Komunikasi dalam Perusahaan dan Kearsipan

Dalam perusahaan, adalah menjadi suatu hal yang penting untuk dapat mengelola pola komunikasi internal dan eksternal. Dimana dalam aplikasinya proses komunikasi akan diikuti dengan sistem administrasi yang tepat. Sistem administrasi ini sendiri, harus dapat memastikan bahwa organisasi menyampaikan pesan secara komunikatif dan efektif.

Di dalam perusahaan sendiri, terdapat dua jenis pola administrasi yang seringkali dijadikan pilihan dalam membentuk sistem.

(1) Pola dokumentasi sentralisasi
Dalam pola dokumen sentralisasi, setiap perusahaan memiliki pusat pengontrol dokumen, biasanya dalam bentuk unit kesekretariatan. Unit ini memiliki tanggung jawab untuk melakukan fungsi pengendalian dan penyimpnanan seluruh kearsipan. Setiap departemen yang terkait memiliki tanggung jawab untuk melakukan fungsi pelaporan dan penertiban kepada sekretariat umum.

(2) Pola dokumen non sentralisasi
Setiap departemen dapat menjalankan korespodensi surat menyurat secara bebas dengan batasan authorisasi yang ditetapkan. Dalam beberapa hal, sistem juga memastikan bahwa fungsi kearsipan dijalankan per masing-masing bagian dengan sistem pengendalian. Harus dapat dipastikan bahwa konsep terhadap pengendalian dokumen dijalankan dengan self monitoring.

Langkah apa pun dalan melakukan proses pengendalian dokumen, perusahaan dapat menjalankan sistem e-automatation untuk menjalankan program kearsipan ini berjalan secara elektronik. Hal yang terpenting adalah menjalankan alir proses secara tepat untuk kemudian diadopsi ke dalam sistem filing komputer. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Tahapan Menyusun Program Pelatihan untuk Manajemen Retail

Dalam mengembangkan manajemen retail pada perusahaan retail, adalah sangat penting untuk memastikan bahwa sumber daya manusia memiliki kompetensi (soft dan hard) yang memadai. Ketika akan melakukan proses penyusunan program pelatihan, pastikan bahwa program pelatihan menyangkut materi yang menjelaskan unit kompetensi berikut:

(1) Leadership skill
Sangat dibutuhkan konsep yang kuat pada diri karyawan yang kuat yang mamapu untuk mengembangkan kompetensi pribadinya dan kemampuan untuk tidak berhenti dan secara terus-menerus mengubah dirinya menjadi hal yang positif.

” Dalam industri retail, kekuatan untuk mengubah diri menjadi positif adalah hal penting yang untuk dapat menjadi lebih optimis, dapat mengundang pelanggan lebih banyak dan yang terpenting dapat memenangkan kompetisi dengan kompetitor.” Bagaimana pun juga aspek mutu yang terdepan adalah pelayanan, sehingga akan menjadi nilai positif apabila sumber daya manusia yang ada dalam industri ini memiliki kekuatan untuk memimpin.

(2) Etos Kerja
Pekerjaan retail yang tidak berhenti, merumuskan adanya suatu konsep motivasi yang kuat pada intrinsik karyawan. Sehingga sangat penting bagi karyawan itu sendiri untuk dapat meningkatkan kapasitas self motivation yang positif dalam bekerja agar kinerja tidak menjadi menurun.

(3) Art of selling
Kemampuan komunikasi untuk menjual adalah hal penting yang harus dimiliki oleh sumber daya manusia di bidang sales.Bagaimana konsep yang tepat untuk menyusun pesan yang ada dalam produk, mempopulerkan brand, dan yang terpenting adalah memastikan proses closing terhadap produk dapat berjalan secara maksimal.

Lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengoptimalkan bisnis retail perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Proses Menyusun KPI dalam Manajemen Retail

Dalam Manajemen Retail, kebutuhan akan tenaga sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu untuk mengakomodasi perkembangan manajemen retail. Dibandingkan dengan jenis usaha manufacturing, penetapan nilai indikator yang ditetapkan lebih sulit terukur dibandingkan dengan jenis usaha manufacturing.

Berikut adalah tahapan atau langkah-langkah yang dapat dijalankan untuk merumuskan KPI dalam bidang manajemen retail.

(1) Mengidentifikasi visi dan misi perusahaan
Perusahaan harus memastikan target dari perusahaan itu sendiri dalam bentuk suatu sasaran yang sifatnya insipiratif. Visi yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan organisasi.

(2) Menetapkan unit-unit terukur kinerja
Dalam konsep Balanced Score Card, adalah jamak bagi perusahaan untuk menetapkan kriteria-kriteria indikator yang dibutuhkan terkait dengan kinerja jasa retail itu sendiri. Salah satu kunci kesuksesan faktor dari unit jasa retail adalah pengembangan yang terkait dalam bidang inventory, keakuratan laporan dan kepuasan pelanggan. Sehingga parameter-parameter seperti keakuratan administrasi pergudangan, evaluasi dari hasil laporan serta catatan dari keluhan pelanggan atau complaint sudah dapat terealisasi dengan tepat.

(3) Evaluasi pencapaian tindak lanjut
Bagaimana indikator tersebut kemudian dimonitor dan dipastikan telah sesuai dengan standar yang ditetapkan. Penggunaan teknik skor dan bobot dapat membantu proses analisis dari kinerja menjadi kuantifikasi yang tepat dan obyektif.

Penetapan indikator itu sendiri akan menjadi kunci sukses dalam keberlanjutan strategi pengembangan sumber daya manusia. Ukuran obyektif seperti KPI akan menjadi penting mengingat

Melihat kepentingannya, sangatlah penting bagi suatu unit usaha manajemen retail memastikan bahwa pengelolaan KPI itu akan menjadi sangat strategis dan penting bagi organisasi. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pentingnya Kompetensi SDM dalam Aplikasi Standard Operating

Beberapa perusahaan banyak mengalami kesulitan ketika melakukan proses implementasi SOP. Salah satu penyebab penting yang menimbulkan sulitnya penerapan Standard Operating Procedure adalah sumber daya manusia.

Sumber daya manusia adalah penggerak dari bagaimana suatu sistem tersebut dijalankan. Secara mutlak, perusahaan juga harus memastikan adanya pemenuhan kompetensi dari sumber daya manusia. Aspek kompetensi yang dibutuhkan dalam persyaratan implementasi Standard Operating Procedure adalah:

(1) Faktor kompetensi teknis
Kemampuan individu SDM dalam menjalankan faktor teknis dapat mendukung implementasi sistem secara efektif dan efisien. Bagaimana perusahaan melihat bahwa suatu pekerjaan dapat dijalankan secara maksimal, tentunya dengan memastikan faktor teknis, yang berupa pengalaman, latar belakang pendidikan ataupun ketrampilan.

(2) Faktor kompetensi kepemimpinan
Faktor ini menjadi penting untuk memastikan bahwa karyawan yang dimaksud bekerja dalam tanggung jawab yang diembankan oleh individu tersebut dalam ruang lingkup kerjanya.

(3) Faktor kompetensi budaya perusahaan
Menjadi suatu nilai penting untuk mengoptimalkan kapasitas dan kompetensi individu yang ada dalam organisasi.

Pengembangan SDM adalah salah satu strategi penting organisasi agar SOP (Standard Operating Procedure) untuk terimplementasikan dengan baik. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengembangkan organisasi Anda. (amarylliap@gmail.com)

Pelatihan Penyusunan Budget

Dalam menjalankan proses operasional, tentunya perusahaan membutuhkan adanya budget yang menjadi acuan dari pelaksanaan proses operasional yang dijalankan di lapangan.

Untuk dapat menyusun budget secara baik dan tepat, perusahaan harus memahami konsep-konsep dasar dari penyusunan budget. Adapun kegiatan dan pelatihan yang dijalankan akan dilakukan dengan satu hari pelatihan.

Dimana dalam pelatihan yang dimaksud, peserta akan mendapatkan manfaat yaitu:
(1) Memahami variabel-variabel biaya dalam perusahaan
(2) Melakukan proses penyusunan parameter budget
(3) Analisis dan pengamatan terkait dengan pengendalian biaya dari proses operasional
(4) Menyusun budget operasional
(5) Pembuatan format-format pelaporan operasional yang dibutuhkan untuk penetapan budget

Pertumbuhan bisnis usaha Anda, akan sangat terbantu apabila disertai dengan perencanaan yang baik. Pastikan Anda lakukan proses penetapan referensi eksternal yang dibutuhkan dalam manajemen operasional perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Bagaimana Menyusun Standard Operating Procedure untuk Manufacturing?

Adalah suatu hal yang penting dan strategis bagi setiap perusahaan dalam memiliki sistem yang reliable dan efektif. Begitupula pada sektor manufacturing, dimana tingkat kebutuhan dan kepentingan untuk menyusun Standard Operating Procedure adalah hal yang sangat penting untuk dijalankan.

Lalu bagaimana langkah-langkah yang harus dilakukan dalam menyusun SOP khusus untuk sektor industri dan manufacturing:

(1) Lakukan proses pembelajaran alir proses produksi
Hal yang terpenting yang dapat dijalankan untuk melakukan proses penyusunan SOP adalah menetapkan alir proses dalam kegiatan produksi. Pelajari karakter operasional dari proses produksi yang dijalankan untuk kemudian memastikan bagaimana tahapan proses produksi dijalankan.

(2) Lakukan proses identifikasi terhadap business process
Pelajari proses operasional secara menyeluruh, termasuk di dalamnya adalah tata cara penjualan yang dijalankan dalam proses operasional produksi. Untuk kemudian mendapatkan ketetapan operasional proses untuk kemudian menetapkan SOP yang akan dibentuk.

(3) Pemahaman metodologi perencanaan produksi
Di dalam kegiatan produksi, adalah sangat penting untuk menetapkan perencanaan dalam proses produksi. Pembentukan PPIC (Production Planning dan Inventory Control) adalah sangat penting untuk memastikan bagaimana suatu proses produksi akan dijalankan secara tepat dan akurat.

(4) Proses penyusunan laporan produksi
Bagaimana tata cara dan mekanisme laporan produksi dijalankan, untuk memastikan bahwa laporan produksi tersebut itu akurat maka harus dipastikan adanya sistem verifikasi yang tepat dan optimal.

(5) Kaitan dengan Budget Operasional
Penyusunan SOP yang tepat dapat kemudian memastikan bahwa operasional perusahaan dapat dipastikan terukur dan terencana secara optimal dan akurat. Kembangkan format dan pengukuran-pengukuran yang tepat agar budget operasional perusahaan Anda dapat dikendalikan secara tepat dan maksimal.

Menarik untuk dicermati bagaimana suatu perencanaan operasional dapat dikendalikan secara tepat dan maksimal. Lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat dan optimal untuk memperbaiki sistem manajemen perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pelatihan ISO 9001 bagi Industri Air Minum Dalam Kemasan

Berkaitan dengan adanya pembaharuan peraturan pemerintah yang berhubungan dengan penerbitan SNI bagi perusahaan air minum dalam kemasan untuk mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2008. Bagi perusahaan air minum dalam kemasan ada baiknya untuk mengadakan pelatihan mengenai persyaratan ISO 9001 untuk industri Air Minum dalam Kemasan.

Pelatihan yang dijalankan selama dua hari akan membahas mengenai pemahaman terhadap klausul-klausul ISO 9001, proses penyusunan dokumentasi dan catatan mutu sesuai dengan persyaratan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001, serta bagaimana melakukan program implementasi klausul ISO 9001 dalam pelaksanaan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001.

Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam mengimplementasikan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 dalam perusahaan secara tepat dan efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Sistem Payroll yang Tepat dan Efektif

Apakah perusahaan Anda masih menjalankan sistem payroll secara manual? Apabila masih menggunakan sistem payroll secara manual, mungkin ada baiknya mulai mempertimbangkan perubahan sistem payroll dengan sistem komputerisasi.

Sistem payroll berbasiskan IT Solution ini memberikan gambaran mengenai bagaimana suatu konsep pengembangan terhadap aspek penggajian dapat dijalankan secara simultan dengan kinerja dan kedisiplinan karyawan.

Proses penyusunan dari sistem payroll akan mempertimbangkan beberapa hal berikut:

(1) Faktor kehadiran karyawan
Dimana kehadiran karyawan akan dihitung dan diukur sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam peraturan perusahaan. Denda atau sanksi yang terkait dengan payroll dapat diinput ke dalam sistem.

(2) Faktor benefit lainnya
Hak karyawan yang diberikan dalam bentuk tunjangan kesehatan, cuti maupun hak lainnya dapat secara otomatis terhitung berdasarkan satuan input yang dimasukkan ke dalam sistem database yang dipersyaratkan oleh perusahaan.

(3) Faktor kinerja
Ketercapaian target yang dirumuskan dalam komisi sales, insentif produksi maupun tunjangan yang terkait dengan kinerja dapat diformulasikan berdasarkan hitungan dari aspek kinerja tersebut.

Pada perusahaan yang memiliki karyawan dalam jumlah besar dan memiliki cabang yang cukup banyak, ada baiknya mengubah sistem payroll Anda menjadi suatu sistem berbasiskan IT Solution. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Penyusunan Business Plan Perusahaan

Tanpa terasa proses perhitungan tahun ini akan segera berganti dan kita pun akan merasakan adanya tantangan baru untuk lebih berkembang dan mengoptimalkan dari kinerja bisnis.  Dalam suatu bentuk kerangka strategis, suatu konsep perencanaan adalah langkah yang sangat penting untuk memastikan konsep ke depan dari perusahaan itu sendiri.

Lalu bagaimana suatu perusahaan akan membuat business plan dalam perusahaannya?

Langkah pertama adalah merumuskan produk
Melakukan proses perumusan terhadap produk yang akan diproduksi oleh perusahaan untuk diproduksi. Dari produk yang akan dihasilkan tersebut, kemudian ditetapkan komponen penyusunan produk yang dimaksud.

Langkah kedua adalah menetapkan kerangka kerja perusahaan
Proses penetapan kerangka kerja perusahaan dijalankan dengan menyelaraskan antara visi dan misi perusahaan serta manajemen operasional yang akan dijalankan dalam perusahaan tersebut. Kerangka kerja perusahaan ditetapkan dalam bentuk jangka pendek dan jangka panjang.

Langkah ketiga adalah memastikan adanya suatu feasibility terhadap analisis pemasaran.
Dimana dalam kegiatan ini, harus dipastikan bahwa produk yang akan dijalankan oleh perusahaan memiliki aspek feasibilitas yang kuat bagi organisasi. Perusahaan dapat menjalankan proses dengan melakukan survey pasar dalam melihat bahwa rasio kewajaran dapat dijalankan bagi usaha yang dimaksudkan tersebut.

Langkah keempat adalah dengan melakukan proses kajian keuangan
Proses kajian keuangan dijalankan dengan melakukan evaluasi terhadap status nilai asset yang ada untuk kemudian dilakukan perumusan terhadap nilai jual produk yang akan ditawarkan.

Langkah kelima adalah dengan memastikan adanya status pengendalian operasional, yaitu Standard Operating Procedure.
Dimana SOP ini menjadi bagian yang penting dalam memastikan bahwa proses operasional dapat dijalankan sesuai kebutuhan dan standar persyaratan yang telah ditetapkan.

Lakukan proses penyusunan business plan sebagai proses pengembangan strategis dari optimalisasi usaha Anda. Pencarian referensi eksternal yang tepat dapat dijalankan untuk mengoptimalkan strategi business plan yang akan dikembangkan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

3 Permasalahan yang Menyebabkan SOP Gagal Diimplementasikan

Banyak perusahaan mengakui bahwa keberadaan SOP adalah suatu hal yang sangat penting. Namun banyak perusahaan juga melihat bahwa untuk dapat mengimplementasikan SOP, hal yang muncul adalah tidak mudah. Mengapa SOP gagal terimplementasikan dengan baik?

Terdapat 3 (tiga) hal penting yang menyebabkan SOP gagal untuk terimplementasi dengan baik dalam perusahaan?

(1) Kesalahan Teknis dari SOP
SOP yang diciptakan ataupun disusun ternyata memberikan banyak kesulitan ketika memlakukan proses aplikasi teknis dari SOP itu sendiri. Banyaknya permasalahan yang muncul ketika implementasi dapat memberikan efek traumatis yang menyebabkan personel tidak menjalankan SOP.
Proses pendampingan secara profesional dapat membantu proses adopsi SOP tersebut untuk kemudian dapat dijalankan dalam teknis aplikasi operasionalnya.

(2) Prilaku Organisasi
Bagaimana kelompok dalam organisasi menerima sistem itu sendiri. Banyak kegagalan muncul akibat aspek prilaku organisasi tidak mau mengadopsi sistem secara tepat, dimana kelompok tertentu atau level tertentu dalam organisasi bersikeras untuk tidak menerima sistem yang baru. Pemahaman dan peranan agent of change adalah suatu nilai yang penting terhadap bagaimana suatu proses dan prilaku organisasi dalam perusahaan dapat berubah.

(3) Reward and punishment
Suatu konsistensi dari sistem sangat penting untuk dapat mengoptimalkan proses implementasi yang ditetapkan. Dimana dalam proses yang dimaksud harus dipastikan bahwa adanya suatu ketetapan dari segenap organisasi untuk menjalankan proses ini secara tepat dan efektif.

Apakah Anda kesulitan dalam mencari pendamping profesional dalam menjalankan SOP yang ada dalam perusahaan? Lakukan proses pencarian terhadap referensi eksternal untuk dapat mengoptimalkan peranan SOP dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)