Sistem Mutasi Karyawan: Strategi Menjaga dan Mengelola Kompetensi Karyawan?

Salah satu perusahaan menerapkan proses mutasi internal yang secara periodik dijalankan dalam perusahaan.  Salah satu faktor utama yang dipakai sebagai alasan mengapa proses ini dijalankan adalah untuk mengurangi tingkat kejenuhan yang muncul pada diri karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut.  Namun ada salah satu hal menarik yang sebaiknya juga digunakan oleh perusahaan lainnya sebagai pertimbangan untuk dijalankan.

Kelebihan dari proses mutasi dan rotasi ini menyebabkan setiap karyawan mau tidak mau menghargai pekerjaan dari bidang atau unit kerja lainnya.  Artinya karyawan tersebut tidak menempatkan dirinya ke dalam posisi superior.  Setiap karyawan dapat memahami karakteristik dari pekerjaan yang dijalankan oleh bidang lainnya dan mulai dari nol untuk memahami bagaimana proses tersebut dijalankan.  Teori tentang eksklusifitas dari job specification dapat berkembang dan menyebabkan setiap individu yang ada dalam perusahaan tersebut menjadi kaya secara kompetensi.

Konsep pengembangan internal perusahaan pun dapat diperkirakan menjadi cepat disebabkan karena strategi dapat berkembang dan dinilai secara obyektif.  Konsep konflik dengan menyembunyikan banyak hal sebagai langkah strategi menjadi hilang ke dalam bentuk transparansi dan kinerja tim secara utuh.

Adalah menjadi suatu hal yang sangat menarik apabila suatu perusahaan dapat menjalankan program mutasi dan rotasi dengan tepat.  Namun memang membutuhkan adanya pertimbangan terhadap posisi-posisi yang selain strategis juga memiliki persyaratan kualifikasi yang ketat dalam arti kata tidak sembarang orang dapat menduduki posisi atau fungsi pekerjaan tersebut.  Mulailah mempertimbangkan konsep ini sebagai salah satu strategi pengembangan kompetensi karyawan dalam perusahaan Anda.(amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Proses Sosialisasi Peraturan Perusahaan yang Tepat bagi Karyawan

Banyak perusahaan mengalami permasalahan mengenai proses mengkomunikasikan suatu peraturan kepada karyawannya.  Masalah yang timbul bisa berasal dari sulitnya untuk membuat karyawan paham mengenai esensi peraturan untuk peningkatan nilai yang positif ke dalam bisnis dan bukannya sebagai bentuk pembatasan untuk meningkatkan kinerja atau performa yang ada dalam perusahaan.

Lalu bagaimana proses yang paling tepat untuk melakukan proses sosialisasi yang dimaksudkan tersebut.  Proses sosialisasi sebaiknya menggunakan suatu teknik komunikasi yang menggunakan pendekatan dari sisi identitas kematangan individu karyawan itu sendiri.  Karyawan sebaiknya dibuat melihat bahwa peraturan perusahaan lebih memberikan konsep keadilan bukan untuk pembatasan.  Artinya melihat bahwa peraturan memberikan efek untuk memberikan nilai reward dan punishment yang tepat.

Proses sosialisasi juga harus melihat budaya perusahaan dalam mengelola suatu bentuk proses.  Lakukan identifikasi dan teknis yang tepat sesuai dengan budaya, ada baiknya sebelum melakukan sosialisasi suatu organisasi melakukan suatu proses survey kecil-kecilan terlebih dahulu yang berguna untuk mengetahui bagaimana teknis yang tepat dalam melakukan proses transfer suatu budaya.

Ketengahkan bahwa peraturan adalah proses pembentukan pribadi individu, dimana harapan terbesar adalah mengembangkan nilai positif perusahaan menjadi nilai individu yang dimiliki oleh karyawan.  Tentunya hal ini akan menjadi lebih efektif apabila karyawan dalam perusahaan tersebut melihat bahwa real dari implementasi nilai perusahaan memang terbukti memiliki konsep nilai yang positif.

Kembangkan teknik komunikasi yang tepat dalam perusahaan ketika melakukan proses sosialisasi peraturan, dengan pendekatan positif akibat positif juga muncul bagi perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Menjadi Auditor ISO 9001: 2008 yang Tepat dan Efektif

Salah satu proses yang muncul dalam penerapan Sistem ISO 9001:2008 adalah proses audit internal.  Dalam penerapan sistem audit internal salah satu persyaratan yang diwajibkan bahwa suatu organisasi harus memperhatikan kualifikasi individu yang menjadi auditor secara tepat.  Lalu bagaimanakah cara yang tepat untuk memiliki tim internal auditor yang baik dan efektif?

Hal pertama: melakukan proses pelatihan internal auditor

Perusahaan ataupun organisasi yang akan memiliki tim auditor disarankan untuk melakukan program dan kegiatan internal auditor, artinya training harus dijalankan agar tim auditor dapat memahami secara efektif tata cara dari pelaksanaan audit serta yang terpenting adalah pemahaman dari klausul yang ada dalam ISO 9001:2008 itu sendiri.  Teknik dan tata cara penyusunan checklist audit serta laporan yang merupakan dari hasil kegiatan audit itu sendiri.

Hal kedua: melakukan proses dan teknik implementasi kegiatan audit

Proses kedua ini adalah bagian terpenting dari suatu proses pengembangan dan pelatihan tim internal audit.  Dimana perusahaan/ organisasi melakukan suatu tahapan implementasi langsung dalam menilai kemampuan auditor.  Pelatihan tidak akan bermanfaat tanpa disertai dengan jam terbang yang akan mendukung dari kegiatan internal audit itu sendiri.

Hal ketiga: Evaluasi dari tim internal audit

Dimana dari setiap tahapan dan kegiatan audit yang dijanlankan, auditor dilakukan proses evaluasi terhadap performa audit yang dimilikinya mencakup pada kemampuan teknis audit, pemahaman dari area proses kerja, teknik berkomunikasi kepada auditee dan penyusunan laporan.  Proses tindak lanjut perlu untuk dilakukan untuk meningkatkan performa auditor seperti penyediaan pelatihan ulang, penambahan jam audit serta program coaching yang dibutuhkan dari kegiatan audit.

Lakukan proses perumusan dan pengembangan kompetensi yang tepat dari program audit internal yang ditetapkan oleh perusahaan/ organisasi Anda.  Kembangkan dan lakukan proses referensi eksternal yang tepat untuk memastikan adanya peningkatan bisnis yang sesuai dan optimal dalam bisnis Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Melakukan Proses Pemetaan Kekuatan Bisnis

Dalam menentukan langkah strategi dalam perusahaan, mengapa perusahaan tidak menjalankan suatu konsep pemahaman mengenai kekuatan bisnis dari perusahaan itu sendiri. Apakah Anda sudah familiar dengan informasi mengenai SWOT Analysis.  Konsep dan pemahaman SWOT Analysis adalah suatu proses yang dilakukan untuk menganalisis kekuatan bisnis yang ada dalam perusahaan.  Pertimbangan untuk analisis ini dilakukan dengan melakukan analisis dari segi internal dan eksternal perusahaan.

1. Penetapan segi internal perusahaan

Melakukan proses pengkajian yang terkait dengan konsep internal perusahaan yang berhubungan dengan konsep Strength dan Weakness, dimana konsep Strength adalah kekuatan internal yang dimiliki oleh perusahaan dimana nilai kekuatan tersebut meliputi nilai dan budaya perusahaan, pengelolaan sumber daya manusia, segmentasi produk dan segmentasi marketing serta kekuatan modal perusahaan, demikian terkait dengan status informasi yang berkaitan dengan konsep weakness (kelemahan) dari sisi internal perusahaan yang berhubungan dengan aspek yang berlawanan dengan kekuatan.  Melakukan proses perhitungan kalkulasi yang terkait dengan status pengukuran yang ditetapkan dari hasil perhitungan selisih antara nilai strength dengan nilai weakness.

2. Penetapan segi eksternal perusahaan

Melakukan proses pengkajian yang berhubungan dengan proses pengukuran dan evaluasi perusahaan dengan melihat kapasitas yang termuat dalam aspek eksternal yang ada perusahaan. Dimana aspek yang dimaksud tersebut adalah opportunity yaitu peluang yang muncul dalam perusahaan yang kemudian ditetapkan dalam fungsi strategi, konsep opportunity yang dimaksud adalah peluang dari pasar, keberterimaan pelanggan, prilaku masyarakat yang positif, kebijakan perusahaan yang mendukung, segmentasi yang unik dan aspek strategi kekuatan eksternal lainnya.  Sedangkan aspek threat atau ancaman adalah adanya suatu kompetisi bisnis atau hambatan bisnis yang memberikan dampak negatif dalam perusahaan.  Lakukan proses kalkulasi untuk mendapatkan evaluasi status overall yang muncul dalam kalkulasi dari konsep pengembangan eksternal perusahaan tersebut.

3. Melakukan proses penetapan strategi bisnis

Lakukan penyusunan dan perhitungan status kalkulasi rasio antara external dan internal, dimana akan mempengaruhi jenis strategi yang ditetapkan dalam bisnis.

Lakukan proses pemetaan kekuatan bisnis dalam perusahaan Anda sebagai dasar dari perencanaan dan pengembangan bisnis perusahaan Anda.  Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk memastikan proses pemetaan kekuatan bisnis dapat dijalankan secara obyektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926(

Penetapan Skema Cost Effectiveness yang Tepat

Banyak perusahaan yang salah dalam melakukan proses penerapan cost reduction system.  Alih-alih menjalankan suatu fungsi cost reduction malah akhirnya mengeluarkan biaya lainnya akibat dari konsep cost reduction tersebut.  Misalnya, untuk melakukan proses penghematan dalam operasional produksi, perusahaan melakukan proses penurunan biaya pemeliharaan peralatan.  Bukannya berhasil dalam melakukan proses penghematan namun muncul adanya perbaikan yang lebih serius, kebutuhan penggantian spare part dan nilai produktivitas yang menurun.  Kerugian pun akhirnya menumpuk.

Konsep working smart dalam penerapan cost effectiveness adalah untuk memastikan bahwa penetapan nilai biaya memberikan manfaat dengan konsep optimal dan tidak hanya melakukan proses pemotongan biaya.  Perusahaan harus menjalankan 6 tahapan yang penting dalam melakukan penetapan skema cost effectiveness.

(1) Tahapan 1: mempelajari konsep dari proses operasional yang dijalankan dalam perusahaan

Lakukan analisis terhadap status bisnis utama yang dijalankan dalam proses operasional perusahaan.  Lakukan analisis terkait dengan komponen biaya terbesar yang muncul dari aspek proses tersebut.  Rincikan dan uraikan komponen tersebut dengan tepat dan pelajari resikonya apabila komponen biaya tersebut dikurangi, ketika menjadi suatu hal yang kritikal apabila komponen biaya yang dimaksud dikurangi maka efek ke dalam penerapan implementasi menjadi suatu bagian yang kritikal dan memberikan resiko bisnis yang besar ke dalam bisinis.

(2) Tahapan 2: menyusun kalkulasi biaya secara tepat

Melakukan proses perhitungan komponen biaya untuk dapat memastikan bagaimana suatu tahapan standar operasional yang dimaksud sudah sesuai dengan ideal komponen yang ada dalam manajemen operasional.  Lakukan proses analisis perhitungan biaya per proses secara tepat untuk memastikan adanya penetapan perencanaan budget yang sesuai.  Pengembangan sistem analisis dari penetapan biaya adalah hal yang penting sebelum menjalankan konsep cost effective management system.

(3) Tahapan 3: menyusun budget per perencanaan proses

Melakukan proses pengukuran budget yang terkait dengan manajemen operasional.  Budget di tetapkan per unit satuan kerja untuk memastikan bahwa penetapan sesuai lakukan proses perhitungan dari aspek historical (sejarah) dari perhitungan budget yang dimaksud.

(4) Tahapan 4: melakukan proses evaluasi terkait dengan realisasi budget

Melakukan proses pemantauan dan status penggunaan yang berhubungan dengan program budget itu sendiri.  Pastikan proses realisasi dan evaluasi dijalankan berdasarkan standar dan persyaratan yang telah ditetapkan.  Melakukan proses evaluasi yang berkaitan dengan status penggunaan budget yang dimaksud.

(5) Tahapan 5: melakukan proses koreksi dari status budget

Pastikan apabila terjadai ketidaksesuaian dilakukan proses penetapan terkait dengan status evaluasi budget yang dimaksudkan itu sendiri.  Apabila ditemukan ketidaksesuaian maka dilakukan analisis terhadap penetapan status budget yang dimaksud dan dilakukan proses koreksi serta review untuk melihat aktual standar budget yang dimaksudkan itu sendiri.

(6) Tahapan 6: Hitung Efektifitas

Lakukan proses pengukuran manfaat secara umur ekonomi dan produktivitas dalam memastikan bahwa program pembiayaan yang dimaksud telah dijalankan sesuai dengan standar persyaratan yang dimaksud.

Penetapan dan pengembangan skema cost effectiveness harus dipastikan dapat dijalankan dengan memberikan nilai kontribusi bisnis yang lebih kuat dibandingkan dengan konsep pengembangan manajemen cost reduction. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam melakukan program pengelolaan bisnis yang tepat dan optimal dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pentingnya Perusahaan dalam Menjalankan Inovasi

Dalam era kompetisi bisnis yang ketat dan kuat, menjadi suatu bentuk keharusan untuk memastikan bahwa perusahaan harus menerapkan Sistem Manajemen Inovasi yang kuat baik itu secara internal dan eksternal.  Ketika dalam suatu program konsultasi dijalankan, banyak manajer yang mengalami kesulitan yang sangat berarti ketika program inovasi ini akan dijalankan dalam perusahaan.  Mengapa ini terlihat sulit? Seperti apakah jenis inovasi yang harus dijalankan dalam perusahaan itu sendiri?

Banyak perusahaan melihat inovasi adalah perubahan produk, apabila kita melihat pada sektor industri barang, dimana inovasi adalah konsep untuk membuat produk baru yang memberikan suatu keunikan dan suatu sensasi baru yang menarik dan seharusnya menjadi suatu bentuk TALK OF THE DAY dari setiap orang.  Lalu perusahaan lainnya melihat inovasi adalah perubahan pelayanan, seperti mengganti logo dari karyawan, mengganti TAGLINE dari perusahaan, mengubah warna seragam dan bahkan merubah lay out dari bisnis.

Banyak perusahaan berusaha keras untuk menjelaskan kepada konsumennya bahwa inovasi telah dijalankan dalam perusahaan dan semuanya bertujuan untuk memastikan kepuasan pelanggan tercapai.  Namun apakah hanya sebatas itu inovasi dapat dijalankan?

Kembali lagi ke dalam internal perusahaan, sudahkan dikembangkan konsep pengembangan inovasi kepada setiap unit kerja.  Contoh kasus menarik yang ditemukan dalam suatu konsep pencegahan kecelakaan kerja di dalam perusahaan.  Dimana perusahaan mengalami permasalahan adanya kecelakaan kerja yang muncul setiap harinya dan hal tersebut menyebabkan adanya kerugian yang cukup besar dari pengembangan bisnis manajemen perusahaan itu sendiri.  Proses produksi terhambat, adanya produktivitas karyawan yang menurun akibat penurunan fungsi psikologis dan hal teknis lainnya yang dapat secara signifikan menghambat bisnis.

Manajemen merumuskan untuk membuat konsep SUMBANG SARAN dimana setiap saran yang sifatnya inovasi dan sangat signifikan untuk mengurangi kecelakaan kerja dapat diimplementasikan dan dikembangkan secara bisnis.  Lalu dibentuklah tim panitia evaluasi untuk proses pengembangan sumbang saran ini, ide yang kreatif dan inovasi akan diberi penghargaan yaitu adanya pembubuhan nama individu yang ada dalam pemberian ide tersebut ke dalam SOP ataupun proses yang dijalankan.

Hal ini ternyata secara signifikan dapat menurunkan kecelakaan kerja dan yang lebih menarik proses implementasi yang dikembangkan dalam perusahaan lebih cepat teraplikasikan.  Sangat menarik karena organisasi mau dengan rendah hati belajar kepada seorang individu karyawan.  Inilah nilai essensial yang paling terpenting dalam program penerapan Inovation Management System dalam bisnis perusahaan.  Kenapa tidak Anda memulainya dari sekarang? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengembangkan dan mengoptimalkan Inovation Management System dalam Perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Evaluasi dan Perumusan Standar Kompensasi dalam Perusahaan

Banyak perusahaan yang melupakan proses penetapan pentingnya untuk melakukan proses perumusan yang tepat bagi standar kompensasi yang ada dalam perusahaan.  Contoh kasus menunjukkan bahwa standar kompensasi dalam perusahaan secara umum terbentuk akibat adanya proses negosiasi awal ketika seorang individu pekerja akan masuk menjadi karyawan dalam perusahaan tersebut, kemudian berjalan seiringnya waktu kenaikan dijalankan oleh manajemen berdasarkan aspek subyektifitas dan obyektifitas yang tersistematis yang kemudian mengakibatkan adanya pembengkakan gaji karyawan dan yang lebih memperparah keadaan adalah kondisi bahwa kompensasi tidak berjalan seiring dengan produktivitas yang terbentuk dalam perusahaan itu sendiri.

Penetapan dan perumusan standar kompensasi yang tepat dalam perusahaan, sebaiknya ditetapkan dalam perusahaan sebelum perusahaan tersebut berkembang menjadi besar.  Acuan kompensasi serta sistematika dari peningkatan gaji harus dipertimbangkan secara tepat sehingga besaran budget akan berjalan seiring dengan output produktivitas.

Tahapan proses perumusan standar kompensasi yang tepat dalam perusahaan dapat dijalankan dengan tahapan sebagai berikut:

(1) Melakukan proses analisis jabatan

Menetapkan dan menyusunan evaluasi yang lengkap dan tepat terkait dengan proses analisis jabatan.  Kegiatan dan fungsi analisis jabatan yang dijalankan tersebut harus sesuai dengan uraian pekerjaan yang ditetapkan dalam perusahaan.  Tetapkan beban kerja untuk kemudian menghasilkan indeks dari analisis jabatan yang dimaksudkan tersebut.

(2)  Penetapan analisis pasar

Lakukan proses analisis pasar yang terkait dengan standar gaji yang ada dalam perusahaan.  Lakukan proses perumusan dan penetapan yang terkait dalam standar kompensasi yang dimaksud untuk memastikan bahwa penetapan kompensasi tidak melebihi standar gaji yang ada dalam pasaran.  Hal ini untuk menjaga tingginya turn over dari karyawan

(3) Pemasahan unsur kompensasi yang tepat

Lakukan pembentukan komponen gaji ke dalam bentuk gaji pokok, tunjangan dan fasilitas.  Penetapan dan perumusan ini harus dipastikan sesuai dengan prestasi dan output kinerja dari fungsi jabatan yang dimaksud.

Lakukan evaluasi penetapan gaji yang ada dengan mengkaitkan dengan sistem manajemen unjuk kerja (KPI/ Key Performance Indicator) dimana proses penetapan dan optimalisasi dari perumusan ini harus dapat dipastikan memenuhi standar kompensasi yang tepat dan optimal dalam perusahaan.Konsep sistem manajemen unjuk kerja ini dikembangkan untuk menjaga keseimbangan antara performa dan kompensasi.  Susun SOP dan skema pengembangan kompensasi yang tepat dalam perusahaan (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pengembangan Program Management Training dalam Perusahaan

Banyak perusahaa melakukan proses penerapan Management Training yang ada dalam perusahaan untuk memastikan adanya pengembangan dan desain sumber daya manusia yang tepat.  Pengembangan program Management Training itu sendiri bertujuan untuk memastikan adanya ketersediaan sumber daya manusia yang tepat guna dan sesuai dan kebutuhan yang ada dalam perusahaan dimana selain siap pakai dan dapat mengembangkan figur pengembangan aspek kepemimpinan yang ada dalam perusahaan.

Dalam mengembangkan program MT itu sendiri satu hal yang harus dipertimbangkan adalah masalah budget untuk pengembangan aplikasi program yang dimaksud dan konsistensi dari program itu dijalankan.  Sedikit berbeda dengan program rekruitmen karyawan secara normal program MT dikembangkan untuk dapat mengaplikasikan pertambahan nilai karyawan secara signifikan dengan intervensi manajemen yang kuat.  Beberapa faktor yang harus dengan seksama dipertimbangkan daam melakukan pengembangan program MT adalah dengan menjalankan hal sebagai berikut:

(1) Melakukan proses rekruitmen

Dalam kegiatan rekruitmen untuk program Management Training, penetapan persyaratan untuk personel yang akan mengikuti program ini harus dipastikan sesuai dengan program, seperti latarbelakang pencapaian akademis dan sebaiknya dipastikan memiliki latar belakang pengalaman kerja yang belum banyak agar mempermudah pembentukan individu tersebut ke dalam program.

(2) Pengembangan sistem orientasi dan pelatihan

Perusahaan harus menyiapkan sistem pendukung orientasi dan pelatihan yang optimal untuk dikembangkan dan ditetapkan sesuai dengan bentuk organisasi.  Penetapan study kasus, pemecahan masalah maupun kelompok kerja yang tepat bertujuan untuk melakukan seleksi dan pengembangan terhadap individu yang ada dalam program tersebut.

(3) Pengembangan karir

Hal ini menjadi bagian yang sangat penting untuk dapat menjadi arena uji kompetensi sumber daya manusia yang ditempatkan tersebut.  Seleksi dan pengembangan harus dipastikan dijalankan sesuai dengan aspek yang dipersyaratkan dalam perusahaan.

Lakukan pengembangan program Management Training dalam perusahaan secara tepat dan optimal.  Lakukan proses evaluasi program dan pengembangan secara sistematis agar dapat menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten dan handal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Perencanaan Tenaga Kerja yang Tepat

Perusahaan yang sedang mengalami perkembangan dan pertumbuhan bisnisnya secara umum dapat memunculkan konsep yang kompetitif tentu membutuhkan adanya dukungan dari tenaga sumber daya manusia yang kuat dan tepat.  Melakukan proses perencanaan untuk tenaga kerja juga bukanlah hal yang cukup mudah untuk dilakukan perusahaan.  Beberapa perusahaan mengkhawatirkan tidak adanya potensi peningkatan bisnis yang sesuai dengan proses rekruitmen atau informasi terhadap status dari ketersediaan tenaga kerja itu sendiri.

(1) Tetapkan strategi dan target pengembangan bisnis

Di sinilah perusahaan harusnya sudah mulai menetapkan dan mencari bentuk manajemen perusahaan yang tepat sehingga peningkatan optimal dalam bisnis bisa tercapai.  Buat target dari bisnis yang ada tersebut dengan tepat berdasarkan asumsi-asumsi yang ditetapkan dalam bisnis yang ada dalam Perusahaan Anda.  Kemudian tetapkan program dan strategi yang akan dikembangkan termasuk di dalamnya adalah langkah-langkah yang tepat untuk mencapai target dan strategi yang dimunculkan dalam pengembangan bisnis perusahaan Anda tesebut.

(2) Melakukan proses realisasi program kerja

Realisasikan program kerja menjadi suatu bentuk Standard Operating Procedure yang tepat sehingga proses dari pengembangan realisasi itu menjadi suatu bentuk langkah yang nyata.  Dari Standard Operating Procedure tersebut kemudian dilakukan penetapan pengembangan program kerja yang dijalankan di lapangan.  Termasuk di dalamnya adalah menetapkan uraian kerja, fungsi dan tanggung jawab dalam melakukan proses implementasi Standard Operating Procedure yang dijalankan di lapang.

(3) Menetapkan Budget dari Tenaga Kerja

Lakukan proses penetapan budget untuk tenaga kerja yang akan menjalankan Standard Operating Procedure yang dimaksud.  Termasuk di dalamnya adalah memastikan nilai pengembalian dari nilai tenaga kerja tersebut ke dalam target kerja dan sasaran kerja yang ditetapkan oleh perusahaan.  Bagaimana tahapan proses dan pengembangan dari manajemen operasional yang ada dalam perusahaan itu sendiri dapat dijalankan.

Dengan menjalankan langkah yang tepat, program perencanaan tenaga kerja adalah proses dan pengembangan yang optimal dalam operasional dan penetapan aspek manajemen yang dijalankan. Lakukan program perencanaan tenaga kerja yang tepat untuk dapat mengoptimalkan konsep bisnis yang ada dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mendesain dan Mengaplikasikan Program Efisiensi dalam Perusahaan Secara Tepat

Banyak perusahaan melihat kebutuhan program efisiensi sebagai suatu kebutuhan dan persyaratan yang wajib dalam manajemen operasional, dimana konsep untuk menjadi lebih efektif adalah suatu tahapan pengembangan manajemen yang ada dalam perusahaan itu sendiri.  Banyak perusahaan yang melakukan penetapan program efisiensi dengan cara yang salah kaprah, sehingga mengakibatkan munculnya masalah kualitas produk, keluhan ketidaknyamanan oleh karyawan dan proses operasional yang justru malah dapat mengakibatkan keborosan yang muncul dalam perusahaan itu sendiri.

Lakukan proses pendesainan terkait dengan program efisiensi dalam yang ada dalam perusahaan secara tepat untuk memastikan tujuan dan nilai dari perusahaan justru mendapatkan nilai profit yang tepat.

(1) Tetapkan tujuan dari program efisiensi

Lakukan proses identifikasi dan perumusan tujuan efisiensi serta nilai dan target efisiensi yang ditetapkan oleh perusahaan itu sendiri.  Seperti berapa nilai nominal yang ditetapkan untuk memastikan bahwa program efisiensi itu dapat berjalan secara tepat dan akurat. Kemudian lakukan proses penetapan program dan langkah-langkah yang tepat untuk dapat memastikan tujuan tersebut tercapai.

(2) Lakukan analisis kelayakan program

Lakukan perhitungan analisis kelayakan dari program efisiensi yang dimaksudkan tersebut.  Seperti perhitungan benefit cost ratio, dimana program efisiensi yang dimaksudkan tersebut bukan hanya menjadi program yang mereduksi cost namun justru dapat melakukan proses peningkatan nilai keuntungan.  Sehingga menjadi hal yang lumrah apabila pemilik perusahaan melihat pengembangan program efisiensi adalah strategi untuk jangka panjang bisnis.

(3) Lakukan perhitungan kapasitas manajemen

Efisiensi adalah kerja keras, dan itu tidak hanya menyangkut pada individu tertentu yang ada dalam perusahaan namun untuk melihat aspek jangka panjang yang muncul di depannya ke dalam bisnis sebagai tanggung jawab seluruh organisasi yang ada dalam perusahaan.

Menjadi suatu nilai penting pada saat ini dalam seluruh bisnis, bahwa kompetisi menjadi suatu aspek penting untuk menguji perusahaan menjadi kekuatan ke dapan dalam mengoptimalkan keuntungan bisnis. Lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengelola dan mengembangkan kelayakan program efisiensi dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)