Budaya Menunjang Performa Kerja Perusahaan

Perlukah suatu perusahaan untuk memiliki budaya kerja?  Meskipun dalam perusahaan itu sendiri tidak dilakukan proses pembentukan budaya, namun mau tidak mau suatu proses pembentukan budaya dalam perusahaan sudah terbentuk.  Pembentukan budaya dapat muncul sebagai akibat dari (1) gaya kepemimpinan yang dominan (2) Cara mengelola sumber daya manusia (3) sistem yang terbentuk.  Namun dibandingkan dengan perusahaan yang secara konsisten membuat budaya perusahaan sendiri, pada beberapa perusahaan yang secara tidak sengaja membangun budaya perusahaannya, tentunya forma budaya yang muncul ada dalam format budaya yang tidak teratur, sangat sentralistik dan tergantung dengan kekuatan dari pemimpin yang dominan.

Membangun budaya yang tepat, justru dapat memberikan suatu nilai tambah dalam proses menunjang performa.  Satu hal yang penting dalam proses pembentukan budaya adalah kemunculan identitas seragam pada seluruh karyawan.  Dimana nilai identitas tersebut memberikan suatu persepsi yang sama bagaimana perusahaan mencapai tujuannya.  Budaya diimplementasi ke dalam bentuk tata cara komunikasi, gaya kepemimpinan serta sistem perusahaan itu sendiri.  Menjadi hal yang sangat positif apabila pengembangan budaya dapat dikembangkan secara optimal dan tepat kepada seluruh lini yang ada dalam organisai.

Pelatihan mengenai penyusunan budaya perusahaan merupakan suatu bentuk langkah strategis yang perlu untuk dipikirkan sebagai bentuk tata cara untuk bagaimana mengembangkan budaya diimplementasikan. Dalam pelatihan ini, peserta pelatihan akan mendapatkan:

(1) Arti dari nilai-nilai perusahaan

(2) Implementasi nilai perusahaan ke dalam unit kompetensi sumber daya manusia

(3) Penyusunan program pengembangan kompetensi

(4) Pembuatan sistem pendukung pengembangan sistem dalam implementasi budaya

Menjadi hal yang sangat penting bagi perusahaan pada saat ini tidak hanya melakukan proses optimalisasi profit saja, kembangkan budaya perusahaan yang tepat dengan implementasi yang efektif untuk mengoptimalkan performa kerja perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pelatihan Optimalisasi Output Produksi

Apakah perusahaan Anda bergerak di bidang Manufacturing yang mana, Anda mengalami kesulitan dalam mengoptimalkan output proses produksi.  Antara perencanaan dan realisasi ternyata seringkali ditemukan permasalahan sehingga perusahaan mengalami cukup banyak kerugian.  Peranan dan fungsi managerial produksi bukanlah satu-satunya kunci utama untuk meningkatkan output proses produksi namun ada kebutuhan untuk suatu tahapan proses pengembangan dari program produksi yang dijalankan.

Pelatihan yang dijalankan dua hari ini bertujuan untuk mengembangkan dan melakukan proses optimalisasi terhadap output proses produksi mencakup ruang lingkup kegiatan:

(1) Proses perhitungan kapasitas produksi

(2) Proses perencanaan produksi

(3) Proses pembuatan laporan produksi

(4) Proses pengelolaan pekerja produksi

(5) Proses pengelolaan kualitas produk

Diharapkan dari kegiatan pelatihan ini proses optimalisasi dari output produksi yang dijalankan dalam perusahaan Anda dapat berjalan secara maksimal dan optimal untuk memberikan nilai lebih kepada perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Standard Operating Procedure—-Pelatihan SOP dan Teknik Audit SOP

Banyak perusahaan yang sudah melakukan proses penyusunan SOP (Standard Operating Procedure) namun SOP tersebut ternyata sulit sekali untuk dijalankan.  Hal ini dapat disebabkan oleh dua hal (1) Kesalahan dalam proses penyusunan SOP (2) Tidak adanya proses evaluasi terhadap SOP yang tepat dalam internal perusahaan. Permasalahan ini harus secepatnya untuk diselesaikan agar sistem yang perusahaan Anda buat tidak menggambarkan kuatnya komitmen perusahaan Bapak untuk mengimplementasikannya.

Kebutuhan adanya pelatihan SOP adalah hal penting yang harus dijalankan oleh perusahaan untuk memastikan bahwa SOP yang disusun sesuai dengan kebutuhan.  Dasar dari penyusunan seperti

(1) Pemahaman Business process

(2) Pemetaan fungsi dan tanggung jawab dalam perusahaan

(3) tata cara penulisan SOP

(4) Proses pembuatan catatan

adalah hal penting yang harus didapatkan oleh peserta pelatihan ketika melakukan proses pelatihan SOP.

Setelah dijalankan proses penyusunan, teknik evaluasi dan audit adalah parameter penting yang juga diperhatikan dalam memastikan bahwa kegiatan dari implementasi audit SOP dapat dijalankan secara baik dan tepat.

Teknik audit yang tepat harus memastikan bahwa:

(1) Adanya proses pendetailan uraian jabatan menjadi Key Performance Indicator

(2) Teknik dan analisis data KPI

(3) Proses interview dan observasi audit internal

(4) Proses pembuatan laporan

Diharapkan apabila perusahaan Anda mengikuti pelatihan mengenai SOP dan audit SOP ini, performa dan pengembangan implementasi SOP di dalam perusahaan Anda menjadi optimal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Menyusun Desain Program Sanitasi dalam Bisnis Restoran

Untuk lebih mengoptimalkan konsep keamanan pangan dalam bidang usaha jasa boga (food service), adalah hal mutlak untuk melakukan proses pengembangan Standard Operating Procedure yang berkaitan dengan program sanitasi.  Langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan oleh suatu industri dalam bidang restoran untuk lebih mengoptimalkan kapasitas dalam program sanitasi.

Langkah Pertama: Penyusunan Metode Sanitasi

Lakukan proses penetapan Standard Operating Procedure yang berkaitan dengan aplikasi sanitasi yang akan dijalankan dalam bisnis restoran tersebut.  Metode yang dilakukan ini sebelum dijalankan harus melalui tahapan proses asessement.  Assessment yang dilakukan adalah untuk melakukan proses identifikasi terhadap jenis limbah atau kotoran yang ada dalam proses, jenis material peralatan dan bangunan serta resiko pangan yang ada.

Tetapkan tahapan proses sanitasi yang dijalankan, jangan lupa lakukan jenis pengenalan dan identifikasi terhadap material sanitizer yang tepat untuk proses aplikasi sanitasi yang dijalankan tersebut.

Langkah Kedua: Penyusunan Prosedur dan catatan terdokumentasi

Buatlah mekanisme panduan terhada kegiatan sanitasi yang dijalakan tersebut.  Selain menyusun prosedur lakukan proses pembuatan catatan-catatan yang terkait dengan tahapan proses pengembangan sanitasi yang dijalankan dalam perusahaan.  Lakukan proses pengembangan jadwal yang tepat terhadap kegiatan dan program sanitasi.

Langkah Ketiga: Pelatihan Personel

Lakukan proses pemberian program pelatihan yang tepat pada karyawan.  Pelatihan harus dijalankan seiring dengan praktek yang tepat agar kegiatan sanitasi dapat diaplikasikan untuk memberikan nilai maksimal dalam proses sanitasi yang tepat.

Langkah Keempat: proses validasi

Hal ini adalah langkah yang terpenting, lakukan proses validasi untuk memastikan bahwa program sanitasi yang ada telah dijalankan secara tepat.  Program validasi dapat dilakukan dengan menjalankan program audit, proses pemeriksaan terhadap uji swab hasil sanitasi serta kegiatan maupun aspek lainnya yang berkaitan dengan program validasi yang dikembangkan dalam manajemen bisnis restoran yang dimaksudkan tersebut.

Dalam menjalankan empat tahap proses aplikasi program sanitasi ini, sebaiknya manajemen memastikan adanya komitmen yang kuat untuk penyediaan sumber daya yang memadai.  Lakukan analisis referensi eksternal yang tepat dalam menyusun desain program sanitasi tersebut. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengembangkan Implementasi Standard Operating Procedure secara Tepat

Setelah melakukan proses penyusunan dokumentasi Standard Operating Procedure, adalah menjadi hal yang sangat penting untuk memastikan bahwa implementasi terhadap Standard Operating Procedure dijalankan.  Banyak perusahaan yang mengalami kegagalan dalam melakukan proses implementasi terhadap SOP itu sendiri.  Bagaimana tata cara memastikan bahwa SOP tersebut terimplementasi secara tepat.

1. Pelajari dan identifikasi profil kompetensi penunjang SOP

Adalah menjadi hal yang mutlak dan penting bagaimana suatu profil kompetensi dari penunjang Standard Operating Procedure dijalankan sesuai standar dan persyaratan.  Petakan tingkatan kompetensi dari jabatan yang akan menjalankan SOP tersebut.  Ketidaksesuaian antara pengguna SOP dari sisi kompetensi akan menyebabkan SOP itu sendiri menjadi hal yang sulit untuk diimplemenasikan.

2. Menyusun KPI atau Performance Indicator

Lakukan proses penghubung antara KPI dengan sistem operasional, tujuan nya adalah untuk memantau dan mendeteksi potensi apabila SOP yang ada tersebut tidak dapat dijalankan sesuai dengan standar persyaratan yang ada. Serta hal yang menjadi bagian terpenting adalah memastikan bahwa dalam selang periode tertentu KPI tersebut dijalankan untuk kemudian ditetapkan tindak lanjut apabila tidak dijalankan.

3. Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia

Salah satu faktor yang menyebabkan SOP tidak dapat diimplementasikan secara maksimal adalah faktor tidak berjalannya aspek keahlian manajerial dalam perusahaan.  Proses ini menyebabkan adanya suatu nilai yang lemah dalam segi penetapan batasan toleransi terhadap penerimaan ketidaksesuaian.  Fungsi pelatihan dan konsultasi terhadap karyawan harus dikembangkan untuk memastikan bahwa proses implementasi SOP dapat dijalankan sesuai dengan standar persyaratan yang sudah ditetapkan dalam perusahaan.  Termasuk di dalamnya adalah pembinaan untuk meningkatkan fungsi kepemimpinan yang ada dalam organisasi.

Pastikan perusahaan menjalankan implementasi secara tepat.  Peranan pihak ketiga atau konsultan termasuk di dalam langkah strategis untuk memastikan bahwa ketiga tahapan dalam implementasi ini dapat dijalankan sesuai dengan harapan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)