Mengembangkan Program Pelatihan yang Efektif

Beberapa persahaan memiliki pendapat bahwa pelatihan adalah suatu kegiatan yang menghabiskan tenaga dan waktu. Mengingat nilai efektifitas dari program pelatihan yang dilaksanakan perusahaan adalah rendah bahkan dalam beberapa kasus tidak terdapat hasil sama sekali.

Bagaimana perusahaan dapat mengembangkan program pelatihan yang efektif?

Tahap Pertama: Mengintegrasikan dengan Program Perusahaan

Pengembangan program pelatihan harus dilakukan dengan menganalisis dan mendiagnosa kebutuhan dari perusahaan, termasuk di dalamnya adalah kompetensi yang dipersyaratkan oleh perusahaan.

Tahap Kedua: Mengembangkan Program Pelatihan Berbasiskan Kompetensi

Menyusun program pelatihan berbasiskan kompetensi bukan hanya jenis pelatihan yang melibatkan unit kerja HR/ SDM saja, namun dalam kondisi aktualnya proses pengembangan atas program pelatihan tersebut juga melibatkan seluruh bagian terkait.  Aspek kepentingan dan kewajiban terkait dengan penerapan program dijalankan oleh seluruh organisasi.

Tahap Ketiga: Mengintegrasikan Seluruh Bagian dari Program Pelatihan

Ada baiknya perusahaan tidak memisahkan setiap program pelatihan menjadi bagian-bagian yang terpisah.  Memastikan bahwa pengembangan program adalah penting dan menjadi suatu bagian utuh yang saling terkait.

Bagaimana proses penyusunan program pelatihan di perusahaan Anda? Lakukan proses pengembangan sistem manajemen SDM dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengoptimalkan Sistem Operasional Perusahaan

Dalam era kompetisi dan perkembangan ekonomi saat ini, hanya perusahaan yang kuat yang dapat bertahan. Namun, hal yang sangat perlu diingat bukan hanya kekuatan modal yang dapat menyebabkan suatu perusahaan bertahan namun juga kekuatan produktifitas dan optimalisasi usaha.

Bagaimana usaha tersebut nantinya akan berkembang dan dapat memenangkan kompetisi?  Salah satu cara terbaik adalah mengoptimalkan sistem operasional perusahaan.  Perusahaan harus dapat memastikan bahwa perusahaan dapat tergantung pada sistem yang telah dipersyaratkan dan dijalankan dalam perusahaan.  Bagaimana perusahaan memastikan bahwa program optimalisasi dapat berjalan secara maksimal?

Strategi Pertama, memastikan bahwa sistem terbentuk secara efektif

Organisasi harus mampu untuk memastikan bahwa sistem yang terbentuk dampak memberikan dampak proses operasional yang optimal.  Dimana output dari proses dapat terukut dan terkendali sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan.

Strategi Kedua, Menciptakan iklim yang produktif

Memastikan bahwa seluruh bagian sistem yang terlibat dalam proses operasional adalah maksimal dan mampu untuk membangun suatu hasil yang optimal.  Pembudayaan pembelajaran dan usaha untuk menjadi baik secara terus-menerus adalah penting untuk dijalankan dalam perusahaan.

Bagaimana dengan pengembangan sistem di dalam internal perusahaan Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengelola dan mengendalikan perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Merealisasikan Sistem Secara Tepat dan Efektif

Menyusun sistem dalam perusahan adalah suatu pekerjaan kompleks dan membutuhkan suatu pemikiran skematik yang tepat.  Tentu akan menjadi hal yang sungguh suatu pemborosan apabila sistem yang telah disusun secara tepat tersebut ternyata tidak dapat diaplikasikan secara maksimal.

Banyak cara bagi perusahaan untuk dapat memastikan bahwa sistem yang dihasilkan oleh perusahaan dapat terealisasi secara efektif.

Hal Petama, Komitmen dan Konsistensi

Dalam menjalankan konsep akan komitmen, ada baiknya perusahaan melakukan proses pemastian bahwa leadership dalam organisasi sudah terbentuk dan terkelola.  Pemahaman atas leadership tentu saja bukanlah suatu sistem yang terfokus ataupun tersentralisasi. Seluruh level yang ada dalam organisasi harus diyakini untuk dapat menjalankan sistem secara tepat dan optimal.

Hal Kedua, Pengukuran Kinerja

Harus dapat dipastikasn bahwa dalam proses berjalannya sistem dalam perusahaan, harus dapat dipastikan bahwa pelaku sistem mendapatkan suatu sistem pengukuran yang jelas.  Dimana individu yang menjalankan sistem harus dapat dipastikan mendapatkan suatu pemahaman konsekuensi dari tidak berjalannya sistem yang dimaksudkan tersebut.

Hal Ketiga,  Budaya Perusahaan

Ada baiknya perusahaan menetapkan suatu sistem budaya perusahaan yang kondusif yang dapat membantu mengoptimalkan terimplementasinya sistem yang dimaksudkan tersebut. Budaya membentuk prilaku pekerjaan yang positif dan memastikan bahwa perusahaan beserta komponen di dalamnya menjalankan nilai-nilai budaya yang dapat dijalankan secara maksimal.

Bagaimana proses realisasi sistem dalam perusahaan Anda. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengoptimalkan sistem manajemen operasional dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

 

Manajemen Supply Chain yang Efektif

Banyak perusahaan melihat bahwa pengelolaan atas rantai pasokan material adalah proses sederhana. Namun sangat sedikit perusahaan yang dapat melihat ini sebagai bentuk atas proses pengendalian efisiensi perusahaan. Lalu bagaimana cara melakukan proses pengelolaan supply chain yang efektif tersebut dapat dilakukan.

Tahapan Pertama: Menjalankan fungsi cashflow stock

Ada pentingnya bagi perusahaan untuk melakukan proses perhitungan atas nilai supply yang masuk ke dalam perusahaan dan dihitung sebagai investasi perusahaan. Tentu saja sebagai investasi, adalah tugas penting bagi perusahaan untuk dapat memberikan nilai “lebih” atas stock tersebut sebagai bentuk investasi perusahaan. Nilai lebih yang dapat dikembangkan adalah dalam bentuk proses “stock out” yang dapat memberikan nilai lebih bagi perusahaan.

Tahapan Kedua: Pengelolaan Service Level

Apabila proses pengelolaan stock sebagai investasi tidak dapat dikembangkan secara optimal, maka ada baiknya bagi perusahaan untuk dapat mengembangkan “nilai” kecepatan dari proses pelayanan produk kepada pelanggan.  Adapun proses pengembangan jasa tersebut adalah dengan memastikan tingkat pelayanan menjadi lebih maksimal, termasuk ketepatan dan keakurasi dari proses stock in dan stock out.

Tahapan Ketiga: Efisiensi

Memastikan konsep cashflow yang positif adalah penting untuk dijalankan. Peningkatan nilai retensi stock yang tinggi dalam perusahaan menunjukkan adanya masalah efisiensi dalam perusahaan.  Proses stock in dan stock out yang seimbang serta proporsi standar penyimpanan stock yang tepat menjadi bagian penting dalam proses pengelolaan manajemen rantai pasokan.

Tahapan Keempat: Integrasi Manajemen

Secara prinsip pengaturan atas stock in dan stock out adalah murni kerja interaksi dalam organisasi. Perusahaan harus dapat menempatkan fungsi dan kinerja organisasi secara tepat dan efektif untuk dapat memastikan integrasi manajemen dijalankan.

Bagaimana proses pengelolaan manajemen supply chain dalam perusahaan Anda? Lakukan proses perbaikan dan pengelolaan rantai supply chain yang tepat agar perusahaan Anda menjadi lebih baik. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

 

Pengembangan Sistem Manajemen dalam Perusahaan Berbasiskan Bisnis Franchise

Dalam pengembangan usaha, franchise adalah salah satu bentuk strategis yang dapat dipergunakan oleh perusahaan untuk dapat meningkatkan program penjualan. Dalam seluruh bisnis, khususnya retail, banyak perusahaan menjalankan program franchise.  Selain dalam resiko penyediaan modal minim, saat ini strategi franchise pun sangat diminati oleh investor. Mengingat, dalam perundangan Franchise terdapat persyaratan bahwa pengembangan program franchise baru dapat dijalankan oleh perusahaan yang telah memiliki data keuangan keuntungan yang berjalan minimum 2 (dua) tahun berturut-turut.

Adapun tahapan untuk dapat mengembangkan program franchise tersebut dapat dilakukan sebagai berikut:

(a) Mempersiapkan Legalitas

Pengembangan dari program franchise harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan oleh Kementrian Perdagangan. Dimana dalam ketetapan tersebut, dipersyaratkan perusahaan memiliki keuntungan selama lebih kurang dua tahun berturut-turut maka ijin atas program franchise dapat dijalankan.

Dalam tahapan ini, perusahaan juga berkewajiban untuk melakukan penyusunan kontrak agar dapat memastikan bahwa kesepakatan antar mitra yang dijalankan

(b) Mengembangkan Komiditi Franchise

Sebaik apa pun sistem yang akan dikembangkan, tetap hal yang utama adalah komoditi dimana sistem franchise nanti akan dikelola. Pastikan unsur pendukung atas merk dan hak cipta dari perusahaan Anda terlindungi.  Penetapan terkait dengan konsep produk franchise itu sendiri harus dipastikan terkelola dengan tepat.  Lay out atas area kerja maupun bagaimana program penjualan juga menjadi pertimabangan.

(c) Penyusunan Sistem Franchise

Menetapkan sistem franchise yang dipergunakan sebagai sistem operasional franschisee adalah hal yang penting untuk dipertimbangkan.  Dalam beberapa kondisi pastikan franchise memahami tata kelola operasional dengan tepat.

Lalu bagaimana program pengembangan franchise akan dikelola dalam perusahaan Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengelola sistem franchise yang ada dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Menyusun Desain Organisasi

Adalah penting bagi perusahaan untuk dapat melakukan proses kajian terkait dengan program desain dari organisasi.  Mendesain organisasi adalah bukan hanya dapat dilakukan dengan menyusun Struktur Organisasi saja.  Program desain atas organisasi adalah melakukan proses penyusunan Blue Print Business yang menyangkut pada sasaran jangka panjang dan pendek perusahaan.

Banyak perusahaan yang mengabaikan proses penyusunan atas Blue Print Business tersebut dengan program pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia).  Akibatnya tentu saja perusahaan mengalami kesulitan ketika akan tumbuh dan berkembang apabila tidak disertai dengan program pengembangan sumber daya manusia tersebut.  Lalu bagaimana cara menyusun desain organisasi yang efektif agar pengembangan dari Blue Print perusahaan dapat berjalan sesuai dengan harapan yang dibutuhkan oleh perusahaan.

Langkah Pertama, Menyusun Kompetensi Perusahaan Secara Lengkap

Kadangkala dalam memetakan SDM, perusahaan mengambil gambaran kondisi saat ini dan bukan masa depan.  Tidak ada salahnya bagi perusahaan untuk melakukan proses penyusun desain organisasi secara lengkap dalam kurun waktu jangka panjang.

Langkah Kedua, Melakukan Program Learning secara Berkesinambungan

Pada saat awal, perusahaan sebaiknya melakukan program rekruitment pada kelompok fresh graduate dengan proporsi lebih banyak daripada yang berpengalaman. Tentu saja, dalam kondisi yang dimaksud tersebut maka program learning.

Langkah Ketiga, Melakukan Program Pengembangan Karir

Pengembangan karir dijalankan dengan memastikan bahwa adanya kesinambungan atas peran karyawan dalam perusahaan. Pembelajaran dalam upaya peningkatan karir menjadi rancangan dalam desain organisasi untuk dapat memastikan bahwa pengembangan karir berjalan secara tepat dan efektif.

Bagaimana program pengembangan desain organisasi di dalam perusahaan Anda. Lakukan proses pencarian referensi eksternal secara tepat dan efektif untuk mengembangkan sumber daya manusia dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Faktor Pendukung Percepatan Penjualan

Dalam konsep strategi marketing, adalah penting bagi pelaku usaha untuk dapat mengendalikan faktor-faktor pendukung yang dapat mempercepat proses peningkatan penjualan.

Faktor Pertama, peranan dari program
Program penjualan adalah konsep strategis yang bukan hanya menjual. Kebutuhan terhadap pengembangan merk dagang/ brand juga menjadi bagian penting dalam perusahaan.  Terkadang perusahaan harus melepaskan konsep produk utama dan mengembangkan produk sampingan sebagai bagian dari pengembangan usaha.

Faktor Kedua, menjadi pemenang dalam pasar yang jenuh

Tentu saja kue yang enak akan mendatangkan banyak semut. Namun bagaimana pun permasalahan yang muncul. Harus dapat dipastikan bahwa pasar tetap melihat Anda di dalam kerumunan.  Temukan keunikan pada produk Anda, proses pemberian nilai tambah juga dapat dilakukan dalam pengembangan pasar dengan produk tambahan lain. Seperti bagaimana perbankan mengembangkan dirinya saat ini bukan hanya kecepatan dan keramahan pelayanan, namun juga melalui ketelitian dan keakuratan dari produk IT yang dimiliki.

Faktor Ketiga, Memahami musuh Anda secara tepat

Melihat bagaimana musuh Anda bereaksi, serta mengembangkan dirinya adalah baik.  Ketika Anda tidak bisa mengalahkan musuh Anda secara tepat, salah satu strategi yang dapat dikembangkan oleh perusahaan adalah bergabung dengan musuh Anda.

Bagaimana program pengembangan penjualan dijalankan di dalam perusahaan Anda. Lakukan proses pencarian referensi eksternal untuk memastikan bahwa program pengembangan penjualan berjalan secara tepat dan maksimal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengubah Rasio Komposisi Biaya Perusahaan

Dalam dunia usaha, penempatan biaya dalam manajemen operasional adalah penting untuk memastikan bahwa resiko biaya menjadi suatu aspek pemberian kontribusi dalam pemberian profit perusahaan.  Lalu bagaimana cara yang tepat bagi perusahaan untuk dapat melakukan perubahan atas komposisi biaya menjadi suatu program profit.

Berikut adalah tahapan yang dapat dilakukan oleh perusahaan terkait perubahan komponen biaya tersebut.

(1) Mengubah Persepsi atas Orientasi Biaya

Perusahaan menjalankan status unit kerja menjadi orientasi biaya dan orientasi keuntungan. Hal tersebut tidaklah salah, namun dalam beberapa kondisi penetapan atas orientasi sebaiknya seluruhnya diarahkan kepada orientasi keuntungan. Departemen/ unit kerja yang sebelumnya adalah orientasi biaya menjadi suatu orientasi keuntungan.  Setiap output atas pekerjaan dilakukan proses perhitungan bisa dijalankan dengan mengukur produktifitas terkait service level dan aspek nilai pencegahan resiko yang ditetapkan.

(2) Mengembangkan Konsep Strategis Business Unit

Mengoptimalkan setiap unit kerja sebagai business unit.  Dimana pengelolaan dijalankan dengan kepastian tujuan dan target yang terukur secara tepat dan efektif. Penetapan strategis ata penilaian kerja dijalankan untuk memastikan bahwa program pengukuran dan kinerja yang dijalankan adalah sinergis.

Lakukan proses pengembangan atas output produksi secara tepat dan sinergis.  Penggunaan referensi eksternal dapat dijalankan untuk dapat memastikan bahwa program pengembangan internal perusahaan dapat dijalankan secara maksimal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Training FSSC dalam Industri Pangan

Sistem Manajemen Keamanan Pangan adalah suatu bentuk konsep yang penting dan utama dalam industri perikanan.  Selain memiliki sistem HACCP, disarankan juga dalam industri perikanan untuk melakukan proses set up FSSC (Food Safety System Certification).  Lalu apa yang menjadi nilai penting dari program pelatihan ini.

(1) Peserta training dapat melakukan proses pembuatan sistem manajemen ISO 22000

(2) Peserta training dapat memahami GMP, SSOP maupun penetapan sistem HACCP  dalam Industri Perikanan

(3) Peserta training dapat memahami ISO TS-22000-1

(4) Peserta training dapat melakukan proses penyusunan dokumen ISO 22000

Pelatihan yang dilakukan berdurasi dua (2) hari dengan detail program pelatihan yang dijalankan adalah sebagai berikut:

Hari Pertama

Pemahaman konsep keamanan pangan dalam industri perikanan

Pemahaman GMP, SSOP dan HACCP

Pemahaman tahapan penyusunan manual HACCP

Pemahaman tahapan penyusunan dokumen GMP dan SSOP

Proses evaluasi sistem

Hari Kedua

Pemahaman ISO 22000

Pemahaman ISO TS-22000-1

Pemahaman FSSC

Proses penyusunan dokumen ISO

Pengembangan sistem manajemen keamanan pangan adalah bentuk komitmen tentang bagaimana industri anda menjamin kualitas dan keamanan konsumen. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Bagaimana Cara yang Tepat dalam Membangun Usaha Baru

Dalam proses membangun usaha, terkadang banyak hal yang tidak mudah untuk dilakukan. Namun dalam prosesnya terdapat beberapa strategi yang dapat dilakukan oleh pihak pemiliki start up untuk dijalankan.

Berikut beberapa tahapan yang dapat dilakukan oleh pemilik usaha dalam membangun unit usaha baru.

(1) Mengembangkan Produk yang Tepat

Pengusaha harus mengingat bahwa dalam mengembangkan usaha baru membutuhkan keunikan atas produk, seperti yang tidak dimiliki oleh perusahaan lain.  Pengembangan produk yang tepat, unik dan tepat sasaran dalam memenuhi kebutuhan perusahaan adalah salah satu langkah yang tepat untuk memastikan bahwa produk tersebut telah memenuhi standar persyaratan yang ditetapkan.

(2) Menyusun manajemen usaha yang efektif dan efisien

Mengingat bahwa perusahaan masih dalam proses merintis dan berkembang, ada baiknya perusahaan memastikan bahwa sistem manajamen yang dikembangkan adalah sistem yang efektif dan efisien.  Pencarian sumber daya manusia sebaiknya dilakukan dengan memastikan bahwa SDM memiliki kompetensi yang tepat dan efektif untuk memastikan bahwa proses operasional dapat berjalan secara tepat dan maksimal. Mengingat bahwa sistem renumerasi pada saat ini belum dapat diberikan secara optimal, ada baiknya perusahaan secara berhati-hati memberikan kompensasi kepada karyawan

(3) Menyusun Rencana Pengembangan Kerja

Perusahaan dapa melakukan program pengembangan rencana kerja. Program pengembangan rencana  kerja dipergunakan untuk memastikan bahwa roadmap perusahaan Anda dapat terjalankan dengan baik.  Ada pentingnya dalam menyusun program kerja, perusahaan harus dapat memastikan sasaran dan program kerja yang dijalankan tersebut dapat dijalankan sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan.

Bagaimana, perusahaan Anda memulai program pengembangan rencana kerja? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengembangkan program pengembangan usaha dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)