Cara Membuat Job Description yang Tepat

Penyusunan atas job description (uraian jabatan) adalah suatu proses penting untuk memastikan tata kelola dalam perusahaan berjalan dengan tepat dan efekfit. Namun, tidak sedikit perusahaan/organisasi memiliki job description yang tidak akurat. Ketidakakuratan ini dapat menyebabkan dampak kepada manajemen kinerja di dalam perusahaan/ organisasi. Lalu bagaimana tata cara pembuatan job description yang tepat.

Berikut ini adalah ilustrasi yang dapat perusahaan/organisasi jalankan untuk membuat job description yang tepat.

Untuk dapat meningkatkan performa dalam perusahaan, lakukan proses penyusunan job description yang tepat dalam organisasi/perusahaan. Penggunaan referensi eksternal dapat membantu perusahaan/organisasi untuk menyusun uraian jabatan yang tepat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mendalami Peranan QC dalam Sistem Manajemen Keamanan Pangan

QC di dalam organisasi memegang peranan yang cukup penting dalam pengelolaan manajemen keamanan pangan. Untuk dapat memaksimalkan implementasi Sistem Manajemen Keamaan Pangan, perusahaan dapat mengembangkan fungsi QC dengan tepat dan maksimal. Berikut ini adalah ilustrasi yang terkait dengan peranan QC dalam Sistem Manajemen Keamanan pangan.

Tingkatkan kompetensi QC di perusahaan dengan tata kelola dan pelatihan yang tepat. Maksimalkan peranan QC dengan melakukan penggunaan referensi eksternal yang mampu mendesain sistem QC di perusahaan Anda secara maksimal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengapa Standard Operating Procedure (SOP) Tidak Berjalan di Perusahaan

Setelah perusahaan memiliki Standard Operating Procedure (SOP), hal yang paling berat untuk dijalankan adalah memastikan bahwa SOP tersebut terimplementasi dengan tepat. Hal ini mempertimbangkan tidak sedikitnya perusahaan yang tidak dapat menjalankan SOP dan akhirnya SOP hanya menjadi dokumen pajangan saja. Untuk dapat memastikan implementasi berjalan, ada baiknya perusahaan melihat gambaran faktor apa saja yang menjadi penyebab tidak berjalannya SOP.

Untuk dapat mengetahui bahwa SOP berjalan dengan baik, perusahaan harus memastikan bahwa parameter yang disebutkan di atas telah dilakukan proses penanganan yang tepat. Lakukan proses perbaikan dan pengembangan sistem dengan mempergunakan referensi eksternal yang tepat dan berpengalaman agar sistem perusahaan dapat berjalan dengan efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Peranan Konsultan dalam Pengembangan Bisnis Retail

Pengelolaan atas manajemen retail memiliki banyak tantangan. Setiap tantangan sebaiknya dikendalikan dengan pendekatan yang sistematis, salah satunya dengan pembuatan tata kelola retail seperti Standard Operating Procedure. Dalam pembuatan dan pengembangan SOP, perusahaan harus dapat memastikan bahwa pengembangan bisnis retail tersebut dapat terjaga bisnisnya dengan baik sesuai dengan target perusahaan.

Beberapa perusahaan mempergunakan konsultan dalam proses pengembangan bisnis retail. Sebaiknya perusahaan harus memastikan bahwa penggunaan konsultan ini dapat benar-benar memberikan kontribusi yang efektif bagi perusahaan. Berikut ini adalah peranan yang dapat dijalankan untuk pengembangan bisnis retail.

Ada baiknya perusahaan menjalankan sistem dengan tepat dengan dibantu oleh pihak eksternal seperti konsultan. Pastikan perusahaan memilih konsultan yang tepat agar bisnis retail dapat berjalan secara maksimal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926).

Memahami Perbedaan Perusahaan dengan Manajemen Tradisional dan Manajemen Profesional

Dalam pengelolaan perusahaan, manajemen selalu berusaha untuk meningkatkan kemampuan perusahaan dalam berkompetisi dengan perusahaan lainnya. Salah satu strategi yang dapat perusahaan jalankan adalah dengan melihat perbedaan antara manajemen tradisional dan manajemen profesional. Dengan melihat perbedaan yang ada, perusahaan dapat melakukan pendekatan yang lebih baik untuk mengelola perusahaan secara lebih profesional.

Dalam proses pengelolaan manajemen, perusahaan dapat memastikan bahwa perbaikan yang terkait dengan manajemen dapat dilakukan dengan lebih efektif apabila terkelola dengan tepat. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan mempergunakan referensi eksternal yang tepat untuk dapat menjalankan proses pengelolaan perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Tahapan Mengimplementasikan Budaya Perusahaan

Penerapan atas budaya perusahaan terkadang tidak berjalan dengan efektif. Meksipun budaya dan nilai-nilai yang dikembangkan sangat bagus dan terkadang sempurna, namun tidak sedikit perusahaan menghadapi tantangan dalam menjalankan proses implementasinya. Proses pengaplikasian budaya dapat dijalankan dengan tahapan yang dapat dijelaskan dalam ilustrasi berikut.

Untuk dapat mengembangkan proses implementasi atas budaya, lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat terkait dengan pelaksanaan budaya perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Memahami Peranan Konsultan Standard Operating Procedure

Organisasi dapat mengembangkan dan menyusun Standard Operating Procedure (SOP) secara mandiri, namun tidak sedikit yang mempergunakan konsultan. Peranan konsultan sendiri dalam proses penyusunan dan pengembangan SOP tidaklah sedikit, banyak peranan yang dijalankan oleh konsultan yang dapat teramati dalam ilustrasi sebagai berikut.

Untuk dapat mengembangkan sistem dalam perusahaan, lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dan berpengalaman. Penetapan sistem di dalam perusahaan sebaiknya dikelola dengan tim yang tepat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengefektifkan Internal Audit ISO 9001:2015 di Dalam Perusahaan

Pelaksanaan atas internal audit dijalankan untuk dapat memastikan bahwa program internal audit dapat memberikan kontribusi yang efektif ke dalam pelaksanaan sistem di dalam perusahaan. Dalam penerapan sistem ISO 9001:2015, realisasi atas sistem harus melekat ke dalam kegiatan perusahaan. Hal ini untuk mencegah adanya konsep asal ada sertifikat saja di dalam perusahaan.

Strategi implmenetasi ISO 9001:2015 harus didukung dengan memiliki kegiatan internal audit yang efektif. Berikut ini adalah strategi yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk meningkatkan nilai manfaat internal audit ISO 9001:2015.

(1) Memiliki Tim Internal Auditor yang Handal

Kehandalan tim internal auditor dibentuk oleh perusahaan dengan kewenangan yang tepat. Kemampuan internal auditor terbentuk melalui pelatihan dan kegiatan praktek lapangan yang dilakukan dengan supervisi yang tepat. Beberapa perusahaan mengembangkan tim internal audit dan melakukan evaluasi atas kompetensi internal auditor sehingga mendapatkan kemampuan yang tepat dalam memastikan audit dilakukan untuk melihat bagaimana sistem dijalankan. Pengalaman dan keterbukaan organisasi atas kegiatan internal audit dilakukan terkait dengan bagaimana proses internal audit dapat meningkatkan kualitas sistem perusahaan.

(2) Budaya Perusahaan Atas Improvement

Keterbukaan dan bagaimana perusahaan mampu menerima bagaimana kegiatan internal audit dipergunakan oleh perusahaan. Bagaimana suatu budaya perusahaan dijalankan untuk dapat melakukan penanganan atas setiap temuan audit. Temuan audit tersebut dipergunakan untuk dapat meningkatkan nilai positif dalam perusahaan. Setiap temuan menyebabkan adanya perbaikan yang perlu dijalankan. Siklus improvement terbentuk dari kegiatan internal audit itu sendiri.

(3) Pelaksanaan Internal Audit

Seberapa sering perusahaan menjalankan kegiatan internal audit? Sebaiknya proses internal audit dijalankan dengan mempertimbangkan atas resiko terkait dengan proses. Seperti bagaimana kegiatan internal audit akan dijalankan harus mempertimbangkan resiko. Jadwal atas pelaksanaan internal audit dilakukan berdasarkan pada periode audit yang lebih sering dibandingkan dengan departemen yang resiko rendah.

Bagaimana perusahaan menjalankan kegiatan internal audit dijalankan dalam perusahaan? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk menjalankan program pelatihan dan pendampingan internal audit yang efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Menetapkan Sistem QC yang Tepat Dalam Industri

Banyak perusahaan yang belum melihat fungsi utama dari QC dalam arti yang tepat. Beberapa contoh, ditemukan bahwa QC seringkali menjadi penanggung jawab utama dari kualitas produk. Hal ini bukanlah sesuatu yang benar, mengingat penanggung jawab kualitas itu sendiri adalah seluruh elemen perusahaan. Dalam prinsip Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015, mutu terbentuk dari suatu proses yang berdasarkan pada ketetapan yang disepakai berdasarkan pada kepatuhan perusahaan atas regulasi, peraturan maupun persyaratan pelanggan. Konsep mutu yang secara luas, diartikan sebagai proses untuk melampaui batasan kepuasan pelanggan.

Berikut bagaimana perusahaan harus menetapkan mekanisme ruang lingkup QC yang tepat dan efektif dalam perusahaan.

(1) Penjaga Spesifikasi Produk/Proses

Spesifikasi dibentuk berdasarkan pada kesepakatan ataupun trial proses yang dijalankan perusahaan agar memenuhi persyaratan kualitas sesuai dengan ketetapan pelanggan. Dalam beberapa kondisi, penetapan spesifikasi dilakukan oleh QC adalah menjadi batasan bagaimana persyaratan kualitas tersebut dijadikan acuan.

(2) Melakukan Verifikasi Metide Sampling

Peranan QC dalam proses inspeksi banyak tergantung dengan metode pengujian. Dalam setiap proses pengujian, pengambilan sampling adalah aspek kritikal yang menjadi penentu apakah produk bisa dinyatakan sesuai atau tidak. Proses pengujian sample haeus diverifikasi, mengingat perubahan kuakitas akan mempengaruhi metode. Hal yang perlu diwaspadai adalah munculnya trend kualitas yang menurun.

(3) Kualifikasi Personel QC

Tim QC harus memiliki kemampuan untuk melakukan proses pengujian. Termasuk di dalamnya adalah pengujian dengan alat atau tanpa alat. Profisiensi perlu dilakukan terkait dengan bagaimana personel melakukan proses pengujian. Untuk meningkatkan kualitas SDM, pelatihan yang dilakukan harus dipastikan dijalankan secara konsisten.

(4) Evaluasi dan Analisis

Dalam proses pengujian ataupun pemeriksaan, QC akan menemukan informasi berupa data-data yang dapat dipergunakan sebagai panduan dalam pemecahan masalah. Trend kualitas harus dilakukan evaluasi untuk secara maksimal bisa dilakukan perbaikan di dalam perusahaan.

(5) Pelaksanaan Improvement Kualitas

QC ditempatkan sebagai posisi yang bertugas melakukan evaluasi dan dukungan untuk menjalankan improvement. Pemahaman atas bagaimana prises dijalankan agar mendapatkan kualitas yang lebih baik adalah point penting yang harys dijalankan dalam perusahaan.

Pengelolaan atas sistem manufacturing harus melihat kualitas sebagai aspek penentu keberhasilan persaingan. Mengupayakan budaya kerja yang terfokus kepada kualitas dapat meningkatkan profit dan produktifitas bisnis. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Memahami Fungsi PPIC dalam Bidang Manufacturing

Dalam pengembangan perusahaan di bidang manufacturing, penetapan fungsi PPIC ditetapkan dalam organisasi sebagai salah satu fungsi strategis. Kehadiran fungsi PPIC di dalam sektor manufacturing adalah ibarat dirigen yang mengelola irama musik dengan tepat. Dalam beberapa kondisi, perusahaan dapat mengoptimalkan efisiensi dalam pengendalian dan pengelolaan proses produksi perusahaan. Namun, tidak sedikit ditemukan, perusahaan dalam proses pengelolaannya tidak memiliki fungsi PPIC yang terkait dengan pelaksanaan dari manajemen PPIC.

Lalu, apa saja yang menjadi fungsi PPIC itu sendiri? Untuk dapat membedah lebih dalam, berikut adalah analisis terkait dengan fungsi PPIC yang dapat dijalankan atas pengendalian fungsi PPIC yang dilakukan di dalam perusahaan.

(1) Melakukan penetapan standar lean manufacturing

PPIC melakukan analisis terkait dengan lean manufacturing yang terkait dengan pengendalian dan penanganan standar kapasitas yang dijalankan dalam proses produksi dari hulu dan hilir. Melakukan proses evaluasi atas setting kapasitas dan mengidentifikasi terkait dengan kapasitas terpasang serta kapasitas real yang dijalankan dalam proses pengelolaan perusahaan dijalankan dalam perusahaan. Sehingga dapat terukur dengan tepat untuk melakukan perencanaan atas optimalisasi kapasitas, kebutuhan order pelanggan serta kekuatan finansial perusahaan.

(2) Melakukan Perencanaan Proses Produksi

PPIC menyusun perencanaan proses produksi, dimana proses perencanaan disusun berdasarkan pada kebutuhan order dari marketing ataupun stock market. Dimana dalam proses yang telah ditetapkan tersebut dilakukan penetapan perencanaan proses produksi. Proses ini dirumuskan melalui perhitungan atas status stock barang jadi, kapasitas produksi (termasuk di dalamnya adalah perhitungan recovery), proses penetapan terkait dengan lead tim dari pengadaan barang.

(3) Melakukan Pengelolaan Perencanaan Pembelian

Menyusun sistem perencanaan pembelian yang disesuaikan dengan kebutuhan yag terkait dengan pengadaan barang serta bagaimana pengaturan waktu pembelian dilakukan untuk memastikan stock terkendali sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan. Termasuk di dalamnya adalah mengatur dari jadwal pengiriman yang dilakukan oleh pemasok untuk kebutuhan yang dimaksud.

Bagaimana dengan pengembangan fungsi PPIC dalam perusahaan dimana tempat Anda bekerja? Maksimalkan fungsi dari PPIC untuk kebutuhan strategis dan efisiensi dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)