Strategi Pengembangan Bisnis Franchise

Dalam pengelolaah perusahaan franchise, adalah penting bagi pelaku bisnis untuk memiliki mindset ” problem solving” sebagai bentuk proses strategi pengembangan bisnis Franchise. Konsep pemahaman awal dari sistem Franchise harus lebih terfokus kepada bagaimana bersama-sama memastikan minimalisasi dari resiko bisnis antara franchisor dan franchisee bukan pada bagaimana memindahkan resiko franchisor kepada franchisee.

Konsep strategi yang dibangun adalah untuk tumbuh bersama-sama dengan maksimal.  Franchisor harus memastikan bahwa semangat membangun bisnis terasa pada seluruh level organisasi termasuk kepada mitra pembeli merk.  Tidak ada salahnya pengembangan budaya positif secara kuat dalam perusahaan, dimana terdapat “tangan” yang mengikat antar seluruh level dan lini dalam perusahaan.

Mengembangkan orientasi atas pelayanan juga menjadi bagian penting untuk dapat meningkatkan nilai bisnis perusahaan Franchise.  Banyak perusahaan Franchise yang melupakan pentingnya “customer relation”.  Padahal pengikat usaha antara perusahaan dengan pelanggan terjaga dengan mengelola “customer relation” yang tepat.

Kekuatan bisnis Franchise membutuhkan suatu inovasi yang harus secara terus menerus dilakukan untuk membangun pembedaan bisnis yang kuat.  Sistem untuk memastikan konsistensi dan orientasi mutu adalah suatu pola bisnis penting yang perlu untuk dikelola secara tepat.

Bagaimana dengan pengembangan bisnis Franchise pada perusahaan Anda? lakukan pengembangan bisnis yang tepat untuk memastikan bahwa pertumbuhan bisnis dapat terkendali secara tepat dan efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Memilih Konsultan Business Process Reengineerng yang Tepat

Banyak perusahaan yang telah melakukan proses pengembangan sistem dengan menggunakan konsultan, namun dalam kenyataannya proses penyusunan atas perubahan business process yang dijalankan dalam perusahaan.

Konsultan yang tepat dalam proses penanganan perubahan business process dalam perusahaan adalah perusahaan yang telah mampu untuk mengimplementasikan SOP dan pendekatan SDM secara maksimal. Mengapa hal tersebut perlu dilakukan?

(1) Melihat efektifitas sistem

Dalam proses business process re-enggineering, perusahaan harus mampu secara maksimal mengembangkan konsep strategis secara tepat. Hal ini ditujukan untuk dapat melihat bahwa perubahan yang dilakukan dalam perusahaan adalah maksimal dan tepat sasaran. Konsultan dengan pengalaman tinggi di bidang manajerial dan sistem mampu menangkap kepentingan atas perubahan serta memperhitungkan resiko dari perubahan sistem yang dijalankan dalam perusahaan.

(2) Proses implementasi

Dalam proses implementasi perubahan sistem, harus dipastikan organisasi mengembangkan program leadership sehingga penerapan sistem dapat dijalankan dalam organisasi.  Konsultan harus mampu melakukan proses pendekatan coaching sehingga mampu mengembangkan budaya leadership dalam perusahaan secara tepat.  Leadership yang kuat mampu membawa awareness dalam penerapan sistem.

(3) Pemahaman Sistem Sumber Daya Manusia

Business Process Re-engineering dapat menyebabkan transformasi kompetensi dan karakteristik budaya perusahaan.  Konsultan harus mampu untuk menyusun perubahan terkait dengan sistem manajemen SDM sebagai salah satu penopang utama atas perubahan tersebut. Memastikan ulang, bahwa pengembangan sistem dapat dijalankan paralel dengan pengembangan kompetensi sumber daya manusia.

Menarik untuk dicermati, karena pada saat ini perusahaan seringkali salah mengambil keputusan dalam memilih konsultan SOP , Busines Process maupun Business Process Re-engineering.  Lakukan proses referensi eksternal secara tepat untuk dapat memastikan bahwa pelaksanaan sistem dalam perusahaan Anda dapat bekerja secara maksimal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

 

5 Kesalahan Manajemen SDM yang Sulit untuk Diperbaiki oleh Perusahaan

Dalam pengelolaan perusahaan, terkadang manajemen mengalami kesulitan untuk menjalankan kegiatan operasional sesuai dengan konteks pekerjaan yang ideal. Permasalahan terkait dengan status finansial, kondisi kemampuan pasar dan kekuatan perusahaan secara keseluruhan menjadi bagian penting yang perlu untuk dipertimbangkan.

Dari hasil beberapa kajian, ditemukan adanya 5 (lima) kesalahan yang menjadi bagian dari kesalahan manajemen SDM.  Adapun lima kesalahan tersebut adalah:

(1) Terlalu melibatkan kedekatan personel dalam penanganan karyawan

Mengembangkan pendekatan dengan karyawan secara kekeluargaan adalah baik. Namun apabila peran emosional menjadi terlalu dekat dalam proses penanganan karyawan maka kondisi yang muncul adalah konflik dan ketidakprofesionalan.  Perbaikan atas penanganan seperti ini membutuhkan waktu dan budaya perusahaan yang baru sehingga menyulitkan perusahaan dalam melakukan perbaikan atas bisnis yang dimilikinya.

(2) Terlambat dalam Mengembangkan Kompetensi Karyawan

Seluruh perusahaan saat ini harus mengembangkan effort untuk dapat mengembangkan karyawan.  Karena tidak seluruh karyawan berada dalam bentuk “jadi” dan siap pakai. Sehingga mau tidak mau proses untuk pengembangan karyawan harus dijalankan. Banyak perusahaan mengesampingkan program pengembangan kompetensi yang sistematis dalam proses pengembangan usahanya.

(3) Bekerja bukan berdasarkan Sistem

Beberapa pemilik perusahaan lebih mengutamakan loyalitas karyawan kepada atasan dari perusahaan tersebut. Banyak yang perusahaan lupakan, yaitu bagaimana menjalankan perusahaan dengan menggunakan konsep sistematis.  Memastikan bahwa karyawan loyal terhadap sistem adalah penting untuk memastikan bahwa proses berjalan dengan tepat dan efektif.

(4) Melupakan Jenjang Karir Karyawan

Perusahaan banyak terbenam kepada pola kerja yang konsisten serta tidak terdapat pengembangan atas karir karyawan tersebut. Hal ini menyebabkan karir dan pengembangan karyawan menjadi stagnan dan tidak dapat berkembang secara maksimal.

(5) Lupa Memperbaiki Sistem Kompensasi

Melihat bahwa setiap karyawan perlu menjalankan suatu tantangan baru dan pekerjaan yang bertambah tentu saja membutuhkan adanya suatu simultan ataupun daya tarik.  Mengembangkan sistem kompensasi yang tepat dan efektif adalah suatu program yang harus dijalankan sejak awal.

Lakukan program pengembangan manajemen SDM dalam perusahaan Anda secara tepat dan efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Menyusun SOP untuk Perusahaan Skala Menengah

Proses menyusun SOP (Standard Operating Procedure) dijalankan untuk mampu menjalankan proses pengelolaan atas usaha secara rapi dan administratif. Memastikan bahwa seluruh struktur organisasi yang dijalankan dalam perusahaan tersebut menjalankan sistem internal perusahaan secara maksimal.  Adalah penting penyusunan SOP dilakukan tidak hanya untuk perusahaan ruang lingkup skala besar juga namun juga dijalankan untuk jenis usaha skala menengah.

Berikut ini adalah 5 (lima) alasan mengapa SOP dibutuhkan untuk disusun pada jenis usaha skala menengah.

Pertama, Sebagai Proses Transisi Manajemen Perusahaan Modern

Pada perusahaan skala menengah, secara umum sedang mengalami perubahan untuk menjadi perusahaan besar.  Dalam posisi seperti ini, perusahaan mengembangkan konsep edukasi dan pembelajaran secara terus-menerus untuk dapat memastikan perubahan atas sistem dijalankan secara profesional.

Kedua, Sebagai Proses Pengembangan Leadership

SOP membentuk konsistensi dan komitmen dari seluruh lini perusahaan. Memastikan bahwa konsep dasar dari manajemen terjalankan untuk memastikan bahwa pola kepemimpinan internal menjadi fokus dan bertanggung jawab atas proses.

Ketiga, Sebagai Proses Pengendalian Kinerja Perusahaan

Dengan adanya SOP, perusahaan terpastikan dapat terkendali secara proses dan kinerja dari perusahaan dipastikan sesuai dengan sistem. Output dari proses dapat terkendali dan teratur sesuai dengan persyaratan kinerja dari perusahaan.

Keempat, Sebagai Tahapan Pengendalian Resiko Usaha

Memastikan bahwa seluruh resiko internal akibat proses dapat terkendali. Pencatatan dan administrasi yang rapi dapat membantu perusahaan dari permasalahan resiko usaha yang dapat muncul.

Kelima, Sebagai Bentuk Pemberdayaan SDM secara Efektif

Perusahaan dapat memastikan bahwa konsep pengelolaan SDM dapat berjalan secara efektif. Perusahaan memastikan bahwa konsep dan strategi atas pengelolaan dan pengendalian SDM dijalankan secara tepat dan sistematis.

Bagaimana dengan perusahaan Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengembangkan SOP dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Program Pengembangan Fleksibilitas SDM

Banyak orang terhenyak, ketika perubahan ekonomi tidak dapat berjalan sesuai dengan harapan.  Beberapa perusahaan “terpaksa” menghentikan operasional bisnisnya dan menyederhanakan organisasinya. Bahkan tidak sedikit perusahaan dengan “terpaksa” melakukan proses PHK kepada karyawan. Sebenarnya, strategi apa yang seharusnya dilakukan oleh perusahaan untuk mempertahankan usahanya?

Dalam konsep sederhana terkait dengan pengelolaan usaha, perusahaan harus memiliki “kepintaran” untuk mentransformasikan seluruh resiko menjadi peluang.  Melakukan kembali inventarisasi atas kekuatan SDM yang dimilikinya untuk mampu “berjuang” mengubah resiko tersebut menjadi peluang.  Seluruh perusahaan tentu saja tidak  memiliki keinginan untuk terus “bergerak” dengan resiko tersebut.

Perusahaan yang menjalankan program Laid Off atas karyawan, adalah perusahaan yang terlambat untuk menjalankan transformasi bisnis. Begitu tingginya keandalan suatu bisnis dalam membaca resiko adalah penting dilakukan sebelum seluruh problem tersebut terjadi.  Transformasi bisnis harus dijalankan paralel dengan kecenderung penurunan atas bisnis tersebut berlangsung.

Kekayaan perusahaan dalam bentuk SDM harus dapat dipaksa untuk menjadi fleksible dan ikut terlibat secara aktif dalam transformasi tersebut. Pengubahan unsur spesialistik dalam uraian jabatan dan kompetensi harus dapat dikembangkan dan diperbanyak dalam pola transformasi usaha yang dibentuk.  Kemampuan SDM untuk selalu dapat mengantisipasi resiko dan terandalkan adalah prioritas penting bagi perusahaan saat ini kembangkan.  Kompetensi kewirausahaan yang dulu menjadi momok untuk dimasukkan dalam unsur kompetensi harus secara terus menerus diselaraskan dengan aspek inovasi perusahaan.

Perusahaan tidak membentuk SDM berubah total, namun perusahaan dapat memaksa individu untuk menjadi fleksible.  Lakukan proses transformasi bisnis dan pengubahan fleksibilitas SDM dengan menggunakan referensi eksternal yang tepat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengembangkan Program Pelatihan yang Efektif

Beberapa persahaan memiliki pendapat bahwa pelatihan adalah suatu kegiatan yang menghabiskan tenaga dan waktu. Mengingat nilai efektifitas dari program pelatihan yang dilaksanakan perusahaan adalah rendah bahkan dalam beberapa kasus tidak terdapat hasil sama sekali.

Bagaimana perusahaan dapat mengembangkan program pelatihan yang efektif?

Tahap Pertama: Mengintegrasikan dengan Program Perusahaan

Pengembangan program pelatihan harus dilakukan dengan menganalisis dan mendiagnosa kebutuhan dari perusahaan, termasuk di dalamnya adalah kompetensi yang dipersyaratkan oleh perusahaan.

Tahap Kedua: Mengembangkan Program Pelatihan Berbasiskan Kompetensi

Menyusun program pelatihan berbasiskan kompetensi bukan hanya jenis pelatihan yang melibatkan unit kerja HR/ SDM saja, namun dalam kondisi aktualnya proses pengembangan atas program pelatihan tersebut juga melibatkan seluruh bagian terkait.  Aspek kepentingan dan kewajiban terkait dengan penerapan program dijalankan oleh seluruh organisasi.

Tahap Ketiga: Mengintegrasikan Seluruh Bagian dari Program Pelatihan

Ada baiknya perusahaan tidak memisahkan setiap program pelatihan menjadi bagian-bagian yang terpisah.  Memastikan bahwa pengembangan program adalah penting dan menjadi suatu bagian utuh yang saling terkait.

Bagaimana proses penyusunan program pelatihan di perusahaan Anda? Lakukan proses pengembangan sistem manajemen SDM dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Mengoptimalkan Sistem Operasional Perusahaan

Dalam era kompetisi dan perkembangan ekonomi saat ini, hanya perusahaan yang kuat yang dapat bertahan. Namun, hal yang sangat perlu diingat bukan hanya kekuatan modal yang dapat menyebabkan suatu perusahaan bertahan namun juga kekuatan produktifitas dan optimalisasi usaha.

Bagaimana usaha tersebut nantinya akan berkembang dan dapat memenangkan kompetisi?  Salah satu cara terbaik adalah mengoptimalkan sistem operasional perusahaan.  Perusahaan harus dapat memastikan bahwa perusahaan dapat tergantung pada sistem yang telah dipersyaratkan dan dijalankan dalam perusahaan.  Bagaimana perusahaan memastikan bahwa program optimalisasi dapat berjalan secara maksimal?

Strategi Pertama, memastikan bahwa sistem terbentuk secara efektif

Organisasi harus mampu untuk memastikan bahwa sistem yang terbentuk dampak memberikan dampak proses operasional yang optimal.  Dimana output dari proses dapat terukut dan terkendali sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan.

Strategi Kedua, Menciptakan iklim yang produktif

Memastikan bahwa seluruh bagian sistem yang terlibat dalam proses operasional adalah maksimal dan mampu untuk membangun suatu hasil yang optimal.  Pembudayaan pembelajaran dan usaha untuk menjadi baik secara terus-menerus adalah penting untuk dijalankan dalam perusahaan.

Bagaimana dengan pengembangan sistem di dalam internal perusahaan Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengelola dan mengendalikan perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Merealisasikan Sistem Secara Tepat dan Efektif

Menyusun sistem dalam perusahan adalah suatu pekerjaan kompleks dan membutuhkan suatu pemikiran skematik yang tepat.  Tentu akan menjadi hal yang sungguh suatu pemborosan apabila sistem yang telah disusun secara tepat tersebut ternyata tidak dapat diaplikasikan secara maksimal.

Banyak cara bagi perusahaan untuk dapat memastikan bahwa sistem yang dihasilkan oleh perusahaan dapat terealisasi secara efektif.

Hal Petama, Komitmen dan Konsistensi

Dalam menjalankan konsep akan komitmen, ada baiknya perusahaan melakukan proses pemastian bahwa leadership dalam organisasi sudah terbentuk dan terkelola.  Pemahaman atas leadership tentu saja bukanlah suatu sistem yang terfokus ataupun tersentralisasi. Seluruh level yang ada dalam organisasi harus diyakini untuk dapat menjalankan sistem secara tepat dan optimal.

Hal Kedua, Pengukuran Kinerja

Harus dapat dipastikasn bahwa dalam proses berjalannya sistem dalam perusahaan, harus dapat dipastikan bahwa pelaku sistem mendapatkan suatu sistem pengukuran yang jelas.  Dimana individu yang menjalankan sistem harus dapat dipastikan mendapatkan suatu pemahaman konsekuensi dari tidak berjalannya sistem yang dimaksudkan tersebut.

Hal Ketiga,  Budaya Perusahaan

Ada baiknya perusahaan menetapkan suatu sistem budaya perusahaan yang kondusif yang dapat membantu mengoptimalkan terimplementasinya sistem yang dimaksudkan tersebut. Budaya membentuk prilaku pekerjaan yang positif dan memastikan bahwa perusahaan beserta komponen di dalamnya menjalankan nilai-nilai budaya yang dapat dijalankan secara maksimal.

Bagaimana proses realisasi sistem dalam perusahaan Anda. Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk dapat mengoptimalkan sistem manajemen operasional dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

 

Pengembangan Sistem Manajemen dalam Perusahaan Berbasiskan Bisnis Franchise

Dalam pengembangan usaha, franchise adalah salah satu bentuk strategis yang dapat dipergunakan oleh perusahaan untuk dapat meningkatkan program penjualan. Dalam seluruh bisnis, khususnya retail, banyak perusahaan menjalankan program franchise.  Selain dalam resiko penyediaan modal minim, saat ini strategi franchise pun sangat diminati oleh investor. Mengingat, dalam perundangan Franchise terdapat persyaratan bahwa pengembangan program franchise baru dapat dijalankan oleh perusahaan yang telah memiliki data keuangan keuntungan yang berjalan minimum 2 (dua) tahun berturut-turut.

Adapun tahapan untuk dapat mengembangkan program franchise tersebut dapat dilakukan sebagai berikut:

(a) Mempersiapkan Legalitas

Pengembangan dari program franchise harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan oleh Kementrian Perdagangan. Dimana dalam ketetapan tersebut, dipersyaratkan perusahaan memiliki keuntungan selama lebih kurang dua tahun berturut-turut maka ijin atas program franchise dapat dijalankan.

Dalam tahapan ini, perusahaan juga berkewajiban untuk melakukan penyusunan kontrak agar dapat memastikan bahwa kesepakatan antar mitra yang dijalankan

(b) Mengembangkan Komiditi Franchise

Sebaik apa pun sistem yang akan dikembangkan, tetap hal yang utama adalah komoditi dimana sistem franchise nanti akan dikelola. Pastikan unsur pendukung atas merk dan hak cipta dari perusahaan Anda terlindungi.  Penetapan terkait dengan konsep produk franchise itu sendiri harus dipastikan terkelola dengan tepat.  Lay out atas area kerja maupun bagaimana program penjualan juga menjadi pertimabangan.

(c) Penyusunan Sistem Franchise

Menetapkan sistem franchise yang dipergunakan sebagai sistem operasional franschisee adalah hal yang penting untuk dipertimbangkan.  Dalam beberapa kondisi pastikan franchise memahami tata kelola operasional dengan tepat.

Lalu bagaimana program pengembangan franchise akan dikelola dalam perusahaan Anda? Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat untuk mengelola sistem franchise yang ada dalam perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Menyusun Desain Organisasi

Adalah penting bagi perusahaan untuk dapat melakukan proses kajian terkait dengan program desain dari organisasi.  Mendesain organisasi adalah bukan hanya dapat dilakukan dengan menyusun Struktur Organisasi saja.  Program desain atas organisasi adalah melakukan proses penyusunan Blue Print Business yang menyangkut pada sasaran jangka panjang dan pendek perusahaan.

Banyak perusahaan yang mengabaikan proses penyusunan atas Blue Print Business tersebut dengan program pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia).  Akibatnya tentu saja perusahaan mengalami kesulitan ketika akan tumbuh dan berkembang apabila tidak disertai dengan program pengembangan sumber daya manusia tersebut.  Lalu bagaimana cara menyusun desain organisasi yang efektif agar pengembangan dari Blue Print perusahaan dapat berjalan sesuai dengan harapan yang dibutuhkan oleh perusahaan.

Langkah Pertama, Menyusun Kompetensi Perusahaan Secara Lengkap

Kadangkala dalam memetakan SDM, perusahaan mengambil gambaran kondisi saat ini dan bukan masa depan.  Tidak ada salahnya bagi perusahaan untuk melakukan proses penyusun desain organisasi secara lengkap dalam kurun waktu jangka panjang.

Langkah Kedua, Melakukan Program Learning secara Berkesinambungan

Pada saat awal, perusahaan sebaiknya melakukan program rekruitment pada kelompok fresh graduate dengan proporsi lebih banyak daripada yang berpengalaman. Tentu saja, dalam kondisi yang dimaksud tersebut maka program learning.

Langkah Ketiga, Melakukan Program Pengembangan Karir

Pengembangan karir dijalankan dengan memastikan bahwa adanya kesinambungan atas peran karyawan dalam perusahaan. Pembelajaran dalam upaya peningkatan karir menjadi rancangan dalam desain organisasi untuk dapat memastikan bahwa pengembangan karir berjalan secara tepat dan efektif.

Bagaimana program pengembangan desain organisasi di dalam perusahaan Anda. Lakukan proses pencarian referensi eksternal secara tepat dan efektif untuk mengembangkan sumber daya manusia dalam perusahaan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)