Pentingnya Perusahaan Kemasan Memiliki Sertifikat HACCP

Dalam konsep keamanan pangan, adalah sangat penting untuk mengendalikan seluruh resiko yang muncul bagi produk pangan itu sendiri. Adalah hal yang penting dalam industri pangan untuk dapat mengendalikan keamanan pangan pada seluruh aspek/ segi operasional yang dimiliki. Termasuk di dalamnya adalah aspek dari industri kemasan yang mendukung produk pangan itu sendiri.

Terdapat beberapa hal yang menjadi pertimbangan untuk mengembangkan sistem manajemen keamanan pangan pada industri kemasan:

(1) Kemasan posisi inner/ primer

Kemasan ini adalah kemasan yang merupakan material pengemas yang sangat penting karena mengalami kontak langsung dengan produk pangan. Produk pangan yang sudah diolah dengan memperhatikan suatu bentuk jaminan keamanan pangan khusus tentunya harus dipastikan juga terkemas dalam kemasan yang tidak mencemari produk.

(2) Kemasan luar (outer)

Meskipun tidak secara langsung memiliki kontak langsung dengan produk pangan, adalah hal yang sangat penting untuk lebih memperhatikan keamanan pangan dari kemasan khusus untuk produk ready to eat. Dalam beberapa hal, kemasan yang digunakan harus lebih memperhatikan resiko terhadap keamanan pangan. Mengingat bahwa produk ready to eat adalah jenis produk yang sangat bersiko tinggi akibat tidak ada pengolahan lanjutan setelah sampai di konsumen.

Apakah perusahaan Anda adalah produsen kemasan untuk industri pangan? Mulailah untuk menerapkan Sistem Manajemen Keamanan Pangan, untuk lebih meningkatkan nilai dari produk yang Anda supply. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pelatihan ISO 9001 bagi Industri Air Minum Dalam Kemasan

Berkaitan dengan adanya pembaharuan peraturan pemerintah yang berhubungan dengan penerbitan SNI bagi perusahaan air minum dalam kemasan untuk mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2008. Bagi perusahaan air minum dalam kemasan ada baiknya untuk mengadakan pelatihan mengenai persyaratan ISO 9001 untuk industri Air Minum dalam Kemasan.

Pelatihan yang dijalankan selama dua hari akan membahas mengenai pemahaman terhadap klausul-klausul ISO 9001, proses penyusunan dokumentasi dan catatan mutu sesuai dengan persyaratan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001, serta bagaimana melakukan program implementasi klausul ISO 9001 dalam pelaksanaan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001.

Lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat dalam mengimplementasikan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 dalam perusahaan secara tepat dan efektif. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Supplier Development Program

Banyak perusahaan yang melihat bahwa hubungan antara supplier dan perusahaan hanya dipastikan terprioritas pada keuntungan perusahaan saja, padahal terdapat aspek strategis yang penting yang perlu untuk dioptimalkan terkait dengan pengembangan strategi pada pemasok.

Dengan berkembangnya manajemen dari pemasok, secara pasti perusahaan juga menjalani suatu keuntungan dan perbaikan kualitas yang mampu masuk ke dalam pengembangan usahanya. Bagaimana perusahaan dapat menyusun sistem yang dapat mengembangkan nilai strategis dari pengembangan pemasok?

(1) Penerapan Sistem Seleksi yang Tepat
Dengan sistem seleksi yang tepat, perusahaan dapat secara obyektif dan strategis memilih pemasok yang akan masuk ke area proses operasional. Apabila secara bisnis, pemasok tersebut adalah pemasok tunggal yang sulit untuk tergantikan maka proses seleksi dapat dijalankan dengan sistem klasifikasi nilai/ grade.

(2) Program Pelatihan
Mengaplikasikan program pelatihan terintegrasi dan terpadu untuk dapat mengoptimalkan kapasitas dan kompetensi dari pemasok. Perusahaan ada baiknya meminta pemasok untuk menerapkan Sistem Manajemen Mutu, seperti ISO 9001 untuk dapat membantu meningkatkan kualitas dan menjamin konsistensi kualitas dari output produk yang ada pada pemasok.

(3) Audit Pemasok
Menjalankan fungsi audit sistem yang dijalankan oleh pemasok juga dapat membantu perusahaan untuk mendapatkan hasil/output produk yang berkualitas baik. Ada baiknya kegiatan audit pemasok ini disusun dengan kriteria-kriteria yang mencakup dalam kegiatan sistem manajemen operasional perusahaan.

(4) Evaluasi Pemasok
Melakukan program evaluasi untuk dapat memastikan adanya pengukuran yang tepat terhadap kinerja pemasok selama pemasok tersebut menjalankan fungsi pasokan ke perusahaan.

Kembangkan sistem Supplier Development Program secara tepat, selain dapat membantu usaha Anda, sistem ini juga dapat membantu jaminan terhadap komitmen operasional pada usaha Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Penerapan IFS (International Feature Standard) dalam Industri Pangan dan Perikanan

Bagi industri pangan, Sistem Jaminan Keamanan Pangan, adalah hal yang penting, yang mana tidak dapat ditawar-tawar lagi. Di dalam sistem sertifikasi keamanan pangan, tidak hanya terdiri atas sertifikasi ISO 22000, namun juga terdapat beberapa sistem sertifikasi yang lebih dipersyaratakan oleh GFSI (Global Food Safety Institute), seperti FSSC, BRC dan IFS.

Dibandingkan dengan BRC dan FSSC, sistem sertifikasi IFS adalah sistem sertifikasi yang jarang dijalankan. Konsep dari penerapannya sama dengan BRC namun terdapat beberapa penambahan detail dari proses aplikasinya. Apabila perusahaan ingin mengembangkan sertifikasi ini, maka terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan dalam proses penyusunan sistem sertifikasi IFS.

(1) Menyusun sistem manajemen mutu

Dimana perusahaan harus melakukan proses penyusunan sistem manajemen mutu dalam organisasi, untuk kemudian dijadikan sebagai panduan dalam konsep kualitas produk.

(2) Menyusun sistem manajemen keamanan pangan

Dalam tahapan proses ini, perusahaan membuat sistem dasar dari keamanan pangan yaitu GMP dan SSOP untuk kemudian melakukan proses penetapan standar HACCP untuk kemudian ditetapkan manual dari sistem keamanan pangan tersebut.

(3) Memastikan adanya pengendalian terhadap kontaminasi

Adalah hal yang penting dilakukan untuk memastikan adanya sistem pengendalian terhadap kontaminasi terhadap produk pangan yang berpotensi muncul.

Ingin menjalankan aplikasi IFS dalam perusahaan Anda, lakukan proses komunikasi dengan pihak referensi eksternal yang tepat untuk mendapatkan hasil yang maksimal. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

KPI Sebagai Pengubah Budaya Perusahaan

Banyak perusahaan berkeinginan untuk mengembangkan budaya perusahaannya agar mencapai nilai optimal dan positif. Namun banyak perusahaan mengalami kesulitan ketika melakukan proses pengembangan budaya perusahaan.

Banyak penyebab yang menyebabkan budaya perusahaan sulit diubah, namun salah satu strategi yang penting dijalankan adalah dengan mengoptimalkan fungsi strategis dari performance management. Bagaimana perusahaan menggunakan kemampuan dan strategis pengukuran kinerja sebagai pengubah budaya?

Hal yang pasti dari perubahan itu sendiri terbentuk karena adanya pengukuran. Penetapan dan penyusunan yang terkait dengan kinerja perusahaan dioptimalkan sebagai bentuk penetapan ukuran sampai sejauh mana individu dari organisasi itu telah berubah.

Upaya pengukuran dengan suatu bentuk pengukuran yang obyektif adalah hal yang penting dalam meminimalkan konflik yang terbentuk dari perubahan. Data dan nilai kinerja terukur dalam bentuk bukti yang nyata. Penetapan skema indikator dari proses penetapan pengukuran ini adalah hal penting yang secara strategis dapat dikembangkan ke dalam fungsi operasional sistem.

Untuk menyusun KPI yang tepat bagi perusahaan, lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Penyusunan Program Pest Control

Dalam industri pangan ataupun perikanan, permasalahan terhadap serangga adalah suatu permasalahan yang harus dipastikan terkendali dengan baik. Sistem dan pemahaman terhadap tata cara pengendaliannya harus dipastikan dapat meminimalkan resiko kontaminasi serangga yang masuk ke dalam sistem operasional proses.

Berkaitan dengan aplikasi pest control, terdapat 5 prinsip dasar yang sebaiknya menjadi bagian penting untuk dikedepankan ketika melakukan proses penanganan terhadap pengendalian serangga.

(1) Konsep pencegahan

Adalah penting bagi suatu unit usaha dalam industri pangan untuk memastikan bahwa pencegahan diajalankan. Proses mencegah serangga untuk masuk ke dalam area proses dapat dilakukan dengan cara menjalankan program sanitasi secara tepat dan optimal. Pemastian untuk mencegah dapat dijalankan dengan cara mengoptimalkan aspek GMP pada bagunan, dimana area proses terlindungi dari resiko masuknya serangga dari lingkungan sekitar.

(2) Sistem dan prosedur

Adanya sistem dan prosedur yang memastikan adanya pemantauan secara berkala berkaitan dengan fungsi trapping dan aplikasi koreksi yang dijalankan. Tahapan ini berguna untuk memastikan adanya suatu pengendalian terkait dengan adanya resiko masuknya serangga dan hewan pengganggu lainnya ke area kerja proses.

(3) Pelatihan dan kompetensi

Memastikan bahwa operator dan provider pelaksana kegiatan pest control telah memiliki aspek kompetensi dan sertifikasi yang memadai untuk mengakomodasi proses pencegahan terkait dengan penanganan serangga di lapangan.

(4) Analisis data

Proses inspeksi secara berkala dilakukan pada sistem yang telah dijalankan. Adanya pencatatan sangat penting untuk mengumpulkan data-data terhadap program pest control yang telah dijalankan. Statistika dapat digunakan untuk melakukan proses korelasi antara sistem yang dibuat dengan data yang didapat.

(5) Evaluasi Sistem

Memastikan efektifitas terkait dengan pelaksanaan program pest control. Penetapan tindakan perbaikan dilakukan berdasarkan data untuk dapat melihat bagaimana proses pest control dijalankan secara optimal.

Bagaimana dengan aplikasi pest control di perusahaan Anda? Lakukan pengembangan referensi eksternal yang tepat untuk mengaplikasikan program pest control sebagai nilai penting untuk mengoptimalkan pengendalian terhadap serangga. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Cermat dalam Memilih Supplier Kemasan Untuk Industri Pangan

Bagi industri pangan, kemasan adalah suatu hal penting sebagai proses perlindungan terhadap makanan/ produk itu sendiri. Bahkan di beberapa produk pangan yang terkait erat dengan bisnis retail, kemasan adalah komponen utama dan termahal dalam penetapan komposisi nilai jual produk itu sendiri.

Melihat faktor strategisnya, banyak industri kemasan berlomba-lomba mengembangkan investasi dan produk untuk memasok produk pengemas. Karena nilai kebutuhan nya adalah sangat tinggi, belum lagi apabila berbicara untuk aspek pengembangan dalam bidang food service seperti jasa katering dan restauran.

Apabila Anda adalah pelaku dalam industri pangan, ada baiknya perusahaan Anda melakukan proses evaluasi terhadap pemasok produk kemasan dalam industri Anda. Terdapat faktor-faktor penting yang harus diperhatikan terkait dengan penetapan supplier untuk produk kemasan tersebut.

(1) Informasi Mengenai Komposisi Bahan Kimia dan Material Penyusun Komposisi Kemasan, dimana harus dipastikan bahwa komponen produksi dari kemasan tersebut sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan dalam Codex ataupun US FDA. Pastikan status bahan baku dilakukan sesuai dengan standar persyaratan karakteristik allergent dan non allergent.

(2) Pemastian operasional perusahaan

Melakukan proses pengendalian operasional yang terkait dengan status penggunaan bahan baku dan tata cara proses yang ditetapkan dalam perusahaan. Dimana perusahaan harus memastikan bahwa proses produksi dijalankan dengan menggunakan bahan baku yang sesuai dengan standar persyaratan, yaitu diproduksi dengan menggunakan bahan baku yang tepat guna dan bukan berasal dari hasil daur ulang benda berbahaya.

(3) Sistem Operational Perusahaan

Melakukan proses pemeriksaan untuk memastikan adanya program sertifikasi manajemen keamanan pangan pada industri pemasok material kemasan Anda. Pastikan pemasok Anda sudah menggunakan standar sistem HACCP, ISO 22000, brc ataupun FSSC untuk memastikan bahwa proses operasional dijalankan sesuai dengan standar persyaratan.

Untuk lebih mengoptimalkan pelaksanaan manajemen keamanan pangan di perusahaan Anda, lakukan penetapan referensi eksternal yang tepat untuk memastikan bahwa produk Anda terjamin dalam sistem yang efektif dan tepat guna. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Langkah dalam Menyusun SOP Manajemen Retail

Apakah perusahaan Anda adalah perusahaan yang bergerak dalam manajemen retail? Sudahkan perusahaan Anda memiliki SOP (Standard Operating Procedure) yang tepat untuk mengakomodasi proses aplikasi dari manajemen retail di unit usaha Anda?

Sangat salah, apabila dalam proses usaha Anda, Anda lupa dalam melakukan proses penyusunan SOP. Pihak manajemen akan terjebak ke dalam proses kerja yang bermasalah secara berulang, dimana perusahaan lupa kalau unit usaha yang dijalankannua membutuhkan konsistensi yang tepat untuk dapat mengoptimalkan proses operasional dari unit usaha manajemen retail yang dimaksudkan tersebut.

Lalu bagaimana langkah yang tepat bagi perusahaan ketika akan melakukan proses penyusunan SOP untuk usaha manajemen retail.

(1) Kenali Produk Anda dan Konsumen Anda
Salah satu langkah awal yang perlu untuk dijalankan dalam penyusunan SOP adalah proses untuk menyusun business process. Dalam melakukan proses penyusunan business process, perusahaan harus memperhatikan bahwa tahapan ini harus dilakukan dengan mengikuti flow/ alir pelanggan. Bagaimana karakteristik pelanggan ketika memasuki outlet serta bagaimana proses pembelian dijalankan. Proses ini kemudian dideskripsikan ke dalam suatu bentuk alir proses yang kemudian didetailkan dalam suatu bentuk business process.
Pemahaman mengenai produk sangat penting terkait dengan proses urgensi dari suatu proses dijalankan untuk memastikan bagaimana proses penampilan visual dijalankan dalam mengembangkan bagaimana produk itu sendiri dapat dikenali oleh konsumen Anda. Unsur kepuasan pelanggan dan penanganan keluhan pelanggan juga menjadi proses yang penting.

(2) Kenali supplier Anda
Outlet retail sebernarnya adalah perpanjangan sistem supply chain supplier Anda. Dimana diharapkan dengan menggunakan outlet Anda, supplier dapat mengoptimalkan penetrasi pasar mereka langsung kepada end user (pelanggan akhir). Menjadi tantangan yang sangat penting bagi perusahaan untuk dapat mengoptimalkan fungsi outlet tersebut ke dalam suatu bentuk kerjasama dan proses yang tepat. Namun di lain pihak apabila usaha Anda mengalami kesalahan dalam melakukan proses pemilihan supplier maka permasalahan yang muncul adalah (a) produk tersebut tidak terjual secara maksimal (b) Usaha Anda tertekan untuk menjalankan proses pengadaan secara tunai (c) kualitas dan merk Anda tidak terjaga. Kehati-hatian dan ketelitian dalam memilih produk serta supplier menjadi suatu strategi penting dalam menyusun SOP di perusahaan Anda.

(3) Sistem Supply Chain
Proses inventory adalah suatu aspek kritikal dalam manajemen retail. Pemastian bahwa inventory tersebut sesuai dan didukung oleh sistem pencatatan yang terupdate (terbarukan) adalah hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Bagaimana proses aplikasi supply chain dijalankan dalam perusahaan hal tersebut adalah bagian yang sangat penting terkait dengan ketertiban administrasi. Evaluasi harus dilakukan berkelanjutan dengan menggunakan data yang obyektif, perbaikan harus dijalankan secara terus-menerus. Dengan data ini, Anda dapat melakukan proses analisis untuk dapat melihat kapan waktu yang tepat untuk melakukan program promosi terkait dengan usaha menurunkan nilai stock dan meningkatkan penjualan.

(4) Pelatihan Sumber Daya Manusia
Sumber Daya Manusia adalah kunci utama dan strategis dalam proses pengembangan usaha manajemen retail. Keberhasilan dari Anda melakukan proses seleksi dan pengembangan juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan motivasi dan lingkungan positif bagi pelanggan ketika masuk ke outlet. Tetapkan sistem insentif yang tepat dan optimal terkait dengan proses pengembangan sumber daya manusia di dalam unit kerja Usaha Anda.

Apabila Anda bingung dengan tahapan proses tersebut, lakukan proses pencarian referensi eksternal yang tepat disertai dengan mengikuti program-program pelatihan. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Slow Down Time? Change Time?

Perusahaan Anda sekarang sedang dalam kondisi menurun, baik dalam penjualan maupun aktivitas rutinnya? Saat seperti ini adalah saat yang tepat untuk memastikan adanya perbaikan dan pengembangan manajemen organisasi dari perusahaan. Langkah apa yang perusahaan harus jalankan?

(1) Pengembangan investasi terhadap sumber daya manusia
Dalam masa sepinya aktivitas dalam perusahaan, manajemen dapat menginvestasikan sebagian besar waktunya untuk mengoptimalkan manajemen pelatihan kepada karyawannya. Lakukan proses evaluasi untuk melihat sampai sejauhmana karyawan Anda memenuhi standar kompetensi yang dipersyaratkan. Juga memastikan bagaimana pelatihan dapat dijalankan untuk dapat menghasilkan suatu pemenuhan persyaratan optimal sesuai dengan standar persyaratan yang telah ditetapkan.

(2) Perbaikan sistem kerja
Dalam proses slow down ini perusahaan dapat mereview kembali SOP yang telah digunakan, dimana di dalamnya adalah memastikan bahwa SOP itu sudah sesuai dengan business process yang akan dikembangkan oleh perusahaan atau yang paling tepat dalam perusahaan. Tim organisasi diminta untuk melakukan analisis dan mengoptimalkan proses perbaikan kinerja organisasi. Penyusunan ulang SOP dan KPI dapat menjadi langkah strategi perusahaan untuk dapat terus mengoptimalkan sistem perusahaan agar target perusahaan tercapai dengan baik.

Slow down bukan hanya dirasakan oleh sebagaian kecil perusahaan, seluruh perusahaan juga mengalami kondisi ini. Langkah strategis harus dilakukan oleh perusahaan yaitu dengan meningkatkan efektifitas dan memastikan bisnis yang dijalankan adalah efisien. (amarylliap@gmail.com, 08129369926)

Pentingnya GAP Analysis dalam Proses Penyusunan SOP

Salah satu tahapan yang paling penting untuk dilakukan dalam proses penyusunan SOP adalah dengan melakukan proses GAP Analysis. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi proses yang berjalan dalam organisasi. Beberapa konsultan melupakan tahapan ini dan bergerak dalam menyusun SOP. Adapun berikut adalah manfaat yang dapat diterima terkait dengan GAP Analysis selama proses penyusunan SOP yang dijalankan dalam suatu organisasi.

(1) Pemahaman Kajian Organisasi
Sangat penting bagi konsultan untuk dapat memahami bagaimana garis instruksi dijalankan dalam organisasi. Bagaimana fungsi dan peranan didistribusikan dalam setiap komponen organisasi.

(2) Pemahaman Business Process
Dalam kegiatan GAP Analysis, hal yang terpenting adalah memastikan bahwa detail dari business process dapat tergambarkan untuk kemudian dilakukan proses pengkajian lanjutannya.

(3) Detail dari informasi operasional
Pemastian bahwa detail dari informasi operasional didapatkan untuk memastikan bahwa sistem yang dijalankan dalam organisasi sudah terlengkapi sesuai dengan standar minimal dari sistem operasional yang ideal.

Pastikan bahwa penyusunan SOP dalam perusahaan Anda dapat dijalankan secara maksimal dan tepat. Lakukan pencarian referensi eksternal yang tepat terkait dengan optimalisasi dari sistem manajemen operasional perusahaan Anda. (amarylliap@gmail.com, 08129369926).