Peranan Konsultan dalam Pengembangan Bisnis Retail

Pengelolaan atas manajemen retail memiliki banyak tantangan. Setiap tantangan sebaiknya dikendalikan dengan pendekatan yang sistematis, salah satunya dengan pembuatan tata kelola retail seperti Standard Operating Procedure. Dalam pembuatan dan pengembangan SOP, perusahaan harus dapat memastikan bahwa pengembangan bisnis retail tersebut dapat terjaga bisnisnya dengan baik sesuai dengan target perusahaan.

Beberapa perusahaan mempergunakan konsultan dalam proses pengembangan bisnis retail. Sebaiknya perusahaan harus memastikan bahwa penggunaan konsultan ini dapat benar-benar memberikan kontribusi yang efektif bagi perusahaan. Berikut ini adalah peranan yang dapat dijalankan untuk pengembangan bisnis retail.

Ada baiknya perusahaan menjalankan sistem dengan tepat dengan dibantu oleh pihak eksternal seperti konsultan. Pastikan perusahaan memilih konsultan yang tepat agar bisnis retail dapat berjalan secara maksimal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926).

Memahami Perbedaan Perusahaan dengan Manajemen Tradisional dan Manajemen Profesional

Dalam pengelolaan perusahaan, manajemen selalu berusaha untuk meningkatkan kemampuan perusahaan dalam berkompetisi dengan perusahaan lainnya. Salah satu strategi yang dapat perusahaan jalankan adalah dengan melihat perbedaan antara manajemen tradisional dan manajemen profesional. Dengan melihat perbedaan yang ada, perusahaan dapat melakukan pendekatan yang lebih baik untuk mengelola perusahaan secara lebih profesional.

Dalam proses pengelolaan manajemen, perusahaan dapat memastikan bahwa perbaikan yang terkait dengan manajemen dapat dilakukan dengan lebih efektif apabila terkelola dengan tepat. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan mempergunakan referensi eksternal yang tepat untuk dapat menjalankan proses pengelolaan perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Tahapan Mengimplementasikan Budaya Perusahaan

Penerapan atas budaya perusahaan terkadang tidak berjalan dengan efektif. Meksipun budaya dan nilai-nilai yang dikembangkan sangat bagus dan terkadang sempurna, namun tidak sedikit perusahaan menghadapi tantangan dalam menjalankan proses implementasinya. Proses pengaplikasian budaya dapat dijalankan dengan tahapan yang dapat dijelaskan dalam ilustrasi berikut.

Untuk dapat mengembangkan proses implementasi atas budaya, lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat terkait dengan pelaksanaan budaya perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Memahami Peranan Konsultan Standard Operating Procedure

Organisasi dapat mengembangkan dan menyusun Standard Operating Procedure (SOP) secara mandiri, namun tidak sedikit yang mempergunakan konsultan. Peranan konsultan sendiri dalam proses penyusunan dan pengembangan SOP tidaklah sedikit, banyak peranan yang dijalankan oleh konsultan yang dapat teramati dalam ilustrasi sebagai berikut.

Untuk dapat mengembangkan sistem dalam perusahaan, lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dan berpengalaman. Penetapan sistem di dalam perusahaan sebaiknya dikelola dengan tim yang tepat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengefektifkan Internal Audit ISO 9001:2015 di Dalam Perusahaan

Pelaksanaan atas internal audit dijalankan untuk dapat memastikan bahwa program internal audit dapat memberikan kontribusi yang efektif ke dalam pelaksanaan sistem di dalam perusahaan. Dalam penerapan sistem ISO 9001:2015, realisasi atas sistem harus melekat ke dalam kegiatan perusahaan. Hal ini untuk mencegah adanya konsep asal ada sertifikat saja di dalam perusahaan.

Strategi implmenetasi ISO 9001:2015 harus didukung dengan memiliki kegiatan internal audit yang efektif. Berikut ini adalah strategi yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk meningkatkan nilai manfaat internal audit ISO 9001:2015.

(1) Memiliki Tim Internal Auditor yang Handal

Kehandalan tim internal auditor dibentuk oleh perusahaan dengan kewenangan yang tepat. Kemampuan internal auditor terbentuk melalui pelatihan dan kegiatan praktek lapangan yang dilakukan dengan supervisi yang tepat. Beberapa perusahaan mengembangkan tim internal audit dan melakukan evaluasi atas kompetensi internal auditor sehingga mendapatkan kemampuan yang tepat dalam memastikan audit dilakukan untuk melihat bagaimana sistem dijalankan. Pengalaman dan keterbukaan organisasi atas kegiatan internal audit dilakukan terkait dengan bagaimana proses internal audit dapat meningkatkan kualitas sistem perusahaan.

(2) Budaya Perusahaan Atas Improvement

Keterbukaan dan bagaimana perusahaan mampu menerima bagaimana kegiatan internal audit dipergunakan oleh perusahaan. Bagaimana suatu budaya perusahaan dijalankan untuk dapat melakukan penanganan atas setiap temuan audit. Temuan audit tersebut dipergunakan untuk dapat meningkatkan nilai positif dalam perusahaan. Setiap temuan menyebabkan adanya perbaikan yang perlu dijalankan. Siklus improvement terbentuk dari kegiatan internal audit itu sendiri.

(3) Pelaksanaan Internal Audit

Seberapa sering perusahaan menjalankan kegiatan internal audit? Sebaiknya proses internal audit dijalankan dengan mempertimbangkan atas resiko terkait dengan proses. Seperti bagaimana kegiatan internal audit akan dijalankan harus mempertimbangkan resiko. Jadwal atas pelaksanaan internal audit dilakukan berdasarkan pada periode audit yang lebih sering dibandingkan dengan departemen yang resiko rendah.

Bagaimana perusahaan menjalankan kegiatan internal audit dijalankan dalam perusahaan? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk menjalankan program pelatihan dan pendampingan internal audit yang efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Menetapkan Sistem QC yang Tepat Dalam Industri

Banyak perusahaan yang belum melihat fungsi utama dari QC dalam arti yang tepat. Beberapa contoh, ditemukan bahwa QC seringkali menjadi penanggung jawab utama dari kualitas produk. Hal ini bukanlah sesuatu yang benar, mengingat penanggung jawab kualitas itu sendiri adalah seluruh elemen perusahaan. Dalam prinsip Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015, mutu terbentuk dari suatu proses yang berdasarkan pada ketetapan yang disepakai berdasarkan pada kepatuhan perusahaan atas regulasi, peraturan maupun persyaratan pelanggan. Konsep mutu yang secara luas, diartikan sebagai proses untuk melampaui batasan kepuasan pelanggan.

Berikut bagaimana perusahaan harus menetapkan mekanisme ruang lingkup QC yang tepat dan efektif dalam perusahaan.

(1) Penjaga Spesifikasi Produk/Proses

Spesifikasi dibentuk berdasarkan pada kesepakatan ataupun trial proses yang dijalankan perusahaan agar memenuhi persyaratan kualitas sesuai dengan ketetapan pelanggan. Dalam beberapa kondisi, penetapan spesifikasi dilakukan oleh QC adalah menjadi batasan bagaimana persyaratan kualitas tersebut dijadikan acuan.

(2) Melakukan Verifikasi Metide Sampling

Peranan QC dalam proses inspeksi banyak tergantung dengan metode pengujian. Dalam setiap proses pengujian, pengambilan sampling adalah aspek kritikal yang menjadi penentu apakah produk bisa dinyatakan sesuai atau tidak. Proses pengujian sample haeus diverifikasi, mengingat perubahan kuakitas akan mempengaruhi metode. Hal yang perlu diwaspadai adalah munculnya trend kualitas yang menurun.

(3) Kualifikasi Personel QC

Tim QC harus memiliki kemampuan untuk melakukan proses pengujian. Termasuk di dalamnya adalah pengujian dengan alat atau tanpa alat. Profisiensi perlu dilakukan terkait dengan bagaimana personel melakukan proses pengujian. Untuk meningkatkan kualitas SDM, pelatihan yang dilakukan harus dipastikan dijalankan secara konsisten.

(4) Evaluasi dan Analisis

Dalam proses pengujian ataupun pemeriksaan, QC akan menemukan informasi berupa data-data yang dapat dipergunakan sebagai panduan dalam pemecahan masalah. Trend kualitas harus dilakukan evaluasi untuk secara maksimal bisa dilakukan perbaikan di dalam perusahaan.

(5) Pelaksanaan Improvement Kualitas

QC ditempatkan sebagai posisi yang bertugas melakukan evaluasi dan dukungan untuk menjalankan improvement. Pemahaman atas bagaimana prises dijalankan agar mendapatkan kualitas yang lebih baik adalah point penting yang harys dijalankan dalam perusahaan.

Pengelolaan atas sistem manufacturing harus melihat kualitas sebagai aspek penentu keberhasilan persaingan. Mengupayakan budaya kerja yang terfokus kepada kualitas dapat meningkatkan profit dan produktifitas bisnis. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Memahami Fungsi PPIC dalam Bidang Manufacturing

Dalam pengembangan perusahaan di bidang manufacturing, penetapan fungsi PPIC ditetapkan dalam organisasi sebagai salah satu fungsi strategis. Kehadiran fungsi PPIC di dalam sektor manufacturing adalah ibarat dirigen yang mengelola irama musik dengan tepat. Dalam beberapa kondisi, perusahaan dapat mengoptimalkan efisiensi dalam pengendalian dan pengelolaan proses produksi perusahaan. Namun, tidak sedikit ditemukan, perusahaan dalam proses pengelolaannya tidak memiliki fungsi PPIC yang terkait dengan pelaksanaan dari manajemen PPIC.

Lalu, apa saja yang menjadi fungsi PPIC itu sendiri? Untuk dapat membedah lebih dalam, berikut adalah analisis terkait dengan fungsi PPIC yang dapat dijalankan atas pengendalian fungsi PPIC yang dilakukan di dalam perusahaan.

(1) Melakukan penetapan standar lean manufacturing

PPIC melakukan analisis terkait dengan lean manufacturing yang terkait dengan pengendalian dan penanganan standar kapasitas yang dijalankan dalam proses produksi dari hulu dan hilir. Melakukan proses evaluasi atas setting kapasitas dan mengidentifikasi terkait dengan kapasitas terpasang serta kapasitas real yang dijalankan dalam proses pengelolaan perusahaan dijalankan dalam perusahaan. Sehingga dapat terukur dengan tepat untuk melakukan perencanaan atas optimalisasi kapasitas, kebutuhan order pelanggan serta kekuatan finansial perusahaan.

(2) Melakukan Perencanaan Proses Produksi

PPIC menyusun perencanaan proses produksi, dimana proses perencanaan disusun berdasarkan pada kebutuhan order dari marketing ataupun stock market. Dimana dalam proses yang telah ditetapkan tersebut dilakukan penetapan perencanaan proses produksi. Proses ini dirumuskan melalui perhitungan atas status stock barang jadi, kapasitas produksi (termasuk di dalamnya adalah perhitungan recovery), proses penetapan terkait dengan lead tim dari pengadaan barang.

(3) Melakukan Pengelolaan Perencanaan Pembelian

Menyusun sistem perencanaan pembelian yang disesuaikan dengan kebutuhan yag terkait dengan pengadaan barang serta bagaimana pengaturan waktu pembelian dilakukan untuk memastikan stock terkendali sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan. Termasuk di dalamnya adalah mengatur dari jadwal pengiriman yang dilakukan oleh pemasok untuk kebutuhan yang dimaksud.

Bagaimana dengan pengembangan fungsi PPIC dalam perusahaan dimana tempat Anda bekerja? Maksimalkan fungsi dari PPIC untuk kebutuhan strategis dan efisiensi dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengapa Strategi Perusahaan Gagal Terwujud?

Dalam mengelola perusahaan, adalah menjadi keharusan untuk menetapkan strategi baik itu strategi jangka panjang dan jangka pendek.  Strategi tersebut disusun untuk dapat memastikan tujuan dari perusahaan untuk dapat memastikan bahwa program strategis yang dijalankan tersebut adalah sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan.

Namun, di dalam realisasi aktualnya, seringkali pencapai strategi tersebut adalah tidak sesuai dengan standar aktual yang ditetapkan dalam perusahaan.

(1) Strategi yang Tidak Terkelola

Strategi secara prinsip adalah program kerja yang harus dijalankan dalam perusahaan. Program harus dapat terdetailkan dalam bentuk struktur yang sistematis untuk memastikan bahwa seluruh unit mampu untuk menginterpretasikan strategi yang ada secara tepat dalam operasional praktis yang dilakukan.

(2) Evaluasi yang Tidak Efektif

Strategi itu sendiri membutuhkan evaluasi, dimana tujuan dari evaluasi tersebut adalah untuk memastikan bahwa seluruh parameter yang ditetapkan dalam kajian tersebut adalah sesuai dengan arahan strategi tersebut. Periode terkait dengan evaluasi tersebut menjadi suatu bentuk nilai penting yang harus dijalankan perusahaan untuk memastikan bahwa penerapan program dijalankan secara tepat.

(3)Ketidaksinergian dari Strategi Jangka Panjang dan Jangka Pendek

Penerapan strategi harus dilakukan bertahap, termasuk di dalamnya adalah memastikan bagaimana proses yang dijalankan dalam selang waktu jangka panjang dapat diinterpretasikan dalam strategi jangka pendek.  Setiap elemen perusahaan harus melihat bahwa penerapan strategi tersebut dijalankan dengan komitmen yang kuat sehingga dapat tercapai.

Hal yang terpenting dalam penerapan strategi perusahaan adalah bagaimana  melakukan penjabaran secara terperinci strategi perusahaan yang ada ke dalam pelaksanaan setiap unit kerja dan individu yang ada dalam perusahaan. Pastikan bagaimana konsep dan strategi tersebut dapat dijalankan secara tepat dan efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Peranan Konsultan Manajemen Strategis dalam Pengembangan Perusahaan

Dalam menjaga bisnis dan terus-menerus secara progresif meningkatkan kinerja perusahaan, ada baiknya perusahaan untuk dapat melakukan pengendalian manajemen strategis yang tepat. Apa yang dimaksud dengan manajemen strategis? Manajemen strategis adalah suatu pengelolaan perusahaan yang didesain sedemikian rupa untuk dapat membantu perusahaan dalam mencapai target/ tujuan yang diharapkan, seperti target finansial ataupun non finansial.

Perusahaan dapat menggunakan jasa eksternal konsultan dalam melakukan proses penyusunan manajemen strategis.  Dalam beberapa hal, konsep penggunaan jasa eksternal dapat memberikan manfaat lebih baik. Manfaat yang didapatkan adalah sebagai berikut.

(1) Tercapainya Sasaran dan Fokus Kinerja Perusahaan

Perusahaan dapat mendeskripsikan informasi mengenai apa yang menjadi target dan tujuan dari perusahaan. Setiap sasaran/ target yang diminta oleh perusahaan tersebut, konsultan dapat menyusun dan melakukan program perencanaan yang tepat atas penetapan strategi kinerja yang diharapkan.  Meskipun perusahaan harus mengeluarkan budget khusus dalam mengakomodasi adanya konsultan, namun konsep strategis yang ditetapkan dalam perusahaan dapat tercapai secara maksimal.

(2) Pengelolaan Perbaikan secara Akurat

Kelebihan dari penggunaan jasa eksternal adalah dapat membantu perusahaan untuk menjalankan perbaikan melalui aspek global yang lebih luas. Khususnya, pada konsultan yang telah berpengalaman dengan bisnis sejenis yang dikelola maka proses perbaikan dapat didesain berdasarkan pada aspek benchmark yang dijalankan oleh perusahaan secara tepat dan efektif.

(3) Pendampingan Implementasi

Konsultan dapat berperan secara maksimal untuk melakukan program pendampingan atas sistem, termasuk di dalamnya adalah melakukan kajian atas pentingnya modifikasi desain sistem ataupun kompetensi organisasi.

(4) Pelaksanaan Program Cost Saving

Dengan menjalankan sistem yang tepat, konsultan dapat menjalankan banyak agenda yang diharapkan berjalan di perusahaan. Seperti program Cost Saving dari sistem. Dimana perusahaan melakukan proses perbaikan desain atas sistem perbaikan bisnis yang dijalankan dari kondisi aktual yang ada.

Dengan mempertimbangkan hal tersebut, alangkah baiknya apabila perusahaan mampu memiliki Sistem yang strategis dalam mengakomodasi pertumbuhan dan perkembangan bisnis. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengembangkan Sistem Manajemen Operasional perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pengambilan Keputusan Melalui Analisis Quality Function Deployment

Banyak perusahaan dalam setiap kali melakukan program pemecahan masalah menggunakan teknik Quality Function Deployment. Secara sederhana proses analisis terkait dengan Quality Function Deployment adalah melakukan proses analisis atas keseluruhan faktor-faktor pendukung proses dari suatu operasional yang awalnya terlihat secara random untuk kemudian dilakukan proses analisis lebih lanjut untuk dapat melihat apakah faktor yang muncul secara random tersebut memberikan kausalitas atas suatu masalah yang muncul.

Kekuatan dari teknik Quality Function Deployment adalah menjalankan suatu pendekatan statistik terpadu (analisis faktorial) yang dilakukan untuk dapat mengidentifikasi masalah yang muncul. Adapun kunci keberhasilan dari metode pendekatan ini adalah dengan menjalankan proses analisis masalah yang tepat dan akurat.

Setelah faktor utama teridentifikasi, perusahaan dapat menjalankan program yang terkait dengan perbaikan yang dijalankan. Konsep simulasi dapat dijalankan untuk memastikan bahwa evaluasi atas ketidaksesuaian tersebut dapat teranalisis secara tepat dan akurat.  Proses evaluasi harus dijalankan secara terus menerus untuk dapat memastikan bahwa program solusi yang dijalankan dapat memberikan perbaikan ataupun perubahan terhadap perubahan yang dijalankan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)