Tahapan Pembentukan On Line Assessment Centre dalam Perusahaan

Sangat menarik apabila suatu perusahaan melakukan proses implementasi sistem manajemen sumber daya manusia berbasiskan kompetensi.  Dimana dalam sistem manajemen ini, proses penetapan profil setiap karyawan akan ditetapkan unit kompetensi yang menyusun individu tersebut sehingga mendapatkan status optimalisasi kinerja dalam perusahaan.

Salah satu konsekuensi yang muncul apabila penetapan unit kompetensi tersebut terdapat adalah adanya pembentukan assessment centre yang menjadi dasar pengembangan unit kompetensi yang dijalankan dalam perusahaan.  Tersedia banyak alternatif dalam pengembangan program assessment yang dilakukan dalam perusahaan, salah satu alternatif yang dapat dipertimbangkan adalah penetapan pusat assessment dengan sistem on line.

Lalu bagaimanakah langkah untuk membentuk on line assessment centre ini.

(1) Menetapkan sistem uji

Pastikan dalam program on line ini, penyusun sistem uji memastikan bahwa kegiatan dan evaluasi dari sistem uji yang ada sesuai dan reliable dengan parameter kompetensi yang akan diuji.  Perhatikan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi peserta uji ketika menjalankan program ujian tersebut.  Apabila tidak memungkinkan maka harus dipastikan bahwa konsep uji tidak dipaksakan mengikuti kondisi yang ada.

(2) Pengembangan bank soal dan pengolahan

Sistem pengujian dengan sistem on line memungkinkan perusahaan untuk mengembangkan bank soal yang digunakan sebagai acuan parameter untuk proses pengujian.  Pengolahan dan penyusunan soal uji sebaiknya dikembangkan dengan mengikuti konsep psikometri.

Hal yang menjadi nilai penting apabila konsep on line assessment centre ini dapat dikembangkan dan diaplikasikan dalam perusahaan secara tepat.  Rasakan manfaat dari pengembangan pusat assessment secara on line dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pengembangan Fungsi Manajerial yang Tepat dalam Perusahaan

Banyak perusahaan yang mengalami kegagalan dan permasalahan yang terkait dengan pengembangan fungsi manajerial dalam perusahaannya.  Dari beberapa faktor penyebab yang ada, salah satu faktor yang penting adalah adanya pemahaman yang salah dalam identifikasi dari posisi pengembangan manajerial dalam perusahaan itu sendiri. Dimana perusahaan hanya menempatkan posisi manajer sebagai leader sistematis untuk pelaporan tanpa adanya penetapan unsur pengembangan dari fungsi manajerial itu sendiri itu sendiri sebagai pengelola unit bisnis/ unit usaha.

Lalu bagaimana proses yang tepat untuk dapat mengembangkan dan mengoptimalkan fungsi manajerial yang ada dalam perusahaan.

Langkah pertama: penetapan business unit pada satuan divisi atau unit kerja yang ada dalam status operasional perusahaan

Penetapan business unit ini mengacu bahwa salah satu fungsi utama dari manajer adalah pengelola satuan bisnis unit terkecil yang ada dalam perusahaan.  Sehingga program pengembangan unit keuangan, sumber daya manusia dan perencanaan dalam pencapaian target harus ditetapkan secara tepat sehingga fungsi kinerja yang ada dalam perusahaan tersebut dapat secara terus-menerus berkembang.

Langkah kedua: program dan pengembangan evaluasi dari manajemen operasional yang ada dalam perusahaan itu sendiri

Bagaimana program kerja dijalankan dan dievaluasi serta pelaporan pertanggung jawaban adalah menjadi hal yang mutlak.  Target kerja merupakan pecahan dari target kerja perusahaan yang kemudian dipecah ke dalam bentuk target pekerjaan per manajer yang ada dalam perusahaan itu sendiri.  Program pengembangan dan evaluasi ini menjadi poin untuk nilai KPI (Key Performance Indicator) yang ada dalam perusahaan.

Selain itu tentu saja manajer membutuhkan aspek kemampuan dalam pengelolaan dalam perusahaan.  Dimana program pengembangan pengelolaan ini juga dibarengi dengan aspek serta konsep kepemimpinan yang tepat dalam perusahaan. Sudahkan Anda mengembangkan fungsi manajerial dalam perusahaan secara tepat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Perencanaan Tenaga Kerja yang Tepat

Perusahaan yang sedang mengalami perkembangan dan pertumbuhan bisnisnya secara umum dapat memunculkan konsep yang kompetitif tentu membutuhkan adanya dukungan dari tenaga sumber daya manusia yang kuat dan tepat.  Melakukan proses perencanaan untuk tenaga kerja juga bukanlah hal yang cukup mudah untuk dilakukan perusahaan.  Beberapa perusahaan mengkhawatirkan tidak adanya potensi peningkatan bisnis yang sesuai dengan proses rekruitmen atau informasi terhadap status dari ketersediaan tenaga kerja itu sendiri.

(1) Tetapkan strategi dan target pengembangan bisnis

Di sinilah perusahaan harusnya sudah mulai menetapkan dan mencari bentuk manajemen perusahaan yang tepat sehingga peningkatan optimal dalam bisnis bisa tercapai.  Buat target dari bisnis yang ada tersebut dengan tepat berdasarkan asumsi-asumsi yang ditetapkan dalam bisnis yang ada dalam Perusahaan Anda.  Kemudian tetapkan program dan strategi yang akan dikembangkan termasuk di dalamnya adalah langkah-langkah yang tepat untuk mencapai target dan strategi yang dimunculkan dalam pengembangan bisnis perusahaan Anda tesebut.

(2) Melakukan proses realisasi program kerja

Realisasikan program kerja menjadi suatu bentuk Standard Operating Procedure yang tepat sehingga proses dari pengembangan realisasi itu menjadi suatu bentuk langkah yang nyata.  Dari Standard Operating Procedure tersebut kemudian dilakukan penetapan pengembangan program kerja yang dijalankan di lapangan.  Termasuk di dalamnya adalah menetapkan uraian kerja, fungsi dan tanggung jawab dalam melakukan proses implementasi Standard Operating Procedure yang dijalankan di lapang.

(3) Menetapkan Budget dari Tenaga Kerja

Lakukan proses penetapan budget untuk tenaga kerja yang akan menjalankan Standard Operating Procedure yang dimaksud.  Termasuk di dalamnya adalah memastikan nilai pengembalian dari nilai tenaga kerja tersebut ke dalam target kerja dan sasaran kerja yang ditetapkan oleh perusahaan.  Bagaimana tahapan proses dan pengembangan dari manajemen operasional yang ada dalam perusahaan itu sendiri dapat dijalankan.

Dengan menjalankan langkah yang tepat, program perencanaan tenaga kerja adalah proses dan pengembangan yang optimal dalam operasional dan penetapan aspek manajemen yang dijalankan. Lakukan program perencanaan tenaga kerja yang tepat untuk dapat mengoptimalkan konsep bisnis yang ada dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mendesain dan Mengaplikasikan Program Efisiensi dalam Perusahaan Secara Tepat

Banyak perusahaan melihat kebutuhan program efisiensi sebagai suatu kebutuhan dan persyaratan yang wajib dalam manajemen operasional, dimana konsep untuk menjadi lebih efektif adalah suatu tahapan pengembangan manajemen yang ada dalam perusahaan itu sendiri.  Banyak perusahaan yang melakukan penetapan program efisiensi dengan cara yang salah kaprah, sehingga mengakibatkan munculnya masalah kualitas produk, keluhan ketidaknyamanan oleh karyawan dan proses operasional yang justru malah dapat mengakibatkan keborosan yang muncul dalam perusahaan itu sendiri.

Lakukan proses pendesainan terkait dengan program efisiensi dalam yang ada dalam perusahaan secara tepat untuk memastikan tujuan dan nilai dari perusahaan justru mendapatkan nilai profit yang tepat.

(1) Tetapkan tujuan dari program efisiensi

Lakukan proses identifikasi dan perumusan tujuan efisiensi serta nilai dan target efisiensi yang ditetapkan oleh perusahaan itu sendiri.  Seperti berapa nilai nominal yang ditetapkan untuk memastikan bahwa program efisiensi itu dapat berjalan secara tepat dan akurat. Kemudian lakukan proses penetapan program dan langkah-langkah yang tepat untuk dapat memastikan tujuan tersebut tercapai.

(2) Lakukan analisis kelayakan program

Lakukan perhitungan analisis kelayakan dari program efisiensi yang dimaksudkan tersebut.  Seperti perhitungan benefit cost ratio, dimana program efisiensi yang dimaksudkan tersebut bukan hanya menjadi program yang mereduksi cost namun justru dapat melakukan proses peningkatan nilai keuntungan.  Sehingga menjadi hal yang lumrah apabila pemilik perusahaan melihat pengembangan program efisiensi adalah strategi untuk jangka panjang bisnis.

(3) Lakukan perhitungan kapasitas manajemen

Efisiensi adalah kerja keras, dan itu tidak hanya menyangkut pada individu tertentu yang ada dalam perusahaan namun untuk melihat aspek jangka panjang yang muncul di depannya ke dalam bisnis sebagai tanggung jawab seluruh organisasi yang ada dalam perusahaan.

Menjadi suatu nilai penting pada saat ini dalam seluruh bisnis, bahwa kompetisi menjadi suatu aspek penting untuk menguji perusahaan menjadi kekuatan ke dapan dalam mengoptimalkan keuntungan bisnis. Lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengelola dan mengembangkan kelayakan program efisiensi dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Building Team Spirit

Apa yang perusahaan harus lakukan untuk memastikan bahwa organisasi dapat berjalan dengan tepat?  Hal yang terpenting adalah bagaimana memastikan bahwa kinerja tim dalam organisasi memberikan mekanisme output produktivitas terbaik.  Beberapa penelitian dalam suatu organisasi khususnya industri dan bisnis, salah satu penyebab dari sulitnya mengembangkan keberhasilan perusahaan adalah kesulitan untuk membangun semangat tim dalam bisnis. Dimana organisasi cenderung untuk berada dalam kondisi terjebak

Banyak konsep yang menarik mengenai bagaimana cara yang tepat suatu organisasi dapat membangun semangat kerja timnya menjadi nilai yang kuat dan sangat penting untuk memastikan bahwa proses optimalisasi dari output harus sesuai dengan kinerja dan semangat tim itu sendiri.  Lalu bagaimana membangun kinerja tim yang kuat dan optimal itu sendiri.

(1) Pengembangan kinerja tim menjadi suatu bentuk soft competency kelompok yang penting dan kritikal dalam membangun konsep semangat kerja tim, penetapan kompetensi kelompok ini terbagun dengan cara melakukan proses modifikasi yang tepat dalam soft competency  setiap individu tersebut akan memastikan munculnya optimalisasi dari proses dan program kinerja tim itu sendiri.

(2) Penyusunan sistem kinerja yang membentuk budaya kerja sama tim.  Banyak sistem justru memunculkan semangat individualistik yang menyebabkan proses operasional dan kinerja tim tidak dapat mengakomodasi suatu bentuk sistem manajemen berjalan sesuai dengan bentuk dan tahapan kompetensi tim.  Dimana output dan kinerja dari individu sebaiknya tidak hanya diukur dari kemampuan individu itu saja dalam menjadi kinerja yang terbaik namun juga bagaimana memastikan kontribusi kelompok kerja berjalan secara maksimal.

Menyusun dan mengembangkan kinerja tim bukanlah tanggung jawab dari manajemen saja, namun suatu perusahaan harus memastikan bahwa kinerja tim juga muncul sebagai tanggung jawab bersama dalam organisasi. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mendesain Sistem Kerja yang Optimal

Dalam perusahaan, seringkali ditemukan adanya kasus tidak adanya peningkatan kinerja dari performa karyawan.  Banyak hal yang menyebabkan kinerja dari individu tersebut tidak mencapai kerja optimal yang ditetapkan dalam batasan standar persyaratan yang ada dalam perusahaan.

(1) Tidak adanya sistem yang mengakomodasi

Sumber daya manusia yang dimaksud bekerja tanpa diberikan batasan ruang lingkup pekerjaan secara jelas, dimana fungsi dan kinerja karyawan ditetapkan dalam kondisi spontan dan tanpa adanya batasan yang jelas.  Sepanjang itu adalah instruksi atasan maka pekerjaan tersebut dijalankan.  Hal inilah yang menyebabkan desain sistem kerja yang dibuat dalam perusahaan tidak dapat dijalankan dengan konsep ideal dan aktual dari standar persyaratan.  Jangkan indikator prestasi, kadangkala instruksi pekerjaan tidak memperhatikan nilai kompetensi yang dimiliki oleh individu pekerja itu sendiri.

(2) Tidak adanya ukuran keberhasilan yang tepat

Perusahaan yang gagal untuk memastikan proses optimalisasi prestasi karyawan kadangkala menetapkan nilai optimalisasi dari sistem kerja berdasarkan pada batasan subyektif yang ditetapkan dalam mekanisme kinerja yang ada dalam perusahaan itu sendiri.  Pemahaman terhadap ukuran yang tidak tepat justru dapat menjadi demotivasi seperti berkurangnya motivasi karena target kerja tidak dapat diraih dan diukur secara maksimal ataupun target kerja yang ada itu sendiri terlalu tinggi sehingga mustahil bagi individu yang bersangkutan untuk mencapaiknya.

Proses pendesaian sistem kerja yang optimal itu sendiri dapat dijalankan dengan menggunakan beberapa langkah alternatif yaitu (1) Penyusunan Standard Operating Procedure (2) Penyusunan Uraian Kerja (3) Menetapkan Sistem Manajemen Performa.

Diharapkan dengan penetapan sistem kerja yang tepat, perusahaan dapat mendorong perusahaan untuk dapat lebih mencapai target pencapaian kinerja sumber daya manusia secara optimal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Teknik Pemecahan Masalah dalam Perusahaan

Bagaimana perusahaan Anda menggambarkan konflik dan masalah yang ada perusahaannya sebagai masalah yang sulit untuk dipecahkan.  Sudah banyak strategi yang ditetapkan dalam perusahaan untuk menemukan solusi permasalahan yang ada dalam perusahaan, namun secara aktual tidak ditemukan adanya pemecahan yang tepat.

Lalu bagaimanakah langkah dan teknik yang tepat untuk memenukan solusi terhadap permasalahan yang ada dalam perusahaan itu sendiri.

(1) Lakukan proses identifikasi secara tepat

Permasalahan yang ada harus dipastikan dapat ditelusuri dengan sistem dokumentasi yang memadai, dimana seluruh kegiatan sistem operasional perusahaan terbaca untuk mendapatkan solusi yang tepat terkait dengan permasalahannya.  Lalu bagaimana apabila tidak didukung dengan dokumentasi?  Ini berarti bahwa perusahaan terlalu banyak menghabiskan diri di dalam kesulitan sistematis yang tidak dengan obyektif dapat terukur.  Lakukan pendataan terlebih dahulu dan pengamatan.  Sangat tidak tepat bagi manajemen perusahaan untuk melakukan proses identifikasi permasalahan melalui informasi verbal tanpa data pendukung.  Teknik interview terhadap berbagai sumber adalah hal yang sangat salah, karena membuat analisis terjebak ke dalam informasi mayoritas, padahal konsep mayoritas bukan berarti benar. Apabila dibutuhkan lakukan proses observasi.

(2)  Penetapan tindakan yang tegas

Pemasalahan yang muncul lebih banyak disebabkan oleh pengaruh manajemen yang terlalu terjebak dalam unsur toleransi yang tidak sesuai dengan konteks masalah.  Kedekatan personel, relasi ataupun pengaruh lainnya harus dikesampingkan dan melihat permasalahan dalam konsep obyektif yang kuat.  Lakukan pendekatan dengan teknik yang tepat untuk memastikan bahwa konsep pemecahan masalah dijalankan sesuai dengan konteks informasi dan permasalahannya.  Tindakan yang tidak tegas akan menjadi suatu gambaran buruk di masa depan yang justru memunculkan masalah kembali.

(3) Penetapan skala prioritas

Masalah harus diklasifikasi ke dalam beberapa konteks kondisi dimana dalam aspek prioritas tertentu suatu masalah terbaca sebagai informasi yang tepat agar organisasi dapat belajar.  Masalah yang ditangani secara tepat akan membentuk kekuatan bagi organisasi untuk terus tumbuh, namun masalah yang tidak tertangani secara tepat justru akan membentuk kondisi siklus yang lebih memperburuk kondisi permasalahan.  Perusahaan harus menetapkan permasalahan akar berdasarkan skala prioritas yang ditetapkan untuk menangani status prioritas yang muncul.

Bagaimana tahapan dan teknik pemecahan masalah yang dilakukan di perusahaan Anda. Lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat untuk penanganan permasalahan yang ada dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pembentukan Assessment Centre dalam Perusahaan

Perusahaan yang sudah menerapkan manajemen berbasiskan kompetensi, memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi.  Salah satu dari pekerjaan rumah yang dimaksud adalah dengan membuat assessment centre (pusat assessment), dimana pusat assesment ini merupakan sarana pengujian terkait dengan hard competency dan soft competency. Lalu bagaimana langkah yang harus dilakukan untuk melakukan proses pembentukan assessment centre itu sendiri?

(1) Melakukan proses penetapan metode pengujian

Hal ini merupakan langkah penting yang harus dilakukan oleh perusahaan ketika membuat assessment centre.  Standard Operating Procedure harus ditetapkan untuk memastikan bahwa metode pengujian dalam proses penetapan evaluasi kompetensi harus ditetapkan.

(2) Melakukan proses pembuatan sistem seleksi assessor

Tetapkan kualifikasi yang terkait dengan tim assessor yang akan melakukan program pengujian.  Pastikan penetapan kompetensi tim asessor ini sesuai dengan persyaratan.

(3) Sistem penilaian dan verifikasi

Pastikan bahwa proses pengujian ini dilengkapi dengan sistem penilaian dan verifikasi yang tepat sehingga dalam proses pengembangan dan aplikasi dapat memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Lakukan proses penyusunan asessment centre yang tepat dalam perusahaan.  Pencarian referensi eksternal yang tepat dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan bisnis dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Program Kalibrasi/ Verifikasi Metal Detector

Bagaimana program kalibrasi dalam industri pangan ditetapkan dalam perusahaan industri perikanan.  Salah satu peralatan yang menjadi nilai kritikal dalam sistem jaminan keamanan pangan adalah metal detector.  Fungsi yang unik dari metal detector ini sedikit membingungkan banyak pelaku industri pangan dan perikanan untuk memastikan evaluasi terhadap mesin metal detector yang ada dalam industri pangan.

Program kalibrasi/ verifikasi metal detector dalam industri perikanan dapat dijalankan dengan berbagai macam cara.

(1) Melakukan proses verifikasi dengan jenis metal yang standar, dimana metal standar inilah yang dikalibrasi di badan/ institusi terkait dengan bagian metal detector.

(2) Melakukan proses verifikasi dengan memberikan serbuk besi yang terukur dengan penarikan metal yang ada, untuk kemudian dilakukan proses perhitungan secara statistik terhadap jumlah serbuk besi yang ditarik.

Kedua jenis verifikasi ini dapat dijadikan acuan untuk melakukan program verifikasi terhadap metal detector.  Lakukan program kalibrasi/ cerifikasi sesuai dengan standar persyaratan yang ada. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Penyusunan Budget Unit Kerja Sumber Daya Manusia

Unit kerja HR (Sumber Daya Manusia) menjalankan fungsi perencanaan strategis yang terkait dengan pengembangan manajemen sumber daya manusia.  Konsep pengembangan strategis itu menyangkut proses perencanaan, implementasi dan evaluasi yang terkait dengan pengembangan perencanaan sumber daya manusia.  Penetapan dan aplikasi yang terkait dengan perencanaan biaya budget dalam unit kerja sumber daya manusia untuk memastikan proses dan penetapan sistem terealisasikan secara tepat sesuai dengan standar persyaratan.

Lalu jenis budget apa saja yang ditetapkan sesuai dengan standar persyaratan yang diaplikasikan dalam perencanaan dan pengembangan sumber daya manusia yang ditetapkan dalam perusahaan.

(1) Budget kebutuhan sumber daya manusia

Budget ini terkait dengan kebutuhan akan biaya rekruitmen, baik itu akan kegiatan rekruitmen internal maupun rekruitmen eksternal. Dimana seluruh tahapan terhadap perencanaan biaya terukur dalam budget yang dimaksud ini.

(2) Budget perencanaan pengembangan sumber daya manusia

Budget ini berhubungan dengan proses perencanaan terkait dengan pengembangan sumber daya manusia termasuk di dalamnya adalah program pelatihan serta pembinaan pelatihan yang terkait dengan optimalisasi kompetensi sumber daya manusia.

(3) Budget turn over karyawan

Proses keluar dan masuknya karyawan juga menjadi salah satu komponen biaya yang akan dimaksudkan ke dalam budge pengadaan dan alokasi sumber daya manusia dalam perusahaan.  Di dalam proses ini perhitungan bukan hanya biaya dari pemberian uang jasa kepada karyawan yang keluar, maupun proses rekruitmen ulang namun juga meliputi biaya dari perhitungan opportunity loss yang muncul akibat keluarnya karyawan tersebut.

Lakukan proses perencanaan dan perancangan desain budget secara tepat dan akurat.  Estimasi dilakukan dengan melakukan proses pengukuran perhitungan dari biaya sebelumnya yang kemudian diaplikasikan ke dalam biaya unit kerja yang terhitung. Proses pengembangan dan optimlaisasi konsep budget tersebut harus ditetapkan secara baik. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)