kegiatan internal audit dengan tepat dan efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)