Pengembangan Supply Chain Management dalam Industri

Dalam sebuah industri, adalah suatu hal yang penting untuk dapat mendesain perencanaan yang tepat. Bagaimana suatu perencanaan dalam industri adalah menjadi nilai strategis yang penting untuk meningkatkan nilai efisiensi dalam dunia industri.

Konsep Supply Chain Management adalah suatu konsep yang melihat sistem secara kesatuan utuh yang dapat dijalankan dengan format dan struktur terencana. Adalah menjadi hal yang sangat penting, dalam melakukan proses penyusunan terhadap sistem Standard Operating Procedure yang terkait dengan industri.

Bagaimana pola penyusunan SOP yang terkait dengan manajemen supply chain yang tepat ketika menjalankan program penetapan SOP pada bidang industri.

Langkah Pertama: Menetapkan Sistem Inventory
Sistem inventory adalah indikator pengendali yang dapat digunakan untuk memastikan bahwa sistem operasional dijalankan secara tepat. Ketidakakuratan dalam suatu pendataan inventory akan menyulitkan tahapan proses evaluasi dalam sistem manajemen operasional yang dijalankan.

Langkah Kedua: Melakukan proses perhitungan konsumsi material
Penetapan nilai konsumsi material dijalankan dengan melalui tahapan penyusunan Bill of Material. Dimana dalam tahapan ini, industri diminta untuk dapat menghitung proporsional terkait dengan neraca material operasional produksi.

Langkah Ketiga: Melakukan proses penyusunan sistem pembelian
Pembelian bukanlah hanya sekedar membeli, namun juga digunakan sebagai langkah strategis untuk pemastian perencanaan proses operasional yang dijalankan di dalam perusahaan.

Penetapan desain supply chain management adalah langkah penting yang digunakan untuk mengoptimalisasi penyusunan Standard Operating Procedure dalam perusahaan Anda. Lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat terkait dengan penetapan Standard Operating Procedure dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pentingnya Melihat Fungsi Job Description

Banyak perusahaan, ketika melihat bagaimana pentingnya menyusun job description lebih memilih untuk tidak mengembangkan job description. Beberapa masalah yang menjadi pertimbangan adalah perusahaan takut apabila job description tersebut dijalankan maka karyawan akan kehilangan batasan mereka untuk bekerja dalam ruang lingkup yang luas atau general.

Secara gamblang, perusahaan takut apabila karyawan tidak dapat bekerja secara multi task. Hal ini adalah asumsi yang salah, karena dalam penerapannya job description bukanlah pembatas terhadap ruang lingkup pekerjaan karyawan namun lebih memperjelas fungsi dari karyawan yang dimaksud.

Penerapan konsep multitask dalam sebuah jabatan dapat dijalankan dengan pemahaman yang penting seperti berikut:

(a) Tidak terdapat tumpang tindihnya tanggung jawab
Beberapa pekerjaan, seperti yang termuat dalam ruang lingkup Finance Accounting adalah penting untuk memastikan bahwa ruang lingkup yang dimaksudkan tidak tumpang tindih, fungsi pembuat, pemeriksa dan persetujuan tidak dapat dicampuradukkan.

(b) Mengukur waktu dan beban kerja
Ketika berbicara pada konsep multitask, hal yang sangat penting adalah memastikan bahwa waktu kerja dan beban kerja tersebut tidak berlebihan. Kondisi yang berlebihan akan menyebabkan proses pekerjaan tersebut tidak maksimal dan cenderung akan mempertinggi masalah yang muncul.

Adalah menjadi penting bagi perusahaan untuk mengembangkan perusahaan dengan konsep yang efektif dan efisien, namun apabila tidak ditunjang dengan pemahaman fungsi dan tanggung jawab yang jelas pada karyawan akan menyebabkan kemunculan konflik dan tingginya kesalahan manusia dalam bekerja. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Tahapan Seleksi Pemasok dalam Industri Pangan

Dalam melakukan pengembangan program keamanan pangan, adalah menjadi hal yang penting proses seleksi pemasok dijalankan. Beberapa perhatian penting dalam perlu menjadi nilai lebih yang kuat bagaimana industri pangan bisa melakukan proses seleksi dan pengendalian terhadap pemasok yang masuk ke dalam industri tersebut.

Berikut adalah tahapan proses seleksi pemasok yang dapat dijalankan dalam melakukan proses pemilihan terhadap pemasok yang tepat dan strategis.

(1) Melakukan analisis sistem

Evaluasi sistem operasional dari pemasok yang akan menyuplai produk ke dalam industri kita. Pastikan bahwa pemasok tersebut memiliki sistem yang tepat untuk memastikan konsistensi kualitas dan kuantitas terpenuhi. Khusus dalam industri pangan, kebutuhan untuk memiliki program keamanan pangan internal menjadi nilai lebih bagi industri tersebut untuk diterima sebagai pemasok.

Apabila pemasok tersebut telah memiliki sertifikasi keamanan pangan, seperti HACCP, ISO 9001 ataupun ISO 22000, maka perusahaan tersebut telah memastikan bahwa proses penanganan keamanan pangan sesuai dengan standar persyaratan.

(2) Analisis sampel produk

Ada baiknya sebelum menjalankan proses penetapan pemasok, industri pangan melakukan proses analisis terhadap sampel produk yang masuk. Selain melihat kesesuaian kualitas, industri pangan tersebut harus juga melakukan pemeriksaan kesesuaian keamanan pangan. Seperti memastikan bahwa persyaratan terhadap bebas kontaminasi dalam produk harus dipastikan seminimal mungkin sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam perusahaan.

(3) Audit Pemasok

Untuk lebih memastikan bahwa pemasok menjalankan proses produksi atau penyediaan barang sesuai dengan persyaratan, tidak ada salahnya apabila dilakukan proses audit kepada pemasok. Lakukan penetapan standar audit pemasok yang tepat dalam perusahaan.

Lakukan proses seleksi pemasok secara tepat dan efektif. Langkah ini menjadi strategi penting dalam mengoptimalkan industri pangan dan lebih menjamin keamanan pangan pada produk yang dihasilkan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Cost Recovery: Strategi Pengembangan Usaha Perusahaan

Dalam dunia pertumbuhan bisnis yang secara signifikan terus menerus maju dan perkembangan. Adalah menjadi suatu tantangan bagi pemilik perusahaan untuk melakukan proses strategi pengembangan perusahaan atau penambahan bisnis usaha secara terus menerus.

Pada saat inilah, fungsi pengembangan investasi sangat penting untuk mengoptimalkan dan mengembangkan fungsi strategis dari cost control untuk pengembangan investasi. Dalam proses pengembangan investasi, hal yang terpenting yang perlu untuk dijalankan dalam proses pengembangan usaha, adalah bagaimana strategi investasi tersebut tidak membawa kerugian kepada usaha yang dimiliki sebelumnya.

Beberapa strategi dapat dikembangkan untuk memastikan bahwa investasi pengembangan dapat dijalankan secara efektif, adalah sebagai berikut:

(1) Lakukan proses riset terhadap bisnis baru yang akan diinvestasikan
Pastikan ketika ingin melakukan suatu pengembangan usaha baru, proses riset telah dilakukan untuk memastikan bahwa unit usaha baru dapat menghasilkan keuntungan yang lebih maksimal sesuai dengan kekuatan dari bisnis utama untuk menopang.

(2) Kembangkan perencanaan bisnis yang tepat
Melakukan proses penyusunan perencanaan bisnis secara optimal, menjadi suatu bentuk langkah implementasi bisnis. Proses perhitungan dan evaluasi terhadap rencana bisnis menjadi suatu bentuk langkah strategis optimal yang dapat dikembangkan dalam memberdayakan usaha baru. Khususnya apabila pihak pengelola usaha adalah pemain baru terhadap bisnis baru tersebut.

(3) Melakukan proses pengembangan investasi strategis dari pengembangan usaha
Adalah menjadi suatu hal yang penting bahwa perusahaan harus secara terus menerus melihat bahwa manajemen investasi memiliki fungsi pengendali optimal untuk melihat bagaimana strategi pengembangan usaha tersebut dijalankan. Tahapan proses operasional dijalankan sebagai bagian penting untuk memastikan manajemen strategi yang tepat dan efisien.

Ingin mengembangkan usaha baru? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengoptimalkan pengembangan strategi usaha Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Komunikasi dalam Perusahaan dan Kearsipan

Dalam perusahaan, adalah menjadi suatu hal yang penting untuk dapat mengelola pola komunikasi internal dan eksternal. Dimana dalam aplikasinya proses komunikasi akan diikuti dengan sistem administrasi yang tepat. Sistem administrasi ini sendiri, harus dapat memastikan bahwa organisasi menyampaikan pesan secara komunikatif dan efektif.

Di dalam perusahaan sendiri, terdapat dua jenis pola administrasi yang seringkali dijadikan pilihan dalam membentuk sistem.

(1) Pola dokumentasi sentralisasi
Dalam pola dokumen sentralisasi, setiap perusahaan memiliki pusat pengontrol dokumen, biasanya dalam bentuk unit kesekretariatan. Unit ini memiliki tanggung jawab untuk melakukan fungsi pengendalian dan penyimpnanan seluruh kearsipan. Setiap departemen yang terkait memiliki tanggung jawab untuk melakukan fungsi pelaporan dan penertiban kepada sekretariat umum.

(2) Pola dokumen non sentralisasi
Setiap departemen dapat menjalankan korespodensi surat menyurat secara bebas dengan batasan authorisasi yang ditetapkan. Dalam beberapa hal, sistem juga memastikan bahwa fungsi kearsipan dijalankan per masing-masing bagian dengan sistem pengendalian. Harus dapat dipastikan bahwa konsep terhadap pengendalian dokumen dijalankan dengan self monitoring.

Langkah apa pun dalan melakukan proses pengendalian dokumen, perusahaan dapat menjalankan sistem e-automatation untuk menjalankan program kearsipan ini berjalan secara elektronik. Hal yang terpenting adalah menjalankan alir proses secara tepat untuk kemudian diadopsi ke dalam sistem filing komputer. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Tahapan Menyusun Program Pelatihan untuk Manajemen Retail

Dalam mengembangkan manajemen retail pada perusahaan retail, adalah sangat penting untuk memastikan bahwa sumber daya manusia memiliki kompetensi (soft dan hard) yang memadai. Ketika akan melakukan proses penyusunan program pelatihan, pastikan bahwa program pelatihan menyangkut materi yang menjelaskan unit kompetensi berikut:

(1) Leadership skill
Sangat dibutuhkan konsep yang kuat pada diri karyawan yang kuat yang mamapu untuk mengembangkan kompetensi pribadinya dan kemampuan untuk tidak berhenti dan secara terus-menerus mengubah dirinya menjadi hal yang positif.

” Dalam industri retail, kekuatan untuk mengubah diri menjadi positif adalah hal penting yang untuk dapat menjadi lebih optimis, dapat mengundang pelanggan lebih banyak dan yang terpenting dapat memenangkan kompetisi dengan kompetitor.” Bagaimana pun juga aspek mutu yang terdepan adalah pelayanan, sehingga akan menjadi nilai positif apabila sumber daya manusia yang ada dalam industri ini memiliki kekuatan untuk memimpin.

(2) Etos Kerja
Pekerjaan retail yang tidak berhenti, merumuskan adanya suatu konsep motivasi yang kuat pada intrinsik karyawan. Sehingga sangat penting bagi karyawan itu sendiri untuk dapat meningkatkan kapasitas self motivation yang positif dalam bekerja agar kinerja tidak menjadi menurun.

(3) Art of selling
Kemampuan komunikasi untuk menjual adalah hal penting yang harus dimiliki oleh sumber daya manusia di bidang sales.Bagaimana konsep yang tepat untuk menyusun pesan yang ada dalam produk, mempopulerkan brand, dan yang terpenting adalah memastikan proses closing terhadap produk dapat berjalan secara maksimal.

Lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengoptimalkan bisnis retail perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Proses Menyusun KPI dalam Manajemen Retail

Dalam Manajemen Retail, kebutuhan akan tenaga sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu untuk mengakomodasi perkembangan manajemen retail. Dibandingkan dengan jenis usaha manufacturing, penetapan nilai indikator yang ditetapkan lebih sulit terukur dibandingkan dengan jenis usaha manufacturing.

Berikut adalah tahapan atau langkah-langkah yang dapat dijalankan untuk merumuskan KPI dalam bidang manajemen retail.

(1) Mengidentifikasi visi dan misi perusahaan
Perusahaan harus memastikan target dari perusahaan itu sendiri dalam bentuk suatu sasaran yang sifatnya insipiratif. Visi yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan organisasi.

(2) Menetapkan unit-unit terukur kinerja
Dalam konsep Balanced Score Card, adalah jamak bagi perusahaan untuk menetapkan kriteria-kriteria indikator yang dibutuhkan terkait dengan kinerja jasa retail itu sendiri. Salah satu kunci kesuksesan faktor dari unit jasa retail adalah pengembangan yang terkait dalam bidang inventory, keakuratan laporan dan kepuasan pelanggan. Sehingga parameter-parameter seperti keakuratan administrasi pergudangan, evaluasi dari hasil laporan serta catatan dari keluhan pelanggan atau complaint sudah dapat terealisasi dengan tepat.

(3) Evaluasi pencapaian tindak lanjut
Bagaimana indikator tersebut kemudian dimonitor dan dipastikan telah sesuai dengan standar yang ditetapkan. Penggunaan teknik skor dan bobot dapat membantu proses analisis dari kinerja menjadi kuantifikasi yang tepat dan obyektif.

Penetapan indikator itu sendiri akan menjadi kunci sukses dalam keberlanjutan strategi pengembangan sumber daya manusia. Ukuran obyektif seperti KPI akan menjadi penting mengingat

Melihat kepentingannya, sangatlah penting bagi suatu unit usaha manajemen retail memastikan bahwa pengelolaan KPI itu akan menjadi sangat strategis dan penting bagi organisasi. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pentingnya Kompetensi SDM dalam Aplikasi Standard Operating

Beberapa perusahaan banyak mengalami kesulitan ketika melakukan proses implementasi SOP. Salah satu penyebab penting yang menimbulkan sulitnya penerapan Standard Operating Procedure adalah sumber daya manusia.

Sumber daya manusia adalah penggerak dari bagaimana suatu sistem tersebut dijalankan. Secara mutlak, perusahaan juga harus memastikan adanya pemenuhan kompetensi dari sumber daya manusia. Aspek kompetensi yang dibutuhkan dalam persyaratan implementasi Standard Operating Procedure adalah:

(1) Faktor kompetensi teknis
Kemampuan individu SDM dalam menjalankan faktor teknis dapat mendukung implementasi sistem secara efektif dan efisien. Bagaimana perusahaan melihat bahwa suatu pekerjaan dapat dijalankan secara maksimal, tentunya dengan memastikan faktor teknis, yang berupa pengalaman, latar belakang pendidikan ataupun ketrampilan.

(2) Faktor kompetensi kepemimpinan
Faktor ini menjadi penting untuk memastikan bahwa karyawan yang dimaksud bekerja dalam tanggung jawab yang diembankan oleh individu tersebut dalam ruang lingkup kerjanya.

(3) Faktor kompetensi budaya perusahaan
Menjadi suatu nilai penting untuk mengoptimalkan kapasitas dan kompetensi individu yang ada dalam organisasi.

Pengembangan SDM adalah salah satu strategi penting organisasi agar SOP (Standard Operating Procedure) untuk terimplementasikan dengan baik. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengembangkan organisasi Anda. (amarylliap@gmail.com)

Pelatihan Penyusunan Budget

Dalam menjalankan proses operasional, tentunya perusahaan membutuhkan adanya budget yang menjadi acuan dari pelaksanaan proses operasional yang dijalankan di lapangan.

Untuk dapat menyusun budget secara baik dan tepat, perusahaan harus memahami konsep-konsep dasar dari penyusunan budget. Adapun kegiatan dan pelatihan yang dijalankan akan dilakukan dengan satu hari pelatihan.

Dimana dalam pelatihan yang dimaksud, peserta akan mendapatkan manfaat yaitu:
(1) Memahami variabel-variabel biaya dalam perusahaan
(2) Melakukan proses penyusunan parameter budget
(3) Analisis dan pengamatan terkait dengan pengendalian biaya dari proses operasional
(4) Menyusun budget operasional
(5) Pembuatan format-format pelaporan operasional yang dibutuhkan untuk penetapan budget

Pertumbuhan bisnis usaha Anda, akan sangat terbantu apabila disertai dengan perencanaan yang baik. Pastikan Anda lakukan proses penetapan referensi eksternal yang dibutuhkan dalam manajemen operasional perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Bagaimana Menyusun Standard Operating Procedure untuk Manufacturing?

Adalah suatu hal yang penting dan strategis bagi setiap perusahaan dalam memiliki sistem yang reliable dan efektif. Begitupula pada sektor manufacturing, dimana tingkat kebutuhan dan kepentingan untuk menyusun Standard Operating Procedure adalah hal yang sangat penting untuk dijalankan.

Lalu bagaimana langkah-langkah yang harus dilakukan dalam menyusun SOP khusus untuk sektor industri dan manufacturing:

(1) Lakukan proses pembelajaran alir proses produksi
Hal yang terpenting yang dapat dijalankan untuk melakukan proses penyusunan SOP adalah menetapkan alir proses dalam kegiatan produksi. Pelajari karakter operasional dari proses produksi yang dijalankan untuk kemudian memastikan bagaimana tahapan proses produksi dijalankan.

(2) Lakukan proses identifikasi terhadap business process
Pelajari proses operasional secara menyeluruh, termasuk di dalamnya adalah tata cara penjualan yang dijalankan dalam proses operasional produksi. Untuk kemudian mendapatkan ketetapan operasional proses untuk kemudian menetapkan SOP yang akan dibentuk.

(3) Pemahaman metodologi perencanaan produksi
Di dalam kegiatan produksi, adalah sangat penting untuk menetapkan perencanaan dalam proses produksi. Pembentukan PPIC (Production Planning dan Inventory Control) adalah sangat penting untuk memastikan bagaimana suatu proses produksi akan dijalankan secara tepat dan akurat.

(4) Proses penyusunan laporan produksi
Bagaimana tata cara dan mekanisme laporan produksi dijalankan, untuk memastikan bahwa laporan produksi tersebut itu akurat maka harus dipastikan adanya sistem verifikasi yang tepat dan optimal.

(5) Kaitan dengan Budget Operasional
Penyusunan SOP yang tepat dapat kemudian memastikan bahwa operasional perusahaan dapat dipastikan terukur dan terencana secara optimal dan akurat. Kembangkan format dan pengukuran-pengukuran yang tepat agar budget operasional perusahaan Anda dapat dikendalikan secara tepat dan maksimal.

Menarik untuk dicermati bagaimana suatu perencanaan operasional dapat dikendalikan secara tepat dan maksimal. Lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat dan optimal untuk memperbaiki sistem manajemen perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)