Aplikasi Kode Etik dalam Perusahaan

Dalam pelaksanaan proses perusahaan, adanya kode etik adalah salah satu cara pencegahan adanya sistem fraud dalam perusahaan. Kebutuhan adanya kode etik lebih didasarkan pada kebutuhan internal perusahaan untuk memastikan adanya strategi yang terkait dengan tata kelola internal dan eksternal mengenai sistem normatif kewajaran prilaku karyawan.  Beberapa perusahaan menetapkan kode etik tersebut sebagai proses pengendalian atas aspek kecenderungan atas penyimpangan yang bersifat normatif namun belum terbukti adalah suatu pelanggaran peraturan ataupun tindakan kriminal. Kecenderungan ini ditetapkan sebagai bentuk untuk pencegahan.

Adapun tahapan dari kegiatan penyusunan kode etik tersebut adalah melalui tahapan-tahapan sebagai berikut:

(1) Mengidentifikasi Potensi dan Batasan Normatif

Perusahaan mengidentifikasi budaya dan konsep normatif dari suatu prilaku organisasi yang memiliki kecenderungan untuk menimbulkan suatu tindakan pelanggaran.  Potensi misalnya adanya hubungan keluarga atau intensitas relasi hubungan antar pegawai internal dan eksternal. Aspek normatif seperti agama dan adat istiadat perlu menjadi pertimbangan dari penyusunan parameter kode etik.

(2) Menetapkan Ruang Lingkup Kode Etik

Bagaimana kode etik menjadi suatu batasan yang tidak mengatur pada pihak internal perusahaan, penetapan pada ruang lingkup dari penerapan kode etik tersebut. Tetapkan dalam kontrak atau kesepakatan tertulis yang kemudian menjadi suatu komitmen dari pihak yang bersangkutan.

(3) Pembentukan Komite Kode Etik

Penetapan komite kode etik bertujuan untuk melakukan evaluasi atas status pelanggaran yang terkait dengan pelaksanaan kode etik. Pastikan kode etik tersebut menjadi bagian penting yang ditetapkan sebagai strategi atas pengawasan dari pelaksanaan kode etik tersebut.

Bagaimana dengan proses pelaksanaan kode etik dalam perusahaan Anda. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat terkait dengan pelaksanaan kode etik dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengurangi Kesalahan dalam Melakukan Analisis Jabatan

Dalam proses melakukan proses analisis jabatan, banyak hal yang dapat dipertimbangkan oleh perusahaan. Apapun metode yang dipergunakan, baik dengan metode Hay ataupun dengan metode analisis jabatan 360 derajat dapat dipergunakan oleh perusahaan dalam menjalankan program analisis jabatan.

Namun, banyak perusahaan yang gagal dalam melakukan proses analisis jabatan yang akurat. Berikut adalah metode dan tata cara yang dapat dilakukan perusahaan terkait dengan proses untuk meminimalkan kesalahan dalam proses analisis jabatan.

(1) Menetapkan indikator parameter evaluasi

Penetapan kriteria yang dipergunakan  sebagai parameter dalam proses analisis adalah penting. Beberapa teori seperti Hay menetapkan parameter Know How, Problem Solving dan Accountability atau beberapa teori mendekatkan pada faktor resiko dan kompetensi.  Perusahaan harus memastikan parameter evaluasi tersebut selanjutnya ditetapkan dalam kuesioner yang tepat.

(2) Memastikan langkah kerja yang sistematis

Metode pembobotan dalam bentuk skoring ataupun picture map ditetapkan terkait dengan program analisis jabatan yang disusun tersebut. Harus dapat dipastikan bahwa proses evaluasi dapat dijalankan secara tepat terkait dengan penetapan bobot tersebut.

(3) Keakuratan proses pengambilan sample

Adalah sangat penting bagi perusahaan untuk dapat menjalankan proses pengambilan sample yang tepat. Kegiatan interview ataupun kuesioner harus dijalankan secara mendetail dan teknis sehingga analisis yang dilakukan tidak terdapat kekeliruan.

Lalu bagaimana proses analisis jabatan di perusahaan Anda. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam melakukan kegiatan analisis jabatan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Kajian Perubahan ISO 9001: 2015

Dalam tahun 2015, ISO kembali menerbitkan revisi terbaru dari Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:20015. Dimana dalam proses peningkatan versi terbaru dalam ISO tersebut adalah seperti yang termuat dalam penjelasan sebagai berikut:

(1) Leadership

Konsep manajemen leadership yang diketengahkan di sini adalah proses penggantian pemahaman antara Senior Manajemen/ Top Manajemen menjadi leadership.  Dimana penetapan tanggung jawab atas top manajemen sebelum ditetapkan pada setiap lini leadership dalam level manajemen.

(2) Perhitungan Resiko

Dalam proses penetapan analisis atas kebutuhan penetapan program manajemen, perhitungan atas resiko harus dijalankan. Dalam perhitungan resiko, perusahaan dapat melakukan proses analisis berdasarkan atas kajian operasional yang ditetapkan oleh perusahaan dan analisis terkait dengan benchmarking atas resiko tersebut.

(3) Pengecualian klausul

Dalam sistem yang baru, perusahaan diminta untuk melakukan pengkajian atas dipergunakannya klausul dalam sistem manajemen yang dipersyaratkan tersebut.

(4) Analisis Pengendalian Atas Ilmu Pengetahuan

Penetapan status pengendalian atas ilmu pengetahuan ditetapkan. Berdasarkan atas standar persyaratan yang ditetapkan terkait dengan pengelolaan atas ilmu pengetahuan tersebut, perusahaan ditetapkan memiliki persyaratan atas proses pengendalian terkait dengan kehilangan atas ilmu pengetahuan yang dapat ditimbul akibat hilangnya SDM yang sudah mendapatkan proses investasi pendidikan SDM tersebut.

Apakah perusahaan Anda akan melakukan proses set up ISO 9001 versi 2015? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam melakukan proses set up ISO 9001 tersebut. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pengembangan dan Strategi Sustainability Produk Pangan

Perusahaan yang bergerak di bidang pemasok bahan pangan, kadangkala melupakan aspek sustainability dalam strategi pengembangan usahanya. Kecenderung untuk mengeksploitasi dan menyimpan bahan baku dalam jumlah cadangan yang besar, memunculkan kebutuhan konsumen akan komitmen pemasok bahan pangan di dalam industrinya.

Beberapa negara konsumen yang sadar atas kebutuhan atas program sustainability tersebut menetapkan kebutuhan adanya program sertifikasi yang dipergunakan terkait dengan program sustainability produk tersebut. Beberapa sertifikat seperti RSPO atau BAP adalah program sertifikasi yang ditetapkan untuk memastikan adanya strategi Sustainability produk pangan.

Program sertifikasi ini memuat status kebutuhan persyaratan akan Sistem Manajemen Mutu, aspek pengelolaan dan pengendalian terkait lingkungan dan K3, serta ethical / ketenagakerjaan. Seluruh kajian atas sustainability ditetapkan dan menjadi persyaratan dalam program manajemen.

Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dan pastikan perusahaan Anda mengembangkan program Sustainability sesuai dengan kebutuhan standar persyaratan yang ditetapkan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Sulitkah Mengubah SDM dalam Perusahaan ?

Beberapa perusahaan melihat Sumber Daya Manusia adalah sumber daya sekaligus asset strategis dan penting.  Namun mengupayakan agar SDM tersebut menjadi asset adalah suatu tantangan bagi setiap perusahaan untuk dapat melakukan proses pengelolaan atas asset tersebut.

Apakah sulit untuk melakukan perubahan atas SDM yang dimiliki oleh perusahaan?

(1) Penetapan Kompetensi

Perusahaan sebelum melakukan proses perubahan atas Sumber Daya Manusia, perusahaan menetapkan nilai atau kompetensi apa yang akan dikembangkan dari sumber daya manusia tersebut. Penetapan kompetensi adalah hal penting dan strategis dalam organisasi.  Dimana seluruh elemen dalam organisasi tersebut menetapkan satu nilai atas kompetensi yang menjadi kesepakatan dari seluruh organisasi tersebut.

(2) Penetapan Sistem Pengembangan Sumber Daya Manusia

Perusahaan menetapkan suatu bagian pengembangan sumber daya untuk memastikan bahwa seluruh karyawan dapat mencapai nilai kompetensi sesuai dengan persyaratan yang dibutuhkan organisasi.  Perusahaan harus memastikan sistem pengembangan kurikulum pelatihan diarahkan lebih pada konsep strategis pencapaian dari kompetensi yang dipersyaratakan tersebut.

(3) Penilaian Kompetensi

Tentu saja, baik sebelum maupun sesudah program pelatihan tersebut dijalankan. Ada baiknya perusahaan mampu untuk mengembangkan struktur kompetensi sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan. Menyusun alat ukur yang tepat untuk memastikan bahwa nilai kompetensi terpenuhi adalah suatu prasyarat penting.

Lakukan proses perubahan SDM dalam perusahaan Anda secara efektif. Pastikan bahwa kompetensi dari SDM terpenuhi sesuai dengan standar persyaratan yang ada. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pengembangan Fungsi Penjaminan Mutu dalam Bidang Pendidikan dan Pelatihan

Dalam bidang pendidikan, aspek penjaminan mutu merupakan suatu fungsi penting dalam memastikan bahwa Sistem Pendidikan yang dikembangkan sesuai dengan konstruk sistem operasional dan standar kualitas yang dipersyaratkan.

Penetapan fungsi penjaminan mutu, secara prinsip jarang untuk dimunculkan dalam bidang pendidikan dan pelatihan. Namun melihat peranannya, ada baiknya dunia pendidikan dan pelatihan mempertimbangkan fungsi Penjaminan Mutu ini.

Berikut adalah beberapa fungsi dan manfaat dari penjaminan mutu yang ada dalam Bidang Pendidikan dan Pelatihan.

(1) Melakukan Proses Pemeriksaan Kesesuaian Standar

Penjaminan Mutu melakukan proses evaluasi terhadap status kesesuaian standar akan operasional dari pelaksanaan kualitas yang ditetapkan tersebut.  Pemeriksaan tersebut meliputi kegiatan audit akan proses pelaksanaan, kegiatan penanganan atas keluhan terhadap pelaksanaan, maupun dari hasil kajian akan sistem.

(2) Melakukan Verifikasi atas Program Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan

Adapun pemastian bahwa Program Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan memiliki kesesuaian atas output yang diharapkan.  Memastikan bahwa status atas program dapat teraplikasi dan didesain secara sistematis dalam membentuk satuan pengembangan yang dimaksudkan tersebut.

(3)Melakukan Proses Koreksi dan Korektif akan Sistem

Melakukan tindakan perbaikan atas ketidaksesuaian yang teridentifikasi sebagai penyimpangan dengan standar. Dalam beberapa kondisi penanganan atas tindakan korektif juga dijalankan untuk memastikan bahwa sistem operasional yang dijalankan adalah sesuai dengan Standar.

(4) Mengendalikan dan Mengembangakan Sistem

Atas seluruh kajian yang dilakukan, fungsi penjamin mutu dapat dipastikan dapat menjalankan status kesesuaian terhadap pelaksanaan.  Melakukan sistem pemantauan yang tepat agar proses perbaikan berkesinambungan berjalan berdasarkan persyaratan sistem yang ada.

Apakah Anda tertarik untuk mengembangkan fungsi penjaminan mutu dalam divisi pendidikan dan pelatihan Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengembangkan sistem operasional yang Anda miliki. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Menyusun Rencana Strategis dalam Perusahaan

Banyak perusahaan terbentuk dengan latar belakang ” kebetulan” atau terbantu karena keadaan. Success story yang terjelaskan dalam seluruh majalah bisnis umumnya menjelaskan bagaimana perusahaan dapat berkembang karena kejelian dari pemilik perusahaan.

Namun tidak sedikit perusahaan yang telah berkembang dan maju kemudian mengalami kesulitan untuk dapat mengoptimalkan usahanya atau maju menjadi perusahaan yang profesional.  Salah satu penyebab mengapai kesulitan atas pengembangan perusahaan tidak dapat tertangani adalah perusahaan tersebut gagal dalam menyusun perencanaan strategis.

Perencanaan Strategis dalam perusahaan adalah perencanaan yang bersifat kontinyu dan terdapat dasar analisis dalam proses penyusunan perencanaan strategis tersebut.

Rencana strategis disusun oleh perusahaan sebagai bentuk suatu proses perencanaan jangka yang panjang yang mana perusahaan itu sendiri telah mengkalkulasikan seluruh resiko jangka panjang tersebut.  Pada perusahaan dengan kepemilikan pribadi dan sektor swasta lainnya, adalah lebih mudah untuk menetapkan Rencana Strategis tersebut dibandingkan dengan  perusahaan BUMN ataupun organisasi pemerikntah. Dimana pada BUMN dan pemerintahan, strategi untuk dapat memastikan adanya kontinyuitas dalam perusahaan adalah persoalan yang sulit dilakukan mengingat kepemimpinan dapat berganti dalam waktu 3-5 tahun.

Perencanaan dilakukan untuk menghitung berapa besaran kapasitas organisasi yang dibutuhkan dalam jangka waktu panjang sesuai dengan kebutuhan persyaratan yang telah ditetapkan.  Proses kalkulasi terhadap agenda kerja juga ditetapkan untuk dapat menghitung bahwa setiap tindakan pasti memiliki resiko yang dapat dikendalikan.

Berikut adalah tahapan yang dapat dilakukan oleh perusahaan dalam melakukan Rencana Strategis.

(1) Menganalisis Permasalahan dan Pengembangan Perusahaan

Melakukan proses analisis terkait permasalahan perusahaan baik itu yang akan datang dalam waktu dekat maupun dalam jangka waktu menengah dan jangka waktu panjang.  Pendekatan atas permasalahan ini sangat erat kaitannya dengan proses pengelolaan dari tujuan dan sasaran organisasi.

(2) Menyusun Program Kerja dan Anggaran

Dari tujuan atas organisasi/ perusahaan tersebut, perusahaan menetapkan program kerja serta anggaran yang menjadi pertimbangan dalam perencanaan strategis yang dimaksudkan tersebut.  Program kerja tersebut kemudian dilakukan proses penetapan untuk memastikan bahwa status anggaran tersedia untuk proses berjalannya program kerja yang dimaksud. Beberapa organisasi dan perusahaan menjalankan kegiatan analisis atas kelayakan terlebih dahulu sebelum memastikan program kerja tersebut dijalankan.

(3) Realisasi Program

Pengembangan dan realisasi program dijalankan berdasarkan skema agenda jadwal kerja yang dipersyaratkan oleh perusahaan. Terdapat pertimbangan bagi organisasi untuk dapat memastikan bahwa anggaran tersebut terealisasi dan tepat sasaran dalam pelaksanaan program kerjanya.

Bagaimana dengan penyusunan rencana kerja strategis dalam perusahaan Anda.

Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam mengembangkan sistem dalam perusahaan Anda.  (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Meningkatkan Penjualan di Kala Krisis

Pada saat proses krisis ekonomi mendera, tentu menjadi suatu tantangan tersendiri bagi perusahaan untuk dapat mengoptimalkan nilai penjualannya.  Tentu saja hal ini bukanlan menjadi hal yang mudah bagi perusahaan.

Lalu bagaimana perusahaan mengembangkan strategi untuk dapat meningkatkan penjualan perusahaan. Berikut adalah strategi yang dapat membantu perusahaan untuk dapat mengoptimalkan nilai peningkatan penjualan di kala krisis.

(1) Perubahan Posisi Market

Dimana letak brand produk Anda saat ini.  Proses peningkatan penjualan dapat dilakukan dengan mengembangkan produk yang sama namun pada posisi market yang berbeda.  Ada baiknya perusahaan mempelajarai terlebih dahulu karakter market Anda, perubahan posisi market dapat membantu meningkatkan pemberdayaan seluruh total market kepada produk Anda.

(2) Peningkatan Nilai Produk

Preferensi pelanggan tidak hanya didasarkan pada harga produk. Pemahaman atas nilai tambahan yang ada dalam produk dapat menjadi suatu peningkatan preferensi pelanggan Anda. Nilai tambah tersebut dapat dengan membetikan manfaat jangka panjang, seperti produk yang dapat memiliki nilai lebih berupa adanya jaminan asuransi ataupun jaminan kesesuaian kualitas dari produk itu sendiri.  Beberapa perusahaan menjalankan program Sertifikasi ISO 9001, ISO 14001 atau HACCP sebagai bentuk komitmen atas adanya nilai lebih tersebut.

(3) Perbaikan Pelayanan dan Kualitas

Perbaikan dari sisi pelayanan dan Kualitas menjadi nilai penting bagi pengembangan pasar Anda.  Ada baiknya dalam masa krisis ini, perusahaan memperbaiki komitmen dan rasa percaya pelanggan terhadap merk produk Anda.  Memperbaiki pelayanan dan kualitas bukan hanya memperbaiki produk saja, namun hal yang terpenting, adalah komitmen dari perusahaan atas perbaikan tersebut.

Lalu bagaimana Anda menjalankan proses peningkatan penjualan Produk Anda saat ini. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam upaya peningkatan kinerja penjualan perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Seberapa Tepat Nilai Kompensasi Bagi Karyawan

Bagi perusahaan, penetapan nilai kompensasi pada karyawan dapat menjadi pisau bermata dua. Di sisi tertentu, apabila pemberian nilai kompensasi yang dilakukan adalah tepat maka dapat menjadi strategi untuk merangsang prestasi karyawan. Namun apabila dijalankan pada sisi lainnya, maka pemberian nilai kompensasi tersebut justru dapat menjadi alasan karyawan untuk menjadi demotivasi bahkan mengundurkan diri.

Lalu berapa nilai yang tepat yang harus perusahaan pertimbangkan untuk dapat diberikan kepada karyawan? Berikut adalah faktor-faktor yang dapat dipertimbangkan terkait dengan pemberian kompensasi karyawan.

(1) Berdasarkan Job Grade

Ada baiknya perusahaan mempertimbangkan untuk melakukan proses evaluasi jabatan dimana dalam kegiatan evaluasi jabatan tersebut, perusahaan melakukan analisis yang terkait dengan evaluasi jabatan tersebut. Pendekatan atas evaluasi jabatan tersebut dapat dilakukan dengan berbagai metode pendekatan, seperti dengan menggunakan metode pendekatan Hay atau dengan metode 360.

(2) Pertimbangan Masa Kerja

Dalam skema renumerasi, ada kalanya masa kerja menjadi pertimbangan. Meskipun banyak praktisi SDM yang merekomendasikan bahwa masa kerja tidak dapat dijalankan dalam proses renumerasi. Hal ini mengingat bahwa belum tentu lama bekerja dapat menjadi strategi penting untuk mendapatkan status peningkatan dari kompensasi karyawan. Di lain pihak, patut untuk kemudian dipertimbangkan dalam bentuk pemberian solusi alternatif menetapkan sistem rasio kompetensi dalam penerapan Sistem Renumerasi.

3) Pertimbangan Kompetensi

Ada baiknya perusahaan mempertimbangkan dalam proses pemberian tunjangan khusus atas kompetensi yang dimiliki oleh karyawan. Khususnya, apabila kompetensi yang dimiliki oleh perusahaan adalah merupakan bagian core dari operasional perusahaan.

Jadi, sudah seberapa tepatkan nilai kompensasi yang diberikan perusahaan kepada karyawan? Ada tepatnya perusahaan melakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk menyusun Sistem Manajemen Kompensasi dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Integrasi Sistem Manajemen Keamanan pangan dan SNI

Salah satu tantangan dalam industri retail saat ini adalah bagaimana proses melindungi produk dapat dilakukan untuk menjaga daya saing produk kita dibandingkan produk impor.  Pemerintah sudah menjalankan suatu tahapan proses yang tepat dengan memproteksi kualitas melalui pemberian label dan standar kualitas SNI.

Dalam industri pangan, adalah penting untuk dapat mengintegrasikan SNI dengan Sistem Manajemen Keamanan Pangan.  SNI secara prinsip pada produk non pangan lebih mengetengahkan kepada prinsip Sistem Manajemen Mutu namun untuk produk pangan juga menetapkan prasyarat dengan Sistem Manajemen Keamanan Pangan.  Sebab dalam prasyarat yang ditetapkan oleh SNI, terdapat parameter keamanan pangan.

Strategi penting bagi perusahaan pangan dalam menerapkan SNI adalah selain dengan menerapkan Sistem Manajemen Mutu ada pentingnya untuk juga mengaplikasikan Sistem Manajemen Keamanan Pangan (HACCP) dalam perusahaan.  Membangun dasar Sistem Manajemen Keamanan Pangan yang efektif adalah penting untuk dapat mengoptimalkan aplikasi SNI pada produk.

Lakukan proses pencarian referensi eksternal untuk melakukan proses pengembangan kualitas dan keamanan pangan perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)