Cermat dalam Memilih Supplier Kemasan Untuk Industri Pangan

Bagi industri pangan, kemasan adalah suatu hal penting sebagai proses perlindungan terhadap makanan/ produk itu sendiri. Bahkan di beberapa produk pangan yang terkait erat dengan bisnis retail, kemasan adalah komponen utama dan termahal dalam penetapan komposisi nilai jual produk itu sendiri.

Melihat faktor strategisnya, banyak industri kemasan berlomba-lomba mengembangkan investasi dan produk untuk memasok produk pengemas. Karena nilai kebutuhan nya adalah sangat tinggi, belum lagi apabila berbicara untuk aspek pengembangan dalam bidang food service seperti jasa katering dan restauran.

Apabila Anda adalah pelaku dalam industri pangan, ada baiknya perusahaan Anda melakukan proses evaluasi terhadap pemasok produk kemasan dalam industri Anda. Terdapat faktor-faktor penting yang harus diperhatikan terkait dengan penetapan supplier untuk produk kemasan tersebut.

(1) Informasi Mengenai Komposisi Bahan Kimia dan Material Penyusun Komposisi Kemasan, dimana harus dipastikan bahwa komponen produksi dari kemasan tersebut sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan dalam Codex ataupun US FDA. Pastikan status bahan baku dilakukan sesuai dengan standar persyaratan karakteristik allergent dan non allergent.

(2) Pemastian operasional perusahaan

Melakukan proses pengendalian operasional yang terkait dengan status penggunaan bahan baku dan tata cara proses yang ditetapkan dalam perusahaan. Dimana perusahaan harus memastikan bahwa proses produksi dijalankan dengan menggunakan bahan baku yang sesuai dengan standar persyaratan, yaitu diproduksi dengan menggunakan bahan baku yang tepat guna dan bukan berasal dari hasil daur ulang benda berbahaya.

(3) Sistem Operational Perusahaan

Melakukan proses pemeriksaan untuk memastikan adanya program sertifikasi manajemen keamanan pangan pada industri pemasok material kemasan Anda. Pastikan pemasok Anda sudah menggunakan standar sistem HACCP, ISO 22000, brc ataupun FSSC untuk memastikan bahwa proses operasional dijalankan sesuai dengan standar persyaratan.

Untuk lebih mengoptimalkan pelaksanaan manajemen keamanan pangan di perusahaan Anda, lakukan penetapan referensi eksternal yang tepat untuk memastikan bahwa produk Anda terjamin dalam sistem yang efektif dan tepat guna. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pengembangan Unit SDM Sebagai Penggerak Organisasi

Bagaimana suatu perusahaan dapat berkembang dengan baik? Banyak perusahaan gagal untuk mentransformasikan perkembangan sehingga perkembangan akhirnya menjadi beban yang tidak ada habisnya bagi perusahaan, di lain pihak adanya sistem baru dengan nilai investasi yang cukup tinggi namun gagal untuk dapat mengoptimalkan dan meningkatkan peranan strategisnya dalam bisnis.
logos061000112

Lalu bagaimana cara yang tepat dan optimal untuk meningkatkan nilai sistem yang sudah Anda miliki. Salah satu metode yang paling tepat adalah dengan meningkatkan potensi leadership di dalam unit usaha Anda. Leader merupakan salah satu pembawa perubahan yang kuat untuk memastikan perubahan dijalankan secara tepat dalam bisnis. Memperkuat aspek leadership di dalam elemen perusahaan Anda adalah seperti memperkuat multilevel point yang ada dalam setiap titik strategis dalam usaha Anda. Bagaimana membuat pola pikir dari karyawan adalah berprinsip pada ownership yang kuat, dimana karyawan Anda sendiri dapat menjadi bagian terpenting dari agen perubahan dalam organisaasi/perusahaan Anda.

Pengembangan konsep leadership pada setiap lini ini, membutuhkan bantuan yang kuat dari unit kerja SDM untuk dapat lebih meningkatkan lagi nilai strategisnya. Unit kerja SDM di perusahaan Anda harus lebih dikembangkan untuk tidak hanya menjadi penggerak sistem secara administrasi kepersonaliaan saja, tapi juga sebagai bagian dari bagaimana teknik implementasi kepemimpinan dijalankan dalam unit usaha Anda melalui dengan sistem rekruitmen, pelatihan serta penilaian karyawan. Adalah hal yang penting dan positif bagi unit usaha Anda untuk dapat lebih mengoptimalkan pengembangan dan strategi tersebut untuk perpanjangan bisnis yang lebih kuat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Penyusunan Sistem Kompensasi dalam Manajemen Retail

Dalam kondisi saat ini, adalah hal yang sangat penting bagi perusahaan untuk mengedepankan pola manajemen yang tepat dan efektif. Permasalahan penetapan sistem kompensasi dijalankan dalam pola yang tepat dan harus terkait erat dengan aspek produktifitas itu sendiri. Khususnya dalam manajemen retail, pengembangan pola renumerasi harus sangat dipertimbangkan khususnya apabila manajemen retail dari usaha tersebut sangat terkait erat dengan faktor jumlah karyawan yang cukup banyak.

Proses penyusunan renumerasi harus mempertimbangkan hal berikut:
(1) Lakukan proses pengukuran beban kerja
Lakukan evaluasi yang terkait dengan operasional proses yang dijalankan dalam unit usaha Anda. Bagaimana melakukan penempatan terhadap individu tersebut, ataukah dalam proses yang dimaksud membutuhkan suatu kondisi spesialistik atau dengan kondisi multitasking. Ukur waktu pekerjaan tersebut dijalankan.

(2) Identifikasi kompetensi pekerjaan yang dimaksud
Apakah suatu peningkatan kompetensi akan meningkatkan prestasi pekerjaan yang dimaksud ataukah pekerjaan tersebut tidak berubah dengan kondisi waktu dilakukannya proses pembelajaran. Ketika perubahan tersebut tidak muncul, mungkin harus dipertimbangkan perluasan ruang lingkup pekerjaan atau penggunaan aspek teknologi untuk lebih mempercepat dan mengoptimalkan suatu proses pekerjaan.

(3) Periksa adanya nilai pelanggan/ pelayanan
Lakukan proses analisis untuk melakukan proses pemeriksaan apakah dalam tahapan proses yang dimaksudkan tersebut ada nilai pelanggan/pelayanan yang dapat dikembangkan secara lebih optimal agar meningkatkan status penjualan usaha Anda.
Dengan penambahan nilai ini, maka aspek insentif terhadap kompensasi dapat dioptimalkan untuk meningkatkan kapasitas produktifitas dari pelanggan Anda.

Lakukan proses optimalisasi sistem Anda secara tepat, kekuatan sumber daya manusia adalah hal kritikal yang membutuhkan suatu penanganan yang tepat agar seiring dengan perluasan dan peningkatan penjualan unit usaha retail Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Langkah dalam Menyusun SOP Manajemen Retail

Apakah perusahaan Anda adalah perusahaan yang bergerak dalam manajemen retail? Sudahkan perusahaan Anda memiliki SOP (Standard Operating Procedure) yang tepat untuk mengakomodasi proses aplikasi dari manajemen retail di unit usaha Anda?

Sangat salah, apabila dalam proses usaha Anda, Anda lupa dalam melakukan proses penyusunan SOP. Pihak manajemen akan terjebak ke dalam proses kerja yang bermasalah secara berulang, dimana perusahaan lupa kalau unit usaha yang dijalankannua membutuhkan konsistensi yang tepat untuk dapat mengoptimalkan proses operasional dari unit usaha manajemen retail yang dimaksudkan tersebut.

Lalu bagaimana langkah yang tepat bagi perusahaan ketika akan melakukan proses penyusunan SOP untuk usaha manajemen retail.

(1) Kenali Produk Anda dan Konsumen Anda
Salah satu langkah awal yang perlu untuk dijalankan dalam penyusunan SOP adalah proses untuk menyusun business process. Dalam melakukan proses penyusunan business process, perusahaan harus memperhatikan bahwa tahapan ini harus dilakukan dengan mengikuti flow/ alir pelanggan. Bagaimana karakteristik pelanggan ketika memasuki outlet serta bagaimana proses pembelian dijalankan. Proses ini kemudian dideskripsikan ke dalam suatu bentuk alir proses yang kemudian didetailkan dalam suatu bentuk business process.
Pemahaman mengenai produk sangat penting terkait dengan proses urgensi dari suatu proses dijalankan untuk memastikan bagaimana proses penampilan visual dijalankan dalam mengembangkan bagaimana produk itu sendiri dapat dikenali oleh konsumen Anda. Unsur kepuasan pelanggan dan penanganan keluhan pelanggan juga menjadi proses yang penting.

(2) Kenali supplier Anda
Outlet retail sebernarnya adalah perpanjangan sistem supply chain supplier Anda. Dimana diharapkan dengan menggunakan outlet Anda, supplier dapat mengoptimalkan penetrasi pasar mereka langsung kepada end user (pelanggan akhir). Menjadi tantangan yang sangat penting bagi perusahaan untuk dapat mengoptimalkan fungsi outlet tersebut ke dalam suatu bentuk kerjasama dan proses yang tepat. Namun di lain pihak apabila usaha Anda mengalami kesalahan dalam melakukan proses pemilihan supplier maka permasalahan yang muncul adalah (a) produk tersebut tidak terjual secara maksimal (b) Usaha Anda tertekan untuk menjalankan proses pengadaan secara tunai (c) kualitas dan merk Anda tidak terjaga. Kehati-hatian dan ketelitian dalam memilih produk serta supplier menjadi suatu strategi penting dalam menyusun SOP di perusahaan Anda.

(3) Sistem Supply Chain
Proses inventory adalah suatu aspek kritikal dalam manajemen retail. Pemastian bahwa inventory tersebut sesuai dan didukung oleh sistem pencatatan yang terupdate (terbarukan) adalah hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Bagaimana proses aplikasi supply chain dijalankan dalam perusahaan hal tersebut adalah bagian yang sangat penting terkait dengan ketertiban administrasi. Evaluasi harus dilakukan berkelanjutan dengan menggunakan data yang obyektif, perbaikan harus dijalankan secara terus-menerus. Dengan data ini, Anda dapat melakukan proses analisis untuk dapat melihat kapan waktu yang tepat untuk melakukan program promosi terkait dengan usaha menurunkan nilai stock dan meningkatkan penjualan.

(4) Pelatihan Sumber Daya Manusia
Sumber Daya Manusia adalah kunci utama dan strategis dalam proses pengembangan usaha manajemen retail. Keberhasilan dari Anda melakukan proses seleksi dan pengembangan juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan motivasi dan lingkungan positif bagi pelanggan ketika masuk ke outlet. Tetapkan sistem insentif yang tepat dan optimal terkait dengan proses pengembangan sumber daya manusia di dalam unit kerja Usaha Anda.

Apabila Anda bingung dengan tahapan proses tersebut, lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat disertai dengan mengikuti program-program pelatihan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

5 Kesalahan Terbesar dalam Menyusun Renumerasi

Setiap perusahaan, memiliki banyak permasalahan yang terkait dengan penetapan renumerasi. Kemudian perusahaan mulai untuk berpikir apakah penghasilan yang ditetapkan tersebut memiliki jumlahnya yang kecil untuk karyawan atau penghasilan yang ditetapkan terlalu besar. Banyak perusahaan mengalami kesulitan ketika dilakukan proses penyusunan standar gaji dari perusahaan. Kesulitan itu sendiri lebih banyak disebabkan oleh kesalahan awal ketika melakukan proses penetapan gaji.

(a) Kesalahan Pertama: Menetapkan tanpa melakukan penyusunan job grade
Sebaiknya sebelum melakukan proses penetapan renumerasi, perusahaan sebaiknya melakukan proses penyusunan evaluasi jabatan untuk melakukan pemetaan kompetensi dalam suatu jabatan tersebut, seiring dengan karakteristik lainnya yang menyertai pekerjaan tersebut. Setelah itu, lakukan penetapan job grade untuk kemudian melakukan proses pemetaan terkait dengan sistem renumerasi dari pekerjaan tersebut.

(b) Kesalahan Kedua: Mekanisme sistem benefit yang belum disempurnakan
Banyak perusahaan melupakan aspek benefit sebagai pelengkap renumerasi, akibatnya perusahaan terjebak dengan adanya beban ganda biaya yaitu berupa penghasilan dan benefit. Ada baiknya ketika akan melakukan proses penetapan biaya tersebut, perusahaan mengoptimalkan aspek benefit yang menyertai penghasilan agar hasilnya menjadi lebih optimal.

(c) Kesalahan ketiga: Penetapan renumerasi tanpai melihat aspek produktivitas
Perusahaan yang hanya menetapkan gaji tetap pada pekerja akan terbelit masalah yaitu lemahnya produktivitas. Hal ini disebabkan karena aspek keadilan tidak muncul pada karyawan yang bersangkutan, dimana personel yang produktif dan tidak produktif memiliki nilai penghasilan yang sama, lalu untuk apa menjadi lebih produktif?

(e) Kesalahaan keempat: Tidak menetapkan suatu penilaian obyektif terhadap kinerja
Apabila perusahaan menerapkan mekanisme untuk selalu meningkatkan penghasilan karyawan dalam kurun waktu tertentu, ada baiknya perusahaan memastikan terlebih dahulu adanya kinerja obyektif yang tepat bagi pengukuran kinerja tersebut. Dengan pengukuran yang tepat dan obyektif maka peningkatan penghasilan dijalankan melalui suatu ukuran yang obyektif, bukan hanya disebabkan oleh nilai subyektif.

(f) Kesalahan kelima: kesalahan dalam mengukur analisis beban kerja
Banyak perusahaan yang mengeluhkan bahwa karyawan tidak produktif dan perusahaan tersebut terbebani dengan kewajiban membayar gaji yang tinggi. Hal ini bisa saja terjadi karena perusahaan tidak menjalankan suatu analisis beban kerja yang tepat sehingga jumlah karyawan dalam perusahaan tersebut berlebih dan mengakibatkan beban kerja operasional perusahaan itu sendiri.

Lakukan proses perbaikan renumerasi dalam perusahaan Anda secara tepat dan maksimal. Proses renumerasi yang efektif dapat mengoptimalkan kinerja perusahaan dan karyawan secara lebih positif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Optimalisasikan Manajemen Retail dari Usaha Anda

Banyak pengusaha tertarik untuk memasuki dunia manajemen retail. Di Indonesia? Kesempatan yang tidak terbatas serta adanya pengembangan populasi dan luasan daerah memberikan banyak peluang bagi investor untuk mengembangkan bisnis manajemen retail. Apakah Anda juga berminat untuk mencoba usaha manajemen retail ini?

Dalam dunia retail, terdapat 5 (lima) faktor yang dapat dijalankan untuk dapat mengedepankan suatu strategi penting dan menguntungkan.

Pertama, lokasi. Penempatan lokasi adalah hal terpenting yang seharusnya menjadi nilai jual pertama dalam memastikan usaha Anda dapat berkembang. Lokasi yang tepat, komunitas di area tersebut serta prilaku dari masyarakat sekitar adalah parameter penting yang harus dilakukan proses riset terlebih dahulu sebelum investasi retail dijalankan di area tersebut.

Kedua, produk dan desain display. Kebutuhan strategis ini terkait dengan merchandiser dan visual merchandiser. Penetapan jenis produk yang akan dibeli harus disesuaikan dengan kebutuhan dari konsumen dan proses penetapan display terkait dengan penetapan lay out produk yang dijalankan dalam konsep retail yang dimaksud.

Ketiga, penetapan strategi promosi. Bagaimana promosi dapat menstimulus proses pembelian. Pengaktifan faktor emosi dari pelanggan menjadi suatu bentuk strategi penting dalam proses peningkatan penjualan. Termasuk memastikan tidak adanya dead stock ataupun slow moving dari program penjualan yang dimaksudkan tersebut.

Keempat, sistem manajemen. Fungsi retail memaksa Anda untuk mengoptimalkan nilai transaksi dan jumlah outlet yang ditetapkan display untuk menetapkan proses opetimalisasi terkait dengan penetapan sistem yang dimaksud. Dimana fungsi operasional tersebut dijalankan berdasarkan konsep strategis yang kuat dengan teknologi informasi. Dalam manajemen retail faktor teknologi informasi adalah suatu persyaratan yang penting untuk manajemen operasional strategis terkait dengan sistem manajemen yang dimaksudkan tersebut.

Kelima, proses pengembangan sumber daya manusia. Dimana dalam proses operasional retail, pelayanan adalah hal yang penting. Keramahan, tata bahasa dan gesture tubuh menjadi nilai utama yang membuat pelanggan dapat kembali ke outlet Anda.

Bagaimana? Apakah Anda berkeinginan untuk mengembangkan manajemen retail dari usaha Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengoptimalkan bisnis Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Slow Down Time? Change Time?

Perusahaan Anda sekarang sedang dalam kondisi menurun, baik dalam penjualan maupun aktivitas rutinnya? Saat seperti ini adalah saat yang tepat untuk memastikan adanya perbaikan dan pengembangan manajemen organisasi dari perusahaan. Langkah apa yang perusahaan harus jalankan?

(1) Pengembangan investasi terhadap sumber daya manusia
Dalam masa sepinya aktivitas dalam perusahaan, manajemen dapat menginvestasikan sebagian besar waktunya untuk mengoptimalkan manajemen pelatihan kepada karyawannya. Lakukan proses evaluasi untuk melihat sampai sejauhmana karyawan Anda memenuhi standar kompetensi yang dipersyaratkan. Juga memastikan bagaimana pelatihan dapat dijalankan untuk dapat menghasilkan suatu pemenuhan persyaratan optimal sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan.

(2) Perbaikan sistem kerja
Dalam proses slow down ini perusahaan dapat mereview kembali SOP yang telah digunakan, dimana di dalamnya adalah memastikan bahwa SOP itu sudah sesuai dengan business process yang akan dikembangkan oleh perusahaan atau yang paling tepat dalam perusahaan. Tim organisasi diminta untuk melakukan analisis dan mengoptimalkan proses perbaikan kinerja organisasi. Penyusunan ulang SOP dan KPI dapat menjadi langkah strategi perusahaan untuk dapat terus mengoptimalkan sistem perusahaan agar target perusahaan tercapai dengan baik.

Slow down bukan hanya dirasakan oleh sebagaian kecil perusahaan, seluruh perusahaan juga mengalami kondisi ini. Langkah strategis harus dilakukan oleh perusahaan yaitu dengan meningkatkan efektifitas dan memastikan bisnis yang dijalankan adalah efisien. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)