Cost Reduction dalam Sistem Manajemen Operasional

Banyak perusahaan menggunakan Sistem baik SOP maupun sertifikasi ISO 9001 hanya dipergunakan untuk memastikan status compliance (kepatuhan), padahal dalam sistem perbaikannya, SOP dan ISO 9001 dapat dipergunakan sebagai alat untuk program efisiensi perusahaan.

Salah satu program efisiensi yang sangat penting menjadi perhatian perusahaan adalah penerapan Cost Reduction melalui Sistem Manajemen Mutu. Lalu bagaimana proses penerapan program cost reduction bisa dijalankan melalui sistem manajemen mutu.

(1) Penetapan Sasaran Mutu yang Terukur dari Cost

Dalam menetapkan sasaran mutu, perusahaan tidak hanya melihat pada dampak pelanggan saja, penyusunan sasaran-sasaran yang terkait dengan indikator biaya juga menjadi bagian dan nilai yang penting dalam menetapkan sasaran mutu tersebut. Pengembangan arti Quality Cost sebagai bagian dari program prevention loss dalam proses pelaksanaan sistem menjadi strategi dan bagian penting.

(2) Penetapan Strategi Manajemen Resiko

Penetapan dan pengelolaan manajemen resiko adalah penting untuk menjadi perhatia penting dalam penerapan strategi cost reduction. Dimana program atas orientasi cost dimunculkan sebagai suatu tindakan yang dijalankan untuk meminimalkan resiko yang muncul dan menyebabkan dampak kemunculan resiko dalam perusahaan.

(3) Pengembangan Sistem yang Terukur dari Issue Perusahaan

Dalam ISO 9001:2015, penyusunan sistem dijalankan melalui issue yang ada dalam perusahaan. Issue-issue tersebut bernilai biaya yang kemudian dilakukan proses antisipasi melalui proses penyusunan sistem.

Alangkah baiknya bagi perusahaan untuk dapat mengembangkan sistem dengan mempertimbangkan faktor efisiensi perusahaan.  Sehingga strategi bisnis dan perbaikan dapat secara optimal terukur. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk melakukan proses pengembangan sistem perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Panduan Manajemen Supply Chain pada Bisnis Retail

Dalam industri bisnis retail, pengembangan supply chain adalah bagian penting yang menjadi kunci keberhasilan pengembangan usaha. Aspek integrasi dalam pengelolaan usaha dari pemasok sampai dengan pelanggan membutuhkan sistem yang kuat dan sinergis. Keterpaduan antara pasokan material, proses distribusi dan pengembangan penjualan adalah proses penting yang dikelola oleh bisnis retail.

Dalam menyusun sistem, terdapat beberapa hal yang perlu untuk diperhatikan oleh bisnis retail.

(1) Pengelolaan Pemasok

Dalam bisnis retail, pemasok menentukan keberhasilan marketing.  Bagaimana perusahaan melakukan seleksi dan penetapan kerjasama merupakan dasar pembentukan sistem.  Dasar seleksi atas pemasok dibakukan menjadi tiga kelompok utama, yaitu produk dengan sifat best seller brand, produk umum serta produk unik.  Proses kerjasama antara produsen dengan pemasok dapat dilakukan melalui program kerjasama produksi (markloan), kerjasama penjualan (konsinyasi) serta sistem penjualan terputus.

(2) Pengelolaan Distribusi

Sistem pengelolaan distribusi dapat dilakukan perusahaan dengan cara melakukan program pengelolaan atas kegiatan distribusi tersebut. Perusahaan harus memastikan bagaimana program distribusi akan dijalankan, dengan menggunakan pihak ketiga atau dengan pengelolaan terpadu. Dalam kegiatan pengelolaan terpadu perusahaan memastikan sistem pergudangan dan distribusi dijalankan dengan baik dan tepat.

(3) Pengelolaan Atas Penjualan

Bagaimana perusahaan memastikan penjualan dijalankan secara tepat dan seimbang dengan rasio gudang.  Pengembangan program pemasaran dilakukan untuk memastikan likuiditas dan biaya inventory terpenuhi dengan tepat dan maksimal. Perhitungan atas biaya inventory sebaiknya diperhitungan ke dalam program pemasaran termasuk penurunan atas nilai asset inventory barang yang tersimpan itu sendiri.

Bagaimana dengan pengembangan supply chain management di perusahaan Anda? Pastikan perusahaan menjalankan program supply chain management yang tepat dan efektif dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

5 Pertanyaan Terbesar dalam Mengembangkan Sistem Manajemen Retail

Apakah saat ini, perusahaan Anda bergerak dalam bidang usaha retail? Atau mungkin saat ini Anda tertarik untuk mengembangkan usaha retail. Ada baiknya perusahaan mengkaji tingkat kelayakan dari jenis usaha retail yang akan dikembangkan tersebut.

(1) Pertanyaan Pertama: Produk
Pada saat ini, sangat banyak ditemukan alternatif dan pilihan dalam mengembangkan manajemen retail. Dimana konsep produk yang dimunculkan adalah bernilai strategis dan unik dalam penjualannya. Strategis dimana produk yang akan dikembangkan adalah produk yang memiliki tingkat kebutuhan yang tinggi bukan hanya meniru dari konsep-konsep produk retail lainnya.

(2) Pertanyaan Kedua: Pasar

Bagaimana usaha Anda membidik pasar.  Penetapan atas segementasi pasar menjadi bagian yang penting tentang metode yang paling strategis terkait dengan program pemasaran yang dilakukan.  Perusahaan harus dapat memastikan bahwa pemastian proses pemasaran dijalankan secara efektif sehingga proses pemasangan produk ke dalam pasar dapat berjalan secara tepat dan efektif.

(3) Pertanyaan Ketiga: Harga

Penetapan atas harga yang dijalankan oleh perusahaan harus dapat menjangkau kebutuhan dari pasar.  Selain atas urgensi kebutuhan terhadap produk, harga juga menjadi stimulus yang kuat untuk memastikan harga produk sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan.

(4) Pertanyaan Keempat: Sistem Manajemen Retail

Pemastian atas sistem manajemen retail dijalankan sesuai dengan standar persyaratan.  Dimana perusahaan harus dapat memastikan bahwa sistem yang dipergunakan adalah tepat dan dapat mendukung pengelolaan Sistem Manajemen Retail secara tepat dan efektif. Penggunaan sistem IT ataupun sistem manajemen retailnya dapat dipertimbangkan untuk memastikan bahwa manajemen retail dapat dijalankan secara tepat. Salah satu sistem yang tepat dalam manajemen retail adalah sistem pergudangan dan supply chain.  Perusahaan harus dapat memastikan pengelolaan atas item produk dan keberlangsungan atas stock dijalankan sesuai dengan kebutuhan pasar.

(5) Pertanyaan Kelima: Program Pemasaran

Produk retail adalah produk yang umum tersedia. Perusahaan tidak dapat memastikan bahwa produk dapat menjual dirinya sendiri secara mudah.  Produk membutuhkan intervensi-intervensi pemasaran untuk memastikan bahwa program pemasaran dijalankan dengan optimal sehingga sasaran penjualan tercapai. Peramalan penjualan serta program peningkatan penjualan adalah bagian penting yang terkait dengan program pemasaran.

Manajemen retail adalah manajemen operasional yang membutuhkan suatu dukungan sistem yang tepat.  Desain manajemen retail Anda secara tepat, sehingga tidak terjadi penyimpangan dalam kegiatan operasional yang dilakukan oleh perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

 

Manajemen Pengelolaan SDM (Sumber Daya Manusia) dalam Bidang Usaha Jasa

Berbeda dibandingkan dengan dunia usaha yang bergerak di bidang manufacturing.  Pengembangan sektor jasa memiliki tingkat ketergantungan yang tinggi dengan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia).  Dalam beberapa hal, proses pengelolaan manajemen SDM (Sumber Daya Manusia) yang dilakukan berbeda dengan proses pengelolaan manajemen SDM (Sumber Daya Manusia) dalam bidang Manufacturing.

Adapun proses pengelolaan manajemen SDM (Sumber Daya Manusia) tersebut dijalankan dengan melalui beberapa program/ tahapan.

(1) Penetapan Nilai-nilai Perusahaan

Berbeda dibandingkan dengan manufacturing, dalam sektor jasa, karyawan adalah asset penting.  Karyawan adalah perwakilan perusahaan ketika berhadapan dengan pelanggan. Pemastian terkait dengan nilai-nilai tersebut harus tertanam dengan kuat pada diri karyawan.  Nilai selain menjadi dasar dari seluruh prilaku SDM ketika berada di perusahaan, nilai juga dapat menjadi pemersatu perusahaan ketika mengembangkan sistem operasional yang dijalankan.

(2) Pengelolaan kompetensi

Seluruh tantangan dalam perusahaan harus dipetakan untuk kemudian ditetapkan jenis karakteristik yang berhubungan dengan sistem pengelolaan kompetensi tersebut.  Dalam beberapa hal, proses pengelolaan kompetensi dilakukan dengan melakukan proses identifikasi kompetensi, pelatihan/ pengembangan kompetensi serta program pengujian kompetensi.  Aspek kompetensi ada baiknya untuk divalidasi untuk memastikan bahwa proses penetapan kompetensi sesuai dengan manajemen pengelolaan atas resiko usaha.

(3) Pengelolaan Sistem Renumerasi

Dalam industri jasa, penetapan sistem renumerasi adalah menjadi penting.  Pertimbangan yang ditetapkan tidak hanya berdasarkan kepada nilai pasar, aspek produktifitas, resiko maupun komitmen atas loyalitas menjadi nilai yang penting dalam melakukan proses pengelolaan sistem renumerasi dalam perusahaan.

Bagaimana dengan proses pengelolaan manajemen SDM dalam perusahaan Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengembangkan sistem manajemen SDM dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Efektifitas Strategi Penerapan Resiko dalam SOP

Salah satu tujuan perusahaan untuk menjalankan resiko adalah memastikan bahwa resiko yang dimiliki perusahaan dapat terkelola secara cermat dan efektif.  Dalam proses pembuatan SOP, perusahaan mengharapkan SOP tersebut dapat dipergunakan untuk membantu mengurangi resiko dalam business process perusahaan.

Lalu bagaimana, perusahaan memastikan bahwa SOP yang disusun tersebut dapat memberikan manfaat maksimal dalam proses pengelolaan resiko.

Langkah Pertama: Melakukan Evaluasi Pencapaian Tujuan dari SOP

Penyusunan SOP itu sendiri harus dipastikan tepat waktu dan tepat sasaran.  Proses evaluasi terkait dengan pencapaian tujuan dijalankan dengan melakukan proses pengukuran atas penerapan dan implementasi dari SOP.  Memastikan bahwa tujuan SOP tersebut tercapai dengan melakukan proses pengukuran atas dampak yang terkuantifikasi.

Langkah Kedua: Melakukan Proses Pengukuran Dampak

Perusahaan dapat melakukan proses pengukuran atas dampak resiko yang muncul akibat SOP tidak dijalankan ataupun dijalankannya SOP tersebut. Dampak negatif menunjukkan bahwa SOP tersebut harus melalui proses kajian lebih lanjut untuk melihat dampaknya terhadap pengendalian resiko.

Langkah Ketiga: Mempelajari Resiko yang Muncul

Adalah penting bagi perusahaan, untuk dapat mempelajari setiap resiko yang muncul.  Adalah penting bagi organisasi untuk dapat menyusun sistem efektif untuk melakukan proses pengurangan atas resiko yang muncul.

Bagaimana kekuatan SOP dalam perusahaan Anda. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam proses pengelolaan resiko perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

5 Tantangan Pengembangan Manajemen SDM dalam Perusahaan

Perusahaan memiliki suatu kompleksitas permasalahan yang kadangkala tidak dapat diprediksi dan diukur secara akurat.  Dalam banyak waktu dan pengalaman, tantangan perusahaan banyak terjawab oleh kekuatan manajemen sumber daya manusia yang ada dalam perusahaan.  Perusahaan-perusahaan besar melihat bahwa investasi sumber daya manusia adalah hal serius yang sangat perlu ditangani dengan baik agar setiap permasalahan dan tantangan yang ada baik secara internal maupun eksternal dapat terjawab dengan baik.

Ada baiknya, kita menelaah tantangan-tantangan apa saja yang perlu sangat dipertimbangkan oleh manajemen perusahaan dalam mengembangkan strategi sumber daya manusia yang tepat dan efektif dalam perusahaan.

 

Tantangan Pertama: Produktifitas Tenaga Kerja

Memastikan konsistensi atas produktifitas adalah tantangan terbesar bagi perusahaan.  Pendekatan pengukuran terhadap nilai produktifitas sendiri menjadi dasar penting dalam pengembangan dan pengelolaan organisasi.

Tantangan Kedua: Employee Engangement

Menetapkan azaz keterikatan antara tenaga kerja dengan perusahaan juga menjadi suatu kekuatan yang dapat membangun perusahaan.  Memastikan atas ukuran dari employee engagement serta metode dan tata cara terkait dengan program engagement yang ditetapkan dalam perusahaan.

Tantangan Ketiga: Biaya investasi SDM

Proses investasi atas Sumber Daya Manusia itu sendiri menjadi tantangan yang penting dan strategis dalam organisasi.  Bagaimana mengembangkan program pengembangan SDM menjadi suatu proses investasi yang menguntungkan.

Tantangan Keempat: Peraturan dan Regulasi

Faktor-faktor eksternal yang dapat menjadi tantangan adalah penetapan terhadap persyaratan terkait dengan pengupahan ataupun persyaratan atas penetapan peraturan lainnya yang terkait dengan sistem perburuhan.  Ketidakparalelan atas dampak regulasi dengan nilai produktifitas menjadi suatu hal yang perlu dipertimbangkan oleh perusahaan.

Tantangan Kelima: Perkembangan Usaha

Dalam sisi manajemen SDM, proses perkembangan usaha terkadang memakan waktu yang lebih cepat dan signifikan dibandingkan dengan status perkembangan kompetensi.

Ada baiknya perusahaan memperhatikan tantangan-tantangan yang dipersyaratkan dalam perusahaan. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam proses pengembangan perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

 

Menyusun Standard Operating Procedure dengan Pendekatan RCA

Banyak perusahaan mengalami kesulitan ketika harus menetapkan sistem operasional di dalam perusahaannya. Salah satu permasalah yang seringkali muncul adalah proses mengidentifikasi tahapan proses yang akan disusunkan SOP (Standard Operating Procedure). Dikarenakan kesalahan terhadap proses penyusunan SOP.

Lalu bagaimana proses penyusunan SOP yang tepat dan efektif dalam perusahaan. Salah satu pendekatan yang dampak memberikan efek signifikan terhadap dampak SOP adalah proses pemastian bahwa SOP tersebut dapat memberikan manfaat signifikan terhadap sistem menajamen operasional perusahaan.

Pendekatan RCA (Root Cause Analysis) dapat dilakukan dengan menjalankan tahapan sebagai berikut:

(1) Pendekatan Atas Proses

Root Cause Analysis melakukan analisis terhadap aspek paling penting dalam proses operasional. Inti penggerak atas keutuhan proses tergambar dalam pola pendekatan awal penyusunan sistem.

(2) Pendekatan Atas Organisasi

Salah satu penetapan penyusunan sistm adalah melakukan analisis kapabilitas serta kapasitas dari organisasi itu sendiri. Organisasi ditargetkan untuk dapat mengembangkan secara maksimal sesuai dengan formulasi ideal proses dalam organisasi secara utuh.

(3) Pendekatan Atas Target/ Hasil

Organisasi melakukan proses identifikasi terkait atas target/ hasil kerja yang dipersyaratkan. Melakukan proses penetapan dan rekayasa proses yang efektif agar target tercapai.

Dengan pendekatan RCA, diharapka organisasi/ prusahaan dapat menyusun SOP secara tepat dan efektif. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam proses penyusunan SOP di perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Penanganan Bisnis Food Service

Adalah menjadi tantangan dalam suatu perusahaan untuk dapat mengembangkan strategi bisnis menjadi optimal, salah satu dari proses pengembangan strategi yang dapat dioptimalkan saat ini adalah untuk mengembangkan manajemen retail dan penjualan yaitu program franchise.

Lalu bagaimana proses pengembangan Business Food Service dapat untuk dapat mengembangkan bisnis menjadi lebih maju?

Strategi 1: Mengembangkan Keunikan Produk

Bisnis food service unggulan, dapat memastikan bahwa aspek kompetitif dari bisnis berjalan mengoptimalkan keunikan dan kelebihan produk.  Konsep produk harus dipastikan strategis memiliki daya tarik yang kuat terhadap konsumen. Cita rasa dan kualitas adalah faktor penting dalam penentu keunggulan atas produk.

Strategi 2: Penetapan Positioning Produk

Penetapan aspek positioning menjadi hal yang penting dan utama dalam  melakukan proses penetapan produk.  Penetapan positioning atas produk memiliki konsep strategis kuat untuk menarik konsumen baik melalui harga maupun konsep strategis produk yang ditetapkan.

Strategi 3: Penetapan Sistem Pelayanan

Bagaimana proses pelayanan dijalankan dalam bisnis food service, dimana program pelayanan dijalankan dengan standarisasi yang jelas. Pengembangan atas outlet dapat diharapkan dapat memastikan standarisasi pelayanan yang tepat. Pola komunikasi dijalankan untuk menjamin sistem pelayanan.

Strategi 4: Pengawasan Atas Kualitas dan Pelayanan

Harus dapat dipastikan bahwa kegiatan terkait dengan pengawasan atas kualitas dan pelayanan dijalankan sesuai dengan standar persyaratan. Proses inspeksi dan evaluasi terkait dengan pelaksanaan atas sistem dijalankan.

Strategi 5: Pengelolaan Supply Chain

Salah satu hal penting terkait dengan pengelolaan terkait dengan manajemen penyedia pasokan terhadap bahan baku.  Penetapan sistem just in time adalah konsep strategi penting untuk dapat memberikan kontribusi terhadap kesuksesan Manajemen Pemasok.

Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengoptimalkan bisnis food service dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pelatihan Tata Kelola Naskah Dinas dan Kesekretariatan

Bagi banyak perusahaan, program atas pelatihan administrasi perkantoran adalah penting dan menjadi bagitan utama untuk memastikan bahwa proses tata kelola administrasi berjalan sesuai dengan standar persyaratan.

Program pelatihan dalam bentuk 2 (dua) hari pelatihan, dapat dipergunakan untuk memastikan bahwa tata kelola administrasi dapat dijalankan sesuai dengan standar persyaratan. Berikut adalah agenda untuk kegiatan pelatihan administrasi perkantoran tersebut.

Hari Pertama

(1) Pengenalan Tata Kelola Naskah Dinas

(2) Pengenalan Tata Kelola Arsip/ Dokumentasi

(3) Teknik menyusun memo dan surat dinas

Hari Kedua

(1) Teknik Penyusunan Laporan Kerja

(2) Teknik administrasi proses pengadaan dan dokumen legal

Diharapkan dengan mengikuti pelatihan 2 (dua) hari, staff administrasi dalam perusahaan bisa menjalankan dan mengembangkan proses pengelolaan administrasi perkantoran yang tepat dan efektif. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengoptimalkan proses operasional perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Kajian Perubahan ISO 9001: 2015

Dalam tahun 2015, ISO kembali menerbitkan revisi terbaru dari Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:20015. Dimana dalam proses peningkatan versi terbaru dalam ISO tersebut adalah seperti yang termuat dalam penjelasan sebagai berikut:

(1) Leadership

Konsep manajemen leadership yang diketengahkan di sini adalah proses penggantian pemahaman antara Senior Manajemen/ Top Manajemen menjadi leadership.  Dimana penetapan tanggung jawab atas top manajemen sebelum ditetapkan pada setiap lini leadership dalam level manajemen.

(2) Perhitungan Resiko

Dalam proses penetapan analisis atas kebutuhan penetapan program manajemen, perhitungan atas resiko harus dijalankan. Dalam perhitungan resiko, perusahaan dapat melakukan proses analisis berdasarkan atas kajian operasional yang ditetapkan oleh perusahaan dan analisis terkait dengan benchmarking atas resiko tersebut.

(3) Pengecualian klausul

Dalam sistem yang baru, perusahaan diminta untuk melakukan pengkajian atas dipergunakannya klausul dalam sistem manajemen yang dipersyaratkan tersebut.

(4) Analisis Pengendalian Atas Ilmu Pengetahuan

Penetapan status pengendalian atas ilmu pengetahuan ditetapkan. Berdasarkan atas standar persyaratan yang ditetapkan terkait dengan pengelolaan atas ilmu pengetahuan tersebut, perusahaan ditetapkan memiliki persyaratan atas proses pengendalian terkait dengan kehilangan atas ilmu pengetahuan yang dapat ditimbul akibat hilangnya SDM yang sudah mendapatkan proses investasi pendidikan SDM tersebut.

Apakah perusahaan Anda akan melakukan proses set up ISO 9001 versi 2015? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam melakukan proses set up ISO 9001 tersebut. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)