Building Team Spirit

Apa yang perusahaan harus lakukan untuk memastikan bahwa organisasi dapat berjalan dengan tepat?  Hal yang terpenting adalah bagaimana memastikan bahwa kinerja tim dalam organisasi memberikan mekanisme output produktivitas terbaik.  Beberapa penelitian dalam suatu organisasi khususnya industri dan bisnis, salah satu penyebab dari sulitnya mengembangkan keberhasilan perusahaan adalah kesulitan untuk membangun semangat tim dalam bisnis. Dimana organisasi cenderung untuk berada dalam kondisi terjebak

Banyak konsep yang menarik mengenai bagaimana cara yang tepat suatu organisasi dapat membangun semangat kerja timnya menjadi nilai yang kuat dan sangat penting untuk memastikan bahwa proses optimalisasi dari output harus sesuai dengan kinerja dan semangat tim itu sendiri.  Lalu bagaimana membangun kinerja tim yang kuat dan optimal itu sendiri.

(1) Pengembangan kinerja tim menjadi suatu bentuk soft competency kelompok yang penting dan kritikal dalam membangun konsep semangat kerja tim, penetapan kompetensi kelompok ini terbagun dengan cara melakukan proses modifikasi yang tepat dalam soft competency  setiap individu tersebut akan memastikan munculnya optimalisasi dari proses dan program kinerja tim itu sendiri.

(2) Penyusunan sistem kinerja yang membentuk budaya kerja sama tim.  Banyak sistem justru memunculkan semangat individualistik yang menyebabkan proses operasional dan kinerja tim tidak dapat mengakomodasi suatu bentuk sistem manajemen berjalan sesuai dengan bentuk dan tahapan kompetensi tim.  Dimana output dan kinerja dari individu sebaiknya tidak hanya diukur dari kemampuan individu itu saja dalam menjadi kinerja yang terbaik namun juga bagaimana memastikan kontribusi kelompok kerja berjalan secara maksimal.

Menyusun dan mengembangkan kinerja tim bukanlah tanggung jawab dari manajemen saja, namun suatu perusahaan harus memastikan bahwa kinerja tim juga muncul sebagai tanggung jawab bersama dalam organisasi. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mendesain Sistem Kerja yang Optimal

Dalam perusahaan, seringkali ditemukan adanya kasus tidak adanya peningkatan kinerja dari performa karyawan.  Banyak hal yang menyebabkan kinerja dari individu tersebut tidak mencapai kerja optimal yang ditetapkan dalam batasan standar persyaratan yang ada dalam perusahaan.

(1) Tidak adanya sistem yang mengakomodasi

Sumber daya manusia yang dimaksud bekerja tanpa diberikan batasan ruang lingkup pekerjaan secara jelas, dimana fungsi dan kinerja karyawan ditetapkan dalam kondisi spontan dan tanpa adanya batasan yang jelas.  Sepanjang itu adalah instruksi atasan maka pekerjaan tersebut dijalankan.  Hal inilah yang menyebabkan desain sistem kerja yang dibuat dalam perusahaan tidak dapat dijalankan dengan konsep ideal dan aktual dari standar persyaratan.  Jangkan indikator prestasi, kadangkala instruksi pekerjaan tidak memperhatikan nilai kompetensi yang dimiliki oleh individu pekerja itu sendiri.

(2) Tidak adanya ukuran keberhasilan yang tepat

Perusahaan yang gagal untuk memastikan proses optimalisasi prestasi karyawan kadangkala menetapkan nilai optimalisasi dari sistem kerja berdasarkan pada batasan subyektif yang ditetapkan dalam mekanisme kinerja yang ada dalam perusahaan itu sendiri.  Pemahaman terhadap ukuran yang tidak tepat justru dapat menjadi demotivasi seperti berkurangnya motivasi karena target kerja tidak dapat diraih dan diukur secara maksimal ataupun target kerja yang ada itu sendiri terlalu tinggi sehingga mustahil bagi individu yang bersangkutan untuk mencapaiknya.

Proses pendesaian sistem kerja yang optimal itu sendiri dapat dijalankan dengan menggunakan beberapa langkah alternatif yaitu (1) Penyusunan Standard Operating Procedure (2) Penyusunan Uraian Kerja (3) Menetapkan Sistem Manajemen Performa.

Diharapkan dengan penetapan sistem kerja yang tepat, perusahaan dapat mendorong perusahaan untuk dapat lebih mencapai target pencapaian kinerja sumber daya manusia secara optimal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Proses Evaluasi Jabatan untuk Meningkatkan Performa Kerja Perusahaan

Proses analisis jabatan menjadi suatu nilai yang penting dalam program pengembangan terkait dengan perencanaan karir dan sistem kompensasi dalam bisnis.  Proses dari kegiatan evaluasi jabatan itu sendiri merupakan bagian yang penting dan kritikal dalam proses ini, sebab kesalahan apa pun yang muncul dapat menjadi bagian yang potensial untuk menyebabkan perubahan kinerja dalam internal perusahaan itu sendiri.

Lalu bagaimanakah proses evaluasi jabatan tersebut dijalankan?

Tahapan-tahapan yang sangat penting yang harus dilakukan oleh perusahaan dalam menjalankan evaluasi jabatan itu sendiri dijelaskan sebagai berikut:

(1) Desain uraian kerja yang detail dan menyeluruh

Pastikan bahwa uraian kerja yang dimiliki oleh perusahaan saat ini adalah uraian kerja yang cukup detail dan menyeluruh yang dapat digunakan untuk memastikan bahwa seluruh proses didetailkan dengan tepat.

(2) Proses pencarian data dan diskusi yang terkait dengan analisis karakteristik dari informasi pekerjaan yang dijalankan

Lakukan proses professional judgement dan diskusi untuk menetapkan nilai signifikan dari informasi uraian kerja yang ada beserta dengan aspek penjelasan yang terkait dengan informasi dan data karakteristik yang bersentuhan dengan uraian kerja yang dimaksud.  Adalah menjadi hal yang sangat penting apabila kegiatan ini dilakukan melalui proses observasi dan teknik interview yang tepat.

(3) Pendataan aspek kompetensi

Komponen kompetensi memegang peranan yang sangat penting dalam pengelolaan informasi dan pengembangan kompetensi baik itu kompetensi sebagai individu maupun kompetensi dalam kinerja tim.

Menjalankan kegiatan dan evaluasi jabatan menjadi sangat penting dan harus dilakukan proses analisis ulang secara periodik untuk memastikan bahwa program evaluasi yang ditetapkan oleh perusahaan tersebut dapat dijalankan dengan tepat agar meningkatkan kinerja performa kerja perusahaan.  (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Teknik Pemecahan Masalah dalam Perusahaan

Bagaimana perusahaan Anda menggambarkan konflik dan masalah yang ada perusahaannya sebagai masalah yang sulit untuk dipecahkan.  Sudah banyak strategi yang ditetapkan dalam perusahaan untuk menemukan solusi permasalahan yang ada dalam perusahaan, namun secara aktual tidak ditemukan adanya pemecahan yang tepat.

Lalu bagaimanakah langkah dan teknik yang tepat untuk memenukan solusi terhadap permasalahan yang ada dalam perusahaan itu sendiri.

(1) Lakukan proses identifikasi secara tepat

Permasalahan yang ada harus dipastikan dapat ditelusuri dengan sistem dokumentasi yang memadai, dimana seluruh kegiatan sistem operasional perusahaan terbaca untuk mendapatkan solusi yang tepat terkait dengan permasalahannya.  Lalu bagaimana apabila tidak didukung dengan dokumentasi?  Ini berarti bahwa perusahaan terlalu banyak menghabiskan diri di dalam kesulitan sistematis yang tidak dengan obyektif dapat terukur.  Lakukan pendataan terlebih dahulu dan pengamatan.  Sangat tidak tepat bagi manajemen perusahaan untuk melakukan proses identifikasi permasalahan melalui informasi verbal tanpa data pendukung.  Teknik interview terhadap berbagai sumber adalah hal yang sangat salah, karena membuat analisis terjebak ke dalam informasi mayoritas, padahal konsep mayoritas bukan berarti benar. Apabila dibutuhkan lakukan proses observasi.

(2)  Penetapan tindakan yang tegas

Pemasalahan yang muncul lebih banyak disebabkan oleh pengaruh manajemen yang terlalu terjebak dalam unsur toleransi yang tidak sesuai dengan konteks masalah.  Kedekatan personel, relasi ataupun pengaruh lainnya harus dikesampingkan dan melihat permasalahan dalam konsep obyektif yang kuat.  Lakukan pendekatan dengan teknik yang tepat untuk memastikan bahwa konsep pemecahan masalah dijalankan sesuai dengan konteks informasi dan permasalahannya.  Tindakan yang tidak tegas akan menjadi suatu gambaran buruk di masa depan yang justru memunculkan masalah kembali.

(3) Penetapan skala prioritas

Masalah harus diklasifikasi ke dalam beberapa konteks kondisi dimana dalam aspek prioritas tertentu suatu masalah terbaca sebagai informasi yang tepat agar organisasi dapat belajar.  Masalah yang ditangani secara tepat akan membentuk kekuatan bagi organisasi untuk terus tumbuh, namun masalah yang tidak tertangani secara tepat justru akan membentuk kondisi siklus yang lebih memperburuk kondisi permasalahan.  Perusahaan harus menetapkan permasalahan akar berdasarkan skala prioritas yang ditetapkan untuk menangani status prioritas yang muncul.

Bagaimana tahapan dan teknik pemecahan masalah yang dilakukan di perusahaan Anda. Lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat untuk penanganan permasalahan yang ada dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Penyusunan Standard Operating Procedure untuk Perusahaan Holding

Beberapa perusahaan mengalami kesulitan ketika akan melakukan proses penyusunan Standard Operating Procedure.  Banyak permasalahan yang terkait dengan penempatan sumber daya manusia yang berada dalam posisi banyak fungsi, dimana dalam posisi karyawan yang ada dapat diberdakan ke dalam fungsi kerja anak perusahaan lainnya.  Menetapkan SOP dengan sistem spesialistik akan sangat sulit mengingat fungsi kerja akan sangat beragam dan berbasiskan proyek. Lalu bagaimana langkah dalam melakukan proses penyusunan SOP untuk perusahaan Holding?

(1) Melakukan proses pemetaan bisnis

Dalam proses penyusunan SOP satu hal yang sangat penting adalah memetakan bisnis yang ada dalam konsep organisasi holding tersebut.  Lakukan proses penetapan matrix dan pengembangannya sesuai dengan kapasitas sumber daya manusia.

(2) Lakukan analisis maksimal potensi sumber daya manusia

Terapkan sistem organisasi berdasarkan konsep matrix dimana standar kompetensi dari sumber daya manusia dipetakan secara tepat.  Sehingga penetapan fungsi bukan didasarkan pada nama jabatan melainkan adalah konsep matrix kompetensi yang terbentuk.

(3) Menyusun SOP fungsi strategis dalam perusahaan

Untuk jenis dan kapasitas perusahaan holding, fungsi strategi yang ditetapkan terkait dengan perencanaan sumber daya manusia (HRD), keuangan dan pengembangan bisnis.  Dimana dalam konsep holding ketiga unit kerja ini adalah bagian terpenting dalam kapasitas komponen utama dalam pengembangan strategi perusahaan.

(4) Menyusun SOP spesialistik anak perusahaan

Melakukan proses penyusunan Standard Operating Procedure yang ditetapkan terkait dengan kapasitas dan fungsi dari anak perusahaan.  Termasuk di dalamnya adalah mengembangkan karakteristik SOP tersebut sesuai dengan jenis bisnis yang dikembangkan dan memberikan detail dalam SOP terkait dengan unit kompetensi individu yang diharapkan.

Proses keunikan SOP untuk jenis perusahaan Holding inilah yang menarik untuk ditelaah.  Lakukan proses evaluasi yang tepat dalam SOP yang dimiliki oleh perusahaan Anda agar pencapaian bisnis dapat secara optimal berkembang. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Langkah Menyusun Uraian Kerja (Job Description) Berbasiskan Kinerja Tim

Banyak perusahaan sudah melakukan proses penyusunan uraian kerja secara tepat dan akurat.  Namun dalam proses penerapannya ternyata hanya menjadi hiasan dokumen saja.  Banyak kegagalan dalam penyusunan job description ini lebih disebabkan karena penyusun lebih memprioritaskan aspek kerja secara individual saja tanpa melihat konsep kinerja dalam bentuk tim.  Akibatnya, apabila uraian pekerjaan ini dijalankan maka perusahaan mengalami kesulitan untuk “memaksa” karyawan dalam menjalankan fungsi kerjasama dan mengakomodasikan pekerjaan orang lain.

Salah satu jalan keluar dari masalah ini adalah dengan membentuk job description yang juga terkait dengan aspek kinerja tim.  Dengan harapan apabila ini tergambarkan dengan tepat maka perusahaan dapat mengakomodasi aspek pengembangan organisasi ke karyawan.  Sehingga karyawan dapat menjadi lebih flexible dan adaptable dalam mengembangkan pekerjaan yang dimilikinya.

Lalu bagimana langkah melakukan proses penyusunan uraian kerja berbasiskan kinerja tim ini. Langkah-langkah yang dapat dilakukan adalah dengan cara:

(1) Melakukan proses penggambaran business process secara lengkap

Dimana penyusun job description melakukan proses alir proses utama dalam organisasi yang kemudian dipecah dalam unit kerja.  Melakukan proses pencarian posisi dari pemilik pekerjaan tersebut di dalam unit kerja yang dimaksud.

(2) melakukan proses analisis kerja tim

Selain dengan melakukan proses interview perorangan, interview yang dijalankan juga sebaiknya dilakukan secara berkelompok dimaka Focus Group Discussion dijalankan sesuai dengan standar persyaratan kerja tim yang telah ditetapkan.  Bagaiman proses kerja individu tersebut terkait dengan kinerja tim.

(3) membuat informasi yang tepat fungsi dan tanggung jawab dalam tim

Melakukan proses penjelasan yang terkait dengan informasi yang jelas terkait dengan posisi individu tersebut dalam kerangka kerja tim.

Dengan melakukan proses penyusunan uraian kerja yang tepat, diharapkan perusahaan dapat mengoptimalkan performa bisnis yang dimilikinya. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pentingnya Pengendalian Asset Manajemen

Banyak perusahaan yang tidak memperhatikan betapa pentingnya pengendalian asset dalam perusahaan.  Dalam pertimbangan nilai yang kecil dibandingkan dengan pendapatan perusahaan maka fungsi dan pemahaman yang terkait dengan asset tidak menjadi bagian yang penting untuk dikelola.  Namun hal ini merupakan kesalahan yang berkaitan dengan pengukuran performa keuangan yang ada dalam perusahaan.

Beberapa hal yang menjadi suatu konsep pemahaman positif yang berhubungan dengan asset manajemen menyangkut sistem pengelolaan terhadap performa keuangan yang ada dalam perusahaan.  Bagaimana cara suatu perusahaan dapat melakukan proses pengendalian terhadap asset yang dimiliki dalam perusahaan itu sendri.

(1) Proses identifikasi asset

Berupa bagaimana memberikan identitas terhadap asset yang dimiliki oleh perusahaan.  Dimana setiap pembelian asset dijalankan maka proses identifikasi sudah saat nya untuk dilakukan proses identifikasi asset yang ada.

(2) Proses perhitungan nilai asset

Lakukan proses pengukuran dari nilai penurunan asset yang ada, lakukan dalam waktu periode tertentu dan lakukan proses pelaporan ke unit kerja accounting.  Setiap biaya yang berhubungan dengan asset dilakukan proses akumulasi terhadap biaya tersebut sebagai bagian dari proses perhitungan nilai penurunan asset.

(3) Proses pengendalian kepemilikan asset

Melakukan proses pengaturan terhadap status unit kepemilikan asset yang kemudian dikaitkan dengan informasi apabila terjadi pemindahan dan kehilangan terhadap data asset yang ada.

Lakukan proses manajemen asset secara tepat, dalam jangka waktu tertentu tidak ada salahnya melakukan proses audit asset untuk memastikan bahwa kondisi asset masih sesuai dengan nilai asset yang dikalkulasikan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pembuatan Standard Operating Procedure untuk Bisnis Salon dan Kecantikan

Pada saat ini, pergerakan untuk menjadi seorang wirausaha mengalami peningkatan yang cukup berarti.  Salah satu bisnis yang paling diminati saat ini salah satunya adalah bisnis Salon dan Kecantikan.  Dimana salon dan jasa kecantikan sudah dianggap sebagai gaya hidup yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan, khususnya untuk kelompok konsumen wanita. Namun seperti bisns lainnya, apabila bisnis ini tidak didukung dengan manajemen operasional yang kuat, maka bisnis ini akan menjadi sulit bersaing dengan kompetitor lainnya yang bermodalkan besar.

Salah satu strategi penting yang harus dioptimalkan dalam pengembangan bisnis ini adalah dengan membuat Standard Operating Procedure (SOP) yang tepat untuk pengembangan dan optimalisasi bisa mengembangkan bisnis Anda menjadi suatu bentuk bisnis yang optimal dan tidak kalah bersaing dengan bisnis sejenis yang memiliki modal cukup besar.  Lalu jenis Standard Operating Procedure apa saja yang bisa digunakan dalam proses pengembangan bisnis salon dan kecantikan itu sendiri?

(1) SOP Pengadaan Barang dan Sistem Inventory

Dalam bisnis ini, menjadi sangat penting untuk melakukan proses pengendalian terhadap pengadaan barang adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan proses pengendaliannya.  Konsep terkait dengan kebutuhan dan kepentingan pelanggan menjadi salah satu faktor dimana proses pendagaan barang ini harus dilakukan secara cermat, artinya pemilihan terhadap jenis barang-barang yang akan digunakan juga disesuaikan dengan keinginan pelanggan.  Sistem inventory menjadi hal yang penting, dimana pihak pemilik salon harus dapat memprediksi jumlah dari kedatangan pelanggan yang akan datang ke salonnya.

(2) SOP Pelayanan

Dibuatkan mekanisme dan standar baku tentang tata cara pelayanan yang akan dijalankan dalam bisnis ini.  Seperti standar dan mekanisme dari aplikasi treatment (penanganan) terhadap pelanggan yang tepat untuk dapat memastikan bahwa pelanggan mendapatkan suatu standar yang sama.  Selain ke arah pelayanan pelanggan, dengan standar penanganan yang tepat maka aspek costing atau biaya pelayanan menjadi dapat terukur secara akurat sehingga faktor pengendalian internal terhadap tiap unit produk dapat terukur secara tepat.

(3) SOP Finance Accounting

Rata-rata pemilik usaha salon mencampuradukkan antara kebutuhan untuk salon dengan rumah tangga.  Ada baiknya proses ini dipisahkan sehingga pemilik salon dapat melakukan proses pengembangan bisnis secara optimal.  Misalnya untuk menjaga cashflow atau pembayaran supplier dan karyawan secara tepat.  Belum lagi biaya listrik dan sewa tempat yang tentunya tidak sedikit.  Perhitungan COGS (Cost of Good Sold) juga menjadi bagian penting yang harus diperhatikan dalam menetapkan harga dari jasa pelayanan Anda.

Penerapan Standard Operating Procedure yang tepat diharapkan dapat memberikan nilai lebih dalam proses penanganan operasional bisnis Anda.  Lakukan proses pengembangan bisnis dengan referensi eksternal secara tepat dan akurat sehingga bisnis Anda dapat berkembang.  (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Penyusunan Standard Operating Procedure untuk Jasa Retail Mini Market

Beberapa masa belakangan ini, bisnis manajemen retail sangat menjamur.  Didukung adanya kondisi sistem franchise yang kuat serta adanya dukungan dari produsen barang itu sendiri, bisnis retail dapat menjadi salah satu alternatif yang menjanjikan dalam usaha Anda.  Tertarik untuk mendalami bisnis ini, tetapi tidak ingin melakukan pengembangan sistem franchise nya.  Salah satu tahapan penting yang harus dipertimbangkan dalam membuat usaha ini adalah mempersiapkan Standard Operating Procedure (SOP) untuk jasa retail.

Apa saja yang menjadi isi dari Standard Operating Procedure untuk jasa retail mini market ini:

(1)  SOP Proses Pengadaan barang

Dalam suatu bisnis retail, mengedepankan keberadaan barang adalah penting.  Komponen yang membuat orang terus datang ke minimarket Anda adalah kelengkapan barang yang ada di dalam mini market itu sendiri.  Standard Operating Procedure yang harus ditetapkan dalam usaha ini adalah proses identifikasi kebutuhan barang yang dikaitkan dengan frekuensi pembelian, proses pengadaan stock barang itu sendiri serta pemeriksaan waktu return atau expired date dari barang itu sendiri.  Tidak ada salahnya pemilik mini market juga menetapkan barang yang menjadi pertimbangan pembeli untuk datang ke tempat Anda karena harga dan kualitas bersaing, pastikan juga bahwa Anda dapat mengidentifikasi keunikan dari daerah di mana Anda membuka retail mini market sehingga menjadi cukup menarik untuk pengunjung terus berkunjung.

(2) SOP Pelayanan

Salah satu pengembangan terpenting dari konsep retail adalah pelayanan, dimana pengunjung selain dilayani secara cepat (sebaiknya jangan menyebabkan pelanggan menunggu), juga menetapkan konsep keakuratan dari perhitungan (disertai bukti dan nota pembayaran), serta memastikan bahwa pelayan secara ramah melayani pelanggan. Standar penampilan dan bertutur kata menjadi sangat penting mengingat individu yang akan dilakukan proses pelayanan adalah manusia.

(3) SOP Inventory

Salah satu bagian terpenting dari manajemen retail adalah adanya penetapan inventory.  Sistem inventory dibagi menjadi dua yaitu inventory swalayan dan non swalayan.  Bisnis retail dengan sistem inventory swalayan artinya menetapkan proses penggabungan stock barang ke area pelayanan, dimana meskipun dapat menstimulus peningkatan penjualan juga beresiko adanya kehilangan barang.  Sedangkan sistem inventory dengan sistem non swalayan cenderung beresiko rendah namun harus memperhatikan penataan secara tepat agar dapat menarik pelanggan.  Bisnis retail harus dapat memperhatikan adanya proses pemeriksaan terhadap status stock yang dijalankan secara terus-menerus dalam periode rutin, pencatatan terhadap status stock adalah parameter penting yang harus dievaluasi.

(4) SOP Finance Accounting

Kondisi manajemen retail yang cepat, membuat pemilik harus melakukan proses up date harga secara tepat dan akurat.  Pastikan dalam proses penyusunan SOP Finance Accounting, pihak manajemen memperhatikan status laporan pembelian dan penjualan barang secara akurat serta survey harga untuk memastikan bahwa harga yang Anda tetapkan bukanlah harga yang terlalu tinggi yang di kemudian hari dapat beresiko beralihnya bisnis Anda atau juga harga yang terlalu rendah, sehingga Anda sulit untuk membeli kembali barang untuk dijual.  Penetapan COGS (Cost of Good Sold) menjadi nilai penting untuk transaksi bisnis yang Anda kembangkan.

Bagaimana dengan bisnis dan usaha Anda saat ini? Peningkatan omset yang tinggi sebaiknya dibarengi dengan manajemen retail yang tepat dan akurat. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mendamping bisnis Anda. (amarylliap@yahoo.com, 08129369926)

Menggunakan Metode QFD untuk Meningkatkan Kepuasan Pelanggan

Bagi perusahaan yang sudah melaksanakan dan melakukan proses implementasi ISO 9001:2008 tentunya proses pengukuran kepuasan pelanggan bukanlah hal yang aneh untuk dilakukan.  Namun hal yang terpenting yang seharusnya diperhatikan adalah bagaimana menetapkan tindak lanjut dari hasil pengukuran kepuasan pelanggan.  Tentu saja harus dengan menetapkan tindakan perbaikan dan pencegahan terhadap hasil dari ketidakpuasan yang muncul.

Pendekatan Quality Function Deployment adalah suatu teknik yang tepat yang dapat digunakan dalam menetapkan tindak lanjut dari ketidakpuasan pelanggan.  Hasil dari penetapan tindakan perbaikan dan pencegahan yang dilakukan dapat dijalankan dengan adanya proses yang terukur dan tervalidasi sehingga benar-benar mencapai hasil yang diinginkan. Pendekatan yang sistematis dalam bentuk penetepan metodologi dapat membantu banyak perusahaan, khususnya perusahaan jasa dalam mendapatkan dukungan manajemen untuk menetapkan kebijakan yang tepat berdasarkan atas informasi faktual.

Program pelatihan satu hari untuk mempelajari dan memahami Quality Function Deployment sebagai tindak lanjut dari proses kepuasan pelanggan dapat memberikan nilai kontribusi dalam arti yang tepat.  Adapun silabus pelatihan kami memuat informasi pelatihan sebagai berikut:

(1) Proses penyusunan kuesioner kepuasan pelanggan

(2) Teknik pengukuran reliabilitas dan validitas alat ukur

(3) Pemahaman house of quality

(4) Penempatan status tindak lanjut dari kepuasan pelanggan dalam matriks house of quality

Menjadi hal yang sangat penting untuk dapat mengolah data kepuasan pelanggan di perusahaan Anda menjadi suatu bentuk nilai positif yang kuat bagi bisnis Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)