Desain SOP untuk Industri Pangan

Apakah Anda berasal dari perusahaan pangan?  Dalam setiap kesuluruhan perusahaan, baik itu industri pangan maupun bukan, kebutuhan adanya sistem merupakan hal yang penting dalam proses pengembangan perusahaan.  Khususnya dalam industri pangan, selain kebutuhan dari regulasi ataupun peraturan, perusahaan pangan juga harus melihat bahwa penyusunan SOP merupakan langkah strategis penting untuk dapat mengoptimalkan pengembangan peranan perusahaan.

Lalu, langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan untuk melakukan proses pendesainan SOP dalam perusahaan.

(1) Penyusunan material untuk dokumentasi keamanan pangan

Kebutuhan akan Sistem Jaminan Keamanan Pangan merupakan suatu bentuk dan bagian yang tepat untuk proses pemastian kepatuhan terhadap regulasi. Bagaimana proses pengembangan dan optimalisasi sistem dokumen dipastikan sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan dalam perusahaan.  SOP yang penting dan yang termuat ke dalam bab ini adalah program pengembangan sanitasi, program HACCP, status pengembangan dan implementasi GMP.

(2) Penyusunan sistem pengendalian kualitas

Bagaimana perusahaan pangan harus menyusun dokumen yang terkait dengan aspek pengendalian kualitas. Seperti proses pendetailan fungsi QC, fungsi gudang serta fungsi operasional lainnya yang berkaitan untuk memastikan adanya konsistensi kebutuhan pengendalian kualitas.

(3) Penyusunan sistem strategis

Dalam proses pembuatan sistem ini, harus dipastikan bahwa manajemen memastikan bahwa pengelolaan strategis adalah hal penting yang perlu untuk ditetapkan sistem operasionalnya, seperti sistem HR ataupun sistem manajemen terkait lainnya.

Demikian status informasi untuk pengembangan desain SOP dalam industri pangan, terkait dengan penanganan status dan pengelolaan standar persyaratan yang ditetapkan oleh perusahaan, pastikan adanya referensi eksternal yang tepat untuk memastikan adanya penyusunan SOP yang tepat dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengembangkan Implementasi Standard Operating Procedure secara Tepat

Setelah melakukan proses penyusunan dokumentasi Standard Operating Procedure, adalah menjadi hal yang sangat penting untuk memastikan bahwa implementasi terhadap Standard Operating Procedure dijalankan.  Banyak perusahaan yang mengalami kegagalan dalam melakukan proses implementasi terhadap SOP itu sendiri.  Bagaimana tata cara memastikan bahwa SOP tersebut terimplementasi secara tepat.

1. Pelajari dan identifikasi profil kompetensi penunjang SOP

Adalah menjadi hal yang mutlak dan penting bagaimana suatu profil kompetensi dari penunjang Standard Operating Procedure dijalankan sesuai standar dan persyaratan.  Petakan tingkatan kompetensi dari jabatan yang akan menjalankan SOP tersebut.  Ketidaksesuaian antara pengguna SOP dari sisi kompetensi akan menyebabkan SOP itu sendiri menjadi hal yang sulit untuk diimplemenasikan.

2. Menyusun KPI atau Performance Indicator

Lakukan proses penghubung antara KPI dengan sistem operasional, tujuan nya adalah untuk memantau dan mendeteksi potensi apabila SOP yang ada tersebut tidak dapat dijalankan sesuai dengan standar persyaratan yang ada. Serta hal yang menjadi bagian terpenting adalah memastikan bahwa dalam selang periode tertentu KPI tersebut dijalankan untuk kemudian ditetapkan tindak lanjut apabila tidak dijalankan.

3. Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia

Salah satu faktor yang menyebabkan SOP tidak dapat diimplementasikan secara maksimal adalah faktor tidak berjalannya aspek keahlian manajerial dalam perusahaan.  Proses ini menyebabkan adanya suatu nilai yang lemah dalam segi penetapan batasan toleransi terhadap penerimaan ketidaksesuaian.  Fungsi pelatihan dan konsultasi terhadap karyawan harus dikembangkan untuk memastikan bahwa proses implementasi SOP dapat dijalankan sesuai dengan standar persyaratan yang sudah ditetapkan dalam perusahaan.  Termasuk di dalamnya adalah pembinaan untuk meningkatkan fungsi kepemimpinan yang ada dalam organisasi.

Pastikan perusahaan menjalankan implementasi secara tepat.  Peranan pihak ketiga atau konsultan termasuk di dalam langkah strategis untuk memastikan bahwa ketiga tahapan dalam implementasi ini dapat dijalankan sesuai dengan harapan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Standard Operating Procedure dan KPI

Banyak perusahaan gagal dalam melaksanakan proses implementasi Standard Operating Procedure.  Mengapa perusahaan tersebut gagal menjadi perusahaan dalam mengaplikasikan sistem?  Kesalahan terbesar adalah kurangnya evaluasi terhadap penerapan Standard Operating Procedure yang dimaksud.  Dimana perusahaan tidak melakukan analisis mengenai kesesuaian Standard Operating Procedure tersebut dijalankan dengan performa bisnis.  Sehingga manajemen perusahaan memiliki dua jenis sistem, yang satu adalah sistem pemanis yaitu indahnya kata-kata yang tersusun dalam Standard Operating Procedure dan yang lain adalah suatu pola manajemen yang mengejar target bisnis.

Akan menjadi waktu yang sangat tepat bagi perusahaan dalam menjalankan sinergi yang kuat antara Standard Operating Procedure dengan aplikasi Sistem Manajemen Performa.  Berikut adalah langkah-langkah yang tepat untuk diterapkan.

1.  Melakukan proses penetapan indikator prestasi dari individu karyawan

Proses penetapan indikator prestasi harus diselaraskan dengan uraian pekerjaan dan Standard Operating Procedure yang ada.  Lakukan proses pemastian bahwa output kinerja dan pengukuran nilai serta analisis dijalankan sesuai dengan standar persyaratan yang ditetapkan.

2.  Tentukan mekanisme evaluasinya

Pastikan pengukuran kinerja terukur dalam bentuk dokumentasi yang secara sistematis dapat diaudit sehingga tidak menyebabkan adanya penyimpangan dalam proses analisis dan pengukuran dari kinerja yang ada.  Hal yang pasti mekanisme ini harus dapat mempertahankan adanya suatu unsur obyektifitas yang kuat sehingga tidak menyebabkan hilangnya motivasi pada diri karyawan ataupun individu yang ada dalam perusahaan.

3.  Tetapkan Sistem Punishment dan Reward yang sesuai

Hal ini memberikan nilai yang sangat penting dalam proses implementasi sistem manajemen performa, tujuannya agar konsistensi kebijakan dapat dijalankan sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan.

Sebaiknya sistem manajemen unjuk kerja dalam bentuk KPI sudah harus langsung disusun berbarengan dengan proses penyusunan Standard Operating Procedure itu sendiri.  Lakukan proses aplikasi dan pengembangan yang tepat untuk perusahaan Anda, untuk meningkatkan kompetensi individu dalam perusahaan tidak ada salahnya untuk mengikuti pelatihan oleh provider pelatihan yang kompeten. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)